UKDI 2 Flashcards Preview

UKMPPD MALAHAYATI > UKDI 2 > Flashcards

Flashcards in UKDI 2 Deck (197):
1

1. Suatu hari seorang Ibu dating ke ICU, membawa anaknya yang berusia 1 bulan dengan keadaan seperti tidur, reflex pupil negative, dan ada tanda dehidrasi berat (ubun-ubun cekung, turgor rendah). Dua hari sebelumnya setiap diberi ASI, anaknya selalu muntah, diare, dan kembung. Biasanya kalaumalam hari kencingnya lebih dari 10 kali, tetapi tadi malam hanya sekali dan sedikit. Tindakan apa yang harus segera dilakukan kepada anak ini ?
a. Menghentikan pemberian ASI
b. Mengganti cairan yang hilang
c. Memberikan antibiotic peroral
d. Mengganti ASI dengan susu rendah laktosa
e. Memberi garam oralit

Jawaban : B
Anak-anak dengan tanda-tanda dehidrasi berat dapat meninggal dengan cepat karena syok hipovolemik. Mereka harus diobati dengan cepat menurut rencana pengobatan C dalam Buku Ajar Diare. Rencana pengobaran C ini dimulai dapat menillai dapatkan Anda selaku penolong dapat memberikan cairan intravena, bila dapat memulailah pemberian cairan IV dengan segera. Bila penderita bias minum, berikan oralit saat cairan IV dimulai. Beri 100 mg/Kg cairan Ringger laktat (atau garam normal), yang dibagi sebagai berikut :
Usia Pemberian I: 30 mL/kg dalam Kemudian 70 mL/kg dalam
Bayi 1 tahun 1/2 – 1 jam* 21/2 – 3 jam

*Ulangi bila nadi masih lemah atau tidak teraba.
Nilai kembali penderita setiap 1-2 jam. Bila rehidrasi belum tercapai, percepat tetesan IV. Berikan juga oralit (5 mL/Kg/jam) bila penderita bisa minum; biasanya setelah 3-4 jam (bayi) atau 1-2 jam (anak).
Bila pengobatan IV tidak memungkinkan, selang nasogastric (NG) dapat digunakan untuk memberi larutan oralit. Namun, cara ini tidak memuaskan seperti terapi IV karena cairan tidak dapat diberikan secepatnya, dan waktu tambahan dibutuhkan untuk diabsorpsi di usus. Angka maksimal cairan nasogastric adalah sekitar 20 mL/KgBB per jam; dengan pada angka yang lebih tinggi sering terjadi kambung dan muntah-muntah.
Bila pengobatan IV dan NG tidak memungkinkan atau akan terlambat, sedangkan anak dapat minum, larutan oralit harus diberikan melalui mulut 20 mL/kgBB per jam. Cara ini mempunyai kelemahan yang sama seperti pengobatan NG; selain itu, cara ini tidak dapat digunakan untuk penderita yang sangat lemas atau tidak sadar.

Referensi
Buku Ajar Diare, hal 75-80.

2

2. Penyebab dari kasus No. 1 di atas adalah….
a. Terlalu banyak minum ASI
b. Terlahir premature
c. Usus belum tumbuh sempurna
d. Kurangnya lactase
e. Kurangnya enzim pancreas

Jawaban : D
Diare pada anak dengan riawayat pemberian ASI sebelumnya disertai muntah dan kembung, mengarahkan diagnosis kepada intoleransi laktosa akibat kurangnya enzim lactase. Cara sederhana untuk dapat menegakkan diagnosis adalah dengan mengintruksikan agar pasien mempertahankan diet bebas laktosa selama 3 bulan, dan membuat catatan mengenai setiap gejala yang timbul selama periode tesebut.
Refrensi
Pedoman Klinis PEDIATRI, hal. 101-102

3

3. Sejak dari beberapa tahun yang lalu ke dalam garam oralit ditambahkan glukosa dan asam amino. Penambahan glukosa pada garam oralit ini berjutuan untuk….
a. Mengganti makanan
b. Menambah osmolaritas
c. Meningkatkan penyerapan NA dan air
d. Mempercepat penyembuhan luka
e. Memicu aktivitas glut-4

Jawaban : C
Bila penderita diare sekretorik minum larutan garam isotonic yang tidak mengandung sumber glukosa atau asam amino, natrium tidak akan diabsorpsi, dan cairan tetap berada didalam usus yang akan ditambahkan ke volume feses penderita. Bila diberikan cairan isotonik yang seimbang antara glukosa dan garamnya, absorpsi ikatan glukosa natrium akan terjadi, dan akan di ikuti dengan absropsi air dan elektrolit yang lain.
Refrensi
Buku Ajar Diare, hal 75-80.

4

4. Seorang bayi laki-laki berusia 6 bulan dengan gizi cukup dibawah ke UGD karena berak darah dan perut membesar sejak 2 hari yang lalu. Pemeriksaan radiologis pertama yang harus dilakukan adalah…
a. Foto polos abdomen 3 posisi
b. USG abdomen
c. Colon in loop
d. CT scan abdomen
e. kolonskopi

Jawaban : A
Keluhan berak darah pada anak berusia 6 bulan, dan adanya tanda obstruksi mekanik yang positive, merupakan gejala dan tanda dari adanya invaginasi / intususepsi. Sebagian besar insidensi invaginasi terjadi pada usisa 3-18 bulan pertama (puncaknya terjadi pada usia 5-6 bulan). Pemeriksa radiologis yang perlu dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis adalah pemeriksaan foto abdomen pada 3 posisi (yang menunjukan tanda obstruksi positive).
Refrensi
Buku Ajar Ilmu Bedah, hal 847-849.

5

5. Seorang anak perempuan berusia 5 tahun dibawah ibunya ke puskesmas karena diare seperti pancuran air, feses seperti air cucian beras, dan berbau amis. Tampak tanda dehidrasi berat dan pemeriksaan laboratorium menunjukan vibrio kolera positive. Bagaimanakah mekanisme terjadinya diare profus pada kasus ini ?
a. Rusaknya sel mukosa usus menumpahkan cairan sel ke lumen usus
b. Eksotoksin vibrio kolera meningkatkan aktivitas adenilat siklase mukosa usus
c. Vibrio kolera mengikat protein kanal air sehingga tidak dapat terbuka
d. Toksin vibrio kolera memicu peristaltik sehingga cariran usus terdorong keluar
e. Virbio kolera mengikat protein kanal natrium dan klor sehingga tertutup

Jawaban : B
Vibrio cholerae 01, penyebab kolera, mempunyai 2 biotipe (classic dan eltor) dan 2 serotipe (ogawa dan inaba). Vibrio cholerae 01 adalah kuman yang tidak infasif, diare terjadi karena eksotoksin kolera menyebabkan sekresi air dan elektrolit di usus halus. Toksin ini mengurangi absorpsi natrium melalui vili dan mungkin meningkatkan sekresi klorida (CL-) dari kripta, akibatnya terjadilah proses sekresi dan elektrolit.
Toksin Kolera mengandung 2 sub unit, yaitu B (binding) dan A (Aktif). Sub Unit B mengandung 5 polipeptida, dimana masing-masing molekul memiliki berat 11.500 dan terikat pada gangliosida monosialosil yang spesifik, reseptor GM 1, yang terdapat pada sel epitel usus halus. Sub unit A kemudian dapat masuk menembus membran sel epitel. Sub unit ini memiliki aktivitas adenosin difosfat (ADP) ribosiltransferase yang menyebabkan transfer ADP ribosa dari nikotinamida-adenin dinukleotida (NAD) ke binding protein guanosine triphosphate (GTP) yang mengatur aktifitas adenilat siklase. Hal ini menyebabkan peningkatkan produksi cAMP, yang menghambat absorpsi NaCl dan merangsang ekskresi klorida, sehingga menyebabkan hilangnya air, NaCl, kalium, dan bikarbonat.
Refrensi
1. Buku Ajar Diare, hal 10, 12
2. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid III edisi IV, hal 1750

6

6. Seorang anak berusia 20 bulan mengalami muntaber 10 kali, turgor mrnurun, mulut kering, cekung dan nadi meningkat. Keadaan plasma darah pasien kemungkinan mengalami….
a. Penurunan viskositas plasma
b. Peningkatan viskositas plasma
c. Tidak terjadi perubahan viskositas
d. Penurunan viskositas dan tekanan osmotic
e. Tidak terjadi perubahan viskositas dan tekanan osmotik

Jawaban : B
Tanda-tanda pada pasien ini yaitu berupa turgon menurun, mulut kering, cekung, nadi meningkat, yang menunjukkan suatu kondisi dehidrasi. Pada keadaan dehidrasi, dimana cairan tubuh banyak keluar, baik melalui muntah maupun berak, akan terjadi peningkatan viskositas dari plasma darah pasien.

7

7. Seorang bayi berusia 2 bulan di bawa ke UGD, dengan keluhan perut kembung, muntah dan tidak buang air besar sejak 4hari yang lalu. Ada riwayat diare menyemprot. Pada anamnesis ditemukan pergerakan meconium yang lambat dan abstipasi berulang. Mana diagnosis yang paling tepat?
a. Intususepsi
b. Diare akut
c. Enterocolitis
d. Penyakit Hirschsprung
e. Kolitis ulseratif

Jawaban : D
Adanya keluhan perut kembung, muntah, tidak buang air besar sejak 4 hari yang lalu, secara riwayat diare menyemprot, mengarahkan diagnosis pada penyakit Hirschsprung. Demikian pula dengan temuan pergerakan meconium yang lambat dan obstipasi berulang pada pemeriksaan.
Gejala utama dari penyakit Hirschsprung berupa gangguan defekasi, yang dapat memulai timbul 24 jam pertama setelah lahir. Dapat pula timbul pada usia beberapa minggu atau baru menarik perhatian orangtuanya setelah usia beberapa bulan. Trias klasik gambaran klinis pada nenatus adalah meconium keluar terlambat, muntah hijau, perut membuncit seluruhnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan hasil:
Inspeksi: terlihat keadaan umum pasien lemah dengan perut membesar (perut kembung)
Palpasi: akan teraba lunak sampai tegang
Austultasi: suara peristaltic lemah,jarang
Perkusi: terdengar suara timpani
Pada pemeriksaan colok dubur akan terjadi feses menyemprot dan kembung cepat hilang.
Refrensi
Buku Ajar Ilmu Bedah, hal. 908-909

8

8. Manakah penanganan awal terhadap pasien pada kasus No.7 diatas yang paling tepat?
a. NGT dapat mengurangi distensi abdomen
b. Biopsy reptal harus dilakukan secepatnya untuk diagnosis pasti
c. Pemeriksaan yang paling akurat untuk diagnosis pasti adalah CTscan abdomen
d. Abdominal X-ray dan barium enema harus dilakukan setelah kondisi akut ditangan
e. Biopsy rektal dapat dilakukan pada keadaan akut

Jawaban : A
Penatalaksanaan pada pasien penyakit Hirschsprung adalah memperbaiki keadaan umum dengan terapi konsevartif (trias stabilitas : air dan elektrolit, asam basa dan suhu). Selain itu adalah melakukan dekompresi dengan selang nasogastrik (nasogastric tube, NGT) untuk mengurungi peru kembung pada pasien.
Refrensi
Buku Ajar Ilmu Bedah hal. 908-910

9

9. Mana tindakan penanganan untuk kasus no.7 diatas yang pallng tepat
a. Biopsy reptal, plain x-ray, barium enma, insersi NGT, resusitasi cairan dan warmed saline enema
b. NGT dan resusitasi cairan, antibiotic, diikuti warmed saline enema, biopsy reptal, dan barium enema
c. Biopsy reptal, resusitasi cairan dan warmed saline enema, foto polos, barium enema, NGT
d. NGT dan resusitasi cairan, biopsy reptal, barium enema, foto polos abdomen, warmed salime enema
e. Biopsy reptal, NGT, resusitasi cairan, warmed saline enema, foto polos anema, barium enema

Jawaban : D

Penatalaksanaan pada pasien penyakit Hirschsprung yang pertama kali adalah memperbaiki keadaan umum dengan terapi konsevatif (trias stabilitas air dan elektrolit, asam basa dan suhu). Prinsip penanganan adalah mengatasi obstrupsi, mencegah terjadinya enterokolitis mebuang segmen aganglionik, dan mengembalikan kontinuitas usus. Untuk mengobati gejala obstipasi dan mencegah enterokolitis, dapat dilakukan bilasan kolon dengan cairan garam faali. Cara ini efektif pada segmen aging lionik yang pendek. Tujuan yang sama juga dapat dicapai dengan tindakan kolostomi di daerah yang ganglioner. Pemeriksaan radiologis yang dapat menunjang penegakan diagnosis adalah foto polos abdomen (akan tampak udara akan tampak udara di kolon dan kolon terlihat seperti terlihat membesar, gambaran ini disebut U inverted/U tapalkuda. Dapat terlihat adanya udara bebas pada cavum peritoni jika terjadi perforasi. Dapat juga terllihat cairan bebas jika terjadi ascites). Pemerikasaan radiologis lainnya adalah dengan barium inloop (akan terlihat adanya terlihat zona transisi dimana bagian distalnya sempit dan bagian proksimalnya longgar. Daerah transisi ini penting diketahui karena kolostomi dibuat pada tempat ini. Pemeriksaan penunjang lain yang diperlukan adalah biopsi rectum dan pemeriksaan manometri.
Refrensi
Buku Ajar Imu Bedah Hal. 908-910

10

10. Seorang bayi perempuan berusia 9 bulan dibawa ke UGD dengan keluhan sering buang air besar berdarah dan berlendir. Sehari sebelumnya bayi tampak gelisah dan menangis melengking, hala ini terjadi berulang-ulang. Tidak ada demam sebelumnya. Pada pemeriksaan di temukan epigastrium dan tidak ada partio-like apparance pada colok dubur. Manakah diagnosis yang paling benar?
a. Disentri amoeba
b. Intususepsi
c. Hemoroid
d. Kolotis ulseratif
e. Perforated meckel’s diverticulum

Jawaban B
Pada kasus ini, anamnesis memberikan gambaran yang cukup mencurigakan bila bayi yang sehat dan eutrofis sekoyong-koyong mendapat serangan nyeri perut. Saat serangan, anak tampak gelisah dan tidak dapat di tenangkan, serangan klasik terdiri dari nyeri perut, gelisah saat mendapat serangan kolik, biasanya keluar lendir bercampur darah (red currant jelly = selai kismis berdarah) per anum. Semua gambaran ini mendukung invaginasi/instususepsi. Darah dan lendir pada feses berasal dari intususepsi yang tertekan, terbendung, atau mungkin sudah mengalami stragulasi. Anak biasanya muntah saat serangan danpada pemeriksaan perut dapat di raba massa yang biasanya memanjang dengan berbatas jelas. Invaginatrium yang masuk jauh dapat di temukan pada permeriksaan colok dubur. Ujung invaginatriumteraba seperti porsio uterus pada pemeriksaan vaginal, sehingga dinamai “pseudopoersio”
Refrensi : buku ajar Ilmu bedah, hal 847-849

11

11. Pada kasus No. 10 di atas, mana yang paling mengarahkan diagnosis?
a. Buang air besar berdarah dan colok dubur
b. Intususepsi triad
c. Nyeri kolik dan colok dubur
d. Buang air besar berdarah tanpa demam
e. Massa teraba tanpa portio-like apparance

Jawaban B
tanda dan genjala yang mengarah ke diagnosis invaginasis adalah adanya serngan klasik yang terdiri dari serangan nyeri perut, gelisah saat serangan kolik, biasanya keluar lendir bercampur darah (red currant jelly = selai kismis berdarah) per anum.
Refrensi : buku ajar Ilmu bedah, hal 847

12

12. Seorang bayi menunjukan genjala tidak senang makan, perut keram, bengkak pada perut, muncul gas dan diare yang terjadi 30 menit sekali selama 2 jam. Oleh dokter, bayi tersebut didiagnosis mempunyai kelainan intoleransi laktosa. Laktosa termasuk dalam kolompok karbodhidrat....
a. Monosakarida, tersusun dari glukosa
b. Monosakarida, tersusun dari galaktosa
c. Disakarida, tersusun dari 2 glukosa
d. Disakarida, tersusun dari glukosa dan galaktosa
e. Disakarida tersusun dari 2 galaktosa

Jawaban D
Laktosa merupakan suatu disakarida. Disakarida adalah gula yang tersusun dari dua molekul risedu monosakarida yang disatukan oleh ikatan glikosida. Nama kimia disakarida mencerminkan komponen monosakaridanya. Hidrolisis laktosa oleh enzim ?-galaktosidase akan mengubah monosakarida, yaitu galaktosa dan glukosa.
Refrensi : biokimia harper, edisi 24 hal 146, 460

13

13. Seorang bayi yang mempunyai berat badan 9 kg di bawa ke praktek dokterdengan kondisi diare dan dehidrasi sedang, turgor kulit jelek, dan produksiurin berkurang. Bayi ini tidak syok. Defisit cairan pada bayi ini kira-kira....
a. 1900-200 ml
b. 1400-1500 ml
c. 700-1000 ml
d. 400-500 ml
e. 200-250 ml

Jawaban C
Pada dehidrasi sedang anak kehilangan cairan sebanyak 7-10% dari bobot badan. bila ada dehidrasi sedang, anak kehilangan air sebanyak 70-100 ml setiap kg berat badan. Pada anak dengan berat badan 9 kg, jumlah defisit cairan diare sejumlah 10 kg x (70-100ml/kg) ml.
Refrensi : buku ajar diare, hal 43, 79

14

14. Seorang bayi berusia 3 bulan, yang mempunyai berat badan 7 kg, dibawa ke praktek dokter dengan keluhan 3 hari megalami diare disertai muntah-muntah. Dalam sehari, frekuensi 5-6 kali sedikit-sedikit dan frekuensi muntah 2-3 kali. Bayi ini minum susu formula dengan takaran 2 sedok takar + 30 cc air. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bayi agak gelisah, tanda-tanda dehidrasi tidak jelas, bayi hanya terlihat haus, dan jumlah urin berkurang, jawaban yang benar adalah ....
a. Anak mengalami diare osmotik
b. Anak mengalami diare sekrotik
c. Anak mengalami keracunan
d. Anak diare + dihidrasi berat
e. Anak harus di puasakan

Jawaban A
Pada kasus ini, penyebab diare pada bayi tersebut diakibatkan oleh adanya intoleransi terhadap laktosa yang terdapat pada susu formula. Mukosa usus halus adalah apitel berpori yang dapat dilewati air dan elektrolit dengan cepat untuk mempertahankan tekanan osmotik antara isi usus dengan cairan ekstraseluler. Dalam keadaan ini, diare dapat terjadi apabila suatu bahan yang secara osmotik aktif dan sulit diserap melewati mukosa usus. Jika bahan semacam itu berupa larutan isotonik, maka airt dan bahan yang terlarut di dalamnya akan lewat tanpa diabsorpsi sehingga terjadi diare. Jika behan semacam itu berupa larutan hipertonik, maka air dan beberapa elektrolit dari cairan ekstraseluler akan ikut keluar menuju lumen usus halus. Proses yang sama mungkin terjadi bila bahan terlarut adalah laktosa. Diare cair dengan mekanisme semacam ini disebut diare osmotik

15

15. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dibawa ke UGD rumah sakit dengan riwayat kecelakaan terjatuh dari sepeda motor. Kondisi saat datang dalam keadaan sianotik. Pada pemeriksaan klinis didapatkan jejas pada dinding dada dengan pengembangan dinding dada yang tidak simetris disertaisuara napas yang hilang pada satu sisi. Dari temuan klinis ini, didiagnosis kerja yang mungkin adalah ...
a. Kontusio muskulorum troakal
b. Hematotoraks
c. Kontusio pulmonum
d. Pneumotoraks simple disertai frktur kosta
e. Pneumotoraks tension

Jawaban B atau E
Tension pneumothorax
Genjala : nyeri dada, sesak yang berat, distres pernafasan, takikardia, hipotensi, deviasi trakea, hilangnya suara nafas pada suatu sisi, distensi vena leher, dan perkuisi hipersonor pada hemitoraks yang terkena.
Hematotoraks masif
Genajala : pelebran vena leher, deviasi trakea, pekak pada perkuisi, tidak ada suara nafas, hipotensi, tekikardia.
Kedau gangguan tersebut menunjukan genjala yang sama, kecuali pada parkuisidada di mana didapatkan hipersonor pada Tension pneumothora, sedang kan pada Hematotoraks masif diperoleh pekak pada perkusi
Refrensi : Pierce A. Grace & Nell R. Borley, 2006, At a glace ilmu bedah, edisi 3, hala 88-89, erlangga medical sereis, jakarta

16

16. Seorang wanita berusia 30 tahun datang kepuskesmas dengan luka bakar hanya pada wajah nya setelah terkena semburan api akibat kompor tanahnya meledak. Ia mengeluh sesak dan suara parau. Tindakan apa yang paling tepat apa bila sesak bertambah berat?
a. Pemberian oksigen melalui nasal prong
b. Pemberian oksigen sangkup
c. Posisi setengah duduk
d. Pemasangan endotracheal tube
e. Pemasangan nasogastrik tube

Jawaban D
Laring dapat melindungi subglotis dari traumapanas langsung,tetapi supraglotis sangat mudah mengalami obstruksi akibat trauma panas. Indikasi klinis adanya trauma inhaliasi antara lain :
a. Luka bakar yang mengenai wajah dan/atau leher
b. Alis mata dan bulu hidung hangus
c. Adanya timbunan karbon dan tanda peradangan akut orofaring
d. Sputum yang menganung karbon
e. Saura serak
f. Riwayat gangguan mengunyah dan/atau terkurung dalam api
g. Luka bakar kepala dan badan akibat ledakan
h. Kadar karboksihemoglobin lebih dari 10% setelah berda di tempat kebakaran
Bila ditemukan salah satu tanda tersebut, sangat mungkin terjadi trauma inhaliasi yang memerlukan penaganan dan terapi definitif, termasuk pembebasan jalan nafas, trauma inhaliasi merupakan indikasi untuk merujuk ke pusat luka bakar. Bila perjalanan ke pusat rujukan memakan waktu yang lama, maka sebelum dirujuk harus di lakukan intubasi terlebih dahulu untuk menjamin jalan nafas. Inidkasi intubasi segera yang lain adalah adanya stridor dan luka bakar yang melingkari leher.
Refrensi : American collage of surgeons committee on trauma, 2004, ATLS for doctors : student course manual 7th ed., ACSCT. USA, hal 226

17

17. Seorang pria mengalami trauma dada, napas sesak, dan ngorok, perkusi dada kiri hipersonor, napas dada kiri tertinggal, nadi tidak teraba, dan akral dingin. Pertolongan apakah yang di lakukan di UGD?
a. Beri O2 sungkup, napas spontan, dan dekompresi jarum
b. Beri O2 sungkup, napas bantu, dan dekompresi jarum
c. Intubasi, O2 sungkup, napas spontan, dan dekompresi jarum
d. Intubasi, O2 sungkup, napas bantu, dan dekompresi jarum
e. Langsung dekompresi jarum

Jawaban: E

Gejala ini merupakan gejala dari tension pneumothorax. Tension pneumothorax membutuhkan dekompresi segera dan penanggulangan awal dengan cepat berupa insersi jarum yang berukuran besar pada sel iga dua garis midlavikularis pada hemitoraks yang terkena. Tindakan ini akan mengubah tension pneumothorax menjadi pneumothorax sederhana (catatan:kemungkinan terjadi pneumothorax yang bertambah akibat tertusuk jarum). Evaluasi ulang selalu diperlukan. Terapi definitif selalu di butuhkan dengan pemasangan selang dada (chest tube) pada sela iga ke-5 (setinggi puting susu) di anterior dari garis midaksilaris.
Refrensi
American college of surgeons committee on trauma,2004,ATLS for Doctors: Student Course Manual,hal.114

18

18 . Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun datang dengan keluhan gatal-gatal di tangan,badan,dan genitalia sejak 1 bulan terakhir. Gatal terutama terjadi pada malam hari, teman-temannya juga mengalami keadaan yang sama. Diagnosis kelainan ini adalah...
a.prurigo herba
b.skabies
c.pedikulosis korporisis
d.gigitan serangga
e.dermatitis alergi

Jawaban: B

Skabies
Banyak menyerang anak-anak, walaupun orang dewasa dapat terkena. Dapat langsung maupun tidak langsung ditransmisikan melalui pakaian, tempat tidur dan alat tidur, handuk, dan lain-lain. Daerah kumuh, dengan kebersihan dan higiene yang buruk mempermudah penularan.

Gejala:
Penderita selalu mengeluh gatal, terutama pada malam hari. Kelainan kulit mula-mula berupa papula dan vesikel miler sampai lentikular yang di sertai ekskoriasi (scratch mark). Akibat garukan akan timbul infeksi sekunder sehingga terjadi pustula. Lesi yang khas adalah terowongan (kanalikulus) miler, tampak berasal dari salah satu paupla atau vesikel, dengan panjang kira-kira 1 cm, berwarna putih abu-abu.

Lokasi:
Sela jari tangan, pergelangan tangan, ketiak, sekitar pusat, paha bagian dalam, genitalia pria, dan bokong. Pada bayi : kepala, telapak tangan dan kaki.
Diagnosis banding:
• Prurigo: biasanya berupa papula-papula yang gatal; predileksi pada bagian ektesor ekstremitas. Bersifat kronik, akibatnya kulit menjadi hitam dan menebal (likenifikasi) karena sering digaruk.
• Gigitan serangga: biasanya jelas timbul sesudah ada gigitan, berupa urtikaria papular.
• Folikulitis: nyeri, berupa pustula milieryang dikelilingi daerah eritema.
• Pedukulosis korporis: papula-papula milier disertai bekas garukan yang menyeluruh di daerah pinggang, ketiak, dan inguinal.
• Dermatitis kontak alergi: kemerehan padda daerah kontak, kemudian timbul eritema, papula, vesikel, dan erosi. Penderita mengeluh merasakan gatal.
Referensi
Prof. Dr. RS. Siregar, Sp.KK(K), 2005, ATLAS Berwarna Saripati Penyakit Kulit, edisi 2, Penerbit EGC, Jakarta, hal 164-165.

19

19. Seorang laki-laki yang berusia 30 tahun, 1 minggu yang lalu berobat ke dokter, dengan keluhan utamanya adalah tungkai bawah kanan bengkak, merah dan nyeri, Ia mengalami kelainan kulit berupa eritema, berbatas tegas, edema, bula, palpasi hangat, dan nyeri tekan. Pemeriksaan gram untuk streptococus (+). Diagnosis kelainan ini adalah...
a. erisepelas
b.eritrasema
c. Selulitis
d. Ektima
e.impetigo kontagiosa bulosa

Jawaban:A

20

20. Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun. Saat sirkumsisi, preputiumnya tidak bisa di tarik ke belakang, dan jika buang air kecil menggelembung. Ia merasa nyeri saat ereksi. Tindakan yang di perlukan...
a. Observasi
b. sirkumsisi langsung
c. dorsal slit
d. preputium ditarik paksa
e. memberi steroid topical

Jawaban: B
Pada kasus ini, pasien mengalami fimosis. Fimosis preputium penis yang tidak dapat diretraksi (di tarik) ke proksimal sampai ke korona glandis. Fimosis dialami oleh sebagian besar bayi baru lahir karena terdapat adhesi alami antara preputium dan glanas penis. Hingga usia 3-4 tahun, penis tumbuh dan berkembang, dan debris yang di hasil kan oleh epitel preputium (smegma) akan mengumpul di dalam preputium dan perlahan-lahan memisahkan preputium dari glanas penis. Ereksi penis berkala membuat preputium terdilatasi perlahan-lahan, sehingga preputium menjadi retraktil dan dapat di tarik ke proksimal. Pada saat usia 3 tahun 90% preputium sudah dapat diretraksi.
Fimosis menyebab kan gangguan aliran urin berupa sulit kencing. Pancaran urin mengecil, menggelembungnya ujung preputium penis pada saat miksi,dan menimbulkan resistensi urine. Higiene lokal yang kurang menyebab kan terjadinya infeksi pada preputium (postitis) infeksi pada glans (balanitis) atau keduanya (balanopositis). Kadangkala pasien di bawa oleh orangtuanya karena adanya benjolan lunak di ujung penis yang tidak lain adalah korpus smegma, yaitu timbunan smegma di dalam sakus preputium. Smegma terjadi sel-sel mukosa preputium dan glans penis yang mengalami deskuamasi oleh bakteri yang ada di dalamnya.
Pada pasien dengan fimosis, tidak di anjurkan untuk melakukan dilatasi atau retraksi yang di paksa, karena akan menimbulkan luka dan akan terbentuk sikatrik pada ujung preputium sebagai fimosis sekunder fimosis yang di sertai balanitis xerotix obliterans (BXO) dapat di coba di berikan deksametason 0,1% yang di oleskan 3-4 kali. Di harapkan setelah pemberian 6 minggu sudah dapat diretraksi spontan pada fimosis yang menimbulkan keluhan miksi menggelembungnya preputium pada saat miksi atau fimosis yang disertai postitis merupakan indikasi untuk di lakukannya sirkumsisi. Karena paada kasus ini fimosis yang terjadi telah menyebabkan gangguan pada miksi dan menimbulkan nyeri saat ereksi, maka sirkumsisi sudah dapat di indikasikan.
Referensi
Purnomo B, 2003, Dasar-dasar Urologi, edisi 2, hal. 149.

21

21. seorang pria berusia 70 tahun menjalani check-up rutin. Pada pemeriksaan colok dubur di dapatkan prostat nodular, hasil lab menunjukan PSA serum 5ng/ml, hasil pemeriksaan biopsi menemukan hiperlasia kelenjar benign dan PIN( prostatic intraepithelial neoplasia) tindakan yang tepat pada kasus ini adalah...
a. Prostatektomi radikal
b. TURP
c. Kemotrapi
d. Monitor kadar PSA
e. Biopsi ulang

Jawaban:E
Pada biopsi prostat terhadap pasien, di dapatkan neoplasia prostat intraepitelial (PIN, prostatic intraepitthelial neoplasia). PIN didefinisikan jika pada pemeriksaan di dapatkan membran basal sel epitel. PIN adalah prekursor untuk terjadinya kanker prostat. PIN dapat dikelompokan ke dalam 2 jenis yaitu:
1. High grade (HG-PIN): berhubungan dengan kanker invasif sebesar 50-80% kasus
2. Low grade (LG-PIN): berhubungan dengan 20% kanker invasif
Jika pada pemeriksaan biopsi di temukan hanya HG-PIN maka biopsi ulang dapat diindikaasikan untuk menganstipasi adanya kanker invasif yang terlewat jika pada pemeriksaan selanjutnya didapatkan kanker prostat invasif (T) maka terapi sangat bergantung pada derajat invasif yang terjadi serta perkirakaan angka survival perhatihan tabel penentuan stadium TNM dan juga tabel refrensi nilai PSA berikut ini:
Watchful waiting observasiv : Tidak ada pilihan standar dapat menyebabkan ketahanan hidup memburuk dan komplikasi lebih jauh dibandingkan terapi hormonal dengan segera (rekomendasi level B)
Prostatektomi radikal : Bukan suatu pilihan ( Rekomendasi level C)
Radiotrapi : Bukan suatu pilihan ( Rekomendasi level c)
Hormonal : Trapi standar, pasien simtomatik tidak boleh menolak
pengobatan (rekomendasi level A)
Kombinasi : Bukan suatu pilihan ( Rekomendasi level C)
Referensi
1. Ramon J et al, 2007, Prostate Cancer-Recent Results in Cancer Research, Springer, Geneva, hal. 135-136.
2. Tanagho E et al, 2004, Smith’s General Urology, 16th ed., hal. 375-378.

22

22. Seorang pria usia 80 tahun menderita karsinoma ulseratif pada kulit skrotum dekstra. Manakah grup kelenjar di bawah ini yang pertama kali akan menerima sel-sel metastatik dari karsinoma tersebut?
a. lliaka eksterna
b. Iliaka interna
c. ingunial superfisialis
d. ingunial profunda
e. Lumbar (para-aorta)

Jawaban : C

23

23. Kuman yang tersaring menjadi penyebab infeksi saluran kemih adalah....
a. proteus mirabilis
b. klebsiella
c. Escherichia coli
d. Pseudomonas
e.Staphylococcus saprophyticus

Jawaban:C
Sebagian besar infeksi saluran kemih(ISK) disebabkan oleh satu spesies bakteri.Paling tidak 80% kasus sistitis dan pielonefritis yang tidak berkomplikasi disebabkan oleh bakteri Escherichia coli, dengan serogrup yang paling patogen adalah serogrup O. Beberapa patogen yang tidak sering menyebabkan ISK meliputi Klebsiella, proteus, Enterobacter spp. Dan Enterococcus. Agen penyebab infeksi saluran kemih yang di dapat di rumah sakit memeiliki banyak variasi, meliputi Pseudomonas dan staphylococcus spp. ISK dapat di sebabkan oleh Staphyloccocus aureus yang sering terjadi akibat penyebaran hematogen Streptokokus beta-hemolitikus grup B dapat menyebabkan ISK pada wanita muda.
Agen-agen penyebab ISK pada anak-anak agak berbeda dengan agen penyebab pada orang dewasa. Agen penyebab ISK pada anak-anak meliputi Klebsiella, Enterrobacter spp. Bakteri-bakteri anaerob seperti Lactobacillus,Corynebacteria, Streptococcus( tidak termasuk Enterococcus) dan Staphylococcus epidermidis ditemukan pada flora periuretra.Bakteri-bakteri tersebut tidak sering menyebabkan Isk pada individu sehat dan diketahui sebagai common urine contaminant.
Referensi
Tanagho E et al, 2004, Smith’s General Urology, 16th ed., hal. 205

24

24. Seorang pria berusia 32 tahun yang mengalami kecelakaan sepeda motor berkecepatan tinggi datang dengan fraktur pelvis yang jelas. Pemeriksaan mendapatkan hematoma skrotal dan arah pada meatus uretra. Mana pernyataan di bawah ini yang paling tepat untuk langkah penanganan selanjutnya?
A. Pemasangan folley catcheter
B Sistoskopi
C. CT pelvis
D. Retrograde uretrogram
E. Pemasangan nefrostomi

24. jawaban D
Pada kasus ini, pasien mengalami meatal bleeding dan hematoma skrotum. Hal ini menunjukan bahwa terjadi cedera uretra yang sampai merobek fascia Buck, sehingga menimbulkan hematoma skrotum yang masih dibatasi fascia Colles (butterfly hematom). Pada kondisi seperti ini, hal pertama yang paling tepat dilakukan adalah sistostomi. Pemasangan kateter Foley tidak disarankan, karena dikhawatirkan dapat memperburuk cedera uretra yang telah terjadi. Uretrografi merupakan pilihan setelah tindakan awal untuk menentukan diagnosis pasti. Jika terjadi ruptur uretra pada uretrogafi, maka akan didaptkan ekstravasasi kontras.
Refrensi :
1. Purnomo B, 2003, Dasar-dasar Urologi, edisi 2, hal. 99-101
2. Tanagho E et al, 2004, smith’s Gerneral Urologi, 6th ed, hal 9.

25

25. Seorang gadis berusia 17 tahun mempunyai tinggi badan 150 cm dan berat badan 50kg. Ia bersekolah di SLB karena mempunyai IQ

25. jawaban C
• Hiperamonemia: pasien dengan defek pada siklus enzimatik urea seperti karbomoil fosfat sintase, atau ornitin transkarbomoilase, biasanya muncul pada saat usia bayi dengan hiperamonemia, muntah, dan ensefalopati
• Tirosinemia herediter: Tirosinemia herediter disebabkan oleh difensiasi fumaril-aseto-asetase dan memiliki tanda berupa kerusakan perenkim hati, distropi tubulus ginjal dengan amonoasidura, dan rickets hipofosfametik, hipermetioninemia, dan ditemukan metabolit tirosin, suksinilaseton, dan asam aminolevulanat pada urin.
• Hambatan metabolisme fenilalanin: pada bentuk hiperfenilalaninemia tipe I atau fenilketonuria klasik dapat muncul gejala berupa retardasi mental. Adapun genjala-genjala yang lain meliputi kejang, psikosis, hiperaktivitas, eksim, dan bau urin seperti tikus. Hamabatan metabolisme fenilalanin secara umun diklompokann menjadi 3 yaitu:
a. Defek pada fenilalanin hidroksilase (hiperfenilalaninemia tipe I atau fenilketonuria klasik)
b. Defek pada dehidrobiopeterin reduktase (hiperfenilalaninemia tipe II dan III)
c. Defek pada biosintesis dehidrobiopeterin (hiperfenilalaninemia tipe IV dan V)
• Homosistinuria: homosistinuria sebagian besar disebabkan oleh defisiensi sistionin sintase. Sebanyak 50% pasien dengan difisiensi sistionin sintase muncul dengan genjala retardasi mental, arkhnoidaktili, osteoporosis, dan memilki tendensi untuk mengalami dislokasi lensa dan fenomena trombeoboli.
• Hiperglisinemia: Hiperglisinemia terjadi akibat defisiensi beberapa macam subunit glycine cleavage enzyme. Hiperglisinemia menyebabkan terjadinya akumulasi glisin otak menyebabkan reseptor NMDA (N-metil-D-aspartar) secara berlebihan. Pada kasus yang berat (sering disebut ensefalopati glisin). Genjala yang muncul berupa kejang, hipotonus, cegukan, dan dapat menyebakan kematian pada bayi.
Refrensi
Wiliam W. Hay et al, 2001, current pediatrics Diagnosis and treatments, 15th ed., McGraw-Hill, hal 889-893.

26

26. seorang pria berusia 39 tahun datang poli bedah dengan keluhan terjadi pembesaran pada skrotum yang sudah dideritanya selama 1 tahun ini. Pada pemeriksaan teraba pembesaran pada testis kanannya sebesar diameter 10 cm, konsistensi padat kenyal dan tidak nyeri tekan. pada CT Scan tampak pembesaran kelenjar getah bening. Para-aortra. Setelah di operasi diketahui tumor berupa lobulatet mass, homogen berwarna puti abu-abu, konsistensi kenyal, dan berbatas jelas dengan jaringan di sekitarnya. Diagnosis yang paling mungkin untuk kelainan ini adalah...
A. Tumor Yolk Sac
B. Koriokarsinoma
C. seminoma
D. Tumor sel Leydig
E. karsinoma embrional

26. jawaban B
Berikut ini adalah gambaran makroskopis beberapa tumor:
• Seminoma: gambaran makroskopisnya berupa suatu massa homogen, putih kelabu, berlobulasi, umumnya tidak ada pendarahan atau nekrosis, tunika albugenea biasanya tetap utuh. Jenis tumor ini mengalami puncak insidensi pada usia dekade ke-4. Variannya meliputi seminoma klasik, seminoma anaplastik, seminoma spermatostatik.
• Tumor yolk sac: bentuknya berupa lesi musinosa putih kekuningan, infiltrasi, homogen. Merupakan tumor testis yang paling sering ditemukan pada bayi dan anak kecil. Sinonimnya adalah karsinoma embrional infatil, prugnosisnya baik pada anak himgga usia 3 tahun.
• Koriokarsinoma: berupa massa hemoragik yang besar hingga lesi yang tidak mencolok dan diganti oleh farut fibrosa. Tumor ini dalam bentuk murni jarang terjadi pada testis, lebih sering sebagai unsur tumor sel benih campuran
• Tumor sel Leydig: berupa nodul terbatas tegas dengan penampakan coklat keemasan, dan homogen. Paling sering terjadi pada usia 20-60 tahun, namun dapat saja terjadi pada sumua usia.
• Karsinoma embrional: sebagian besar berupa massa putih kelabu terbatas tidak jelas disertai fokus pendarahan dan atau nekrosis melalui tunika albuginea yang dapat meluas ke epididimis atau funikulus spermatikus. Puncak insindensi terjadi pada usia 20-30 tahun, yang lebih agresif dari seminoma.
Refrensi
Robbins et al, 1996, Dasar Patologi Penyakit, edisi 5, EGC, hal. 605-611

27

27. seorang wanita berusia 32 tahun penderita diabetes tipe 1 mengalami gagal ginjal progresif dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. Dialisis belum dilakukan pada pasien ini. Pada peeriksaan fisik tidak di dapatkan tanda-tanda abnormalitas. Pada peeriksaan laboraturium didapatkan HB 9 g/dL dan hematokrit 28%. Manakah jawaban di bawah ini yang paling mungkin sebagai penyebab kondidsi di atas ?
A. Perarahan akut
B Anemia sidero
C.Defisiensi eritropoietin
D. Infeksi saluran kemih
E.Defisiensi enzim eritrosit

27. jawaban C
Anemia terjadi pada 80-90% pasien dengan penyakit ginjal kronik. Anemia pada penyakit ginjal kronik terutama terjadi karena defensiasi eritropoietin (EPO). Hal-hal lain yang ikut berperan dalam terjadi anemia adalah defensiasi besi, kehilangan darah (misalnya karena perdarahan saluran cerna, hematuria), masa hidup eritrosit yang pedek akibat terjadi hemolisis, defensiasi asam folat, penekanan sumsum tulang oleh subtansi uremik, proses inflamasi akut maupun kronik. Evaluasi terhadap anemia dimulai dari kadar Hb ? 10 g% atau hematokrit 30%, meliputi evaluasi terhadap status besi (kadar besi serum, total iron biding capacity (TIBC), dan feritin serum), mencari sumber pendarahan, morfologi eritrosit, kemungkinan adanya hemolisis, dan lain sebagainya. Tata laksana terutama diarahkan pada penyabab utamanya, selain penyebab lain bila ditemukan. Pemberian eritropoietin merupakan hal yang dianjurkan. Dalam memberikan EPO ini, status besi harus slalu mendapat perhatian, karena EPO memerlukan besid dalam mekanisme kerjanya. Pemberian transfusi pada penyakit ginjal harus dilakukan secara berhati-hati berdasarkan indikasi yang tepat dan pemantauan yang cermat. Transfusi darah yang dilakukan dengan tidak cermat akan menyebabkan kelebihan cairan tubuh, hiperkalimea, dan perburukan fungsi ginjal. Sasaran hemologlobin menurut berbagai studi klinis adalah 11-12 g%.
Refrensi
Sudoyo AW, 2006, ilmu penykit dalam, edisi IV, jilid I, PAPDI, hal 583.

28

28. seorang mahasiswa melakukan pemeisaa urin dengan tes benedict. Pada urin di tambah kan reagen benedict lalu dipanaskan sampai mendidih selama 1 menit. Pemeriksaan urinnya sendiri menunjukanhasil negatif, sedangkan pemeriksaan urin temannya yang 30 menit sebelumnya minum vit C dosis tinggi menunjukan hasil positif kuat...
Apakah prinsip dasar dari reaksi benedict?
A. Reaksi enzimatik
B. Reaksi oksidasi
C. Reaksi oksidasi reduksi
D. Reaksi warna
E. Reaksi koagulasi

28. jawaban C
Monosakarida dan beberapa disakarida mempunyai sifat dapat mereduksi, terutama dalam suasana basa. Sifat sebagai reduktor ini dapat digunakan sebagai keperluan indentifikasi karbohidrat (kualitatif) maupun analisis kuantitatif. Sifat merduksi ini disebabkan adanya gugus adelhid atau keton bebas dalam molekul karobohidrat. Sifat ini tampak pada reaksi reduksi ion-ion logam, misalnya Cu2+ dan ion Ag yang terdapat pada reaksi-reaksi tertentu. Periaksi Benedict mengandung larutan kuprisulfat, natrium karbonat, dan natrium sulfat. Glukosa dapt mereduksi kuprisulfat menjadi ion Cu+ yang kemudian mengendap sebagai Cu2O. Adanya natrium karbonat dan natrium sulfat membuat larutan bersifat basa lemah. Endapan yang terbentuk berwarna hijau, kuning, atau merah bata. Warna endapan ini tergantung dari konsentrasi karbohidrat yang diperiksa.
Refrensi
Poedji A, 1994, Dasar-dasar Biokimia , Universitas Indonesia Press, Jakarta, hal. 39-40.

29

29. apakah tujuan pemanasah pada reaksi benedict untuk kasus No. 28 diatas?
A. agar reagennya masak
B. Aagar terjadi perpindahan panas
C. mempercepat pembentukan enol. Reaktif
D. memperlancar perlepasan elektron
E. meningkat energi kinetik

29. jawaban C

30

30. apakah yang menyebabkan reaksi benedict menunjukan hasil positif pada kasus no. 28 diatas?
A. Adanya pereduksi dalam larutan
B. adanya reaksi oksidasi.
C. adanya endapan CU?O dalam larutan
D. adanywarna alam larutan
E. Terlepasnya elektron dari reagen benedict.

30. jawaban A
Karena dasar reaksi Benedict adalah oksidasi-reduksi, dan vitamin C suatu reduktor kuat, maka pada pemeriksaan vitamin C akan memberikan hasil reaksi Benedict positif. Dikatakan juga bawah jika seorang individu sehat diberikan 1-2 gram vitamin C injeksi, maka urin pasien tersebut akan memberikan hasil positif pada pemeriksaan Benedict.
Adanya pengaruh vitamin C pada pemeriksaan Benedict urin ini dapat digunakan sebagai panduan terapipada penyakit virus. Pada semua infeksi virus, reaksi Benedict urin terhadap gula akan meningkat dari (+2) menuju (+4). Setelah pemberian vitamin C, reaksi ini akan menghilang dalam 18-36 jam. Hal ini terjadi karena vitamin C akan bereaksi dengan komponen virus yang menghasilkan substansi nonreduktor. Jika dalam proses terapi diperoleh hasil pemeriksaan urin kembali menjadi positif, maka dapat disimpulkan bahwa infeksi virus telah terkontrol.
Refrensi
1. http://www.seanet.com/~alexs/ascorbate/198x/smith-lh-clinical_guide_1998.htm
2. http://www.orthomed.com/klenner.htm

31

31. Seorang pria mengeluh selangkangan kirinya terasa tertarik. Rekam medis menemukan adanya kelainan kantong cacing. Kelainan padaa struktur apakah yang dimaksud?
a. M.kremaster
b. Epididimis
c. Pleksus pampiniformis
d. Tunika vaginalis
e. Fasia spermatika

Jawaban: C
Pada kasus ini,pasien mengalami varikokel. Varikokel adalah dilatasi abnormal dari vena pada plekus pampiniformis akibat gangguan aliran darah balik pada vena spermatika interna. Pasieen deengan varikokel biasanya datang dengan keluhan utama tidak memiliki anaak setelah beberapa tahun menikah atau kadang mengeluh adanya benjolan di atas testis yang terassa nyeri.
Pemeriksaan dilakukan dengan posisi berdiri, dengan memperhatikan keadaan skrotum kemudian dipalpasi. Jika diperlukan, pasien diminta untuk melakukan manuver Valsapa atau mengedan. Jika terdapat varikokel, maka pada manuver Valsava akan terlihat seperti kumpulan cacing-cacing di dalam kantong yang berada di sebelah kranial testis.
Secaraa klinis, varikokel dibedakan menjadi 3 derajat:
a. Derajat kecil: varikokel hanya bisa dipalpasi jika pasien melakukan manuver Valsava.
b. Derajat sedang: varikokel dapat dipalpasi tanpa melakukan manuver Valsava.
c. Derajat berat: varikokel sudah dapat dilihat tanpa melakukan manuver Valsava.
Kadangkala sulit untuk menemukan adanya varikokel secara klinis. Oleh karena itu, auskultasi dengan menggunakaan stetoskop Doppler sangat membantu. Varikokel yang secara klinis sulit diraba disebut sebagai varikokel subklinis.
Referensi
1. Purnomo B, 2003, Dasar-dasar Urologi, edisi 2, hal. 44-145.
2. http:www.perpetuum-lab.com.hr/w/index.php?title=Image:Structure_testisa_i_epididimisa.jpg
3. http://www.gyermeksebesz.hu/images /varicocele1.jpg

32

32. Seorang pria berusia 47 tahun mengalami keluhan disuria. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dalam batas normal. Pemeriksaan colok dubur menunjukan pembesaran prostat, dan nyeri tekan (+). Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan AL 12.91/uL, PSA 6 ng/dL. Setelah pemberian antibiotik terjadi perbaikan, namun sering kambuh kembali. Apa diagnosis penyakit ini?
a. Prostatodinia
b. Prostitis kronis bakterial
c. BPH
d. CPPS (chronic pelvic pain syndrom)
e. Prostatis akut

Jawaban: B
Pada kasus ini pasien mengalami disuria yang disertai adanya nyeri tekan prostat dan pemeriksaan colok dubur. Pada pemeriksaan laboratorium juga didapatkan angka leukosit tinggi yang menunjukan terjadinya infeksi. PSA menunjukan peningkatan yang juga mendukung pada terjadinya inflamasi prostat. (ingat peningkatan konsentrasi PSA tidak hanya terjadi karena BPH ataupun kanker prostat saja.) selain itu,pada pengobatan antibiotik juga memberikan perbaikan (BPH tidak akan memberikan perbaikan dengan pengobatan antibiotik). Karena sakit yang terjadi sudah mengalami rekurensi, maka kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah prostatitis kronis baktetial
Prostatitis adalah reaksi inflamasi pada kelenjar prostat yang disebabkan oleh bakteri maupun nonbakteri. National Institute of Health (NIH) memperkenalkan klasifikasi prostatitis dalam 4 kategori:
1. Kategori I, yaitu prostatitis bakterial akut
Pasien yang mengalami prostatitis bakterial akut tampak sakit, demam, menggigil, timbul rasa sakit di daerah parineal, dan mengeluh adanya gangguan miksi. Pada pemeriksaan colok dubur, didapatkan prostat membengkak, hangat, dan nyeri. Pada proses ini tidak boleh melakukan masase prostat karena dapat menimbulkan rasa sakit dan akan memacu terjadinya bakteremia. Jika tidak ditangani secara tepat, keadaan ini akan berkembang menjadi abses prostat atau urosepsis. Kuman penyebab infeksi yang paling sering adalah E. Coli, Proteus Klebsiella, Pseudomonas, Enterobacter, dan Serratia.
2. Kategori II, yaitu prostatitis bakteri kronis
Prostatitis bakterial kronis terjadi akibat infeksi saluran kemih yang sering kambuh. Gejala yang sering dikeluhkan pasien adalah disuria, urgensi, frequensi, nyeri parineal, dan kadang-kadang nyeri pada saat ejakulasi atau hematospermia. Pada pemeriksaan colok dubur mungkin teraba krepitasi yang merupakan tanda dari kalkulosa prostat.
3. Kategori III, yaitu prostatitis nonbakterial (chronic pelvic pain syndrome, CPPS)
Prostatitis nonbakterial adalah reaksi inflamasi kelenjar prostat yang belum diiketahui penyebabnya. Sesuai dengan klasifikasi NIH, Kategori III dibagi kembali menjadi 2 subkategori yaitu:
• Subkategori IIIA: tidak nampak adanya kelainan pada pemerikasaan fisik, pada pemeriksaan urin 4 tabung tidak memberikan pertumbuhan kuman, hanya saja pada pemeriksaan getah prostat didapatkan banyak leukosit dan bentukan oval fat bodies. Beberapa penulis menyebutkan ureoplasma ureolitikum dan chlamidya trachomatis sebagai penyebab prostatis jenis ini. Sehingga mereka memberikan terapi berupa minoksiklin, doksisiklin, atau eritromisin selama 2-4 minggu.
• Subkategori IIIB: dahulu jenis ini dikenal sebagai Prostatodinia. Pada kategori ini pasien mengalami nyeri pada pelvis yang tidak berhubungan dengan keluhan miksi dan sering terjadi pada usia 20-45 tahun, dan pada uji urin 4 tabung tidak didapatkan bakteri.
4. Kategori IV, yaitu prostatitis inflamasi asimtomatik
Secara klinis, pasien tidak menunjukan adanya gejala ataupun tanda-tanda adanya inflamasi prostat. Adanya inflamsai diketahui mungkin dari spesimen yang didapat dari cairan semen atau dari jaringan prostat yang didapat melalui biopsi. Sebagian besar jenis prostatitis ini tidak memerlukan terapi, namun dapat juga ditemukan adanya sel-sel inflamasi paada analisis semen seorang pria yang mandul, sehingga perllu mendapat terapi antibiotik.
Referensi
Purnomo B, 2003, Dasar-dasar Urologi, edisi 2. Hal 45-47.

33

33. Seorang pria berusia 28 tahun datang ke UGD dalam keadaan lemah. Ia baru saja terjatuh dari motor 2 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 90/65 mmHg, denyut nadi 124 kali/menit. Ditemukan memar pada pinggang kiri. Apa keungkinan daaignosisnya?
a. Trauma hepar
b. Trauma ginjal kiri
c. Trauma lien
d. Trauma ginjal kanan
e. Trauma pankreas

Jawaban: B
Pasien dengan trauma hepar biasanya akaan mengalami gejala khas berupa nyeri pada kuadran kanan atas yang menjalar ke pundak kanan (Boas’sign). Pasien dengan trauma lien juga dapat mengalami hal yang sama namun terjadi pada sisi kiri (Kehr’s sign). Sedangkan pasien dengan trauma pankreas akan memberikan tanda-tanda perdarahan retroperitoneal berupa Grey Turner’s sign (hematoma yang menyebar ke regio flank), Cullen’s sign (hematoma yang menyebar ke regio periumbikal) atau Fox’s sign (hematoma yang menyebar ke paha).
Sedangkan cedera giinjal dapat kita curigai billa:
• Ada trauma pada daerah pinggang, punggung, dada sebelah bawah, perut bagian atas dengan disertai nyeri pada daeraah tersebut.
• Hematuria
• Fraktur kosta bagian bawah (8-12) atau fraktur prosesus spinous.
Cedera deselerasi berupa jatuh dari ketinggian atau kecelakaan lalu lintas. Gambaran klinis yang ditunjukan oleh pasien dengan trauma ginjal bervariasi sesuai dengan derajat cedera yang terjaddi atau ada tidaknya cedera organ lain yang terjadi. Perlu ditanyakan mekanisme cedera untuk memperkirakan luas kerusakan yang terjadi. Pada trauma derajat ringan mungkin hanya didapatkan nyeri di daerah pinggang, disertai jajas berupa ekimosis dan terdapat hematuria makroskopis ataupun mikroskopis. Pada trauma mayor atau ruptur pedikel, pasien datang dalam keadaan syok berat dan terdapat hematoma di daerah pinggang yaang semakin laama semakin besar.
Referens
1. Purnomo B, 2003, Dasar-dasar Urologi, edisi 2, hal 88-89.
2. Stone KC, humphries RL, 2005, Current Essentials of Emergency Medicine, McGraw-Hill, Lange Medical Book, hal 292-297.

34

34. Pada kasus No.33 di atas, berdasarkan gejala fisik yang ada, kemungkinan daalam derajat berapakah syok perdarahan yang dialami pasien?
a. Derajat I
b. Derajat II
c. Derajat III
d. Derajat IV
e. Derajat V

Kegunaan tabel tersebut dalam skema klinis dapat digambarkan dengan contoh berikut. Karena perdarahan derajat III merupakan pendarahan terkecil yang dihubungkan dengaan penurunan tekanan sistolik, maka seorang penderita denngan berat badan 70nkg (perkiraan cairan seluruh tubuh 7% berat badan) yang hipoteensif tiba-tiba akan kehilangan darah kira-kira:
70 kg x 7% x 30%= 1,47 L atau 1470 mL
Dengan menggunakan hukum “three for one (3:1)”, penderita ini membutuhkan 4,4 liter cairan kristaloid (1470 x 3 = 4410 mL). Bila pasien tidak memberikan respons daalam tanda viital setelah pemberian cairan sejumlah ini, maka dokter harus mempertimbangkan kemungkinan:
1. Pendarahan yang potensial masih berlangsung.
2. Teerdapat kehilangan cairan lain yang memperburuk kehilangan volume sirkulasi darah akut.
3. Syok bukan karena pendarahan.

Referensi
American College of Surgeon, 2004, Advance Trauma life support, 7th ed., hal. 79-81.

35

35. Pada kasus No.33 di atas, jika pada operasi eksplorasi di dapatkan cedera organ yang disertai cedera pembuluh darah segmental, dalam derajat berapakah cedera organ yang terjadi?
a. Derajat I
b. Derajat II
c. Derajat III
d. Derajat IV
e. Derajat V

Jawaban: D
Sebagian besar trauma ginjal (85%) adalah trauma minor (derajat I dan II), 15% adalah cedera mayor (derajat III dan IV), serta 1% adalah cedera padikel ginjal.
Tabel penentuan Derajat Cedera gejala ginjal AAST ( Moore 1989)

Derajat Deskripsi Cedera

I. Kontusio ginjal atau subkapsular hematoma yang tidak meluas tidak ada laserasi
II. Hematoma parienal yang tidak meluas. Laserasi kortikal

36

36. Area diotak yang apabila terjadi kerusakan pada area tersebut dapat menyebabkan afasia motorik adalah ...
a. Parietal
b. Temporal
c. Oksipital
d. Medula spinalis
e. Frontal

Jawaban: E
Afasia motorik (ekspresif) cenderung terjadi akibat lesi pada bagian postero-inferior dari lobus frontalis (area Brocca). Afasia sensoris (reseptif) terjadi akibat lesi pada lobus temporo-parietal (area Wernicke) di sisi yang dominan
Referensi
Lecture Notes Kedokteran Klinis, 2003, hal. 14.

37

37. Seorang wanita berusia 65 tahun mengeluh lemah pada alat gerak, tidak bisa bicara, yang terjadi seecara tiba-tiba setelah bangun tidur, muntah, dan kesadaran baik. Ia menderita diabetes melitus selama 3 tahun dengan kontrol yang tidak teratur. Diagnosis kondisi ini adalah ...
a. Stroke infark tromboembolik
b. Stroke perdrahan
c. Meningitis
d. Parkinson
e. Demensia alzheimer

Jawaban: A
Stroke adalah sindrom klinis yang ditandai dengan gejala berupa gangguan fungsi otak secara fokal atau global, yang dapat menimbulkan kematian atau kelainan yang menetap lebih dari 24 jam tanpa penyebab lain kecuali gangguaan vasskular (WHO).
Berdasarkan proses patologi, stroke dibagi menjadi dua jenis, yaitu (1) stroke infarik atau stroke iskemik, (2) stroke perdarahan yang mencakup perdarahan intraserebal dan perdarahan subarakhnoid. Akibat adanya stroke dengan jenis patologis apapun, akan menimbulkan defisit neurologis yang bersifat akut, antara lain: (1) hemedefisit motorik, (2) hemadefisit ssensorik, (3) penurunan kesadaran, (4) kelumpuhan saraf otak fasialis (VII) dan hipoglosusu (XII) yang bersifat sentral, (5) gangguan fungsi luhur seperti sulit berbahasa (afasia) dan gangguan intelektual (demensia), (6) buta separuh lapaang pandang (hemianopsia), san (7) defisit batang otak

38

38. Seorang anak berusia 10 tahun sering bengong dan tiba-tiba mengalami kejang selama 5-10 detik. Hal ini sering kali terjadi di rumah, tanpa demam. Pada pemeriksaan fisik tidak di temukan adanya kelainan. Pemeriksaan penunjang apa yang Anda anjurkan untuk bisa mendiagnosis?
a. EEG
b. MRI
c. CT scan
d. Rontgen kepala
e. Tes laboratorium darah rutin

Jawaban : A
Gambaran klinis tersebut mengarah kepada epilepsi. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan neorologik khusus yang relavan, tetapi tidak mesti dilakukan ialah elektroensefalografi (EEG). Hasilnya merupakan bahan informatif. Apakah informasi itu bersifat konfirmatif atau tidak harus dipertimbangkan dalam analisis klinis, di mana anamnesis memegang peranan penting.

Referensi
Neurologi Klinis dalam Praktek Umum, 2004. Hal. 301.

39

39. Seorang pria berusia 15 tahun, setelah demam, batuk pileknya sembuh dalam tiga hari. Sepuluh hari kemudian kedua tungkainya lemah yang semakin memberat, akhirnya kedua lengan tangan ikut lemah. Pada pemeriksaan neurologis ditemukan tetraparese lower motor neuron (LMN), dengan kedua tangan dan kedua kaki terasa kesemutan model glove-stockingphenomeno. Buang air besar dan buang air kecil normal, tidak ada demam, dan pemeriksaan laboratorium darah lengkap menunjukkan hasil normal. Apakah penyebab kegawatan pada pasien ini?
a. Disfagia
b. Multiple cranial palsy
c. Gangguan pusat napas
d. Gagal napas tipe perifer
e. Hipotensi akut

Jawaban : D
Pada sindrom guillain-Barre, yang sangat diperlukan adalah kewaspadaan terhadap kemungkinan memburuknya situasi akibat perjalanan klinis yang memberat sehingga mengancam otot-otot pernapasan (gagal napas tipe perifer). Apabila keadaan ini, maka penderita harus segera di rawat di ruang perawatan intensif.
Apabila keadaan menjadi gawat karena terjadi paralisis otot-otot pernapasan, maka dapat diberikan kortikosteroid dosis tinggi. Pemberian kortikosteroid ini harus di iringi dengan kewaspadaan terhadap efek samping yang mungkin terjadi.

Referensi
Buku Ajar Neurologi Klinis, hal. 309.

40

40. Seorang pria berusia 45 tahun ditemukan polisi tidak sadarkan diri di jalan. Ia terlihat baru saja muntah, tidak demam, dan tidak ada tanda luka di kepala. Pernapasan regular 25kali/menit, gula darah sewaktu = low (tidak terukur), tekanan darah 220/100mmHg, dan EKG normal. Keluarganya tidak ada. Pengan pertam untuk menyelamatkan otak (brain dari prinsip 6B) yang penting pada penderita koma yang belum diketahui penyebabnya adalah ...
a. Pasang infus salin normal
b. Pemberian dekstrosa 40% 2 ampul IV
c. Periksa laboratorium cito darah lengkap, gula darah, dan elektrolit
d. Pemberian neuroprotektan (citikolin, piracetan)
e. Pemberian antihipertensi

Jawaban : B
Sebagai patokan yang mudah diingat dalam urutan prioritas penanganan penderita gawat darurat adalah urutan 6B. Urutan prioritas ini di buat atas pertimbangan terhadap hal-hal mana yang lebih cepat menyebabkan kematian.
B1 = breath (pernapasan), masalah pernapasan dapat menyebabkan kematian dalam ±3 menit.
B2 = Bleed (perdarahan), masalah hemodinamik juga dapat menyebabkan kematian dalam beberapa menit.
B3 = Brain (otak), masalah kesadaran dan susunan saraf.
B4 = Bladder (kandung kemih), masalah urogenital.
B5 = Bowel (usus), masalah traktus digestifus.
B6 = Bone (tulang), masalah sistem muskuloskeletal.
Penatalaksanaan gawat darurat untuk pasien koma adalah sebagai berikut.
1. Memastikan patensi jalan napas serta ventilasi dan sirkulasi yang adekuat.
2. Insersi kateter intravena dan mengambil darah untuk pemeriksaan glukosa darah, elektrolit, tes fungsi hati dan ginjal, PT, PTT, dan darah lengkap.
3. Memulai infus intravena dan memberikan dekstrosa, tiamin, dan nalokson. Setiap pasien koma harus diberi 25 gram dekstrosa intravena (50 Ml larutan dektrosa 50%) untuk mengatasi kemungkinan komahipoglikemik. Karena pemberian dekstrosa saja dapat memperburuk atau mencetuskan ensefalopati Wernika pada pasien dengan defisiensi tamin, maka seluruh pasien koma harus diberi tiamin 100 mg secara intravena. Untuk mengatasi kemungkinan overdosis opidiat, maka pada pasien koma secara rutin diberikan antagonis opiat (nalokson) 0,4-1,2 mgintravena.
4. Mengambil darah urteri untuk analisis gas darah
5. Mangatasi kejang (seizure), jika ditemukan.

Referensi
1. Anastesiologi dan Reanimad, hal. 3-15.
2. Clinical Neurology, 6™ed. hal. 321-322.

41

41. Seorang pria berusia 25 tahun dengan riwayat epilepsi, mendadak tidak sadarkan diri, diikuti kejang-kejang seluruh tubuh, tonik-klonik, berulang-ulang lebih dari tiga kali. Di antara serangan kejang, pasien tidak sadrkan diri. Obat-obat yang segera diberikan adalah ...
a. Diazepan injeksi, dapat diulang setelah 15 menit kemudian
b. Fenition IV dengan kecepatan 50mg/menit
c. Glukosa 50% 50 cc IV
d. Tiamin 250 mg IV
e. Semua yang disebut di atas benar

Jawaban : E
Pasien ini mengalami suatu kondisi yang disebut dengan status epileptikus (SE). SE adalah bangkitan yang berlangsung lebih dari 30 menit, atau adanya dua bangkitan atau lebih di mana di antara bangkitan –bangkitan tadi tidak terdapat pemulihan suatu bangkitan.
Protokol penanganan SE dibagi dalam 4 stadium.
• Stadium 1:
1. Memperbaiki fungsi kardiorespirasi.
2. Memperbaiki jalan napas, pemberian oksigen, dan resusitasi.
• Stadium 2:
1. Pemeriksaan status neuroligis.
2. Pengukuran tekanan darah, nadi, dan suhu.
3. EKG
4. Memasang infus pada pembuluh darah besar.
5. Mengambil 50-100 cc darah untuk pemeriksaan laboratorium.
6. Pemberian obat antiepilepsi (OAE) emergensi: diazepam 10-20 mg IV (kecepatan pemberian ?2-5 mg/menit atau rektal, dapat diulang 15 menit kemudian).
7. Memasukkan 50 cc glukosa 50%dengan atau tanpa tiamin 250 mg IV.
8. Menangani asiodosis.
• Stadium 3:
1. Menentukan etiologi.
2. Bila kejang berlangsung terus selama 30 menit setelah pemberian diazepam pertama, berikan fenitoin IV 15-18 mg/kg dengan kecepatan 50 mg/menit.
3. Memulai terapi dengan vasopresor bila diperlukan dan mengoreksi komplikasi.
Penanganan pada stadium 4 dapat dilihat pada referensi.

Referensi
Pedoman Tatalaksana Epilepsi, hal. 16-17.

42

42. Seorang mahasiswi berusia 22 tahun menegeluh nyeri kepala sejak 1 minggu yang lalu. Nyeri dirasakan seperti diikat, terjadi setiap hari, dan kumat-kumatan. Mual (-), muntah (-), penglihatan mata kabur (-). Dari anamnesis diketahui penderita akan menghadapi ujian ujian tengah semester 1 minggu lagi. Apakah diagnosis kasus ini?
a. Common miggraine
b. Classic migrain
c. Tension headache
d. Trigeminal neuralgiar
e. Cluster headache

Jawaban : C
Nyeri kepala berdenyut, bersifat unilateral, disertai mual-muntah, merupakan deskripsi dari migrain. Tipe migrain yang populer adalah migrain aura (common migrain)dan migrain dengan aura (Classic migraine). Pada classic migrain, gejala nyeri kepala didahului oleh aura, yaitu gejala neurologis yang sifatnya sesaat. Aura yang paling umum adalah gejala visual, yang pada pasien ini berupa mata kabur (skotoma) dan pandangan berkunang-kunang. Hampir semua mengeluh fotofobia.
Pada tension headache, nyeri kepala bersifat seperti tertekan atau terikat, bukan berdenyut. Seperti orang yang memaksa memakai topi yang kekecilan. Sering terjadi dengan pasien dengan gangguan kecemasan atau depresi. Trigeminal neuralgia memiliki gejala khas berua nyeri unilateral tiba-tiba seperti tersengat listrik, berlangsung singkat, dan jelas terbatas pada satu atau lebih distribusi cabang nervus trigeminus. Sedangkan arteritis temporalis terjadi karena inflamasi pada dinding arteri yang sensitif tersebut menimbulkan gejala nyeri. Sindrom ini sering disertai dengan malaise, mialgia, penurunan berat badan, artralgia, dan demam.
Pada pasien ini, tension headache yang dialami terkait dengan sindrom kecemasan menjelang ujian tengah semester.

43

43. Seorang pasien mengalami jatuh dan terjadi fraktur di collum chirurgicum humeri kanan. Beberapa bulan kemudian, m. Deltoideus kanan mengalami atropi dan tidak sanggup melakukan aduksi lengan. Menurut Anda, kemungkinan pasien ini mengalami cedera pada saraf apa?
a. N. axillaris dextra
b. N. medianus dextra
c. N. ulnaris dextra
d. N. subscapularis dextra
e. N. pectoralis dextra

Jawaban : A
Muskulus deltoideus diinervasi oleh nervus aksilaris rr. Muskulares.

Referensi
Membrum, hal. 21.

44

44. Seorang wanita berusia 55 tahun mengeluh mengalami nyeri wajah kumat-kumatan di sekitar pipi kanan, yang terasa di sayat pisau. Serangan terjadi pada saat mengunyah, saat berbicara, saat menguap, dan saat menyikat gigi. Pada pemeriksaan neuorologis, saraf lain dala batas normal. Riwayat sakit gigi (+) dan gigi sudah cabut. Apakah jenis nyeri yang dialami pasien tersebut?
a. Nyeri perifer
b. Nyeri nosiseptif
c. Nyeri neoropatik
d. Nyeri muskuloskeletal
e. Nyeri viseral

Jawaban : C
Trigeminal neuralgia kemungkinan disebabkan oleh kompresi mikrovaskuler terhadap nervus trigeminus atau percabangannya, sehingga nyerinya bersifat nyeri neuropatik. Meskipun pada kasus yang sifatnya idiopatik, CT scan dan MRI tidak dapat menunjukkan abdonormalitas apa pun, demikian pula arteriografi terlihat normal. Struktur vaskuler yang menekan nervus trigeminus pada umumnya terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan alay-alat tersebut.

Referensi
Clinical neurology, 6™ed., hal. 83-84

45

45. Seorang bayi mengalami demam 38,7 C,kejang kaku pada tangan dan tubuhnya. Dalam 1 hari ini sudah 4 kali kejang, masing-masing berlangsung selama 2 menit. Apa diagnosisnya?
a. Kejang demam sederhana
b. Kejang demam persial
c. Kejang demam kompleks
d. Kejang demam umum
e. Kejang demam

Jawaban: C
Kejang demam adalah kejang yang berhubungan dengan peningkatan suhu (suhu diatas 38,40C per rektal) tanpa adanya infeksi susunan saraf pusat atau gangguan elektrolit akut, terjadi pada anak berusia di atas 1 bulan, dan tidak ada riwayat kejang tanpa demam sebelumnya.
Kejang demam dibagi menjadi kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks. Kejang demam disebut kompleks apabila kejang bersifat fokal, lamanya lebih dari 10 – 15 menit, atau berulang dalam 24 jam. Kejang demam disebut sederhana apabila bersifat umum, singkat, dan hanya terjadi sekali dalam 24 jam.
Pada pasien ini, gejala Yang measukkan pasien tersebut ke dalam kejang demam kompleks adalah kejang berulang sampai 4 kali dalam 24 jam.

Referensi
Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak, hal.209.

46

46. Seorang ibu datang ketempat praktek anda dengan membawa anaknya yang berusia 2 tahun 6 bulan dengan keluhan belum bisa duduk. Anak ini pernah mengalami demam tinggi dan kejang saat berusia 1 bulan dan setelah itu tangan, kaki, dan seluruh tubuhnya sering kaku-kaku. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, diduga anak ini mengalami serebral palsy dan developmental delay. Kemungkinan anak ini memerlukan fisioterapi dalam waktu yang cukup lama. Bagaimana menyampaikan informasi yang tepat tentang fisioterapi yang harus dilakukan pada anak tersebut?
a. Menyampaikan bahwa hanya fisioterapi yang dapat membantu anak tersebut
b. Menyampaikan bahwa fisioterapi sangat penting dilakukan, tetapi sering menimbulkan kebosanan pada anak, karena jangka waktu yang cukup lama
c. Menyampaikan bahwa fisioterapi tidak dapat menyembuhkan penyakit anak, namun dapat memperbaiki perkembangan motoriknya
d. Menyampaikan bahwa fisioterapi dapat membantu mengatasi keterlambatan perkembangan anak dan sangat membutuhkan dukungan orang tua untuk keberhasilannya
e. Menyampaikan bahwa dengan fisioterapi, perkembangan anak tersebut dapat normal kembali

Jawaban: D
Yang perlu ditekankan pada orang tua dari anak dengan kelainan palsi selebral (cerebral palsy, CP) adalah bahwa tujuan pengobatan bukan untuk membuat anak menjadi seperti anak normal lainnya, tetapi pengembangan sisa kemampuan yang ada pada anak tersebut seoptimal mungkin, sehingga diharapkan anak dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa bantuan atau dengan sedikit bantuan. Pada penatalaksanaan anak dengan CP, tidak hanya dengan fisioterapi saja, tetapi juga dengan obat-obatan, pembedahan ortopedi, terapi okupasi, terapi wicara, dan lain- lain. Dan dalam program ini, dibutuhkan dukungan dan partisipasi orangtua untuk aktif berperan melatih anaknya dirumah.

Referensi
Tumbuh Kembang Anak, hal.232.

47

47. Seorang pria berusia 45 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan takut, kadang-kadang seperti melihat keranda mayat di depannya, kadang-kadang di dalm hati ada suara “mati kamu, mati kamu”. Dalam 2 minggu ini ia sering tidak masuk kerja dan kadang-kadang memegangi istrinya bila rasa takutnya muncul. Tekanan darahnya 130/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi pernapasan 20 kali/menit, suhu badan 36,70C. Pengobatan yang paling baik adalah.....
a. Obat antidepresi
b. Obat anticemas
c. Obat antipsikotik
d. TEK ( terapi elektrokonvulsi)
e. Psikoterapi

Jawaban: C
Pasien ini mengalami suatu gangguan psikotik akut yang ditandai dengan halusinasi (seperti melihat keranda mayat didepannya dan seolah-olah mendengar “mati kamu, mati kamu” ) dan gejala-gejala tersebut berlangsung baru +2 minggu ini. Untuk meredakan gejala-gejala hasulinasi tersebut, yang paling tepat adalah dengan menggunakan obat-obatan antipsikotik.

Referensi
Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa, hal. 53-55.

48

48. Seorang pria berusia 35 tahun terjatuh saat naik kuda, dengan kepala jatuh lebih dulu dan leher terpuntir. Setelah itu ia sadar dan bisa berjalan normal. Pada pemeriksaan otot bahu dan lengan kiri(m. Deltoid, m. triseps) terjadi kelumpuhan tipe lower motor neuron(LMN). Sikap lengan terjulai tidak bergerak dengan posisi pronasi, sedangkan tangan dan jari-jari tangan masih bisa bergerak normal , kulit bahu dan lengan atas tebal, kedua tungkai normal. Buang air besar dan buang air kecil normal. Hai di atas menunjukkan ciri lesi di...
a. Korteks serebri
b. Medula spinaslis
c. Pleksus brakialis
d. N. Medianus
e. N. Radialis

Jawaban: C
Kelumpuhan muskulus deltoid , biseps, dan triseps menunjukkan lesi pada nervus aksilaris, nervus muskulokutaneus, dan nervus radialis. Hal ini disebabkan karena muskulus deltoideus diinervasi oleh nervus aksilaris rr. Muskulares, muskulus biseps brachii diinervasi oleh nervus muskulokutaneus rr. Muskulares, sedangkan muskulus triseps brachii diinervasi oleh nervus radialis. Nervus-nervus tersebut dibentuk dari pleksus brakialis.

Referensi
Membrum, hal.21-23.

49

49. Seorang pemuda berusia 25 tahun dibawa ke UGD dengan kesadaran menurun. Dari heteroanamnesis didapatkan pasien mengalami kecelakaan terjatuh dari sepeda motor, tanpa helm, pingsan 1 menit, pusing, mual-mual, dan setelah sadar bisa berjalan pulang. Setelah 3 jam di rumah ia mengalami nyeri kepala hebat dan muntah-muntah. Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat hematoma di daerah pelipis kiri dan dan tidak ditemukan kelainan neurologis fokal, pada foto rontgen kepala terdapat fraktur linier temporal kiri, hemiparesis kanan, pupil kiri midriasis, serta kesadaran sopor. Apakah penyebab dari keadaan yang ditemukan pada pasien tersebut?
a. Pecahnya arteri serebri anterior
b. Pecahnya arteri serebeli superior
c. Pecahnya arteri basilaris
d. Pecahnya arteri lentrikulostriata
e. Pecahnya arteri meningea media

Jawaban: E
Perjalanan penyakit pasien ini adalah khas untuk terjadinya perdarahan epidural. Pada perdarahan epidural, secara khas akan terjadi gegar otak yang singkat. Penderita dapat pingsan atau hanya mengalami nyeri kepala sebentar yang kemudian membaik dengan sendirinya. Kemudian terdapat masa selang dengan kesadaran penuh selama beberapa jam. Keadaan ini disusul dengan rasa kantuk dan kemudian koma (penurunan kesadaran). Dengan bertambah banyaknya darah, terjadi kompresi terhadap otak sehingga dapat menimbulkan gejala-gejala progresif seperti nyeri kepala, kesadaran menurun, nadi melebur, atau tekanan darah meninggi. Sebagaimana terjadi pula pada pasien ini, perdarahan epidural paling banyak terjadi didaerah temporoparietal pada trauma kepala lateral. Hal ini disebabkan karena perlekatan durameter pada tulang yang paling lemah terletak didaerah temporal. Karena perlekatannya paling lemah, maka aliran darah sedikit saja dapat melepaskan durameter dari perlekat tulangnya membentuk hematoma(epidural). Perdarahan epidural biasanya disertai fraktur tulang yang memotong suklus arteri meningea media.

Referensi
1. Anatomi Klinis Dasar, hal. 362.
2. Penuntun Neurologi, hal. 81 dan 90-91.

50

50. Seorang laki-laki berusia 14 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan utama kejang saat tidur dan menengadah ke atas, mata melenting ke atas, dan kejang kelojotan pada keempat anggota garaknya. Saat kejang ia tidak sadar, mengompol,dan mulut berbusa selama 1-2 menit. Keluhan yang sama pertama kali muncul 2 minggu yang lalu. Riwayat epilepsi dalam keluarga(+). Apakah bentuk epilepsi yang paling tepat untuk pasien ini?
a. Epilepsi umum tonik-klonik
b. Epilepsi umum antonik
c. Elepsi umum petit mal
d. Epilepsi parsial sederhana
e. Epilepsi parsial kompleks

Jawaban: A
Dikenal 3 jenis serangan epilepsi, yaitu serangan parsial, serangan umum, dan serangan yang tidak terklasifikasikan. Epilepsi umum menunjukkan terlibatnya kedua belah hemisferium secara sinkron sejak awal. Jenis-jenis bangkitan epilepsi umum dibedakan oleh ada tidaknya aktivitas motorik yang khas.
Pada pasien ini, terdapat kejang pada keempat ekstremitas, pasien tidak sadar, mengompol, mulut berbusa(hipersalivasi), dan bola mata terputar keatas. Ini adalah jenis serangan epilepsi umum tonik-klonik.
Pada epilepsi umum atonik, gambaran klinisnya berupa kehilangan tonus otot secara total dan mendadak disertai hilangnya kontrol postur tubuh dan tidak berhubungan dengan hilangnya kesadaran.
Pada epilepsi umum petit mal, gejala klinisnya berupa mata terbelalak dalam waktu singkat disertai gangguan kesadaran, mulai tanpa tanda peringatan dan berhenti secara mendadak, dan kemudian penderita sadar kembali seperti sediakala dengan perhatian yang penuh. Pada jenis petit mal sederhana, penderita hanya tampak seperti melamun. Namun, sejumlah penderita menunjukkan gejala-gejala yang berbeda antara satu dengan yang lain.
Epilepsi parsial disebabkan oleh lesi atau kelainan lokal pada otak, dengan demikian evaluasi diagnostik ditujukan untuk menemukan atau membuktikan adanya lesi lokal otak tadi, misalnya tumor. Manifestasi klinisnya sangat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, antara lain faktor daerah otak mana bangkitan tersebut mulai muncul. Misalnya, bangkitan sensorik seringkali muncul sebagai halusinasi atau ilusi yang melibatkan rasa sentuh( parestesi), penghiduan(menangkap bau yang aneh), penglihatan(halusinasi visual), dan pendengaran(suara gemuruh, mendering, musik,atau aneka suara). Bangkitan apilepsi parsial dibagi menjadi bangkitan dengan kesadaran yang tetap( parsial sederhana) maupun bangkitan dengan gangguan kesadaran(parsial kompleks).
Yang perlu diperhatikan bahwa manifestasi klinis epilepsi sangat bervariasi, mulai dari kejang umum, kejang fokal, penurunan kesadaran,gangguan tingkah laku, sampai dengan manifestasi klinis lainnya yang”aneh-aneh” yang latar belakangnya sulit dimengerti.

Referensi
1. Buku Ajar Neurologi Klinis, hal. 126-135.
2. Epilepsi, hal. 26-35.

51

52. Seorang wanita berusia 50 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan bahwa ia tidak dapat tidur, merasa ditinggalkan oleh teman-temannya, serta merasa menderita kanker dan takut mati. Keluarganya melaporkan bahwa ia tidak suka makan, lekas marah, dan menyalahkan dirinya atas kematian suaminya. Sebelumnya ia tidak pernah berperilaku seperti itu. Pemeriksaan internistik., neurologi, serta laboratorium menunjukkan hasil dalam batas normal. Pasien berupaya bunuh diri. Pada kasus seperti ini, penanganan awal berupa...
a. Melakukan psikoterapi
b. Menghentikan obat untuk sementara
c. Memberikan antipsikotik
d. Memasukkan pasien ke rumah sakit
e. Memberikan obat anticemas

Jawaban : D
Upaya bunuh diri merupakan salah satu kegawat daruratan dalam psikiatri. Pasien yang memiliki ide bunuh diri perlu dirawat di rumah sakit pada keadaan sebagai berikut :
• Tidak adanya support system yang kuat
• Riwayat perilaku impulsif
• Adanya upaya bunuh diri
Referensi
Kaplan & Sadock’s Synopsis of Phychiatry, 10th ed., hal. 904

52

53. Uji laboratorium untuk kelemahan otot panggul dan bahu akibat distrofi otot adalah...
a. ALP
b. Urokinase
c. Kreatin kinase
d. Glukokinase
e. Katalase

Jawaban : C

Kerusakan otot dapat menyebabkan pelepasan enzim tertentu seperti kreatin kinase (creatine kinase, CK), aldolase, asam laktat dehidrogenase, dan transaminase yang dapat dideteksi peningkatannya di dalam serum. CK dalam serum menunjukkan peningkatan yang tertinggi dan paling bermanfaat untuk mengetahui perjalanan penyakit otot (miopati). Akan tetapi, enzim ini tidak spesifik untuk otot karena juga terdapat dalam jantung dan otak. Oleh karena itu, kerusakan pada kedua struktur tersebut juga dapat meningkatkan kadar CK serum. Pada pasien dengan kelemahan otot, peningkatan CK serum secara umum mengindikasikan adanya miopati primer.

Referensi
Clinical Neurology, 6th ed., hal. 163.

53

54. Seorang wanita berusia 55 tahun mengeluh mengalami nyeri di daerah lutut, bengkak (-), merah (-), dan sulit digerakkan terutama pada posisi ekstensi lutut. Otot apa yang mungkin mengalami kelemahan?
a. M. Sartorius
b. M. Quadriseps femoris
c. M. Popliteus
d. M. Gastroknemius
e. M. Biseps femoris

Jawaban : B
Otot-otot yang menyebabkan gerakan ekstensi di artikulatio genur adalah:
1. Muskulus quadriseps femoris (m. Rektus femoris, m. Vastus lateralis, m. Vastus medialis, m. Vastus intermedius).
2. Muskulus tensor fasia late.
Sedangkan m. Sartorius, m. Popliteus, m. Gastroknemius, dan m biseps femoris menyebabkan gerakan fleksi pada artikulatio genu.

Referensi
Membrum, hal.71

54

55. Seorang pria berusia 60 tahun mempunyai keluhan lemah dan mudah lelah sejak 3 bulan yang lalu. 1 minggu terakhir mengeluh napas tersengal-sengal bila bekerja sehari-hari. Keluhan sebelumnya tidak ada, riwayat pendarahan tidak ada, dan sakit serupa dalam keluarga tidak ada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pucat, sedangkan lain-lainnya dalam batas normal. Hb = 6,6; retikulosit= 0,7%; RBC = 3,4 juta, leukosit = 8100; trombositt = 480.000; MCV = 85 fl; MCH = 28,7 fl. Dianosis kelainan diatas adalah...
a. Anemia hemolitik
b. Anemia penyakit kronis
c. Anemia sideroblastik
d. Anemia megaloblastik
e. Talasemia

Jawaban : B
Anemia pada penyakit kronis ditandai dengan pemendekan masa hidup eritrosit, gangguan metabolisme besi, dan gangguan produksi eritrosit akibat tidak efektifnya rangsang eritropoitein. Pada umumnya, anemia derajat sedang dengan mekanisme yang belum jelas.
Gambaran klinis :
Anemia umumnya derajat ringan dan sedang seringkali gejalanya tertutup oleh gehalan penyakit yang mendasasrinya. Meskipun demikian, apabila demam atau ketidakmampuan fisik meningkat , maka pengurangan kapasitas transpor O2 jaringan akan memperjelas gejala anemianya atau memperberat keluhan sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik, tidak ada kelainan yang khas dari anemia jenis ini. Diagnosis tergantung dari hasil laboratorium.
Laboratorium:
Anemia umumnya normositik normokromik, meskipun beberapa pasien membrikan gambaran hipokromik dan beberapa memiliki sel mikrositer. Nilai retikulosit absolut dalam batas normal atau sedikit meningkat. Perubahan pada trombosit dan leukosit tidak konsisten, tergantung penyakit yang mendasarinya.

55

56. Seoarang pria berusia 21 tahun menderita demam sekitar 4 hari, perut terasa mual, nyeri kepala, dan badan sakit semua. Pada pemeriksaan fisik didapatkann kompos mentis, tekanan darah dan nadi baik, suhu badan 374®C. Hasil laboratorium menunjukan Hb 14,8 gr%, leukosit 3100/mm3. Uji Torniquet positif yang paling mungkin diderita oleh pria ini adalah...
a. Demam tiroid
b. Demam berdarah dengue
c. Malaria
d. Ricketsiosis
e. Leptospirosis

Jawaban : B
Gejala dan tanda yang disebutkan pada kasus ini, paling mungkin mengarah pada demam berdarah dengue (DBD).
Diagnosis DBD
Masa inkubasi dalam tubuh manusia sekitar 4-6 hari (rentang 3-14 hari). Demam dengue (DBD) merupakan penyakit demam akut selama 2-7hari, ditandai dengan dua atau lebih menifestasi klinis sebagai berikut:
• Nyeri kepala
• Nyeri retro-orbital
• Mialgia/artralgia
• Ruam kulit
• Manifestasi perdarahan ( petekkie atau uji bendung positif)
• Leukopenia
dan pemeriksaan serologi dengue positif atau ditemukan pasien DD/DBD yang sudah dikonfirmasi pada lokasi dan waktu yang sama.
Demam berdarah Dengue (DBD)
Berdasarkan kriteria WHO tahun 1997, diagnosis DBD ditegakkan bila semua hal dibawah ini dipenuhi;
a. Demam atau riwayat demam akut, antara 2-7 hari, biasanya bifasik
b. Terdapat minimal satu tanda perdarahan berikut; uji bendung positif; petekie, ekimosis, atau purpura; perdarahan mukosa; hematemesis atau melena.
c. Trombositopenia (jumlah trombosit 20% dibandingkan standar sesuai usia dan jenis kelamin; penurunan hematokrit >20% setelah mendapat terapi cairan; tanda kebocoran plasma seperti efusi pleura, ascites, hipoproteinemia, atau hiponatremia.
Dari keterangan diatas terlihat bahwa perbedaan utama antara DD dengan DBD adalah ditemukannya kebocoran plasma pada DBD.
REFERENSI
Guidelines for Treatment of Dengur Fever/ Dengue Haemorrhagic Fever in Small Hospitals. 1999, hal. 2-4.

56

57. Seoang bayi berusia 6 bulan terlihat pucat sejak 2 bulan yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan gizi kurang, anemia, ikterik ringan, sistolik, murmur, hepatosplenomegali, limfadenopati (-), riwayat keluarga yang mengalami sakit serupa tidak ada, Hb 5 g/Dl, leukosit 6400, Ht 15,4, trombosit 235.000, dan hitung jenis leukosit normal. Diagnosisnya adalah...
a. Anemia defisiensi besi
b. Anemia sideroblastik
c. Anemia karena penyakit kronis
d. LLA
e. Talasemia mayor

Jawaban : E
Tanda fisik dan hasil pemeriksaan laboratorium yang ditemukan pada pasien ini ialah tanda dari talasemia.
Talasemia merupakan kelainan pada sintesis Hb yang diturunkan, yaitu pada produksi rantai globin, sebagai akibat dari gangguan proddukssi rantai globin tersebut, deposisi Hb ke dalam sel darah merah menjadi lebih sedikit, meyebabkan apa yang disebut sebagai hipokromasi dan ukuran eritrosit yang leebih kevil (mikrositik).
Pada talasemia beta mayor, dapat dijumpai 4 stigmata:
• Anemia berat, dengan kadar Hb 3-7 g/dl
• Hepatosplenomegali masif\kemunduran tumbuh kembang
• Demormitas tulang (tulang wajah yang menonjol, mloklusi gigi)
Pada pemeriksaan fisik bisa ditemukan bising sistolik karena anemia yang berat (bising sistolik biasanya timbul pada HB

57

58. Seorang anak pria berusia 8 tahun digigit oleh seekor lebah. Dalam lima menit lesi yang membengkak, berukuran 2cm, dan berwarna merah di tempat gigitan tersebut. Diantara jawaban berikut, temuan manakah yang dominan pada lesi gigitan tersebut?
a. Reaksi terhadap korpus alienum
b. Perdarahan
c. Infiltrasi limfositik
d. Migrasi neutrofilik
e. vasodilatasi

Jawaban : E
Respon vaskular pada tempat jejas merupakan sesuatu yang mendasar untuk reaksi radang akut. Tanpa pasokan darah yang memadai, jaringan tidak dapat memberikan reaksi radang. Perubahan vaskular dapat dibedakan menjadi perubahan aliran darah dan perubahan permeabilitas vaskular segera setelah jejas terjadi dilatasi arteriol lokal yang mungkin didahului oleh vasokonstriksi singkat.

Referensi
Buku Ajar Patologi 1995, hal. 29

58

59. Seorang wanita setengah tua menirukan gerakan yang dilakukan laki-laki yang mengejutkannya. Gejala yang ditunjukan wanita ini disebut ....
a. akoprolalia
b. ekholalia
c. ekhopraxia
d.ekhomimia
e.palilalia

Jawaban : C

Tic motorik dan vokal terbagi menjadi tipe sederhana dan kompleks
Tic motorik sederhana berupa kontraksi yang cepat dan berulang-ulang dari kelompok otot yang memiliki fungsi sama , misalnya gerakan mengkejap-kejapkan mata , angkat-angkat bahu dan menyeringai berulang-ulang.
Tic vokal sederhana , misalnya batuk-batuk, bunyi mendengkur , dan menghirup-hirup .
Tic motorik kompleks berupa gerakan yang lebih kompleks , seperti gerakan yang bertujuan dan bersifat ritualistik. Misalnya berdandan , menciumi suatu benda , melompat , menyentuh berulang-ulang , ekhopraxia ( tindakan meniru benda/orang yang sedang diamati ) kopropraxia ( menunjukan gerakan-gerakan cabul ).
Tic vokal kompleks , misalnya berupa mengulang-ulang kata-kata diluar konteks , koprolalia (penggunaan kata-kata kotor ), palilalia ( tindakan mengulang-ulang kata-kata orang lain ), ekholalia ( tindakan mengulang-ulang kata terakhir yang baru saja didengar ).

Referensi
Kaplan & sadock’s synopsis of psychiatry, 10th ed, hal. 1236

59

60. Seorang anak laki-laki berusia 4,5 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan berupa pendarahan yang sulit berhenti pada bekas suntikan imunisasi hepatitis B. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum baik, pendarahan merembes di paha kiri bekas suntikan , pendarahan ditempat lain tidak ada , anemia (-) ,ikterik (-), hepatomegali (-), splenomegali (-), dan limfadenopati (-) . hasil pemeriksaan laboratorium darah menunjukan Hb 11 , leukosit 8500, trombosit 170.000, waktu protombin meningkat , dan PTT meningkat. Diagnosis yang tepat adalah ?
a. ITP
b. hemofili A
c. hemofili B
d. defisiensi vitamin K
e. DIC

Jawaban : B dan C
Hemofilia

Pada pasien yang diduga hemofilia, harus dilakukan pemeriksaan hitung trombosit, waktu pendarahan ( bleeding time,BT ), PT (prothrombine time), dan PTT ( partial thromboplastin time ). Tipikal pada hemofilia yaitu PTT memanjang dengan hasil tes yang lain dalam batas normal . untuk membedakan hemofilia A atau B , harus dilakukan pemeriksaan faktor pembekuan VIII ( hemofilia A) atau faktor pembekuan IX (hemofilia B)
Defisiensi vitamin K

Pada defisiensi vitamin K, terjadi penuruna kadar protein kompleks protrombin ( faktor II, VII , IX ,X protein C san S )
Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan Pt yang memanjang dan PTT normal .
Referensi
Harrison’s principles of Internal Medicine , 2001, hal. 751-752.

61. Jawaban : C
Pendarahan merupakan gejala dan tanda klinis khas yang sering dijumpai pada kasus hemofilia . pendarahan dapat timbul spontan atau dapat timbul spontan atau akibat trauma ringan sampai sedang . Manifestasi klinis tersebut tergantung pada beratnya hemofilia ( aktivitas faktor pembekuan ) . Tanda pendarahan yang sering dijumpai berupa hematrosis , hematoma subkutan/ intramuskular, pendarahan mukosa mulut , pendarahan intrakranial, epistaksis dan hematuria
Referensi
Buku Ajar Ilmu penyakit dalam , 2006, hal 769

60

61. Manakah dari pernyataan dibawah ini yang paling mungkin mendasari anemia pada kasus di atas ?
a. gangguan produksi
b. destruksi
c. pendarahan kronis
d..pendarahan akut
e. kongenital

Jawaban : C

Pendarahan merupakan gejala dan tanda klinis khas yang sering dijumpai pada kasus hemofilia . pendarahan dapat timbul spontan atau dapat timbul spontan atau akibat trauma ringan sampai sedang . Manifestasi klinis tersebut tergantung pada beratnya hemofilia ( aktivitas faktor pembekuan ) . Tanda pendarahan yang sering dijumpai berupa hematrosis , hematoma subkutan/ intramuskular, pendarahan mukosa mulut , pendarahan intrakranial, epistaksis dan hematuria.

Referensi
Buku Ajar Ilmu penyakit dalam , 2006, hal 769.

61

62. Seorang pria berusia 36 tahun mengeluh merasa was-was dan khawatir yang sangat mengganggu ia takut akan terulang kejadian tadi pagi, di mana ia secara tiba-tiba merasa takut yang amat sangat saat mengendarai mobil dalam suasana kemacetan lalu lintas yang ramai. Saaat itu dia merasa tercekik, napasnya menjadi cepat dan tersenggal-senggal, dadanya berdebar kencang , pusing berat mendadak , bahkan ketakutan akan meninggal di tempat itu. Hal ini pernah terjadi sebulan yang lalu . Kemungkinan mengidap penyakit apakah pria ini ?
a. gangguan cemas menyeluruh
b. fobia sosial
c. agorafobia
d. gangguan panik
e. gangguan somato form

Jawaban : D
Gangguan panik

Gangguan ini merupakan gangguan yang ditandai dengan terjadinya serangan panik yang spontan dan tidak diperkirakan . serangan sering dimulai dengan periode gejala yang meningkat dengan cepat selama 10 menit . Pasien biasanya tidak mampu menyebutkan sumber ketakutannya . Pasien sering kali meninggalkan situasi di mana ia berada untuk meminta bantuan . Serangan biasanya berlangsung selama 20-30 menit dan jarang lebih lama dari 1 jam . Gejala mungkin menghilang dengan cepat dan bertahap . Diantara serangan , ia mungkin memiliki kecemasan yang lebih dahulu terhadap serangan yang lain . Biasanya disertai dengan gejala somatik tertententu , misalnya palpitasi, berkeringat , gemetas , sesak napas, perasaan tercekik ,nyeri dada, mual , pusing , kehilangan kendali , dan rasa takut mati

Referensi
Kapita Selekta kedokteran , jilid 1, edisi 3, hal.206

62

63. Seorang pria berusia 35 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas 5 jam yang lalu, sekarang kesadarannya menurun. GCS: E : dengan nyeri, M: menekuk , V: mengerang. Refleks patologis (+). Pemeriksaan apa yang diperlukan ?
a. Laboratotium darah rutin
b. Rontgen torakolumbal
c. CT scan
d. MRI
e. Mielografi

Jawaban : C
Pada kasus-kasus dimana diduga terjadi pendarahan intrakranial , maka perlu dilakukan pemeriksaan penunjang berupa scan kepala , biasanya tanpa kontras sudah mencukupi . Pada kasus ini penurunan kesadaran bisa terjadi yg disebabkan oleh perndarahan intra kranial .

Referensi
Current Essentials of Emergency Medicine , 2005, hal . 261.

63

64. Dibawah ini yang termasuk teknik untuk memeriksa adalah darah yg bercampur dengan cairan serebrospinal pada fraktur basis cranii adalah ....
a. Brill hematoma
b. Battle’s sign
c. Raccoon eyes
d. Meningeal sign
e. halo sign

Jawaban : E
Berdasarkan lokasinya , fraktur basis cranii dibedakan menjadi 3, yaitu fraktur fosa anterior, fosa media , dan fosa pasterior , dengan tanda-tanda sebagai berikut :
a.Fraktur basis cranii fosa anterior
- ekimosis periorbita ,bisa bilateral disebut “ brill hematoma” atau “raccoon eyes”
- anoismia, jika cedera melibatkan n. Olfaktorius yang menembus lempeng kribiformis
- rhinoria , jika bercampur dengan darah , maka sulit dibedakan dengan epistaksis
Beberapa cara mudah untuk membuktikan adanya rhinorea:
- Darah tersebut tidak akan membeku karena bercampur dengan LCS
- Tanda “double ring “ atau “ halo sign “, yaitu jika setetes cairan ini ditempatkan diatas kertas tisue atau koran , maka darah akan terkumpul di tengah , dan disekitarnya masih berbentuk rembesan cairan (LCS) yg membentuk cincin kedua yang mengelilingi lingkaran pertama
b. Fraktur basis cranii fosa media :
- ekimosis pada mastoid (battle’s sign )
- otera, pembuktiannya sama dengan rhinorea
- hemotimparium
- kelumpuhan n. VII dan n. VIII
- karotid-kavernous fistula (CCF) yang ditandai dengan kimosis, nyeri kepala , adanya bruit , eksoftalmus, yang berdenyut mengikuti irama jantung , gangguan visus , dan gangguan gerak bola mata
c. Fraktur Basis cranii fosa posterior :
- adanya fraktur pada daerah ini harus diwaspadai terhadap kemungkinan timbulnya hematoma . Sering tidak disertai dengan gejala dan tanda yang jelas , tetapi dapat segera menimbulkan kematian karena penekanan batang otak
- fraktur ini kadang-kadang juga menimbulkan memar pada daerah mastoid (battle sign )

Referensi
Pengantar Dasar Bedah Klinis,2007, hal.8-9.

64

65. Seorang pemuda berusia 25 tahun terjatuh dari sepeda motor , tanpa helm, pingsan 3 menit, pusing , mual-mual, setlah sadar bisa jalan pulang , dan terdapat hematoma di daerah pelipis kiri . Beberapa jam berada di rumah , ia kemudian mengalami nyeri kepala hebat , muntah-muntah , hemiparese kanan , pupil kiri midriasis , dan kesadaran sopor. Tindakan yang dilakukan segera adalah ....
a. foto rontgen kepala AP/lateral
b. konsul bedah saraf segera
c. pemberian agen hemostatik
d. jawaban a dan b benar
e. jawaban a, b, dan c benar

Jawaban : D
Dari gejala-gejala yang ditemui seperti lusid interval ( terdapat waktu sadar diantara terjadinya trauma dengan terjadinya koma ) , tanda-tanda stroke hemoragik : nyeri kepala hebat , muntah , kesadaran menurun cepat, maka pasien mengalami pendarahan epidural ( terjadi robekan pada a. Meningea media . Suatu hematoma epidural adalah suatu emergensi yang segera harus ditangani Oleh karena itu, perlu segera dilakukan rongent kepala dan konsul bedah saraf untuk melakukan oprasi cito .

Referensi
Dasar-dasar Ilmu Penyakit Saraf., hal. 311

65

66. Seorang pria berusia 43 tahun mengeluh mudah lupa. Setiap selesai mengerjakan sesuatu ia selalu lupa apakah sudah melakukannya atau belum, sehingga ia mengulang dan mengulang lagi apa yang dilakukannya tadi untuk meyakinkannya. Perbuatan berulang yang dilakukannya seperti mengunci pintu rumah saat hendak pergi atau memastikan susunan sepatu dirak. Ia mengeluh lelah mengulang- ulang perbuatannya tersebut, tetapi jika tidak diulang-ulang. Maka ia merasa sangat terbebani dan cemas. Laki-laki ini mengalami
A. Demensia
B. Delirium
C. gangguan amnesia
D. gangguan obsesi kompusi
E. gangguan cemas

JAWABAN: D
PEMBAHASAN:
• obsesi merupakan suatu ide yang mendesak kedalam pikiran
• kompulsi yaitu dorongan atau implus yang tidak dapat ditahan untuk melakukan sesuatu. Pada obsesi kompulsi, individu menghilangkan kecemasannya dengan perbuatan atau buah pikiran yang berulang ulang. Penderita mengetahui bahwa perbuatan dan pikirannya itu tidak masuk akal, tidak pada tempatnya, atau tidak sesuai dengan keadaan, tetapi ia tidak dapat menghilangkannya dan ia juga tidak dapat mengerti mengapa ia mempunyai dorongan begitu kuat untuk berbuat dan berpikir demikian. Bila ia tidak menurutinya, maka akan timbul kecemasan yang hebat.
REFERENSI
W.F MARAMIS, catatan ilmu kedokteran jiwa, airlangga university press, 2004, hal. 268

66

67. seorang pria berusia 20 tahun penglihatan pada kedua matanya menurun sejak 2 hari yang lalu. Dari pemeriksaan fisik diperoleh tekanan darah dalam batas normal, denyut nadi 92kali/menit, frekuensi pernapasan dalam batas normal, suhu badan 37,8 c. Satu minggu sebelumnya kepalanya terus menerus nyeri, sedikit demam, paralisis pada n.VI bilateral, Komplikasi yang paling berbahaya adalah
A. edema serebri
B. hidrosepalus
C. berniasi
D. kebutaan
E. abseserebri

JAWABAN: C
PEMBAHASAN:
Pasien mengalami peningktan tekanan intrakranium (TIK), salah satu penyebabnya adalah massa tumor. Gejala umum peningkatan TIK:
• Nyeri kepa dirasakan seperti berdenyut, dapat pula kepala dirasakan seperti penuh. Nyeri ini dirasakan terutama saat bangun tidur, nyeri bertambah ketika pasien mengejan, bersin, atau batu-batuk
• Muntah, sering kali bersifat proyektil
• Kejang fokal (epilepsi jackson)
• Gangguan mental
• Papiledema virus turun
• Bradikardia, tekanan darah meningkatprogresif
• Lesi yang tidak sesuai daerah yang ditempati tumor seperti: kelumpuhan n. VI, N III, gangguan endokrin, ensefalomasi
• Gangguan kesadaran peningkatan TIK yang progresif akan menimbulkan gangguan kesadaran dan disfungsi batang otak , serta sindrom herniasi seperti berniasi unkus dikolong tentorium, herniasi serebelum di foramen magnum, herniasi sebelum ke atas pinggir bebas dari tentorium serebeli, herniasi gilus singuli dikolong falks serebri
Referensi
Dasar dasar ilmu penyakit saraf, hal.338-341.

67

68. Seorang pria berusia 27 tahun datang ke UGD karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Ia melakukan gerakan menarik anggota badan bila dirangsang. Ia mengeluarkan suara tidak jelas, dan tidak dapat membuka mata meskipun dirangsang. Berapa GCS-nya
A. 8
B. 9
C. 6
D. 7
E. 5

JAWABAN: B
Nama Skor
1. Membuka mata
a. spontan 4
b. atas perintah verbal 3
c. karena rangsangan nyeri 2
d. tidak ada respon 1

2.TANGGAPAN VERBAL
A. Berorientasi 5
B. Percakapan kacau 4
C. Tidak tepat 3
D. Ucapan tidak dimengerti atau mengerang 2
E. Tidak ada tanggapan 1

3.TANGGAPAN MOTORIK
A. Sesuai perintah 6
B. Mengetahui lokasi nyeri 5
C. Menghindar 4
D. Fleksi (dekortikasi) 3
E. Ekstensi (deserebrasi) 2
F. Tidak ada reaksi 1

total 15
Jadi GCS pada pasien ini adalah 1+2+4=7
REFERENSI: neologi klinik pemeriksaan fisik dan mental,hal 9-10.

68

69. Seorang wanita yang berusia 65 tahun kepeleset dikamar mandi dengan posisi menahan tubuhnya dengan tangan kanan. Kemudian ia merasa nyeri dipergelangan tangan kanan. Sendi tangan tampak seperti garpu. Manakah tulang yang mungkin patah ?
A. Metakarpal 1
B. Radius
C. Ulna
D. Humerus
E. Klavikula

JAWABAN: B
PEMBAHASAN
Pasien ini mengalami praktur colles dengan gambaran deformitas garpu (dinner-frok) dengan penonjolan dibelakang pergelangan tangan (wrst) dan defresi didepan. Fraktur colles merupakan fraktur radius distal yang biasa terjadi pada wanita pasca menopause dengan osteoporosis,, sehingga dengan energi yang rendah pun dapat terjadi fraktur.
Secara umum, ada 4 macam fraktur antebrakia distal yang khas:
1. Fraktus colles fraktur metafisis distal radius dengan jarak kurang lebih 2,5cm dari permukaan sendi distal radius. Mekanisme terjadinya fraktur yaitu pasien terjatuh dalam keadaan tangan terbuka dan pronasi, tubuh beserta lengan berputar kedalam (endorotasi), tangan terbuka yang terfiksasi ditanah berputar keluar (eksorotasi/supinasi)
2. Fraktur smith fraktur dislokasi ke arah anterior (volar), karena itu seringdisebut reverse cplles` fracture, tampak penonjolan dorsal fragmen proksimal, fragmen distal disisi volar pergelangan dan deviasi tangan ke radial (garden spade deformity). Biasa terjadi pada orang muda yang jatuh dengan tangan menahan badan, sedangkan posisi tangan dalam keadaan volar fleksi pada pergelangan tangan dan pronasi. Garis patahan biasanya transversal, kadang-kadang intra-artikular
3. Fraktur galleazi fraktur radius distal disertai dislokasi sendi radius ulna distal. Saat pasien jatuh dengan tangan terbuka yang menahan badan, terjadi pula rotasi lengan bawah dalam posisi pronasi saat menahan berat badan yang memberi gaya supinasi. Tampak tangan bagian bagian distal dalam posisi angulasi ke dorsal, pada pergelangan tangan dapat diraba tonjolan ujung distal ulna.
4. Fraktur montegia fraktur 1/3 proksimal ulna beserta dislokasi sendi radius ulna proksimal. Terjadi karena trauma langsung.

Referensi
Apley`s system of orthopaedics and fractures ,8th ed., hal 611-620.

69

70. Seorang ibu membawa anak prempuannya,Ani ,yang berusia 3 tahun ketempat praktek dr. Andi. Ani mengalami demam selama 5 hari dan terjadi percakapan sebagai berikut .
Dr.Andi : Oo...anak ibu sudah panas 5 hari,Waduh bisa-bisa DHF ini. Kok tidak segera dibawa kesini waktu awal-awal panas kemarin?
Ibu : Anak saya kenapa dok?DHF itu apa,Dokter ? saya tidak paham.
Apa penyebab tidak efektifnya komunikasi dokter dengan pasien pada ilustrasi diatas ?
A. Dokter tidak dapat menjadi pendengar yang baik
B. Pasien memiliki pengetahuan yang terbatas
C. Dokter gagal melakukan proses encoding informasi
D. Pasien terlalu banyak memberikan pertanyaan
E. Dokter tidak memahami latar belakang budaya pasien

JAWABAN : C
Pada wawancara tersebut,dokter gagal menterjemahkan istilah medis menjadi idtilah awamyang dapat dipahami oleh pasiennya.

70

71. Seorang wanita berusia 23 tahun datang dengan keluhan utama terjadinya penurunan kesadaran. Pada awalnya ia masih bisa dibangunkan dengan panggilan, tetapi seminggu kemudian tidak bisa. Sebelumnya ia mendapatkan TBC selama 6 bulan,tetapi pada bulan kedua berhenti karena sudah merasa enak. Pada pemeriksaan fisik di dapatkan kaku kuduk dan kaki kiri lemah dari pada kaki kanan. Tes Babinski (+) untuk kaki kiri.Diagnosisnya adalah..

A.meningitis TB
B.meningitis bakterial
C.Stroke emboli
D.Stroke perdarahan
E.Parkinson

JAWABAN : A
PEMBAHASAN :
Patosiologi meningitis TB
Terjadinya meningitis TB bukan karena peradangan langsung pada selaput otak oleh penyebaran hematagon,tetapi melalui pembentukan tuberkel – tuberkel kecil (beberapa mm sampai 1 cm),berwarna putih tuberkel kemudian melunak, pecah dan masuk ke dalam ruang subarakhnoid dan vertikulus terjadi peradangan difus.

Tanda – Tanda meningitis Tb
A. Kaku kuduk (Dapat sampai opistotonus)
B. Pada bayi tampak ubun-ubun yang cembung
C. Keming dan brudzinksi positif
D. Dapat timbul hemiparase,monoparase,afasia motorik/sensorik dan bangkitan epilepsi
E. Pada funduskopi dapat memperlihatkan tuberkel-tuberkel pada fundus.
Stadium meningitis TB
A. Stadium I : meningitis TB tanpa defisit neurologis.
B. Stadium II : meningitis TB dengan defisit neurologis tanpa penurunan kesadaran
C. Stadium III : meningitis TB dengan defisit neurologis dan penurunan kesadaran
REFERENSI :
A. 1.Dasar- dasar Ilmu Penyakit saraf,hal.280.
B. 2.Buku Ajar Neurologi Klinis,hal.183

71

72 Seorang wanita berusia 23 tahun datang ke klinik dengan keluhan mulut miring ke kanan dan mata kiri tidak bisa menutup. Hal ini baru terjadi kemaren ketika bangun tidur. Pada pemeriksaan didapatkan nyeri kepala (-), mual dan muntah (-), gangguan pendengran (-), makan dan minum tidak tersedak. Riwayat hipertensi dan diabetes militus (-). Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Status neurologi: lagoftalmus mata kiri (+), plika nasolabialis kiri datar, dan lain-lainnya dalam batas normal. Diagnosis klinisnya adalah ......
A. Neuralgia trigeminal
B. Bells` palsy kiri
C. Stoke sistem karotis
D. Stroke sistem vertebrobasiler
E. Tumor CPA (cerebello-pantine angle)

JAWABAN: B
PEMBAHASAN :
Bells’ palsy kelumpuhan n.fasialis yang disebabkan vasospasmus di daerah kanalis fasialis,di permudah bila terdapat angin dingin yang meniup. Vasospasmus ini menyebabkan edema dalam kanalis fasialis. Ada ahli berpendapat, Bell’s palsy di timbulkan oleh suatu virus sehingga penyakit dapat ditemukan secara berkelompok seperti suatu wabah. Di antara tanda dan gejalanya yaitu pada sisi yang sakit ditemukan lipat dahi yang lenyap; celah kelopak mata yang lebar (lagoftalmus) ; hidung dan mulut tertarik ke sisi yang sehat; sulkius nasolabialis lebih datar; ujung bibir di sisi yang sakit lebih rendah; dan bila penderita berusaha menutup mata, maka karena celah mata tetap terbuka akan tampak bola mata penderita bergerak ke atas (Bell’s phenomenan).
REFERENSI :
Dasar-Dasar ilmu penyakit saraf,hal. 119-122.

72

73. Agar limbah pabrik tidak mencemari sungai,bagaimana cara pengolahanya?
a. Dengan pengenceran
b. Seepage pit
c. Cesspool
d. Septic tank
e. Incineration

Jawaban : A
Pengelolah air limbah secara sederhana meliputi:
• Pengenceran (dilution): air limbah di encerkan dahaulu sampai mencapai konsentrasi yang cukup rendah,kemudian baru dibuang ke badan-badan air(selokan,sungai,dan danau).cara ini adalah cara yang paling mudah mudah di bandingkan dengan cara lain,meskipun mempunyai kekurangan karena membutuhkan banyak air untuk mengencerkan.
• Kolam oksidasi: pemanfaatan sinar matahari,ganggang(alga),bakteri,dan oksigen dalam pembersihan alamiah.air limbah dimasukan kedalam kolam yang mengandung alga dan bakteri,dengan bantuan sinar matahari dan O2 sehingga terjadi proses dekomposisi dari limbah.
• Irigasi: air limbah dialirkan dalam parit-parit terbuka yang di gali, dan air akan masuk merembas kedalam tanah melalui dasar dan dinding parit

73

74. Sampah juga dapat mempengaruhi mutu air tanah untuk menghidari kontaminasi sampah pada air tanah,bagaimana cara pengolaanya ?
a. Seepage pit
b. Cesspool
c. Septic tank
d. Composting
e. Dibuang kelaut

Jawabanya: D
Bebarapa cara pengolahan sampah dapat membantu mencegah permasalahan yang di diakibatkan oleh sampah(mempengaruhi mutu air tanah).setelah dikumpulkan dan diangkut ke tempat pembuangan akhir(TPA),maka sampah dimusnahkan dan atau diolah dengan cara:
• Ditanam(landfill)membuat lubang ditanah,kemudian sampah di masukan dan di timbun.cara ini bisa dipakai untuk sampah organik,tetapi masih bisa mempengaruhi mutu air tanah
• Dibakar(inceneration)pemusnaaan dengan membakar sampah dalam tungku pembakaran(incenerator)
• Compositing pengolahan sampah menjadi pupuk organik,khususnya sampah organik.sampah di susun pada suatu tempat(wadah)dan di beri bahan tambahan lain untuk membantu pembusukan.hasilanya berupa pupuk kompas yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman petani.jenis pengolahan ini tidak mencari tanah maupun air tanah.
• Refrensi
Notoatmojo S,1997,Iimu Kesehatan Masyarakat,Penerbit Rineka Cipta,Jakarta,hal.196.

74

75. Indikator apa yang dipakai untuk menilai bahwa terdapat pencernaan air lingkungan?
a. Meningkatkan radioaktif air
b. Tidak adanya endapan atau koloid
c. pH di antara 7,2 dan 7,5
d. warna yang jenuh
e. suhu sekitar 25-370C

Jawabanya:A
Air minum yang sehat dapat agar dapat diminum dan tidak menimbulkan penyakit har- memenuhi syarat sebagai berikut:
• sayrat fisik: bening (tidak berwarna ),tidak berasa,suhu di bawah suhu udara luarnya.
• Syarat bakteriologos: bebas dari kuman patogen (E.coli ),maksimal:4 bakteri koliform/100mL air.
• Syarat kimia: air mengandung zat kimia tertentu dalam jumlah tertentu (Fe,tembaga,arsen,dan flour ) tetapi jika terdapat zat yang mempunyai sifat radioaktif,maka air sudah tercemar.
• REFRENSI:
Notoatmojo S,1997,Ilmu Kesehatan Masyarakat,Penerbit Rineka Cipta,Jakarta,hal.153.

75

76. Pencemaran air dapat menimbulkan berbagai macam penyakiit. Apa contoh penyakit tidak menular yang dapat di sebabkan oleh pencemaran air?
a. Hepatitis A
b. Kolera
c. Tifus abdominalis
d. Skabies
e. Keracunan pestisida

Jawabanya: E
Penyakit menular adalah penyakit yang di sebabkan bibit penyakit tertentu,atau oleh produk toksin yang diadapkan melalui penularan bibit penyakit,atau toksin yang di pruduksi oleh bibit penyakit tertentu dari orang yang terinfeksi dari binatang atau dari reservoir kepada orang yang rentan.penuluran ini dapat terjadi baik secara langsung melalui tumbuhan atau binatang pejamu,melalui vektor atau melalui lingkungan.
Refrensi
1) Manual Pembrantasan Penyakit Menular,2000,edisi 17,hal 32
2) http://nyomankandun.tripod.com/sitebuildercontent/sitebuiderfiles/manual_p2m.pdf

76

77. Global Warming(pemanasan global )merupakan isu pencemaran yang sedang banyak dibicarakan.Gas Co2 merupakan salah satu zat yang dapat menimbulkan
a. Gas rumah kaca bersifat menyerap sinar infra merah yang dipantulkan oleh bumi sehingga troposfer dan permukaan suhunya naik
b. Gas rumah kaca bersifat memantulkan sinar infra merah yang di pantulkan oleh bumi sehingga trosposfer dan permukaan suhunya naik
c. Troposfer menyerap sinar infra merah dari matahari untuk kemudian dipantukan rumah kaca sehingga suhu naik
d. Terdapat penurunan kadar ozon di lapisan troposfer akibat gas rumah kaca
e. Meningkatkan jumlah kebakaran sehingga suhu bumi meningkat

Jawaban : B
Efekrumah kaca terutama disebabkan dari fungsi konsentrasi uap air dan karbon dioksida serta zat lain di atmosfer yang menyerap kembali radiasi yang pancarkan dari permukan bumi.perubahan konsentrasi gas gas tersebut dapat menyebabkan perubahan konsentrasi gas gas tersebut dapat menyebabkan perubahan transfer energi antara atmosfer,ruang angkasa,tanah,dan laut. Perubahan trasfer energi ini menyebabkan peningkatan subu bumi. Refrensi : 1) U.S Environmental Protection Agency,Office of Atmospheric program,inventory of U.S.Greenhouse gas Emmisions and sinks,1990-2000 2)http://www.epa.gov/climatcehange/emissions/download/ghg_gwp.pdf

77

78. Salah satu data yang dikumpukan dalam survei kesehatan masyaraka/study epidemiologi adalah data mengenai usia.Aps kepentingan data usia ini?
a. Terkait dengan kebiasan hidup
b. Terkait dengan status sosial ekonomi
c. Terkait dengan tingkat pendidikan
d. Terkait dengan tingkat pendapatan
e. Terkait dengan stressor fisik

Jawaban : A

Usia adalah variasi yang selalu diperhatikan di dalam studi epidermiologi.usia mempunyai kaitan pola kesakitan dan kematian..golongan usia mempunyai faktor risiko yang berbeda.salah satunya prilaku atau kebiaasan hidup,misalnya merokok adalah satu kebiaasan orang dewasa,jarang sekali didapatkan pada balita maupun anak.

Refrensi : Notoatmojo S,1997.Ilmu Kesehatan Masyarakat,Penerbit Rineka Cipta,Jakarta.hal 14.

78

79. Apa kepentingan data mengenai mata pencharian ?

a. Menggambarkan faktor resiko lingkungan kerja
b. Menggambarkan tingkat pendidkan
c. Menggambarkan tingkat kesadaran penduduk terhadap kesehatan
d. Menggambarkan tingkatan pengetahuan penduduk terhadap kesehatan
e. Menggambarkan metode intervensi program kesehatan

Jawaban : A
Mata pencarian (pekerjaan ) berperan dalam timbulnya penyakit (faktor risiko ) berupa
• Adanya faktor resiko lingkungan kerja yang langsung menimbulkan kesakitan: bahan kimia,gas beracun,radiasi,dan benda fisik yang menimbulkan kecelakan.
• Situasi kerja yang penuh stres psikologis: faktor resiko untuk hipetensi dan ulkus gaster
• Ada tidaknya gerak badan dalam pekerjaan
• Berkerumun dalam ruangan yang sempit memudahkan penularan penyakit menularr.

Refrensi: Notoatmojo S,1997,Ilmu Kesehatan Masyarakat,Penerbit Renika Cipta,hal,17.

79

80. Dibawah ini merupakan salah satu tugas puskesmas pada program kesehatan lingkungan kecuali...
a. Memeriksa industri rumah tangga
b. Memeriksa air bersih
c. Memeriksa ibu hamil
d. Memeriksa jamban
e. Memeriksa jamban

Jawaban: C.
tiga fungsi utama puskesmas, yaitu:
1) Sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan
2) Pusat pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan
3) Pusat pelayanan kesehatan dasar (promosi kesehatan, ibu, anak, KB; perbaikan gizi; kesehatan lingkungan; pemberantasan penyakit menular; pengobatan dasar.
Ruang program kesehatan lingkungan meliputi perumahan yang sehat, pembuangan feses manusia (jamban), penyediaan air bersih, pembuangan dan pengolahan sampah dan limbah rumah tangga maupun home industry di wilayah kerja puskesmas. Pemeriksaan ibu hamil termasuk dalam pelayanan kesehatan dasar kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana.
Refrensi
1) Departemen Kesehatan RI, Kesehatan Nasional Tahun 2004, Jakarta
2) http//:www.dinkes.bantulkab.go.id/dl_dok.php?node=54;
3) Notoatmojo S, 1997, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Penerbit Rineka cipta, Jakarta, hal. 147.

80

81. penelitian epidemiologi yang digunakan untuk mencari faktor penyebab serta hubungan sebab-akibat terjadinya suatu penyakit atau gangguan kesehatan disebut...
a. Deskriptif
b. Penelitian analitik
c. Penelitian eksperimental
d. Penelitian resmi
e. Penelitian semu

Jawaban: B.
Penelitian (studi) epidemiologi yang digunakan dalam mencari faktor penyebab serta hubungan sebab-akibat terjadinya suatu penyakit atau gangguan kesehatan adalah penelitian analitik dapat
Metode analitik digunakan untuk menguji data serta informasi yang diperoleh dari studi deskriptif. Metode analitik dapat pula diartikan sebagai suatu metode yang menjelaskan mengapa suatu masalah dapat terjadi, atau mencari hubungan sebab-akibat.
Metode deskriptif mempelajari bagaimana frekuensi penyakit berubah menurut perubahan variabel epidemiologi yang terdiri dari orang, tempat, dan waktu.
Referensi
Notoatmojo S, 1997, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, hal. 14, 23.

81

82. salah satu usaha pencegahan tingkat kedua yaitu...
a. Health promotion
b. Specific protection
c. Disinfeksi
d. Program penyaringan
e. Mengurangi sumber

Jawaban: D.
Tindakan pencegahan sekunder meliputi:
a) Early case detection finding
b) General check-up rutin
c) Selective survey
d) Keteraturan pengobatan untuk penyakit kronis
e) Terapi adekuat untuk kasus awal.
Pencegahan sekunder mendeteksi penyakit secara awal saat penyakit tersebut masih asimtomatik, dan saat terapi awal dapat mencegah progresivitas penyakit. Skrining untuk identifikasi penyakit atau adanya faktor risiko suatu penyakit juga termasuk dalam pencegahan sekunder. Skrining menyaring orang yang tampak sehat yang mempunyai penyakit atau faktor risiko untuk suatu penyakit dengan orang yang tidak menderita penyakit atau faktor risiko.
Refrensi
1) Slamet Riyadi AL, 1984, Sistem Kesehatan Nasional: tinjauan dari perkembangan IKM, Bina Indra Karya, Surabaya.
2) Fletcher RH, 1996, Clinical Epidemiology-The Essential, hal. 167.

82

83. dibawah ini merupakan tujuan surveilans epidemiologi kecuali...
a. Tersedianya data-data serta hasil kajian epidemiologi
b. Mengetahui perubahan epidemiologi pada penyakit-penyakit menular
c. Identifikasi populasi yang beresiko tinggi mengalami penyakit menular
d. Mencegah terjadinya KLB penyakit menular
e. Memprediksi terjadinya penyakit tidak menular

Jawaban: E
Surveilans epidemiologi adalah pengumpulan data epidemiologi yang akan digunakan sebagai dasar dari kegiatan-kegiatan dalam bidang penanggulangan penyakit, yaitu perencanaan program pemberantasan penyakit, evaluasi program pemberantasan untuk melihat angka keberhasilan program, dan penanggulangan kejadian luar biasa (KLB) yang harus peka terhadap perubahan pola penyakit di suatu daerah tertentu. Setiap kecenderungan peningkatan insidensi dapat secepatnya diperkirakan dan setiap KLB dapat secepatnya diketahui.
Dalam kamus epidemiologi, disebutkan pula bahwa maksud surveilans adalah untuk mendeteksi perubahan tren atau distribusi penyakit dalam rangka memulai penyelidikan atau melakukan tindakan pengendalian, kadangkala objek ini digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi tindakan pengendalian penyakit dan penyediaan data untuk perencanaan pelayanan kesehatan.
Referensi
Syahrul F, 2000, Pengertian surveilans dan Aplikasinya dalam Surveilans Epidemiologi, hal.3

83

84. di bawah ini adalah termasuk penyakit-penyakit yang diamati untuk sistem kewaspadaan dini KLB, kecuali...
a. Diare
b. DBD
c. Difteri
d. Varisela
e. Acute flaccid paralysis (AFP)

Jawaban: D
Diare, campak, demam berdarah dengue, dan malaria merupakan jenis penyakit yang sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) di Indonesia. Demikian beberapa penyakit seperti KLB difteri, leptospirosis, kolera, maupun polio.
Referensi:
1) Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 116/Menkes/SK/VIII/2003, tentang pedoman penyelenggaraan Sistem Surveilans Epidemiologi Kesehatan
2) http://125.160.76.194/bidang/nakes/weblama/Documents/Peraturan/Cetak%20Buku/Kepmenkes/KMK%20Surv.Epid.Kes%201116.2003.doc

84

85. seorang pria berua 22 tahun dibawa ke ICU dalam keadaan tidak sadar setelah minum baygon sebanyak 2 gelas. Pada autoanamnesis didapatkan mood-afek sedih, ia merasa hidupnya tidak berguna, dan merasa tidak yakin akan masa depannya. Ia mengatakan merasa jengkel tidak bisa mengatur hidupnya sendiri karena ada yang mengendalikannya, bahkan setiap langkah atau apa yang dipikirkannya ada yang mengatur. Ia tidak bisa menjelaskan siapa yang mengatur tersebut. Manakah diagnosis yang paling mungkin?
a. Tentamen suicide
b. Episode depresi berat tanpa gangguan psikotik
c. Episode depresi berat dengan gangguan psikotik
d. Skizofrenia
e. Gangguan waham menetap

Jawaban: C
Episode Defresif
Gejala utama:
• Afek defresif
• Kehilangan minat dan kegembiraan
• Mudah lelah dan menurunnya aktifitas
Gejala lainnya:
• Konsentrasi dan perhatian berkurang
• Harga diri dan kepercayaan diri berkurang
• Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna
• Pandangan tentang masa deppan yang suram dan pesimistis
• Gagasan atau perbuatan yang membahayakan diri atau bunuh diri
• Tidur terganggu
• Nafsu makan berkurang
Episode Defresif Berat dengan Gejala Psikotik
• Terdapat 3 gejala utama
• Ditambah sekurang-kurangnya 4 gejala lainnya
• Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu
• Sangat tidak mungkin pasien meneruskan kegiatan sosial, pekerjaan, atau urusan rumah tangga , kecuali pada taraf yang sangat terbatas
• Disertai waham, halusinasi, atau stupor depresif
Pasien tersebut mengalami gejala depresi berat, yang disertai dengan gejala psikotik, yaitu adanya waham yang dikendalikan.
Referensi:
Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa-Rujukan Ringkas, PPDGJ III, hal. 64-65

85

86. seorang pasien wanita dewasa mempunyai berat badan 40 kg dengan tinggi badan 160 cm. Maka status gizinya adalah...
a. Gizi cukup
b. Gizi kurang
c. Gizi buruk
d. Gizi lebih
e. Obesitas

Jawaban: B
Untuk menilai status gizi, maka dapat dihitung indeks masa tubuh (kg)
Wanita dengan tinggi badan 160 cm dan berat badan 40kg, akan mempunyai ITM = 15,625 kg/m2
Klasifikasi IMT menurut WHO
• Kurang; IMT ,18,5
• Normal; IMT = 18,5-22,9
• Lebih; IMT >23, dibedakan menjadi:
1. Dengan resiko : IMT =23-24,9
2. Obesitas I : IMT = 25-29,9
3. Obesitas II : IMT >30
Dari klasifikasi tersebut, wanita pada kasus ini mengalami gizi kurang.
Referensi
Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus tipe 2 di Indonesia, 2006, hal. 14

86

87. seorang anak perempuan yang berusia 16 bulan dating ke posyandu dengan neneknya. Berat badannya 8 kg, makan sesuai menu orang dewasa dikeluarganya. Status gizi anak ini adalah…
a. kurang
b. buruk
c. normal
d. lebih
e. gemuk

jawaban : B
Dengan menggunakan kurva ekor Z dari berat badan terhadap usia pada anak perempuan, maka didapatkan bahwa pada anak perempuan berusia 16 bulan dengan berat badan 8 kg, kurvanya berada dibawah kurva-3 SD Under-fives nutritional status adalah salah satu indicator untuk mendeskripsikan status kesejahteraan masyarakat (komunitas). Under-fives nutritional status diperoleh dengan studi antropometri, yaitu dengan melihat berat badan terhadap usia. Ada 5 kategori status gizi dengan menggunakan sistem hal yaitu:
• Gizi lebih (over nutrition) jika skor Z > + 2 SD,
• Gizi normal jika skor Z -2 SD sampai +2 SD,
• Gizi kurang (lack nutrition) jika skor Z – 2 SD sampai -3 SD, dan
• Gizi buruk (severe nutrition) jika skor Z

87

88 seorang wanita berusia 45 tahun mengeluh kalau setahun ini ia menjadi penakut. Ia selalu takut dan khawatir akan terjadi hal-hal yang mengancam kesehatannya. Ia sering sekali khawatir kalau berada di keramaian dirinya akan menjadi panik lalu pingsan mendadak dan tidak ada orang yang menolongnya. Oleh karena itu, ia selalu menghindari keramaian. Begitu takutnya sampai ia memilih sehari-hari tidak keluar rumah kecuali ada keperluan yang amat sangat (house bound). Tampaknya ibu ini menderita….
a. Gangguan cemas menyeluruh
b. Gangguan agoraphobia
c. Gangguan panic
d. Gangguan somatoform
e. Gangguan disosiasi

pada pasien terdapat gejala ketakutan untuk berada di tempat luas dan terbuka. Ia takut meninggalkan rumahnya dengan keadaan yang sudah biasa dikenalnya. Gangguan ini termasuk dalam neurosa agoraphobia.
Refrensi
Kapita selekta kedoktran, jilid 1, edisi 3, hal. 208.

88

89. guna tes tuberkulin adalah…
a. mendiagnosis TB
b. mendeteksi antibodi tubuh terhadap kuman TB
c. follow-up pasien TB
d. mengetahui kepekaan kuman terhadap obat TB
e. menyingkirkan diagnosis banding TB

Jawaban : B
Tes ini banyak dipakai untuk membantu penegakan diagnosis TB pada anak. Tes ini hanya menyatakan apakah seseorang sedang atau pernah mengalami infeksi yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis, mycobacterium bovis, atau BCG. Dasar tes ini adalah reakssi alergi tipe lambat. Infeksi kuman TB akan menyebabkan reaksi imunologi dengan dibentuknya antibody selular, yang diikuti pembentukan antibody humoral (dalam perannya menekan antibody selular).
Bila pembentukan antibodi selular cukup (infeksi oleh kuman yang sangat virulen, atau jumlah kuman yang sangat besar, atau pada keadaan pembentukanya antibodi humoral yang sangat kurang), maka akan mudah terjadi penyakit setelahh penularan
Setelah 48-72 jam disuntikkan tuberkulin, maka akan timbul reaksi indurasi kemerahan yang terdiri dari infiltrat limfosit ( persenyawaan antibodi selular dengan antigen tuberkulin).
Referensi
FK UI, bagian pulmonologi, buku ajar ilmu penyakit dalam, 2006, hal. 1002.

89

90. seorang karyawan perusahaan asbes yang berusia 45 tahun mengalami sesak napas dan batuk- batuk sejak 3 bulan yang lalu. Kemungkinan diagnosis awal pasien ini adalah…
a. asbestosis
b. pneumonia
c. tuberculosis
d. silicosis
e. PPOK

Jawaban : A
bekerja pada perusahaan asbes merupakan factor risiko untuk mengalami penyakit paru interstisial (asbesiosis) yang diakibatkan inhalasi debu asbestos. Inhalasi debu atau scrabut asbestos ini akan menyebabkan respons paru yang berupa fibrosis interstisialis paru. Selain itu, dapat juga terjadi efusi pleura, plak pleura, mesotelioma, kanker paru, dan kanker laring.
Paparan (lama dan intensitas) periode laten (bervariasi bulan sampai tahun) manifestasi klinis.
Manifestasi klinisnya berupa sesak napas saat beraktivitas, batuk nonproduktif, dan jika berlanjut kronis akan muncul ronki basah besal dan jari tabuh. Gambaran radiologis awal berupa gambaran garis-garis opasitas di basis paru, dan dapat meluas ke pleura.
Penegakan diagnosis:
• Riwayat paparan debu asbestos,
• Adanya gambaran radiologis berupa garis-garis opasitas dilapangan bawah paru, perubahan aau kerusakan pleura
• Adanya kelainan faal paru tipe restriktif (uji spirometri).
Referensi
FK UI, bagian pulmonology, buku ajar ilmu penyakit dalam, 2006, hal. 1035.

90

91. Seorang bayi perempuan berusia 6 bulan dengan berat badan 6,5 kg dibawa ke UGD dengan keluhan sesak napas. Tiga hari sebelumnya ia menderita demam tidak tinggi, batuk berdahak, pilek, dan diikuti sesak yang semakin hebat. Tidak ada riwayat sesak napas sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik paru didapatkan hipersnor, ekspirasi memanjang, mengi dan ronki basah memanjang pada foto lateral, infiltrate peribronkial dan patchy infiltrate. Diagnosis yang tepat untuk pasien ini adalah…
a. bronkopneumonia
b. bronkiolitis
c. asma bronkial
d. pertusis
e. pnumotoraks

jawaban : B
Pada anak yang berusia

91

92. seorang anak berusia 6 tahun dating ke praktek dokter dengan keluhan strido inspiratoar. Tindakan yang diperlukan adalah....
a. injeksi kortikostamin
b. pemberian antihistamin
c,. pemberian adrenalin
d. pemberian antibiotic
e. pemberian dekongestan

jawaban : A
keluhan pasien ngorok dan didapatkan stridor inspiratoar merupakan tanda adanya penyempitan saluran napas atas. Penyebab yang utama pada anak adalah viroal croup, corpal, abses retrofaringeal, difteri, dan trauma laring. Yang paling sering adalah viral croup, croup dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Croup ringan ditandai demam, suara serak, batuk yang kasar, dan stridor ketika anak gelisah. Terapi pada croup ringan adalah terapi suporatif
2. Croup yang berat ditandai stridor meskipun saat anak tenang, napas cepat, dan adanya retraksi dinding dada. Terapinya yaitu:
• Steroid, oral atau injeksi (IM), pilihannya adal deksametason (0,6 mg/kg)
• Epinefrin nebulisasi (1:1000)
• Antibiotic, tidak efektif dan tidak seharunya diberikan
Referensi
1. WHO, Hospital care for children-tahun 2005, hal. 92-93
2. Soenarto, dasar diagnosis fisik paru, edisi 1,hal. 11.

92

93. berikut ini, yang tidak termasuk kedalam ruang lingkup psikogeriatri adalah….
a. geriatric
b. rehabilitasi medic
c. psikologi
d. ilmu social
e. gerontology

jawaban : B
• geriatric
cabang ilmu kedokteran yang mempelajari penyakit-penyakit pada orang berusia lanjut.
• Grontologi
Ilmu pengetahuan yang mempelajari proses menjadi tua dan pada semua aspek hidup manusia
Referensi
W.F. maramis, catatan ilmu kedoteran jiwa, airlangga university press, 2004, hal.738

93

94. Seorang anak perempuan berusia 4 tahun mempunyai riwayat asma bronkial. Di UGD anak ini bisa berjalan-jalan dan berbicara. Pada pemeriksaan diketahui denyut nadi 90 kali/menit, frekuensi pernapasan 40 kali/menit, suhu badan 37,2oC. Terdengar mengi (wheezing) pada kedua paru. Diagnosis untuk pasien ini adalah...
a. asma bronkial berat
b. asma bronkial sedang
c. asma bronkial ringan
d. asma episodik
e. asma peristen berat

Jawaban: C
Seorang anak dengan riwayat asma datang dengan keluhan utama sesak akibat serangan asma. Tindakan yang dilakukan adalah menilai derajat serangan sama.
Kesimpulannya, anak tersebut mengalami serangan asma ringan.

Referensi
Badan Penerbit IDAI, SPM Kesehatan Anak, edisi tahun 2004, hal 338.

94

95. Seorang pria berusia 45 tahun datang dengan keluhan sesak napas, demam, dan kadang-kadang batuk. Pada foto toraks PA didapatkan gambaran kavitas di lapangan tengah kanan, berdinding agak tebal, dinding dalam rata, berdiameter 6 cm disertai adanya air-fluid level di dalamnya. Diagnosis radiologis yang mungkin adalah...
a. abses paru
b. karsinoma bronkogenik
c. Koch pulmonum
d. Fungus ball
e. Kista pulmonum

Jawaban: A
Gejala klinis sesak napas, batuk, dan disertai demam ? peradangan di saluran napas + paru yang sering diakibatkan oleh proses infeksi. Gambaran radiologis: kavitas, dengan di dindingagak tebal, dinding dalam rata, dan adanya air fluid level di dalamnya ? diagnosisnya adalah abses paru. Perbedaan dengan kista paru dalah dinding biasanya tipis.
Khas pada abses paru anaerob (infeksi paru primer) yaitu kavitasnya tunggal (soliter); sedangkan abses paru sekunder (aerob, nosokomial, atau hematogen), lesi biasanya multipel.
Referensi
FK UI, Bagian Pulmonologi, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, 2006, hal. 106

95

96. Salah satu faktor penyebab asbestosis adalah...
a. Beban kerja utama
b. Beban kerja tambahan
c. Toksin yang termakan
d. Toksin yang terserap
e. Toksin yang terhirup

Jawaban: E
Bekerja pada perusahaan asbes merupakan faktor risiko untuk mengalami penyakit interstisial (asbesitosis) yang diakibatkan inhalasi debu asbestos. Inhalasi debu atau serabut asbestos ini menyebabkan respons paru yang berupa fibrosis interstisialis paru. Selain itu, dapat terjadi efusi pleura, plak pleural, mesotelioma,kanker paru, dan kanker laring.
Paparan (lama dan intensitas) ? periode laten (bervariasi bulan sampai tahun) ? manifestasi klinis.
Manifestasi klinisnya berupa sesak napas saat beraktivitas, batuk nonproduktif, dan jika berlanjut kronis akan muncul ronki.basah basal dan jari tabuh. Gambaran radiologis awal berupa gambaran garis-garis opasitas di basis paru, dan dapat meluas ke pleura.
Penegakan diagnosis:
• Riwayat paparan debu asbestos
• Adanyagambaran radioogis berupa garis-garis opasitas di lapangan bawah paru, perubahan atau kerusakan pleura,
• Adanya kelainan faal paru tipe restriktif (uji spirometri)
Referensi
FK UI, Bagian Pulmonologi, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, 2006, hal. 1035.

96

97. Seorang bayi tampak sesak, frekuensi pernapasan 40 kali/menit, suhu badan 36,5oC, tampak sianosis di sekitar hidung dan mulut, dan suara napas pada paru kiri berkurang. Pada rontgen toraks tampak bahwa pada rongga toraks kiri terdapat massa (aerasi berkurang), tidak ada ronki. Tidak ada pernapasan cuping hidung. Kemungkinan besar bayi ini mengalami...
a. Sepsis
b. Pneumonia
c. Hernia diafragmatika
d. Kelainan jantung bawaan
e. Asidosis respiratorik

Jawaban: C
Kondisi yang terjadi pada neonatus, dan terdapat gangguan napas sejak lahir memungkinkan terjadinya kelainan kongenital. Kelainan kongenital gangguan napas yang membutuhkan penanganan bedah adalah emfisema lobaris kongenital, dan hernia difragmatika. Hernia yang disebabkan gangguan pembentukan diafragma sehingga terbentuk lubang hernia mempunyai beberapa tipe, yaitu Bochdalek, Morgagni, dan esofageal. Kelainan ini menyebabkan gejala klinis berupa sesak napas, terutama saat tidurdatar, dada tampak menonjol, gerakan napas tidak nyata, perut cekung (skafoid), dan sianosis yang berkurang saat duduk. Gambaran toraks menunjukkan gambaran usus di daerah toraks.
Referensi
FK UI, Kumpulan Kuliah Ilmu Kesehatan Anak, 1981, hal. 223

97

98. Seorang wanita berusia 17 tahun mengalami jatuh dari ketinggian. Ia terlihat tenang, tidur ngorok, nadi cepat, dan akral dingin. Tindakan yang diperlukan adalah...
a. Diberi bantal
b. Dipasang ganjal kepala supaya ekstensi
c. head tilt
d. jaw thrust dan pembersihan mulut
e. memiringkan pasien

Jawaban: D
Pada kondisi seperti ini perlu dilakukan basic life support dengan menilai kesadaran, napas, dan denyut nadi secara simultan (tindakan primary survey). Pasien yang mengalami gangguan kesadaran sering mengalami gangguan obstruksi jalan napas.
Setelah dilakukan penelitian, maka tindakan pada jalan napas adalah menjaga patensi (kelancaran) jalan napas tersebut. Pada pasien dengan suara ngorok (terdapat tanda obstruksi jalan napas parsial), yang dapat disebabkan oleh adanya korpal ataupun lidah yang jatuh menutupi jalan napas. Usaha untuk membebaskan jalan napas tetap harus melindungi vertebra servikal. Tindakan menjaga patensi jalan napas yang paling sederhana adalah triple airway maneuver (head tlit, jaw thrust, open the mounth). Namun pada pasien yang mengalami atau dicurigai menderita cedera servikal berdasarkan riwayat perlukaan, maka harus dipakai alat imobilisasi. Jika tidak ada alat imoblisasi, maka dapat dilakukan tindakan jow thrust (tindakan tanpa manipulasi servikal). Tindakan dilanjutkan dengan membersihkan jalan napas dengan finger sweep (membersihkan korpal).

Referensi
1. Gwinnutt CL, 1998, Clinical Anaethesia, Blackwell Science Ltd, United Kingdom, hal. 187-188.
2. American Collage of Surgeons (terjemahan IKABI), Advanced Trauma Life Support Program untuk Dokter, 2007, edisi 6, hal. 19-21

98

99. Seorang pria berusia 70 tahun dirawat di ICU karena gagal napas akut community-acquired pneumonia (CAP), diabetes militus tipe 2, dan asidosis metabolik. Dasar diagnosis gagal napas adalah...
a. pneumonia, sesak napas, kesadaran menurun
b. foto toraks menunjukkan infiltrat luas
c. pH 7,21; pCO2 50 mmHg

Jawaban: E
Gagal napas adalah ketidakmampuan mempertahankan nilai pH (keasaman), O2, dan CO2 darah arteri, supaya tetap dalam batas normal. Gangguan ini dapat disebabkan oleh gangguan sistem repirasi maupun sistemik. Nilai pH (keasaman), O2, CO2 dapat diperoleh dari periksaan analisis gas darah (AGD). Disebut gagal napas jika dari hasil pemeriksaan AGD didapatkan hasil pO2 (tekanan parsial O2) 50 mmHg.

Referensi
1. FK UI, Panduan Pelayanan Medik, 2005, Jakarta, hal. 103.
2. Alsagaff AM, Saleh, S, 1989, Pengantar Ilmu Penyakit Paru, Airlangga University Press, Surabaya, hal. 117.

99

100. Seorang pria berusia 60 tahun dengan riwayat merokok berat, saat ini masuk rumah sakit dengan keluhan sesak bertambah, batuk berdahak, dan sudah dirasakannya beberapa bulan ini. Kemungkinan diagnosisnya adalah...
a. alkalosis respiratorik
b. asidosis respiratorik
c. asidosis metabolik
d. alkalosis respiratorik
e. mixed

Jawaban: B
Pasien merupakan perokok berat dengan sesak napas yan bertambah, disertai batuk berdahak selama beberapa bulan. Kemungkinan pasien menderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Merokok merupakan salah satu risiko utama PPOK. Pada PPOK akibat rangsangan iritatif, akan terjadi reaksi peradangan yang menimbulkan respons yang progresif yang menimbulkan obstruktsi jalan napas bawah. PPOK biasanya memberikan gejala sesak napas, batuk kronis, (3 bulan berturut-turut dalam 1 tahun, paling sedikit selama 2 tahun), sputum produktif, dan faktor risiko merokok (+). Dari pemeriksaan didapatkan gambaran klinis pernapasan pursued lip, takipnea, dada emfisematosa, suara vesikular, ekspirasi memanjang, dan ronki.
Obstruksi yang ditandai dengan ekspirasi memanjang menyebabkan akumulasi CO2 dalam paru dan darah, kemudian terjadi reaksi CO2 + H2O ? H2CO3 ? H+ (asam) + HCO3-, sehingga terjadi perubahan kesetimbangan asam-basa berupa peningkatan H+ (asam). Kesetimbangan asam-basa diperoleh dari logaritma H+ = 24 x pCO2/HCO3-. Kondisi peningkatan keasaman dalam darah (asidemia) yang disebabkan akumulasi CO2 dalam darah disebut asidosis metabolik.

Referensi
FK UI, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Panduan Pelayanan Medik, Jakarta, hal. 105-107.

100

101.Seorang wanita berusia 37 tahun mengeluh sesak napas dan kemerahan di daerah pipi.Tes Smith Ag (+).Diagnosis keadaan ini adalah....
a. SLE
b. Osteoartritis
c. Reomatoid artritis
d. Artritis gout
e. Sindrom Sjogen

Jawaban : A
Lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus,SLE) merupakan penyakit autoimun yang ditandai oleh produksi antibodi terhadap komponen-komponen inti sel yang menyebabkan manifestasi klinis yang luas.Penyakit ini banyak terjadi pada wanita usia reproduktif.Bedasarkan ACR tahun 1982,kriteria diagnosis SLE dapat ditegakkan jika didapatkan 4 dari 11 gejala,diantaranya:
• Malar rash kemerahan pada pipi yang berbentuk mirip seperti kupu-kupu,,sehingga sering disebut sebagai butterfly rash)
• Ruam diskoid
• Fotosensitivitas
• Ulserasi pada mulut dan faring yang mirip dengan stomatitis,sering menimbulkan keluhan sariawan
• Artritis (pasien sering mengeluh nyeri sendi)
• Serositis (salah satunya adalah pleuritis yang menimbulkan keluhan nyeri dada dan sering disertai sesak napas)
• Kelainan imunologi
• Kelainan ginjal
• Kelainan neurologi
• Sel LE (+), anti –DNA (+),Anti Smith (+)
• Tes ANA (+)
Dari kasus ini,wanita berusia 37 tahun (usia reproduktif),dengan keluhan merah di daerah pipi (malar rash),disertai sesak napas (merupakan salah satu manifestasi serositis) dan tes Smith Ag (+),maka telah memenuhi kriteria 4 dari 11 gejala berdasarkan ACR 1982.Oleh karena itu,diagnosis pada wanita ini adalah SLE.

Referensi
FK UI,Departemen Ilmu Penyakit Dalam,Panduan Pelayanan Medik,2005,Jakarta,hal.127

101

102.Seorang pria berusia 17 tahun mengalami kecelakaan mobil.Pada pemeriksaan fisik didapatkan trauma dada,napas sesak 60 kali/menit,dan suara napas sisi kanan menghilang.Apa yang dilakukan di UGD?
a. Rotgen toraks
b. Ambil darah arteri untuk analisis gas darah
c. Dekompresi ruang pleura bagian kanan
d. Perikardiosentesis
e. Diberi cairan intravena

Jawaban : C
Pada pasien dengan riwayat trauma dada,disertai gejala takipnea,dan suara napas salah satu hemitoraks (hemitoraks kanan) menghilang,maka diagnosisnya adalah adanya udara dalam kavum pleura (pneumotoraks).Dalam soal tidak dijelaskan mengenai adanya luka terbuka pada dinding dada (terjadi hubungan antara rongga pleura dengan udara atmosfer)yang membantu menyingkirkan kemungkinan open pneumothorax.Pneumothoraks yang terjadi adalah jenis tension pneumothorax,yang jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan kematian akibat tekanan positif yang menurunkan venous return ke jantung).Tindakan yang harus segera dilakukan adalah dekompresi kavum (rongga) pleura dengan insersi large bore needle atau plastic IV canula,sehingga tekanan rongga pleura menurun)

Referensi
Macho JR etal,2003,Management of The Injured Patient In Current Surgical Diagnosis and Treatment,11thed.,McGraw-Hill Companies,USA.HAL.236-237`
Jawaban : C
Pada pasien dengan riwayat trauma dada,disertai gejala takipnea,dan suara napas salah satu hemitoraks (hemitoraks kanan) menghilang,maka diagnosisnya adalah adanya udara dalam kavum pleura (pneumotoraks).Dalam soal tidak dijelaskan mengenai adanya luka terbuka pada dinding dada (terjadi hubungan antara rongga pleura dengan udara atmosfer)yang membantu menyingkirkan kemungkinan open pneumothorax.Pneumothoraks yang terjadi adalah jenis tension pneumothorax,yang jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan kematian akibat tekanan positif yang menurunkan venous return ke jantung).Tindakan yang harus segera dilakukan adalah dekompresi kavum (rongga) pleura dengan insersi large bore needle atau plastic IV canula,sehingga tekanan rongga pleura menurun)

Referensi
Macho JR etal,2003,Management of The Injured Patient In Current Surgical Diagnosis and Treatment,11thed.,McGraw-Hill Companies,USA.HAL.236-237`

102

103.Seorang anak berusia 21 bulan mengalami dispnea dengan frekuensi pernapasan 33 kali/menit,suhu badan 39,10C,cuping hidung (+).Pada rontgen PA didapatkan konsolidasi lobar superior kanan,udara bronkogram (+).Diagnosis pada pasien ini adalah....
a. Efusi pleura
b. Lobar pneumonia
c. Pneumonia
d. Schwarte
e. Atelektasia

Jawaban : B
Pneumonia adalah infeksi akut parenkim paru dan jaringan interstisial.Diagnosis pneumonia pada anak ditegakkan dengan anamnesis,pemeriksaan fisik,dan pemeriksaan penunjang berupa darah rutin maupun foto polos dada (foto toraks).Dari amnanesis,pneumonia pada anak memberikan gejala yang sedikit berbeda pada tiap-tiap kelompok usia.Namun secara umum,pasien biasanya mengalami demam tinggi,batuk,gelisah,dan sesak nafas.Pada bayi timbul gejala tidak khas seringkali tanpa demam maupun batuk.Bedasarkan pemeriksaan fisik,manifestasi klinisnya juga sesuai dengan kelompok usia:
• Neunatus : takipnea,retraksi dinding dada,grunting sianosis ,dan napas cuping hidung
• Bayi lebih tua : takipnea,retraksi dinding dada,batuk,demam,irritable,napas cuping hidung dan sianosis.Grunting jarang didapatkan.
• Anak prasekolah : demam ,batuk (produktif/nonproduktif),takipnea,dispnea,napas cuping hidung dan retraksi dinding dada
• Anak sekolah : demam,batuk,nyeri dada,nyeri kepala,dehidrasi,letargi,napas cuping hidung

Pemeriksaan fisik dada :
I : Retraksi dinding dada
P : Fremitus menurun
P : Redup
A : Suara napas menurun,ronki basah halus pada anak yang besar
Pada pemeriksaan foto rontgen toraks,didapatkan gambaran konsolidasi lobar ataupun segmental yang disertai air bronkhogram (+).

Referensi
IDAI,SPM Kesehatan Anak,2004,hal,351-352.

103

104.Seorang pasien wanita berusia 35 tahun dibawa suaminya berkonsultasi untuk mengetahui apakah istrinya itu masih normal atau tidak.Pasien sudah 2 bulan ini mengalami susah tidur dan ia mendengar suara bisik bisik yang berasal dari tetangga rumah sebelah,dan ia juga mengatakan bahwa tetangganya itu mengguna-guna dirinya.Dua hari yang lalu pasien marah marah dan merusak perabotan rumah tangga dan,terakhir siang ini,penderita mengancam tetangganya dengan pisau.Apakah diagnosis klinis dari wanita ini ?
a. Gangguan cemas
b. Psikosa akut yang tidak tergolongkan
c. Skizoprenia paranoid
d. Gangguan bipolar tipe manik
e. Gangguan skizoafektif

Jawaban : C
Menurut PPDGJ III,Pasien dengan gejala-gejala psikotik (waham,halusinasi,perilaku katatonik-gaduh gelisah,posisi tubuh tertentu,negativisme,mutisme,ataupun inkoherensi –pembicaraan yang tidak relevan) dan deteriorasi (perubahan yang konsisten dan bermakna dalam mutu perilaku pribadi, misalnya ketidakmampuan mengurus diri sendiri,ketidakmampuan ber interaksi sosial),dan gejala-gejala tersebut telah berlangsung satu bulan atau lebih,maka dapat digolongkan sebagai skizofrenia.
Pada pasien tersebut,gejala psikotik terlihat dari halusinasi pendengaran (mendengar suara
Bisik-bisik dari tetangga rumah sebelah)dan waham curiga (keyakinan bahwa tetangga rumah sebelah mengguna guna penderita).Deteriorasi terlihat sebagai kemampuan interaksi sosial yang sangat menurun.
Pada skizofrenia tipe paranoid terdapat waham curiga dan halusinasi dengar yang menonjol.

Referensi
Kapita selekta kedokteran,jilid 1 edisi 3,hal.197-198.

104

105.Pada soal nomor 104 di atas,neurotransmiter apa yang mengalami gangguan ?
a. GABA yang tinggi
b. Noradrenalin yang tinggi
c. Dopamin yang tinggi
d. Adrenalin yang tinggi
e. Polamin yang tinggi

Jawaban : C
Penyebab skizofrenia belum diketahui pasti.Pada pasien dapat ditemukan kelainan pada area otak tertentu,termasuk sistem limbikkorteks frontal,dan basal ganglia ; pelebaran sulkus,fisura,serta ventrikel lateral III dan IV ; perubahan asimetri hemisfer serebri;dan gangguan densitas otak;namun tidak terdapat satupun yang patognomonik pada skizofernia.
Pada pasien skizofrenia,terjadi aktifitas dopamin otak yang berlebihan,serta dilaporkan juga
Bahwa kadar asam 5-hidroksiindolasetat (5-HIAA)menurun pada skizofrenia kronik dan pada pasien skizofrenia dengan pelebaran ventrikel.
Faktor genetik memegang peranan penting.Seseorang mempunyai kecendrungan skizofrenia
Bila mempunyai keluarga seorang pasien skizofrenia,demikian juga pada kembar monozigot.
Ditinjau dari aspek psikososial,disebutkan bahwa terdapat defek dan disintegrasi ego.Faktor
Lingkungan dan psikologis juga berperan.

Referensi
Kapita selekta kedokteran,jilid 1,edisi 3,hal 196

105

106.Berikut ini yang termasuk teori penuaan...
a. Ketidakseimbangan antara kerja dengan istirahat
b. Terjadi mutasi somatik akibat radiasi
c. Kurang istirahat mental sejak usia madya
d. Lingkungan kurang meghargai generasi tua
e. Manajemen stres yang kurang baik

Jawaban : B
Teori tentang penuaan
1. Genetic clock
Menurut teori ini ,menua telah terprogram secara genetik untuk spesies-spesies tertentu
2. Mutasi somatik
Faktor lingkungan merupakan penyebab terjadinya mutasi somatik,seperti halnya radiasi dan zat kimia yang memperpendek usia.Sebaliknya,meghindari terpapar radiasi atau tercemar zat kimia yang bersifat karsinogenik atau toksik dapat memperpanjang usia.
3. Rusaknya sistem imun tubuh
4. Menua akibat metabolisme

106

107.seorang pria berusia 70 tahun datang ke puskesmas dengan batuk-batuk.Hasil pemeriksaan menunjukan tekanan darah 140/80 mmHg,denyut nadi 80 kali/menit.Dari hasil pemeriksaan radiologi,pasien ini didiagnosis menderita TBC.Untuk pencegahan tersier,pada penderita ini diperlukan...
a. Pengobatan teratur
b. Imunisasi BCG
c. Pemeriksaan sputum
d. Nutrisi yang baik
e. Memakai masker

Jawaban : D
Tujuan dari pencegahan tersier adalah dissability limitation dan rehabilitation. Dissability limitation meliputi kegiatan penyempurnaan dan intensifikasi pengobatan lanjutan dan mencegah komplikasi,pencegahan terhadap komlikasi,dan kecacatansetelah sembuh,maupun perbaikan fasilitas kesehatan sebagai penunjang.
Pada kasus TB,pencegahan tersier adalah nutrisi yang baik yang dapat mendukung proses penyembuhan dan mencegah komplikasi.Pengobatan yang tepat pada permulaan kasus dan teratur termasuk dalam pencegahan sekunder,yaitu mencegah proses penyakit yang lebih luas.

Referensi
Slamet Riyadi AL,1984,Sistem Kesehatan Nasional : Tinjau dari Perkembangan IKM,Bina Indra Karya,Surabaya,hal. 41-42

107

108.Mekanisme penularan penyakit yang melalui saluran pencernaan terjadi pada penyakit....
a. TBC
b. Difteria
c. Pertusis
d. Tetanus
e. Polio

Jawaban : E
Cara penularan virus polio terutama terjadi dari orang-ke-orang melalui rute orofekal.Virus lebih mudah ditemukan di feses.Walaupun jarang,susu,makanan dan barang yang tercemar virus polio dapat berperan menjadi media penularan.

Referensi
Manual Pemberantasan Penyakit Menular:http://nyomankandun.tripod.com/sitebuildercontent/sitebuilderfiles/manual _p2m.pdf

108

109.Penyakit dibawah ini penularanya melalui vektor,kecuali....
a. Demam berdarah dengue
b. Chikungunya
c. Malaria
d. Campak
e. Leptospirosis

Jawaban : D
Penyakit yang tidak ditularkan melalui vektor adalah campak.Campak adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus yang ditularkan secara langsunglewat udara melalui penyebaran droplet ,kontak langsung melalui sekret hidung atau tenggorokan orang yang terinfeksi
Referensi
Manual Pemberantasan Penyakit Menular:http://nyomankandun.tripod.com/sitebuildercontent/sitebuilderfiles/manual _p2m.pdf

109

110. Seorang anak yang berusia 5 tahun datang kepuskesmas dengan keluhan demam selama 4 hari dan ada bercak kecil di muka dan tangan. Setelah dilakukan pemeriksaan . diognesis dokter adalah campak kemudian, dokter ingen mengadakan studiten tangdistribusi penyakit campak tersebut. Studi apakah yang akan dilakukan dokter tersebut …
a. Epidemiologianalitik
b. Case control
c. Epidemiologi deskriptif
d. Skrining
e. Investigasi epidemic

JAWABAN : c

111. Studi epidemiologi mempunyai 2 metode yaitu pendekatan deskriptif dan pendekatan analitik .metode deskriptif mempelajari bagaimana frekuensi penyakit berubah menutut perubahan variable epidemiologi yang terdiri dari orang,tempat dan waktu
Referensi

110

111. Studi epidemiologi mempunyai 2 metode yaitu pendekatan deskriptif dan pendekatan analitik .metode deskriptif mempelajari bagaimana frekuensi penyakit berubah menutut perubahan variable epidemiologi yang terdiri dari orang, tempat dan waktu
Referensi
Notoatmojo S 1997 .IlmuKesehatanMasyarakat ,PenerbitanRIneka Cipta,Jakarta,hal.14,23
Penyakitinidesebabkanolehkekuranganiodiumkecuali ….
a. Bisu-tuli
b. Kerdil
c. Mata juling
d. Kecerdasanrendah
e. Gigantisme

JAWABAN: E
GAKI ( gangguana kibat kekuranga naiodium) meliputi mempunyai resiko abortus, lahirmati, sampai cacat bawaan, pada bayi yang lahir dapat berupa gangguan perkembangan saraf, mental, danfisik yang disebut kretinisme
Kelainana kibat defisiensiiodium pada bebrbagai kelompok usia meliputi
Kelompokusia
Janin

Neonatus
Anakdanremaja
dewasa
Abostus, lahirmati, kelainankongenital,peningkatankematian perinatal ,kretinismeneurologis (kebelakangan mental, deaf mutism, diplegiaspastik), kretinismemiksedema ( dwarfisme, retardasi mental danpsikomotor
Pembesarangkelenjargondoksejaklahir, hipotiroid
Pembesarankelenjargondok, hipotiroid, danretardasi mental
Pembesarankelenjargondok ,hipotiroid, danpenurunanmenta


Gigantisme adalah gangguan produksi hormone pertumbuhan yang berlebihan.
Referensi
Sumarni S, 2000 ,MAsalahGizi di Indonesia dalamSurveilansEpidemiologi ,bagian proyek pengembangan kesehatan dan Masyarakat ,Jakarta ,hal.26.

111

112. Penyakit yang disebabkanoleh vitamin A adalah …
a. Rabun jauh
b. Katarak
c. Rabun dekat
d. Rabun pagi
e. Rabun malam

JAWABAN : E
DEfinisi vitamin A dapat menyebabkan kebutaan pada anak dengan beberapa tingkatan
Butasenja: merupakan gejala dini kekurangan vitamin A yang menyebabkan gangguan fusgsi penglihatan pada kondisiremang
Xeroftalmia :merupakan gejala tahap lanjut yang ditandai dengan bercak Bitot ( bercak putih pada sclera mata),epital sclera mongering, dan keriput berwarna coklat dan kusam
Keratomalasia: merupakan gejala tahap lebih lanjut yang di tandai selaput bening mata mongering dan menjadi keruh, mudah terjadi perlukaan yang dapat menyebabkan kebutaan
Berhubungan tidak ada jawaban rabun senja maka jawaban yang mendekati benar adalah rabun malam
Referensi
Sumarni S,2000, Masalahgizi di Indonesia dalamsurveilansEpidemiologi, bagianproyekpengembangankesehatandanmasyarakat , Jakarta,hal.12

112

113. dosis pemberian vitamin A untuk belita 1-5 tahun adalah …
a. 50.000 SI
b. 100.000 SI
c. 150.000 SI
d. 200.000 SI
e. 250.000 SI

JAWABAN :D
Vitamin A mencegah penyakit akibat defisiensi vitamin A diberikan pada belita di daerah tertentu yang masih membutuhkan vitamin A dosis tinggi . yaitu 200.000 IU setiap 6 bulan
Referensi
Sumarni S, 200, masalahgizi di Indonesia dalam Surveilans Epidemiologi, bagian Proyek Pengembangan kesehatan dan Masyarakat, Jakarta, hal. 15

113

114. Pak suto yang berusia 45 tahun merupakan kepala keluarga dengan 2 orang anak yang berusia 15 tahun (perempuan) dan 10 tahun(laki”). ia bekerja sebagai penjual bakso keliling. istrinya yang berusia 35 tahun bekerjasebagaipenyediajasalayananpencucipakaian(semacam laundry).paksutodatangkepuskesmasataupelayankesehatan primer karena dalam 5 bulanterakhirinidiamengalamipenurunanberatbadanhingga 10kg,disertai gejalademamintermiten,keringatmalam,danbatukberdahakberwarnakuning di sertaidarah,Hasilpemeriksaandahak/sputum SPS( sesat-pagi-sesaat) denganpewarnaantahanasamditemukanhasiltahanasam. Berdasarkaninfirmasi di atas ,andasebagaidokterpuskesmasataupelayanankesehatan primer akanmenyatakan( mendiognosis) bahwapaksutomenderitapenyakit …
a. Bronkiektasis
b. Bronchitis
c. Tuberkulosis
d. Faringitis
e. Pieuritis

JAWABAN:C
Gejalautamapasien TB paruadalahbatukberdahakselama 2-3 mingguataulebih,batukdapatdiikutigejalatambahan.yaitu:
• Dahakbercampurdarah
• Batukdarah ( hemoptysis)
• Sesaknapas
• Napsumakanmenurun
• Beratbadanturun
• Malaise
• Berkeringatmalamharitanpakegiatanfisik
• Demammerianglebihdari 1 bulan.
Diognesis TB paruditegakkanberdasarkanpemeriksaandahaksewaktu-pagi-sewaktu (S-P-S) denganditemukanyakuman TB (kuman basil tahanasam),darikumpulangejaladantandayangdapatdigali. Diagnosis penyakit yang dideritapasienadalah tuberculosis
Referensi
Depkes RI .PedomanNasionalPenanggulanganTuberkulosis .2007 ,edisis 2

114

115. Berdasarkabninformasipadakasus No.114 siatas, andasebagaidokterpuskesmasataupelayanankesehatan primer akaknmemberikanpengobatankepadapaksutodengan regimen obatberdasarkanStandar Program Nasional TBC Sitem DOTS(directly observed treatment short-course) selama 6 bulan, yang selama 2 bulanpertamaobatnyaadalah
a. INH + rifampisin+ etambutol
b. INH + rifampisinstreptomisin
c. INH +streptomisisn + etambol + pirazinamid
d. INH + streptomisin + etambol
e. INH +rifampisisn + streptomisisn

JAWABAN: C
Perinsipdasarpengobatan TB adalah minimal @ macamobatdandiberikandalamwaktu relative lama ( 6-12 bulan ) pengobatan TB dibagidalam 2 fase,yaitufaseintensif( 2 bulanpertama) dansisanyafaselanjutan.pemberianobatiniditujukanuntukmencegahterjadinyaresistensiobatdanuntukmembunuhkumanintraselulerdanektraseluler,pemberianobatjangkapanjanngditujukanuntukmembunuhkumandanmengurangiterjadinyarelaps
Terapi TB sangatberagamtergantungklasifikasinya TB .padakasusini ,klasifikasinyaadalah TB pembarudenganhasil BTA positif,sesuaidenganklasifikasinya,makan yang dibutuhkanadalahterapi TB katagori 1. 2HR ZE/4H3R3 ,yaitumengomsumsiobat INH ( isonizis) rifampisin, pirazinamid, danetambolsatu kali setiaphariselama 2 bulan,padafaselanjutan,mengomsumsi 2 jenisobatsaja.INH(isoniazid) danrifampisis
Referensi
Depkes RI PedomanNasionalPenanggulsngsnTuberkulosis,2007 ,edisi 2.

115

116. Basukimengeluhadanya w bercakputih di pipikiri yang terasatebalsaatdiperiksa,sarafleherkirinyamembesar.hasillaborateriumternyatanegative.diognosisbagipenyakitBasukiadalah ..
a. Morbus Hansen tipe BL dengan BTA negative
b. Morbus Hansen tipe MB(multibasiler) dengan BTA negatif
c. Morbus Hansen tipe PB (pausibasiler) dengan BTA negative
d. Morbus Hansen tipe BB dengan BTA negative
e. Morbus Hansen lesitunggaldengan BTA positif

JAWABAN :C
Lepra( morbus Hansen) adalahpenyakitinfeksikronik yang disebabkanolehbakteritahanasam (BTA) Mycobacterium leprae yang menyerangsaraftepe,kulitdanjaringantubuhlainyakecualisusunansarafpusat ,tanpa cardinal leprayaitulesikulit( hipopigmentasi/eritemantosa) yang mati rasa ( anesthesia). Penebalansaraftepedisertaigangguanfungsisaraf , dan BTA positif di dalamkarokanjaringankulit. Diagnosis leprapositifbilaterdapat 1 tanda cardinal , naming , bilahanyatandakardianalkeduasaja yang ditemukan ,makapasienbarudisuspeklepradanmemerlukanpemerksaanlanjutandariahli, berdasarkanpelaksaanterapinya, lepra di bedakanmenjadi 2 yaitu
1. Leprapausibasiler (PB) BTA negative
2. Lepramultibasiler (MB) BTA positif
KLASIFIKASI ZONA SPERKTRUM LEPRA
Ridley &jopling TT BT BB BL LL
Modrid Tuberkuloid Borderline Lepromatosa
WHO PB MB
Puskesmas PB MB

Ewfwewnsi
FK,UGM, Art of Therapy, 2008

116

117. Susilomengeluhkanadanya 10 bercakmerah di bedan,lengan,kakisertapantat yang terasatebalsejak 7 bulan yang lalu,keduatelapaktangandankeduatelapakkakinyaseringterasakesemutansertaterasakebas.ibunyamempunyaipenyakityang ditandaidenganalisrontokdanujungjari” tangankirihilang , pengobatanuntuksusiloadalah…
a. Rifampisin,ofloksasin,minosiklinselama 12 bulan
b. Rifampisin 600 mg/hari,DDS 100 mg/hariselama 12 bulan
c. Isoniazid 300 mg+ rifampisin 600 mg/hariselam 6 bulan ,etambol 1000 mg/hariselama 12 bulan
d. Rifampisin 600 mg/bulan,lampren 300 mg/hariselama 12 bulan.DDS 100 mg/hari,lampren 50 mg/hariselama 12 bulan
e. Rifampisisn 600 mg/hari,lampren 100 mg/hariselama 12 bulan

JAWABAN : D
Pedomanutamauntukmenentukantipelepramenurut WHO yaitu:
TandaUtama PB MB
Bercakkusta
Penebalansaraftepidengangangguanfugsi
Apusankulit Jumlah 1-5
Hanya 1 saraf
BTA negatif >5
>1
BTA positif

Pengobatanlepra

1. Penderita PB (dewasa)
Pengobatanbulanan :haripertama ( dosis yang diminum di depanpetugas)
• 2 kapsulrifampisin @ 300 mg ,total 600 mg
• 1 tablet dapson ?DDS 100 mg
Pengobatanhari ke-2 samai 28: 1 tablet dapson/DDS 100 mg
• Blister selama 1 bulan ,total pengobatan 6 blister selama 6-9 bulan

2. Penderita MB ( dewasa)
Pengobatanbulanan: haripertama( dosis yang diminum di depanpetugas)
• 2 kapsulrifampisisn 300 mg ( total 600 mg)
• 3 tablet lampren/klofazimen @ 100mg ( total 300 mg)
• 1 tablet dapson/DDS 100 mg
Pengobatanhari ke-2 sampai 28:tabletdapson/DDS 100 mg dan 1 tablet lampren/klofazimin 50 mg, 1 blister 1 bulan,totalpengobatan 12 blister selama 12-18 bulan.
Referensi
FK UGM,ART of therapy ,2008.

117

118. Ivan yang berusia 8 tahun dibawa orangtuanya ke tempat praktek dokter. Ia mempunyai luka – luka di bagian tungkai bawah. Riwayat anamnesis menunjukkan Ivan suka bermain sepak bola dengan kaki telanjang. Tidak didapatkan riwayat adanya gelembung berisi cairan. Pada pemeriksaan didapat ulkus multipel tertutup krusta tebal, krusta melekat erat dan sulit dilepas. Diagnosis penyakit Ivan adalah ...
a. Impetigo
b. Furunkel
c. Karbunkel
d. Ektima
e. Erisipelas

Jawaban : D
Pada kasus ini didapatkan ulkus multiple di tungkai bawah, ulkus tertutup krusta tebal, krusta melekat erat dan sukar dilepaskan. Dari anamnesis didapatkan pasien suka bermain sepakbola dengan kaki telanjang. Kasus ini mengarah ke diagnosis ektima. Ektima adalah infeksi kulit oleh Streptokokus beta-hemolitikus grup A yang meluas sampai dermis, lukanya lebih dalam dibandingkan impetigo. Kriteria diagnosis meliputi ulkus lebih tertutup krusta tebal, kulit disekitarnya eritematosa, lokasi di tungkai bawah atau daerah terbuka. Pada pewarnaan Gram, sampel daerah ulkus menunjukkan kokus Gram-positif.
Referensi :
SPM RSUP DR. Sardjito

118

119. Ny. Tessa yang berusia 61 tahun mengeluh tungkai bawah kirinya merah bengkak dan nyeri, serta mengalami demam tinggi. Pada pemeriksaan didapatkan riwayat diabetes melitus, plak eritematosa dengan batas tegas, ada peninggian, di atasnya terdapat ulkus dengan diameter 0,8 cm dan bula. Bakteri penyebab terserang penyakit ini adalah...
a. Streptokokus
b. Stafilokokus
c. Korinebakterium
d. Propiobakterium
e. Mikobakterium

Jawaban : A
Pada kasus ini ditemukan gejala konstitusi berupa demam. Tungkai bawah kirinya merah bengkak dan nyeri,didapatkan pula plak eritematosa dengan batas tegas,serta didapatkan ulkus dan bula. Dari keterangan ini diagnosis mengarah ke erisipelas.
Erisipelas merupakan bentuk selulitis yang lebih superfisial, disebabkan oleh Streptokokus beta- hemolitikus grup A dan Haemophilus influenza jika terjadi pada anak-anak. Kriteria diagnosis meliputi :
• Anamnesis : umumnya diawali dengan gejala sistemik seperti malaise, demam, atralgia, lalu muncul lesi di kulit berawal sebagai bercak merah atau didahului adanya lesi di kulit sebelumnya seperti dermatitis atau trauma.
• Wujud kelainan kulit (UKK) : eritema berwarna merah cerah, berbatas tegas, pinggirnya meninggi dengan tanda radang akut. Dapat disertai edema, vesikel, dan bula.
• Distribusi : wajah dan ekstremitas
• Pemeriksaan penunjang : pewarnaan Gram eksudat lesi menunjukkan kokus Gram-positif.
Referensi :
FK UGM, Art of Therapy, 2008.

119

120. Eko yang berusia 4 tahun mengeluh merasakan gatal sejak 1 minggu yang lalu pada jari tangan,perut bagian bawah, kelamin, dan pantat. Gatal dirasakan terutama pada malam hari. Pada pemeriksaan didapatkan papula, erosi, ekskoriasi, dan ditemukan kunikula. Pemeriksaan penunjang untuk Eko adalah...
a. Kerokan (scraping)
b. KOH
c. Pemeriksaan Gram
d. BTA
e. Biakan

Jawaban : A
Dari predileksi lesi, gejala gatal pada malam hari, dan ditemukannya kunikulus, maka diagnosis mengarah ke skabies. Skabies adalah penyakit yang disebabkan infestasi dan sensitisasi oleh Sarcoptes scabiei var. hominis dan produknya. Cara penularan melalui kontak langsung(kulit dengan kulit), dan kontak tidak langsung(melalui benda yang dipakai penderita misalnya pakaian, handuk, sprei, bantal dan lain-lain). Kelainan kulit disebabkan oleh tungau skabies dan garukan gatal akibat sensitiasi terhadap sekret dan ekskret tungau. Kelainan menyerupai dermatitis dengan ditemukannya papula, vesikel, urtikaria, dan lain-lain. Dengan garukan dapat timbul erosi, ekskoriasi, krusta, dan infeksi sekunder. Tanda dan gejala untuk menegakkan diagnosis yaitu pruritus nokturna(gatal pada malam hari) karena aktivitas tungau lebih tinggi pada suhu yang lebih lembap dan panas, umumnya ditemukan pada sekelompok manusia, adanya terowongan(kunikulus) pada tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, dan pada ujung terowongan ditemukan papula atau vesikel. Menemukan tungau skabies merupakan hal yang paling diagnostic. Tempat predileksinya yaitu sela-sela jari tangan, pergelangan tangan bagian volar, siku bagian luar, lipat ketiak,areola mammae, lipat glutea, umbilicus, bokong, genitalia eksterna,dan perut bagian bawah. Pemeriksaan penunjang dilakukakan dengan cara kerokan/scraping terowongan (kunikulus), lalu diperiksa dibawah mikroskop, maka akan ditemukan sarkoptes skabiei atau telurnya.
Referensi :
Kapita Selekta Kedokteran, Media Aesculapius

120

121. Seorang pria berusia 20 tahun mengeluhkan adanya benjolan pada lutut kanan dan kiri sejak 3 bulan yang lalu. Benjolan ini kalau ditekan agak terasa sakit. Gambaran klinisnya berupa nodul permukaan verukosa dan berwarna keabuan. Diagnosis untuk kasus ini adalah ...
a. Moluskum kontagiosum
b. Kalus
c. Furunkel
d. Veruka plana
e. Veruka vulgaris

Jawaban : E
Wujud kelainan kulit (UKK) pada kasus ini menunjukkan gambaran veruka. Veruka mempunyai UKK bersisik, kasar, spiny papules atau nodule, tunggal tidak bergerombol, dan dapat ditemukan pada permukaan kulit di mana saja, umumnya di tangan atau kaki. Papula atau nodul dapat nyeri terutama pada daerah yang sering mengalami penekanan. Diagnosis banding veruka antara lain:
1. Moluskum kontagiosum: halus,dome-shaped dan seperti mutiara, dengan umbilikasi sentral.
2. Plantar corns: predileksi di daerah yang sering mengalami penekanan, tidak ada perdarahan kapiler ketika lesi diambil, dan pada bagian tengah terdapat inti keratotik dan nyeri.
3. Granuloma anular: lesi dengan permukaan halus sama rata dengan permukaan kulit , dan anular.
4. Kondilomalata: sebagaimana yang terlihat pada sifilis, lesi datar, berwarna keabu-abuan. Jika meraguakan maka dilakukan tes serologis.
Referensi:
Freedberg et al, 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General medicine, 6th ed,McGraw-Hill.

121

122. Seorang pria datang dengan keluhan adanya luka di kelamin sebanyak 3 buah yang terasa nyeri, berbentuk buat, dan permukaannya kotor. Pada lipat paha terdapat pembesaran limfonoid yang terasa sakit. Pada pemeriksaan didapatkan ulkus berdiameter 1 cm yang menggaung. Kemungkinan diagnosis yang tepat adalah ...
a. Herpes genitalis
b. Ulkus durum
c. Ulkus mole
d. Sifilis sekunder
e. Folikulitis

Jawaban : C
Pada kasus ini ditemukan ulkus menggaung pada kelamin , terasa nyeri, permukaan ulkus kotor, dan ada pembesaran Lnn, Inguinal. Dari keterangan tersebut , diagnosis mengarah ke ulkus mole. Pada ulkus mole didapatkan ulkus kecil, multiple, sangat nyeri, berbentuk cawan, pinggir tidak rata, sering bergaung dan dikelilingi halo yang eritematosa. Ulkus sering tertutup jaringan nekrotik, dasar ulkus berupa jaringan granulasi yang mudah berdarah, pada perabaan terasa sangat nyeri. Tempat predileksi bagi pria yaitu mokusa preputium, sulkus koronarius, frenulum penis, dan batang penis. Pada wanita ulkus mole sering dialami pada labia, klitoris, fourchet, vestibule, anus, serviks. Ulkus mole adalah penyakit infeksi pada alat kelamin yang akut, setempat, dan disebabkan oleh Haèmophilus ducreyi. Berbeda dengan ulkus durum yang merupakan sifilis stadium 1, di mana ulkusnya berbentuk bulat atau bulat lonjong, dasarnya bersih, berwarna merah, pada kulit di sekitarnya tidak ada tanda-tanda radang, dan bila diraba ada pengerasan (indurasi) yang tidak nyeri.
Penyakit menular seksual dengan wujud kelainan kulit (UKK) ulkus durum (disebabkan oleh Treponema pallidum), ulkus mole (disebabkan Haèmophilus ducreyi), dan herpes simpleks.
Ulkus mole pada awalnya berupa papula halus dengan daerah di sekitarnya eritema, yang akan berubah menjadi pustule, erosi, dan ulserasi dengan tepi kasar dan tertutup jaringan nekrotik, dengan dasar berupa jaringan granulasi yang mudah berdarah. Ulkus biasanya terasa nyeri. Bisa diikuti dengan pembesaran limfonodi.
Ulkus durum ? ulkus datar,erosi papula dengan peninggian, tepi berindurasi dan halus, dasarnya besih
Herpes genital ? discharge purulen atau berdarah, pada pemeriksaan tampak daerah eritema, serta lesi ulkus yang luas.
Referensi:
1. Freedberg et al, 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General medicine, 6th ed,McGraw-Hill.
2. Kapita Selekta Kedokteran, Media Aesculapius.

122

123. Joko yang berusia 16 tahun mengeluhkan adanya bercak merah pada punggungnya sejak 1 minggu yang lalu yang terasa agak gatal. Pada pemeriksaan didapatkan makula eritematosa berbatas jelas dan berbentuk lonjong, skuama putih tipis, dan terdapat gambaran herald patch. Diagnosis untuk kasus Joko ini adalah ...
a. Psoriasis vulgaris
b. Tinea korporis
c. Kandidiasis kutis
d. Dermatitis seboroik
e. Pitiriasis rosea

Jawaban : E
Pada kasus in ditemukan bercak merah pada punggung berupa macula eritematosa berbatas jelas dan berbentuk lonjong, skuama putih tipis, dan terdapat gambaran herald patch. Gambaran serta wujud kelainan kulit tersebut mengarah ke Pitiriasis rosea. Pasien Pitiriasis rosea sebagian mengeluh gatal ringan. Penyakit kulit ini dimulai dengan lesi inisial (herald patch atau medallion), umumnya di badan, soliter, berbentuk oval dan anular. Lesi berupa eritema dengan skuama halus di tepi. Lesi inisial tersebut tidak seluruhnya eritematosa, tetapi bentuknya masih oval dan di tengahnya tampak hipopigmentasi. Lesi berikutnya timbul 4-10 hari setelah lesi inisial, ruam seperti lesi petama dengan ukuran kecil, tersusun sesuai lipatan kulit, pada punggung menyerupai cemara terbalik(Christmas tree). Tempat predileksinya adalah di badan, lengan atas bagian proksimal, dan paha atas.
Tanda patognomonis:
1. Psoariasis vulgaris: tanda Aüspitz, fenomena Koebner, fenomena tetesan lilin.
2. Tinea korporis: plak berbatas tegas, skuama halus, dengan tepi hiperemis dan central healing.
3. Dermatitis seboroik: lesi anular, skuama tebal, ekskoriasi.
4. Pitiriasis rosea: plak eritema anular berukuran besar, herald patch membentuk konfigurasi seperti Christmas tree.
Referensi:
1. Freedberg et al, 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General medicine, 6th ed,McGraw-Hill.
2. Kapita Selekta Kedokteran, Media Aesculapius.

123

124. Mencegah perasaan yang tidak enak untuk tidak muncul ke alam jiwa sadar dengan cara menekan dan menyimpannya ke alam jiwa tidak sadar disebut sebagai ...
a. Represi
b. Proyeksi
c. Introyeksi
d. Fantasi
e. Sublimasi

Jawaban : A
Represi
Suatu mekanisme pembelaan ego yang tidak sadar, individu menghilang dari alam sadar ke alam tidak sadar. Ide inpluse dan efek tidak dapat diterima olehnya. Represi ini dibedakan dari Supresi yang dilakukan secara sadar.
Sublimasi
Suatu mekanisme pembelaan ego yang tidak sadar, dorongan naluri(terutama seksual) yang tidak dapat diterima disalurkan ke kegiatan pribadi atau social yang dapat diterima.
Regresi
Suatu mekanisme pembelaan ego yang tidak sadar, individu secara keseluruhan atau sebagian kembali ke pola adaptasi yang sudah dilalui(biasanya yang belum matang).
Proyeksi
Suatu mekanisme pembelaan ego, secara tidak sadar seseorang menghubungkan dengan orang lain suatu pikiran, perasaan, impulsnya sendiri, tetapi yang tidak dapat diterimanya. Proyeksi menghalangi orang itu menjadi cemas karna konflik dalam dirinya dengan melemparkan keluar yang tidak dapat diterimanya itu, maka ia merasa hal itu bukan dari dirinya sendiri.
Konversi
Suatu mekanisme pembelaan ego yang tidak sadar, kecemasan yang berasal dari suatu konflik intrapsikik dibalik (dikonversi) dan di ekpresikan dalam suatu gejala somatik yang simbolik.
Referensi:
W.F.Maramis, Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, Airlangga University Press, 2004, hal. 49, 764, 767.

124

125. Seorang pria berusia 30 tahun datang ke poli bedah dengan keluhan adanya benjolan di lengan atas kanan sejak 3 bulan yang lalu, yang semakin lama semakin membesar. Pada inspeksi tidak didapatkan tanda kemerahan dan tidak nyeri. Pada foto rontgen lengan atas kanan didapatkan gambaran benjolan pada tulang humerus bentuk onion skin. Diagnosis radiologis yang mungkin pada pasien ini adalah ...
a. Ewing sarcoma
b. Osteosarcoma
c. Chondrosarcoma
d. Aneurysmal bone cyst
e. Enchondroma

Jawaban : A
Sarkoma Ewing adalah tumor ganas yang berasal dari sumsum tulang, terutama ditemukan pada usia 10-20 tahun dan lebih sering pada pria. Lokasi terutama pada diafisis dan metafisis tulang panjang seperti femur, tibia, humerus dan fibula atau tulang pipih seperti pada pelvis dan scapula. Pada pemeriksaan radiologis, tampak destruksi tulang pada daerah lesi terutama pada diafisis disertai dengan pembentukan tulang baru di sepanjang diafisis tulang panjang yang berbentuk fusiform di luar lesi, yang merupakan suatu tanda khas yang disebut onion skin appearance.
Referensi:
Pengantar Ilmu Bedah Orthopedi, 2003.

125

126. seorang ibu berusia 72 tahun, berbadan sehat dan gemuk. Kelarganya mengeluh kalau sejak 6 bulan ini pada malam hari ia sulit tidur. Ia sering merasa gelisah,mondar mandir, sering tidak mandi, sering lupa makan ( baru saja makan tetapi sudah minta makan lagi), dan sering bicara melantur. Terkadang ia juga tidak mengenali cucu yang ia sayangi selama ini, atau ia salah menyebut nama anaknya. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 140/90 mmHg, denyut nadi 92 kali/menit, suhu badan 36oC, dan GCS 456 , kemungkinan diagnosis inu ini adalah ....... ?
a) Skizofernia onset lambat
b) Gangguan waham
c) Demensia
d) Delirium
e) Gangguan psikotik akut

Jawaban : C
Pembahasan: demensia merupakan suatu keadaan sindrom otak organik menahun yang terutama menyebabkan penurunan inteligensi selain menyebabkan gangguan sifat sifat kepribadian, gangguan pertimbangan, dan juga efek demensia di sebabkan karena terjadinya kerusakan jaringan otak yang bersifat ireversibel.

126

127. seorang pria berusia 25 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas ketika naik sepeda motor` setelah itu ia dibawa ke dukun tulang. Satu minggu kemudian ia di bawa ke UGD dan ternyata mengalami patah tulang terbuka 1/3 atas tibia derajat 3A. Tindakan yang tepat adalah ..... ?
a. Pemberian antibiotik dan antitetanus serum
b. Dilakukan imobilisasi dengan plaster cast
c. Dilakukan pemeriksaan kultur dan tes resistensi kuman dari lukanya
d. Dilakukan debridement, fiksasi eksternal, dan pemberian antibiotik yang sesuai
e. Diamputasi kakinya

Jawaban : D
Pembahasan : kalsifikasi open fracture menurut klasifikasi Gustilo-Anderson
Derajat I : Luka kecil, panjangnya kurang dari 1 cm, bersih, tidak terdapat tanda tanda trauma yang hebat pada jaringan lunak. Tidak ada fraktur kominutif
Derajat II : laserasi kulit lebih dari 1 cm, tetapi tidak ada kerusakan jaringan yang hebat atau avulsi kulit, tidak ada fraktur kominutif
Derajat III: terdapat kerusakan hebat dari jaringan lunak dan otot, kulit, dan struktur neurovaskular dengan kontraminasi hebat ataupun terdapat flap. Biasanya disebabkan karena high energy trauma
IIIa : Jaringan lunak cukupmenutup tulang yang patah walaupun terdapat laserasi yang hebat ataupun adaya flap
IIIb : fraktur disertai dengan trauma hebat dengan kerusakan dan kehilangan
Jaringan, terdapat pendorong ( stripping ) periosteal, tulang terbuka,kontaminasi yang hebat serta fraktur kominutif yang hebat.
IIIc : fraktur terbuka yang di sertai kerusakan arteri yang memrlukan perbaikan tanpa memperhatikan tingkat kerusakan jaringan lunak
Prinsip dasar pengolahan fraktur terbuka :
• Obati fraktur terbuka sebagai suatu kegawatan
• Adakan evaluasi awal dan diagnosis akan adanya kelainan yang dapat menyebabkan kematian
• Berikan antibiotik dalam ruang gawat darurat , dikar operasi, dan setelahoperasi
• Segera lakukan debridement 24-72 jam berikutnya
• Stabilisasi fraktur
• Biarkan luka terbuka antara 5-7 hari
• Lakukan bone graft autogenous secepatnya
• Rehabilitasi anggota gerak yang terkena

127

128. seorang pria berusia 31 tahun menderita buerger’s disease. Ia mengeluhkan ujung kelingking kaki kananya yang kehitaman dan bau, juga dirasakan sangat nyeri. Pemeriksaan fisik umum normal, status lokalis: tampak gangren kering pada ujung digiti V pedis dekstra. Hasil pemeriksaan laboratoriium adalah Hb 13,1;leukosit 12.100;dan hasil pemeriksaan laboratorium lainyya normal, tindakan pada pasien adalah......?
a. Nekrotomi dan debridement, kemudian disiapkan amputasi elektif
b. Nekrotomi dan debridement, kemudian di beri analgesik,antibiotik, dan vasolidator oral
c. Insisi dan drainase, kemudian diberi analgesik,antiniotik, vasolidator orall
d. Tidak dilakukan nekrotomi,dan debridement, tetapi diberi analgesik, antibiotik,vasolidator oral
e. Amputasi dengan anestesi lokal, kemudian diberi antibiotik, analgesik, vasolidator oral

Jawaban : B
Pembahasan ; perawatan luka ulkus pada penyakit buerger meliputi debridement terbatas, pembalutan, dan pemberian antibiotik untuk selulitis yang terjadi. Kulit yang tidak ada ulkusnya harus dijaga tetap lembap dan tidak kering. Beberapa ulkus dapat berespons baik dengan oksigen hiperbarik. OAINS dan opioid digunakan untuk mengontrol nyeri. Aspirin dan agen antiplatelet lain diresepkan untukmengurangi komplikasi trombosis. Obat obat vasodilator golongan pemblokade kanal kalsium sering digunakan. Analog prostaglandin dan VEGF sedang di teliti perannya dalam penatalaksanaan penyakit buerger. Simpatektomi dapat mengurangi manifestasi vasospastik sementara dari penyakit ini, dan sebagai cara agar sirkulasi kolateral terjaga baik. Amputasi dilakukan pada pasien dengan gangren yang basah dan nyeri yang berat

128

129. dari foto rontgen terlihat pembengkakan jaringan lunak, reaksi periosteal (+), terdapat proses osteolitik dan osteosklerotik, garis fraktur (+) diagnosis yang mungkin adalah
a. Osteomielitis
b. Osteokondroma
c. Metastase kanker
d. Osteosarkoma
e. Giant cell tumor

Jawaban : d
Pembahasan : pada kasus ini, melalui pemeriksaan foto rontgen nampak gambaran radiologik osteosarkoma. Gambaran radiologik yang dapat ditemukan antara lain:
• Pada tipe osteeolitik, proses destruksi lebih menonjol
• Pada tipe osteoblastik, pembentukan tulang lebih menonjol
• Pada tipe campuran, terdapat proses osteolitik dan osteoblastik
Pada osteosarkoma, pertumbuhan tumor yang cepat mengakibatkan destruksi tulang dan reakksi periosteal tersebut hanya sisanya, yaitu pada bagian tepi yang masih terlihat, yang memberikan gambaran radiologik khas sebagai suatu sudut segitiga,yaitu codman triangle. Juga ditemukan adanya bagian korteks yang terputus dan tumor menembus kejaringan sekitarnya, serta membentuk garis garis pembentukan tulang reader ke arah luar yang berasal dari korteks dan dikenal sebagai tampilan sunburst

129

130. adik laki laki anda yang berusia 9 tahun jatuh saat bermain sepatu roda dan didapatkan patah tulang tertutup pada tibia kanan. Dokter memenyarankan operasi dokter terbuka. Dari pelajaran yang anda ingat, masih ada kontroversi menyangkut reduksi terbuka atau tertutup. Mana pernyataaan yang paling tepat komplikasi reduksi terbuka ?
a. Waktu penyembuhan lama
b. Menurunkan trauma terhadap fracture site
c. Meningkatkan insidensi nonunion karena kerusakan periosteum
d. Mengurangi resiko infeksi
e. Memperlama periode imobilisasi

Jawaban : C
Pembahasan ; komlikasi reduksi terbuka
• Infeksi
• Kerusakan pembuluh darah dan saraf
• Kekakuan sendi bagian proksimal dan distal
• Kerusakan periosteum yang hebat sehingga terjadi delayed union atau nonunion
• Emboli lemak

130

131. penyembuhan fractur pada anak memiliki kemampuan mengoreksi sendiri deformitas yang tersisa. Kemampuan ini disebut ?
a. Reposisi
b. Konsolidasi
c. Remodelling
d. Refrakturasi
e. reduksi

Jawaban : C
Pembahasan : pada anak anak, deformitas residual cendrung mengalami koreksi spontan melalui proses remodelling yang ekstensif, yaitu melalui pertumbuhan lempeng epifisis atau keduanya

131

132. anda melakukan survei primer pada seorang korban kecelakaan sepeda motor. Saat anda memeriksa lehernya, partner anda menyela dengan memberitahu bahwa kedua kaki bawah korban mengalami patah tulang terbuka, apa yang harus anda lakukan selanjutnya ?
a. menutup dengan kassa dan memasang bidai
b. memasang celana antisyok dan mengembangkannya di bagian kaki saja
c. melanjutkan survei primer
d. meminta partnet tersebut menangani
e. segera load and go

Jawaban : D
Tata laksana penderita pada kasus trauma memerlukan penilaian yang cepat dan pengelolaan yang tepat guna menghindari kematian. Proses ini dikenal sebagai inital assessment, yang meliputi :
• persiapan
• triase
• survei primer
A. airway (jalan nafas), menjaga airway dengan kontrol servikal
B. breathing (bernafas), menjaga pernapasan dengan ventilasi
C. circulation (sirkulasi) dengan kontrol perdarahan
D. disabillity, pemeriksaan status neurologis
E. exsposure : buka baju penderita guna memeriksa dan mengevaluasi penderita
• resusitasi
• tambahan terhadap survei primer dan resusitasi: pemantauan EKG, kateter urin,NGT, pemantauan tanda tanda vital dan nadi oksimetri: foto rontgen serviks,toraks ap,dan pelvis
• survei sekunder. Anamnesis AMPLE ( alergi, medikasi

132

133. Sebagai dokter UGD yang di panggil ke tempat kejadian kecelakaan, anda menemukan seorang pria baru saj terjatuh dari atap sebuah bangunan. Ia mengatakan kalau tidak merasakan tanagn dan kakinya. Apakah tindakan selanjutnya yang paling tepat dilakukan (setelah survei primer) ?
a. melakukan head tilt, chin lift
b. melakukan resusitasi jantung paru
c. melakukan hiperventilasi untuk mencegah edema otak
d. segera memasang cervical collar, lalu transfer mennggunakan spine board
e. segera load and go

Jawaban : D
Pembahasan : pada kasus ini, pasien jatuh dari ketinggian dan kemungkinan besar mengalami trauma tulang belakang, hal ini dipertegas dengan adanya keluhan pasien tidak bisa merasakan tangan dan kakinya. Kasus ini merupakan seting kejadian fase pra-rumah sakit, titk berat yang penting adalah pada penjagaaan jalan napas, kontrol perdarahan dan syok, imobilisasi penderita, dan segera transfer ke rumah sakit terdekat dengan fasilitas ynag cocok, dan sebaiknya ke suatu pusat trauma. Pada kasus ini, pasien mengatakan “tidak bisa mersakan tangan dan kakinya”, berati pasien dapat berbicara lancar, maka penilaian jalan naps clear. Selain itu perlu adanya kontrol servikal, maka perlu di psang collar neck. Jika ada pendarahan, maka perlu kontrol perdarahan dan mengatasi syok, selanjutya imobilisasi penderita pada cedera spinal, yaitu dengan long spine board, lalu secepatnya transfer ke trauma center

133

134 Sebagai dokter UGD, anada dipanggil ketempat kejadian kecelakaan. Seorang pria yang berusia 23 tahun mengalami cedera karena kecelakaan sepeda motor.Ia mengalami disorient tasi dan keracunan. Ada luka robek yang lebar dikepala dengan pendarahan aktif. Pasien menolak untuk ditangani dan mengancam akan menelpon pengacarnya bila ada yang mencoba untuk menanganinya yang akan anda lakukan adalah…..
a. Membiarkan pasien menelepon pengacranya
b. Meminta nomer telpon pengacara dan menghubungi untuk menjelaskan
c. Meminta pasien menandatangani surat pernyataan penolakan dan membiarkanya pergi
d. Menjaga pasien agar aman dan kemudian memberika penanganan dan transpor menggunakan pengikat jika diperlukan
e. Menunggu sampai pasien pinsan karena cedera kepala dan pendarahan kemudian ditranpor

Jawaban :D
Pada kasus ini,pasien mengalami disorientasi dan terdapatluka robek lebar di kepala dengan pendarahanaktif,maka penanganan yang tepat adalah memberikan penanganandan transpor untukmenyelamatkan penderita agar tidak jatuh dalam kondisi yang lebih buruk

134

135 Seorang korban trauma dibawa ke UDG. Pada survei primer didapatkan temuan berikut: kesulita bernapas, nadi lemah dan cepat, vena leher datar, trakea di tegah ,penurunan suara napas pada sisi kiri, dan perkusi pekak di bagian kiri. Apakah jenis cedera yang dialami pasien ini?
a. Tamponde jantung
b. Flail chest
c. Tension pneumothorax
d. Hemotoraks masif
e. Kontusio jantung

Jawaban :D
Pada kasusini,pada pasien terdapat tanda-tanda adanya hematotoraks masif,yaitu adanya tanda syok(nadi lemah dan cepat) karena hipovolemia,venaleher datar/kolaps akibat hipovolemia berat,suara nafas menghilang,dan perkusi pekak pada sisi dada yangmengalami trauma. Hematotoraks masif yaitu terkumpulnya darahdengan cepat lebih dari 1500 cc di dalam rongga pleura.hal ini ndisebabkan karena lukatembus yang merusakpembuluh darah sistematik atau pembuluh darah pada hilus paru.terapi awalnya adalahresusitasi cairan bersama dengan dekompresi rongga pleura(pemasangan chest tube).

135

136 seorang anak yang berusia 5 tahun menderita demam selama 3 hari, adenopati servikal,sera nyeri di bibir, lidah, dan gusi. Tiga minggu sebelunya ia mengeluhkan bengkak dan nyeri di ibu jari tangan kanan disertai cairan. Oleh ibunya, ia dikompres namun nyeri tidak berkurang. Kemudian ia dibawa kedokter dan diobati dengan sefalosporin golonga 1, tetapi tidak ada perbaikan. Pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan adalah ….
a. Pemeriksaan Gram dari aspirasi kuku
b. Pemeriksaan KOH dari aspirasi kuku
c. Pemeriksaan anti gen HSV dari aspirasi kuku
d. Kultur bakteri dari aspirasi kuku
e. Kultur streptokokus grup A dari apusa

Jawaban :D
Dari gejala dan anamesis,diagnosis mengarah pada infeksi bakteri yang disertai inflamasi pemeriksaan yang harus dilakukan untuk menentukan terapi yang tepat adalah dengan cara melakukan kultur bakteridari aspirasi kuku.

136

137 seorang anak berusia 3tahun di bawa ke puskesmas dengan keluhan demam dan timbul bercak merah. Setelah memeriksa, dokter ingin mengetahui factor penyebabnya dengan melakukan pemeriksaan laboratorium, dan hasil terdapat trombositopenia, berdasarkan hubungan sebab akibat, virus DHF berperan sebagai apa? Pilihlah jawaban yang benar dari pernyataan di bawah ini
a. Necessary causal
b. Faktor determinan
c. Sufficient causal
d. Faktor pendukung
e. Faktor transmisi

Jawaban :A
Pada kasus ini,virus DHF merupakan penyebab utama atau sebagai necessary causal.

137

138 kuman yang digunakan sebagai indicator dalam pemeriksaan air adalah…
a. Clostridium welchii
b. Streptococcus pyogenes
c. Staphylococcus epidermidis
d. Pseudomonas ae ruginosa
e. Salmonella typhi

jawaban : A
Kuman yang digunakan sebagai indikator dalam pemeriksaan ari adalah clostridium wlchii

138

139 Seorang pria berusia 60 tahun setelah operasi CABG (Coronary Artery Bypass Grafting) mengalami sesak nafas dan demam. Kultur sputum gram (-), pigmen hijau tetapi tidak ada fermentasi karbohidrat. Kemungkinan besar pasie ini terinfeksi bakteri…
a. Moraxella
b. Serratia
c. Proteus
d. Pseudomonas
e. Clepsiella

Jawaban : D
Pseudomonas aeruginosa merupakan kuman berbentuk batang gram-negatif yang berukuran kecil danbersifat aerob,tergolong dalam famili pseudomaceae. Kuman ini bersifat motil karena mempunyai flagela berkutub tunggal.lebih dari separuh isolat klinis menghasilkan pigmen piosianin berwarna biru-hijau.pigmen ini membantu dalam mengidentifikasi kuman dan mencakup spesies yang bernama P.aeruginosa. infeksi saluran pernafasan bagian bawah yang diakibatkan oleh P.aerugnosa terutama terjadi pada pasien dengan respon imun yang trendah.infeksi ini memiliki gejala klinis yaitupada awal penyakit,pasien mengalamigejala pernapasan bagian atas yang rekuren,diikutidengan batuk yang tetap bergejala,episode pneumonia timbul kemudian,disertai batuk parsisten di antara episode akut.akhirnya,pasien memperlihatkan batuk produktif menahun,penurunan nafsu makan,penurunan berat badan,dan penurunan aktivitas.gejala lain mencakup mengi,tekipnea,dan iritabilitas.eksaserbasi akut bersifat khas,disertai oleh demam subfebris dan gejala pernafasan yang mengikat.
Referensi
Harrison,prinsip-prinsip ilmu penyakit dalam,vol 2,edisi 13,hal.748-749

139

140 bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi saluran nafas bagian atas adalah..
a. Staphylococcus aureus
b. Staphylococcus epidermidis
c. Stretococcus
d. Haemophylius influenzae
e. Neisseria

Jawaban: C
Streptococcus merupakan mikroorganisme patogen yang sering ditemukan pada infeksi saluran pernafasan bagian atas,terutama pada bagiantenggorokan.
Referensi
Harison,prinsip-prinsip ilmu penyakit dalam ,vol 2, edisi 13,hal.576.

140

141 seorang pria berusia 34tahun menderita bercak kemerahan di lutut dan siku, tidak terasa gatal, bersisik dan terbentuk seperti tetesan lilin. Diagnosis keadaan ini adalah
a. Lichen planus
b. Dermatofita
c. Pitiriasis rosea
d. Psoriasis vulgaris
e. Morbus Hansen

Jawaban : D
gejala klinis diagnosis mengarahpada psioriasis vulgaris.sebagian pasien mengeluh mengalamigatal ringan. Tempat predileksi pada kulit kepala.perbatasan daerah dahi dan rambut,ekstremitas bagian ekstensor terutama siku serta lutut, dan daerah lumbosakral.kelainan kulit terdiri atas bercak bercak eritema berbatas tegas dan merata, skuama berlapis-lapis berwarna putih seperti mika,kasar,serta transparan.besar kelainan bervariasi,mulai dari lentikular,numular,sampai plakat dan dapat berkonfluensi.
Referensi
Kapita selekta kedokteran,edisi 3,jilid 2,hal. 116-117.

141

142. seorangwanitaberusia 40 tahunmengalamikeputihan.
PadaPap smear dijumpaiselkoilositdandisplasiasedang. Diagnosis keadaaniniadalah…
a. HIV
b. HBV
c. HSV
d. HPV
e. HCV

PEMBAHASAN

JAWABAN: D
infeksi human papilloma virus (HPV) padamanusia yang terjaid di leher Rahim menyebabkankelainanselskuamosa yang paling sering di dapatipadaapusanpapanicoloau. Infeksi papilloma virus manusiaditularkanmelaluikontakeratperorangandan di permudahdengan trauma kecilpadatempatmasuknyakuman.Tipeepitelskuamosadapatterinfeksioleh papilloma virus manusia,danpenampakanlesiperoranganumumdanhistologisbervariasibergantungdaritempatinfeksidanjenis virus. Ekspresi gen selanjutnya di tandaidenganmunculnya protein structural danvirion yang berkumpul, terbuktidalamintisellapisan granular, tempatterjadinyakoilositosis. Koilositadalahselbulatbesarbdenganintipigmotikdandaerahluasvakuolisasiperinukleat di kelilingiolehintisitoplasmaamfofilicpadat.Apusanpapanicolaoudarikrokanserviksseringmenunjukanbuktisitologiadanyainfeksi papilloma virus padamanusia.

Referensi
Harrison, prinsip-prinsipilmupenyakindalam, vol. 2, edisi 13, hal. 904-905.

142


143. seoranwanitaberusia 22 tahunmerasakannyerisaatmenelan di sebelahkanan. Padapemeriksaandijumpaidemam, suarasengau, trismus 3 cm, danpalatum mole bengkak.Penatalaksanaanawaluntukkeadaaniniadalah….
a. Aniti tetanus + antibiotic
b. Pemasanganendotracheal tube
c. Antibiotic dan analgesic
d. mengirimke ICU
e. pemberiansedasi

JAWABAN: C
darigejalaklinis, diagnosis mengarahpadaabsesperitonsil, dimanaterdapatgejaladantanda tonsillitis akut, demamtinggi, suarasengau, kadang-kadangsulitmembukamulut (trismus) sertapembekakandannyeritekanpadakelenjar submandibular.
Trismusterjadipada proses yang lanjut. Akibatiritasipadaototpterigoidinterna.Padapemeriksaantampakpalatum, mole membengkak, menonjolkedepan, dapatterabafluktuasi, danhiperemispada stadium awal. Dan bilakondisiiniberlanjut, akanmenjadilebihlunakdanberwarnakekuning-kuningan. Tonsil bengkak, hiperemis, mungkinbanyak detritus, terdorongke uvula, bengkak, danterdorongkesisikontralateral.

Penatalaksanaan:
• pada stadium awal di berikan antibiotic dosistinggipenisilin 600.000-1.200.000 unit atauampisilin/amoxicillin 3-4 x 250-500 mg. anjuranberkumurdengan antiseptic atau air hangat, dankompresdengan air dingin.
• Bilaterdapatabses, lakukanfungsilaluinsisipadadaerah yang paling menonjoldanlunakataupertengahangaris yang menghubungkandasar uvula dengangerahamatasterakhirpadasisi yang sakit.
• Bilaterdapattrismus, berikan analgesia local untuknyeri (silokain/novokain 1% di gang lion svenopalatium).

Referensi
Kapitaselektakedokteran, edisi 3, jilid 1, hal. 121

143

144. seorangpenderitamengeluhpandangankeduamatanyamenjadikabursecaraperlahan-lahan, tidak di sertainyerimaupunmatamerah. Penderitasudahperiksakedokterumum, tetapipenglihatannyatetapkabur.Padapemeriksaanoftamologis di dapatkanvisusterbaiksetelahkoreksiyaituOD 5/60dan OS 6/60. Segmenanteriordalambatas normal.Padafunduskopi ODS didapatkanperdarahanflame shape di retina. Pemeriksaan yang memberikankelainan paling awaladalah…
a. Pemeriksaanlapanganpandang
b. Tajampenglihatan
c. Icontrastsensitivy
d. Ishihara
e. Tonometry

JAWABAN: B
darigejalapandanganmenjadikabur, tandabatas pupil nervusoptikuskabur, danperdarahanflem shape (perdarahan vena yang kecil), maka diagnosis mengarahpadaretinopatihipertensi. Olehkarenaitu, yang memberikankelainan paling awaladalahketajamanpenglihatan, dimanaakanterjaidpenurunanvisuspadapasienini.

Referensi
http://emedicine.com/oph/topic448

144

145. Ny. Watiberusia 59 tahun, mengeluhmengalamibercakmerahpadalipatpahakanan-kirisejak 3minggu yang lalu, yang disertai rasa gatalterutamakalauudarapanas.Iasedangmendapatpengobatan diabetes mellitus.Padapemeriksaandaerah inguinal terdapat macula eritematosaberbatasjelasdanberbentukteratur, skuama tipis, sertasatelitpapula.Diagnosis kasusNy.Watiadalah…
a. Tineakruris
b. Dermatisseboroik
c. Kadidiasis
d. Psoriasis vulgaris
e. Tineakorporis

JAWABAN: C
pasientersebutmengeluhgatalpadalipatpaha (inguinal) kanan-kirisejak 3 minggu yang lalu, dangataliniterasaterutamaterasasaatudarapanas. Wujudkelainankulit (UKK) berupa macula eritematosaberbatasjelasdanskuama tipis di sertaidenganadanyapapulasatelit.
Pasieninimempunyaipenyakitpenyertayaitu diabetes mellitus dansedangmenjalanipengobatan.Padapasienini status imunitasturun (immunocompromise).
Dari keterangantersebut diagnosis mengarahkekandidiasisintertrigo.Kandidiasisintertrigoadalahsuatuinfeksipadakulit yang di sebabkanoleh candida aldicans. Factor predisposisinyaantara lam immunocompromise,obesitas, diabetes mellitus, terapi antibiotic, lingkungan yang hangatsertalembab. Gataldannyeriadalah yang umumnya di keluhkan.
UKK berupalesieritematosaberbatastegas, bersisikataubasah, di kelilingilesisatelitberupapapulaeritematosa, vesikel, atau fistula yang bilapecahakanmeninggalkandaerah erosive denganpinggirkasardanberkembangsepertilesi primer. Distribusinya di daerahdengankelembapantinggi, yaitudaerahpopok, dandaerahpunggungpadapasientirah baring lama.Pemeriksaanpenunjangberupapemeriksaanmikroskopidengan KOH 10% daripustulaatausisik di tepilesidimanaakantampakgambaranpseudohifa.

Referensi
1. FK UGM, Art Of Therapy, 2008.
2. Fitzpatrick’s clinical dermatology.

145

146. pengobatan yang dapatdiberikankepadaNy. Watipadakasus No.145 di atasadalah…
a. Griseofulvin
b. Kortikosteroid oral
c. Kortikosteroidkrim
d. Mupirosinkrim
e. Ketokonazol tablet

PEMBAHASAN

JAWABAN: E
diagnosisuntuknyonyawatimengarahpadakandidiasisintertrigo. Tatalaksanaumumpadakasuskandidiasisadalahmengatasi factor predisposisi.Misalnyamengurangikelembapandangesekandenganjalanmenurunkanberatbadansertamemakai body powder (bedaktabur) untukmencegahtimbulnyakandidiasis, dapatdilakukandengancaramenjagadaerahintertrigo agar tetapkering.Terapipengobatandapatberupa :

• Terapitopical :mistatin, imidazolkrinkrim
• Terapisistemik :pemberiam oral flukonazol, itrakonazol,ketokonazol.

Referensi
Handbook of dermatology and venereology

JAWABAN: B
seorangpriameninggal di ladang, kemungkinanbesar di sebabkankeracunaninsektisidaterutamagolonganorganofosfat. Insektisidagolonganinisangattoksikdanbekerjadenganmenghambatdanmengaktifasienzimasetilkolinesterase.Enziminisecara normal menghancurkanasetilkolin yang di lepaskanolehsusunansarafpusat, ganglion autonomy, ujung-ujungsaraf, parasimpatis, danujung-ujung motoric.Hambatanasetilkolinesterasemenyebabkantertumpuknyasejumlahbesarasetilkolinpadatempat-tempattersebut.

146

148. seorangpriaberusia 26 tahun dating kepolikulitdankelaminkarenatangankanannyasulitmemegangbenda yang danterasatebalselama 2 bulanini. Padapemeriksaanfisik di dapatkandrop handdanpadabagiantubuh yang lainterdapat macula hipoestesi. Iasudahmendapatkanpengobatan, tetapimasihsulitmemegangbenda, sehinggaaktivitassehari-harinyaterganggu.Apakahlankahpenglolaan yang paling tepat agar iadapatmelakukanaktivitasnyasehari-hari ?
a. Latihanpenguatanotot
b. Pemakaiansplint
c. Terapi electrical stimulation
d. Terapidiatermi
e. Terapi infra merah

JAWABAN: A
pasieninimerupakanpasienlepra (morbus Hansen), dimanapadapasieniniterdapattanda macula hipoestesi, dantelahterjadilesisarafradialis yang manifestasinyaberupa drop hand. Selainpengobatan yang sesuai, langkahrehabilitasi yang tepatadalahdenganpenguatanotot, mulaidarilatihanbebas, danlatihangerakaktif.

147

149. seorangwanitaberusia 19 tahunmengeluhpadatelapakkakinyaterdapatlubang-lubangdangkal yang nyeri. Padakerokankulitdidapatkangambaranbulat/lonjong.Penyebabkeadaaniniadalah…
a. Hifanonreproduktif
b. Miselium
c. Spora
d. Aspergillum
e. Hifareproduktif

JAWABAN: E
diagoniskasus : kineapedis. Padapemeriksaan KOH akantampakhifabercabang yang merupakanhifareproduktif.

148

150. Soal wanita berusia 17 tahun mengeluh mengalami keputihan dengan vaginal discharge berwarna putih, bergumpal-gumpal, terasa gatal, dan timbul demam seperti terbakar sejak 1 minggu yang lalu. Penyebab keadaan ini adalah …
a. Trichophyton
b. Epidermophyton
c. Fusarium
d. Aspergillus
e. Candida

Jawaban: E
Infeksi kandida ditandai dengan discharge yang tebal disertai dengan rasa panas terbakar, gatal, kadang-kadang disertai disuria. Pada pemeriksaan didapatkan plak pada dinding vagina dengan dasar dan sekitarnya mengalami eritema.

Referensi
Freedberg et a al, 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine, McGraw-Hill

149

151. Seorang anak usia 7 tahun datang dengan keluhan sering nyeri kepala apabila belaar lama. Ia juga mengeluhkan penglihatan dari kedua matanya menjadi kabur. Pemeriksaan visus natural ODS 5/20. Setelah dilakukan koreksi dengan S+1,00 visus ODS 5/5. Pemeriksaan segmen anterior dalam baats normal. Saat dilakukan koreksi dengan S+1,00 pada anak ini dikenal dengan istilah…
a. Hipermetropia total
b. Hipemetropia manifes
c. Hipermetropia laten
d. Miopia
e. Presbiopia

Jawaban : B
Hipermetropia manifes ditentukan dengan lensa sferis (+) terbesar yang memberikan virus sebaik-baiknya pada pemeriksaan tanpa siklopegi. Hipermetopia total merupakan seluruh derajat hipermetropia yang didapatkan setelah akomodasi dilumpuhkan atau pada relaksasi dari mm. siliaris, misalnya dengan pemberian siklopegia. Hipermetropia laten merupakan selisih antara hipermetropia total dan hipermetropia manifes,yang menunjukan kekuatan tonus dari mm. siliaris.

Referensi
FK UGM,Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 175.

150

152. Seorang pria berusia 45 tahun mengaku badannya menjadi kemerahan setelah minum obat dari dokter. Selain itu, pasien juga mengalami sariawan yang luas, mata merah dan berair,serta nyeri saat buang air kecil. Antibiotik yang dapat diberikan pada pasien ini adalah..
a. Gentamisin
b. Kindamisin
c. Penisilin
d. Koamoksiklav
e. Kotrimoksazol

Jawaban : C
Diagnosis kasus ini adalah sindrom Stevens-Johnson, Pasien yang mengalami sindrom ini akan rentan terhadap infeksi. Antibiotik profilaksis yang diberikan adalah Na-penisilin 2 x 10.000.000 unit/hari sampai didapatkan hasil kultur sensiitivitas.

Referensi
Freedberg et al 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine, McGraw-Hill

151

153. Seorang bayi laki-laki berusia 3 bulan, di pipi kanannya terdapat lesi eksimatosa disertai nanah, orangtuanya memiliki gejala asma. Penyebab keadaan ini adalah…
a. S. aureus
b. S. haemolycticus
c. Candida albicans
d. Trichosporum sp.
e. Trichophytun sp.

Jawaban : A
Diagnosis pada kasus ini adalah dermatitis atopik. Hampir 90% lesi dermatitis atopic terinfeksi oleh Staphylococus aureus.

Referensi
Freedberg et al, 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine, McGraw-Hill

152

154. Seorang anak berusia 6 tahun megalami pitak dikepala,alopesia,berdiameter 3cm, dan terdapat titik hitam di tengah.pemeriksaan dengan KOH mennjukan hifa sejati dari batang rambut. Obat yang cukup spesifik untuk di atas adalah…
a. Krim mikonazol
b. Tablet ketokonazol
c. Shampo bifonazol
d. Tablet griseofulvin
e. Tablet amfoterisin B

Jawaban : D
Diagnosis tinea capitis.
Terapi:
• Griseofulvin 1 g/hari, dosis anak: 10-20 mg/kgBB/hari selama 6-8 minggu.
• Flukonazol, 6 mg/kgBB/hari selama 20 hari
• Itrakonazol, 3-5 mg/kgBB/hari selama 4-6 minggu
• Terbinafin, 3-6 mg/kgBB/hari selama 2-4 minggu
Terapi tambahan yang dapat diberikan jika ada inflamasi yang luas adalah glukokortikoid oral seperti prednisone 1 mg/kgBB setiap pagi dalam 10-15 hari pertama terapi.
Obat yang spesifik untuk tinea adalah griseofulvin. Golongan azol merupakan antijamur berspektrum luas.

Referensi
Freedberg et al, 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine

153

155. Seorang anak berusia 9 tahun dibawa ke klinik mata dengan keluhan mata gatal, blefarospasme, fotofobia, sekret mata yang copious mucoid, visus normal. Pada pemeriksaan dengan slit lamp terdapat cobblestone pada palpebra superior. Penatalaksanaan kasus ini adalah dengan…
a. Antibiotic topical
b. Antimetabolik topical
c. Asiklovir topical
d. Anthistamin topical
e. Topical artificial tear

Jawaban: D
Gejala mata merah, gatal, berair, hilang timbul (ada pemicu), dengan riwayat atopic, pada pemeriksaan ditemukan gamabran reaksi papilar yang besar (cobblestone appearance), sekret mukoid, merupakan gejala yang khas untuk konjugtivitas vernal. Penatalaksanaannya adalah dengan pemberian steroid topical atau mast cell stablillizer (anthistamin) topial.

Referensi
1. FK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal 39
2. FK UI, Sari Ilmu Penyakit Mata, 2000, hal 35-36.

154

156. Seorang pria berusia 35 tahun mengalami mata gatal, merah, serta terdapat sekret seperti susu pada konungtiva. Pada slit lamp tampak papilla di konjungtiva tarsal superior dan inferior. Terdapat riwayat keluarga dengan penyakit atopic. Diagnosis untuk kasus ini adalah…
a. Vernal conjunctivitis
b. Atopic conjunctivitis
c. Acute conjunctivitis
d. Flictenularis conjunctivitis
e. Follicular conjunctivitis

Jawaban :B
Keluhan maat merah, gatal fotofobia, riwayat atopic, ditemukan sekret mukoid, pail-papil halus di daerah tarsus, menunjukan diagnosis mengarah pada konjungtivitis atopic. Jika pailnya raksasa (gambaran cobblestone), maka diagnosis mengarah pada konjungtivitis vernal.
Referensi
FK UI, Sari Ilmu Penyakit Mata, 2000, hal. 28-29

155

157. Reaksi hipersensitif pada kasus No. 156 di atas adalah…
a. Tipe I
b. Tipe II
c. Tipe III
d. Tipe IV
e. Tipe I dan IV

Jawaban: A
Reaksi yang terjadi reaksi yang pada dermatitis atopic maupun asma bronchial, yaitu reaksi hipersensitivitas tipe I (immediate hypersensitivity).
Referensi
FK UI, Sari Ilmu Penyakit Mata, 2000, hal. 28

156

158. Seorang wanita berusia 40 tahun mengalami penurunan penglihatan sejak 3 hari yang lalu disertai nyeri dan mata merah berair. Ia didiagnosis dokter umum sbeagai pasien TBC. Dari pemeriksaan didapat injeksi silier. flare bilik maat depan (+), dan persipitat keratik (+). Diagnosis untuk kasus ini adalah…
a. Uveitis akut
b. Vitritis
c. Koroiditis
d. Endoftalmitis
e. Pars planitis

Jawaban : A
Gejala dan tanda uveitis anterior adalah fotofobia,nyeri, mata merah, penurunan visus, lakrimasi, injeksi perikorneal, keratik persipitat, modul iris, sel-sel aqueous, flare, sinekia posterior, dan sel-sel vitreus anterior. Uveitis bisa disebabkan oleh penyebab endogen, yaitu berhubungan dengan penyakit sistemik (mislanya ankilosing spondilitis), infeksi bakteri (TB), jamur (kandidiasis), virus (herpes zoster), protozoa (tokoplasma), dan cacing (toksokariasis).
Referensi
FK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 63-69.

157

159. Terapi untuk kasus no. 158 di atas adalah…
a. Kortikosteroid dan sikloplegik
b. Beta-bloker topical
c. Anthisthamin topical
d. Topical mast cell stabilizer
e. Antibiotic topical

Jawaban : A
Terapi uveitis yaitu midriatikum (siklopegik), steroid, obat-obatan sitotoksik, dan siklosporin. Midriatikum digunakan untuk memberikan rasa nyaman (mengurangi spasme m. siliaris dan m.sfingter pupil) dan mencegah atau melepas sinekia posterior. Steroid topical hanaya diberikan pada uveitis anterior.

Referensi

FK UGM, bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 73-74.

158

160. Soal wanita berusia 17 tahun mengeluh mengalami keputihan dengan vaginal discharge berwarna putih, bergumpal-gumpal, terasa gatal, dan timbul demam seperti terbakar sejak 1 minggu yang lalu. Penyebab keadaan ini adalah …
f. Trichophyton
g. Epidermophyton
h. Fusarium
i. Aspergillus
j. Candida

Jawaban: E
Infeksi kandida ditandai dengan discharge yang tebal disertai dengan rasa panas terbakar, gatal, kadang-kadang disertai disuria. Pada pemeriksaan didapatkan plak pada dinding vagina dengan dasar dan sekitarnya mengalami eritema.

Referensi
Freedberg et a al, 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine, McGraw-Hill

159

161. Seorang anak usia 7 tahun datang dengan keluhan sering nyeri kepala apabila belaar lama. Ia juga mengeluhkan penglihatan dari kedua matanya menjadi kabur. Pemeriksaan visus natural ODS 5/20. Setelah dilakukan koreksi dengan S+1,00 visus ODS 5/5. Pemeriksaan segmen anterior dalam baats normal. Saat dilakukan koreksi dengan S+1,00 pada anak ini dikenal dengan istilah…
f. Hipermetropia total
g. Hipemetropia manifes
h. Hipermetropia laten
i. Miopia
j. Presbiopia

Jawaban : B
Hipermetropia manifes ditentukan dengan lensa sferis (+) terbesar yang memberikan virus sebaik-baiknya pada pemeriksaan tanpa siklopegi. Hipermetopia total merupakan seluruh derajat hipermetropia yang didapatkan setelah akomodasi dilumpuhkan atau pada relaksasi dari mm. siliaris, misalnya dengan pemberian siklopegia. Hipermetropia laten merupakan selisih antara hipermetropia total dan hipermetropia manifes,yang menunjukan kekuatan tonus dari mm. siliaris.

Referensi
FK UGM,Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 175.

160

162. Seorang pria berusia 45 tahun mengaku badannya menjadi kemerahan setelah minum obat dari dokter. Selain itu, pasien juga mengalami sariawan yang luas, mata merah dan berair,serta nyeri saat buang air kecil. Antibiotik yang dapat diberikan pada pasien ini adalah..
f. Gentamisin
g. Kindamisin
h. Penisilin
i. Koamoksiklav
j. Kotrimoksazol

Jawaban : C
Diagnosis kasus ini adalah sindrom Stevens-Johnson, Pasien yang mengalami sindrom ini akan rentan terhadap infeksi. Antibiotik profilaksis yang diberikan adalah Na-penisilin 2 x 10.000.000 unit/hari sampai didapatkan hasil kultur sensiitivitas.

Referensi
Freedberg et al 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine, McGraw-Hill

161

163. Seorang bayi laki-laki berusia 3 bulan, di pipi kanannya terdapat lesi eksimatosa disertai nanah, orangtuanya memiliki gejala asma. Penyebab keadaan ini adalah…
a. S. aureus
b. S. haemolycticus
h. Candida albicans
c. Trichosporum sp.
d. Trichophytun sp.

Jawaban : A
Diagnosis pada kasus ini adalah dermatitis atopik. Hampir 90% lesi dermatitis atopic terinfeksi oleh Staphylococus aureus.

Referensi
Freedberg et al, 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine, McGraw-Hill

162

164. Seorang anak berusia 6 tahun megalami pitak dikepala,alopesia,berdiameter 3cm, dan terdapat titik hitam di tengah.pemeriksaan dengan KOH mennjukan hifa sejati dari batang rambut. Obat yang cukup spesifik untuk di atas adalah…
a. Krim mikonazol
b. Tablet ketokonazol
c. Shampo bifonazol
d. Tablet griseofulvin
e. Tablet amfoterisin B

Jawaban : D
Diagnosis tinea capitis.
Terapi:
• Griseofulvin 1 g/hari, dosis anak: 10-20 mg/kgBB/hari selama 6-8 minggu.
• Flukonazol, 6 mg/kgBB/hari selama 20 hari
• Itrakonazol, 3-5 mg/kgBB/hari selama 4-6 minggu
• Terbinafin, 3-6 mg/kgBB/hari selama 2-4 minggu
Terapi tambahan yang dapat diberikan jika ada inflamasi yang luas adalah glukokortikoid oral seperti prednisone 1 mg/kgBB setiap pagi dalam 10-15 hari pertama terapi.
Obat yang spesifik untuk tinea adalah griseofulvin. Golongan azol merupakan antijamur berspektrum luas.

Referensi
Freedberg et al, 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine

163

165. Seorang anak berusia 9 tahun dibawa ke klinik mata dengan keluhan mata gatal, blefarospasme, fotofobia, sekret mata yang copious mucoid, visus normal. Pada pemeriksaan dengan slit lamp terdapat cobblestone pada palpebra superior. Penatalaksanaan kasus ini adalah dengan…
a. Antibiotic topical
b. Antimetabolik topical
c.. Asiklovir topical
d. Anthistamin topical
e. Topical artificial tear

Jawaban: D
Gejala mata merah, gatal, berair, hilang timbul (ada pemicu), dengan riwayat atopic, pada pemeriksaan ditemukan gamabran reaksi papilar yang besar (cobblestone appearance), sekret mukoid, merupakan gejala yang khas untuk konjugtivitas vernal. Penatalaksanaannya adalah dengan pemberian steroid topical atau mast cell stablillizer (anthistamin) topial.

Referensi
3. FK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal 39
4. FK UI, Sari Ilmu Penyakit Mata, 2000, hal 35-36.

164

166. Seorang pria berusia 35 tahun mengalami mata gatal, merah, serta terdapat sekret seperti susu pada konungtiva. Pada slit lamp tampak papilla di konjungtiva tarsal superior dan inferior. Terdapat riwayat keluarga dengan penyakit atopic. Diagnosis untuk kasus ini adalah…
a. Vernal conjunctivitis
b. Atopic conjunctivitis
c. Acute conjunctivitis
d. Flictenularis conjunctivitis
e. Follicular conjunctivitis

Jawaban :B
Keluhan maat merah, gatal fotofobia, riwayat atopic, ditemukan sekret mukoid, pail-papil halus di daerah tarsus, menunjukan diagnosis mengarah pada konjungtivitis atopic. Jika pailnya raksasa (gambaran cobblestone), maka diagnosis mengarah pada konjungtivitis vernal.
Referensi
FK UI, Sari Ilmu Penyakit Mata, 2000, hal. 28-29

165

167. Reaksi hipersensitif pada kasus No. 156 di atas adalah…
a. Tipe I
b. Tipe II
c. Tipe III
d. Tipe IV
e. Tipe I dan IV

Jawaban: A
Reaksi yang terjadi reaksi yang pada dermatitis atopic maupun asma bronchial, yaitu reaksi hipersensitivitas tipe I (immediate hypersensitivity).
Referensi
FK UI, Sari Ilmu Penyakit Mata, 2000, hal. 28

166

168. Seorang wanita berusia 40 tahun mengalami penurunan penglihatan sejak 3 hari yang lalu disertai nyeri dan mata merah berair. Ia didiagnosis dokter umum sbeagai pasien TBC. Dari pemeriksaan didapat injeksi silier. flare bilik maat depan (+), dan persipitat keratik (+). Diagnosis untuk kasus ini adalah…
a. Uveitis akut
b. Vitritis
c. Koroiditis
d. Endoftalmitis
e. Pars planitis

Jawaban : A
Gejala dan tanda uveitis anterior adalah fotofobia,nyeri, mata merah, penurunan visus, lakrimasi, injeksi perikorneal, keratik persipitat, modul iris, sel-sel aqueous, flare, sinekia posterior, dan sel-sel vitreus anterior. Uveitis bisa disebabkan oleh penyebab endogen, yaitu berhubungan dengan penyakit sistemik (mislanya ankilosing spondilitis), infeksi bakteri (TB), jamur (kandidiasis), virus (herpes zoster), protozoa (tokoplasma), dan cacing (toksokariasis).
Referensi
FK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 63-69.

167

169. Terapi untuk kasus no. 158 di atas adalah…
a. Kortikosteroid dan sikloplegik
b. Beta-bloker topical
c. Anthisthamin topical
d. Topical mast cell stabilizer
e. Antibiotic topical

Jawaban : A
Terapi uveitis yaitu midriatikum (siklopegik), steroid, obat-obatan sitotoksik, dan siklosporin. Midriatikum digunakan untuk memberikan rasa nyaman (mengurangi spasme m. siliaris dan m.sfingter pupil) dan mencegah atau melepas sinekia posterior. Steroid topical hanaya diberikan pada uveitis anterior.

Referensi

FK UGM, bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 73-74.

168

170. Soal wanita berusia 17 tahun mengeluh mengalami keputihan dengan vaginal discharge berwarna putih, bergumpal-gumpal, terasa gatal, dan timbul demam seperti terbakar sejak 1 minggu yang lalu. Penyebab keadaan ini adalah …
a. Trichophyton
b. Epidermophyton
c. Fusarium
d. Aspergillus
e. Candida

Jawaban: E
Infeksi kandida ditandai dengan discharge yang tebal disertai dengan rasa panas terbakar, gatal, kadang-kadang disertai disuria. Pada pemeriksaan didapatkan plak pada dinding vagina dengan dasar dan sekitarnya mengalami eritema.

Referensi
Freedberg et a al, 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine, McGraw-Hill

169

171. Seorang anak usia 7 tahun datang dengan keluhan sering nyeri kepala apabila belaar lama. Ia juga mengeluhkan penglihatan dari kedua matanya menjadi kabur. Pemeriksaan visus natural ODS 5/20. Setelah dilakukan koreksi dengan S+1,00 visus ODS 5/5. Pemeriksaan segmen anterior dalam baats normal. Saat dilakukan koreksi dengan S+1,00 pada anak ini dikenal dengan istilah…
a. Hipermetropia total
b. Hipemetropia manifes
c. Hipermetropia laten
d. Miopia
e. Presbiopia

Jawaban : B
Hipermetropia manifes ditentukan dengan lensa sferis (+) terbesar yang memberikan virus sebaik-baiknya pada pemeriksaan tanpa siklopegi. Hipermetopia total merupakan seluruh derajat hipermetropia yang didapatkan setelah akomodasi dilumpuhkan atau pada relaksasi dari mm. siliaris, misalnya dengan pemberian siklopegia. Hipermetropia laten merupakan selisih antara hipermetropia total dan hipermetropia manifes,yang menunjukan kekuatan tonus dari mm. siliaris.

Referensi
FK UGM,Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 175.

170

173. Seorang pria berusia 45 tahun mengaku badannya menjadi kemerahan setelah minum obat dari dokter. Selain itu, pasien juga mengalami sariawan yang luas, mata merah dan berair,serta nyeri saat buang air kecil. Antibiotik yang dapat diberikan pada pasien ini adalah..
a. Gentamisin
b. Kindamisin
c. Penisilin
d. Koamoksiklav
e. Kotrimoksazol

Jawaban : C
Diagnosis kasus ini adalah sindrom Stevens-Johnson, Pasien yang mengalami sindrom ini akan rentan terhadap infeksi. Antibiotik profilaksis yang diberikan adalah Na-penisilin 2 x 10.000.000 unit/hari sampai didapatkan hasil kultur sensiitivitas.

Referensi
Freedberg et al 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine, McGraw-Hill

171

174. Seorang bayi laki-laki berusia 3 bulan, di pipi kanannya terdapat lesi eksimatosa disertai nanah, orangtuanya memiliki gejala asma. Penyebab keadaan ini adalah…
a. S. aureus
b. S. haemolycticus
c. Candida albicans
d. Trichosporum sp.
e. Trichophytun sp.

Jawaban : A
Diagnosis pada kasus ini adalah dermatitis atopik. Hampir 90% lesi dermatitis atopic terinfeksi oleh Staphylococus aureus.

Referensi
Freedberg et al, 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine, McGraw-Hill

172

175. Seorang anak berusia 6 tahun megalami pitak dikepala,alopesia,berdiameter 3cm, dan terdapat titik hitam di tengah.pemeriksaan dengan KOH mennjukan hifa sejati dari batang rambut. Obat yang cukup spesifik untuk di atas adalah…
a. Krim mikonazol
b. Tablet ketokonazol
c. Shampo bifonazol
d. Tablet griseofulvin
e. Tablet amfoterisin B

Jawaban : D
Diagnosis tinea capitis.
Terapi:
• Griseofulvin 1 g/hari, dosis anak: 10-20 mg/kgBB/hari selama 6-8 minggu.
• Flukonazol, 6 mg/kgBB/hari selama 20 hari
• Itrakonazol, 3-5 mg/kgBB/hari selama 4-6 minggu
• Terbinafin, 3-6 mg/kgBB/hari selama 2-4 minggu
Terapi tambahan yang dapat diberikan jika ada inflamasi yang luas adalah glukokortikoid oral seperti prednisone 1 mg/kgBB setiap pagi dalam 10-15 hari pertama terapi.
Obat yang spesifik untuk tinea adalah griseofulvin. Golongan azol merupakan antijamur berspektrum luas.

Referensi
Freedberg et al, 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine

173

176. Seorang anak berusia 9 tahun dibawa ke klinik mata dengan keluhan mata gatal, blefarospasme, fotofobia, sekret mata yang copious mucoid, visus normal. Pada pemeriksaan dengan slit lamp terdapat cobblestone pada palpebra superior. Penatalaksanaan kasus ini adalah dengan…
a. Antibiotic topical
b. Antimetabolik topical
c. Asiklovir topical
d. Anthistamin topical
e. Topical artificial tear

Jawaban: D
Gejala mata merah, gatal, berair, hilang timbul (ada pemicu), dengan riwayat atopic, pada pemeriksaan ditemukan gamabran reaksi papilar yang besar (cobblestone appearance), sekret mukoid, merupakan gejala yang khas untuk konjugtivitas vernal. Penatalaksanaannya adalah dengan pemberian steroid topical atau mast cell stablillizer (anthistamin) topial.

Referensi
5. FK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal 39
6. FK UI, Sari Ilmu Penyakit Mata, 2000, hal 35-36.

174

177. Seorang pria berusia 35 tahun mengalami mata gatal, merah, serta terdapat sekret seperti susu pada konungtiva. Pada slit lamp tampak papilla di konjungtiva tarsal superior dan inferior. Terdapat riwayat keluarga dengan penyakit atopic. Diagnosis untuk kasus ini adalah…
a. Vernal conjunctivitis
b. Atopic conjunctivitis
c. Acute conjunctivitis
d. Flictenularis conjunctivitis
e. Follicular conjunctivitis

Jawaban :B
Keluhan maat merah, gatal fotofobia, riwayat atopic, ditemukan sekret mukoid, pail-papil halus di daerah tarsus, menunjukan diagnosis mengarah pada konjungtivitis atopic. Jika pailnya raksasa (gambaran cobblestone), maka diagnosis mengarah pada konjungtivitis vernal.
Referensi
FK UI, Sari Ilmu Penyakit Mata, 2000, hal. 28-29

175

178. Reaksi hipersensitif pada kasus No. 156 di atas adalah…
a. Tipe I
b. Tipe II
c. Tipe III
d. Tipe IV
e. Tipe I dan IV

Jawaban: A
Reaksi yang terjadi reaksi yang pada dermatitis atopic maupun asma bronchial, yaitu reaksi hipersensitivitas tipe I (immediate hypersensitivity).
Referensi
FK UI, Sari Ilmu Penyakit Mata, 2000, hal. 28

176

179. Seorang wanita berusia 40 tahun mengalami penurunan penglihatan sejak 3 hari yang lalu disertai nyeri dan mata merah berair. Ia didiagnosis dokter umum sbeagai pasien TBC. Dari pemeriksaan didapat injeksi silier. flare bilik maat depan (+), dan persipitat keratik (+). Diagnosis untuk kasus ini adalah…
a. Uveitis akut
b. Vitritis
c. Koroiditis
d. Endoftalmitis
e. Pars planitis

Jawaban : A
Gejala dan tanda uveitis anterior adalah fotofobia,nyeri, mata merah, penurunan visus, lakrimasi, injeksi perikorneal, keratik persipitat, modul iris, sel-sel aqueous, flare, sinekia posterior, dan sel-sel vitreus anterior. Uveitis bisa disebabkan oleh penyebab endogen, yaitu berhubungan dengan penyakit sistemik (mislanya ankilosing spondilitis), infeksi bakteri (TB), jamur (kandidiasis), virus (herpes zoster), protozoa (tokoplasma), dan cacing (toksokariasis).
Referensi
FK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 63-69.

177

180. seorang wanita berusia 72 tahun datang ke poli rawat jalan dengan keluhan sendi siku sebelah kanan tidak dapat diluruskan . pada pemeriksaan fisik didapatkan deformitas pada pergelangan tangan kanan .kekuatan otot anggota gerak atas normal .luas gerak sendi siku kanan fleksi= ?30?^0-?60?^0. Dua bulan yang lalu ia pernah jatuh saat berjalan ,kemudian dibawa ke unit gawat darurat dan dilakukan imbolisasi dengan gibs selama satu bulan .saat ini altivitas sehari harinya terganggu . manakah pengelolaan pemulihan yang paling tepat ?
a. latihan luas gerak sendi aktif anggota gerak atas sebelah kanan
b. latihan penguatan otot anggota gerak sebelah kanan
c.latihan perenggangan anggota sebelah kanan
d.latihan luas gerak sendi pasif anggota gerak sebelah kanan
e.latihan aktivitas sehari hari

Jawaban : D
pada kasus ini erjadi defomitas pada pergelangan tangan yang dimungkinkan oleh adanya fraktur antebrakii distal yang lalu dipasang imobilisasi dengan gips sampai upper elbow selama 1 bulan. Kekakuan sendi serta sendi siku yang tidak dapat diluruskan mungkin disebabkan karena hal tersebut. Normalnya,pergerakan fleksi sendi humeroulnar adalah sebesar 1500. Pada kasus ini hanya sebesar 30-600.pengelolaan pemulihan yang paling tepat adalah dengan latihan luas gerak sendi pasif anggota gerak seblah kanan agar nantinya perlahan lahan dapat terjadi pemulihan yang bertahap.

178

181. seorang anak berusia 6 tahun mengalami hambatan pertumbuhan tulang dan gigi akibat sering mendapat antibiotik tetrasiklin.keadaan ini terkait dengan farmakokinetik obat tetrasiklin .keadaan ini terkait dengan famakokinetik obat tetrasiklin,yaitu...
a. absorpsi obat tetrasiklin meningkat pada anak usia 6 tahun
b. terjadi distribusi dan penumpukan obat tetrasiklin di tulang dan gigi
c. metabolisme obat tetrasiklin kurang sempurna pada anak anak
d. eksresi obat tetrasiklin kurang sempurna
e. metabolisme obat tetrasiklin menghasilkan metabolisme yang aktif

Jawaban : B

Dalam proses farmakokinetiknya,antibiotik tertrasiklin akan distribusikan ke jaringan tulang yang sedang tumbuh yang akan membentuk kompleks. Selain itu, tetrasiklin juga akan ditimbun di dentindan email dari gigi yang belum bererupsi. Hal ini menyebabkan pertumbuhan tulang akan terhambat serta menimbulkan disgenesis pada gigi dan perubahan warna pada giggi.
Referensi : FK UI,Farmakologi dan Terapi,2002.


179

182. Seorang laki-laki berusia 15 tahun datang ke poli bedah dengan keluhan timbul benjolan pada bahu kanan yang cepat membesar, yang diderita sekitar 4 bulan ini. Pada pemeriksaan klinis terdapatbenolan pada bahu kanan berukuran10 x 15 cm, konsistensi padat keras, dan melekat pada dasar. Pada foto rontgen tampak gambaran codman triangle dan sunray appearance. Gambaran mikroskopis manakah yang khas untuk tumor ini
a. Kondrosit berinti >2
b. Osteoblast memproduksi osteoid
c. Osteoklast berinti >20
d. Sel plasma pleoomorfik
e. Sel bulat tersusun rosette

Jawaban: B
Pada osteosarcoma, pertumbuhan tulang dapat mengakibatkan destruksi tulang dan periosteum. Dari reaksi periosteal tersebut, hanya sisanya yaitu pada bagian tepi yang masih terlihat yang memberikan gambaran radiologik khas sebagai suatu sudut segitiga, yaitu codman triangle. Juga ditemukan adanya bagian korteks yang terputus dan tumor menembus ke jaringan sekitarnya, dan membentuk garis-garis pembentuk tulang yang radier ke arah luar, yang berasal dari korteks dan dikenal sebagai tampilansunburst. Secara histologis terdapat dari jaringan tulang dan osteoid, serta gambaran pleomorf jaringannya. Pembentukan tulang baru merupakan karakteristik dari osteosarkoma.
Referensi
Pengantar ilmu bedah orthopedi, 2003.

180

183. Seorang pria berusia 20 tahun datang ke poli bedah dengan kelluhan terdapat benjolan pada fossa poplitea kanan yang sudah dideritanya 6 bulan ini . pada palpasi teraba tumor kistik pada fossa poplitea kanan berdiameter 2 cm yang mudah digerakan. Setelah dioperasi, ternyata benjolan berupa kista berisi lendir tanpa terlihat epitel pelapis. Apakah diagnosis yang tepat untuk kelainan ini?
a. Kista baker
b. Ganglion
c. Herniasi ruang sendi
d. Degenerasi miksoid kapsul sendi
e. Kista retensi kelenjar sebasea adneksa kulit

Jawaban: B
Ganglion sebenarnya adalah suatu kista berisi cairan bening yang kental dengan dinding tipis yang berasal dari tonjolan selaput sinovial sendi atau sarung tendo. Ganglion biasanya terdapat di sekitar sendi, terletal di subkutis, misalnya yang sering dipergelangan tangan, pergelangan kaki, atau belakang lutut (fosa poplitea)

Referensi
Wim de Jong (editor), Buku Ajar Ilmu Bedah.

181

184. seorang pria berusia 60 tahun datang ke poli bedah dengan keluhan adanya tumor pada paha kanannya yang sudah dideritanya selama 3 bulan. Pada pemeriksaan klinis tampak tumor berdiameter 10 cm, fixed, konsistensi padat kenyal. Pada foto rontgen tampak gambaran tumor mesenkimal setempat yang sudah menimbulkan erosi pada tulang paha. Dari sediaan biopsi, tampak gambaran sel-sel fibroblastik yang pleomorfik, yang tersusun storiform. Diagnosis manakah yang tepat untuk kelainan ini
a. Malignant fibrous histiocytoma
b. Fibrosarcoma
c. Liposarcoma
d. Alveolar rhabdomyosarcoma
e. Ewing’s sarcoma

Jawaban: A
Histiositoma fibrous maligna merupakan salah satu sarkoma yang paling sering terjadi pada usia dewasa. Kelainan ini merujuk pada suatu grup tumor jaringan lunak yang heterogen dan agresif, yang ditandai dengan adanya gambaran sel pleomorfik, adanya sel bizarre multinucleated, membentuk arsitektur storiform, dan terdapat stomma kolagen yang meradang dan kadang nampak makrofag dengan sitoplasma bervakuola (foamy macrophages).

Referensi
Robbins Pathologic Basis of disease, 6th ed.

182

185. Seorang pria yang berusia 65 tahun datang ke praktek swasta seorang internis dengan keluhan nyeri pada tulang rusuk dan punggung, yang sudah diderita 6 bulan ini. Pada pemeriksaan fisik didapatkan daerah kosta 5 dan 6 kanan belakang serta daerah vertebra torakal 5 dan 6 terasa nyeri pada saat diperkusi. Pada foto rontgen terdapat lesi titik punched out di kosta kanan belakang dan vertebra torakalis 5 dan 6. Pemeriksaan laboratorium apalagi yang diperlukan untuk pasien ini?
a. Faktor reumatoid
b. Asam urat dan serum
c. Protein Bence-Jones
d. Kultur dan tes resistensi sputum
e. Pewarnaan gram sputum

Jawaban: C
Kasus ini mengarah ke mieloma multipel (MM), karena pada pemeriksaan foto rontgen tampak lesi litik punched out di kosta kanan belakang dan vertebra torakalis 5 dan 6. Multipel mieloma merupakan tumor ganas tulang yang sering ditemukan (menempati urutan ketiga dari tumor ganas tulang). Tumor ini berasal dari sumsum tulang dan menyebar ke tulang yang lain. Lokasi yang paling sering terekena adalah vertebra, coxa, kosta, sternum, dan cranii. Pada pemeriksaan radiologis akan nampak penurunan densitas tulang akibat osteoporosis dengan daerah-daerah osteolitik yang bulat dan rarefraksi pada sumsum tulang. Gambaran ini bisa berbentuk lubang-lubang pukulan yang kecil (punched uot) yang bentuknya bervariasi, serta daerah radiolusen yang berbatas tegas. Pada pasien dengan MM terdapat protein Bence Jones pada pemeriksaan urin.

Referensi
Pengantar Ilmu Bedah Orthopedi, 2003.

183

186. Seoran pria berusia 50 tahun datang ke praktek swasta seorang ahli bedah dengan keluhan rasa nyeri dan timbul benjolan pada pangkal ibu jari kaki kanan, yang sudah diderita selama 3 bulan ini. Pada pemeriksaan fisik, pangkal ibu jari kaki kanan tersebut nyeri bila digerakan serta pada sisi lateralnya terdapat benjolan berdiameter 2 cm yang melekat pada dasar. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kelainan ini?
a. Artritis gout
b. Artritis reumatoid
c. Osteoartritis
d. Vilonodular sinovitis
e. Artritis tuberkulosis

Jawaban: A
pada pasien ini terdapat benjolan pada pangkal ibu jari kaki, dan pasien mengeluh nyeri. Ini patognomonis sekali dengan penyakit artritis gout. Benjolan pada sendi metatarsofalang (MTP) tersebut disebut podagra. Penyakit gout adalah penyakit akibat gangguan metabolisme purin yang ditandai adanya hiperurisemia dan serangan sinovitis akut berulang-ulang. Kelainan ini berkaitan dengan penimbuunan kristal urat monosodium monohidrat dan pada tahap yang lanjut terjadi degenerasi rarwan sendi. Serangan akut biasanya terjadi pada sendi MTP ibu jari kaki, kemudian bersifat poliartikular yang disertai interval serangan yang semakin sering. Akhirnya, timbulartritis kronik serta pembentukan tofus pada jaringan lunak.

Referensi
Pengantar Ilmu Bedah Orthopedi, 2003.

184

187. Seorang pria berusia 40 tahun datang ke poli neurologi dengan keluhan sakit pinggan yang hebat setelah mengangkat koper. Satu tahun yang lalu ia mengalami patah tulang pada cruris dextra yang dipasang plate dan screw. Pemeriksaan radiologis apa yang bisa dilakukan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat?
a. Rontgen rumbosakral anteroposterior-lateral
b. MRI lumbosakral
c. CT scan lumbal
d. USG abdomen
e. Skintigrafi

187. Jawaban: B
Pada kasus ini, pasien mengalami sakit pinggang hebat mengangkat koper, kemingkinan terjadi suatu HNP (hernia nucleus pulposus) atau ada penyebab yang lain. Untuk pemeriksaan yang akurat, maka perlu dilakukan MRI.

185

188. Seorang wanita berusia 40 tahun datang ke dokter dengan keluhan mulutnya mencong ke kiri dan telinganya terasa sakit dan bertambah sakit bila daun telinga bergerak. Dari telinganya ini keluar cairan berrwarna kuning. Wanita ini diketahui menderita diabetes melitus. Diagnosis keadaan ini adalah
a. Otitis media kronis
b. Otitis media kronis maligna
c. Kolesteatoma
d. Otitis maligna eksterna
e. Bell’s palsy

. Jawaban: B
Keluhan mulut mencong ke kiri menunjukan adanya paresis nervus fasialis, yang merupakan salah satu komplikasi dari metitis media kronis maligna (telinga terasa nyeri dan keluar sekret kuning dari telinga). Pada otitis media kronis., kerusakan terjadi karena erosi tulang oleh koleasteatom atau oleh jaringan granulisi, disusul oleh infeksi ke dalam kanalis fasialis. Adanya diabetes melitus memperlambat proses penyembuhan pada pasien ini.
Referensi
FK UI, Buku Ajar Ilmu Kesehatan THT, hal. 65.

186

189. Seorang pasien pria yang berusia 45 tahun datang dengan nyeri tulang pinggul, badan terasa lemah, dan kepala sering pusing. Sejak usia 24 tahun, ia telah mengalami 4 kali patah tulang spontan pada tulang kaki dan tangan. Pada pemeriksaan rontgen didapatkan proses litik tulang pelvis kiri. Pada pemeriksaan laboratoriium didapatkan Hb 10 g%, hematokrit 30%, kadar protein daarah 9,3 mg/dL, albumin 3 mg/dL, dan globulin 6,3 mg/dL. Pada pemeriksaan elektroforesis protein didapatkan kelainan monoklonal gamopati. Manakah dari jawaban dibawah ini yang paling sesuai menjadi penyebab keluhan pasien ini?
a. Osteoartritis
b. Artritis reumatid
c. Anemia karena penyakit kronis
d. Talasemia
e. Mieloma multipel

Jawaban: E
Pada kasus ini, diagnosis ini mengalah ke mieloma multipel (MM) karena pasien mengalami 4 kali patah tulang spontan pada tulang kaki dan tangan. Pada pemeriksaan rontgen didapatkan proses litik, peningkatan serum protein yang abnormal, yaitu terjadi rasio yang terbalik antara albumin dan globulin.
Mieloma multipel merupakan tumor ganas tulang yang sering ditemukan menempati urutan ketiga dari tumor ganas tulang). Tumor ini berasal dari sumsum tulang dan menyebar ke tulang yang lain. Lokasi yang paling sering terkena adalah vertebra, coxa, kosta, sternum, dan cranii. Gejala yang ditemukan adalah nyerin yang menetap , nyeri pinggang, anemia, kakeksia, anoreksia, muntah-muntah juga dapat ditemukan. Penderita sering datang dengan fraktur patologis. Pada pemeriksaan radiologis akan nampak penurunan densitas tulang. Gambaran ini bisa berbentuk lubang-lubang pukulan yang kecil (punched out) yang bentuknya bervariasi serta daerah radiosulen yang berbatas tegas. Pada pasien dengan MM, pada pemeriksaan darah akan nampak sel-sel plasma, peningkatan kalsium plasma, LED, dan peningkatan serum protein dengan rasio albumin globulin yang terbalik, serta terdapat protein Bence Jones pada pemeriksaan urin.
Referensi
Pengantar Ilmu Bedah Orthopedi, 2003.

187

190. Seorang pasien datang dengan keluhan adanya gangguan pergerakan pada articulatio talocruris. Dari anamnesis diketahui bahwa satu bulan yang lalu ia mengalami kecelakaan sehingga terjadi luka pada sisi lateral capitulum fibulae. Gangguan tersebut kemungkinan disebabkan oleh ...
a. Rusaknya ligamentum collaterale lateralis
b. Rusaknya tendon m. Peroneus longus
c. Rusaknya n. Peroneus communis
d. Terjadinya gangguan aliran darah ke tungkai bawah
e. Adanya fraktur pada kolum fibula

Jawaban: C
Pada kasus tersebut terdapat keluhan gangguan pergerakan pada artikulatio talokruris. Ini dimungkinkan sebagai kedaan drop foot. Hal ini terjadi karena sebelumnya terjadi kecelakaan yang menyebabkan luka pada sisi lateral kapitulum fibula, dimana n. peroneus kumunis melewati kolum fibula sehingga trauma tersebut dapat menngakibatkan lesi n. peroneus komunis. N. peroneus komunis ini menginervasi motoris otot-otot kompartemen anterior (yaitu tibialis anterior extensos hallucis longus,extensos dig. Longus, peroneus tertius), otot kompartemen peroneus (peroneus brevis dan longus), dan otot pada kaki yaitu exstensor dig. breavis.

188

191. Seorang remaja yang berusia 14 tahun datang ke dokter dengan abses pada gluteus. Menurutnya, abses tersebut terjadi setelah ia menjalani pengobatan lewat suntikan di bokong. Sekarang ia mengeluh sulit untuk berdiri dari posisi jongkok` kemungkinan besar penyebab dari keluhan ini adalah ...
a. Gangguan pada n. Iskiadikus
b. Gangguan pada n. Gluteus inferior
c. Gangguan pada n. Kutaneus femoris posterior
d. Gangguan pada n. Pudendus
e. Gangguan pada n . klunium inferior

Jawaban: A
Pada kasus ini, pasien terkena gangguan pada n. iskiadikus (sciantic nerve), dimana saraf ini menginervasi otot-otot hamstring. Pada kelemahan otot hamstring, maka pasien akan mengalami kesulitan untuk berdiri dari posisi jongkok. Pasien ini mengalami gangguan n. iskiadikus karena pada suntikan bokong yang mungkin mengenai saraf ini.

189

192. Seorang wanita berusia 47 tahun, dengan semua anaknya telah menikah dan tinggal di rumah masing-masing. Suaminya sering dinas ke luar kota sejak 3 bulan yang lalu. Ia mengeluh sulit tidur, napas berat/sesak, lemah, dan mudah tersinggung. Pada pemeriksaan laboratorium, semuanya menunjukkan hasil yang normal. Diagnosis apa yang paling mungkin?
a. Fobia sosial
b. Cemas menyeluruh
c. Gangguan bipolar
d. Psikosomatik
e. Depresi

Jawaban: B
Gangguan cemas menyeluruh
Gangguan ini merupakan suatu kekhawatiran secara berlebihan dan dihayati yang disertai berbagai gejala somatik, yang menyebabkan gangguan bermakna dalam fungsi sosial atau pekerjaan atau penderitaan yang jelas bagi pasien. Gejala utamanya adalah kecemasan motorik, hiperaktivitas otonom, dan kewaspadaan kognitif. Ketegangan motorik yang sering dimanifestasikan dengan gemetar, gelisah, dan nyeri kepala. Hiperaktivitas dimafestasikan oleh sesak napas, keringat berlebihan, palpitasi dan gejala gastrointestinal. Gejala lainnya adalah mudah tersinggung dan mudah dikejutkan. Pasien seringkali datang ke dokter umum atau dokter penyakit dalam dengan keluhan somatik yang spesifik.

Referensi
Kapita Selekta Kedokteran, jilid 1, edisi 3, hal 208.

190

193. Seorang anak yang berusia 7 tahun mengeluh adanya bintil-bintil cairan dan merasa gatal di seluruh muka,badan, dan lengan sejak 3 hari yang lalu. Empat hari yang lalu badannya demam. Pada pemeriksaan didapatkan vesikula berisi cairan jernih (tear drop) didasari kulit eritematosa, dan tersebar. Penyebab penyakit ini adalah ...
a. VZV (virus varisela zoster)
b. HSV-1 (virus herpes simpleks 1)
c. HSV-2 (virus herpes simpleks 2)
d. HPV (virus human papiloma)
e. CMV (sitomegalovirus)

Jawaban: A
Varisela merupakan infeksi akut primer yang disebabkan oleh virus varisela zoster yang menyerang kulit dan mukosa.
Gejala klinis dimulai dengan gejala prodromal, yaitu demam yang tidak terlalu tinggi, malaise, dan nyeri kepala kemudian disusul oleh timbulnya erupsi kulit berupa papula eritematosa yang dalam waktu beberapa jam berubah menjadi vesikel. Bentuk vesikel ini khas berupa tetesan embun (tear drop). Vesikel akan berubah menjadi pustula dan kemudian menjadi krusta. Sementara proses ini berlangsung , timbul lagi vesikel-vesikel yang baru sehingga menimbulkan gambaran polimorf.
Penyebarannnya terutama di daerah badan dan kemudian menyebar secara sentrifugal ke muka dan ekstremitas, serta dapat menyerang selaput lendir mata, mulut dan saluran napas bagian atas. Jika terdapat infeksi sekunder, maka terdapat pembesaran kelenjar getah bening regional. Penyakit ini biasanya disertai rasa gatal.

Referensi
Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi 4, hal 115.

191

194. Seorang wanita berusia 26 tahun yang sedang hamil 7 bulan, mengeluh keputihan dan terasa gatal sejak 2 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan mukosa vulva dan vagina hiperemis, maserasi, serviks edema, hiperemesis dan erosi serta fluor albus berwarna putih kental seperti susu. Diagnosis klinis penyakit ini adalah ...
a. Vulvovaginitis trikomonas
b. Vaginosis bakterial
c. Servisitis klamidial
d. Servisitis gonorea
e. Vulvovaginitis kandida

Jawaban: E
Vulvovaginitis kandida
Vulvovaginitis kandida biasanya ditemukan pada penderita dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun. Misalnya pada penderita dibetes melitus, wanita hamil atau penderita penyakit defisiensi imun. Keluhan utama adalah gatal di daerah vulva. Pada keadaan berat dapart terjadi rasa panas dan nyeri sesudah buang air kecil, juga nyeri saat berhubungan seksual.
Pada pemeriksaan tampak hiperemia di labia minora, introitus vagina, terutama sepertiga vagina bagian luar. Sering pula terdapat kelainan yang khas, yaitu bercak-bercak putih kekuningan.
Pada kelainan yang berat juga terdapat edema pada labia minora dan ulkus-ulkus yang dangkal pada labia minora dan sekitar introitus vagina.
Fluor albus pada kandidosis vagina berwarna kekuningan. Tanda yang khas ialah disertai gumpalan-gumpalan seperti kepala susu berwarna putih kekunigan. Gumpalan tersebut berasal dari massa yang terlepas dari dinding vulva atau vagina, yang terdiri dari bahan nekrotik, sel-sel epitel, dan jamur.
Pengobatan topikal ddengan nistatin, atau grup azol (mikonazol 2%, klotrimazol 1%, dll)` sedangkan pengobatan sistemik dengan ketokonazol 2 x 200 mg selama 5 hari, atau dengan itrakonazol 2 x 200 mg dosis tunggal, atau dengan flukonazol 150 mg dosis tunggal.

Trikomoniasis
Trikomoniasis menyerang terutama dinding vagina, dapat bersifat akut maupun kronik. Pada kasus akut terlihat sekret vagina seropurulen berwarna kuning-hijau, berbau tidak enak, dan berbusa. Dinding vagina tampak kemerahan dan sembab. Kadang terbentuk abses kecil pada dinding vagina dan serviks, yang tampak sebagai granulasi berwarna merah dan dikenal sebagai tampilan strawberry dan disertai gejala disparcunia, perdarahan paascakoitus, dan perdarahan intermenstrual. Bila sekret banyak yang keluar, maka dapat timbul iritasi pada lipat paha atau di sekitar genitalia eksterna. Selain vaginitis, dapat juga terjadi uretritis, bartholinitis, skenitis, dann sistitis. Pada kasus yang kronik, gejala umumnya lebih ringan dan sekret vagina biasanya tidak berbusa. Pengobatannya dengan metronidazol oral 500 mg per hari selama 7 hari.

Vaginosis bakterial
Vaginosis bakterial wanita dengan vaginosis bakterial akan mengeluh adanya duh tubuh dari vagina yang berbau tidak enak (amis), yang biasanya dinyatakan oleh penderita sebagai satu-satunya gejala yang tidak menyenangkan. Bau lebih menusuk setelah senggama dan mengakibatkan darah menstruasi berbau abnormal. Iritasi terjadi di daerah vagina atau seputar vagina, kalau ditemukan, lebih ringan daripada yang disebabkan oleh trichomonas vaginalis atau candida albicans. Nyeri abdomen, dispareunia (nyeri saat berhubungan seksual), dan nyeri saat berkemih jarang terjadi, dan kalau ada biasanya karena penyakit lain. Sekitar 50% penderita vaginosis bakterial bersifat asimtomatik.
Hasil pemeriksaan sangat khas, dengan adanya duh tubuh vagina yang bertambah, warna abu-abu homogen, viskositas rendah atau normal, berbau, dan jarang berbusa. Duh tubuh melekat pada dinding vagina dan terlihat sebagai lapisan tipis atau kilauan yang difus, pH sekret vagina bersifat asam. Gambaran serviks normal. Pengobatan sistemik ialah dengan metronidazol dosis 2 x 500 mg setiap hari selama 7 hari.

Gonorea
gambaran klinis dan perjalanan penyakit gonorea pada wanita berbeda dengan pria. Hal ini disebabkan oleh perbedaan anatomi dan fisiologi alat kelamin pria dan wanit. Pada wanita, gejala subjektif jarang ditemukan dan hampir tidak pernah didapat kelainan objektif. Keluhan dan kelainan pada wanita biasanya bila sudah terjadi komplikasi, misalnya:
• Servisitis (nyeri pada punggung bawah, terdapat tanda rahang pada serviks, sekret mukopurulen)
• Bartholinitis ( tanda rahang pada labium mayor sisi yang terkena, sangat nyeri bila penderita berjalan, penderita sukar duduk)
• Salvingitis (gejala mirip penyakit radang panggul, nyeri abdomen bawah, disuria, menstruasi dapat menjadi abnormal/tidak teratur).
Pada pemeriksaan sekret di laboratoruim, ditemukan jumlah sel polymorphonuclear (PMN). Lebih dari 5 per lapang pandang penglihatan besar, dan ditemukan diplokokus Gram – negatif intraselular.

Infeksi genital spesifik
gejala infeksi genital nonspesifik: yang sebagian besar diantaranya disebabkan oleh Clamydia, mirip dengan gejala infeksi gonorea. Untuk membedakan dengan infeksi gonorea, digunakan pemeriksaan sekret. Ditemukan jumlah sel PMN lebih dari 5 per lapang pandang pengilhatan besar, tetapi tidak ditemukan diplokokus Gram-nefatif intraselular.

Referensi
Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi. 4, hal 207. 364-366, 369-370, 382-388.

192

195. Seorang pria yang berusia 25 tahun mengeluhkan adanya bercak bercak kemerahan di siku, lutut, serta punggung, dan terasa gatal sejak 5 tahun sebelumnya. Pada pemeriksaan didapatkan plak eritematosa. Berbatas lonjong, bulat lonjong terdapat skuema tebal di siku, lutut, dan punggung. Tnda klinis di bawah ini yang menunjang diagnosis adalah ...
a. Dermografisme
b. Periorbital darkening
c. Hertog’s sign
d. Asupitz’s sign
e. Kernig’s sign

Jawaban: D
Proriasis adalah penyakit yang penyebabnya autoimun,bersifat kronik dan residif, ditandai dengan adanya bercak-bercak eritema berbatas tegas, dengan skuama yang kasar-berlapis-transparan (seperti mika), disertai fenomena tetesan lilin, auspitz, dan koebner (isomorfik)
fenomena tetesan lilin adalah skuama yang warnanya berubah menjadi putih pada goresan, seperti liliin yang digores, hal ini disebabkan terjadi perubahan indeks bias. Menggores dapat dilakukan dengan pinggir gelas alas.
Pada fenomena auspitz tampak serum atau darah berbintik-bintik yang disebabkan oleh papilomatosis. Cara mengerjakannya yaitu skuama yang berlapis-lapis tersebut di kerok, misalnya dengan pinggir gelas alas. Setelah skuamanya habis pengerokan harus dilakukan perlahan-lahan, jika terlalu dalam tidak akan terlihat perdarahan yang berbintik-bintik, melainkan perdarahan yang merata. Fenomena koebner terlihat pada letak lesi kulit pada psoriasis yang bersesuaian dengan bagian tubuh yang sering terpajan trauma/gesekan (lutut, siku, lumbosakral)
Psosiarisis juga dapat menyebabkan kelainan kuku, yaitu sebnbayak 50%, yang agak khas ialah yang disebut pitting nail atau nail pit berupa lekukan-lekukan milier.

Referensi
Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi 4, hal. 189-190.

193

196. Seorang wanita yang berusia 30 tahun datang dengan benjolan pada leher depan. Satu minggu sebelumnya ia menderita nyeri dan demam. Tidak ada keluhan jantung berdebar dan berkeringat. Pemeriksaan mendapatkan massa bulat, kenyal, mudah digerakkkan, ukuran 3 x 3 x 2 cm dan ikut bergerak bila menelan. LED meningkat, leukositosis, T3 dan T4 meningkat. Diagnosis keadaan ini adalah ...
a. Goiter difusa toksik
b. Goiter nodosa toksik
c. Goiter nodosa nontoksik
d. Karsinoma tiroid
e. Tiroiditis akut

Jawaban: E
Tiroiditis akut
Tiroiditis akut sebagian besar disebabkan oleh infeksi supurasi pada kelenjar tiroid. Pada anak dan dewasa muda,biasanya disebabkan karena adanya sinus piriformis (sisa “fourth branchial putch” yang menghubungkan orofaring dengan tiroid). Sinus piriformis menjadi jalan masuk berbagai kuman yang dapat menginfeksi kelenjar tiroid. Pada orang usia lanjut, faktor risiko tiroiditis akut ialah goiter (pembeesaran kelenjar tiroid) yang berlangsung lama dan keganasan tiroid.
Gejala yang menonjol ialah nyeri tiroid, seringkali menjalar hingga tenggorokan atau telinga. Terdapat pembesaran kelenjar tiroid (goiter) yang kadang asimetris.
Pasien mengalami nyeri telan, juga dapat ditemukan kemerehan di kulit di atas kelenjar tiroid. Terdapat gejala sistemik demam dan limfadenopati.
Tiroiditis akut sebagian besar disebabkan oleh infeksi. Baik oleh bakteri (staphylococcus, streptococcus, enterobacter), ataupun jamur (candida, aspergillus, coccidioides, histoplasma, pneumocystis). Selain itu, bsia juga disebabkan faktor iatrogenik seperti setelah terapi radiasi. Pemberian obat-obatan (misalnya interferon, amiodaron) selain menyebabkan tiroditis akut, dapat pula menyebabkan tiroiditis subakut, maupun tiroiditis kronik.

Tiroiditis subakut
Tiroiditis subakut disebut juga “de Quervain’s thyroiditis”. Penyakit ini disebebabkan infeksi virus, mikobakterium, dan juga dapat disebabkan oleh proses autoimun. Gejalanya mirip dengan tiroiditis akut, perbedaanya yaitu pada tiroiditis subakut fase awal (sekitar 6 minggu pertama) ditemukan gejala tirotoksitosis (berdebar-debar, berkeringat, hiperaktivitas, tremor, kelemahan, dll). Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar hormon tiroid yang berlebih. Selanjutnya, pada minggu ke-6 sampai ke-12 ditemukan kadar hormon tiroid di bawah normal. Pada minggu-minggu selanjutnya terjadi fase penyembuhan. Kadar hormon tiroid berangsur-angsur menjadi normal.

Tiroiditis kronik
Tiroiditis kronik antara lain oleh proses autoimun (misalnya tiroiditis hashimoto), infeksi parasit (misalnya ekinokokus, sistiserkus, strongiloides), juga dapat disebabkan oleh tiroiditis Riedel.
Pada tiroiditis Hashimoto, pembesaran kelenjar tiroid (goiter) bersifat padat, sedangkan kadar hormon tiroid di bawah normal. Pada penyakit ini jarang goiter yang bersifat nyeri, dengan gejala yang menonjol berupa gejala lokal akibat penekanan goiter ke esofagus, trakea, vena-vena leher, dan nervus laringeus rekuren. Profil hormon tiroid dalam batas normal.

Referensi
Harrison, principles of internal medicine, 16th ed., hal. 2117-2119.

194

197. Seorang wanita yang berusia 30 tahun datang dengan keluhan utama dada berdebar selama 5 bulan dan kurang tidur. Pasien mengalami diare yang sembuh setelah diobati sendiri. Pasien saat ini sedang minum pil KB, tekanan darah 150/80 mmHg, denyut nadi 120 kali/menit, aritmia, frekuensi pernapasan 16 kali/menit. Ada benjolan di depan leher yang ikut bergerak saat menelan. Penyebab aritmia pada keadaan ini adalah ...
a. Obat diare
b. Sering diare
c. Pil KB
d. Kurang tidur
e. Benjolan di leher

Jawaban: E
Pasien ini mengalami gejala tirotoksitosis (dada berdebar, kelainan irama jantung,hiperaktivitas, diare). Gejala dan tanda tirotoksikosis lainnya adalah berkeringat, gemetar, kelelahan, kulit yang hangat dan lembap, penurunan berat badan dengan peningkatan nafsu makan, dan retraksi kelopak mata. Pada penyakit Graves juga ditemukan oftalmopati (edema periorbital, eksoftalmus, diplopia, sampai penurunan tajam penglihatan) dan dermopati (miksedema pretibial).
Tirotoksikosis ialah keadaan hormon tiroid yang berlebihan di dalam tubuh. Mayoritas (sekitar 90%) dari tirotoksikosis disebebkan oleh penyakit Graves, atau nodul tiroid toksik. Pada penyakit tersebut kelenjar tiroid seringkali membesar (benjolan di leher yang bergerak saat menelan)`

Referensi
Harrison, Principles of Internal Medicine, 16th ed, hal. 2113.

195

198. Pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis pada kasus No. 197 di atas adalah ...
a. Scanning leher
b. EKG
c. Uptake iodium
d. T3, T4
e. BMR

Jawaban: D
Tirotoksikosis ialah keadaan hormon tiroid yang berlebihan di dalam tubuh. Pemeriksaan laboratoriumnya ialah denan mengukur kadar thyroid simulating hormone (TSH) dan T4 bebas.

Referensi
Harrison, principles of Internal Medicine, 16th ed, hal. 2115

196

199. Seorang wanita yang berusia 31 tahun datang dengan keluhan utama penurunan kesadaran dan demam tinggi yang timbul setelah ia mengalami kecelekaan 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Diketahui penderita mengidap penyakit Graves sejak 2 bulan yang lalu. Dari pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran menurun, sangat gelisah, denyut nadi 132 kali/menit, tekanan darah 110/60 mmHg, suhu badan 39,9oC. Keringat banyak, tiroid membesar difus, bruit (+) di atas a. Karotis interna, takikardia, murmur, hiperfleksi dan tremor. Hb dan leukosit dalam batas normal. T3 dan T4 meningkat. TSH sangat rendah. Apa diagnosisnya?
a. Hipertiroid
b. Tirotoksikosis
c. Krisis tiroid
d. Tiroiditis
e. Struma difus nontoksik

Jawaban: C
Krisis tiroid
Krisi tiroid termasuk jarang ditemukan, merupakan eksaserbasi hipertiroidisme yang mengancam nyawa. Gejalanya meliputi demam, delirium, kejang, koma, muntah, diare, juga ikretik. Kematian biasanya disebabkan gagal jantung, aritmia, hipertemia. Angka kematian berkisar 30%. Krisis tiroid biasanya dicetuskan penyakit akut, misalnya stroke, infeksi, trauma, ketoasidosis diabetik, pembedahan, terutama pembedahan tiroid, atau terapi radioiodin pada pasien hipertiroidisme yang sebelumnya tidak diobati.
Tata laksana pada penyakit ini meliputi monitoring dan perawatan suporti, serta identifikasi dan pengobatan faktor pencetus. Obat yang terpilih ialah propiltiourasil 600 mg loading dose yang diteruskan dengan pemberian 200-300 mg setiap 6 jam. Obat ini dapat diberikan per oral, melalui selang nasogastrik, atau melalui rektum.

Struma
Struma atau goiter adalah kelenjar tiroid yang membesar. Faktor yang dapat menyebabkan goiter di antaranya:
1. Defek biosintesis
Contoh: pembesaran kelenjar tiroid pada tiroiditis Hashimototerjadi karena defek pada sintesis hormon tiroid.
2. Defisiensi iodin
Baik defek biosintesis maupun kekurangan iodin menyebabkan tidak efektifnya sistesis hormon tiroid,sehingga memicu pengeluaran thyroid stimulating hormone (TSH). TSH ini akan memacu pertumbuhan kelenjar tiroid sebagai mekanisme kompensasi untuk mengatasi hambatan pada sintesis hormon tiroid. Pertumbuhan kelenjar tiroid dapat terlihat secara mikroskopik sebagai goiter. Contoh: pembesaran kelenjar tiroid pada penyakit gondok terjadi karena kekurangan iodin.
3. Penyakit autoimun
Penyakit Graves timbul karena manifestasi gangguan autoimun. Dalam serum pasien, ditemukan imunoglobulin/antibodi abnormal yang berinteraksi terhadap reseptor TSH. Antibodi ini memiliki sifat seperti TSH, yaitu dapat memacu fungsi kelenjar tiroid. Akibatnya, kelenjar tiroid akan mensekresi hormon teroid secara berlebihan. Selain itu, kelenjar tiroid juga akan tumbuh membesar akibat pacuan antibodi tersebut. Antibodi tersebut dinamakan TSI (thyroid stimulating immunoglobulin).
4. Penyakit nodular
Pembesaran kelenjar tiroid pada penyakit nodular terjadi karena gangguan pertumbuhan pada sel kelenjar tiroid itu sendiri.

Goiter dapat bersifat toksik maupun nontoksik. Pasien dengan goiter yang bersifat toksik mengalami gejala-gejala tirotoksikosis (berdebar-debar, gemetar, berkeringat, cepat lelah, dll). Pasien dengan goiter nontoksik tidak mengalami gejala tersebut. Gejala dan tanda struma nontoksik hanyalah pembesaran kelenjar tiroid. Bila struma nontoksik tumbuh besar, dapat timbul gejala penekanan organ-organ di leher, misalnya kesulitan menelan (penekanan faring), gangguan napas (penekanan pada saluran napas), pletora (penekanan vena), suara serak (penekanan nervus laringeus rekuren).
Goiter dapat pula bersifat difus maupun nodular. bersifat difus bila pembesaran kelenjar tiroid tersebut tidak merata, tidak berbenjol/tidak nodular; sedangkan pada goiter nodular/sturma nodula, saat pemeriksaan fisik teraba benjolan/nodul. Nodul ini sering kali disebabkan oleh fibrosis di kelenjar tiroid.
Diantara penyebab hipertiroidisme, 90% disebabkan oleh penyakit Graves dan struma nodular toksik.

Referensi
1. Harrison, Principles of Internal Medicine, 16th ed., hal. 2117,2120.
2. Patofisiologi, Konsep Klinis Proses-Proses penyakit, edisi 6, hal. 1230.

197

200. Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun mengalami penis membesar, wajah berjerawat, rambut pada pubis dan aksila, LH dan FSH meningkat. Diagnosis keadaan ini adalah ...
a. Tumor hipofisis
b. Tumor adrenal
c. Pubertas prekoks
d. Tumor testis
e. Normal

Jawaban: C
pada perempuan, pubertas dikatakan mengalami prekoks jika kuncup payudara terbentuk sebelum usia 8 tahun, atau jika menarke terjadi sebelum usia 9 tahun. Pada laki-laki, pubertas dikatakan mengalami prekoks jika terjadi sebelum usia 9 tahun.
Jika perkembangan ciri kelamin sekunder sama dengan jenis kelamin genetik (yaitu feminisasi pada anak perempuan, atau virilisasi pada laki-laki), maka ia disebut mengalami prekoks isoseksual. Jika perkembangan ciri kelamin sekunder tidak sesuai dengan jenis kelamin genetik (yaitu feminisasi pada anak laki-laki, atau virilisasi pada anak perempuan), maka ia disebut mengalami prekoks heteroseksual.
pubertas prekoks isoseksual dibagi menjadi 3, yaitu:

1. Pubertas prekoks sejati
Pubertas prekoks sejati memiliki ciri-ciri yaitu perkembangan ciri kelamin sekunder yang terlalu awal, namun urutan perkembangan tersebut seperti perkembangan pubertas normal. Perkembangan kuncup payudara (telarke) diikuti perkembangan rambut kubis (pubarke), kemudian rambut aksila (andrenarke). Kulminasi dari pubertas pada perempuan ialah terjadinya siklus menstruasi yang teratur.
Pada pubertas prekoks sejati, aktivasi sekresi gonadotropin terjadi pada usia yang terlalu dini. Pada pemeriksaan didapatkan profil sekresi hormon luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone(FSH) seperti pada pubertas normal (meningkat jika dibandingkan dengan anak normal seusianya).
Penyakit ini sebagian besar penyebabnya tidak diketahui. Penyebab lainnya karena penyakit pada otak (tumor, radang, infeksi, dll) yang memicu aktivasi sekresi gonadotropin.
Terapinya dengan analog gonadotropin-releasing hormone (GnRH), yang akan menekan sekresi gonadotropin, sehingga menghambat sintesis estrogen. Dengan terapi tersebut, pubertas prekoks akan terhambat. Selain itu, penutupan epifisis yang terlalu dini (menyebabkan tubuh pendek) juga dapat dihambat.
2. Pseudopupbetas prekoks
Pseudopubertas prekoks terjadi bila seorang perempuan mengalami feminisasi (pertumbuhan payudara, rambut pubis), tetapi tanpa mengalami siklus menstruasi teratur. Pada laki-laki, untuk membedakan dengan pubertas prekoks sejati, dilakukan pemeriksaan hormon.
Penyebab kelainan ini terutama adalah tumor yang mengsekresi estrogen atau mengsekresi androgen (pada wanita akhirnya juga akan diubah oleh tubuh menjadi estrogen). Misalnya tumor ovarium, tumor adrenal, medikasi dengan preparat estrogen, dll. Bila gonadotropin diperiksa, kadar akan rendah karena tertekan oleh estrogen, atau androgen tersebut.
Terapinya dengan mengatasi penyebab seudopubertas prekoks tersebut.
3. Pubertas prekoks inkomplet
Pada pubertas prekoks inkomplet, perkembangan pubertas hanya pada satu bagian saja, tidak semuanya. Misalnya hanya mengalami perkembangan payudara saja, atau hanya mengalami perkembangan rambut pubis saja, atau hanya mengalami perkembangan rambut aksila saja.
Penyakit ini disebabkan peningkatan sekresi estrogen, atau peningkaan sensitifitas terhadap estrogen, yang sifatnya sementara.
Penyakit ini biasanya akan sembuh sendiri. Pada usia pubertas normal, pasein akan mengalami pubertas sungguhnya.

Pada soal ini kemungkinan pasien mengalami pubertas prekoks sejati, tetapi belum diketahui penyebab prekoks tersebut

Referensi
Harrison. Principles of Internal Medicine, 16th ed., hal. 2188, 2202-2203.