UKDI 3 Flashcards Preview

UKMPPD MALAHAYATI > UKDI 3 > Flashcards

Flashcards in UKDI 3 Deck (198):
1

1. Seorang laki-laki berumur 70 tahun ke tempat praktik dokter umum dengan keluhan muntah darah sebanyak ½ Gelas (100 ml ) dua jam yang lalu. Setelah itu, pasien mengaku tidak pernah mengalami keluhan yang sama. Namun, pada pasien ditemukan mata kuning dan keluhan rambut mudah rontok. Riwayat sakit kuning si pasien tidak ada. Pada pemeriksaan fisik, tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 82 kali/menit, frekuensi nafas 24 kali/menit, dan temperature 37,6oC.pada pemeriksaan juga ditemukan ada konjugtiva sklera subdikterik, genikomasetia, lien schueffnerII, spider naevi , pekak sisi meningkat, disertai pekak pindah dan palmar eritem. Jadi, penyebab keluhan pada pasien ini adalah …
a. Pecahnya gastritis d. Gastritis kronik
b. Pecahnya varises oesophagus e. kelainan darah.
c. Pecahnya Ulkus peptikum

Pembahasan : Jawaban : B
Pada pasien ditemukan beberapa manifesasi klinis dari sirosis hepatis, yaitu :
? Spider naevi/ spiderangiomata/spider telnagiektasi, suatu lesi vascular yang dikelilingi venavena kecil.
? Palmar eritem , warna merah saga pada thernar dan hipothernar telapak tangan.
? Ginekomastia, prolferasi benigna jaringan glandula mamae laki-laki
? Hepatomegali
? Splenomegaly, pembesaran lien akibat hipertensi porta
? Asites, penimbunan cairanpada rongga peitonium akibat hipertensi porta dan hipoalbumineria
? Fetor hepatikum, bau khas pada pasien sirosis yang disebabkan peningkatan sulfide
? Icterus pada kulit dan membrane mukosa. Jika bilirubin 2-3 mb/ dl tidak telihat. Warna urine gelap seperti teh
? Manifestasi lain dari hipertensi porta adalah caput medusa varises oespjagus. Pecahnya veises esophagus menimbulkan pendarahan pada 20-40 % pasien sirosis. Tiap tahunnya 5-15 % penderita sirosis mengalami varises oesophagus
Penyakit lain lain dapat menimbulkanmuntah darah,tetapi tidak disertai manifestasi klinis khas ntuk sirosis hepatis


2

2. Seorang laki-laki berusia 30 tahun dengan pekerjaan sebagai pemetik kopi dating dengan keluhan lemas dan nafsu makan berkurang. Keluhan ini disertai dengan batuk. Pemeriksaan fisik didapatkan anemis. Pada pemeriksaan fisik, tekanan darah 120/80 mmHg , nadi 78 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/ menit dan temperature 37,9 o C pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hemoglobin 8 g/dl dan eosinophilia meningkat. Kemudian, dilakukan pemeriksaan berisi vum. Pada pemeriksaan foto thoraks ditemukan gambaran infitra. Obat yang tepat yang diberikan pada pasien ini adalah..
a. Prazikuantel d. pirentel pamoat
b. Mebendazole e. Tinidazole
c. Metronidazole

Jawaban : D
Adanya gejala klinis sepertimdemam ( 37oC ), batuk, penurunan hemoglobin , eosinophilia , ditemukannya gambaran bulat berisi ovum dan foto thoraks ditemukan gambaran infiltrate merupakan gejala klinik khas dari askariasis. Disebabkan oleh ascaris lumbricoides. Gambaran infiltra pada foto thoraks setelah tia minggu akan menghilang. Hal ini dikenal sebagai sindroma loefller. Pilihan pengobatan yang efektif untuk penyakit ini adalah pirantel pamoat dengan dosis tunggal 10 mg/kgBB


3

3. Seorang lak-laki berumur 25 tahun mengeluh menderita demam selama tiga hari ia uga megeluhtumbuhnya lesu. Setelah demam ,pasien mengeluh buang air kecil (BAK ) menjadi berwarna the tua. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 78/menit, frek napas 24 kali/ mneit, dan temperature 37,50C. kemudian dari hasil pemeriksaaa kimia darah ditemukan bilirubin direk meningkat dan indirek meningkat, lalu alkalin foftafase 50 mg/dl. Penyebab hasil laboraturium tersebut adalah …
a. Hepatic failure
b. Peningkatan asupan ammonia
c. pengingkatan penyerapan ammonia dalam usus
d. peningkatan hemolisi sel darah merah
e. peningkatan transportasi bilirubin ke hati

Jawaban : E
fase prahepatik
1. Pembentukan Bilirubuin . pada fase ini bilirubin 70-80 % terbentuk dari pemecahan sel darah merah yang matang. Sedangkan, sisanya 20-30% ( early labelled ilirubin ) dating dari protein hem lainnya, terutama dari sumsum tulang dan hati. Sebagian protein hem dipecah menjadi besi da biliverdin dengann bantuan enzim heme oksiginase. Peningkatan hemolysis sel darah merah merupakan penyebab utama peningkatan tak koonjugasi ( bilirubin indirek )
2. Transport plasma. Bilirubin tak terkonjugasi di transport dalam plasma yang terikat dengan albumin
Fase Intrahepatik
3. Liver uptake. Bilirubin tak konjugasi ditransport ke hati secara aktif dan cepat
4. Konjugasi. Bilirubin yang terkonsentrasi dalam sel hati mengalami konjugasi dengan asam glukoronil membentuk bilirubin diglukoronida atau bilirubin konjugasi ata bilirubin direk. Reaksi ini dikatalisasi oleh grukonil transfuse yang menghasilkam bilirubin yang larut dalam air.
Fase pascahepatik
5. Ekskresi bilirubin. Bilirubin konjugai dikeluarkan kedalam kanalakilus . di dalam usus bilirubin menjadi strenobilinogem dan mengeluarkan sebagian besar ketinja yang memberi warna coklat. Sebagian diserat dan dikeluarkan kembali ke dalam empedu. Dalam jumlah kecil mencapai air seni sebagai urobilinogen. Bilirubin tak terkonjugasi dalam sel hati mengalami proses konjugasi dengan glukuroniltransferase dan larut dalam empedu cair.
KElainan prehepatikk disebabkan oleh homolisi berlebihan dan penyerapan hematoma akan menyebabkan peningkatan bilirubin tak terkonjugasin(indirek ). Kelainan intrahepatic dapat berakibat hyperbilirubinemia tak terknjugasi maupun konjugasin
Peningkatan bilirubin konjugasin(direk) bisa diakibatkan hepatitis infeksiosa, alcohol, reaksi obat dan kelainan autoimun.kelainan pascahepatik dapat meningkatkan bilirubin konjugasi. Pembentukan batu sering terjadi pada kelompok kelainan pascahepatik yang menyebabkan kuning.


4

4. Seorang wanita berumur 20 tahun dating dengan keluhan utama demam. Keluhan sudah dirasakan selaa tiga hari dengan disertai sakit kepala,nyeri sendiri,mual,muntah, perdarahan gusi, dan buang air besar berwarna hitam. Pasien tampak mengantuk, nadi teraba kecil dan cepat, teanan darah 80/60 mmHg . dan akral dingin.pemeriksaan laboratorium didapatkan hemoglobin 9,8 g/dl. Leukosit 4200/mm3 hematokrit 40% dan trombosit 22.000/mm3 Jadi apa diagnisa yang paling memungkinkan dari gejala diatas ..?
a. Malaria D. tetanus berat
b. Avian influenza E. typhoid fever
c. DBD

Jawaban : C
Berdasarkan kriteria WHO 1997, diagnosis demam berdarah dengue ditegakkan jika terdapat hal-halibawah ini :
? Demam atau riwayat demam akut antara 2-7 hari, biasanya bifasik.
? Terdapat minimal satu dari manifestasi perdarahan : uji bending positif, ptekieekimosis atau purpura, perdarahan mukosa ( episkatis ataur perdarahan gusi) hematemesis atau melana.
? Trombositopenia (jumlah trombosit 20 % dibandingkan standar sesuai dengan umur dan jenis kelamin
b. Penurunan hematocrit >20% setelah mendapat terpi cairan , dibandingkan dengan nilai hematocrit sebelumnya
c. Tanda kebocoran plasma, seperti efusi danaasites atau hipoprotonemia
Klasifikasi derajat penyakit infeksi dengue :

Tingkat Gejala Laboratorium
DD Demam disertai dua atau lebih tanda, sakit kepala, nyeri retro orbital , myalgia , artalgia Lekopenia , trombositpenia, tidak ditemukan bukti kebocoran plasma
DBD I Gejala di atas ditambah uji bending positif Trombositpenia (

5

5. Pemeriksaan rutin pasien DBD pada sindrom syuok dengue paling tepat…
a. Darah rutin + serologi
b. Darah rutin dan urine rutin
c. Darah rutin dan urine rutin + analisa gas darah
d. Darah rutin dan urine rutin + analisa gas darah + serologi
e. Analsia gas darah + serologi

JAWABAN : B
Pemeriksaan darah rutin yang dilakukan pada demam berdarah dengue adlah pemeriksaan hemoglobin , hemaatokrit dan jumlah apusan darah tepi untuk melihat adnaya limfoitosis relative disertai gambaran limfosit plasma biru. Diagnosis pasti didapatkam dari hasil isolaso virus dengue ( cell culture) ataupun deteksi antigen virus RNA dengue terhadap dengan RT-PCR, tes serologis yang mendeteksi adanya antibody spesifik terhadap dengue berupa antibody total, igM maupun igG
Pemeriksaan yang basa dilakuan pada sindrom syok dengue adalah hemoglobin, hematocrit, ureum, kreatin, dan golongan darah

6

6. Seoran laki-laki berumur 30 tahun mengeuhurine berwarna kemerahan, pasien mengaku sering mengalami keluhan batuk dan pilek dan disertai sakit saat menelan dan nyeri pada enggorokan. Ditemukan pada pasien mudah sembap dan edema oada kaki. Riwayat nyeri saat buang air kecil tidak ada. Riwayat darah tinggi ada pada pemeriksaan fisik tekanan darah 140/80 mmHg, frekuensi nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, dan temperature 36,6oC. Pada pemerisaan pari dodapatkan vesikuler (+) normal, tidak itemukan rhonki maupun wehzing. Retraksi dada juha tidak ada. Pemeriksaaan oenunjang yang diperkukan pada pasien ini adalah.
a. ASTO d. Tuberkulin
b. Ascoli e. CRP
c. schick

Jawaban : A
Pada pasien ditemukan gejala klinik dari sindrom nefritik akut. Ada jua manifestasi klinisisnya adalah hematuria makroskopik, oliguria, hipertensi, edema ( biasanya pada muka), proteinuria ringan (>3,5 g/hari). Biasanya, terjadi dua minggu setelah infeksi tenggorokan atau organ lain. Keluhan dapat disertai dengan adanya fatig, malaise, nyeri pinggang akibat pembengkakan kapsul ginjal, dan nyeri pada palpasi ginjal.
Penyebab penyakit ini adalah :
a. Glomerulonefritis primer
? Glomerulonefritis membranosa
? Glomerulonefritis kelainan minimal
? Glomerulonefritis membranoproliferatif
? Glomerulonefritis pascastrepcocuccus
b. Glomerulonefritis Sekunder
? Lupus eritemstosus sistemik
? Obat ( penisiliamin, kaptopril, antinflamasi nonsteroid)

Pada kasus ini, ada riwayat infeksi saluran napas yang kemungkinan disebabkan oleh bakteri streptococcus . karenanya pemeriksaan yang tepat adalah ASTO ( antistreptolisin O ). Pemeriksaan ascoli untuk malaria, schick untuk difteri, CRP untuk endocarditis, dan tuberculin, untuk TB paru.


7

7. Seorang laki-laki berumur 20 tahun dating dengan keluhan demam selama 14 hari. Keluhan diseetai dengan sakit kepala, mual dan muntah,badan pegal-pegal dan lemas,nyeri perut,. Urine menjadi lebih cokelat. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan, tekanan darah 120/80 mmHg, Nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, dan temperature 37,9oC. sklera tampak icterus,nyeri tekan pada abdomen kanan atas dan pemeriksaan hepar 1 jari BAC. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan , SGOT 168, SGPT 286, dan bilirubin meningkat. Pemeriksaan serologis HbsAg(-), igM anti-HAV (+), anti-Hbc (-), anti-Hdv (-), anti-HEV(-) diagnosisnya adalah……

Jawaban : A
: pada kasus ditemukan manifestasi klinis dari hepatitis virus. Gejala hepatitis akut terbagi menjadi :
? Fase praikterik (prodmoral). Berlangsung 5-10 hari ditandai dengan timbulnya keluhan malaise imun, miagia, atralgia, mudah lelah, gejala saluran nafas, mual,muntah, dan anoreksia. Umumya demam juga terjadi . urine menjadi lebih cokelat. Nyeri abdomen di kuadran kanan atas atau epigastrium
? Fase Ikterus. Icterus muncul setelah 5-10 hari mula-mula terlihat pada sklera, kemudian,pada kulit seluruh tubuh. Tinja mungkin berwarna kelabu atau kuning cokelat. Keluhan-keluhan berkurang, tetapi pasien masih lemah, anoreksia dan muntah
? Fase Pascaikterik (konvalesen) . diawali dengan menghilnangnya ikerus dan keluhan lain. Nafsu makan mulai kembali. Keadaan makan mulai kembali keadaan akut membaik dalam 2-3 minggu. Pada hepatitis A, perbaikan klinis dan laboratorium lengkap terjadi dalam 9 minggu. Sementara, untuk hepatitis B terjadi dalam 16 minggu

Hepatitis A jika ditemukan gejala klinis hepatitis dan pemeriksaan serologis didapatkan IgM anti-HAV (+), HbsAg (-) dan IgM anti-Hbc (-)

Hepatitis B jika ditemukan gejala gejala klinis hepatitis dan pemeriksaan serologis didapatkan IgM anti-HAV (-), HbsAg (+), dan IgM anti-HbC (-)


8

8. seorang wanita berusia 30 tahun datang ke dokter dengan keluhan wajah pucat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan, konjungtiva palpebra pucat. Hasil pemeriksaan tekanan darah 100/80 mmHg, nadi 100 kali/menit, frekuensi pernafasan 24 kali/menit, dan temprature 36,9?C Dari hasil pemeriksaan laboratarium didapatkan, hemoglobin 9 g/dl, leukosit 6400/mm?, pemeriksaan apusan darah didapatkan anemia hiprokom mikrositik. Pada pemeriksaan feses menggunakan direct smear dengan larutan garam fisiologis ditemukan gambaran oval dinding transparan bersih dengan segmented ovum, lalu, terapi yang tepat untuk pasien ini adalah.....
a. Pirantel pamoat d. Dietil karbamazin
b. Niklosomid e. Prazikuantel
c. Menbendazol

PEMBAHASAN:
Ditemukan telur pada feses mengindikasikan penyakit cacing. Gambaran oval dengan dinding transparan bersih (tipis) dengan ini beberapa sel adalah gambaran telur cacing tambang (necator americanus dan ansylostoma duodenale). Pada pasien ini juga dengan keluhan wajah pucat, pemeriksaan darah hemoglobin turun, dan anemia hipokrom mikrositik yang merupakan manifestasi klinis penyakit nekatoriasis dan ankilostomiasis (cacing tambang ). Terapi yang digunakan adalah albendazol dosis tunggal 400 mg atau membendazol dua kali/hari 100 mg selama tiga hari. Pada anak-anak, diberikan befanium hidroksinaftat 5 gr/2 kali/hari. Pilihan jawaban pada soal diatas adalah mebendazol.

9

9. seorang wanita berumur 24 tahun G1PAOA dengan usia kehamilan lima bulan, datang ke tempat praktik dokter umum dengan keluhan demam tinggi selama delapan hari. Keluhan demam disertai dengan keluhan pusing, pegal-pegal, dan susah buang air besar. Dokter melakukan pemeriksaan vital dan didapatkan tekanan darah 110/70 mmhg, denyut nadi 96 kali/menit, frekuensi pernafasan 24kali/menit, dan temperatur 39?C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan lidah kotor dengan tepi hiperemis, hati dalam batas normal, dan splenomegali. Terapi antibiotik yang tepat adalah....
a. kotrimoksazol d. Kloramfenikol
b. siprofloksasi e. metronidazol
c. ampisilin

PEMBAHASAN:
Keluhan utama adalah demam lama, lebih dari satu minggu. Salah satu diagnosis banding demam lama adalah demam dypoid. Hal ini didukung dengan ditemukan juga manifestasi klinis dari demam thypoid, seperti:
Demam lama.
Pusing dan nyeri otot.
Susah buang air besar
Bradikardi relatif, yaitu peningkatan suhu 1?C tidak diikuti peningkatan denyut 8kali/menit.
Lidah kotor dengan tepi hiperemis.
Hhepatomegali dan splenomegali. Pada kasus ini hanya terdapat splenomegali. Jadi, diagnosis kerja pada kasus ini adalah demam thypoid. Penatalaksanaannya adalah tirah balik dan perawatan, diet makan padat ini (aman untuk diberikan), dan antimikroba. Obat antimikroba yang dapat diberikan adalah kloramfenikol, tiamfenikol, kotri moksazol, ampisilin, amoksisilin, seftiakson, dan siprofloksasin. Pada wanita hamil, kloramfenikol tidak di anjurkan pada timester ke-3 kehamilan. Sebab, dikhawatirkan dapat partus prematur, kematian fetus intauterin, dan grey sindroma pada neonatus, tiamfenikol juga tidak dianjurkan pada kehamilan trimester ke-3, sebab, kemungkinan efek teratogenik terhadap fetus pada manusia belum dapat di singkirkan, demikian pula obat golongan fluorokuinolon maupun kotrimoksazol tidak boleh digunakan. Obat yang dianjurkan adalah ampisilin,amoksilin dan setriakson.
Jawaban : C

10

10. seorang laki-laki berumur 27 tahun mengeluh nyeri pinggang sejak beberapa hari lalu. Keluhan disertai dengan demam tinggi dan menggigil secara terus menerus selama tiga hari. Pada pemeriksaan tanda vital, diketahui bahwa tekanan darah 130/80 mmHg. Denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi pernapasan 20 kali/menit, dan tempratur 39?C, pemeriksaan fisik di dapatkan balotement (+) pada regio flank, hasil pemeriksaan laboratarium hemoglobin 14 g/dl, leukosit 20,000/mm?. Trombosit 250.000/mm3, bakteriuria,ureum 92, dan creatinin 2,1. Tindakan penunjang apa yang harus dilakukan?
a. BNO dan IVP d. CT Scan
b. foto throaks e. MRI
c. foto thoraks dan BNO

pembahasan
kasus ini didapatkan manifestasi klinis infeksi saluran kemih (ISK). ISK adalah ditemukannya bakteri pada urin dikantung kemih yang umumnya steril. Manifestasi klnis ialah terdiri dari :
• Nyeri pinggang atau nyeri suprapublik pada wanita.
• Demam disertai mengigil, pada pielonefritis akut, biasanya demam tinggi (39.5-40 C)
• Pada isk bawah, (sistisis) terdapat polikisuria, nokturia, disuria, dan steranguria
• Leukositosis, pemeriksaan mikroskopik urine ditemukan piuria ((>2000 leukosit/ml). Pada kulur unrin porsi tengah > 105, sedangkan pada pasien asimtomatik bisa didpatkan jumlah koloni yang lebih rendah.
Penata laksaanaan dengan antibiotik ampisilin 3 gram atau trimetoprin 200 mg. Pemeriksaan penunjang diagnosis ISK adalah :
• Ultrasonogram (USG)
• Radiofrafi : foto polos abdomen (BNO), IVP, dan micturing cystogram.
• Isotop scanning

Jawabannya : A

11


11. seorang laki-laki 18 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas, pasien mengalami luka terbuka pada kaki kanan dan mengalami pendarahan. Pendarahan ini berkelanjutan dan sulit untuk dihentikan. Ditemukan pula luka memar pada kepala dan tangan. Riwayat masa kanak-kanak si pasien jika mengalami luka kecil, masa penyembuhannya lama dibandingkan dengan anak-anak lain. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg. Denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi pernapasan 20 kali/menit, dan temperatur 37 ?C berdasarkan hasil di atas, pada pemeriksaan laboratorium akan didapatkan .....
a. masa protrombin (PT) memanjanga
b. massa pembekuan (CT) memmanjang
c. faktor VIII dan XI normal
d. masa tromboplastin partial teraktivasi (aPTT) normal
e. masa plasma protrombin ( PTT) memanjang

PEMBAHASAN :

pasien ditemukan keluhan perdarahan berkelanjutan yang merupakan tanda klinis khasa dari hemofilia. Dikenal dua macam hemofilia yang diturunkan secara sexlinked reseesive, yaitu
• Hemofilia A (hemofilia klasik) akibat defisiensi faktor pembekuan VII (F VIIc).
• Hemofilia B (christmas disease) akibat defisiensi faktor IX (Christmas).
Laboratorium pada hemofilia A dan hemofilia B:
Hemofilia Hemofilia B
Jumlah trombosit Normal Normal
Waktu pendarahan Normal Normal
PT Normal Memanjang
CT Memanjang Normal
PPT Normal Memanjang
aPTT Memanjang Normal
F VIIc Rendah Normal
F VIIg Normal Normal
F IX Normal Rendah
Tes ristosetin Normal Normal

Jawaban : B (buku ajar ilmu penyakit dalam dalam jilid II, edisi 4, hal, 759-762)

12

12. seorang wanita umur 35 tahun di bawa dalam keadaan tidak sadar dengan panas sejak 4 hari yang lalu. Pasien sudah ke dokter dan mendapat obat, tetapi tidak ada perbaikan. 10 hari yang lalu, wanita tersebut baru pulang berburu dari hutan di flores. Pada pemeriksaan didapatkan, koma, GCS 5, tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 100 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, dan suhu 40,8?C. Selain itu, didpatkan adanya kaku kuduk, kelenjar limfe koli teraba 2 buah(masing-masing berukuran 1 cm), serta tungkai dan tangan lemah. Diagnosis keadaan di atas adalah .....


pembahasan :
kasus ini menyebutkan daerah flores di provini nusa tenggara timur yang merupakan salah sastu daerah endemis malaria di indonesia. Daerah kantung malaria lain adalah papua,maluku, kalimantan, sebagian besar sulawesi, lampung, bangka belitung, riau, bengkulu, sumatera barat, sumatera selatan, jepara, sekitar yogyakarta, dan jawa barat.
Adanya penurunan kesadaran menunjukan malaria berat, yaitu malaria selebral manifestasi klinis malaria selebral adalah adanya gejala umum malaria, seperti anemia dan splenomegali. Ditambah dengan gejala malaria berat yang ditandai gejala penurunan kesadaran berupa apatis, disorientasi, somnolen, stupor, sopor, yang dapat terjadi secara perlahan ataupun mendadak perlahan yang kadang disertai kejang. Gejala lain berupa gejala upper motor neuron,tidak didapatkan neurologi yang fokal, kelumpuhan saraf kranial, kaku kuduk, desiberasi, dekortikasi, deviasi konjuge, dan perdarahan retina. Biasanya disertai dengan gangguan fungsi organ seperti ikterik, gagal ginjal, hipolikemia, dan edema paru.
Jawaban : D (Buku Ajar ilmu penyakit dalam jilid III, edisi 4, halaman 1732-1747)

13

13. pada pemeriksaan selanjutnya di dapatkan GCS 3. Pada asupan darah ditemukan bentuk parasit plasmodium falcifarum. Bagaimana respon imunitas pda kasus di atas ?
a. imunitas se umur hidup
b. imunitasnya bersifat protektif
c. didominasi imunitas humoral
d. imunitas yang berbentuk cepat hilang
e. pemebntukan imunitas sangat cepat


pembahasan :
Respons pada penyakit ini termasuk pada jenis imunitas yang berbentuk akan cepat hilang.
Jawaban : D (Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III , edisi 4, halaman 1732-1747

14

14. seorang laki-laki berusia 40 tahun di antar keluarganya ke unit darurat karena mengalami penurunan kesadaran setelah dipulangkan perusahaan di korea (tempatnya bekerja) karena sakit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah hemiparesis, dan tekanan intra kranial meningkat pada pemeriksaan CT scan, dijumpai benuk bulat seperti kristal berisi scolises pada jaringan otak diagnosis keadaan ini adalah ...
a. hydatid desease
b. angiostrongyliasis
c. Cryserkosis cellulosa
d. taenia solium
e. Trichinellosis sprilalis

Pembahasan :
informasi yang khas pada kasus ini adalah scolises dan adanya riwayat tinggal di korea, kedua informasi ini mengarah ke penyakit taeniasis. Cacing pita species taenia saginata koreanensis ditemukan di nergara korea yang sebagian besar penduduknya memakan daging babi. Secara tradisional, dikenal 2 jenis cacing pita, yaitu taeniasolium dan taenia saginata.
Gejala taeniasi ber varias dan tidak patognomonik, seperti keluarnya proglotid (bagian leher cacing) dalam tinja, nnausea nyeri perut, badan lemas, diare, dan rasa gatal di anus. Pada manusia bentuk larva (cysticersus) taenia solium dapat menimbulkan infeksi yang dikenal sebagai sistisirkosis( Cysticercosis). Apabila sisti cerkosis mengenai jaringan otak disebut neurocisty cerosis. Sisti cerkosis timbul jika seorang memakan telur taenia solium yang kemudia menetas dalam usus larva hexacancth menembus dinding usus melalui peredaran darah menuju jaringan tubuh seperti jaringan subcutan, oto, susunan saraf pusat, serta bola mata.
Jawabannya : . C

15

15. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke praktik dokter umum dengan keluhan nyeri dan timbul benjolan pada pangkal ibu jari kaki kanan yang sudah diderita selama tiga bulan ini. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 150/90 mmHg. Denyut nadi 80kali/menit, pernapasan 20kali/menit, dan suhu 37,8 °C. Pada pemeriksaan fisik tampak pangkal ibu jari kanan tersebut nyeri bila digerakkan serta pada sisi lateralnya terdapat benjolan dengan diameter 2cm yang melekat pada dasar.pemeriksaan laboratorium diketahui bahwa asam urat darah 12mg/100ml. Diagnosis keadaan di atas adalah...
a. Artritis gout d. Artritis tuberculosis
b. Artritis reumatoid e. Osteoritis
c. Sinovitis vilonodular

PEMBAHASAN:
Keluhan spesifik pada pasien adalah benjolan pada ibu jari kaki dan pemeriksaan laboratorium asam urat darah meningkat. Manifestasi klinis gout terdiri atas artritis gout akut, interkritikal gout, dan gout menahun.
Stadium Artritis gout akut: Saat pasien bangun pagi, aki terasa sakit hebat dan tidak bisa berjalan. Keluhan berupa nyeri, bengkak, terasa hangat, merah dengan gejala sistemik berupa demam, menggigil, dan merasa lelah. Lokasi yang sering yaitu metatasofalangeal-1.
Stadium Interkritikal: Secara klinis tidak terdapat tanda radang akut, tetapi pada aspirasi sendi ditemukan kristal urat.
Stadium Artritis gout menahun: Biasanya disertai tofi yang banyak dan terdapat poliartikular. Kadang-kadang, timbul infeksi sekunder dan disertai batu saluran kemih sampai penyakit ginjal menahun.
Kemudian, pada pemeriksaan kadar asam urat terkadang meningkat, tetapi kadang ditemukan normal. Kadar asam urat normal tidak dapat menghindari diagnosis gout.
JAWABAN: A. (BukuAajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II, edisi 4, hal. 1208-1210)

16

16. Seorang laki-laki 60 tahun datang ketampat praktik dokter umum dengan keluhan berdebar-debar. Pasien merasa berat badannya turun dan menjadi lebih kurus, padahal nafsu makan semakin meningkat. Keluhan disertai dengan sulit tidur, sering emosi, sering berkeringat saat cuaca panas maupun dingin. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg, denyut nadi 110 kali/menit, pernapasan 20 kali/menit, dan suhu 36,8°C. Pembesaran lien tidak dapat ditemukan. Eyr sign tidak ada. Pemeriksaan apa yang disuslkan untuk pasien ini?
a. EKG d. Kadar TSH dan T4 bebas
b. Urin rutin e. CT scan tiroid
c. Rontgen thoraks

PEMBAHASAN:
Pasien memiliki gejala klinis, seperti berdebar-debar, berat badan menurun namun nafsu makan bertambah, sulit tidur, sering berkeringat, dan ditemukan takikardi. Manifestasi ini mengarah kepada diagnosis tirotoksikosis dan hipertiroidisme.
Diagnosis tirotoksikosis didasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang dikenal dengan indeks klinis wayne dan new castle. Kemudian, dilakukan pemeriksaan penunjang. Untuk fungsi tiroid diperiksa:
• Kadar hormon beredar TT4, TT3 (T-total) [salam keadaan tertentu sebaiknya ft4 dan ft3], dan TSH.
• Ekskresi yodium urin.
• Kadar tiroglobulin.
• Uji tangkap |131.
• Antibodi tiroid (ATPO-Ab, Atg-ab), TSI.
JAWABAN: D. (Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II, edisi 4, hal. 1933-1943)

17

17. Seorang laki-laki berusia 43 tahun mengeluh sesak napas setelah menaiki tangga. Keluhan ini sudah dialami sejak satu bulan yang lalu. Sesak akan berkurang bila istirahat. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 150/80mmHg, denyut nadi 123 kali/menit, pernapasan 28 kali/menit, suhu 36,8°C. Pada pemeriksaan paru didapat kan vasikuler (+) normal, ditemukan rhonki basah, dan whezing tidak ada. Retraksi dada ditemukan ada dan pemeriksaan JVP meningkat. Pemeriksaan jantung heart rate 123 kali/menit, ditemukan bising murmur jantung. Lalu hepatomegali ada dan edema pada kedua ekstremitas. Diagnosis kelainan diatas adalah..
a. Kompensasi jantung d. Atrial fibrilasi
b. Dekompensasi jantung e. Ventikel fibrilasi
c. Dekompensasi jantung

PEMBAHASAN:
Berdasarkan gejala klinis pada kasus di atas, ditemukan manifestasi gagal jantung. Diagnosis gagal jantung kongestif berdasarkan kriteria framingham sebagai berikut:
Kriteria mayor:
1. Dispnea nokturnal paroksismal atau ortopnea.
2. Penigkatan tekanan vena jugularis.
3. Ronnki paru.
4. Kardiomegali.
5. Edema paru akut.
6. Gallop S3.
7. Distensi vena leher.
8. Refluks Hepatojugular
Kriteria minor:
1. Edema ekstremitis
2. Batuk malam hari.
3. Dispnea d’effort.
4. Hepatomegali.
5. Efusi pleura.
6. Penurunan kapasitas vital ? dari normal.
7. Takikardi (>120 menit).
Mayor atau minor:
Penurunan berat badan ?4,5 kg dalam lima hari pengobatan
Diagnosis gagal jantung ditegakkan minimal ada 2 kriteria mayor atau kriteria mayor dan 2 kriteria minor.
Gagal jantung kiri disebabkan kelemahan ventrikel sehingga meningkatkan tekanan vena pulmonalis dan paru yang menyebabkan pasien sesak napas dan ortopnea. Gagal jantung kanan terjadi kalau kelainannya melemahkan ventrikel kanan, seperti pada hipertensi pulmonal primer/sekunder dan tromboemboli paru kronik sehingga terjadi kongesti vena sistemik yang menyebabkan edema perifer, hepatomegali, dan distensi vena jugularis.
JAWABAN: c. (Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III, edisi 4, hal. 1503-1504)

18

18. Seorang laki-laki pecinta berusia 20 tahun habis turun gunung. Tiba-tiba, mengeluh mual dan sakitkepala hebat. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, pernapasan 20 kali/menit, dan suhu 36,5°C. Pemeriksaan laboratorium hemoglobin14g/dl, leukosit 7000/mm³, dan trombosit 250.000/mm³. Penyebab terjadinya keadaan ini adalah...
a. Hematokrit meningkat d. Vasodilatasi lokal pembulih darah otak
b. Tekanan pulmonal menurun e. Menurunnya aliran O2 di jaringan otak
c. Viskositas darah menurun

PEMBAHASAN:
Pada daratan tinggi, kandungan oksigen dalam udara menjadi kurang. Karenanya, ada mekanisme dalam tubuh untuk mendapatkan oksigen dalam darah. Untuk transportasi yang optimel, diperlukan konsentrasi hemglobin yang normal, bukan hemtokrit. Peningkatan tekanan pulmonal pada edema paru akan mengganggu pertukaran gas dalam paru. Gejala menurunnya pasokan oksigen dalam jaringan otak akan memberikan gejala penurunan kesadaran. Pada kasus ini, tidak ditemukan penurunan kesadaran. Jadi, jawaban yang tepat adalah terjadinya vasodilasi lokal pembuluh darah otak.
JAWABAN: D. (Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses penyakit Volume 2, edisi 6, hal. 747)

19

19. Seorang wanita berumur 40 tahun datang ketempat parkir dokter umum dengan keluhan badan lemas sejak satu minggu yang lalu. Keluhan disertai wajah pucat dan jantung berdebar-debar. Keluhan demam tidak ada nyeri bagian tubuh lain tidak ada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan, tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 78 kali/menit, dan temperatur 36°C. Pada konjungtiva palpebra terlihat pucat. Hematome dan purpura pada tubuh tidak ada. Apa diagnosis yang paling mungkin?
a. Leukimia d. Polisitemia
b. Anemia e. Limfoma
c. Trombositopenia

PEMBAHASAN:
Gejala umum anemia yang sering dijumpai apabila turun dibawah 80 g/dl adalah badan lemah, lesu, cepat lelah, mata berkunang-kunang, serta telinga berdenging. Pada pemeriksaan fisik, pasien terlihat pucat terutama pada konjungtiva dan jaringan bawah kulit. Tidak dijumpai perdarahan/purpura.
Gejala umum dari leukimia adalah splenomegali, cepat lelah, badan lemas, demam tidak terlalu tinggi, penurunan berat badan, hepatomegali, keringat malam cepat kenyang, perdarahan/purpura, dan nyeri perut kanan. Penyakit ini berlangsung kronik.
Gejala klinik polisitemia terdiri atas sakit kepala, telinga berdenging, mudah lelah, gangguan daya ingat, darah tinggi, gangguan penglihatan, rasa panas ditangan atau kaki, gatal (pruritus), splenomegali, perdarahan atau trombosis.
Gejala klinis khas dari trombositopenia adalah adanya manifestasi perdarah berupa ekimosis, petekie, purpura yang disertai adanya riwayat perdarahan yang sering dari ringan sampai sedang.
Gejala umum dari limfoma nonhodgkin adalah ada pembesaran kelenjar getah bening dan malaise umum, seperti berat badan menurun 10% dalam waktu 6 bulan, demam tinggi 38°C selama 1 minggu tanpa sebab, dan keringat pada malam hari. Disertai pula dengan keluhan anemia dan keluhan organ (misalnya lambung dan nasofaring).
JAWABAN: B. (Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II,edisi 4, hal. 623)

20

20. Seorang laki-laki berusia 55 tahun di ICU tampak tidur pulas. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 130/80mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, dan suhu 36,8°C. Pada pemeriksaan refleks pupil tidak ada. Pemeriksaan fisik pada pasien tampak kurus, kedua mata kuning, terdapat spder naevy, dan perut buncit. Bibir pasien terdapat bercak darah dan mulut bau. Riwayat minum alkohol sejak 30 tahun. Istrinya mengatakan bahwa sepuluh tahun yang lalu tubuh pasien gemuk. Kemudian, lama-lama makin kurus karena tidak nafsu makan. Dua tahun terakhir, pasien sangat kurus, lemah dan mudah lelah. Lalu, dau hari yang lalu, pasien muntah darah. Kenapa kedua mata pesien kuning?
a. Penumpukan etanol di kornea
b. Meningkat pigmen penuaan di kornea
c. Meningkatnya pigmen penuaan di kornea
d. Penumpukan bilirubin di sklera
e. Meningkatnya betacarotin di sklera

PEMBAHASAN:
Pada kasus ini pasien memiliki manifestasi klinis sirosis haiti.
(Baca manifestasi klinis sirosis hati pada pembahasan soal nomer 1).
(Baca fisiologis metabolisme bilirubin pada pembahasan soal nomer 7).
Warna kekuningan pada kulit atau telapak tangan (pseudouikterus) dapat terjadi karena terlalu banyak makan makanan yang mengandung betacarotin (seperti squash, melon, pepaya, dan wortel) yang tidak mengakibatkan warna kuning di sklera. Ikterus pada sklera disebabkan oleh gangguan pada salah satu fase metabolisme bilirubin. Hal tersebut dapat mengakibatkan hiperbilirubinemia bersifat konjugasi (direk) ataupun tak terkonjugasi (indirek).
JAWABAN: B. (Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I, edisi 4, hal. 429-432)
.

21

21. Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang dengan keluhan batuk dan pilek yang beulang. Keluhan disertai dengan nyeri pada pipi sebelah kiri, hidung kadang-kadang tersumbat, dan tenggorokan berlendi, pasien juga memiliki riwayat sering sesak napas dengan bunyi mengi sejak kecil. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi pernapasan 20 kali/menit, dan temperatur 36,0°C. Terdapat nyeri tekan pada oszigomatikus dan ditemukan post nasal drip pada pemeriksaan tenggorokan. Pemeriksaan paru ditemukan wheezing. Pada foto thoraksterdapat gambaran bronkiektasis. Kelainan ini merupakan sindrom...
a. Pancoast d. Laron
b. Kartagener e. Fanconi
c. Marfan

PEMBAHASAN:
Pada kasus ini ditemukan gejala klinis dari diagnosis sinusitis dan asma bronkial, yaitu nyeri pipi, nyeri tekan oszigomatikus, post nasal drip, sesak napas dengan bunyi mengi, ditemukan wheezing dan adanya bronkiektasis.
• Sindrom Pancoast adalah nyeri neuritik pada lengan, atrofi otot lengan dan tangan, serta sindrom horner yang ditemui dengan tumor sulcur pulmonalis yang disebabkan oleh keterlibatan plexus brachialis dan nervus cervicalis simpatis.
• Sindrom Kartagener merupakan gangguan herediter yang mencakup gabungan dekstrokardia (situs inversus), bronkiektasis, dan sinusitis yang diturunkan sebagai ciri resesif autosomal.
• Sindrom Marfan merupakan manifestasi kelainan metabolisme fibrilin gangguan kongenital jaringan penyambung yang ditandai dengan panjang ekstremitas yang abnormal, khususnya jari-jari tangan dan kaki, subluksasi lensa, dilatasi aorta asendens, dan deformitas lainnya.
• Sindrom Laron adalah sindrom resesif autosomal dengan reterdasi pertumbuhan skeletal karena gangguan sintesis faktor I pertumbuhan zat seperti insulin.
• Sindrom Fanconi merupakan gangguan resesif langka ditandai dengan pansitopenia, hipoplasia sumsum tulang belakang, deposisi melamin, sama seperti anomali kongenital multipel sistem muskuloskeletal dan genitourinaria.
JAWABAN: B. (Kamus Kedokteran Dorland, edisi 29, hal. 2133-2145)

22

22) Sepasang pemuda-pemudi akan melangsungkan pernikahan 5 bulan lagi.Adapun si calon perempuan menderita nyeri pinggang kronis. Setelah menjalani pemeriksaan, didiagnosis TB tulang VT 7 dan VT 8. Dokter telah melakukan pengobatan dengan injeksi streptomisin sebanyak 60 kali dan kombinasi pengobatan oral. Apa yang Anda sarankan terhadap pernikahannya?
a. Membatakan Pernikahan
b. Tetap menikah dengan menunda kehamilan sampai pengobatan selesai
c. Tetap menikah saja
d. Tetap menikah setelah pengobatan selesai
e. Tetap menikah dengan kesepakatan tidak akan memiliki anak dalam pernikahan

Pengobatan antituberkulosis (OAT) yang sering digunakan adalah isoniazid, rifampisin, streptomisin, etambutol, dan pirazianid. Pengaruh tidak langsung terhadap kehamilan adalah efek teragonik terhadap janin karena OAT yang diberikan pada ibu. Pemberian isoazid pada kehamilan dilaporkan terdapat 1% bayi lahir dengan kelainan saraf pusat.dilaporkan satu dari enam bayi yang dilahirkan oleh ibu yang mendapat streptomisin dalam kehamilannya mengalami kelainan vestibular dari ringan sampai berat. Penelitian pemberian rifampisin pada binatang percobaan tikus didapatkan malformasi janin seperti spina bifida, anansefalim,dan palatoskizis. Tetapi, pada kelinci tidak ditemukan kelainan tersebut, juga tidak ditemukan kelainan kongenital pada janin akibat pemberian rifampisin pada wanita hamil. Pirazinamid dan etambutol sampai saat ini cukup aman unutuk wanita hamil.
Untnuk preventif pada kasus ini, pasien sebaiknya tetap melangsungan pernikahannya dan sebaiknya menunda kehamilan sampai pengobatan selesai.
(buku ajar ilmu penyakit dalam jilid II, edisi 4, hal 995-1000)
Jawaban : B

23

23. Seorang laki-laki berusia 26 tahun dating ke unit gawat darurat dengan kondisi keram perut. Keluhan ini diawali dengan demam sejak dua hari yang lalu. BAB cair sepuluh kali dalam 2 jam. Riwayat gangguan pencernaan sebelumnya tidak ada. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/80 mmHg, denyut nadi 70 kali/menit, frekuensi pernapasan 20 kali/ menit, dan temperature 38,5 oC. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan, hemoglobin 13 g/dl, leukosit 6500/mm3, dan trombosit 300.000/ mm3. Pemeriksaan makroskopis feses ditemukan darah dan lendir. Diagnosis yang tepat pada kelainan ini adalah ….
a. Amubiasis D. Shigellosis
b. Rotavirus E. Iritable bowel syndrome
c. ETEC

23. Patogenesis diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri di bagi menjadi :
a. Bakteri Nonivasif ( enterooksigenik )
Pada diare tipe ini disebabkan oleh bakteri yang memproduksi enterotoksi yang bersifat tidak merusak mukosa. Bakteri noninvasi misalnya V. Cholerae, enterootoxigenic, E.coli (ETEC), S.Aureus, B. cereus, Aeromonas spp. SEcara klinis ditemukan diare berupa air, seperti cucian beras dan meninggalkan dubur secara deras dan banyak (voluminous). Keadaan ini disebut diare sekretorik isotonic volumunial (voluminous)
b. Bakteri enteroinvasif
Diare ini disebt juga diare inflammatory. Bakteri yang termasuk golongan ini adalah enteroinvasive E. coli,salmonella spp,shigella spp, C jejuni, V parahaemolyticus, Yersinia, C perfringens tipe C, Entamoeba hystolica, P. shigelloides, C. Difficille, Camplycobacer spp. Diare disebabkam kerusakan dinding usus halus berupa nekrosis dan ulserasi. Sifat diarenya sekretorik eksudatif. Cairan diare tercampur dengan lender dan darah Jawaban " D

24

24. Seorang wanita berusia 35 tahun sedang hamil anak keempat dating ke rumah sakit dengan keluhan cepat lelah dan lesu. PAsien juga mengeluh nafsu makan menuun, mata berkunang-kunang, dan sering nyeri nelan, pernapasan 20 kali/ menit, suhu 36,8 oC. Pemeriksaan fisik pada konjungtiva pappebra terlihat pucat, ada atrofi papil lidah, tidak terdapat pembesaran organ hepar dan limfa. HAsil pemeriksaan laboratorium didapatkan hemoglobin 8 g/dl, leukosit 12.000/mm3, trombosit 350.000/mm3. Ditemukan pula gambaran anemia mikrositik, anisopoikilositosis, eliptosit, hitung jenis dalam batas normal, dan retikulosit dalam batas normal. Pemeriksaan laboratorium yang tepat adalah….
a. Kadar besi d. Analisa tinja
b. Diff count e. Apusan darah perifer
c. Elektroforesis Hb

24. Gejala umum anemia yang sring dijumpai apabila turun dibawah 8 g/dl adalah badan lemah ,lesu, cepat lelah, mata berkunang-kunang , serta telinga berdenging.pada pemeriksaan fisik pasien terlihat pucat terutama pada konjungtiva dan jaringan dibawah kulit.
Gejala khas defisiensi besi adalah:
• Koilonychia: Kuku sendok (spoon nail ), kuku menjadi rapuh, bergaris-garis vertical, dan menjadi cekung sehingga mirip seperti sendok
• Atropi papil lidah : permukaan lidah menjadi licin. Dan mengkilap karena papil lidah menghilang
• Stomatis angularis (cheilosis) adanya peradangan pada sudut mulut yang tampak sebagai bercak warna pucat keputihan.
• Disfagia : nyeri menelan karena kerusakan epitel hipofaring
• Atropi : mukosa gaster sehingga menimbulkan alkhlorida
• Pca : keinginan untuk memakan yang tidak lazim, seperti tanah,lem, dan lain-lain

Pemeriksaan laboratorium : adanya penurunan hemoglobin dari ringan sampai berat. MCV dan MCH menurun. MCV 100 mg/dl. Juga dilakukan pemeriksaan fesef untuk cacing tambang. Tujuannya, mencari penyebab anemia.
Untuk menegakkan diagnosis anemia defisiensi besi, ada tiga tahapan yang harus dilakukan. Pertama, menentukan adanya anemia dengan mengukur hemoglobin atau hematocrit. Kemudian,pastikan adanya defisiensi besi dengan pemeriksaan laboratorium. Terakhir, menentukan penyebab dari defisiensi besi yang terjadi.
Pasien di atas memiliki beberapa gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium yang mengarah pada anemia defisiensi besi. Oleh sebab itu, diperlukan pemeriksaan kadar besi untuk menunjang diagnosis. Kemudian, jika dibuktikan adanya defisiensi besi, dilakukan pencarian penyebab defisiensi. Caranya dengan mencari ada atau tidaknya sumber pendarahan maupun dengan pemeriksaan feses
Jawaban : A

25

25) Seorang perempuan berusia 32 tahun yang menderita diabetes mellitus tipe 1 mengalami gagal ginjal progresif dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Dialisis belum dilakukan pada pasien ini. Pemeriksaan fisik tidak menunjukkan tanda-tanda abnormalitas. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar hemoglobin 9 g/dl m3 . Apus darah tepi menunjukkan sel-sel eritrosit normositer dan normokromik, hematokrit 28%, dan MCV 94 fI. Manakah jawaban di bawah ini yang paling mungkin sebagai penyebab kondisi pasien tersebut ?
a. Perdarahan akut d. Defisiensi erythropoietin
b. Leukimia limfositik kronik e. Defisiensi enzim eritrosit
c. Anemia Sideroblast

25. Anemia normokromik normositer ditemukan pada :
a. Anemia pasca perdarahan akut.
b. Anemia aplastik
c. Anemia aplastik’Anemia hemolitik didapat.
d. Anemia akibat penyakit kronik
e. Anemia pada gagal ginjal kronik
f. Anemia pada sindrom mielodisplastik
g. Anemia pada keganasaan hematologic
Anemia pada penyakit kronis di tandai dengan memperpendek masa hidup eritrosit dan gangguan produksi eritrosit dan gangguan produksi eritrosit akibat tidak efektifnya rangsangan eritroproitein
Jawaban : D

26

26. Seorang laki-laki berusia 38 tahun mengeluh dua minggu ini merasakan kaki kirinya terasa sangat nyeri saat tidur. Sebenernya dirasa sakit sejak satu tahun belakangan. Namun, hanya dirasakan bila berjalan. Pasien mengeluh jarak tempuh makin lama makin pendek dan sering berhenti karena nyeri. Bila istirahat, rasa nyeri hilang. Pasien seorang perokok berat. Pemeriksaan fisik secara umum normal. Pada eksremitas inferior sinistra tidak teraba pulsasi a. dorsalis pedis dan tibialis posterior. Pada pemeriksaan laboratorium, darah normal. Manakah diagnosis yang paling mungkin?

a. Acute arterial occlusion d. chronic arterial thrombosis
b. Thromboangitis obliterans e. Atheroscclerotic peripheral arterial occlusive disease
c. Diabetic arteriophaty

26. Tromboangitis ibliterans disebut juga penyakit buerger’s merupakan kelian vascular berupa inflamasi. Penyumbatan yang mengenai pembuluh darah ukuran sedang kecil, serta vena distal ekstremitas atas dan bawahh. Sering terjadi pada laki-laki di bawah umur 40 tahun.penyebabnya belum diketahui pasti , tetapi berhubungan dengan kebiasaan merokok.
Gambaran klinis tromboangitis obliterans seringkali berupa trias : 1) klaudikasio yang melibatkan ekstremitas 2) fenomena Raynaud ; dan 3) tromboplebitis vena superfisial yang berpindah-pindah. Klaudikasio biasanya terjadi pada betis dan kaki atau pada lengan bawah dan tangan. SEbab utamanya mengenai pembuluh darah daerah distal, berupa iskemik digital yang berat , perubahan kuku, arteri brakialis dan poplitea normal. Tetapi, nadi dapat berkurang atau hilang pada arteri radialis, ulnaris, dan tibialis. Pemeriksaan ultrasonografi duplex dan arteriografi berupa gambaran khas perubahanbesi segmental pembuluh darah dai yang normal bertahap menjadi halus pembuluh darah distal.
Tidak ada pengobatan spesifik kecuali berhenti merokok, prognosis memburuk jika tidak berhenti merokok. Operasi pintas arteri dari pembuluh darah yang lebih besar mungkin ada gunanya pada keadaan tertentu.
Jawaban : B

27

27. Seorang wanita 35 tahun dating ke tempat praktik dokter umum dengan keluhan tungkai kanan bengkak sejak dua tahun lalu. Keluhan tidak disertai nyeri dan tungkai kiri tidak bengkak. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan, tekanan darah 120/70 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, pernapasan 20 kali/menit, dan suhu 36,8oC. Pemeriksaan fisiik didapatkan edema pada ekstremitas dextra. Diagnosis yang mungkin adalah ….

a. Deep vein thrombosis d. Edema statis
b. Lipedema e. Edema
c. Limfedema

27. Keluhan khas pada pasien ini adalah adanya keluhan bengkak edema yang asimetris pada ekstremitas bawah. Adanya thrombosis dalam pembuluh darah tidak akan terjadi edema. Jika edema akibat penyait jantung , hati, ginjal maka seharusnya terjadi simetris pada kedua ekstremitas bawah. Lipedema adalah adanya lemak dan air di jaringan subkutan. Limfadema adalah adanya pembegkakan pembulh limfe yang mengakibatkan tersumbat/terbendungnnya bagian distal. Gejala klinisnya edema yang asimetris.
Jawaban : E

28

28. Seorang perempuan 18 tahun dating ke dokter umum untuk mengeluh bahwa ada nyeri di ujung kaki kiri sejak lima hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik,jari pada kaki tersebut tampak pucat dan dingin di bandingkan dengan kaki kanan.. Pulsasi hanya jelas teraba di inginal, tetapi lemah. Sejak tahun bulan yang lalu, pasien juga mengeluh sakit kepala terus-menerus pemeriksaan tekanan darah di lengan kiri dan kanan sama 160/90 mmHg, tetapi tekanan darah di tungkai kiri lebih lemah dari yang lain. Diagnosis paling mungkin pada pasien ini adalah….
a. Arteriosklororsis d. Tromboangitis obiliterans
b. Aterosklorosis obiliterans e. Artetis takayasu
c. Tromboflebitis

28. Arteritis takayasu adalah vasculitis pada pembuluh darah besar adalah. Penyebabnya idiopastik dan terjadi pada usia muda. Sering terjadj pada perempuan dan sepuluh kali lebih sering dai laki-laki
Gejala dari abnomalnya pembuluh darah besar adalah hipertensi, khususnya pada usia muda. Karenanya, harus diperiksa nadi dan tekanan darah seluruh ekstremitas dan ditemukannya tanda bruit pada pembuluh darah. Gejala lain adalah adanya perburukan iskemia pada ekstremitas atau pada organ visceral, malaise, myalgia, artalgia, keringan saat malam, dan demam. Pada darah dijumpai peningkatan laju endap darah.
Diagnosis penunjang dengan pemeriksaan angiografi atau MRI. Pentatalaksanaan dengan terapi prednisone 1 mg/kg/hari, dan penatalaksanaan temuan kelainan pembuluh darah pada angiografi
Jawaban : E

29

29. Seorang laki-laki 24 tahun datang ke tempat praktik dokter umum dengan keluhan terdapat benjolan di leher depan. Benjolan tanpa rasa sakit. Orang-orang yang tinggal di kampung yang sama dengan pasien memiliki penyakit yang sama. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80kali/menit, pernapasan 20 kali/menit, dan suhu 36,8oC. Pemeriksaan fisik diterapkan teraba benjolan dengan diameter 5 cm, nyeri tekan tidak ada, dan warna sama denga kulit sekitar. Kelainan ini disebabkan oleh....
a. Definisi krom d. Oklusi kelenjar lemak
b. Definisi vit B1 e. Tumor kelenjar getah bening
c. Definisi iodium

29. informasi khas pada kasus ini adalah adanya benjolan dileher depan. Orang yang sekampung dengan pasien juga menderita hal yang sama. Pemeriksaan lain dalam batas normal. Hal ini dapat mengarah ke penyakit gondok atau atau penyakit akibat gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI).

JAWABAN: B. (Buku ajar Ilmu Penyelidikan Dalam Jilid III, edisi 4, hal. 1944-1948)

30


30. Seorang wanita 27 tahun mengeluh kedua pipinya merah sehingga mengganggu penampilannya. Pasien juga mengeluh akhir-akhir ini sering pegal dan linu di persendian. Nyeri sendi ini berpindah-pindah. Keluhan ini disertai dengan rasa lesu, lemas, dan mudah capai sehingga menghalanginya beraktivitas. Pemeriksaan fisik pada tekanan darah 120/70 mmHg, denyut nadi 80/menit, pernapasan 20 kali/menit, dan suhu 36,8oC. Kemudian. Dokter melakukan periksaan dengan antibodi antismith dan didapatkan hasil meningkat. Diagnosisnya adalah....
a. SLE d. Rheumatoid artritis
b. Osteosrtritis e. Gout
c. Dermatitis

30. Manifestasi klinis dari SLE adalah:
1. Artralgia (pegal dan linu). Dapat juga timbul artritis nonerosif pada dua atau lebih sendi parifer. Lokasinya di sendi tangan, pergelangan tangan, lutut, dan biasanya simetris. Artritis dapat berpindah-pindah atau tetap pada satu sendi
2. Keluhan umumnya pasien mengeluh lesu, lemas, mudah capai, demam, nyeri otot, dan penurunan berat badan.
3. Kelainan kulit spesifik berupa bercak malar menyerupai kupu-kupu di muka dan eritema umumnya menonjol.
4. Fotosensitif.
5. Kelainan kulit menahun berupa bercak discoid yang bermula sebagai eritem papul atau plak bersisik yang bisa menimbulkan kebotakan jika terdapat di kepala.
6. Kelainan lain dapat berupa anemia hemolitik, kelainan ginjal pneumonitis, kelainan jantung, kelainan gastrointestinal, misalnya pankreatitis, gangguan saraf, seperti nyeri kepala dan konvulsi, serta kelainan psikiaritik, misalnya psikosis atau sindrom organik otak.
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan meliputi: ANA (antinuclear antibody), anti-dsDNA (double stranded), antibody antismith, anti-RNP, komplemen C3, C4, CH50, tes sel LE, dan antiss DNA.
JAWABAN: A. (Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I, edisi 4, hal. 268)

31

31. Seorang anak laki-laki berusia 45 tahun datang ke unit gawat darurat sebuah rumah sakit dalam keadaan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan fisik, denyut nadi teraba lemah dan cepat, tekanan darah 80/60 mmHg. Dan kedua akral dingin. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hemoglobin 13,8 g/dl, leukosit 4200/mm3, hemotokrit 38%, dan trombosit 222.000/mm3. Kemudian diketahui bahwa pasien ada riwayat pemberian suntikan penisilin 30 menit sebelumnya, bagaimana mekanisme dalam keadaan tersebut?
a. Terjadi reaksi anafilaktif akibat reaksi antigen dengan IgE yang terbantuk
b. Terjadinya reaksi sitotaksi karena terbentuknya IgM/IgG oleh antigen
c. Terjadinya reaksi kompleks imunitas
d. Terjadinya respons sel T yang telah disensitasi oleh antigen tertentu
e. Terjadi respons sistem imunitas humoral

31. Pemberian obat penisilin rentan terjadinya reaksi hipersensitivitas tipe I, Biasanya terjadi 30 menit setelah pemberian obat. Pada hipersensitivitas tipe I terjadi manifestasi klinis renjatan anafilaktik yang merupakan efek mediator kimia akibat reaksi antigen dengan lgE yang telah terbentuk. Gejalanya: 1) sesak napas akibat kejang bronkus ataupun kejang laring. 2) Urtikiulia, 3) Angioedama, 4) Pingsan dan hipotensi. Pilihan B merupakan mekanisme hipersensitivitas tipe II. Pilihan C adalah hipersensitivitas tipe II. Pilihan D mekanisme hipersensitivitas tipe IV.
JAWABAN: A. (Buku aja Ilmu Penyakit Dalam Jilid I, edisi 4, hal 251-254)

32

32. Seorang dokter menuliskan resep sebagai berikut
R/Paracetamol 100 mg
DMP 250 mg
SL qs
M f pulv dtd no X
? 3 dd pulv ?
Berapakah dosis paracetamol untuk satu hari?
a. 100 mg d. 500 mg
b. 200 mg e. 750 mg
c. 300 mg

32. Berdasarkan resep diatas maka dalam satu pulvis mengandung paracetamol 100 mg. Dalam satu hari terapi diberikan 3 kali. Dosis paracetamol 100 mg x 3 menjadi 300 mg.
JAWABAN: C (Blueprints Notes and Cases Pharmacology)

33

33. Seorang perempuan berusia 5 tahun dibawa ke puskesmas dengan keluhan gatal di daerah periantal, terutama pada malam hari. Untuk memastikan diagnosis, pemeriksaan penunjang yang dilakukan adalah....
a. Pemeriksaan tinja secara langsung (direct smear) dengan larutan iodin
b. Secara apung (floatation) dengan larutan garam dapur jenuh
c. Secara endapan (sidementasi)
d. Pembiakan tinja secara harada mori
e. Graham scotch adhesive tape

33. Pasien ini memiliki keluhan khas yaitu gatal di daerah parianal terutama pada malam hari yang khas untuk diagnosis oxyuriasis atau penyakit cacing kremi. Gejala klinis pada cacing kremi adalah rasa gatal pada anus (pruritus ani) yang terutama timbul pada malam hari. Gejala lain berupa anoreksia, badan menjadi kurus, sukar tidur, dan pasien, menjadi iritabel. Seringkali terjadi terutama pada anak. Pada wanita dapat menyebabkan vaginitis. Cacing dewasa pada usus menyebabkan nyeri perut, rasa mual, muntah, dan mencret-mencret.
Pemeriksaan daerah tepi umumnya normal, hanya ditemukan sedikit eunofilia. Diagnosis ditegakkan dengan cara menemukan telur atau cacing dewasa di daerah parianal dengan swab atau dalam tinja. Anal swab ditempelkan disekitar anus ketika waktu pagi hari sebelum anak buang air besar dan mencuci pantat.
JAWABAN: E (Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III, edisi 4, hal 1765)

34

34. Seorang laki-laki berusia 58 tahun mengeluh nyeri dada yang menjalar ke dagu dan lengan kiri setelah makan siang. Nyeri yang sama terjadi kurang lebih satu minggu yang lalu. Nyeri terjadi kurang lebih lama menit dan hilang saat istirahat. Tekanan darah 120/70 mmHg. Nadi 100 kali/menit, suhu 37oC, TB 154 cm, BB 71 kg. Diagnosis keadaan di atas adalah...
a. Peuritis d. Ulkus peptikum
b. Pneumonia e. Refluks esofagus
c. Angina pektroris

34. Dalam kasus ini terdapat manifestasi klinis berupa keluhan nyeri dada yang menjalar ke dagu dan lengan kiri setelah makan siang. Nyeri kurang lebih selama lima menit dan hilang pada saat istirahat. Riwayat nyeri yang sama satu minggu yang lalu. Hal ini khas untuk nyeri yang timbul karena iskemia miokardium sehingga diagnosisnya adalah angina pektoris. Tipe pada kasus ini termasuk angina pektoris stabil karena nyeri yang di rasakan masih kurang dari 20 menit.
JAWABAN: C (Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III, edisi 4, hal 1611)

35


35. Seorang wanita berusia 32 tahun datang dengan keluhan jantung berdebar-debar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan heart: 96 kali/menit, fixed, split 52, dan murmur ringan. EKG deviasi axis ke kanan. Diagnosis yang tepat adalah...
a. Propalus katub mitral d. ASD
b. Anemia sedang-berat e. Stenosis pulmunolal
c. VSD

35. Pada pasien ini berdasarkan gejala klinis dan pemeriksaan EKG, diagnosis mengarah ke stenosis pulmonal. Biasanya diagnosis stenosis pulmonal dapat ditegakkan atas dasar pemeriksaan fisik disertai pemeriksaan penunjang seperti elektrokardiografi, radiologis, dan ekokardiografis. Kriteria untuk membuat diagnosis baik dengan ataupun tanpa keluhan terdengar bising sistolik ejeksi sepanjang bagian sternum bagian kiri dan sering disertai ejection click pada awal fase sistolik. Perbesaran ventrikel kanan dapat dideteksi dengan pemeriksaan fisi (pulasi jantung di parastrenal kiri), pemeriksaan elektrokardiografi, foto rontgen dada, dan ekokardiografi.
JAWABAN: A. (Buku aja Ilmu Penyakit Dalam Jilid I, edisi 4, hal 410-411)

36

36. Seorang laki – laki berusia 30 tahun datang dengan keluhan diare sebanyak sepuluh kali. Dokter mengatakan bahwa ia mengalami dehidrasi sehingga harus dirawat. Apakah gejala atau tanda yang dapat ditemukan pada pasien ini ?
a. BAK berkurang
b. Turgor meningkat
c. Banyak keringat
d. Lidah basah
e. Kulit Lembab

PEMBAHASAN :
36. Gejala dehidrasi adalah buang air kecil (BAK) berkurang, turgor berkurang, tidak berkeringat, lidah dan kulit kering, air mata menjadi kering, mata cekung, dan suara serak. Gejala yang timbul tergantung dengan derajat dehidrasi yang terjadi.
Jawaban : A. (Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid I, edisi 4, hal. 410 – 411 )

37

37. Seorang laki – laki berusia 28 tahun datang ke dokter sebelumnya baru datang dari Nusa Tenggara. Pada pemeriksaan darah tepi didapatkan ukuran eritrosit 1?5 dari normal, terdapat cincin biru kemerahan pada eritrosit. Apa kemungkinan penyebabnya ?
a. Leishmania donovani
b. Leishmania sp
c. Plasmodium ovale
d. Plasmodium vivax
e. Plasmodium falciparum

37. Informasi penting pada kasus ini adalah pada pemeriksaan darah tepi terdapat cincin biru kemerahan pada eritrosit. Hasil pemeriksaan ini khas dimiliki oleh plasmodium falciparum.
Jawaban : E

38

38. Seorang laki – laki berusia 58 tahun datang ke tempat praktik dokter dengan keluhan buang air besar (BAB) kehitaman. Riwayat nyeri epigastrium sudah 10 tahun. Pemeriksaan fisik pada tekanan darah 120?70 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, pernapasan 20 kali?menit, dan suhu 36,8 C. Pada pemeriksaan laboratorium hemoglobin 10gr. Penyebab BAB kehitaman pada pasien ini adalah...
a. Pendarahan varises esofagus yang pecah
b. Pendarahan ulkus lambung
c. Pendarahan ulkus duodenum
d. Gastritis
e. Pankreatitis

38. Adanya riwayat nyeri epigastrium lama, telah diderita selama sepuluh tahun dapat mengarah ke diagnosis ulkus lambung. Slah satu komplikasi tukak atau ulkus peptikum adalah adanya perdaraha. Biasanya pendarahan menyebabkan BAB menjadi kehitaman.
Jawaban : B. ( Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid I, edisi 4, hal 340 – 341 )

39

39. Seorang laki – laki berusia 34 tahun bekerja kantoran. Pasien dengan diaognosis DM dan diberi terapi insulin. Berat badan turun 2 kg, tetapi nafsu makan naik. Glukosa sewaktu di rumah 280-320 mg?dl. Apa yang harus dilakukan ?
a. Tambah dengan metformin
b. Ganti jenis insulin
c. Meningkatkan kalori
d. Menurunkan kalori
e. Meningkatkan dosis insulin

39. Langkah pertama dalam pengolahan diabetes melitus selalu dimulai dengan pendekatan nonfarmakologis. Antara lain, perencanaan makan/terapi nutrisi medik, kegiatan jasmani, dan penurunan berat badan bila di dapat berat badan lebih atau obesitas. Bila langkah langkah tersebut sasaran oengendalian diabetes belum tercapai, lanjutkan dengan penggunan obat atau intervensi farmakolagi. Obat – obat anthiperglikemik oral yang dapat digunakan adalah: (1) golongan insulin sesntizing yaitu biguanid ( contohnya metformin) dan gitazone (contohnya tiazolindion); (2) golongan sekretorik insulin yaitu suifonilurea (seperti klorproramid, glibenklamid, glipzid, glikazid, glikuidon, glimepirid) glinid ( seperti repaglinid dan nateglinfid), dan penghambat alfa glukosintesis (seperti acarbose). Kemudian, bila sasaran terapi tidak dapat menggunakan insulin.
Indikasi penggunaan insulin pada NIDDM adalah :
? DM dengan berat badan menurun cepat/kurus
? Ketoasidosis, asidosis laktat, dan koma hiperosmolar
? DM yang mengalami stres berat (infeksi sistemik, operasi berat, dan lain-lain)
? DM dengan kehamilan/DM gestasional yang tidak terkendali dengan perencanaan makan
? DM yang tidak berhasil dikelola dengan hipoglikemik oral dosis maksimal atau ada kontraindikasi dengan obat tersebut
Dosis insulin oral atau suntikan dimulai dengan dosis rendah, lalu dinaikan perlahan-lahan sesuai dengan hasil glukosa pasien. Jika pasien sudah diberikan sulfonilurea atau metformin maksimal, namum kadar glukosa darah belum mencapai sasaran, dianjurkan penggunaan kombinasi sulfonilurea dengan metformin. Jika cara ini tidak berhasil juga, maka dipaki kombinasi sulfonilurea dan insulin.
Pada kasus in, ada riwayat berat badan pasien turun dan telh diberi terapi insulin. Karena kadar glukosa darah masih tinggi maka dosis insulin perlu dinaikin terlebih dahulu.
Jawaban : E. (Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid III, edisi 4, hal. 1860)

40

40. Seorang laki – laki berusia 60 tahun dengan keluhan lemah, mudah lelah sejak tiga bulan yang lalu. Satu minggu terakhir mengeluh napas tersengal bila bekerja sehari-hari. Keluhan sebelumnya tidak ada, riwayat perdarahan tidak ada, sakit serupa dalam keluarga tidak ada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan, Hb 6,6 g?dl, retikulosit 0,7, RBC 3,4 juta, leukosit 8,100, trombosit 480.000?mm3, MCV 123 fl, dan MCH 28,7 fl. Diagnosis kelainan diatas adalah...

a. Anemia hemolitik
b. Anemia penyakit kronis
c. Anemia sideroblastik
d. Anemia mega loblastik
e. Thalasemia

40. Pasien pada kasus ini memiliki gejala umum anemia seperti mudah lemah,lelah, dan pucat. Untuk menegakan diagnosis anemia megaloblastik perlu dilakukan pemeriksaan labooratoris darah. Didapatkan secara makrositosis yaitu MCV lebih dari 110 fl. Maka, perlu dipikirkan adanya anemia megaloblastik. Makrositik jarang tampak bersamaan dengan defisiensi besi dan thalasemia. Indeks retikulosit yang rendah dan jumlah leukosit maupun trombosit mungkin turun terutama pada pasien anemia berat. Dari gambaran darah perifer tampak anisositosis dan poikilositosis bersamaan dengan makroovalositosis, yaitu sel darah merah dengan homoglobinisasi penuh merupakan ciri anemia megaloblastik. Dapat dijumpai adanya bintik basofilik dan kadang ditemukan sel darah merah berinti.
Jawaban : D. (Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid I, edisi 4, hal 251 – 254)

41

41. Seorang laki – laki berusia 60 tahun datang dengan keluhan sesak napas yang terasa semakin berat, tetapi tidak ada riwayat sakit ginjal. Dari pemeriksaan rontgen thoraks ditemukan pembesaran jantung. Pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 160?90 mmHg, nadi 100 kali?menit, RR 24 kali?menit. Suara napas tambahan (-), oedema (-). Pemeriksaan tambahan untuk menegakan diagnosa adalah...
a. Darah urine rutin
b. Ureum, creatinin, elektrolit
c. AGD, tes fungsi paru
d. EKG
e. Rothoraks

41. keluhan sesak dapat diakibatkan oleh organ paru, jantung, hai, dan ginjal. Kemungkinan ginjal telah tersingkirkan. Adanya pembesaran jantung pada pemeriksaan fotothoraks memberi kemungkinan diagnosis ke arah kelainan jantung. Untuk mengetahui lebih spesifik kelainan jantung apa yang di derita, dan pembesaran bagian mana jantung, dapat diketahui dengan pemeriksaan penunjang EKG.
Jawaban : D. (Adams Diagnosis Fisik, edisi 17

42

42. Seorang pria berusia 75 tahun masuk rumah sakit sejak tiga hari yang lalu karena kaki bengkak, perut terasa besar, dan padat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tes undulasi positif, hepar teraba 3 jari bawah arcus costae, edema 2 tungkai. Apakah terapi simptomatik yang paling cocok untuk pasien ini ?
a. Aldostereon reseptor bloker
b. Angiotensin II bloker
c. Beta bloker
d. Loop diuretic
e. Diuretic tiazid

42. Berdasarkan manifestasi klinis yang terjadi lebih disebabkan oleh penyakit hati, kemungkinan sirosis hepatis. Asites diobati secara komprehensif dengan tirah baring, diet, diuretik, dan parasentesis jika perlu.diuretika yang dianjurkan adalah diuretika yang bekerja sebagai antiadosteron, misalnya spinoronolakton. Diuretik ini merupakan diuretik hemat kaliaum, bekerja ditubulus ginjal dan menahan reabsorsi Na. Sebenarnya, potensi natriuretik diuretik distal lebih rendah dari diuretik loop bila etiologi peningkatan garam dan air tidak berhubungan dengan hiperaldosteronisme. Dosis yang dianjurkan antara 100 – 600 mg?hari. Diuretik loop sering dibutuhkan sebagai kombinasi. Diuretik ini sebenarnya lebih berpotensi dari diuretik distal. Pada sirosis hati karena mekanisme utama reabsorsi air dan natrium adalah hiperaldosteronisme, diuretik loop menjadi kurang efektif.
Pilihian jawaban yang mungkin pada soal ini adalah loop diuretik dan diuretik tizaid. Aksn tetapi, diuretik tiazid lebih cocok digunakan untuk penyakit kelainan jantung. Maka pilihan yang mungkin adalah diuretik loop.
Jawaban : D. (Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid I, edisi 4, hal 447 – 448 )

43

43. Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke dokter dengan keluhan jantung berdebar. Keluhan ini didasarkan setelah minum obat sesak napas yang diberikan oleh dokter dua hari yang lalu. Saat itu, pasien didiagnosa mengidap asma bronchial. Dari hasil pemeriksaan fisik ditemukan takikardi dan tensi darah 160/95 mmHg. Obat mana yang paling mungkin menyebabkan keluhan pasien di atas?
a. Salbutamol d. Fenilpropanolamin
b. Terbutalin e. Ritodrin
c. Efedrin

Pembahasan :
Salah satu obat antiasma adalah agonis beta 2 (fenoterol, salbutamol, terbulin, prokaterol) merupakan obat terpilih untuk gejala asma akut serta bila diberikan sebelum kegiatan jasmani dapat mencegah serangan asma karena kegiatan jasmani. Salbutamol memiliki efek samping takikardi dan peningkatan tekanan darah karena itu tidak dianjurkan diberikan kepada pasienyang memiliki riwayat hipertensi.
Jawaban :
A. ( Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I, edisi 4, hal. 284)

44

44. Seorang pasien berusia 50 tahun. Pasien ini menderita TB paru datang kedokter denga keluhan nyeri sendi pangkal jari kaki dan jempol kaki kanan sejak seminggu yang lalu. Pasien meminum OATsecara rutin sejak 3 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan peradangan pada sendi metatarsofalangeal dan interfalang I. Hasil pemeriksaan laboraturium menunjukan kadar asam urat 9,5 mg%. Obat manakah yang mungkin berperan menimbulkan keluhan pasien diatas?
a. INH d. Streptomisin
b. Etambutol e. PAS
c. Rifampisin

Pembahasan :
Obat TB dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis resimen, yaitu obat lapis pertama dan lapis kedua. Obat lapis pertama terdiri atas isoniazid, rifampisin, pyrazinamid, etambutol, dan streptomisin. Obat lapis kedua mencakup rifabutin, etionamid,cycloserine, para-amino salicylic acid, clofazimine, aminoglicoside di luar streptomisin, dan quinolones.
OAT yang memiliki efek samping hiperu adalah pirazinamide dan PAS. Efek asing INH hepatitis dan neuropati perifer, rifampisin memiliki efek samping antara lain hepatitis, flu-like syndrome’s, dan trombositopenia. Etambutal dapat menyebabkan efek samping neuritis optika, nefrotosik dan dermatitis. Efek samping toksik streptomisin pada saraf kranial kedelapan yang menyebabkan disfungsi vestibular.
Jawaban :
E. ( Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II, edisi 4, hal. 996)

45

45. Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke puskesmas dengan sesak napas dan bengkak di kedua tungkai sejak dua hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat minum obat hipertensi sejak lima tahun yang lalu. Sejak satu hari yang lalu mengeluh urine berwarna agak merah dan sedikit. Pemeriksaan penunjang yang mendukung pemeriksaan ke arah diahnosis adalah ...
a. SGPT d. Clearance creatinin
b. Kreatinin e. CPK MB
c. Ureum

Pembahasan :
Adanya keluhan urine agak merah dan sedikit dapat dipikirkan untuk memeriksa adakah kelainan pada fungsi ginjal. Apakah fungsinya masih baik atau telah mengalami gagal ginjal. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan adalah clearance creatinin.
Jawaban :
D. (Harrison’s Principles Of Internal Medicine, 17th edition, hal. 1785)

46

46. Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke praktik dokter umum dengan keluhan nyeri ulu hati berat. Seminggu sebelumnya pasien didiagnosis menderita artritis remathoid oleh dan di beri beberapa obat. Obat manakah yang paling mungkin menyebabkan keluhan diatas?
a. Paracetamol d. Petidin
b. Piroksikam e. B kompleks
c. Prednison

Pembahasan:
Pengobatan pada pasien artritis remautoid (AR) ditunjukan untuk:
• Menghilangkan gejala inflamasi aktif lokal dan sistematik.
• Mencegah terjadi destruksi jaringan.
• Mencegah terjadinya deformitas dan memelihara fungsi persendian agar tetap dalam keadaan baik.
• Mengembalikan kelainan fungsi organ dan persendian yang terlibat agar sedapat mungkin menjadi normal kembali.
Obat antinflamasi nonstreroid (NSAID) umumnya diberikan pada pasien AR sejak dini yang dimaksudkan untuk mengatasi nyeri sendi akibat inflamasi yang sering kali dijumpai walaupun belum terjadi proliferasi sinovial yang bermakna. Selain dapat mengatasi inflamasi juga memberikan efek analgesik yang sangat baik. Secara NSAID secara potensial umumnya bersifat toksik. Toksisitasnya yang secaraumum dijumpai adalah efek samping pada traktus gastrointesinalis. Biasanya berpengaruh buruk pada mukosa lambung.
Jawaban :
B. (Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II, edisi 4, hal. 1174-1175)

47

47. Seorang wanita berusia 40 tahun mengalami fraktur akibat penipisan tulang trabekula. Kalsium dan fosfor normal. Apakah diagosis yang mungkin?
a. Osteotetrosis d. Osteomyelitis
b. Osteoporosis e. Osteomalasia
c. Osteogenesis infecta

Pembahasan :
Pada amnesis osteporosis kadang-kadang keluhan utama dapat langsung mengarah pada diagnosis, seperti fraktur kolum femur. Pada pemeriksaan biokimia tulang biasanya kalsium dan fosfor dapat turun atau normal.
Gambaran khas radiologik pada osteoporosis adalah penipisan korteks dan daerah yang lebih lusen. Hal ini akan tampak pada tulang-tulang vertebra yang memberikan gambaran picture-frame vertebra.
Jawaban: B. (Buku Ajar Penyakit Dalam Jilid II, edisi 4, hal. 1259-1263)

48

48. Seorang wanita berusia 40 tahun hamil anak ke tiga dengan kehamilan 30 minggu, datang ke dokter dengan keluhan nyeri kepala. Disertai dengan keluhan tangan kesemutan dan penglihatan kabur. Riwayat abortus tidak ada. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 170/110 mmHg, denyut nadi 80kali/menit, frekuensi napas 18 kali/ menit, dan suhu 37,5oC. Nyeri abdomen tidak ada. Pada kedua ekstremitas inferior ada edema. Diagnosisnya adalah ...
a. Eklampsi d. Nefrotik sindrom
b. Hipertensi e. Preeklampsi berat
c. Hipertiroid

Pembahasan :
Gejala dan tanda preeklampsia berat :
1. Tekanan darah sistolik ? 160 mmHg.
2. Tekanan darah diastolik ? 110 mmHg.
3. Peningkatan kadar enzim hati atau/dan ikterus.
4. Trombosit 3g/l.
7. Skotoma dan gangguan visus lain atau nyeri frontal yang berat.
8. Pendarahan retina.
9. Edema pulmonum.
10. Koma.
Jawaban :
E. ( Ilmu kebidanan, edisi ketiga, hal. 288)

49

49. Seorang wanita berusia 25 tahun hamil 28 minggu, datang ke tempat praktik dokter umum dengan keluhan nyeri pinggang bawah. Disertai pendarahan pervaginam berwarna kehitam-hitaman. Pemeriksaan tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, pernapasan 16 kali/ menit, dan suhu 36,5oC. Pemeriksaan obstetri dengan nyeri uteru, uterus tegang, cairan dari vagina (+), dan warnanya merah hitam. Diagnosanya adalah ...
a. Plasenta previa d. Preterm labour
b. Solusio placenta e. Prolong labour
c. KPSW

Pembahasan :
Pendarahan yang terjadi pada pasien ini adalah pendarahan antepartum. Biasanya pendarahan itu terjadi pada trimester ketiga yaitu plasenta previa atau solitio plasenta. Gejala solutio plasenta adalah nyeri perut terus-menerus ataupun hanya sedikit, nyeri tekan pads uterus, uterus tegang, dan bunyi jantung janin tidak terdengar lagi. Air ketuban mungkin telah berwarna kemerahan karena bercampur darah. Sedangkan, pada plasenta previa gejalanya tanpa disertai nyeri perut atau pinggang. Pendarahan pervaginam berwarna merah segar, biasanya terjadi pada usia kehamilan mulai 20 minggu.
Jawaban :
B. (Ilmu Kebidanan, edisi ketiga, hal. 363)

50

50. seorang wanita muda hamil anak pertama dengan kandungan 28 minggu. Mengeluh sakit perut bagian bawah. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/70 mmHg, denut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 18 kali/ment, dan suhu 36’C. Pada pemeriksaan fisik, perut terlihat lebih tua dari usia kehamilan yang seharusnya. Hasil pemeriksaan obsterti, janin teraba 3 bagian besar, bagian-bagian kecil teraba lebih banyak, teraba 2 ballotement. Kasus pada pasien ini adalah...
a. Gemelli d. Mola hidtidosa
b. Hidrochepalus e. Kehamilan ektopik
c. Hidroamnion

PEMBAHASAN :
Pada kasus ini ada kemungkinan keehamilan kembar karena memiliki tanda-tanda sebagai berikut :
1. Besarnya uterus melebihi lamanya amenore.
2. Uterus tumbuh lebih cepat dari biasanya pada pemeriksaan berulang.
3. Penambahan berat badan ibu yang mencolok, namun tidak disebabkan oleh edoma atau obesitas.
4. Banyak bagian kecil teraba.
5. Teraba 3 bagian besar janin.
6. Teraba 2 balotemen.

Diagnosis pasti dapat ditentukan dengan (1) terabana 2 kapala, 2 bokong, dan satudua punggung; (2) terdngar dua denyut jantung yang letaknya berjauhan dengan perbedaan kecepatan paling sedikit 10 denyut per menit; (3) sonogram dpat membuat diagnosis kehamilang kembar pada triwulan pertama; (4) foto polos abdomen.
JAWABAN: A (Ilmu Kebidanan, edisi ketiga, hal. 392 – 393)

51

51. seorang wanita 29 tahun hamil 12 minggu, anak kedua, datang untuk pemeriksaan rutin kehamilan. Riwayat kehamilan pertama lahir spontan, hidup, berat badan normal. Saat ini anak telah berusia tiga tahun dan dalam kondisi yang sehat. Anamnesi tambahan untuk resiko anemia pada ibu...
a. Menanakan kebiasaaan dietnya.
b. Riwayat anemia defisiensi Zn saat kehamilan yang lalu.
c. Apakah anak yang sekaran anemia.
d. Jenis kontasepsi yang digunakan sebelum kehamilan.
e. Riwayat minum obat-obatan sebelum dan selama kehamilan ini.

PEMBAHASAN:
Anamnesis tambahan untuk menanyakan adakah resiko anemia pada ibu adlah dengan menanyakan asupan makanannya selama khamlan. Apakah sesuai dengan kebutuhan pada ibu hamil? Apa yang biasa ibu makan sesuai dengan kecukupan gizi kehamlannya atau tidak.
JAWABAN: A. (Ilmu Kebidana, edisi ketiga, hal. 450)

52

52. seorang wanita berusia 32 tahun datang ke unit gawat darurat karna akan melahirkan. Kehamilan berusia 36 minggu dan merupakan anak ketiga. Si ibu tidak pernah mengalami abortus. Hasil pemeriksaan didapatkan janin tunggal, prsentasi letak bokong,, tidak ad pinggul sempit atau plasenta previa, pembukan 2cm, ketuban belum pecah, dan berat badan janin 3000 gr. Pemeriksaan tanda vital: tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 26 kali/menit, dan suu 36’C. Tindakan yang dilakukan pada kasus ini adalah...
a. Versi ekstraksi d. Manuver mc.flourer
b. Versi luar e. Prasat pinard
c. Perasat brac andru

PEMBAHASAN:
Janin pada kasus ini dengan presentasi letak bokong, usia kehamlan 36 mnggu. Pada saat itu tindakan yang dilakukan adalah melakukan versi untuk mengubah posisi janin. Dapat dilakukan versi luar atau versi ekstraksi. Akan tetapi, versi ekstrasi baru dapat dilakukan pada pembukaan serviks lengkap.
Adapun syarat-syarat versi luar:
1. bagian terendah janin masih dapat didorong ke atas keluar PAP.
2. Dinding perut ibu harus cukup tipis (ibu tidak gemuk) dan rileks agar penolong dapt memegang bagian-bagian janin.
3. Janin harus dapat lahir pervaginam.
4. Selaput ketubah harus masih utuh.
5. Pada ibu yang inpartu pembukaan serviks kurang dari 4 cm.
6. Saat mengerjakan versi luar dalam kehamlan (sebelum inpartu), pada primigravida umur kehamilan 34-35 minggu, sedangkan pada multrigravida terdapat pada umur kehamlan lebih dari 38 minggu.
JAWABAN: B. (Ilmu Bedah Kebianan, edisi pertma, hal. 125)

53


53. Seorag wanita berusia 24 tahun tahun datang dengan keluhan mau melahirkan. Usia kehamlan 36 mnggu, janin tunggal, dan hidup. Pasien mengeluh nyeri diperut yang hilang timbul dan keluar lendir bercampur darah yang telah berlangsung selama tujuh jam. Pemeriksaan fisik tekanan darah 120/80 mmHg, denut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 16 kali/menit, suhu badan 36’C. Pemerik- saan dalam didapatkan pembukaan 4 cm, ketuban belum pecah, dan janin presentasi belakang kepala. Fase yang sedang dialami oleh pasien ini adalah...
a. Fase laten d. Fase aktif deselerasi
b. Fase aktif akselerasi e. Fase aktif oblitrasi
c. Fase aktif dilatasi maksimal

PEMBAHASAN:
Kala I atau kala pembukaan dimana partus mulai (inpartus) yang ditandai dengan keluarnya lendir bercampur darah (bloody show) karna seriks mulai membuka (dilatasi) dan mendatar (effacement). Pada primigravida serviks kala I, terjadi serviks mendtar dulu baru dilatasi dan berlangsung 13-14 jam. Seangkan pada multigravid serviks mendatar dan membka, bisa bersamaan dan berlangsung 6-7 jam. Kala pembukaan dibagi dua fase, yaitu:
1. Fase laten : pembukaan serviks berlangsung lambat. Lalu, sampai pembukaan 3 cm berlangsung dalam 7-8 jam.
2. Fase aktif : berlangsung selama 6 jam dan dibagi atas 3 sub fase:
• Akselerasi : berlangsung 2 jam, pembukaan menjadi 4 cm.
• Dilatasi maksimal (steady): selama 2 jam, pembukaan berlansun cepat menadi 9 cm.
• Deselerasi: berlangsung lambat, dalam waktu 2 jam pembukaan 10 cm atau lengkap.
JAWABAN: B. (Sinopsi Obstetri Jilid I, edisi 2, hal. 94-95)

54

54. seorang wanita datang dengan keluhan nyeri perut tiba-tiba. Pasien mengaku telat haid dua bulan. Nyeri perut bagian bawah disertai keluhan pendarahan pravaginam berwarna coklat tua. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 16 kali/menit, dan suhu 36’C. Pada pemeriksaan laboratorium, kadar hemoglobin menurun. Nyeri pada pasien ini disebabkan...
a. Masa pada cavum Douglas yang nyeri dan berdarah.
b. Abortus iminesns pada kehamilan muda.
c. Terjadinya ruptor korpus leteum.
d. Terjadinya sulotio plasenta.
e. Kista ovarium yang semakin membesar dan mendesak organ lain.

PEMBAHASAN:
Dari manifestasi klinis dan hasil pemeriksaan yang disimpulkan pada kasus ini mengalami kehamilan ektopik terganggu (KET). Adapun tanda-tandanya adalah:
• Pada anamnesis ditemukan haid biasanya terlambat untuk beberapa waktu dan terkadang terdapat gejala subjektif kehamilan muda. Neri perut bagian bawah, nyeri bahu, da tenesmus. Pedarahan pervagina terjadi setelah nyeri perut bagian bawah.
• Pada pemeriksaan umum. Penderita nampak kesakitan dan pucat, tanda-tanda syok ditemukan. Pada jenis KET tidak mendadak, perut bagian bawah hanya sedikit mengembung dan nyeri tekan.
• Pada pemeriksaan ginekologi, tanda-tanda kehamilan muda mungkin ditemukan. Pergerakan serviks menyebabkan rasa nyeri. Uterus terasa sedikit membesar dan terkadang teraba tumor disamping uterus dengan batas yang sukar ditentukan. Kavum douglas yang menonjol dan nyeri raba menunjukan adanya hematokel retrouterina. Suhu kadang-kadang naik. Pada kuldosentesis ditemukan pada kavum Douglas ada darah.
• Pemeriksaan laboratorium terjadi penurunan hemoglobin setelah 24 jam, leukositosis, dan tes kehamilan dapat positif.
JAWABAN: A. (Ilmu Kebidanan, edisi ketiga, hal. 30-332)

55

55. seorang wanita berusia 45 tahu mengeluh sesak napas dengan bunyi mengi. Ia tetap sesak walaupun istirahat. Didapatkan, pemeriksaan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 78 kali/menit, frekuensi napas 24 kali/menit, dan suhu 36,8’C. Padapemeriksaan paru didapatkan vesikuler (+) normal, tidak ditemukan rhonki maupun whenzig. Retraksi dada juga tidak ada. Pemeriksaan laboratorium : SGOT dan SPGT normal, parameter yang lain juga normal. Hanya dijumpai cairan dibawah diafragma. Ditemukan tumor ovarium dan kepadatan di peritoneum. Sindrom apakah ini?
a. Sinsrom eisenmenger d. Sindrom hepatorenal
b. Sindrom meig e. Sindrom cartegener
c. Sindrom nefrotik

PEMBAHASAN:
Info yang perlu dicermati adalah adanya tumor ovarium dan kepadatan di peritoneum dan dijumpai cairan dibawah diafragma. Tumor ovarium yang sering ditemukan sindrom meig adalah fibroma ovaril. Sindrom meig merupakan asites dan hidrothoraks yang dihubungkan dengan fibroma ovarium.
JAWABAN: B. (Ilmu Kandungan, edisi kedua, hal. 363)

56

56. Seorang wanita berusia 20 tahun G1P0A0 datang untuk pemeriksaan kehamilan ke sokter umum pada tanggal 12 januari 2008. HPHT 17 mei 2007. Dari hasil pemerksaan vital didapaatkan tekanan darah 120/80 mHg, denyut nadi 78 kali/menit,frekuensi napas 24 kali/menit, dan suhu 36,8oC. janin tunggal dan hidup dengan denyut janin 120 kali/menit. Pemeriksaan fisik didapatkan janin tunggal hidup presentasi kepala,kepala belum masuk PAP, punggung kiri, belum inpartu, dan letak punggung kiri. Semuanya didapatkan dari pemeriksaan…
a. Leopold I d. Periksa dalam
b. Leopold II e. Leopold III
C. Leopold IV

Pembahasan :
Cara pemeriksaan obstetric menurut Leopold dibagi empat tahap, yaitu :
? Leopold I : Untuk menentukan tinggi funus uteri. Dengan demikian, usia kehamilan dapat diketahui. Selain itu, dapat ditentukan bagian janin yang terletak pada fundus uteri. Bila kepala akan teraba benda bulat dank eras
? Leopold II : untuk menentukan batas samping uterus dan punggung janin yang membujur dari atas ke bawah enghubungkan bokong dengan kepaala. Pada letak lintang dapat ditentukan kepala janin.
? Leopold III : untuk menentukan bagian apa yang terletak disebelah bawah.
? Leopold IV : Selain menentukan bagian janin mana yang terletak disebelah bawah, juga dapat menentukan berapa bagian kepala telah masuk ke dalam pintu atas panggul. Bila belum masuk, teraba balotemen kepala.

JAWABAN : B ( Ilmu kebidanan , edisi ketiga, hal 157-158)

57

57. Seorang wanita berusia 25 tahun mengandung anak pertama dengan usia kehamilan 8 bulan dibawa ke bidan UGD karena hipertensi dan tungkai bengkak. Riwayat kejang tidak ada dan riwayat abortus juga tidak ada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan, tekanan darah 160/110, denyut nadi 88 kali/menit, frekuensi napas 18 kali/menit, dan suhu 37oC. Pada pemeriksaan eksterimitas inferior ditemukan ada edema. Sedangkan, pada pemeriksaan laboratorium ditemukan adanya proteinuria. Bagaimana penatalaksanaan yang harus dilakukan?

a. Infus D5% + MgSO4
b. Diazepam 10 mg i.m
c. MgSO4 gram dalam D40% i.m
d. Fenobarbital 30 mg oral
e. Observasi ketat di ICU

PEMBAHASAN
Pada kasus ini, manifestasi klinis dan hasil pemeriksaan ditemukan tanda-tanda preeklampsi. Preeklampsi adalah penyakit dengan tanda-tanda hipertensi, edema, dan proteinuria yang timbul karena kehamilan. Penyakit ini digolongkan berat bila satu atau lebih tanda di bawah ini ditemukan :
1) Tekanan sistolik 160 mmHg atau lebih. Atau, tekanan distolik 110 mmHg atau lebih
2) Proteinuria 5 gram atau lebih dalam 24 jam, 3 atau 4+ pada pemeriksaan kualitatif.
3) Oliguria. Air kencing 400 ml atau kurang dalam 24 jam
4) Keluham serebral dan gangguan penglihatan atau nyeri di daerah epigastrium.
5) Edema paru-paru atau sianosis.
Penatalaksanaan preeklampsia berat adalah segera rawat pasien. Berikan MgSO4 dalam infus dekstrosa 5% dengan kecepatan 15---20 tetes per menit. Dosis awal MgSO4 2 g intravena dalam 10 menit selanjutnya 2gr/jam dlam drip infus sampai tekanan darah stabil. Nifedipin 3---4 x 10 mg diberikan oral. Tekanan darah,nadi, dan pernafasan diperiksa setiap ja. Kateter dan kantong urine dipasang. Urine diukur setiap 6 jam. Bila

58

58. Seorang wanita berusia 38 tahun telah menikah selama 13 tahun dan mempunyai tiga orang anak. Kedua anaknya telah bersekolah dan dalam kondisi sehat. Salah satu anaknya masih balita. Pasien ini datang ke praktik dokter untuk KB. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/70 mmHg, denyut nadi 82 kali/ menit, frekuensi napas 18 kali/menit, dan suhu 360C. Alasan yang tepat untuk KB adalah....

a. Menjarangkan kehamilan
b. Menunda kehamilan
c. Menyudahi jumlah anak
d. Menerapkan NKKBS
e. Menjaga ibu tetap sehat

PEMBAHASAN :
Dalam kasus ini pasien berumur lebih dari 30 tahun dan telah memiliki lebih dari 2 anak. Dengan kriteria tersebut, alasan yang tepat adalah untuk menyudahi jumlah anak atau mengakhiri kesuburan atau tidak ingin hamil lagi. Namun, jika berusia20---30 tahun, alasan yang tepat adalah untuk menjarangkan kehamilan atau mengatur kesuburan. Jika berusia di bawah 20 tahun, bertujuan untuk menunda kehamilan.
JAWABAN : C ( Ilmu Kandungan, edisi kedua, hal 535 )

59

59. Seorang wanita berusia 22 tahun datang ke unit gawat darurat dalam kondisi nyeri perut hebat dan disertai pendarahan pervaginam. Wajah pasien terlihat pucat. Diketahui, pasien ini tidak haid selama dua bulan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan bahwa tekanan darah 80/60 mmHg dan denyut nadi yang teraba lemah. Pemeriksaan fisik abdomen pada palpasi ditemukan abdomen tegang dan nyeri abdomen bagian bawah. Selain itu, didapatkan kavum douglasi menonjol. Diagnosis pada pasien ini adalah...

a. Peritonitis apendix
b. Peritonitis umum
c. Ruptur tuba
d. Salphinggitis akut
e. Abortus iminens

PEMBAHASAN :
Berdasarkan gejala klinis dan hasil pemeriksaan dapat disimpulkan, pada kasus ini pasien mengalami kehamilan ektopik terganggu. Hal ini terjadi karena adanya kehamilan dalam tuba. Sebagian besar kehamilan ektopik berlokasi di tuba. Sebab, tuba bukan tempat untuk pertumbuhan hasil konsepsi, tidak mungkin janin akan tumbuh secara utuh seperti dalam uterus. Sebagian besar kehamilan tuba terganggu pada umut kehamilan antara 6---10 minggu, yaitu hasil konsepsi mati dini dan direabsorsi, abortus ke dalam lumen tuba, ataupun terjadu ruptur tuba.
JAWABAN : A ( Ilmu Kebidanan, edisi ketiga, hal 323---327)

60

60. Seorang wanita berusia 30 tahun yang sudah menikah selama enam tahun, datang ke tempat praktik dokter. Keluhannya nyeri perut secara tiba-tiba. Keluhan ini disertai dengan tubuh lemas dan pucat. Ada riwayat haid terlambat dua bulan. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan, tekanan darah 90/50 mmHg, denyut nadi 100 kali/ menit, dan frekuensi napas 24 kali/menit. Pada pemeriksaan fisik, konjungtiva palpebra pucat dan akral dingin. Pemeriksaan laboratorium hemoglobin 7g/dl. Keadaan yang paling mungkin pada pasien ini adalah...

a. KET
b. Appendicitis acute
c. Kolestitis aku
d. Prankeatitis
e. Cystitis

PEMBAHASAN :
Dari manifestasi klinis dan hasil pemeriksaan dapat disimpulkan, bahwa pada kasus ini pasien mengalami kehamila ektopik terganggu (KET). Adapun tanda-tandanya sebagai berikut :
• Pada anamnesis ditemukan haid biasanya terlambat untuk beberapa waktu dan terkadang terdapat gejala subjektif kehamilan muda. Nyeri perut bagian bawah, nyeri bahu, dan tenemsus. Pendarahan pervaginam terjadi setelah nyeri perut bagian bawah.
• Pada pemeriksaan umum, penderita tampak kesakitan, pucat, dan tanda-tanda syok ditemukan. Pada jenis kehamilan ektopik terganggu tidak mendadak, perut bagian bwaah hanya sedikit mengembung dan nyeri tekan.
• Pada pemeriksaan ginekologi, tanda-tanda kehamilan muda mungkin ditemukan.
Pergerakan serviks menyebabkan rasa nyeri. Uterus teraba sedikit membesar dan terkadang teraba tumor di samping uterus dengan batas yang sukar ditentukan. Kavum douglas yang menonjol dan nyeri raba menunjukkan adanya hematokel retrouterina. Suhu kadang-kadang naik. Pada kuldosentesis ditemukan, di vakum douglas ada darah.
• Pemeriksaan laboratorium terjadi penurunan hemoglobin setelah 24 jam leukositosis, dan
tes kehamilan dpaat positif.
JAWABAN : A (Ilmu Kebidanan, edisi ketiga, hal 330---332)

61

61. Seorang wanita berusia 20 tahun datang ke praktik dokter umum ingin memeriksakan kehamilannya. Usia kehamilannya delapan bulan. Ibu tidak mengalami keluhan apa pun dan merasa dirinya sangat sehat. Dari pemeriksaan tanda vital Ibu didapatkan, tekanan darah 150/90 mmHg, denyut nadi 90 kali/menit, frekuensi napas 24 kali/menit, dan suhu 36oC. Pemeriksaan fisik didapatkan, janin tunggal hidup presentasi kepala, kepala belum masuk PAP, dan punggung kanan, dan belum inpartu. Pada pemeriksaan laoratorium protein urine +1. Pasien ini menderita....

a. Tidak ada kelainan
b. PER
c. PEB
d. Hipertensi
e. Eklampsia

PEMBAHASAN :
Diagnosis preeklampsia ditegakkan berdasarkan dua dari tiga gejala, yaitu penambahan berat badan yang berlebihan, edema, hipertensi, dan proteinuria. Penambahan berat badan berlebih bila terjadi kenaikan 1 kg beberapa kali dalam seminggu. Edema terlihat sebagai peningkatan berat badan, pembengkakan kaki, jari tangan, dan, muka . Tekanan darah ? 140/90 mm Hg atau tekanan sistolik meningkat > 30 mmHg atau tekanan distolik > 15 mmHg yang diukur setelah pasien istirahat selama 30 menit. Proteinuria bila terdapat protein sebanyak 0,3 gr/l dalam 24 jam atau pemeriksaan kualitatif menunjukkan +1 atau2; atau kadar protein ? 1gr/l dalam urine yang dikeluarkan dengan kateter atau urine porsi yang diambil minimal 2 kali dengan jarak waktu 6 jam. Tanda-tanda ini dpat disebut juga preeklampsia ringan.
Diagnosis eklampsia ditegakkan berdasarkan gejala-gejala preeklampsia disertai kejang atau koma. Sedangkan, jika terdapat gejala preeklampsia berat disertai salah satu gejala (dari nyeri kepala hebat, gangguan visus, muntah-muntah, nyeri epigastrium, dan kenaikan tekanan darah yang progersif) dikatakan menderita preeklampsia.
JAWABAN : B (Ilmu Kebidanan, edisi ketiga, hal. 281---300)

62

62. Seorang wanita P2A1 mengalami kehamilan ektopik terganggu. Satu bulan kemudian, dia ingin memakai kontrasepsi yang efektif agar tidak hamil selama tiga tahun. Suami tidak ingin memakai kondom dan pantang berkala. Pada pemeriksaan fisik didapatkan, tekanan darah 120/70 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 24 kali/menit, dan suhu 36oC. Alat kontrasepsi apakah yang paling efektif untuk pasangan ini?

a. Kontrasepsi IUD
b. Kontrasepsi levoda
c. Kontrasepsi susuk
d. Kontrasepsi kombinasi (cycloform)
e. Kontrasepsi pil kombinasi

PEMBAHASAN :
Dengan adanya kehamila ektopik maka kontrasepsi yang aman adalah hormon pil. Hingga saat ini, pil kontrasepsi dianggap paling efektif. Kontrasepsi susuk tidak dapat diberikan. Sebab, adanya kontraindikasi, yaitu pernah riwayat kehamilan ektopik. Kontrasepsi AKDR juga relatif kontraindikasi karena kekhawatiran adanya insufisiensi serviks uteri, infeksi, atau metroragia yang belum sembuh.
JAWABAN : C. (Ilmu Kandungan, edisi kedua, hal. 534---560)

63

63. Seorang wanita P2A1 mengalami kehamilan ektopik terganggu. Satu bulan kemudian, dia ingin memakai kontrasepsi yang efektif agar tidak hamil selama tiga tahun. Suami tidak ingin memakai kondom dan pantang berkala. Pada pemeriksaan fisik didapatkan, tekanan darah 120/70 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 24 kali/menit, dan suhu 36oC. Alat kontrasepsi apakah yang paling efektif untuk pasangan ini?

a. Kontrasepsi IUD
b. Kontrasepsi levoda
c. Kontrasepsi susuk
d. Kontrasepsi kombinasi (cycloform)
e. Kontrasepsi pil kombinasi

PEMBAHASAN :
Dengan adanya kehamila ektopik maka kontrasepsi yang aman adalah hormon pil. Hingga saat ini, pil kontrasepsi dianggap paling efektif. Kontrasepsi susuk tidak dapat diberikan. Sebab, adanya kontraindikasi, yaitu pernah riwayat kehamilan ektopik. Kontrasepsi AKDR juga relatif kontraindikasi karena kekhawatiran adanya insufisiensi serviks uteri, infeksi, atau metroragia yang belum sembuh.
JAWABAN : C. (Ilmu Kandungan, edisi kedua, hal. 534---560)

64

64) Seorang wanita berusia 29 tahun G3P2A0 dengan kehamilan cukup bulan datang dan mengeluh mau melahirkan. Dari pemeriksaan tanda vital didapatkan,tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit,frekuensi nafas 24 kali/menit, dan suhu 36,8 C.Pemeriksaan fisik di dapatkan janin tunggal hidup presentasi belakang kepala,kepala telah masuk PAP,punggung kanan,dan inpartu.kemudian, di pimpin mengadan selama tiga jam dengan his masih bagus. Akan tetapi, setelah di lakukan pemeriksaan di dapatkan bahwa kondisi panggul sempit. Tindakan yang tepat di lakukan adalah…
a) Partus percobaan d) ekstraksi vakum
b) SC e) Ekstrasi forcep
c) Induksi

PEMBAHASAN:
Hasil pemeriksaan yang mempengaruhi tindakan adalah di temukanna panggul sempit yang merupakan salah satu idikasi dilakukannya seksio sesarea. Jika panggul relative sempit dalam, akan di coba untuk di lakukan partus percobaan. Bila tidak ada kemajuan, tindakan SC dapat di lakukan.
Adapun indikasi SC adalah :
• Panggul sempit absolute.
• Tumor-tumor jalan lahir yang menimbulkan obstruksi.
• Stenosis serviks/vagina.
• Plasenta previra.
• Disproporso sefalopelvik.
• Ruptur uteri membakat.
JAWABAN : B.(ilmu bedah kebidanan,edisi pertama,hal.133-135)

65

65) Seseorang perempuan berusia 40 tahun menjalani operasi pomeroy. Kemudian di dapatkan jaringan untuk pemeriksaan mikroskopik. Hasilnya, epitel kolumner bersilia. Berasal dari jaringan apa sediaan mikroskopik tersebut ?
a) Serviks uteri d) Ovarium
b) Endometrium e) Vagina
c) Tuba falopi

PEMBAHASAN :
Epitel vagina terdiri atas epitel gepeng tidak bertanduk. Di bawahnya terdapat jaringan ikat yang mengandung banyak pembuluh darah. Endometrium terdiri atas epitel kubik, kelenjar-kelenjar, dan jaringan dengan banyak pembuluh darah yang berkelok-kelok. Tuba falopi memiliki epitel kolumner bersilia yang khas. Ovarium pada korteks sebelah luar di liputi epithelium germinativum yang berbentuk kubik dan pada medula terdapat stroma dengan pembuluh darah, serabut saraf, dan sedikit otot polos. Serviks uteri di lapisi kelenjar yang berbentuk sel thoraks bersilia.
JAWABAN :C.(ilmu kebidanan,edisi ketiga, hal. 34-42)

66

66) Seorang wanita hamil aterm G2P1A0 datang dengan keluhan merasa mulas sejak tiga jam yang lalu. Anda bermaksud memantau kontraksi uterus. Di manakah posisi tangan anda saat di letakkan pada perut ibu ?
a) Di fundus uteri d) Di pinggang janin
b) Di atas simfisi e) Di sekitar pusar ibu
c) Di sisi perut ibu

PEMBAHASAN :
His atau kontraksi uterus karena otot-otot rahim bekerja dengan baik dan sempurna dengan sifat kontraksi simetris, fundus dominan kemudian, dan diikuti relaksasi. Pusat koordinasi his berada pada uterus di sudut tuba, di mana gelombang his berasal. His yang sempurna mempunyai kekuatan yang paling tinggi di fundus uterus. Untuk memantau his, tangan diletakkan pada daerah yang memiliki jaringan longgar di sekitar pusar, dekat fundus uteri.
JAWABAN :E. ( synopsis obstetril jilid 1, edisi 2, hal .83)

67

67) Seorang wanita berusia 25 tahun GIPOAO dengan umur kehamilan 32 minggu (janin dalam keadaan sehat) datang ke UGD RS dengan keluhan sesak napas di sertai menginjak satu jam yang lalu. Pasien merasakan keluhan ini setiap bulan sejak kehamilannya. Pada pemeriksaan fifik,didapatkan wheezing dan ekspirasi memanjang. Kemudian, konsultasi ke dokter obgin dan di perkirakan akan terjadi persalinan dini. Apa obat yang di berikan untuk mencegah efek buruk dari persalinan dini tersebut ?
a) Dexametason
b) Prednison
c) Metil prednisolon
d) Hidrokortison
e) Betametason

PEMBAHASAN :
Pasien memiliki keluhan sesak napas disertai mengi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan, wheezing dan ekspirasi memanjang. Juga dapat didiagnosis asma bronchial. Obat yang aman adalah dexametason.
JAWABAN :A. (blueprints notes and cases pharmacology)

68

68) Seorang wanita berumur 43 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan kejan. Keluhan di sertai dengan mulut kontraksi dan jari-jari tangan spastic. Pasien memiliki riwayat operasi angkat gondok satu hari yang lalu. Dari pemeriksaan tanda vital di dapatkan,terkena darah 120/80 mmHg,denyut nadi 80 kali/menit,frekuensi napas 24 kali/menit,dan suhu 36,8 C. Pada pemeriksaan fisik di dapatkan,trismus,kaku duduk,perut tegang/keras dan kejang hipertonus pada ekstremitasi atas. Karenanya, tindakan yang harus di lakukan pada pasien ini adalah ?
a) Diazepam 5 mg/luminal 5 mg d) Beri kalium
b) Merawat dan memberi ATS e) Beri kalsium
c) Beri antispasmolitik

PEMBAHASAN :
Pasien ini memiliki gejala-gejala klinik tetanus. Hal ini di perkuat dengan riwayat operasi gondok baru satu hari yang lalu yang memberikan kemungkinan bisa terinfeksi C. Tetani melalui luka.
Manifestasi klinis tetanus terdiri atas :
• Trismus (kaku otot masseter yang mengakibatkan sulit membuka mulut).
• Kaku kuduk/leher.
• Opistotonus pada punggung.
• Dinding perut menjadi keras seperti papan.
• Risus sardonikus.
• Kejang hipertonus pada ekstremitas superior dengan fleksi siku.
• Ekstensi ekstremitas inferior.
Penatalaksanaannya dengan pemberian antitetanus (ATS) 20.000 IU setiap hari selama lima hari. Selain itu, diberikan antibiotic untuk C. Tetani dengan penulisan 3×1,5 juta unit/hari atau mentronidazaol 3×1 gr/hari.
JAWABAN : B. (Buku ajar ilmu bedah, edisi 2,hal.21-24)

69

69) Seorang laki-laki berusia 19 tahun masuk ke UGD dengan keadaan trauma multiple setelah terjadi kecelakaan satu jam yang lalu. Pada pemeriksaan, di temukan luka terbuka pada kepala,dagu, serta memar pada tangan dan kaki kiri. Dan pemeriksaan fisik di dapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 70 kali/menit, frekuensi napas 24 kali/menit, dan suhu 36,8 C. GCS 8. Vesika urinaria penuh. Pasien telah terpasang oksigen dan iv line tindakan yang harus di lakukan selanjutnya adalah ?
a) Pasang kateter folley
b) Pemberian antibiotic pada luka
c) Pasang monitor pemantau tanda vital
d) Reposisi dan fiksasi dengan gips
e) Pasang tourniquet pada luka

PEMBAHASAN :
Kasus gawat darurat dengan trauma multiple yang perlu di lakukan adalah melakukan ABC ( periksa airway, Breathing, dan circulation). Bila A dan B telah clear maka dapat dilakukan resusitasi untuk mengontrol perdarahan. Pada pasien ini telah terpasang kateter IV maka yang perlu di lakukan selanjutnya adalah pemasangan kateter uretra untuk membantu hasil resusitasi.
JAWABAN : A. (Advanced trauma life support for doctors, hal. 21-22)

70

70) Seorang wanita berusia 24 tahun datang ke praktik dokter umum dengan keluhan payudara kiri membengkak. Keluhan ini di sertai dengan rasa panas dan nyeri. Pasien memiliki bayi berumur dua minggu dan memberikan ASI eksklusif tiap hari. Dari pemeriksaan fisik di dapatkan dengan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 70 kali/menit,frekuensi napas 24 kali/menit,dan suhu36,8 C. Pemeriksaan daerah mamae didapatkan lesi berbatas tegas dengan warna lebih merah dari daerah sekitar, panas, nyari tekan (+), dan fluktuasi (+), piñatalaksanaan yang harus di lakukan adalah ?
a) Insisi drainase, antibiotic oral, bayi tetap menyusui
b) Antibiotik, kompres, antiseptic, bayi berhenti menyusui
c) Kompres,bayi tetap menyusui, antibiotic bila perlu
d) Insisi drainase, antibiotic oral, sementara bayi berhenti menyusui
e) Antiseptik, antibiotic local, bayi tetap menyusui

PEMBAHASAN :
Pada minggu-minggu pertama dapat terjadi infeksi payudara oleh staphylococcus atau streptococcus. Infeksi ini menyebabkan abses yang khas berbatas tegas, fluktuasi, dan multilokular. Keadaan ini di kenal dengan nama mastitis puerperalis akut. Pada kasus ini di temukan tanda-tanda mastitis puerperalis akut berupa pembengkakan pada payudara kiri yang berbatas tegas, fluktuasi, dan ada nyeri tekan. Adanya abses ini memerlukan interversi bedah segera dan drainase. Insisi melalui insisi sirkumareola searah garis langer. Pemberian antibiotic di perlukan. Penghentian refleksi mengisap dan penggunaan pompa pengisap payudara juga perlu di lakukan.
JAWABAN : D. (buku ajar bedah sabiston bagian 1,hal. 381-382)

71

71. Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke puskesmas terdekat dengan keluhan tertusuk paku di kaki kiri ketika berjalan di pekarangan rumah yang sedang dilakukan perbaikan. Paku berkarat telah di keluarkan sendiri dan diberi antiseptic. Keluhannya disertai dengan rasa nyeri. Satu tahun yang lalu pasien pernah diberi ATS sebanyak dua kali. Pertama kali saat kejadian dan kedua kalinya satu bulan berikutnya setelah kejadian. Dari pemeriksaan fisik di dapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, dan suhu 36,8oC. tindakan yang harus dilakukan saat itu adalah…
a. beri ATS
b. Tidak diberi ATS
c. Beri TT
d. Tidak diberi TT
e. Beri ATS dan TT

PEMBAHASAN :
Pada fase awal terapi, mencakup pembersihan luka dengan debridement dan antibiotic, serta pemberian antitetanus serum. Imunisasi toksoid lengkap diberikan untuk mencegah serangan tetanus.
Indikasi pemberian imunisasi pada tetanus :
1. Jika riwayat imunisasi sebelumnya tidak ada atau tidak pasti maka pada luka bersih diberikan seri lengkap toksoid tetanus (TT). Sedangkan, pada luka kotor diberikan seri lengkap TT dan ATS.
2. Jika telah mendapat 1 kali imunisasi difteri-tetanus (DT) atau difteri-tetanus-pertusis (DPT) maka pada luka bersih diberikan seri lengkap toksoid tetanus (TT). Sedangkan, pada luka kotor diberikan seri lengkap TT dan ATS.
3. Jika telah mendapat 2 kali imunisasi difteri tetanus (DT) atau difter-tetanus-pertusis (DPT) maka pada luka bersih diberikan seri lengkap toksoid tetanus (TT). Sedangkan, pada luka kotor diberikan seri lengkap TT dan ATS.
4. Jika telah mendapat 3 kali imunisasi difteri tetanus (DT) atau difteri-tetanus-pertusis (DPT) atau lebih maka pada luka bersih tidak mendapat TT kecuali buster yang terakhir sudah 10 tahun yang lalu atau lebih. Sedangkan, pada luka kotor tidak diberikan TT kecuali buster yang lalu sudah lima tahun yang lalu atau lebih.
Jawaban : A (Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2, hal. 24)

72

73. Seorang laki-laki berusia 32 tahun datang ke unit gawat darurat setelah jatuh dari ketinggian 5 meter. Ditemukan luka terbuka di kepala dan kedua kaki yang disertai pendarahan. Pada pemeriksaan fisik dipatkan tekanan darah 90/70 mmHg, denyut nadi teraba lemah, frekuensi napas 24 kali/menit, dan suhu 36,1oC. Kedua akral dingin, fraktur pada kedua os femur derajat 2, dan trauma capitis. Penyebab kelainan sirkulasi adalah…
a. Fraktur femur
b. Fraktur pelvis
c. Trauma capitis
d. Fraktur tibia
e. Fraktur servikal


PEMBAHASAN :
Berdasarkan pemeriksaan fisik, pasien ini mengalami syok. Syok ini kemungkinan terjadi akibat adanya pendarahan yang besar. Fraktur yang dapat menyebabkan pendarahan sehingga membuat syok adalah fraktur femur, tepatnya fraktur pada batang femur. Fraktur ini mengakibatkan ketidakstabilan. Biasanya dengan seluruh tungkai bawah terotasi keluar, terlihat lebih pendek, dan bengkak pada bagian proksimal sebagai akibat pendarahan ke dalam jaringan lunak dan robeknya a.femoralis.
JAWABAN : A. (Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2, hal.880)

73

74. Seorang bayi berumur berusia tiga bulan dibawa ke tempat praktik dokter oleh orangtuanya. Orangtua mengeluh bayinya buang air kecil keluar dari tempat tidak semestinya. Pada pemeriksaan, tanda vital dalam batas normal. Dari pemeriksaan fisik ditemukan ada pembesaran klitorisis seperti labia mayora dan muara AUE di perineum. Apa diagnosisnya?
a. Biseks
b. Hermafrodit
c. Interseks
d. Transeks
e. Transgender

PEMBAHASAN :
Interseks adalah sebuah istilah yang menunjukkan secara umum gangguan diferensiasi kelainan. Dapat disebabkan oleh kelainan produksi hormone maupun gangguan faal hormone, serta kelainan kromosom. Terdapat beberapa kelainan khas, seperti hermafrodit, sindrom turner, sindrom klineferter, dan lain-lain.
Hermafrodit menunjukkan adanya kedua jenis kelamin secara bersamaan akibat kelainan kromosom. Hal ini dengan ditemukannya gonad laki-laki dan perempuan dalam tubuh yang sama/
Biseks menunjukkan adanya perilaku homoseksual dan heteroseksual yang ditunjukkan adanya ketertarikan pada dua jenis kelamin.

JAWABAN : B. (Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2, 748-749)

74

75. Seorang wanita berusia 50 tahun datang ke klinik. Ia mengeluh adanya pembesaran pada leher sebesar bola pingpong. Pembesaran tanpa rasa nyeri, suara tidak berubah, dan tidak pernah gemetaran. pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, dan suhu 36,8oC. pemeriksaan fisik ditemukan pembesaran pada kelenjar tifoid, ukuran diameter 4 cm, dan tidak ada nyeri tekan. Pemeriksaan laboraturium T3 dan T4 normal, serta TSH meningkat. Diagnosis keadaan di atas adalah…
a. Stroma limfonodum
b. Tiroiditis
c. Hipotiroidisme
d. Toksik goiter
e. Adenoma folikuler


PEMBAHASAN :
Informasi spesifik pada kasus ini adalah adanya benjolan dengan tidak adanya perubahan hormon tiroid.
Struma nodusa atau limfonodum merupakan struma endemis yang biasanya terjadi pada wanita berusia lanjut. Biasanya, pasien truma nodosa tidak memiliki keluhan karena tidak terdapat hipotiroid atau hipertiroidisme. Kecuali, adanya keluhan benjolan pada leher. Benjolan ini dapat bergerak naik turun saat menelan dan terkadang membuat rasa berat di leher. Sebagian besar struma nodusa tidak mengganggu permafasan karena pertumbuhannya ke lateral atau ke anterior. Sebagian lain dapat menyebabkan penyempitan trakea. Diagnosis ditunjang dengan pemeriksaan foto thoraks dan pemeriksaan yodium radioaktif. Penatalaksanaannya dengan pembedahan struma.
Pilihan jawaban lain, tiroiditis, hipotiroidisme, dan toksik goiter akan menunjukkan perubahan kadar hormone tiroid. Adenoma folikuler adalah karsinoma tiroid yang salah satu gejalanya ditemukan pembesaran kelenjar getah bening dan diagnosis pasti dapat ditegakkan dengan FNAB.

JAWABAN : B. (Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, edisi 2, hal. 689-690)

75

76. Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke subuah rumah sakit dengan keluhan utama keluar cairan kental seperti nanah dari kemaluannya. Tidak ada rasa sakit di daerah prostat. Pekerjaannya supir truk antarkota dan antarprovinsi. Pada pemeriksaan tanda vital di dapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, dan suhu 36,8oC. pemeriksaan mikroskopis pada discharge ditemukan banyak leukosit dan neutrofil. Tapi, tidak ditemukan bakteri. Diagnosis apa yang paling mungkin dengan informasi tersebut?
a. Non gonococal uretritis
b. Uretritis gonococal
c. Sistitis interstisialis
d. Sistitis acute
e. Prostatis acute

PEMBAHASAN :
Gejala klinik dari uretritis :
• Rasa gatal dan panas di bagian distal uretra di sekitar orifisium uretra ekstrenum
• Disuria, polikisuria.
• Keluar duh tubuh dari ujung uretra yang kadang-kadang disertai darah.
• Nyeri saat ereksi
• Pada pemeriksaan tampak orifisium uretra eksternum eritematosa, edematosa, dan ektopion. Tampak duh tubuh yang mukopurulen.
• Dapat terjadi pembesaran kelenjar getah bening inguinal unilateral atau bilateral.
Uretritis ini bukan disebabkan oleh bakteri karena tidak ditemukan banyak leukosit dan netrofil.

JAWABAN : A. (Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi ketiga, hal. 343-349)

76

77. Seorang wanita berusia 44 tahun datang ke puskesmas mengeluh nyeri perut kanan bawah tiba-tiba. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan, tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, dan suhu 37,8oC. Pada pemeriksaan ditemukan, nyeri tekan dan nyeri lepas abdomen kanan bawah. Pemeriksaan laboratoriumnya didapatkan, hemoglobin 11 g/dl, leukosit 12.000/mm3, dan trombositnya 250.000/mm3. Diagnosis sementara pada pasien ini adalah…
a. Appendicitis acute
b. Kolestitis acute
c. Pankreatitis
d. Kehamilan ektopik terganggu
e. Cystitis

PEMBAHASAN :
Manifestasi klinis dari pendistis akut adalah:
• Nyeri mendadak yang biasanya dimulai dari epigastrium atau region umbilicus disertai mual dan anoreksia.
• Demam biasanya ringan dengan suhu 27,5-38,5oC.
• Nyeri berpindah ke kanan bawah dan menunjukkan tanda rangsang peritoneum local di titik Mc burney dengan nyeri tekan, nyeri lepas, dan defans mmuskuler.
• Jika nyeri rangsang peritoneum tidak berlangsung dapat ditemukan nyeri kanan bawah pada tekanan kiri (rovsing), nyeri kanan bawah bila tekanan di sebelah kiri dilepaskan (Blumberg), dan nyeri kanan bawah bila peritoneum bergerak seperti napas dalam, berjalan, batuk.
• Pada kebanyakan kasus terjadi leukositosis.
Gambarakn klinis kolestitis akut mirip dengan apendisitis akut, seperti nyeri perut. Namun, khasnya nyeri akut adalah di abdomen kuadran kanan atas yang dapat menjalar ke belakang scapula. Ditemukan pula riwayat serangan kolik di masa lalu. Pada kolesistisis nyeri menetap disertai tanda rangsa peritonel berupa nyeri tekan, nyeri peas, dan defans muscular otot dinding perut. Disertai demam, mual dan muntah, serta leukositosis.
Gambaran klinis pancreatitis juga mirip dengan kedua diagnosis sebelumnya. Gejala khasnya nyeri perut timbul setelah makan kenyang atau setelah minum alcohol di daerah pertengahan epigastrium dan menjalar menembus ke belakang. Rasa nyeri berkurang jika pasien duduk membungkuk dan bertambah bila terlentang.
Pada sistitis ditemukan tanda miksi yang sering tidak dapat ditunda, disuria, nikturia, kadang hematuria, inkontinesia, dan nyeri perut bagian bawah.
Sedangkan pada KET selain adanya nyeri perut tiba-tiba juga disertai pendarahan pervaginam dan adanya riwayat amenorea.

JAWABAN : A. (Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2, hal.640-641)

77

78. Seorang bayi umur dua hari datang ke UGD bersama orangtuanya dengan keluhan muntah-mutah. Muntah berwarna hijau. Selama dua hari belum buang air besar. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Pada pemeriksaan fisik ditemukan anus normal, perut tampak distensi, dan peristaltik meningkat. Pemeriksaan colok dubur didapatkan pergerakan meconium melambat dan obstipasi berulang. Diagnosa yang tepat adalah...
a. Meconium plug synndrome
b. Meconium ileus
c. Rectal stenois
d. Anal membrane stenois
e. Penyakit hirschprung

PEMBAHASAN:
Penyakit hirschpung merupakan megakolon kongenital akibat tidak adanya plesus myentericus/auerbach di lapisan otot dinding usus. Manifestasi klinis berupa gangguan defekasi yang dapat timbul lebih dari 24 jam pertama setelah lahir. Trias klasik gambaran klinik pada neonatus adalah mekonium keluar terlambat lebih dari 24 jam pertama, muntah hijau. Dan perut membuncit. Ada kalanya gejala obstipasi diselingi diare berat dengan feses yang berbau dan berwarna khas yang disebabkan timbulnya enterokolitis. Pada pemeriksaan colok dubur, terasa ujung jari terjepit lumen rektum yang sempit.
JAWABAN: E. (Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2, hal. 670-671)

78

79. Manakah penanganan pasien yang lebih tepat?
a. NGT dapat mengurangi distenti abdomen
b. Rectal biopsy harus dilakukan secepatnya untuk diagnosis pasti
c. Pemeriksaan yang paling akurat untuk diagnosis pasti adalah CT scan abdomen
d. Abdominal X-ray dan barium enema harus dilakukan setelah kondisi akut ditangani
e. Rectal biopsy dapat dilakukan pada keadaan akut

PEMBAHASAN:
Prinsip penanganan pada penyakit ini adalah:
• Mengatasi obstruksi
• Mencegah terjadinya enterokolitis
• Membuang segmen aganglionik
• Mengembalikan kontinulitas
Tindakan pertama yang dilakukan adalah untuk mengatasi obstruksi dengan cara pemasangan NGT. Hal ini untuk mengurangi distenti abdomen.
JAWABAN: A. (Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2, hal. 671)

79

80. Seorang manusia berusia 30 tahun dibawa ke unit gawat darurat dengan luka bakar akibat kompor gas yang meledak. Luka bakar terdapat pada tubuh pasien. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan, tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit , frekuensi napas 20 kali/menit, dan suhu 36,0oC. Sementara, berat badan pasien 50 kg. Pemeriksaan selanjutnya didapatkan diagnosis luka bakar grade IIB 10%. Pasien diberi terapi cairan menurut baxter. Rumus baxter untuk terapi cairan pada luka bakar adalah...
a. % luas luka x BB
b. % luas luka x BB x 4 ml
c. % xBB x 5ml
d. 2 (% x BB x 4 ml)
e. 2 (% x BB x 5 ml)

PEMBAHASAN:
Rumus baxter adalah % luas luka x BB 4 ml.
Cara pemberiannya adalah setengah dari jumlah cairan di berikan dalam 8 jam pertama, sisanya di berikan dalam 16 jam. Hari pertama terutama diberikan cairan elektrolit. Hari kedua diberikan setengah hari pertama.
Cara lainnya dengan cara evans yaitu, 1) % luas luka x BB menjadi ml NaCl per 24 jam; 2) % luas luka x BB menjadi ml plasma per 24 jam; 3) sebagai pengganti cairan yang hilang akibat penguapan diberikan 2000 cc glukosa 5% per 24 jam. Separuh dari jumlah 1 + 2 + 3 diberikan dalam 8 jam pertama. Sisanya, diberikan dalam 16 jam berikutnya. Hari kedua diberikan setengah jumlah cairan hari pertama. Hari ketiga diberikan setengah jumlah cairan hari kedua.
JAWABAN : B, (Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2, hal. 77-78)

80

81. Jumlah tetesan RL berdasarkan rumus baxter untuk tahap I terapi adalah...
a. 41-42/menit
b. 55-56/menit
c. 83-84/menit
d. 95-96/menit
e. 90-91/menit

PEMBAHASAN :
Rumus baxter adalah % luas luka x BB x 4 ml. Berat badan pasien 50 kg dengan persentase luas luka bakar 10%. Maka jumlah cairan yang diperlukan adalah 10 x 50 x 4 = 2000 ml pada hari pertama. Kemudian, dikonversi menjadi tetesan iv line menjadi 41-42/menit
JAWABAN : A, (Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2, hal. 78)

81

82. Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke UGD dengan keadaan tidak sadar. Pada pemeriksaan ditemukan trauma dada, napas sesak, dan ngorok. Perkusi dada kiri hipersonor. Saat napas dada kiri tertinggal. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 80/- mmHg, denyut nadi tak teraba, frekuensi napas 32 kali/menit, dan akral dingin. Apa yang dilakukan di UGD ?
a. Beri O2 sungkup, napas spontan, dan dekompresi jarum
b. Beri O2 sungkup, napas bantu, dan dekompresi jarum
c. Instubasi, O2 sungkup, napas spontan, dan dekompresi jarum
d. instubasi, O2 sungkup, napas bantu, dan dekompresi jarum
e. Langsung dekompresi jarum

PEMBAHASAN :
Pasien ini memiliki gejala klinis dari tension pneumothoraks. Manifestasi klinisnya ditandai dengan:
• Sesak napas berat yang disertai nyeri dada.
• Distres pernapasan.
• Takikardi .
• Hipotensi.
• Deviasi trakea.
• Hilangnya suara napas pada satu sisi.
• Distensi vena leher.
• Sianosis.
• Pada inspeksi terlihat dada yang terkena tertinggal saat bernapas. Pada perkusi didapatkan hipersonor dan suara napas yang menghilang pada sisi yang terkena.
Tension pneumothoraks membutuuhkan dekompresi segera dan penanggulangan awal dengan cepat. Yaitu berupa insersi jarum yang berukuran besar pada sela iga, dua garis midclavikula pada hemithoraks yang terkena. Tindakan ini akan mengubah tension pneumothoraks menjadi pneumothoraks sederhana. Terapi definitif selanjutnya dibutuhkan dengan pemasangan selang dada (chest tube) pada sela iga ke-5 di anterior dari garis midaksilaris.
JAWABAN: E. (Advanced Trauma Life Support for Doctors, hal. 113-114)

82

83. Bagian yang ditusuk jarum pada pasien yang mengalami kecelakaan dan sesak napas adalah...
a. SC II sisi bawab costa 2
b. SC II sisi di atas costa 3
c. SC II sisi tengah atas costa 2
d. SC II sisi di bawah costa 3
e. SC II sisi di atas costa 4

PEMBAHASAN:
Dekompresi dilakukan pada sela iga dua garis midclavikula pada hemithoraks yang terkena. Insersi jarum di atas costa 3 untuk menghindari vasa dan nervus.
JAWABAN: B. (Advanced Trauma Life Support for Doctor, hal. 114)

83

84. Seorang wanita berusia 30 tahun dibawa ke UGD dengan penurunan kesadaran selama tiga jam setelah tebrakan bermotor kecepatan tinggi. Saat masuk UGD tekanan darah 120/70 mmHg, heart rate 98 kali/menit, dan respiratory rate 25 kali/menit. Penderita masih dapat membuka mata dengan rangsangan nyeri dan dapat melokalisasi nyeri yang diberikan. Tetapi, tidak dapat mengeluarkan suara. Apa tindakan anda pertama kali?
a. Pemeriksaan foto kepala untuk mencari adanya fraktur
b. Melakukan CT scan kepala
c. Menjamin airway dengan kontrol servical
d. Melakukan resusitasi cairan
e. Pemeriksaan terhadap adanya trauma di tempat lain

PEMBAHASAN:
Untuk setiap kasus kegawatdaruratan maka prinsip penanganan yang diterapkan adalah sesuai dengan Advanced Trauma Life Support (ATLS), yaitu dengan survei primer ABC. Hal yang pertama dilakukan adalah penilayan airway dengan proteksi servikal. Hal ini meliputi pemeriksaan adanya obstruksi jalan napas dengan jalan melindungi vertebra servikal. Kedua, breathing dengan menjaga oksigen. Kemudian, menjaga sirkulasi dan kontrol perdarahan.
JAWABAN: C. (Advanced Trauma Life Support for Doctors hal. 16)

84

85. Setelah kondisi pasien stabil, pada pemeriksaan fisik ditentukan adanya hematoma di os parietal kiri, laserasi pada dada kanan, dan abdomen. Pemeriksaan pendukung apa yang dilakukan?
A. Foto polos kepala, cervical, thoraks, dan abdomen
B. CT scan kepala, foto cervical, thoraks, dan pelvis
C. CT scan kepala, foto thoraks, dan pelvis
D. Foto kepala AP dan lateral, cervical, thoraks, dan pelvis
E. CT scan kepala, cervical, thoraks, foto pelvis, dan USG abdomen

85. Pemeriksaan penunjang dilakukan secara menyeluru. Pada kepala diperlukan pada foto cervikal untuk menyingkirkan kemungkinan adanya fraktur servikal. CT scan kepala dilakukan karena ditemukannya hematoma pada kepala. Foto thoraks untuk menunjukan ada tidaknya hemo thoraks atau pneumothoraks dan fraktur iga. Foto pelvis dan USG abdomen dilakukan karena adanya laserasi pada abdomen.
JAWABAN: E (Advanced trauma Life Support for Doctors, hal 26-27)

85

86. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dibawa ke rumah sakit dengan keluhan tertusuk paku ketika bermain. Pada luka tidak ditemukan bengkak dan nanah. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Tidak ditemukan tanda-tanda tetanus. Anak laki-laki ini belum pernah imunisasi. Imunisasi yang diberikan pada anak ini adalah....
A. TT + ATS
B. TT
C. ATS
D. Imunoglobulin
E. ATS + TT

86. Jika riwayat imunisasi sebelumnya tidak ada atau tidak pasti maka pada luka bersih diberikan seri lengkap toksoid tetanus (TT). Sedangkan, pada luka kototr diberikan seri lengkap TT dan ATS.

JAWABAN: B (Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2, hal 24)

86

87. Seorang laki-laki berusia 25 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas (KLL) tabrakan antarsepeda motor, dibawa ke dukun tulang. Satu minggu kemudian, dibawa ke UGD. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang. Ditemukan bahwa pasien mengalami patah tulang terbuka 1/3 atas tibia 3A. Tindakan apa yang harus dilakukan....
A. Pemberian antibiotik (AB) dan antitetanus serum (ATS)
B. Dilakukan Imobilisasi dengan plaster cast
C. Dilakukan pemeriksaan kultur dan resistensi tes kuman dari lukanya
D. Dilakukan debridement, fiksasi eksternal, dan AB yang sesuai
E. Amputasi kakinya

87. Prinsip penanganan fraktur terbuka adalah:
• Dilakukan debridement luka
• Tulang yang patah dilakukan reposisi secara terbuka
• Dilakukan immobilisasi. Ada beberapa cara yaitu cara trueta, long leg plester, dan fraktur externa.
JAWABAN: D (Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah FKUI, hal. 555-556)

87

88. Seorang anak laki-laki berusian 1 bulan dibawa ke puskesmas dengan keluhan sumbing bibir dan langit. Pada pemeriksaan fisik, keadaan umum baik, tidak batuk dan tidak pilek. Berat badan 4,5 kg. Didapatkan labiognatopalatoschizis unilateral sinistra komplit. Pemeriksaan lain dalam batas normal. Kapan usia pasien yang paling tepat untuk dilakukan labioplasty?
A. 10 jam
B. 10 hari
C. 10 minggu
D. 10 bulan
E. 10 tahun

88. Labioskisis terjadi pada satu dari seribu kelahiran. Kelainan ini sebaiknya secepat mungkin diperbaiki karena akan mengganggu pada waktu menyusul dan pertumbuhan rahang normal serta perkembangan bicara. Saat melaksanakan tindakan koreksi, dianut hukum sepuluh. Yaitu, berat badan minimal sepuluh pon (empat setengah kilo), kadar hemoglobin 10gr%, dan umur sekurang-kurangnya sepuluh minggu.
JAWABAN: C (Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2, hal. 344-345)

88

89. Berat badan minimun untuk dapat dilakukan labioplasty adalah....
A. 5 kg
B. 6 kg
C. 7 kg
D. 8 kg
E. 9 kg

89. Berat minimal saat dilakukan labioplasty adalah 10 pon atau minimal 4,5 kg. Pada pilihan jawaban di atas yang tepat adalah 5 kg.
JAWABAN: A (Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi2, hal. 345)

89

90. Seorang pria berusia 28 tahun datang ke UGD dalam keadaan lemah setelah terjatuh dari motor dua jam yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan TD 90/50 mmHg. Terdapat jejas/luka memar dan nyeri perut pada hipokondrium sinistra. Nyeri juga dirasakan pada puncak bahu kiri (Kehr’s sign). Teraba massa di abdomen kiri dengan perkusi pekak dan perut mengalami distensi tegang. Apa diagnosis anda?
A. Trauma hepar
B. Trauma ginjal sinistra
C. Trauma limpa
D. Trauma lambung
E. Trauma colon desenden

90. Manifestasi klinis yang diperhatikan pada kasus ini adalah setelah kecelakaan lalu lintas terdapat jejas/luka memar dan nyeri perut pada hipokondrium sinistra. Nyeri juga dirasakan pada puncak bahu kiri (Kehr’s sign). Teraba massa di abdomen kiri dengan perkusi pekak, dan perut mengalami distensi tegang yang khas dengan gejala klinis ruptur limpa.
JAWABAN: C (Buku Ajar Bedah, edisi 2, hal 609-610)

90

91. Seorang laiki-laki berusia 50 tahun mengeluh nyeri pinggang yang sangat sakit. Pada pemeriksaan rontgen ditemukan gambaran slerotik curiga metastasis. Dari pemeriksaan rektum ada nodul keras di lateral prostat. Pemeriksaan awal yang paling bagus untuk menegakkan etiologi metastasis adalah....
A. Colok dubur
B. Prostat specific antigen
C. Prostat acid phospatase
D. Trans uretral ultra sonografy (TRUS)
E. Kombinasi colok dubur dan TRUS

91. Kecurigaan keganasan prostat biasanya timbul bila ditemkan kelainan kosistensi, yaitu bagian prostat yang keras, nodul, dan ketidakrataan atau asimetri pada pemeriksaan colok dubur. Ultrasonografi transrektal memberikan gambaran hipekoik pada kira-kira 60% karsinoma prostat. Ultrasonografi digunakan untuk menentukan penyebaran ke vesika seminalis dan kelenjar limfe. Dengan ultrasonografi transrektal ditambah dengan pemeriksaan colok dubur diharapkan dapat ditentukan keganasan lebih awal.

JAWABAN: E (Buku Ajar Ilmu Bedah , edisi 2, hal. 788)

91

92. Seorang wanita berusia 50 tahun datang ke praktik dokter umum dengan keluhan timbul bentol-bentol merah pada wajah. Keluhan bentol disertai dengan nyeri. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg. Denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, dan suhu 36,0oC. Pada pemeriksaan ditemukan vesikel pada wajah, nyeri (+), eritema (+), dan unilateral. Pasien pernah mengalami sakit cacar sebelumnya pada masa kanak-kanak. Terapi yang diberikan adalah....
A. Olinovir 4 x 500 mg/hari selama 5 hari
B. Asklovir 5 x 500 mg/hari selama 7 hari
C. Danovir 2 x 500 mg/hari selama 7 hari
D. Asklovir 5 x 800 mg/hari selama 7 hati
E. Interferon 1 x200 mg/hari selama 10 hari

92. Gejala klinis yang ditemukan pada pasien adalah adanya vesikel pada wajah, disertai nyeri, eritem, dan lokasi unilateral. Pasien juga dalam keadaan demam dan memiliki riwayat varicella sebelumnya. Gejala-gejala yang ditentukan dengan herpes zoster. Pengobatan yang diberikan adalah obat antiviral yang sebaiknya diberikan dalam tiga hari pertama sejak lesi muncul. Antiviral yang dianjurkan adalah asiklovir 5 x 800 mg sehari yang biasanya diberikan 7 hari atau diberikan valasikPlovir 3 x 1000 mg sehari. Jika legi baru masih tetap timbul lagi,. Indikasi pemberian kortikosteroid untuk sindrom ramsay hunt. Biasanya diberikan prednison 3 x 20 mg sehari.
JAWABAN: D (Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi ketiga, hal. 107-109)

92

93. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk soal nomor 92 adalah....
A. Tzank
B. KOH
C. Gram
D. Ziehl nelson
E. Basah (Nacl fisiologis)

93. Pada herpes zozter diberikan pemeriksaan penunjang Tzanck dengan ditemukannya sel datia berinti banyak.
Jawaban : A

93

94) Seorang wanita berusia 25 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan telah dua hari buang hari besar bewarna kemerahan.Selain itu, pada mulut terdapat keoprng di bibir dan mata merah.Sejak lima hari yang lalu, ia mengonsumsi obat yang diberikan dri sebuah klinik karena mengeluh flu.Pada pemeriksaaan tanda vital terdapat tekanan darah 130/80 mmHG, denyut nadi 80 kali/menit,frekuensi napas 20 kali/menit, dan suhu 36,0C. Pada pemeriksaan ditemukan eritema, vesikel, dan bula pada seluaruh tubuh,serta krusta pada bibir.Penatalaksanaan untuk life saving pada pasien ini adalah
a. AB sistemik
b. kortikosteroid sistemik
c. kortikosteroid dan antibiotik topikal
d. keseimbangan cairan dan elektrolit
e. Transfusi darah

PEMBAHASAN:
Gejala klinis sindrom stevens bervariasi dari ringan sampai berat . Pada yang berat, keadaan menurun.Mulainya penyakit akut dapat disertai gejala prodromal berupa demam tinggi,malaise, nyeri kepala, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan. Penataklasanan dengan kortikosteroid. Jika keadaan umum pasien baik dan lesi tidak menyeluruh, digunakan deksametason secara intravena dengan dosis permulaan 4-6 x 5 mg sehari

JAWABAN: B

94

95) Seorang wanita berusia 27 tahun datang ke tempat praktik dokter dengan riwayat kontak seksual 3 hari yang lalu. Pasien mengeluh keluar nanah dari kelamin yang disertai nyeri.Demam juga menyertai keluhan pasien. Pada pemeriksaan fisik didapat tekanan darah 120/80 mm/Hg , denyut nadi 80 kali/menit,frekuensi napas 20 kali/menit, dan suhu 38,0C. Dari pemeriksaan genital,orifisium uretra eksternum berwarna kemerahan , edema, dan ada duh tubuh. Diagnosis keadaan diatas adalah
a.Sifilis d.Ulkus molle
b.Limforgranuloma venerum e.Herpes genitalia
c. Gonorhoe

PEMBAHASAN:

Gonohoe pada pria umumnya pertama kali menginfeksi uretra.Biasanya akan timbul keluhan antara 2-5 hari setelah infeksi. Pada kasus ini terdapat gejala klinis dari gonorhea

JAWABAN:C

95

96) Seorang anak laki laki berusia 11 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan gatal-gatal di sela jari tangan , badan dan kaki sejak satu bulan terakhir.Gatal terutama pada malam hari.Teman-temannya juga mengalami keadaan yang sama.Pada pemeriksaan dijumpai adanya eritem,papul,pustula,dan vesikula.Diagnosis kelainan diatas adalah

a.Prurigo herba d.Gigitan serangga
b.Skabies e.Dermatitis alergika
c.Pedikylosis korporis

PEMBAHASAN:

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh investasi dan sensitifasi terhadap sarcoptes scabiei var. Gejala klinisnya ada emapat tanda kardinal yaitu:
1.Pruritus nokturna
2.Penyakit ini menyerang manusia secara kelompok.Misalnya dalam satu keluarga atau satu daerah tempat tinggi
3.Menemukan tungau

JAWABAN : B

96

97) Seorang wanita berusia 25 tahun mengeluh pernah timbul tukak pada daerah kelamin, hilang sendiri tanpa berobat. Tiba-tiba dua minggu kemudian muncul bintik-bintik merah men berobat. Tiba-tiba dua minggu kemudian muncul bintik-bintik merah menyebar keseluruh tubuhnya.Ada riwayat kontak seksual 3 minggu yang lalu.Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80mmHg,denyut nadi 80 kali/menit,frekensi napas20 kali/menit, dan suhu 36,5C.Diagnosis keadaan diatas adalah
a.Sifilis d.Ulkus molle
b.Gonorhea e.Herpes genitalia
c.Limfogranuloma venerum


PEMBAHASAN:

Sifilis adalah penyakit infeksi yang disebabkan treponema pallidum yang kronik dan sistenik.Pada sifilis dini terbagi menjadi primer dan sekunder.Memiliki gejala klinis yang berbeda.
Sifilis primer dimulai dengan papul lentikular yang permukaannya segera menjadi erosi. Umumnya menjadi ulkus yang bulat, soliter dasarnya jaringan granulasi warna merah dan bersih
Sifilis sekunder kelainan kuliutnya dapat menyerupai berbagai penyakit kulit sehingga disebut great imitator

JAWABAN:A

97

99) Seorang laki-laki berusia 38 tahun datang ke puskesmas.Dengan keluhan luka-luka kecil di kemaluan disertai rasa perih dan gatal, setelah berhubungan dengan PSK.Empat bulan yang lalu juga mengalami hal yang sama setalah sepuluh hari berhubungan dengan PSK.Keluhan juga disertai dengan demam dan sakit pinggang.Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekana darah 120/80 mmHG,denyut nadi 80 kali?menit, frekuensi napas 20 kali? Menit,dan suhu,dan suhu 36,5C.Terdapat ulkus kecil,multiple,vesikel di korpus penis,dan vesikel yang ditutupus.Apa diagnosanya?
a.Ulkus mole d.Liken planus
b.ulkus durun e.Gonore
c.Herpes genital rekuren

PEMBAHASAN:

Manifestasi klinis pada herpes genital adalah adanya gejala sistemik seperti demam,malaise,anoreksia, dan pembengkakan kelenjar getah bening regional setelah masa infeksi,kira kira tiga minggu.Kelaianan klinis yang dijumpai berupa vesikel yang berkelompok diatas kulit yang sembab dan eritmatosa.Dapat menjadi krusta dan kadang kadang mengalami ulserasi dangkal yang dapat sembuh tanpa sikatrik

JAwABAN:C

98

100) Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke sebuah rumah sakit dengan keluhan utama keluar cairan kental seperti nanah dari kemaluannya. Tidak ada rasa sakit di daerah prostat.Pekerjaanya adalah supir antar kota dan antar propinsi. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan,tekanan darah 120/80 mmHg,denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, suhu 36,8C. Pemeriksaan mikroskopis pada discahrge ditemukan banyak leukosit dan neutrofill tapi tidak ditemukan bakteri. Diagnosa apa yang paling mungkin dengan informasi ini?

PEMBAHASAN:

Uretritis yang disebabkan oleh gonore deikenal dengan nama uretritis gonoccal.Diagnosis ditunjang dengan ditemukannya gonocorus gram negatif ada pemeriksaan duh tubuh.Jika tidak ditemukan maka disebut nongonococal uretritis

JAWABAN:A

99

101) Seorang peternak berusia 35 thun datang ke puskesmas dengan luka tungkai bawah sebelah kanan.Terdapat keluhan demam,malaise, serta sakit kepala.pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit,dan suhu 38,0C.Pada pemeriksaan kulit terdapat ulkus merah hitam,di sekitarnya eritema denagn tanda-tanda radang akut.Pada pemeriksaan mikroskop gram hasilnya Streptococcus basil gram .kemungkinan kuman pada keadaan ini adalah

a. Streptococcus hemolytus d.Basillus anthratis
b.Streptococus aureus e.Bacillus subtilis
c.clostridium perfrigens

PEMBAHASAN:

Ditemukannya keluhan demam, malaise,sakit kepala serta pada kulit terdapat ulkus merah hitam.Di sekitarnya eritema dengan tanda- tanda dengan radang akut, dan pemeriksaan mikroskopgram hasilnya streptocococus.Maka dapat disimpulkan pasien menderita infeksi kulit yang disebabkan bakteri

100

101. Seorang peternak berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan luka tungkai bawah sebelah kanan. Terdapat keluhan demam, malaise, serta sakit kepala. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali per menit, frekuensi nafas 20 per menit dan suhu 38,00 ®C. Pada pemeriksaan kulit terdapat ulkus merah hitam di sekitarnya eritema dengan tanda-tanda radang akut. Pada pemeriksaan mikroskop gram hasilnya streptococus basiogram (+). Kemungkinan kuman pada keadaan ini adalah...
a. Streptococus ? emoliticus
b. Streptococus Aureus
c. Clostridium peerfringens
d. Bacillus anthracis
e. Bacillus Subtilis

JAWABAN : A (ilmu penyakit kulit dan kelamin, edisi ke tiga, hal. 58-59)
PEMBAHASAN :
Ditemukannya keluhan demam, malaise, sakit kepala serta pada kulit terdapat ulkus merah hitam. Di sekitarnya eritema dengan tanda-tanda radang akut, dan pemeriksaan mikroskrop gram hasilnya streptococus basiogram (+). Maka dapat disimpulkan pasien menderita infeksi kulit yang disebabkan bakteri. Salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri adalah eripelas. Eripelas adalah infeksi akut yang biasanya disebabkan oleh streptococus ? emolitycus. Gejalahnya disertai demam dan malaise. Penyakit ini didahului trauma karena tempat predileksinya biasanya di tungkai bawah. Kelainan kulit yang utama adalah eritema yang berwarna cerah, berbatas tegas, dan pinggirnya meninggi dengan tanda-tanda radang akut dapat disertai EDMA, vesikel dan gula serta terdapat leukositosis.

101

102. seorang wanita 23 tahun datang dengan keluhan keluar cairan dari vagina. Pada pemeriksaan didapatkan vesical multipel berisi cairan jernih pada vulva dan vagina. Pada pemeriksaan histologis didapatkan beberapa sel raksaksa berinti banyak dengan inklusi intra nukleus dan glass cell. Hal ini disebabkan oleh...
a. citomegalovirus
b. human papilloma virus
c. herpes simpleks virus
d. candida albicans
e. toxoplasmosis

JAWABAN :
C. (ilmu penyakit kulit dan kelamin, edisi ke tiga, hal. 355-356)
PEMBAHASAN:
Adanya manifestasi klinis :
• Kelainan kulit berupa vesicel berkelompok diatas kulit yang sembab, erimatosa, berisi cairan jernih, dan seropurulen dapat menjadi krusta (kadang mengalami ulserasi yang dangkal). Biasanya sembuh tanpa sikatrik. Pada perabaan tidak teraba indurasi.
• Pada pemeriksaan tzanck dengan pewarnaan giemsa ditemukan sel datia berinti banyak dan badan inklusi intranuklear.
Maka dapat disimpulkan penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simpleks yang ditandai adanya vesicel mutipel .

102

103. seorang mahasiswi berusia 21 tahun datang ke dokter dengan keluhan gatal-gatal di bagian wajah dan leher beberapa saat setelah makan makan laut. Pada pemeriksaan ditemukan bercak kemerahan dan edema lokal didaerah wajah dan leher. Selain itu, kelopak mata sedikit bengkak. Dua hari yang akan datang, ia akan menghadapi ujian. Obat antihistamin apa yang paling tepat
a. CTM
b. difenhidrain
c. siklizin
d. loratadin
e. dimenhidrined

JAWABAN : B (ilmu penyakit kulit dan kelamin, edisi ke tiga, hal. 143)
PEMBAHASAN :
Pada kasus ini adanya riwayat makan makanan laut. Setelah itu, sedikit baru timbul keluhan gatal-gatal di bagian wajah dan leher. Pada pemeriksaan, ditemukan bercak kemerahan, edema lokal di daerah muka dan leher, dan kelopak mata sedikit bengkak. Dengan gejala klinis seperti itu pasien ini mengalami reaksi alergi. Oleh karena itu, terapi yang diberikan adalah anti histamin, pertimbangan utama adaah pasien akan menghadapi ujian maka dipilih anti histamin yang tidak membuat mengatuk.

103

104. seorang laki-laki berusia 35 tahun dengan HIV (+) datang dengan candidiasis oral (+). Kemudian, dilakukan pemeriksaan KOH. Hasil apa yg diharapkan pada pemeriksaan?
a. spagheti dan meatball
b. hifa panjang bersekat
c. Pseudohifa
d. thifa pendek dinding tebal
e. gram positive

JAWABAN : C ( ilmu penyakit kulit dan kelamin, edisi ke tiga, ha;. 103-105)
PEMBAHASAN:
Pasien telah didiagnosis dengan candi diasis oral. Candidiasis, moniliasis, atau candidosis merupakan penyakit jamur yang di sebabkan oleh species candida dan dapat mengenai mulut, vagina, kulit,kuku,bronki,atu paru. Kadang-kadang dapat t sel dilakukan akan teenyebabkan septi kemia, endokartitis, atau manigitis. Pemeriksaan KOH 10persen yang dilakukan akan terlihat sel ragi, blastospora atau hifa semu.

104

105. sorang bay laki-laki berusia 7 bulan ibawa berobat oleh ibunya dengan keluhan bruntus-bruntus kemerahan di kedua pipi dan tampak gtl. Tida ada riwayat kontak dengan bahan-bahan tertentu sebelum timbulnya keluhan kulit. Ayahnya menderita urtikaria dan kakak menderita asma. Status dermatologis distribusi lesi bilateral asimetris pada kedua pipi tampak lesi multipel sebagian berkonfluens berukuran 0.3 x 0,3 x 0,1 cm sampai dengan 4 x 5 x 0,1 cm berbatas tegas. Sebagian besar berupa makula eritem, papula eritem, plak eritem squama, dan erosi. Apa diadnosisnya?
a. dermatitis numularis
b. dermatitis atopic
c. dermatitis statis
d . dermatitis kontak alergik
e. dermatitis venenata

JAWABAN : B (ilmu Penyakit Kulit dan kelamin, edisi ketiga, hal. 58-59)
PEMBAHASAN : Dermatitis atopikadalah peradangan kulit kronis dan residif disertai gatal yang berhubungan dengan atopi, yaitu mempunyai riwayat kepekaan dalam keluarganya. Misalnya, asma bronkial, rinitis alergi, konjungsivitas alerg, dan dermatitis atopik. Pada pembentukan infantil9 2 bulan-2 tahun) gambaran klinisnya berupa lesi yang dimulai di wajah (pipi dan dahi) dan skalp. Dapat pula mengenai tempat lain, seperti badan, leher, lengan, lutut dan tungkai. Lesi berupa eritema dan papulovesikel miliar yang sangat gatal. Karena garukan terjadi erosi, ekskoriasi, dan eksudasi atau krusta, tidak jarang mengalami infeksi.

105

106. seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke UGD dengan keluhan sejak dua hari lalu timbul bercak merah di kulit ayng semakin banyak. Keluhan disertai timbil keropeng di bibir, mata kemerahan, dan sedikit demam. Terdapat riwayat minum obat sebelumnya yaitu lima hari yang lalu. Sebelumnya, pasien belum prnah sakit seperti ini. Pada pemeriksaan fisik dijumpai macula eritem, vesikel, bula, purpura dan erosi di wajah, dada, punggung, lengan, serta tungkai. Pada mulut dijumpai krusta kehitaman dan erosi. Mata terlihat konjungtivitas. Apa diagnosisnya?
a. alergi obat
b. infeksi
c. neoplasma
d. inflamasi
e. infestasi

JAWABAN : A (ilmu Penyakit Dalam, edisi ketiga, hal. 139-142)
PEMBAHASAN:
Hal penting yang harus diperhatikan pada kasus ini adalah terdapat riwayat minum obat sebelumnya. Kemudian, baru muncul keluhan bercak merah di kulit yang makin banyak, keropeng di bibir, mata kemerahan . pada pemeriksaan fisisk dijumpai macula eritem, vesikel, bula, purpura dan erosi di wajah, dada, punggung, lengan dan tungkai, mulut dijumpai krusta kehitaman dan erosi, serta mata terlihat konjungsitivitas. . manifestasi ini gejala allergic drug eruption. Penyakit ini merupakan alergi pada kulit atau daerah mukokutan yang terjadi sebagai akibat pemberian obat yang biasanya sistematik. Pengobatan yang di berikan pada kasus ini adalah kortikosteroid, antihistamin, serta pengobatan topikal yang di sesuaikan dengan keadaan kulit.

106

107. seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan benjolan di leher kanan sejak tiga bulan yang lalu. Benjolan semakin lama semakin membesar. Pasien juga mengeluh sering pilek, gangguan pendengaran, telinga berdenging, dan terkadang di sertai nyeri. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, dan suhu 36,8?C. Pada pemeriksaan cavum nasi ditemukan, ada massa, sekret mukopurolen, dan nyeri tekan di telinga. Diagnosis pada pasien ini adalah...
a. kasinoma nasofaring
b. polip nasi
c. deviasi septum
d. angiofibroma nasofaring
e. abses septum

PEMBAHASAN :
Gejala klinis pada kasus ini adalah adanya benjolan dalam cavum nasi sejak tiga bulan yang lalu. Hal ini mengarah kepada keganasan.
Manifestasi klinis karsinoma nasofaring dapat dibagi menjadi empat kelompok, yaitu :
Yaitu :
1. Gejala nasofaring sendiri.
2. Gejala telinga.
3. Gejala mayta dan saraf.
4. Metastasis atau gejala di leher.
Gejala nasofaring dapat berupa epistaksis ringan atau sumbatan hidup, gejala yang sering belum ada. Sedangkan, tumor tidak tampak karena masih terdapat dibawah mukosa (creeping tumor). Gangguan pada telinga yang timbul karena tempat asal tumor dekat muara tuba Eustichius (fosa Rosenmuller). Gangguan berupa tinitus, dan tidak nyaman di telinga sampai nyeri (otalgia). Gangguan pada saraf dapat mengenai nervus III-XII, dengan adanya gejala diploma, neuralgia trigeminal, sindrom jackson, dan destruksi tulang tengkorak. Metasis ke kelenjar leher dalam bentuk benjolan di leher.

107

108. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun datang ke tempat praktik dokter umum mengeluh sakit menelan sejak tiga hari yang lalu. Keluhan disertai dengan badan meriang, pegal-pegal, lidah pahit, dan sakit menelan. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan, tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, dan suhu 36,8®C. Pada pemeriksaan tenggorokan didapatkan tonsil T3, hiperemis berselaput, dan unilateral. Terapi yang diberika adalah...
a. ADS + Penisilin
b. Amoksilin
c. Kortikosteroid + Vitamin
d. Ampisilin + Obat kumur
e. Eritromisin

JAWABAN : A. (Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorokan, Kepala leher, edisi kelima, hal. 181-182)
PEMBAHASAN :
Tonsilitis difterisering terjadi pada bayi dan anak yang berusia kurang dari 10 tahun. Penyebabnya corynebacterium diphteriae. Bakteri gram positif dan hidup di saluran napas yaitu hidung, faring, dan laring.
Manifestasi klinis dibagi menjadi tiga:
a) Gejala umum: gejala infeksi seperti demam subfebris, nyeri kepala, tidak nafsu makan, badan lemah, nadi lambat, dan nyeri menelan.
b) Gejala lokal tampak tonsil membengkakditutupi bercak putih kotor yang meluas menjadi membran semu. Kelenjar limfeleher akan membengkak sehingga leher menyerupai leher sapi (bull neck) atau disebut juga Burgemeester’s hals.
c) Gejala akibat eksotoksin, yaitu pada jantung, dapat terjadi miokarditis sampai decompensatio cordis. Mengenai saraf kranial yang menyebabkan kelumpuhan.
Diagnosis tonsilitis difteri ditegakkan berdasakan gambaran klinis. Pemeriksaan preparat langsung bakteri yang diambil dari permukaan bawah membran semu dan didapatkan bakteri Corynebacterium diphteriae.
Anti-Difteri Serum (ADS) diberikan segera tanpa menunggu hasil kultur dengan20.000-100.000 unit tergantug dari umur dan beratnya penyakit. Antibiotik penisilin atau eritromsin 25-50 mg/kgBB/hari. Antipiretik untuk simptomatik. Kemudian,karena penyakit ini menular, pasien harus diisolasi. Perawatan harus istirahat di tempat tidur selama 2-3 minggu.

108

109. seorag laki-laki berusia 19 tahu datang ke klinik dengan keluhan selalu bersin-bersin pagi hari karena debu. Bersin disertai dengan pilek yang encer, hidung tersumbat, dan gatal.pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuesi napas 20 kali/menit, dan suhu 36,8®C. Pada mpemeriksaan rinoskopi anterior tampak mukosa biru dan endema disertai sekret yang cair. Diagnosis kelainan ini adalah...
a. Rinitis alergika
b. Rinitis Vasomotor
c. Rinitis Hiportrofi
d. Rinitis Sika
e. Rinitis Ozaena

JAWABAN: A. ( Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorokan, Kepala Leher, edisi kelima, hal. 101)
PEMBAHASAN :
Rinitis alergi memiliki gejala klinis yang khas yaitu serangan bersin berulang. Tiap serangan lebih dari lima kali. Gejala lain adalah keluar ingus (rinore) ence dan banyak, hidung tersumbat, serta hidung dan mata gatal yang terkadang disertai lakrimasi. Pada anak-anak seringkali gejala tidak lengkap. Gejala spesifik lain pada anak adalah terdapat bayangan gelap didaerah bawah mata yang terjadi karena statisvena skunder akibat obstruksi hidung (allergic shiner), anak menggosok hidung karena gatal dengan punggung tangan (allergi salute), dan timbal garis melintang di dorsum nasi bagian sepertiga bawah (allergi crease). Pemeriksaan rinoskopi anterior tampak mukosa edema, basah, dan berwarna pucat atau lividdisertai sekretencer yang banyak.
Rintis vosomotor memiliki gejala hidung tersumbat, bergantian kiri dan kanan tergantung pada posisi pasien. Terdapat rinore yang mukus atau serus, jarang disertai dengan bersin, dan tidak ada ras gatal, pada pemeriksaan rinoskopi anterior tamgap edema mukosahidung, konka berwarna merah gelap, tetapi dapat pula pucat, dan pada rongga hidung terdapat sekret mukoid.
Rinitis hipertropi timbula akibat infeksi berulang dalam hidung dan sinus atausebagai lanjutan dari rinitis alergi dan vasomotor. Gejala utam adalah sumbatan hidung, sekret mokopurulen, dan nyeri kepala. Pada pemeriksaan akan ditemukan konka yang hipertropi, terutama konka interior. Permukaannya berbenjol-benjol ditutupi oleh mukosa yang hipertropi.
Rinitis sika dengan gejala rasa iritasi atau kering di hidung yang kadang disertai epistaksis. Pada pemeriksaan ditemukan mukosa yang kering, terutama bagian depan septum dan ujung depan konka inferior. Krusta biasanya sedikit atau tidak ada.
Rinitis ozaena merupakan infeksi hidung yang ditandai atrofiprogresif pada mukosa dan tulang konka dengan gejala sekret kental dan cepat mengering sehingga terbentuk krusta yang berbau busuk.

109

110. Seorang pria berusia 70 tahun datang dengan keluhan mulut mencong ke kiri. Keluhan juga disertai dengan nyeri telinga. Rasa nyeri bertambah jika daun telinga dgerakkan dan disertai dengan keluar cairan kental kuning dari telinga. Pasien memiliki riwayat diabetes melitus tipe 2. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, dan suhu 38®C. Pemeriksaan telinga didapatkan pinna luna, kanal auditory eksterna radang dan endema, serta leukosit normal. Organisme penyebabnya adalah..

a. Pseudomonas aerufinosa
b. Staphylococcus aureus
c. Candida albicans
d. Moraxella cattarallis
e. Haemophylus influenza

JAWABAN: A. (Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorokan, Kepala Leher, edisi kelima, hal. 48)
PEMBAHASAN:
Otitis eksterna maligna adalah suatu tipe khusus dari infeksi akut yang difus di liang telinga luar. Gejala dimulai rasa gatal di liang telinga diikuti dengan cepat oleh nyeri hebat, sekret yang banyak, pembengkakan liang telinga, dan jaringangranulasi menutupi liang telinga. Saraf fasial dapat terkena sehingga menimbulkan paresis atau paralisis fasial. Kelainan patologik penting adalah osteomielitis yang disebabkan oleh infeksi pseudomonas aeroginosa.

110

111. Diagnosis keadaan di atas adalah...
a. Otitis media kronis
b. Otitis media kronis maligna
c. Otitis eksterna maligna
d. Bell’s palsy
e. Kolesteatoma

JAWABAN: C. (Buku Ajr Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorokan, Kepala Leher, edisi kelima, hal. 48)
PEMBAHASAN :
Gejala Otitis eksterna maligna dimulai rasa gatal diliang telinga diikuti dengan cepat oleh nyeri hebat, sekret yang banyak, pembengkakan liang telinga, dan jaringan granulasi menutupi liang telinga. Saraf fasial dapat terkena sehingga menimbulkan paresis atau palisis fasial. Kelainan patologik penting adalah osteomielitis.

111

112. Seorang laki-laki berusia 23 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan sakit gigi sejak empat hari yang lalu. Pasien juga sering mengelu pilek, hidung tersumbat, tetapi susah membuang ingus. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, dan suhu 38®C. Pada pemeriksaan rinoskopi anterior tampak benjolan dengan permukaan licin, mengilat, tidak nyeri tekan, dan mudah digerakkan. Diagnosis pada pasien ini adalah...
a. Polip nasi
b. Deviasi septum
c. Rintis alergi
d. Rintis vasomotor
e. Karsinoma nasofaring

JAWABAN : A. (Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorokan, Kepala Leher, edisi kelima, hal. 96-98)
PEMBAHASAN :
Gejala klinis polip nasi adalah hidung tersumbat yang menetap, tidak hilang timbul, dan semakin lama semakin berat pasien sering mengeluh terasa ada massa di dalam hidung dan sukar membuang ingus.gejala lain adalah gangguan penciuman. Gejala skunder lain adanya post asal drip, sakit kepala, nyeri muka, suara bindeng, teinga rasa penuh, mendengkur, gangguan tidur, dan penurunan kualitas hidup. Dengan pemeriksaan rinoskopi anterior biasanya dapat dilihat. Polip yang masif dapat menyebabkan deformitas hidung luar. Pengobatan berupa terapi medikamentosa dan operasi. Terapi yang diberikan kortikosteroid, etmoidektomi, atau bedah sinus endoskopi fungsional (BSEF).

112

Soal Untuk nomor 113-114
Seorang wanita berusia 22 tahun datang dengan keluhan nyeri menelan sebelah kanan pada pasien dijumpai demam dan suara sengau. Pemeriksaan tenggorokan sulit dilakukan karena ada trismus 3 cm. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, dan suhu 36,8®C. Pada pemeriksaan tenggorokan palatum mole tampak membengkak dan menonjol ke depan dan teraba fluktasi. Uvula bengkak dan terdorong ke kiri. Tonsil membengkak dan hiperemis.
113. Awal penatalaksanaan pad keadaan ini adalah...
a. Antitetanus + antibiotika
b. Pungsi percobaan abses peritonsil
c. Pemasangan nasogastrik
d. Antiseptik kumur
e. Evakuasi abses dengan insisi

JAWABAN: B. (Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorokan, Kepala Leher, edisi kelim hal. 185-186)
PEMBAHASAN :
Manifestasi klinis yang ditemukan pada kasus ini mengarah ke diagnosi abses peritonsil.
Abses peritonsil terjadi akibat komplikasi tonsilitis akut atau infeksi dari kelenjar weber. Selain ditemukan gejala tonsilitis akut, juga terdapat odinofagia (nyeri menelan) hebat biasanya pada sisi yang sama, nyeri telinga (otalgia), muntah (regurgitasi), mulut berbau (feotor ex ora), hipersalivasi, suara sengau (rinolalia), trismus, serta pembengkakan kelenjar submandimula dengan nyeri tekan. Pemeriksaan menyeluruh faring sulit dilakukan karena adanya trismus. Tampak palatum mole membengkak dan menonjol ke depan, dapat teraba fluktasi. Uvula bengkak dan terdorong ke sisi kontralateral. Tonsil bengkak, hiperemis, mungkin banyak detritus dan terdorong ke arah tengah., depan, dan bawah. Terapi pada stadiumi infiltrasi di berikan antibiotik dosis tinggi, obat simptomatik, obat kumu-kumur dengan cairan hangat, dan kompres dingin pada leher. Jika teah terbentuk abses, dilakukan pungsi pada abses. Kemudian, diinsisi untuk mengeluarkan nanah. Bila terdapat trismus, nyeri diatasi dengan menyuntikan xylocain atau novacain 1% di ganglion sfenopalatinum. Selanjutnya, dianjurkan untuk tonsilektomi.

113

114. Diagnosis anda sebagai dokter adalah...
a. Faringitis kronis
b. Tumor nasofaring
c. Abses peritonsiler
d. Sinusitis
e. Laringitis

JAWABAN : C. (Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorokan, Kepala Leher, edisi kelima hal.185-186)

PEMBAHASAN :
Pada pasien ditemukan manifestasi klinis yag mengarah ke diagnosi abses peritonsiler. Maka diagnosis kerjanya adalah abses peritonsiler.

114

115. Seorang pasien berusia 25 tahun mengeluh nyeri telinga kiri hebat. Rasa nyeri juga akan bertambah jika pasien menggerakkan mulut ataupun saat daun telinganya di tarik. Pasien merasakan pendengarannya normal. Pada peneriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, dan suhu 36,8®C. Pada otoskopi tidak didapatkan perforasi. Diagnosis kelainan di atas adalah...
a. OE sikumskripta
b. OE difusa
c. Perikondritis
d. OMSA
e. OMSK

JAWABAN : A. (Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telina, Hidung, Tenggorokan, Kepala Leher, edisi kelima hal. 46-47)
PEMBAHASAN:
Furunkel terbentuk pada sepertiga luar liang telinga yang mengandung adneksa kulit sehingga pada organ telinga dikenal denga otitis eksterna sirkukripta. Bakteri penyebabnya biasanya Staphylococcus aureus atau albus. Gejalanya adalah rasa nyeri hebat. Gangguan pendengaran terjadi bila furunkel membesar dan menyumbat liang telinga. Terapi dengan antibiotik salep seperti polymixin. Bila telah menjadi abses maka diaspirasi untuk mengeluarka nanah.

115

116. Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dating ketempat praktik dokter dengan keluhan nyeri telinga disertai dengan demam,badan lemah dan lesu,serta tidak ada nafsu makan.Pada pemeriksaan tanda vital didapat denyut nadi 80 kali/menit,frekuensinafass 20 kali/menit,dan suhu 39oC.Pada pemeriksaan telinga kanan tampak membrane timpani merah menonjol,tetapi tidak ada perforasi.
Diagnose kelainan diatas adalah …..
a. OMA d. OMS
b. OMK e. Furunkel
c. Miringitis

JAWABAN: A (Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga,Hidung,Tenggorokan,Kepala Leher,edisi kelima,hal.51-53)
PEMBAHASAN :
Otitis media akut memiliki beberapa stadium :
1. Oklusi tuba eustachius: adanya gambaran retraksi membrane timpani.Kadang-kadang membrane timpani tampak normal atau berwarna keruh pucat.Pengobatan pada stadium ini bertujuan untuk membuka tuba Eustachius.Maka diberikan HCl efedrin 0,5% dalam larutan fisiologis untuk usia 12 tahun dan pada orang dewasa.
2. Hiperemis (presupurasi).Tampak pembuluh darah yang melebar pada membran timpani sehingga tampak hiperemis dan edema.Sekret yang terbentuk mungkin masih bersifat eksudat yang serosa sehingga sukar dilihat.Terapi pada stadium ini adalah antibiotic,obat tetes hidung,dan analgetik.Antibiotik yang dianjurkan penisilin,ampisilin,amoksilin,atau eritromisin.Jika membran timpani sudah terlihat hiperemis difus.
3. Supurasi.Terlihat membran timpani menonjol (bulging) kearah telinga luar.Pasien tampak kesakitan,nadi dan suhu meningkat,serta nyeri ditelinga bertambah hebat.Pada stadium ini disamping diberikan antibiotic sebaiknya disertai dengan miringotomi bila membrane timpani masih utuh.Dengan miringotomi gejala-gejala klinis lebih cepat hilang dan rupture dapat dihindari.
4. Perforasi.Terjadi rupture membran timpani dannanah keluar mengalir dari telinga ke liang telinga luar.Saat stadium ini suhu badan turun.Pengobatan yang diberikan adalah obat cuci telinga H2O2 3% selama 3-5 hari serta antibiotic yang adekuat.Biasanya secret akan hilang dan perforasi dapat menutup kembali dalam waktu 7-10 hari.
5. Resolusi.Bila membrane timpani tetap utuh,perlahan-lahan akan normal kembali.Bila telah terjadi perforasi,secret akan berkurang dan akhirnya kering.Resolusi terjadi bila daya tahan baik atau virulensi kuman rendah,walaupun tanpa pengobatan.Bila tidak terjadi resolusi,biasanya akan tampak secret mengalir pada liang telinga luar melalui perforasi di membrane timpani.Keadaan ini dapat ddisebabkan berlanjutnya edema mukosa telinga tengan.Pada keadaan demikian, antibiotic dapat dilanjutkan sampai 3 minggu.Jika setelah 3 minggu secret masih tetap banyak ,kemungkinan terjadi mastoiditis.
Pada kasus ini terdapat manifestasi klinis OMA stadium supurasi.

116

117. Seorang anak beerusia 2 tahun dating kepuskesmasbersama orangtuanya dengan keluhan dari lubang hidung kanan keluar ingus kental,kuning,dan bau sejak 4 hari yang lalu.Pada lubang hidung kiri tidak pernah keluar cairan .Pada pemeriksaan tanda vital dalam batas normal.Orangtua pasien mengatakan bahwa anaknya senang sekali bermain-main dengan kelereng dan manik-manik yang berwarna-warni.Diagnosis yang mungkin adalah ………
a. Rhinitis akut d. Carsinoma
b. Benda asing e. Polip nasi
c. Ozaena

JAWABAN : B (Boies Buku Ajar THT,edisi 6,hal.238-239)
PEMBAHASAN :
Benda asing sebagai penyebab sumbatan hidung hamper selalu ditemukan pada anak-anak.Anak-anak cenderung memasukan benda-benda kecil kedalam hidung.Benda asing yang sering ditemukan adalah manik-manik,karet pengapus,kelereng,kacang polong,kacang buncis,kacang tanah,dan batu.Bila benda tersebut belum lama dimasukan maka tidak muncul gejala yang menggangu kecuali bila benda tersebut tajam atau sangat besar.Gejala yang sering adalah obstruksi unilateral dan secret yang bau.Benda asing umumnya ditempukan pada bagian anterior vestibulum atau pada meatus inferior sepanjang dasar hidung.Benda asing harus dikeluarkan untuk mencegah nekrosis dan infeksi sekunder yang mungkin timbul.

117

118. Seorang wanita usia 30 tahun dating ketempat praktik dokter dengan keluhan keeluar cairan dari telinga kiri yang hilang timbul sejak dua minggu yang lalu.Keluhan disertai dengan pendengaran menurun dan nyeri pada telinga.Tidak ada demam.Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan,tekanan ddarah 120/80 mmHg,deyut nasi 80 kali/menit,frekuensi napas 20 kali/menit,dan suhu 36,8oC.Pada otoskopi tidak tampak perporasi membrane timpani,terdapat jaringan granulasi,serta sedikit cairan dan kolesteatoma.Kemungkinan diagnosisnya addalah ……..
a. Otitis media supuratif akut d. Miringitis bulosa
b. Otitis media kronis maligna e. Otitis media serosa
c. Otitis media kronis benigna

JAWABAN : B. (Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga ,Hidung,Tenggorokan,Kepala Leher,edisi kelima,hal,54-55)
PEMBAHASAN :
Otitis media akut dengan perforasi membrane timpani menjadi otitis media supuratif kronik (OMSK) apabila prosesnya sudah lebih dari 2 bulan.OMSK adalah infeksi kronis ditelinga tengah dengan perforasi membrane timpani dan secret yang keluar dari telinga terus menerus atau hilang timbul.Yang dimaksud dengan OMSK tipe maligma ialah OMSK yang disertai kolesteatoma.Koesteatoma merupakan suatu kista epithelial yang berisi deskuamasi epitel (keratin).Tipe ini perforasinya letak marginal atau atik, terkadang terdapat juga kolesteatoma dengan perforasi subtotal.Sebagian besar komplikassi berbahaya atau fatal timbul pada tipe ini.

118

119. Seorang anak perempuan berusia 13 tahun mengeluh keluar cairan yang berasal dari telinga kiri.Terjadi hilang timbul .Pertama kali muncul keluhan keluar cairan dua bulan yang lalu.Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg,deyut nadi 80 kali/menit ,frekuensi napas 20 kali/menit,dan suhu 36,8oC .Pada pemeriksaan didapatkan pula pendengaran menurun.Dari pemeriksaan ditemukan perforasi subtotal membrane timpani.Diagnosa yangmungkin pada pasien ini adalah……….
a. OMA d. OME
b. OMSK e. OM
c. OM efusi

JAWABAN : B. (Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga ,Hidung,Tenggorokan,Kepala Leher,edisi kelima,hal,54-55)
PEMBAHASAN :
Manifestasi klinis yang ditemukan adalah keluhan cairan dari telinga kiri sejakdua bulan yang lalu,pada pemeriksaan terdapat pendengaran menurun,dan perforasi subtotal membrane timpani.Hal-hal tersebut mengarah ke OMSK.

119

120. Seorang laki-laki berusia 35 tahun dating ketempat praktik dokter umum dengan keluhan sulit menelan.Keluhan ini sering kali kambuh.Keluhan tidak disertai dengan demam,batuk,dan pilek .Padda pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan ddarah 130/80 mmHg,deyut nadi 80 kali/maneit,frekuensi nafas 20 kali/menit,dan suhu 36,5oC.Dari pemeriksaan didapat faring normal,tidak hiperemis,dan tonsil T1-T2.Pada pemeriksaan X-ray,esophagus ditemukan gambaran cobble stone appearance.Diagnosisnya adalah ………
a. Esofagitis kronik d. Laringitis
b. Benda asing e. Globus histerikus
c. Akalasia

JAWABAN : A. (Boies Buku Ajar Penyakit THT,edisi 6,hal.54-55)
PEMBAHASAN :
Esofagitis sering disebabkan oleh spesies candida yang masuk melalui penelanan saliva atau makanan yang terkontaminasi.Beberapa pasien tidak menunjukan gejala.Namun, dapat pula dengan keluhan disfagia atau rasa panas,nyeri tenggorokan,dan nyeri retrosternal.Gambaran radiografi esophagitis kandisa khas.Mukosa esophagus yang kasar dengan ulserasi yang dalam pembentukan pseudopolipoid sebagai tanda yang khas bahkan patognomonik.Esofagoskopi merupakan pemeriksaan yang spesifik bila dapat ddilakukan biopsy mukosa esophagus.Sitologi sebagai pengganti biopsi dapat memberikan hasil negative palsu.

120

121. Seorang wanita beerusia 27 tahun ( sedang hamil 6 bulan ) tiba-tiba merassa hidungnya tersumbat dan kurang pengengaran keetika melakukan perjalanan dengan pesawat terbang.Tidak ada riwayat trauma kepala maupun influenza.Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan ,tekanan darah 110/70 mmHg,deyut nadi 80 kali/menit,frekuensi nafas 20 kali/menit,dan ssuhu 36,8oC.Pada pemeriksaan ,hidung dan tenggorokan dalam keadaan normal.Penyebabnya addalah ……...
a. Noice induced deafness d. Mioklonus palatum
b. Sudden deafness e. Palatoskisis
c. Oklusi tuba

JAWABAN : C (Boies Buku Ajar Penyakit THT ,edisi,hal.90)
PEMBAHASAN :
Tuba eustachius menghubungkan rongga telinga tengah dengan nasofaring.Tuba biasanya tertutup dan akan terbuka melalui kontraksi otot tensor veli palatine pada saat menelan,menguap,atau membuka rahang.Fungsi tuba eustachius adalah untuk ventilasi,drainase,dan proteksi telinga tengah dari kontaminasisekresi nasofaring.Ventilasi memungkinkan keseimbangan tekanan atmosfer pada kedua sisi membrane timpani.Tuba akan membuka melalui kerja otot jika terdapat perbedaan tekanan sebesar 20-40 mmHg.Saat naik pesawat terbang akan terjadi perbedaan tekanan atmosfer dan ini meenyebabkan tuba tertutup.Penyebab keeadaan pada kasus ini adalah oklusi tuba.

121

122. Pemeriksaan penunjang dilakukan untuk membantu menegakan diagnosis adalah …
a. CT Scan d. MRI
b. Water Photo e. Foto Servikal
c. Lateral Foto polos Cranium

JAWABAN : B (Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorokan, Kepala, Leher, edisi 5, hal.121)
PEMBAHASAN :
Gejala klinik pada pasien ini adalah keluhan pilek, ingus bau (+), pipi bengkak (+), Nyeri (+) dan demam, serta pada gigi geraham atas terdapat lubang. Gejala subjektif ini mengarah ke diagnosis sinusitis. Pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan radiologi dengan posisi waters, PAdan lateral. Akan tampak perselubungan atau penebalan mukosa batas cairan udara (air fluid level) pada sinus yang sakit.
DSM

122

123. Diagnosis yang mungkin adalah….
a. Sinusitis Akut d. Rhinitis eksaserbasi akut
b. Sinusitis Kronis e. Rhinitis alergi
c. Sinusitis eksaserbasi subakut

JAWABAN : A. (Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorokan, Kepala Leher, edisi kelima, hal 120-121)
PEMBAHASAN :
Sinusitis akut dimulai dengan penyumbatan daerah kompleks ostiomeatal oleh infeksi,obstruksi mekanis atau alergi, serta dapat pula merupakan penyebaran ari infeksi gigi. Gejala klinis berupa demam dan rasa lesu. Local pada hidung terdapat ingus kental yang kadang berbau dan dirasakan mengalirke nasofaring. Dirasakan hidung tersumbat, rasa nyeri sinus yang terkena, serta kadang-kadang ada nyeri alih ditempat lain. Pada pemeriksaan, ada nyeri teekan serta terdapat pembengkakan didaerah wajah. Pada sinusitis maksila terlihat di pupu dan kelopak mata bawah. Pada sinusitis frontal, didahi dan kelopak mata atas. Pada sinusitis etmoid jarang timbul pembengkakan, kecuali bila ada komplikasi. Pada rinoskopi anterior tampak mukosa konka hiperemis dan edema. Pada rinoskopi posterior tampak mukopus di nasofaring (post nasal drip). Pada sinusitis subakut gejala klinisnya sama dengan sinusitis akut, hanya tanda-tanda radang akutnya demam, sakit kepala hebat, nyeri tekan) sudah reda.

123

124. Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dating dengan poliklinik dengan keluhan mengorok. Terdapat keluhan nyeri tenggorokan yang hilang timbul sejak satu tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik tonsil T3-T2, hiperemis, krita membesar, serta tidak ada detritus. Kuman apa yangmenyebabkan penyakit diatas, yang toksinnya dapat menimbulkan komplikasi glomerulo nefritis atau miokarditis?
a. Staphylokokus aureus d. Morexella Catharalis
b. Streptokokus B hemolitikus e. Psedomonas aerogenosa
c. Pneumokokus

JAWABAN : B. (Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorokan, Kepala Leher, edisi kelima, hal 181)

PEMBAHASAN :
Tonsilitis merupakan radang akut tonsil yangdisebabkan oleh kuman grup A streptococcus B hemolittikus, pneumokokus,streptokokus, viridian, dan streptokokus piogenes. Gejala dan tanda yang seering ditemukan adalah nyeri tenggorokan dan nyeri waktu menelan, demam dengan suhu tubuh yang tinggi, rasa lesu, rasa nyeri disendi-sendi, tidak nafsu makan, serta rasa nyeri ditelinga. Pada pemeriksaan tampak tonsil membengkak, hiperemis, terdapat detritus berbentuk folikel, serta lacuna atau tertutup membrane semu. Kelenjar submandibular membengkak dan nyeri tekan. Pada kasus ini penyebab tonsillitis yang dapat juga menimbulkan glomerulonephritis atau miokarditis adalah streptokokus B hemolitikus.

124

125. Seorang laki-laki berusia 35 tahun mengeluh pilek, bersin-bersin, hidung buntuk diikuti sakit kepala. Pilek mula-mula encer tetapi setelah berapa hari menjadi kental. Pada pemeriksaan fisik, hidungterdapat cairan kental, konka hiperemi, dan udem. Diagnosisnya adalah …
a. Rhinitis vasomotor d. Sinusitis maxillaris
b. Rhinitis alergi e. Sinusitis Frontalis
c. Rhinitis akuta

JAWABAN : A. (Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorokan, Kepala Leher, edisi kelima, hal 107)
PEMBAHASAN :
Rinitis vasomotor memiliki gejala hidung tersumbat, bergantian kiri dan kanan tergantung aada posisi pasien. Terdapat rinore yang mucus atau serus, jarang disertai dengan bersin, dan tidak ada rasa gatal. Pada pemeriksaanrinoskopi anterior, tampak edema mukosa hidung. Konka berwarna merah gelap, tetapi terdapat pula pucat serta terdapatpula secret mukoid pada ronggga hidung.

125

126. Seorang laki-laki 47 Tahun dating ke puskesmas terdekat dengan keluhan lesu dan nafsumakan turun. Keluhan disertai demam, batuk dan merasa semakin kurus. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/80 mmGh, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi nafas 20 kali/menit, dan suhu38,00 C. setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang, diagnosisnya adalah TB paru. Tindakan untuk preventif penyakit adalah …

a. Penyuluhan hidup sehat d. Memeriksa seluruh keluarga
b. Pemeriksaan sputu e. Rujuk ke SpP
c. MRS

JAWABAN : A (Kesehatan masyarakat ilmu dan seni, hal 111-112)
PEMBAHASAN :
Pelayanan kesehatan berdasarkan lima tingkat pencegahan penyakit dari Leavell dan Clark, sesuai dengan pemanfaatannya yaitu :
a. Promosi kesehatan (helath promotion) pada tingkat ini dilakukan tindakanumum untuk menjaga keseimbangan proses bibit penyakit pejamu lingkungan,. Sehingga dapat menguntungkan manusia dengan cara meningkatkan daya tahan manusia dan memperbaiki lingkungan. Tindakan ini dilakukan pada orang sehat. Contohnya penyuluhan cara hidup sehat dan olahraga.
b. Perlindungan khusus (special protection). Tindakan yang dilakukan masih dimaksudkan untuk pencegahan penyakit. Tetapi sudah terarah pada penyakit tertentu. Dilakukan pada orang sehat yang memiliki resiko terkena penyakit tertentu. Contohnyaimunisasi dan keluarga berencana.
c. Dignosis dini dan pengobatan segera ( early diagnosis dan prompt treatment)merupakan tindakan menemukan penyakit sedini mungkin dan melakukan penatalaksanaan segera dan terapi yang tepat.
d. Pembatasan cacat (disability limitation). Dilakukan penatalaksanan yangadekuat. Dilakukan pada pasien dengan penyakityang telah lanjut untuk mencegah penyakit menjadi berat, menymbuhkan pasien, dan mengurangi kemungkinan cacat yang timbul.
e. Rehabilitasi (rehabilitation) tindakan ini dimaksudkan untuk mengembalikan pasien ke masyarakat agar dapat hidup dan bekerja secara wajar atau tidak menjadi beban orang lain.

126

127. Kepala puskesmas kecamatan Agagal dalam melaksanakan suatu program kesehatan masyarakat setelah dievaluasi. Diketahui salah satu penyebabnya adalah karena berkurangnyadukungan dari dinkes, camat dan lurah setempat. Strategi apa yang harus ddiambil pada keadaan ini ?
a. Advokasi d. dukungan social
b. kemitraan e. komunikasi
c. pemberdayaan masyarakat

JAWABAN : A ( dasar-dasar ilmukesehatan masyarakat dankedokteran komunitas FK Unsri)
PEMBAHASAN :
Setelah dilakukan nya komunikasi kepada instansi daerah yang terkaitmakatindakan selanjutnyayang dilakukan adalah advokasi.

127

128. Seorang pasien dirawat disebuah rumah sakit dan kemudian diperbolehkan pulang setelah satu minggu dengan saran dirujuk ke puskesmas terdekat untuk control. Tipe rujukannya adalah…
a. Kolateral d. Vertikal
b. Interval e. horizontal
c. Silang

JAWABAN : D. (Pengantar Administrasi kesehatan, hal. 42)
PEMBAHASAN :
Adapun yang dimaksudsistem rujukan di Indonesia seperti yang telah dirumuskan dalam SK Mentri Kesehatan RI No. 31 Tahun 1972. Suatu system penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelimpahan tanggung jawab timbalbalik terhadap suatu kasuspenyakit secara vertical, dalam arti dariunit yang berkemampuan kurang kepada unit yang lebih mampu atau secara horizontal, dalam arti antar unit-unit yang setingkat kemampuannya.
129. Berikut daftar penyakit infeksidan noninfeksi pada puskesmas A tahun 2007

128

129. Berikut daftar penyakit infeksidan noninfeksi pada puskesmas A tahun 2007
Penyakit Jumlah
Hipertensi 3365
TBC 349
Demam berdarah 120
ISPA 3949
Gizi buruk 41

Dalam penentuan prioritas masalah kesehatan menurut Pan American Healtth Organization berdasarkan “severity of the problem” yang memiliki skor tertinggi adalah …
a. Hipertensi d. Gizi buruk
b. TBC e. Demam berdarah
c. ISPA

JAWABAN : E (dasar-dasar ilmukesehatan masyarakat dankedokteran komunitas FK Unsri)
PEMBAHASAN :
Prioritas masalahkesehatan menurut Pan American organization berdasarkan “Severity of the problem” adalah demam berdarah.

129

130. Seorang anak laki-laki 10 tahun ke UGD dengan kaki dan tangan dingin selama satu jam. Sejak empat hari yang lalu, panas tingggi terus-menerus batuk (-), pilek (-), dan tidak mau makan. Mual dan muntah kehitaman. BAB dan BAK tidak ada kelainan. Selama tiga jam mengeluh sakit perut dan anak gelisah. Berat badan 25 Kg, anemia (-), akral dingin +/+ Trombo 25.000/mm3 CR > 2. Bentuk pencegahan yang dilakukan adalah …
a. Pemberantasan sarang nyamuk d. kortikosteroid
b. vaksinasi e. imunoglobilin
c. Isolasi pasien

JAWABAN : A (Kapita slekta kedokteran jilid 1 edisi ketiga, hal. 7)
PEMBAHASAN :
Tindakan preventif yang dilakukan adalah promosi kesehatan (health promotion) pada tingkat ini dilakukan tindakan umum untuk menjaga keseimbangan proses bibit penyakit –pejamu-ligkungan. Tindakan ini dilakukan pada orang sehat. Contohnya, penyuluhan cara hidup sehat dan kesehatan olahraga.

130

131. Seorang anak perempuan berusia 7 bulan datang ke unit rawat darurat rumah sakit dengan dengan keluhan BAB cair sejak tiga hari yang lalu. BAB berupa cairan berwarna kuning sebanyak lima kali sehari, darah (-), dan lendir (-). Keluhan ini disertai keluhan muntah dua kali setiap hari. Pasien tidak mau minum dan terlihat lesu. Dari pemeriksaan fisik, terlihat mata cekung, turgor kulit kembali sangat lambat dan denyut nadi lambat. Penatalaksanaan untuk pasien ini adalah....
a. RL 1 jam pertama 300 cc, 5 jam kedua 70 cc
b. RL 1 jam pertama 30 cc, 3 jam kedua 70 cc
c. RL 30 cc/gBB/jam
d. RL 50 cc/kgBB/jam
e. RL 100cc/kgBB/jam

JAWABAN : A (Buku Ajar Diare Pegangan bagi Mahasiswa Depkes RI, hal. 76)
PEMBAHASAN :
Diare adalah defekasi/buang air besar yang cair/encer lebih dari 3 kali sehari dengan/tanpa darah dan/atau lendir tanpa tinja. Diare akut menunjukkan diare yang terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari 7 hari.
Penilaian derajat dehidrasi:
Penilian A B C
Lihat: keadaan umum Baik, sadar Gelisah, rewel Lesu, lungai, atau tidak sadar
Mata Normal Cekung Sangat cekung dan kering
Air mata Ada Tidak ada Tidak ada
Mulut dan lidah Basah Kering Sangat kering
Rasa haus Minum biasa, tidak haus Haus, ingin minum banyak Malas minum atau tidak bisa minum
Periksa: turgor kulit Kembali cepat Kembali lambat Kembali sangat lambat
Hasil pemeriksaan Tanpa dehidrasi Dehidrasi ringan/sedang Dehidrasi berat
Terapi Rencana terapi A Rencana terapi B Rencana terapi C

Pada kasus ini, diagnosisnya adalah diare akut dengan dehidrasi berat. Karenanya, rencana terapi C yang digunakan. Pengobatan pilihan untuk dehidrasi berat adalaha rehidrasi intravena (IV). Cairan IV diberikan segera. Cairan ringer laktat (garam normal) diberikan 100mg/kg. Berikut ini pembagiannya:
Umur Pemberian I: 30 l/kg dalam Kemudian, 70 ml/kg dalam
Bayi1 tahun ½ - 1 jam 2½ - 3 jam
Pemberian cairan diulang bila nadi masih lemah atau tidak teraba. Pasien dinilai tiap 1 – 2 jam. Bila rehirasi belum tercapai, percepatan tetesan IV. Apabila pasien bisa minum, berikan oralit 5 ml/kg/jam setelah 3 – 4 jam pada bayi atau setelah 1 – 2 jam pada anak-anak.

131

132. Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun mengeluh lemah tungkai bawah, sedangkan tungkai atas semakin lemah. Dua minggu yang lalu pasien terkena ISPA. Pada pemeriksaan fisik di dapatkan denyut jantung 60 – 140 kali/menit, tekanan darah 90/60 mmHg, dan respiratory rate 50 kali/menit dangkal. Ditemukan paresis pada empat ekstremitas. Refleks tendon (-) dan sensorik baik. Diagnosis pada psien ini adalah.....
a. Poliomielitis
b. Miastenia gravis
c. Mielitis transversa
d. Ensefalitis viral
e. Sindroma guillan barre

JAWABAN : A (Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak 2, hal. 623)
PEMBAHASAN : Poliomielitis memiliki gejala kelemahan/paralisis/paresis otot leher, abdomen, tubuh, diafragma, thoraks dan terbanyak ekstremitas bawah. Sifat paralisis asimetris. Refleks tendon berkurang/menghilang. Tidak terdapat gangguan sensibilitas.
Bedanya dengan sindrom Guillan Barre adalah:
1. Sebeum paralisis pada lebih 50% sindrom Guillain Barre terdapat demam tinggi.
2. Paralisis tidak akt eperti piloimielitis, tetapi perlahan-lahan.
3. Pada sindrom guillain barre terjadi kelumpuhan bilateral simetris.
4. Likuor serebrospinalis pada stadium permulaan poliomielitis adalah pleiositosis, sedangkan pada sindrom guillain barre protein meningkat.
5. Prognosis sinrom guillain barre smbuh tanpa gejala sisa.
6. Pada sindrom guillain barre terdapat gangguan sensorik.

132

133. Bayi berusia 10 bulan mengalami kejang selama lima menit. Byi dibawa e unit gawat darurat. Keluhan ini disertai dmam sejak delapan jam yang lalu. Kejang terjai merupakan kejang yang pertama kali. Diagnosis yang mungkin pda pasien ini adalah....
a. Meningitis + kejang demam
b. epilepsi + kejng demam
c. Meningitis + epilepsi
d. epilepsi + menngitis
e. ensefalitis + epilepsi

JAWABAN : A (Kapita Selekta Kekokteran Jilid 2, edisi ketiga, hal. 434 – 441)
PEMBAHASAN :
Kejang demem adalah bangkitan kejang yangbterjadi pada kenaikan sushu tubuh (suhu rektal lebih dari 38ºC) yang disebabkan oleh proses ekstrakranium. Menurut concensus statement o febrile seizures (1980), kejng demam adalah suatu kejadian pada bayi atau anak, baisanya pada umur 3 bulan – 5 tahun. Berhubungan dengan demam, tetapi tidak pernah terbukti adanya infeksi intrakranial atau penyebab tertentu. Anak yang pernah kejang tanpa emam dan bayi yang berumur urang dari 4 minggu tidak termasuk. Kejang demam harus dibedakan denga epilepsi, yaitu ditabdai dengan kejang berulang tanpa demam. Definisi ini menyingkirkan kejang yang disebabkan penyakit saraf seperti meningitis, ensefalitis, atau ensefalopi. Umumnya kejang demam berlangsung singkat, berupa serangan kejang kloni, atau tonik klonik bilateral. Sebagian besar berlangsung kurang dari 6 menit dan kurang dari 8% berlangsung lebih dari 15 menit. Seringkali kejang berhenti sendiri. Setelah kejang, tanpa defisit neurologis. Pada meningitis, memberikan gejala klinis demem, muntah, geisah, kejang berulang, high pitched cry pada bayi, ubun-ubun tegang, dan menonjol. Sedangkan pada ensefalitis selain ditandai demam, sakit kepala, muntah, malaise, nyeri ekstremitas, dan pucat, juga ditandai dengan gelaja neurologis. Diantaranya, gelisah, iritabel, screaming attack, perubahan perilaku, gangguan kesadaran, kejang, afasia, hemiparesis, hemiplegia, ataxia, dan paralsis saraf otak. Pada kasus ini, terdapat gejala kejang selama lima menit. Baru pertam kali terjadi dan disertai demam terlebih dahulu. Diagnosis yang mungkin adalah kejang demam dan meningitis.

133

134. Seorang laki laki berusia 11 bulan datang ke dokter umum dengan keluhan sesak napas selama satu hari. Sesak napas disertai panas dan batuk pilek sejak 4 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan, frekuensi pernapasan 56 kali/menit, napas cuping hidung (+), retraksi interkostal (+), dan rektasi epigastrium (+). Pada auskultasi ditemukan crakles dikedua lapangan paru. Pemeriksaan fisik yang mendukung diagnosis utama menurut WHO adalah...
a. Demam, sesak
b Demam, RR cepat
c. Sesak, crackles
d. sesak, batuk
e. RR cepat, retraksi

JAWABAN : E (Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2, edisi ketiga, hal. 467)
PEMBAHASAN :
Dari manifestasi klinis yang didapat pada kasus di atas, seperti demam tinggi sampai 39ºC, batuk, adanya retraksi, dan pada auskultasi ditemukan crackles (ronki) mengarah ke diagnosis pneumonia. WHO memiliki pedoman diagnosis dan penatalaksanaan. Berdasarkan pedoman tersebut, pneumonia dibedakan atas :
1. Pneumonia sangat berat : bila ada sianosis sentral dan tidk sanggup minum ? harus dirawat di rumah sakit dan diberi antibiotik
2. Pneumonia berat : bila ada rektrasi, tanpa sianosis, dan masih sanggup minum ? harus di rawat di rumah sakit dan diberi antibiotik
3. Pneumonia : bila tidak ada retraksi, tetaoi napas cepat :
>60 kali/menit pada bayi 50 kali /menit pada anak 2 bulan – 1 tahun
>40 kali/menit pada anak 1- 5 tahun
? Tidak perlu dirawat, cukup iberi antibiotik oral
4. Bukan pneumonia : hanya batuk tanpa tanda dan gejala seperti di atas, tidak perlu dirawat, tidak perlu antibiotik.
Bayi di bawah 2 bulan harus dirawat karena perjalanan penyakit lebih bervariasi, komplikasi, dan kematian sering terjadi.

134

135. bayi berumur 6 bulan dibawa orang tuanya ke rumah sakit dengan keluhan demam tidak terlalu tinggi. Demam disertai dengan sesak napas. Pada pemeriksaan fisik di temukan wheezing (+), ronki basah halus (+), napas cuping hidung (+), serta retraksi intracostal dan subcostal (+). Pada rontgen. Thoraks tampak gambaran patchy dan konsolidasi merata. Dignosis yang tepat pada anak tersebut adalah....
a. Bronkiolitis
b. bronkopneumoni
c. TB paru
c. Bronkitis
d. Asma Bronkial

JAWABAN : B (Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak 3, hal. 1230)
PEMBAHASAN :
Bronkopneumonia biasanya didahului oleh infeksi saluran napas atas selama beberapa hari. Demam subfebris juga menyertai gejalanya. Suhu dapat naik secara mendadak dan mungkin disertai kejang. Anak sangat gelisah, dispnue, retraksi otot dada dan perut, serta pernapasan cepat dan dangkal. Disertai ul engan pernapasan cuping hidung dan sianosis sekitar hidung dan mukut. Pada perkusi thoraks, sering tidsk ditemukan kelainan. Pada auskultasi, mungkin hanya terdengar ronki basah nyaring halus dan sedang. Bila bronkopneumonia konfluens, mungkin pada perkusi terdengar redup dan suara penapasan pada auskultasi terdengar engeras. Pada foto throaks dapat ditemui bercak bercak infiltrat ataupun konsolidasi merata.

135

136. seorang bayi dibawa ke tempat praktik dokter dengan keluhan demam sejak dua hari yang lalu. Demam si bayi disertai sengan batuk. Pemeriksaan temperatur tubuhnya 38ºC. Hal yang ditanyakan untuk mendukung diagnosis ini adalah....
a. Ada pilek?
b. Ada diare?
c. Ada gusi berdarah?
d. Adakah tarikan dinding dada dan napas cepat?
e. Ada riwayat bepergian ke daerah endemik penyakit?

JAWABAN : D (Buku Bagan Manajemen Tepadu Balita Sakit)
PEMBAHASAN :
Berdasarkan menajemen terpau balita sakit, hal pertama yang ditanyakan adalah “adakah bahaya tanda-tanda umum?” kemudian, mengklasifikasikan batuk atau sesak napas. Lalu, “ adakah diare, demam, atau masalah telinga?” terakhir, memeriksa status gizi dan anemia. Hal ini diterangan dalam tabel di bawah ini :

PENILAIAN (lingkarilah semua gejala yang ditemukan) KLASIFIKASI TINDAKAN
MEMERIKSA TANDA-TANDA BAHAYA UMUM:
a. Tidak bisa minum atau menetek
b. Memutahkan semuanya
c. Kejang
d. Letargis atau tidk sadar Adakah tanda bahaya umum?
Ya__
Tidak__
Ingatlah adanya tanda bahaya umum dalam menentukan klasifikasi! Ingatlah untuk merujuk setiap anak yang memunyai tanda bahaya umum!
APAKAH ANAK BUTUH ATAU SUKAR BERNAPAS? Ya__ Tidak__
1. Sudah berapa lama?__hari
2. Hitung napas dalam satu menit__kali permenit, napas cepat?
3. Lihat adanya tarikan dinding dada
4. Dengar adanya stridor
Apakah anak diare?
1. Sudah berapa lama?
2. Apakah ada darah dalam tinja (beraknya berdarah)?
3. Lihat keadaan umum anak!
Apakah anak:
- Letargis atau tidak sadar?
- Gelisah atau rewel?
Ya__ Tidak__
1. Lihat apakah matanya cekung?
2. Cubit kulit perut! Apakah kembslinya,
- Sangat lambat (lebih dari 2 detik)?
- Lambat?
APAKAH ANAK BATUK DEMAM?
(anamnesis/teraba panas/suhu 37,5ºC atau lebih)
Ya__ Tidak__
JIKA YA:
Tentukan daerah risiko mlaria: tinggi, rendah, atau tanpa risiko malaria?
Jika daerah risiko rendah atau tinggi, atau tanpa risiko malaria? Tanyakan.
1. Apakah anak dibawa berkunjung keluar dari daerah ini dalam 2 minngu terakhir?
Jika ya, apakah ke daerah risiko renah atau tinggi malaria?
2. Sudah berapa alama anak demam?__hari
3. Jika lebih dari 7 hari, apakah demam terjadi setiap hari?
4. Apakah anak pernh mendapat klorokuin dalam 2 minggu terakhir?
5. Apakah anak menderita campak dalam 3 bulan terakhir?
6. Lihat dan raba adanya kaku kuduk!
7. Lihat adakah pilek?
8. Lihat tanda-tanda CAMPAK!
- Ruam kemerahan di kulit yang menyeluruh
- Salah satu dari: batuk, pilek, dan mata merah.

Jika anak sakit campak saat ini atau dalam 3 bulan terakhir:
1. Lihat adakah luka di mulut?
Jika Ya, apakah dalam atau luas?
2. Lihat adakah nanah keluar dari mata?
3. Lihat adakah kekeruhan pada kornea!
Klasifikasikan demam berdarah jika demam kurang dari 7 hari:
1. Apakah ada oerdarahan di hidung atau gusi yang berat?
2. Apakah anak muntah? Jika Ya,
- Apakah sering?
- Apakah muntahnya berdarah atau seperti kopi?
3. Apakah tinja berwarn hitam?
4. Apakah ada nyeri ulu hati atau anak geliah?
5. Perhatikan tanda-tanda syok!
Ujung ekstremitas teraba dingin dan nadi teraba lemah atau tak teraba.
6. Lihat adanya perdarhan dari hidung tau gusi yang hebat!
7. Lihat adanya bintik perdarahan di kulit (petekie)!
8. Jika ada dan tidak ada gejala lain dari DBD, lakukan uji torniket.

136

137. seorang bayi perempuan umur 6 bulan datang ke dokter dengan keluhan kuning. Bayi menupakan anak ketiga, cukup bulan dengan APGAR skor 5 menit 8. Lahir dari ibu berumur 28 tahun dengan golongan darah B rhesus(-) dan aya O rhesus(+). Pemeriksaan fisik bayi dalam batas normal. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 15g/l serta golongan darah O. Penyebab ikterus pada bayi ini adalah...
a. incompability rhesus
b. incompabillity ABO
c. atresia ductus hepatikus
d. HAV
e. toxoplasmosis

JAWABAN: C (Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anakn3, hal. 1106-1107)
PEMBAHASAN :
Ikterus fisiologis timbul pada hari kw 2- 3 dan akan menghilang pada hari 4 – 5.
1. Ikterus yang timbul pada 24 jam pertama disebabkan oleh:
- Inkompatibilitas darah rhesus, ABO, atau golongan lain.
- Infeksi intrauterine (oleh virus, toksoplasma, lues, dan kadang-kadang bakteri)
- Kadang-kadang oleh defisiensi G6PD
2. Ikterus yang timbul pada 24 – 72 jam sesudah lahir disebabkan oleh:
- Biaanya ikteru fisiologis.
- Masih ada kemungkinan inkompatibilitas darah ABO atau Rh atau golongan lain. Hal ini dapat diduga kalau peningkatan kadar bilubirin cepat, misalnya melebihi 5mg%/24 jam.
- Defisiensi enzim G6PD juga mungkin.
- Polisitemia
- Hemolisis perdarahan tertutup (perdarahan subapneurosis, hepar subkapsuler, dan lain-lain)
- Hipoksia
- Sferositosis, eliptositosis, dan lain-lain.
- Dehidrasi asidosis.
- Defisiasi enzim eritrosit lainnya.
3. Ikterus yang timbul sesudah 72 jam pertama sampai akhir minggu pertama :
- Biasanya karena infeksi (sepsis)
- Dehidrasi asidosis.
- Defisiensi enzim G6PD.
- Pengaruh obat.
- Sindrom criggler-najjar.
- Sindrom gilbert.
4. Ikterus yang timbul pada akhir minggu pertama dan selanjutnya:
- Biasanya karena obstruksi.
- Hipotitroidisme.
- Breast milk jaundice.
- Infeksi.
- Neonatal hepatitis (TORCH, HVB, Reovirus)
- Galaktosemia.

137

138. Seorang anak laki-laki 1 berusia tahun datang dengan keluhan mencret-mencret selama dua minggu. BAB cair tanpa darah dan lendir. Setelah dilakukan pemeriksaan, diagnosisnya adalah diare persisten/diare prolongen. Keadaan ini dapat disebabkan karena faktor risiko...
a. Rotavirus d. Umur > 24 tahun
b. pemberian asi eksklusif e. Behidrasi
c. KEP

JAWABAN: C. (Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2, edisi ketiga, hal. 476?478)
PEMBAHASAN:
Diare persisten adalah episode diare yang mula-mula bersifat akut, namun berlangsung selama 14 hari atau lebih.
Faktor risiko.
1. Umur muda (

138

139. Seorang anak berusia 8 tahun baru pulang dari daerah rawa dengan keluhan demam sejak tujuh hari yang lalu. Demam naik turun disertai menggigil, mual dan muntah, serta pegal- pegal di seluruh tubuh. Pada pemeriksaan fisik ditemukan hepatosplenomegall. Diagnosis yang mungkin ada adalah...
a. Malaria d. Demam chikunguya
b. Demam thypoid e. Filarisasi
c. DBD

JAWABAN: A. (Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak 2, hal. 656?657)
PEMBAHASAN:
Gejala klinis malaria dengan timbulnya demam yang khas yaitu adanya stadium menggigil, puncak demam, kemudian berkeringat banyak dengan suhu turun. Hipertrofit sistem retikuloendotelial menyebabkan limfa membesar. Sel makrofag bertambah dan dalam darah terdapat monositosis. Anemia juga terjadi pada penyakit ini. Diagnosis dibuat dengan menemukan parasit malaria pada sediaan darah tepi.

139

140. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan demam terus-menerus. Riwayat demam dan nyeri menelan sejak lima hari yang lalu. Tiga hari yang lalu, pasien mengeluh buang air kecil kurang dari satu gelas/hari. Keluhan ini disertai nyeri pinggang. Pada pemeriksaan laboraturium, urine didapat eritrosit (+), protein (+), dan silinder (+). Diagnosis keadaan di atas adalah...
a. Glomerulonefritis akut d. Diare akut
b. Sindrom nefrotik e. Penyakit ginjal kronis
c. Tonsillitis akut

JAWABAN: A. (Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2, edisi ketiga, hal.487)
PEMBAHASAN:
Timbulnya glomerulonefiritis akut (GNA) didahului infeksi ekstrarenal, terutama di saluran napas atas dan kulit streptococcus beta haemolyticus. Antara infeksi bakteri dan timbulnya GNA, terdapat masa laten selama 10 hari. Manifertasi klinisnya adalah hematuria, oliguria, edema ringan terbatas di sekitar mata atau seluruh tubuh, dan hipertensi. Dapat timbul gejala gastrointestinal seperti muntah, tidak nafsu makan, konstipasi, dan diare. Bila terdapat ensefalopati hipertensif dapat timbul sakit kepala, kejang, dan kesadaran menurun. Pada pemeriksaan laboraturium didapatkan, laju endap darah meninggi dan kadar hemoglobin menurun. Pada pemeriksaan urine, jumlahnya berkurang, berat jenis meninggi, hematuria makroskopik, dan ditemukan albumin (+), eritrosit (++), leukosit (+), silider leukosit, eritrosit, serta hialin. Lalu, ureum dan kreatinin darah meningkat. Penatalaksanaan dengan istirahat, penisilin pada fase akut, diet rendah protein rendah garam, antihipertensi, dan diuretik. Jika timbul gagal jantung, berikan digitalis, sedativum, dan oksigen.

140

141. Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun datang ke tempat praktik dokter umum dengan keluhan mata bengkak sejak lima hari yang lalu setiap bangun tidur. Pada pemeriksaan fisik ditemukan edema pretibia. Tekanan darah 150/50 mmHg. Pemeriksaan laboraturium didapatkan proteinuria (+2). Diagnosis yang tepat pada pasien adalah...
a. Sindrom nefrotik d. Infeksi pyelum
b. Glomerulonefritis akut e. Penyakit ginjal kronis
c. Infeksi urinarius

JAWABAN: A(Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2, edisi ketiga, hal. 488?489)
PEMBAHASAN:
Sindrom nefrotik ditandai oleh proteinuria masif, hipoalbuminemia, edema, dan hiperlipidemia. Manifestasi klinis pada episode pertama ditandai dengan influenza, bengkak periorbital, dan oliguria. Dalam beberapa hari, edema semakin jelas dan menjadi anasarka. Keluhan jarang, selain malaise rimgan dan nyari perut. Selain proteinuria masif, sedimen urine biasanya normal. Bila terjadi hematuria mikroskopik (>20 eritrosit/LPB) dicurigai adanya lesi glomerular. Albumin plasma rendah dan lipid meningkat. IgM dapat meningkat, sedangkan IgG turun.

141

142. Seorang anak berusia 10 tahun sering melamun dan tiba-tiba kejang. Tiap hari kejang, durasinya 5-10 detik. Hal ini seringkali terjadi di rumah tanpa disertai panas. Pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Pemeriksaan penunjang yang Anda anjurkan untuk mendiagnosis adalah...
a. EEG d. CT-Scan
b. MRI e. Rontgen kepala
c. EKG

JAWABAN: A. (Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak 2, hal. 857)
PEMBAHASAN:
Pada kasus di atas, diagnosisnya mengarah ke epilepsi. Sebab, adanya bangkitan kejang tanpa demam. Pemeriksaan penunjang yang dapat menegakkan epilepsi adalah EEG. Kelainan EEG yang sering dijumpai pada pasien epilepsi disebut epileptiform discharge atau epileptiform activity. Gambaran yang terekam saat serangan maupun di luar sarangan, berupa gelombang runcing, gelombang paku, runcing lambat, dan paku lambat.

142

143. Seorang bayi laki-laki berusia 8 bulan datang ke dokter umum dengan keluhan sesak sejak dua hari yang lalu. Sasak disertai batuk dan panas tinggi. Sejak tiga hari yang lalu, si anak mengalami flu. Pada pemeriksaan fisik didapatka, respirasi 53 kali/menit, temperatur 39,0°C, dan napas cupin hidung (+). Diagnosisnya adalah...
a. Efusi pleura d. Sind schwarte
b. Bronkopneumonia e. Atelektasis
c. Pneumonia

JAWABAN: C.(Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2, edisi ketiga, hal. 467)
PEMBAHASAN:
Dari manifestasi klinis yang didapat pada kasus di atas (seperti demam tinggi sampai 39°C, batuk, adanya retraksi, dan pada auskultasi ditemukan crackles [ronki]), hal tersebut mengarah k e diagnosis pneumonia. WHO memiliki pedoman diagnosis dan penatalaksanaannya. Berdasarakan pedoman tersebut pneumonia dibedakan atas:
• Pneumonia sangat berat: Bila ada sianosis sentral dan tidak sanggup minum ? Harus dirawat di rumah sakit dan diberi antibiotik.
• Pneumonia berat: Bila ada retraksi, tanpa sianosis, dan masih sanggup minum ? Harus dirawat di rumah sakit dan diberi antibiotik.
• Pneumonia: Bila tidak ada retraksi, tetapi napas cepat:
> 60 x/menit pada bayi 50 x/menit pada anak 2 bulan?1 tahun
> 40 x/menit pada anak 1?5 tahun
? Tidak perlu dirawat, cukup diberi antibiotik oral.

• Bukan pneumonia: Hanya batuk tanpa tanda dan gejala seperti di atas. Jadi, tidak perlu dirawat dan tidak perlu antibiotik.
Bayi di bawah 2 bulan harus dirawat karena perjalanan penyakit lebih bervariasi, komplikasi, dan faktor kematian sering terjadi.

143

144. Bayi menengok ke kanan dan kiri jika dipanggil, tertawa jika diajak bermain, mengoceh tidak ada arti, serta duduk belum kuat. Pemeriksaan ini didapatkan pada bayi usia...
a. 1 bulan d. 9 bulan
b. 3 bulan e. 12 bulan
c. 6 bulan

JAWABAN: B. (Tabel Denver)
PEMBAHASAN:
Untuk mengetahui perkembangan tumbuh kembang anak dapat digunakan tabel Denver. Berdasarkan tabel tersebut didapatkan:
• Satu bulan: Perkembangan motorik kasar yang sudah dapat dilakukan adalah gerakan seimbang dan mengangkat kepala. Perkembangan bahasanya adalah bisa bereaksi terdapat suara bel dan bersuara. Lalu, perkembangan personel sosialnya yaitu dapat menatap wajah.
• Tiga bulan: Perkembangan motorik kasar yang bertambah dan dapat dilakukannya adalah kepala terangkat, tetapi belum mampu duduk dan tegak. Perkembangan bahasanya mampu tertawa dan berteriak. Perkembangan adaptif-motorik halusnya mampu mengenggam mainan icik-icik dan kedua tangan bersentuhan. Lalu, perkembangan personelnya adalah membalas senyuman dan tersenyum spontan.

144

145. Seorang neonatus prematur lahir dengan merintih, napas cuping hidung (+), retraksi subkostal (+), dan sianosis (+) segera setelah lahir. Ibu pecah ketuban 36 jam sebelum lahir pervaginam demam. Diagnosis pada neonatus ini adalah...
a. Penyakit membrane hyaline
b. Asfiksia berat
c. Sindrom aspirasi mekonium
d. Bronkopneumonia
e. Transcient tachy pneumonia of the newborn

JAWABAN: B. (Standar Penatalaksanaan Ilmu Kesehatan Anak RSMH; Bab Neonatus, hal. 1?4, Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak 3, hal. 1072?1081)
PEMBAHASAN:
• Faktor ibu: Diabetes mellitus,hipertensi dalam kehamilan, hipertensi kronik, anemia, pendarahan antepartum, infeksi sistemik, gagal jantung, gagal ginjal, polihidramnion, dan oligohidramnion.
• Faktor persalinan: Persalinan dengan tindakan,korioamnionitis, kelainan letak, partus lama, ketuban pecah dini, inersia uteri, air ketuban bercampur mekonium, penggunaan anestesi umum, dan penggunaan narkotika ?4 jam sebelum persalinan.
• Faktor janin: Prematuritas, postmaturitas, malformasi janin, prolaps tali pusat, trauma lahir, dan sebagaimana
Asifiksia didiagnosis berdasarkan skor APGAR 1 menit:
• 8?10 = Tidak asfiksia.
• 5?7 = Asfiksia ringan.
• 3?4 = Asfiksia sedang.
• 0?2 = Asfiksia berat.


Skor
Tanda 0 1 2
Frekuensi jantung Tidak ada 100 kali/menit
Usaha bernapas Tidak ada Lambat dan tidak teratur Menangis kuat
Tonus otot Lumpuh Ektremitas fleksi sedikit Gerakan aktif
Refleks Tidak ada Gerakan sedikit Menangis
Warna Biru/pucat Tubuh kemerahan dan ekstremitas biru Tubuh dan ekstremitas merah

Pada kasus ini bayi, baru lahir mengalami susah bernapas segera setelah lahir. Hal ini ditambah dengan adanya riwayat persalinan lama. Kemungkinan diagnosisnya adalah asfiksia neonatorum.

145

146. seorang anak laki-laki usia 23 bulan, berat badan 6,1 kg, panjang badan 78 cm, dibawa ke dokter karna diare kronis. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan anak cengeng, terlihat sayu, otot hipotrofi, jaringan subkutis sangat sedikit, dan edema pada dorsum pedis. Kemudian setiap kali makan selalu muntah. Diagnosis pada anak ini adalah…
a. KEP II d. KEP Kwarsiokor
b. KEP III e. KEP marasmik dan kwaaarsiokor
c. KEP marasmik

jawaban : d. (standar penatalaksaan illmu kesehatan anak RSMH; bab gizi dan endokrin hal. 1 )
pembahasan :
kekurangan energi dan protein (KEP) berat bentuk klinisnya menurut welcome trust menjadi :
• Marasmu: BB/U 60%.
Berdasarkan pemeriksaaan fisik ditemukan otot hipotrofi, jaringan subkutis sangat sedikit, dan oedem pada dorsum pedis. Diagnosanya adalah kwahiokor.

146

147. dua orang anak usia sekita 3-4 tahun tinggal didesa yang sama. Namun ada perbedaan pada kondisi fisik kedua anak tersebut. Anak pertama gemuk, bila ditekan bekasnya tidak hilang. Anak kedua kurus, kaki edema saat ditekan bekas tekanan tidak hilang. Anak pertama baru pindah kedesa tersebut setelah 3 bulan ayahnya di PHK. Anak kedua sudah tinggal di desa tersebut sejak lahir. Apa yang menyebabkan perbedaan kondisi fisik pada anak tersebut.
a. jenis makanan d. lama defesiensi protein kalori
b. lama tinggal di desa tersebut e. jenis edema
c. jenis penyakit

jawaban: d. ( standar penata laksana ilmu kesehatan anak RSMH; bab gizi dan endokrin, hal. 1)
pembahasan :
kurang energy protein merupakan kekurangan berat badan yang besar (BB/TB

147

148. Seseorang wanita berusia 3 tahun datang ke klinik dengan keluhan diare sejak tiga hari yang lalu. Sejak tiga bulan terakhir anak sering sakit. Berat badan menjadi turun dari 15 kg menjadi 7 kg. pada pemeriksaan, tampak wajah tua, keriput, dan perut cekung. Diagnosisnya adalah …
a. marasmus
b. kwashiorkor
c. diare akut
d. disentri
e. TB

Jawaban : A (Standar Penatalaksanaan Ilmu Kesehatan Anak RSMH; Bab Gizi dan Endokrin, hal.1)
Pembahasan : pasien ini memiliki gejala klinis yang tampak, seperti wajah tua, keriput, dan perut cekung. Berat badan 7kg pada umur 3 tahun. Berdasarkan NCHS maka terjadi kekurangan energy protein (KEP) pada pasien. Tanda klinisnya yaitu wajah tampak tua, keriput, perut cekung, dan tanpa edema. Maka dapat didiagnosis marasmus.

148

149. Seorang anak laki-laki 14 tahun dibawa ke Puskesmas. Keluhannya mudah lelah, banyak keringat walaupun cuaca dingin, mata agak melotot, dan nafsu makan meningkat. Keluhan disertai dengan sering buang air besar dan ujung tangan sering gemetar. Berat badan anak laki-laki saat ini adalah 40kg dengan tinggi 160cm. pemeriksaan lain yang perlu dilakukan adalah…
a. Bikarbonat darah
b. T3, T4, TSH
c. BSS
d. Keton Urin
e. Kelainan Kromosom

Jawaban : B (Standar Penatalaksanaan Ilmu Kesehatan Anak RSMH; Bab Gizi dan Endokrin, hal. 31-33)
Pembahasan : gejala-gejala klinis pada pasien, seperti mudah lelah, banyak keringat walaupun cuaca dingin, mata agak melotot, nafsu makan meningkat, serta ujung tangan sering gemetar mengarah ke diagnosis kelainan tiroid dan hipertiroid. Untuk itu, perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium T3, T4, TSH untuk menunjang diagnosis tersebut.

149

150. Seorang bayi laki-laki berusia 3 hari datang dengan demam dan tidak mau minum sejak kemarin. Dari pemeriksaan fisik didapat apatis, BB 2100 g, temperatur 39’C, dan icterus. Diagnosis yang tepat adalah..
a. Asfiksia Neonatorum
b. Tetanus neonatorum
c. Sepsis neonatorum
d. Icterus neonatorum
e. Gastroenteritis

Jawaban : C (Standar Penatalaksanaan Ilmu Kesehatan Anak RSMH; Bab Neonatus, hal.7)
Pembahasana : diagnosis secara klinis ditegakan jika ditemukan gejala spesies yang terdiri atas :
• Gejala umum : bayi tampak lemah, terdapat gangguan minum yang disertai penurunan berat badan, keadaan umum memburuk, dan hipotermi/hipertermi.
• Gejala SSP : letargi, iratibilitas, hiporefleks, tremor, kejang, hipotoni/hipertoni, serangan apnea, dan gerak bola mata tidak terkoordinasi.
• Gejala pernapasan : dispnu, takipnu, apnu, dan sianosis.
• Gejala TGI : Muntah, diare, meteorismus, dan hepatomegaly.
• Kelainan kulit : purpura, eritema, pustula, dan sklerema.
• Kelainan sirkulasi : pucat/sianosis, takikardi/aritmia, hipotensi, edema, dan dingin.
• Kelainan hematologi : perdarahan icterus dan purpura.

150

151. Seorang bayi cukup bulan dilahirkan dengan SC karena solutio Plasenta. APGAR 1’ dan 5’ = 4 dan 7, pH tali pusat 6,9 dan defisit basa 18 meq/L. Bayi kejang klonik 6 jam diatasi dengan luminal. Lalu, si ibu bertanya apa yang terjadi dalam waktu jangka panjang terhadap bayinya. Apa kejadian atau kompensasi yang terjadi?
a. Perkembangan Normal
b. Cerebral palsy
c. Kejang
d. Gangguan penglihatan
e. Gangguan pendengaran

Jawaban : B ( Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak 2, hal.884)
Pembahasan : cerebral palsy adalah suatu keadaan kerusakan jaringan otak yang ireversibel dan tidak progresif. Terjadi sejak dilahirkan dan merintangi perkembangan otak normal dengan gambaran klinis, dapat berubah selama menunjukan kelainan dalam sikap dan pergerakan. Kemudian, terdapat kelainan neurologis berupa kelumpuhan spastis, gangguan ganglia basal, serta serebelum dan kelainan mental.

151

152. Seorang anak perempuan berusia 3 tahunkejang demam selama 15 menit. Kejadiannya berulang dalam 1 jam kemudian. Selama batas kejang, anak sadar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 39’C. Kejang ini termasuk dalam kejang...
a. Kejang demam simpleks
b. Kejang demam kompleks
c. Epilepsi yang diprovokasi demam
d. Kejang demam yang tidak biasa
e. Kejang dengan demam

Jawaban : B (Konsensus Penatalaksanaan Kejang Demam, Hal.2-3)
Pembahasan :
Kejang demam Komplek memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
• Kejang lama >15 menit. Kejang lama adalah kejang yang berlangsung lebih dari 15 menit atau kejang berulang lebih dari 2 kali. Diantara bangkitan kejang, anak tidak sadar. Kejang lama terjadi pada 8% kejang demam.
• Kejang fokal atau parsial satu sisi atau kejang umum didahului kejang parsial
• Kejang berulang atau lebih dari 1 kali dalam 24 jam. Kejang berulang adalah kejang 2 kali atau lebih dalam 1 hari (diantara 2 bangkitan kejang anak sadar). Kejang berulang terjadi pada 16% diantara anak yang mengalami kejang demam.

152

153. Seorang laki-laki berusia 2 tahun diantar ke unit gawat darurat dengan keluhan batuk disertai tenggorokan tercekik. Berdasarkan riwayat sebelumnya diketahui, ada riwayat makan permen kemudian tersedak. Dari pemeriksaan didapatkan, pasien compos mentis, stridor, denyut nadi 100kali/menit, dan frekuensi pernapasan 60kali/menit. Selain itu, didapatkan napas cuping hidung, retraksi suprastrenal, dan retraksi lain tidak ada. Tindakan yang dilakukan untuk menolong pasien adalah..
a. Back blow
b. Chest thrust
c. Heimlich maneuver
d. Abdomen thrust
e. Sellick

Jawaban : B ( Advanced Cardiovascular Life Support)
Pembahasan : dari anamnesis dan pemeriksaan fisik disimpulkan ada sumbatan pada jalan napas. Berdasarkan penanganan ACLS dan ATLS, hal yang harus dibebaskan pertama Kali adalah airways. Sumbatan jalan napas pada anak-anak dapat dibebaskan dengan chest thrust (hentakan dada) pada posisi anak terlentang atau pukulan punggung.

153

154. Seorang laki-laki 24 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas dibawa ke unit gawat darurat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan, tidak ditemukan sumbatan jalan napas, tetapi tidak ada usaha bernapas, dan nadi tidak teraba kuat. Kemudian, dilakukan pertolongan pertama. Resusitasi yang dilakukan adalah...
a. Napas 2 kali, kompresi jantung 15 kali
b. Napas 2 kali, kompresi jantung 30 kali
c. Kompresi jantung 30 kali, napas 1 kali
d. Napas 2 kali, kompresi jantung 30 kali
e. Kompresi jantung 15 kali, napas 1 kali

Jawaban : C (Advanced Cardiovascular Life Support)
Pembahasan : resusitasi jantung paru yang dilakukan pada pasien ini adalah dengan pemberian ventilasi buatan dan oksigen serta kompresi jantung. Ventilasi dapat dari mulut ke mulut, mulut ke hidung, atau mulut ke trakea. RJP dilakukan dengan pemberian napas 2 kali dan kompresi jantung 30 kali.

154

155. seorang laki-laki berusia 40 tahun menglami henti jantung dan dibawa ke unit gawat darurat terdekat. Penanganan yang diberikan adalah resusitasi jantung dan paru. Jika ini tindakan benar maka tekanan darah adalah…
a.110/10 d. 100/40
b. 110/80 e. 110/70
c. 110/50

Jawaban : A (Advanced cardiovascular life support)
Pembahasan:
Apabila kenferensi dada dilakukan dengan benar maka kompresi dada luar dapat menghasilkan sistolik lebih dari 100 mmHg dan tekanan rata-rata 40 mmHg pada arteri karotis. Pilihan jawaban dengan tekanan darah sistolik lebih dari 100 mmHg dan MAP lebih dari 40 mmHg adalah jawaban pertama.

155

156. seorang laki-laki berusia 24 tahun mengalami trauma dada. Sesampainya di ruang resusitasi IGD, napas tersengal-sengal, mengorok, tidak bereaksi walau dicubit, nadi teraba kecil, akral teraba kecil, suara napas dada kiri menurun, pergerakan dada kiri tertinggal, dan perkusi dada kiri hipersonor. Tindakan apa yang harus diakukan terlebih dahulu?
a. pasang iv line d. pasang EKG
b. pemberian oksigen e. periksa laboraturium rutin
c. periksa naaps jalan

jawaban: C (advance Cardiovascular Life Suppurt)
pembahasan: BErdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik disimpulkan, ada sumbatan pada jalan napas yang ditandai dengan napas teengal-sengal dan mengorok. Berdasarkan penanganan ACLS, yang harus dibebaskan pertama kali adalah airways. Caranya dengan jalan memeriksa jalan napas untuk kemudian dibebaskan jalan napas.

156

157. seorang laki-laki berusia 45 tahun dating kerumah sakit dengan kelluhan bibir miring kekiri setelah mendadak jatuh di kamar mandi. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan, tekanan darah 140/90 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/ menit, dan suhu 36,80C. dari pemeriksaan fisik didapatkan, lagoftalmus(+) dan bibir miring kekiri. Kelainan pada pasien ini akibat dari kelainan pada nervus…
a. VI kanan d. IX kanan
b. VII kanan e. XII kanan
c. VIII kanan

jawaban: B ( neurologi klinis dasar, hal. 162 )
pembahasan: pada kasus ini ditemukan lagoftalmus (+) dan bibi miring ke kiri. Kelumpuhan pada otot wajah yaitu dahi, pipi, dan dagu disebabkan oleh nervus fasialis atau nervus ketujuh. Pasien ini mengalami lesi. Kemungkinan akibat adanya lesi di nervus ketujuh dikarenakan stroke. Gangguan nervus ketujuh di perifer akan bersifat ipsilateral. Pada pasien ini yang terkena adalah nervus tujuh kanan.
Lesi pada nervus keenam akan menyebabkan gangguan pada otot pergerakan bola mata. Sedangkan, lesi pada nervus kedua belas akan memengaruhi cara bicara dan otot penggerak lidah. Inervasi nervus ini adalah kontrateral (Unilateral).

157

158.seorang wanita berusia 24 tahun datang ke tempat praktik dokter umum dengan keluhan tidak dapat menggerakan wajah sebelah kiri. Keluhan ini terjadi ketika pasien bangun tidur. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan, tekanan darah 130/ 80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, dan suhu 36,5oC. dari pemeriksaan fisik didapatkan, dahi tidak dapat dikerutkan, ada lagoftalmus, bibir tidak dapat digerakkan, serta kedua tangan dan tungkai dapat digerakkan. Diagnosis yang tepat adalah….
a. bells palsy d. sindrom Wallenberg
b. guillain barre e. sindrom weber
c. sindrom fonlle

jawaban: A ( Neurologi Klinik dasar, hal. 162 )
pembahasan :
lesi LMN nervus fasialis dapaat menimbulkan kelumpuhan yang dikenal dengan bell’s palsy. Bagian atas dan bawah dari otot wajah seluruhnya lumpuh. Dahi tidak dapat dikerutkan. Fisura palpebra tidak dapat ditutup dan pada usaha untuk memejamkan mata telihat bola mata berbalik ke atas. Sudut mulut tidak dapat diangkat. Bibir dan plastima tidak dapat digerakkan. Karena logaftalmus, air mata tidak tidak dapat disalurkan secara wajar karena tertimbun di sana. Gejala-gejala pengiring seperti ageusia dan hiperakusis tidak ada. Sebab, bagian nervus fasialis yang terjepit di foramen stilomastoideum sudah tidak mengandung serabut korda timpani dan serabut yang mensarafi stapedius.

158

159. Seorang laki-laki berusia 30 tahun, berada di rumah sakit dengan keadaan tidak sadarakan diri selama dua harisetelah kecelakaan. Setelah sadar, kedua mata tidak dapat melihat sama sekali. Hasil pemeriksaan di dapatkan, visus ODS 0, reflex cahaya langsung dan tak langsung (+)/(+), serta funduskopi normal. Jenis kelainan atau deficit neurologis pada pasien ini adalah..
a. anopia d. Quadranopsia Homonim interior dextra
b. Hemianopsia bitemporal e. hemianopsia homonym sinistra
c. hemianopsia nasal

jawaban: A (neurologi Klinis dasar)
pembahasan :
Keluhan tiak dapat melihat pada pasiennya artinya ada kelainan yang terjadi paa nervus optikus(n.II). adanya gangguan medan penglihatan disebabkan akibat berbagai lesi nervus optikus pada lintasan visual. Kedua mata diperiksa secara tersendiri dan medan penglihatan tiap mata dapat memperlihatkan bentuk kas untuk setiap lesi pada susunan nervus optikus. Orang yang buta, kedua sisi tidak mempunyai medan penglihatan. Istilah buta atau tiak dapat melihat ini disebut anopia atau anopsia. Pad apasien ini, kedua mata tidak dapat melihat sama sekali. Jadi, kelainannya adalah anopia.
Apabila medan penglihatan kedua medan mata hilang satu sisi, dinamakan hemianopsia atau hemianopsia. Tergantung belahan mana yang hilang diberi tambahan homonim atau heteronym. Kemudian hemianopsia homonim kanan atau kiri yaitu jika belahan kanan atau kedua mata hilang. Lalu, hemianopsia heteroin/ hemianopsia binasal atau bitemporal yaitu jika belahan nasal atau temporal kedua mata hilang.
Buta pada salah satu mata disebabkan oleh lesi di nervus optikus secara unilateral. Hemianopia bitemporal terjadi karena lesi pada garis tengah kiasma optikum. Hilangnya medan penglihatan bagian nasal pada salah satu mata disebabkan oleh lesi yang terbatas pada bagian lateral kiasma optikum sebelah homolateral. Hemianopia hominim dekstra terjadi bila traktus optikus sisi kiri terputus. Anopia kuadran atas homonim dekstra disebabkan oleh lesi pada jarah genikulo-kalkarina bagian lobus temporal kiri, anopia kuadran bawah homonim dekstra terjadi Karena lesi pad genikulo-kalkarina bagian parietal kiri. Lalu, hemianopia homonim dekstra atau sinistra dengan masih utuhnya pusat medan penglihatan mencerminkan, kedudukan lesi dibagian radiasi serabu genikulo-kalkarina kiri atau kanan.

159

160. Seorang laki-laki berusia 45 tahun dibawa ke unit gawat darurat dalam keadaan tidak sadarkam diri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan, adanya penurunan kesadaran, pendengaran ganda, dilatasi pupil temperature 40oC, kaku kuduk kering (+), demam, terdengar suara mendengkur, dan parese N. VI bilateral. Keadaan ini disebabkan oleh….
a.herniasi d. hipertensi
b. edema e. stroke
c. abses

jawaban: A( neurologi klinis dasar, hal.195-196 )
Pembahasan :
Proses desak ruang ruang atau herniasi pada batang otak pada tahap rostrokaudal akan menunjukkan gejala berikut:
• Kesadaran menurun sampai derajat paling rendah
• Suhu badan mulai meningkat dan cenderung untuk melonjak terus.
• Respirasi menjadi cepat dan mendengkur
• Pupil yang tadinya sempit berangsur-angsur menjadi lebar dan tidak bereaksi lagi terhadap cahaya.
Selanjutnya tahap pontine dimana hiperventilasi berselingan dengan apnea dan rigiditas desebrasi akan dijumpai. Tahap terminalnya dinamakan tahap medula oblongata. Pada tahap ini, pernapasan menjadi lambat, nemun dalam dan tidak teratur. Lalu, nadi menjadi lambat atau justru menjadi cepat lagi dan tekanan darah menurun menjadi progresif.

160

161. Seorang wanita berusia 50 tahun datang dengan keluhan sakit pinggang. Keluhan ini sering datang dan hilang dengan sendirinya dalam waktu lama. Nyeri punggung bawah ini menjalar sampai ke paha belakang. Pasien tidak pernah mengalami nyeri saat BAK ataupun terbangun berkali-kali pada malam hari untuk BAK. Nafsu makan tidak berkurang. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan, tekanan darah 130/80 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, dan suhu 36,5 ?C. Dari pemeriksaan fisik nyeri, ketok abdomen tidak ada. Jadi, keluhan nyeri punggung bawah menjalar sampai ke paha belakang termasuk dalam jenis nyeri...
A. Neurogenik d. Wandering
B. Psikogenik e. Labor
C. Homotopic

JAWABAN: A (kamus kedokteran dorland, edisi 29, hal. 1584)
PEMBAHASAN :
• Nyeri neurogenik merupakan nyeri yang di sebabkan lesi atau kelainan pada saraf organ tersebut
• Nyeri psikogenik adalah gejala nyeri fisik yang berasal dari gangguan psikologik.
• Nyeri hormotopic merupakan istilah nyeri pada tempat cedera
• Nyeri wamdering adalah myeri yang berulang kali dan berubah-ubah letaknya.
• Nyeri labor adalah nyeri ritmik dengan peningkatan frekuensi dan keparahan yang di sebabkan kontraksi uterus saat persalinan.
Jadi, nyeri punggung yang terjadi pada pasien ini lebih tepat ke nyeri neurogenik

161

162. Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang dengan keluhan tangan tremor dan jantung berdebar. Untuk menyingkirkan adanya parkinson, pemeriksaan yang di anjurkan adalah..
A. Uji gula darah d. Uji spas
b. Uji rigiditas e. Tes romberg
c. Tes quick’s

JAWABAN: B (Neurologi klinis Dasar, Hal. 60; kapita selekta kedokteran jilid 2, edisi ketiga, hal,60)
PEMBAHASAN :
Parkinson merupakan manifastasi gangguan ganglia basalis sehingga terjadi gangguan motorik. Penyakit ini terutama menyerang neuron yang mengandung dopamin dari pars kompakta substansi nigra. Manifestasi klinisnya di tandai dengan gejala bradikinesia yang timbul secara lambat, tonus otot yang meningkat, dan tremor istirahat. Perlambatan gerakan volunter ditemukan terutama pada awal gerakan berjalan, memutar, dan mikrografia. Ekspresi fasial menurun, bicara monoton, volume suara kecil, dan kedipan mata berkurang. Berjalan dengan langkah kecil-kecil, ayunan lengan berukuran, dan keseimbangan postural menurun. Diagnosis biasanya mudah pada orang berusia 50-60 tahun dengan pola klinis yang khas dan timbul perlahan-lahan. Pemeriksaan penunjang yang dapat di lakukan dengan uji regigitas.

162

163. Seorang laki-laki 35 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas lima jam yang lalu. Sampai di unit gawat darurat, ia mengalami penurunan kesedaran. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan, GSC: E: dengan nyeri, M: menekuk, V: mengerang. Reflek fisiologis patologis (-), tonus menurun, dan clonus menurun. Pemeriksaan apa yang diperlikan oleh si pasien?
a. DL d. MRI
b. Ro thorakolumbal e. Myelogrfi
c. EMG

JAWABAN: D (Neurologi klinis dasar, hal. 478)
PEMBAHASAN:
Pada kasus ini, pasien sampai ke UGD dalam kondisi penurunan kesadaran setelah kecelakaan lalu lintas. Kemungkinan hal ini disebabkan benturan di kepala. Jadi, bisa saja di duga ada pendarahan serebral atau intrakranial. Untuk itu, pemeriksaan penunjang yang baik adalah dengan CT scan. CT scan dapat menvisualisasikan tumor intrakranial, edema serebri, lesi kontusio serebri, infarak serebri, perdarahan serebral/intrakanial, lesi demielinisasi, dan hidrosefalus. Adanya kemajuan teknologi sehingga pemeriksaan penunjang MRI memberikan hasil gamabaran yang lebih baik.

163

164. Seorang wanita 45 tahun mengeluh di tempat praktik dokter bahwa di jatuh satu minggu yang lalu sehingga jari-jari kanan kirinya tidak dapat digerakkan. Pada pemeriksaan didapatkan, pada tangan kiri tidak bisa dorsofleksi pergelangan tangan kiri dan tidak dapat fleksi inu jari. Kelainan ini disebabkan adanya kelumpuhan...
a. N. Medianus d. N. Brachioradialis
b. N. Radialis e. N. Musculocutaneus
c. N. Ulnaris

JAWABAN: B. (Neurologi Klinis Dasar, 48)
PEMBAHASAN:
lesi yang sering menyebabkan gangguan pada nervus radialis biasanya menunjukkan gambaran tangan yang menjulang dan tidak dapat dorsofleksikan. Hal ini dikenal dengan drop hand. Semua otot yang disarafin. Radialis tidak dapat digerakkan. Tetapi, defisit sensorik yang mengiringi kelumpuhan hanya melanda kulit dorsum manus selebar metakarpus pertama dan kedua. Kelumpuhan, radialis ini paling jelas diperlihatkan oleh tangan. Sebab, otot-otot ekstensor karpi radialis dan urnalis lumpuh maka tangan tidak dapat melakukan gerakkan dorsofleksi pada sendi pergelangan tangan. Selain itu, karena otot-otot ekstensor jari (m. Eksentor digitorum dan m. Ekstensor indiksi proprius) lumpuh maka semua jari tangan tidak dapat di luruskan dan dikembangkan. Oleh karena itu, keadaan ini di kenal sebagai drop hand dan drop finger (seluruh tangan dan jari-jari tangan bersikap menjulai).

164

165. seorang pasien laki-laki 27 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas datang ke UGD dengan penurunan kesadaran dan luka di kepala kiri. Semua tanda vital normal. Pasien dapat membuka mata dengan rangsang nyeri. Kedua tangan dapat melokalisir nyeri dengan ransangan hebat. Tapi, hanya dapat mengucapkan beberapa kata saja. Berapa GCS si pasien?
a. 5 d. 10
b. 8 e. 12
c. 9

JAWABAN: D. (Advanced Trauma Life Support for Doctors, hal. 176)
PEMBAHASAN:
Glasgow Coma Scale, GCS
Respons Mata (E) Respons Motorik (M) Respons Verbal (V)
4 = spontan 6 = mengikuti perintah 5 = orientasi baik dan sesuai
3 = dengan perintah 5 = melokalisir nyeri 4 = disorientasi tempat dan waktu
2 = dengan rangsang nyeri 4 = menghindari nyeri 3 = bicara kacau
1 = tidak ada reaksi 3 = fleksi abnormal 2 = mengenang
2 = ekstensi abnormal 1 = tidak ada suara
1 = tidak ada gerakkan

165

166. seorang laki-laki 30 tahun datang dengan keluhan lemas. Pada pemriksaan fisik didapatkan, tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 80 kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, temperature 36,6%. Kemudian, pasien disuntik vitamin injeksi sebagai terapi. Setelah disuntik, pasien merasa sulit untuk berdiri dan jongkok. Nervus apa yang kena?
a. n. Ischiadicus d. n. Cutaneus femoris posterior
b. n. Glueus inferior e. n. Clinidium inferior
c. n. Pudendus

JAWABAN: A. (Neurologi Klinis Dasar, hal. 95-96)
PEMBAHASAN:
Keluhan pasien adalah sulit untuk berdiri dan jongkok setelah diberi injeksi di area glutea atau panggul. Ada lima nervus yang mensarafi daerah tersebut n. Glutea superior, n. Glutea inferior, n. Iskuadikus, n. Pudendalis, dan n. Kutaneus femoralis posterior. Biasanya, posisi injeksi pada glutea berada di sepertiga bagian atas yang terdapat n. Iskuadikus. Nyeri yang terasa sepanjang n. Iskiadikus disebut iskialgia.

166

167. seorang pasien 55 tahun datang ke UGD pukul 08.00 WIB. Sejak lima jam yang lalu, ia mengeluh nyeri kepala kiri, kanan, dan tangan lemas dan tidak dapat di gerakkan. Keluhan vertigo dan pelo. Dari pemeriksaan fisik didapatkan, tekanan darah 190/100 mmHg, nadi 100 kali/menit, respiratory rate 20 kali/menit. Kelainan pembuluh darah yang ditemukan pada CT scan...
a. a. Cerebralis anterior d. a. Carotid interna
b. a. Cereblasis posterior sinistra e. a. Basilaris
c. a. Cerebralis media

JAWABAN: C. (Neurologi Klinis Dasar, hal 27-28)
PEMBAHASAN:
Pada kasus ini, pasien mengalami hemiplegia sinistra, yaitu kelumpuhan sisi sebalah kiri. Hal ini dapat disebabkan oleh kerusakan pada korteks piramidalis sesisi yang menimbulkan kelumpuhan UMN pada belahan tubuh sisi kontrakateral. Umumnya infark di sebabkan disebabkan oleh penyumbatan salah satu arteri di korteks monotorik primer. Korteks motorik primer di pendarahi oleh a. Serebri anterior dan cabang kortikal a. Serebri media.
Pada penyumbatan a. Serebri media, kelumpuhan pada bagian bawah sisi kontalteal, lidah belahan kontrelateral dan otot-otot leher, serta lengan sisi konterlateral. Lesi kortikal akibat trombosis cabang a. Serebri media itu sangat mungkin melibatkan sebagian dari daeah tungkai atas (misal panggul) sehingga tungkai sisi kontrelateral lumpuh ringan. Sebab, gerakan di sendi panggul tidak dapat dilakukan dengan penuh.

167

168. seorang wanita berusia 40 tahun datang ke tempat praktik dokter dengan keluhan pusing. Pusing tidak disertai melayang ataupun pusing berputar. Pasien tidak dapat tidur selama dua minggu belakangan. Ada kekhawatiran, rumah akan dimasukki pencuri selama dua minggu ini, si pasien tinggal sendirian di rumah karena keluarganya berpergian. Diagnosis yang mungkin adalah...
a. Depresi c. Stres
b. Mania e. Vertigo
c. Insomnia

JAWABAN: B. (Buku Saku Diangnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ III, hal. 72)
PEMBAHASAN:
Anxietas dicetuskan oleh adanya situasi atau objek yang jelas (dari luar individu itu sendiri) yang sebenarnya pada saat kejadian ini tidak membahayakan. Akibatnya, objek atau situasi tersebut dihindari dengan rasa terancam. Gangguan ini termasuk F.40, gangguan anxietas fobik.

168

169. Seorang laki-laki berusia 50 tahun menderita diabetes melitus sejak sepuluh tahun yang lalu. Pasien mengeluh sudah bosan minum obat karena tidak kunjung sembuh, bahkan penglihatan semakin kabur dan beberapa jari kaki telah diamputasi akibat gangren. Pasien tampak muram, murung, lesu, menyerah, dan ingin bunuh diri. Kelainan ini termasuk...
a. Depresi d. Stres
b. Mania e. Psikosis
c. Anxietas

JAWABAN : A. (Buku Saku Psikiater, edisi 6, hal. 49)
PEMBAHASAN:
Salah satu gangguan mood adalah depresi. Adapun gejala-gejala depresi adalah sebagai berikut:
• Gambaran emosi: Sedih atau murung, iribilitas, anxietas, kehilangan minat dan semangat, ikatan emosi berkurang, menarik diri dari hubungan interpersonal, dan preokupasi dengan kematian
• Gambaran kognitif: mengkritik diri sendiri, perasaan tidak berharga, rasa bersalah, pesimis, tidak ada harapan, putus asa, perhatiannya mudah teralih, kosentrasi buruk, tidak pasti dan ragu-ragu, keluhan somatik, gangguan memor, waam, dan halusinasi.
• Gambaran vegnetif: lesu, tidak bertenaga, insomia atau hipersomnia, anoreksia atau hipereksia, penurunan atau penambahan berat badan, retardasi dan agistasi psikomotor, libido terganggu, serta variasi diurnal yang sering.

169

170. Seorang wanita berusia 35 tahun mengeluh kulitnya gatal-gatal terutama bila suaminya terlambat pulang. Bila ia bertanya kepada suaminyam justrun ia dimarahi dan dimaki-maki. Ia juga sering terbangun bila mimpi buruk dan tidak dapt tidur lagi. Gejala lainnya, si pasien sering bangun dini hari, gelisah, keringat dingin, dan sukar kosentrasi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan, tensi dara 150/80 mmHg. Pemeriksaan laiinnya dalam batas normal. Namun, dilengannya di temukan kemerahan dan basah. Diagnosa pasien ini adalah...
a. Psikomatik d. Depresi
b. Anxietas e. Obsesi kompulsif
c. Somatoform

JAWABAN: A. (Buku Saku Psikiatri, edisi 6, hal. 142)
PEMBAHASAN:
Gangguan psikomatis merupakan suatu gejala klinis atau tampilan klinis yang di sebabkan faktor psikologi dan tidak ada dasar organiknya. Stres, baik internal maupun eksternal, dapat meyebabkan gangguan psikosomatik. Stres dapat menimbulkan palpitasi, sinus takikardi, dan memburuknya aritma dan parasimpatik. Nyeri, lelah, keringat dingin, dan perasaan tidak enak juga dapat muncul. Berbagai macam stesor psikososial dapat memperburuk kondisi kulit tertentu, seperti urtikaria, neuroderma, dan psoriasis.


170

171. seorang laik-laki diantar keluarganya ke RSJ karena gaduh dan gelisah. Pasien sering mengatakan bahwa dirinya adalah seorang artism yang sering dikejar-kejar oleh penggemarnya. Keluarganya mengeluh, pasien suka membuang barang-barang di lemari, lalu mengembalikannya lagi. Ia juga suka memeriksa kunci pintu berulang-ulang. Gangguan psikomotor yang dialami pasien ini adalah..
a. Kompulsif d. Autis
b. Hiperaktif e. Anxietas
c. Paranoid

JAWABAN: A. (Buku Saku Diagnosis Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGI III. Hal. 77)
PEMBAHASAN:
Pada gangguan obsesif kompulsif predominan tindakan kompulsif. Umumnya, tindakan kompulsif berkaitan dengan kebersihan, memeriksa berulang-ulang untuk meyakinkan bahwa suatu situasi yang di anggap berpotensi bahaya tidak terjadi, dan masalah kerapian atau ketraturan. Tindakan ritual kompulsif tersebut menyita banyak waktu sampai beberapa jam dalam sehari. Kadang-kadang berkaitan dengan ketidakmapuan mengambil keputusan dan kelambanan.

171

172. Seorang istri berumur 30 tahun kadang-kadang mendengar suara-suara tetangga yang mengejek dirinya, kemudian hilang sendiri. Selain itu, ia merasa diguna-guna oleh teman satu kantor. Dia yakin diguna-guna karena temannya dendam. Gangguan ini termasuk...
a. Waham d. Mania
b. Obsesi e. Skizoafektif
c. Isi pikir

JAWABAN: A (Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGI III, hal. 52)
PEMBAHASAN:
Pasien pada kasus diatas memiliki keyakinan bahwa dirinya di guna-guna oleh tetangga sekantornya. Keyakinan ini tidak mendasar serta tidak trgoyahkan dan menetap. Hal ini termasuk waham.

172

173. Wanita yang di diagnosa ca cervik. Lalu, ia bertanya kepada dokter “apa benar saya sakit seperti ini?” sikap dokter adalah...
a. Empati d. Perhatian
b. Simpati e. Marah
c. Cuek

JAWABAN: A. (Kamus Kedokteran Dorland, edisi 29, ha. 723)
PEMABAHASAN:
Empati merupakan kesadaran emosional dan intelektual dan pengertian terhadap pikiran, perasaan, dan perilaku orang lain. Empati menekankan pada pengertian akan perasaan dan perilaku orang lain. Sedangkan, simpati menekankan turut berbagi perasaan dan pengalaman kepada orang lain. Pada kasus ini, sikap dokter sebaiknya empati kepada pasien.

173

174. seorang karyawati dipindah tugaskan ke bagian operator. Sejak itu, ia sering melamun, mengoceh sendiri, dan jika teman mengobrol di dekatnya ia merasa curiga. Gangguan kejiwaan pada keadaan ini adalah..
a. Flight of ideas d. Episode manaik
b. Waham paranoid e. Obsesif kompulsif
c. Halusinasi auditorik

JAWABAN: B. (Buku Pedoman Pengantar Ilmu Kedokteran Jiwa 1, hal. 38)
PEMBAHASAN:
Adanya waham menetap berupa kecurigaan terhadap orang yang berada di dekatnya merupakan salah satu bentuk waham paranoid.

174

175. seorang wanita berusia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan dada sakit dan merasa tertekan serta terikat. Kadang timbul nyeri di dada kiri, gelisah, jantung berdebar, dan sering keluar keringat dingin. Pada pemeriksaan dalam, neurologi, EEG, EKG, dan rontgen paru tidak ada kelainan. Apakah yang menyebabkan gejala-gejala akut seperti di atas?
a. Tekanan pada daerah prekordial
b. Suntikan vasodilator secara intravena
c. Hiperventilasi
d. Bernapas dalam kantong plastik
e. Stres

JAWABAN: E. (Buku Saku Psikiatri, edisi 6, hal. 139)
PEMBAHASAN:
Gangguan psikosomatis merupakan suatu gejala klinis atau tampilan klinis yang di sebabkan faktor psikologi dan tidak ada dasar organiknya. Stres, baik internal maupun eksternal, dapat menyebabkan gangguan psikomatik. Stres dapat menimbulakan palpitasi, sinus, dan memburuknya aritma yang telah ada kemungkinan terjadi melalui ketidakseimbangan simpatik dan parasimpatik. Nyeri, lelah, keringat dingin, dan perasaan tidak enak juga dapat muncul. Pada kasus ini ditemukan gejala klinis, tetapi tanpa didukung dengan pemriksaan fisik dan penunjang, keluhan-keluhan tersebut dapat muncul disebabkan karena stres.

175

176. Seorang wanita berusia 56 tahun setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan keganasan di mulut rahim. Dokter menerangkan diagnosis, lalu pasien tertegun dan berulang kali mengatakan "apa memang benar saya menderita penyakit tersebut?" Sikap dokter adalah...
A. Merujuk ke psikiater
B. Melakukan tes psikologi
C. Menyarankan memperbanyak ibadah
D. Menyarankan melakukan aktivitas
E. Melakukan konseling individu

JAWABAN: E.(Ikhtisar dan Kesimpulan Pemeriksaan Psikiatri)
Pembahasan:
Sebagai dokter yang berempati terhadap pasien adalah melakukan konseling individu untuk memberikan motivasi sembuh.

176

178. Reaksi pertahanan ego pada pasien disoal 177 adalah...
a. Proyeksi
b. Konversi
c. Indtifikasi
d. Rasionalisasi
e. Isolasi

JAWABAN: A.(Kumpulan Kuliah Ilmu kesehatan jiwa FK UNSRI)
PEMBAHASAN:
Tindakan pasien yang selalu mencuci tangannya setiap pulang kuliah merupakan reaksi pertahanan ego berupa proyeksi atas distres/gangguan yang terjadi.

177

179. Seorang wanita berusia 17 tahun datang ke dokter A dengan keluhan telat datang bulan selama 2 minggu dan ingin menggugurkan kandungan. Dokter A menolak melakukannya. Wanita itu kemudian datang ke dokter B. Dokter B melakukan pemeriksaan tes kehamilan, didapatkan hasil postif. Kemudian, dokter B memberi obat untuk abortus dan menganjurkan kontrol ulang satu minggu berikutnya. Tindakan dokter B yang melakukan tes hamil (+), memberi obat dan menganjurkan kontrol merupakan tindakan....
a. Melawan hukum
b. Melanggar hukum
c. Salah dan melanggar hukum
d. Salah dan tidak melanggar hukum
e. Benar dan sesuai kaidah hukum

JAWABAN: C.(Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik, edisi pertma halaman 245-246)
PEMBAHASAN:
Abortus yang dilakukan secara sengaja merupakan salah satu masalah hukum yang peka dan berkaitan dengan profesi kedokteran dalam hukum KUHP terdapat pasal-pasal yang berkaitan dengan abortus, yaitu pasal 346, 347, 248, 349, dan 299 KUHP. Pada kasus di atas, pasal yang berkaitan adalah 348, 349, dan 299 KUHP.
Pasal 348 KUHP
1. Barang siapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya, diancam pidana paling lama 5 tahun 6 bulan.
2. Jika perbuatannya itu mengakibatkan matinya wania tersebut diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.
Pasal 349 KUHP
Jika seorang dokter, bidan, atau juru obat membantu melakukan kejahatan berdasarkan pasal 346, ataupun melakukan atau membantu salah satu kejahatan yang diterapkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencarian dalam mana kejahatan yang dilakukan.
Pasal 299 KUHP
1. Barangsiapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruh supaya diobati,dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan, diancam pidana penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak empat puluh lima ribu rupiah.
2. Jika yang bersalah berbuat demikian untuk mencari keuntungan atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau jika seorang tabib,bidan atau juru obat,pidananya dapat ditambah sepertiga.
3. Jika yang bersalah melakukan kesalahan tersebut dalam menjalankan pencarian,maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu.
Berdasarkan KUHP pasal 348,349, dan 299, tindakan yang dilakukan dokter B adalah salah dan melanggar hukum.

178

180. Seorang wanita berusia 13 tahun hamil 2 bulan,datang ke sebuah klinik minta diaborsi. Wanita itu memberi imbalan uang besar. Karena diberi uang ,dokter mau melakukan permintaan wanita itu . tindakan abortus tersebut termasuk jenis...
a. Abortus provokatus kriminalis
b. Abortus spontan
c. Abortus provocatus medicinalis
d. Abortus theurapeticus
e. Abortus akibat kecelakaan

JAWABAN: A.(Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik,edisi pertama,hlm. 247-248)
PEMBAHASAN:
Abortus menurut proses terjadinya dibagi menjadi empat,yaitu:
1. Abortus yang terjadi secara spontan atau natural. Diperkirakan 10-20% dari kehamilan akan berakhir dengan abortus dan secara yuridis tidak membawa implikasi apap-apa.
2. Abortus yang terjadi akibat kecelakaan. Seorang ibu yan sedang hamil bila mengalami rudapaksa, khususnya di daerah perut, misalnya karena terjatuh atau tertimpa sesuatu di perutnya. Demikian bila ia menderita syok akan dapat mengalami abortus dengan pendarahan hebat. Abortus yang demikian terkadang mempunyai implikasi yuridis sehingga perlu penyidikan akan kejadiannya.
3. Abortus provocatus medicinalis atau abortus theurapeuticus, abortus ini dilakukan atas dasar pertimbangan medis yang tepat, tidak ada cara lain untuk menyelamatkan nyawa ibu kecuali jika kandungannya digugurkan. Abortus ini kadang-kadang membawa implikasi yuridis, perlu penyidikan dengan tuntas, khususnya bila ada kecurigaan perihal tidak wajarnya biaya yang diminta dokter sehingga menimbulkan komersialisasi yang berkedok demi alasan medis.
4. Abortus provocatus criminalis atau abortus kriminal. Jelang tindakan abortus disini semata-mata untuk tujuan yang tidak baik dan melawan hukum. Tindakan abortus yang tidak dapat dipertanggung jawabkan secara medis dan dilakukan hanya untuk kepentingan si pelaku, walaupun ada kepentingan juga dari si ibu yang malu akan kehamilannya.

179

181. Pada soal sebelumnya (soal 180), sebagai dokter,apa yang sebaiknya Anda lakukan?
a. Melakukan konseling individu
b. Tetap menganjurkan abortus
c. Menolak dan menyuruh ke dokter lain
d. Langsung memarahi pasien
e. Memberikan obat penggugur
181. Pada soal sebelumnya (soal 180), sebagai dokter,apa yang sebaiknya Anda lakukan?
a. Melakukan konseling individu
b. Tetap menganjurkan abortus
c. Menolak dan menyuruh ke dokter lain
d. Langsung memarahi pasien
e. Memberikan obat penggugur

JAWABAN: A.(Ikhtisar dan Kesimpulan Pemeriksaan Psikiatri)
PEMBAHASAN:
Ketika pasien datang dengan keluhan dan masalahnya maka sebaiknya yang dilakukan dokter adalah memberikan konseling individu. Pasien diberi tahu risiko perbuatannya dari segi medis dan hukum. Dikter menganjurkan untuk tetap mempertahankan kandungannya.

180

182. Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun datang ke praktik dokter umum bersama tetangganya dengan keluhan mengalami luka-luka. Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan fisik diketahui bahwa anak tersebut sebagai korban child abuse. Sebagai dokter,luka jenis apa yang ditemukan pada anak tersebut?
a. Luka akibat benda tumpul
b. Luka multiple dengan penyembuhan bervariasi
c. Luka bakar karena rokok
d. Luka akibat benda tajam
e. Luka tembak

JAWABAN: B.(Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik, edisi pertama, hal. 262)
PEMBAHASAN:
Kekerasan pada anak biasanya ditemukan beberapa jenis luka dengan penyembuhan yang bervaariasi. Karena biasanya kekerasan anak dilakukan dalam jangka waktu lama dan berkali-kali. Jenis luka yang mungkin terjadi dapat berupa luka akibat benda tumpul, seperti dipukul, sebetan tali pinggang, luka akibat benda tajam, luka bakar akibat sumbu rokok, dan lain-lain.

181

183. Ditemukan jenazah bayi lahir di tempat sampah lengkap dengan plasenta. Ditemukan luka memar pada bibir dan leher. Berat badan dan tinggi badan si bayi normal plasenta tidak terawat. Pemeriksaan apa yang dilakukan untuk menunjang otopsi?
a. Tes apung paru
b. Tes getah paru
c. Tes emboli udara
d. Tes prussian blue
e. Tes dilusi

JAWABAN: A.(Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik, edisi pertama,hal. 259)
PEMBAHASAN:
Pemeriksaan forensik pada kasus penemuan jenazah bayi atau anak,yang pertama kali diperiksa adalah apakah anak tersebut dilahirkan hidup. Adanya udara paru paru menunjukkan bahwa anak tersebuthidup ketika dilahirkan. Ciri-cirinya adalah:
• Memenuhi rongga dada sehingga menutupi sebagian kandung jantung.
• Berwarna merah ungu
• Memberikan gambar mozaik karena adanya berbagai tingkatan aerasi atau pengisian udara
• Tepi paru-paru tumpul
• Pada perabaan teraba derik udara (krepitasi),yang bila perabaan ini dilakukan atas sepotong kecil jaringan paru yang dibenamkan dalam air,akan tampak gelembung-gelembung udara.
• Bila ditimbang ,beratnya akan sekitar 1/35 berat badan yang berarti lebih berat dibandingkan dengan berat paru-paru yang belum bernapas 1/70 berat badan.
• Bila dilakukan tes apung (docimacia pulmonum hydrostatica), akan memberikan hasi; positif (ditemukan 3-5 diatome/LPB).
Tes embolli dilakukan untuk membuktikan adanya emboli/udara yang masuk ke pembuluh darah akibat adanya trauma dada dan trauma daerah mediastinum yang merobek paru-paru dan pembuluh vena. Tes parussian blue adalah tes yang dilakukan pada keracunaan sianida. Tes dilusi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya keracunan CO.

182

184. Seorang wanita berusia 22 tahun datangke unit gawat darurat sebuah rumah sakit untuk minta divisum setelah diperkosa. Dua hri kemudian,polisi mendatangi dokter dan menyuruh mengeluarkan surat visum. Hal yang anda lakukan sebgai dokter ketika didatangi adalah...
a. Visum sesuai rekam medis
b. Visum sesuai yang sudah ada
c. Menyuruh penyidik untuk menganterkan korban dan diperiksa lagi
d. Tidak melakukan visum
e. Menolak melakukan pemeriksaan

JAWABAN: A.(Visum et Repertum dan asphyxia, hal. 7-9)
PEMBAHASAN:
Persyaratan permintaan visum t repertum berdasarkan KUHP 133 adalah:
• Diminta oleh penyidik. Dalam hal ini, Polri dengan pangkat minimal pembantu letnan dua atau jabatan kapolsek.
• Tertulis.
• Untuk korban jenazah jelas periksa luar atau periksa dalam.
• Diberi label atau identitas pada jenazah.
Pada kasus-kasus korban hidup atau pasien di gawat darurat,seperti penganiayaan, diduga keraunan, dan lain-lain,tidak mungkin pada saat itu juga penyidik membuat permintaan visum. Sebab, kejadian tersebut tidak mungkin diketahui sebelumnya. Namun, dokter umum telah telah mengetahui kasus-kasus mana yang nantinya akan diminta visum et repertum sehingga pada pemeriksaan akan dicatat lebih teliti dan lengkap. Pada kondisi seperti ini, perminntaan visum dapat saja dibuat menyusul esok harinya atau segera. Namun, isi visum et repertum dari dokter adalah hasil pemeriksaan saat pasien atau korban datang pertama kali ke emergensi. Hal ini sudah berjalan sejak dulu dan dilakukan di rumah sakit- rumah sakit di Indonesia. Penjelasan ini adalah untuk menyikapi bahwa rahasia kedokteran akan terbuka apabila ada permintaan visum dari penyidik.
Sementara, untuk dokter yang berpraktik secara pribadi,hal ini tidak berlaku. Apabila dokter tersebut tidak memberikan hasil pemeriksaan sebelum tanggal permintaan visum et repertum,ia mempunyai hak berdasarkan hukum. Kemudian, si dokter juga memiliki hak pribadi untuk memberikan hasil pemeriksaan sebelum tanggal permintaan visum et repertum atau tidak.

183

185. Seorang pria dirampok penjahat. Pada tangan kirinya terdapat luka garis karena mempertahankan dirinya. Kemudian, si pria dibawa ke UGD. Pasien terlihat pucat dan setelah diperiksa kembali didapatkan luka bacok juga pada lengan kanan. Lalu, dilakukan perawatan dan observasi di rumah sakit. Setelah itu, disarannkan untuk kontrol ke poli bedah selama lima hari. Visum et repertum apa yang anda buat saat itu?
a. Visum et repertum sekarang
b. Visum et repertum sementara
c. Surat rawat inap
d. Visum et repertum kelanjutan
e. Surat sakit

JAWABAN: B.(Visum et Repertum dan Asphyxia, hal.15-17)
PEMBAHASAN:
Visum et repertum dibagi berdasarkan tingkatannya sebagai berikut:
a. Visum et repertum langsung: Dokter pada pemeriksaan pertama sudah dapat menyimpulkan hasil pemeriksaan tersebut dalam visum et repertum.
b. Visum et repertum sementara: Dokter pada pemeriksaan pertama belum dapat menyimpulkan hasil pemeriksaannya, tetapi masih memerlukan pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan laboratorium, rontgen, tindakan operasi, dan lain-lain. Visum et repertum sementara ini dibuat karena berkaitan dengan penahanan tersangka paling lama 20 hari (KUHP pasal 24).
c. Visum et repertum lanjutan (penghabisan): Dokter telah dapat menyimpulkan hasil pemeriksaan, korban dapat sembuh sempurna, sembuh cacat, ataupun meninggal dunia. Terkadang, pada visum et repertum meninggal dunia juga diperlukan visum et repertum sementara. Sebab, menunggu hasil laboratorium toksikologi atau PA yang memerlukan waktu.

184

186. Seorang pria berusia 23 tahun datang ke tempat praktik anda dengan membawa resep mengandung k odein. Kemudian, minta dibuatkan resep lagi oleh dokter. Ada riwayat penggunaan opiate. Tindakan dokter adalah...
a. Buat resep baru tanpa opiate
b. Kembali ke dokter lama
c. Rujuk ke panti rehab
d. Rujuk ke psikiater
e. Rujuk ke dokter lain

JAWABAN: B.(Pedoman Ilmu Kedokteran Forensik, edisi pertama,hal.348)
PEMBAHASAN:
Adanya riwayat penggunaan opiate dan pada resep sebelumnya ada yang mengandung codein. Oleh sebab itu, untuk menghindari penyimpangan dalam praktik kedokteran dan dalam pemberian terapi lanjutan, akan lebih baik jika pasien dikembalikan ke dokter yang lama.

185

187. Seorang bayi berusia 2 bulan datang ke rumah sakit dibawa oleh orangtuanya dengan keluhan utama, bagian hitam bola mata kanan lebih besar dibandingkan dengan mata kiri. Kemudian, mata si bayi sering berair, tidak kuat bila terkena cahaya, dan terlihat sering berkedip. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Lalu, pada pemeriksaan, kornea mata kanan keruh dan ukuran lebih besar dari kiri. Pemeriksaan apa yang tepat untuk membantu menegakkan diagnosis?
a. USG
b. TIO
c. Lapang pandang
d. Elektroretinogram
e. CT scan/MRI

JAWABAN: B.(Oftalmologi Umum, edisi 14, hal.234)
PEMBAHASAN:
Pasien ini memiliki manifestasi gejala klinis glaukoma kongenital (bufalmos). Glaukoma kongenital bermanifestasi sejak lahir. Gejala paling dini dan sering adalah epifora, air mata yang mengalir secara berlebihan. Dapat dijumpai fotofobia dan pengurangan kilau kornea. Peningkatan tekanan intraokular adalah tanda kardinal. Selain itu, terdapat juga pencekungan diskus optikus. Temuan lain adalah peningkatan garis tengah kornea (>11,5mm), edema epitel, robekan membran descement, peningkatan kedalaman kamera anterior, serta edema dan kekeruhan stroma kornea. Pengukuran kornea. Pengukuran tekanan intraokular, gonioskopi, dan evaluasi diskus optikus penting untuk membuat diagnosis.

186

188. Seorang pasien wanita memakai lensa kontak sudah tiga tahun. Ia mengeluh matanya merah dan kabur. Apa yang perlu ditanyakan untuk menunjang diagnosis?
a. Yang muncul merah dulu atau kabur dulu
b. Apakah menjalar sampai sakit kepala
c. Apakah tahu cara merawat lensa kontak
d. Apakah tahu cara menggunakan lensa kontak
e. Apakan melakukan pemeriksaan visus secara berkala

JAWABAN: C.(Oftalmologi Umum, edisi 14, hal. 150)
PEMBAHASAN:
Penggunaan lensa kontak telah digunakan sejak tahun 1888. Sangat penting bagi pemakai lensa kontak untuk mengetahui risiko pemakaian lensa kontak dan cara merawatnya. Lensa kontak harus dibersihkan dan didisinfeksi secara teratur dan merawat kotak penyimpan lensa. Hal ini diperlukan untuk menghindari risiko komplikasi kronik dan infeksi organisme seperti pseudomonas dan acanthamoeba. Setiap lensa kontak harus segera dilepas jika mata kurang nyaman atau meradang. Kemungkinan pada kasus ini, pasien mengalami komplikasi kronik akibat pemakaian lensa kontak yang lama dan kurang memperhatikan perawatannya. Oleh karena itu, dalam anamnesis, sangat penting ditanyakan pada pasien apakah mengetahui cara merawat lensa kontak.

187

189. Seorang laki-laki berusia 35 tahun dirujuk ke klinik mata dari klinik endokrin. Dia menderita diabetes mellitus sejak sepuluh tahun yang lalu. Pada pemeriksaan laboratorium, kadar gula darah normal. Pemeriksaan virus maupun pemeriksaan luar mata normal. Hasil funduskopi didapatkan, media jernih, papil normal, retina datar, tidak ada neovascularization, dot haemorrhages (+), hard exudates (+), macula edema (+), dan foveal reflex normal. Apa diagnosis yang paling mungkin?
a. Proliferative diabetic retinopathy
b. Nonproliferative diabetic retinopathy
c. Central retinal vein occlution
d. Central retinal artery ocllution
e. Retinal detachment

JAWABAN: B.(Oftalmologi Umum, edisi 14, hal.211-213)
PEMBAHASAN:
Retinopati diabetes muncul setelah terkena diabetes mellitus. Pilihan jawaban pada soal ini semua merupakan jenis retinopati diabetes yang dapat terjadi pada penderita diabetes mellitus.
Retinopati diabetes nonproliferatif adalah cerminan klinis dari hipermeabilitas dan inkompetens pembuluh yang terkena. Kapiler membentuk kantung-kantung kecil menonjol seperti titik-titik yang disebut mikroaneurisma, sedangkan vena retina mengalami dilatasi dan berkelok-kelok. Dapat terjadi perdarahan di semua lapisan retina, baik berbentuk titik ataupun bercak. Edema makula adalah penyebab tersering gangguan pengelihatan. Pada sumbatan mikrovaskular progresif dapat timbul tanda peningkatan iskemik seperti bercak cotton wool. Bedanya dengan retinopati diabetes proliferatif adalah pada tipe proliferatif ditemukan neovaskularisasi dan pelepasan retina. Kasus ini memiliki hasil pemeriksaan seperti retinopati diabetes nonprolifertif

188

190. Seorang laki-laki berusia 55 tahun dirujuk ke klinik mata dengan keluhan mata kiri kabur. Hasil pemeriksaan VOS 3/60, konjungtiva tenang, kornea jernih, COA sedang, pupil bulat, refleks cahaya (+), lensa jernih, tekanan intra okular 15 mmHg, dan funduscopy Cup/Disc ratio 0,9. Gonioskopi dengan sudut terbuka. Pemeriksaan apa lagi yang akan anda lakukan?
a. Retinometer
b. Octopus primetry
c. Streak retinoscopy
d. USG
e. Refractometry

JAWABAN: B.(Oftalmologi Umum, edisi 14, hal. 230-231)
PEMBAHASAN:
Pada pasien terdapat manifestasi klinis dan hasil pemeriksaan ke diagnosis glaukoma. Hal ini didapat dari keluhan mata kiri kabur, VOS 3/60, tekanan intra okular 15 mmHg, funduscopy cup/disc ratio 0,9, dan gonioskopi dengan sudut terbuka. Gejala awal pada penyakit ini adalah mengecilnya lapangan pandang. Pemeriksaan lapangan pandang dengan perimetri.

189

191. Diagnosa paling mungkin dari soal nomor 190 adalah …..
a. Glaukoma sudut tertutup primer
b. Glaukoma sudut terbuka primer
c. Glaukoma sudut terbuka sekunder
d. Glaukoma sudut tertutup sekunder
e. Serangan glaukoma akut

JAWABAN : B (Oftalmogi Umum, edisi 14, hal. 230-231)

PEMBAHASAN :
Dari hasil pemeriksaan, didapatkan tekanan intra okular 15 mmHg, funduscopy cup/disc ratio 0,9, dan gonioskopi dengan sudut terbuka. Maka, diagnosisnya glaukoma sudut terbuka primer, diagnosis glaukoma sudut terbuka tidak ada yang sekunder.

190

192. Seorang anak laki – laki berusia 9 tahun datang ke klinik mata mengeluh matanya gatal sejak tiga hari yang lalu. Jika terkena cahaya, mata menjadi silau dan perih. Pada pemeriksaan didapatkan blepharospasme, fotofobia, dan sekret mata yang copious mucoid. Pemeriksaan visus normal. Pada pemeriksaan dengan slit lamp, tampak cobblestone pada palpebra superior. Bagaimana penatalaksaannya ?
a. Antibiotok topikal
b. Antimetabolik topikal
c. Antihistamin topikal
d. Topical artificial tears
e. Acyclovir topikal

JAWABAN : C (Oftalmologi Umum, edis 14, hal. 114-115)

PEMBAHASAN :
Manifestasi klinis dan pemeriksaan yang didapatkan pada pasien diagnosisnya adalah konjungtivis alergi. Terapi pada penyakit ini adalah pemberian antihistamin topikal. Biasanya, epinefrin larutan 1:1000 yang diberikan secara topikal akan menghilangkan kemosis dan gejalanya dalam 30 menit.

191

193. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan mata gatal, merah, dan sekret seperti susu. Pada konjungtiva dengan pemeriksaan slitlamp ditemukan papilla pada konjungtiva tarsal superior dan inferior. Pada riwayat keluarga, penyakit dermatitis atopik dan asma bronkial. Diagnosis yang mungkin pada pasien ini adalah …
a. Vernal conjunctivitis
b. Atopik conjunctivitis
c. Flictenularis conjunctivitis
d. Follicle conjunctivitis
e. Acute conjunctivitis

JAWABAN : A (Sari Ilmu Penyakit Mata, hal. 28, 30, dan 35)

PEMBAHASAN :
Adanya riwayat keluarga dengan dermatitis atopik dan asma bronkial maka konjungtivitis yang terjadi pada pasien ini adalah konjungtivitis alergi. Pada pilihan jawaban yang termasuk kongjungtivitis alergi adalag konjungtivitis vernal, atopik, dan flikten. Gejala klinis pada umumnya bersama mata gatal, merah, dan bersekret. Perbedaan terlihat pada pemeriksaan.
Pada konjungtivitis vernal terdapat dua bentuk klinis. Pada bentuk palpebra terutama mengenai kongjungtiva tarsal superior terdapat pupil yang besar (cobblestone) diliputi sekret yang mukoid. Sedangkan, pada bentuk limbus terutama mengenai daerah limbus berupa penonjolan abu-abu seperti lilin (tantras dot).
Kongjungtivis atopik pad kulit kelopak tampak kering dan deskuamasi. Tampak edema konjungtiva dan papil-papil yang halus di daerah tarsul bawah disertai sekret yang mukoid.
Keadaan yang khas pada konjungtivitas flikten jika kornea ikut terlibat adalah adanya fotofobia. Pada pemeriksaan tampak tonjolan bulat, kuning atau kelabu, jumlahnya satu atau lebih. Lalu, disekelilingnya terdapat pelebaran pembuluh darah konjungtiva (hiperemi).

192

194. Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang keklinik mata dengan keluhan mata merah disertai dengan rasa nyeri dan keluar air mata. Pada pemeriksaan mata ditemukan ulkus kornea peiferal. Diagnosis yang tepat adalah …..
a. Bacterial ulcer
b. Herpetic ulcer
c. Geographican ulcer
d. Fungal ulcer
e. Mooren’s ulcer

JAWABAN : E (Sari Ilmu Penyakit Mata, hal. 61; Oftalmologi Umum, edisi 14, hal. 140)

PEMBAHASAN :
Ulkus mooren adalah suatu ulkus menahun superfisial yang dimulai dari tepi kornea dengan bagian tepinya bergaung dan berjalan progresif tanpa kecenderungan perforasi. Lambat laun ulkus ini akan mengenai seluruh kornea. Biasanya, disertai rasa nyeri yang berat. Sering terjadi pada usia tua. Pengobatan yang dilakukan belum ada yang memberikan hasilyang sangat memuaskan.

193

195. Seorang anak berusia 1 bulan datang dengan orangtuanya ke bagian mata rumah sakit dengan keluhan ada putih di tengah matanya. Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan, diagnosis penyakit yang diderita anak ini adalah katarak kongenital. Anak ini direncanakan untuk dilakukan operasi. Sebaiknya, operasi katarak dilakukan pada usia …..
a. 6-8 bulan
b. Setelah usia 1 tahun
c. Setelah usia 2 tahun
d. Setelah usia 5 tahun
e. Sedini mungkin

JAWABAN : E (Oftalmologi Umum, edisi 14, hal. 178-179)

PEMBAHASAN :
Katarak kongenital unilateral yang padat, terletak di tengah, dan garis tengahnya lebih besar dari 2 mm, akan menimbulkan ambliopia deprivasi permanen apabila tidak diterapi dalam dua bulan pertama kehidupan. Karenanya, hal ini memerlukan tindakan bedah segera. Tetapi, apabila penanganan ditunda tanpa alasan, dapat terjadi ambliopia deprivasi bilateral. Karenanya, penanganan katarak kongenital harus dilakukan sedini mungkin (segera)

194

196 Seorang peria pekerja industri berusia 30 tahun datang ke tempat peraktik dokter dengan keluhan penglihatan menjadi sangat kabur secara mendadak. Lensa menjadi putih dengan cepat dan mata menjadi merah. Pada pemeriksaan dengan slit lamp setelah di teteskan midriatik, terlihat lensa posterior berbentuk bintang. Diagnosis apa yang mungkin terjadi pada pasen ini?
a. Katarak traumatik d. skleritis
b. Katarak senilis e. Dislokasi lensa
c. Uveitis

Jawaban: C (Oftalmologi Umum, edisi 14, hal. 156)
Pembahasan:
Uveitis bentuk nongranulomata memiliki gejala klinis yang khas, dengan rasa sakit injeksi, fotofobia, dan pennglihatan kabur yang onsetnya akut. Terdapat kemerahan sirkumkorneal yang disebabkan dilatasi pembuluh-pembuluh darah daerah limbus. Deposit putih halus (presipitat keratik) pada permukaan posterior kornea dapat dilihat dengan slit lamp. Pupilnya kecil dan mungkin terdapat kumpulan fibrin dengan sel di kamera anterior. Jika terdapat sinekia posterior, benntuk pupil tidak teratur dan mirip seperti bintang. Jadi, gejala pada pasien mengarah ke diagnosis uveitis

195

197. Seorang bayi berusia 3 hari dibawa orangtuanya ke rumah sakit dengan keluhan tidak keluar BAB sejak lahir. Akhirnya, dilakukanlah pemeriksaan foto rontgen dengan posisi knee chest. Pemeriksaan penunjang ini dilakukan pada kelainan ......
a. Atresia ani d. Ileus obstruktif
b. Hirshprung e. Atresia ileum
c. Ileus paralitik

Jawaban : A. (Radiologi Diagnostik, edisi kedua, hal.411)
PEMBAHASAN
Pada bayi, anus imperforata/atresia ani secara klinis ditemukan tidak adanya mekonium yang keluar atau tidak ttampaknya lubang anus. Pembagian atresia ani, yaitu:
• Atresia ani letak tinggi (supralevator) dengan atresia terletakk diatas muskulus levator anii.
• Intermediate
• Atresia ani letak rendah
Pemeriksaan dilakukan dengan bayi tengkurap dengan posisi lutut-dada dan proyek si sinar horizontal, dilihat udara paling distal. Dapat juga dilakukan pemeriksaan ultrasonografi dengan menentukan letak usus yang paling distal. Kemudian diukur jaraknya dari permukaan kulit.

196

198 Laki-laki berusia 50 tahun, mengalami kolik abdomen kanan atas serta urin kemerahan, pada foto polos abdomen, terdapat banyak radioopaq dengan ukaran 1 cm di subkostal Xll kanan. Diagnosis kelainan di atas adalah
a. Kolelitiasis d. Nefrolitasis kanan
b. Hepatolitasis e. Abses hepar yang kalsifikasi
c. Ureterolitiasis

Jawaban; D (radiologi Diagnostik, edisi kedua, hal. 298)
PEMBAHASAN
Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan, dan didukung pemeriksaan penunjang foto polos abdomen ditemukan gambaran banyak radioopak di subkostal kanan. Gambaran ini kemungkinan menunjukan adanya batu pada saluran kemih.

197

199 seorang laki-laki datang keklinik dokter pribadi dengan keluhan lidah tidak merasakan pahit sejak 3 bulan yang lalu. Keluhan tidak disertai demam batuk, lidah pahit, dan nyeri tenggorakan. Pada pasien ini kemungkinan mengalami kekurangan mineral...
a. CU d. Fe
b. Selenium e. Zn
c. Mg

JAWABAN : E. (ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesi jilid 1, hal. 184)

PEMBAHASAN

ZINC adalah mineral esensial yang ditemukan pada hampir semua sel, zinc dapat menstimulasi aktivitas 100 macam enzim dan terlibat sebagai kofaktor pada 200 jenis enzim lainya. Zinc dinyatakan sebagai mineral yang berperan untuk meningkatkan reaksi biokimia di dalam tubuh. Mineral ini mendukung kinerja sistem imunitas yang diperlukan dalam penyembuhan luka, membantu memelihara fungsi indra pencium dan pengecap, serta dibutuhkan dalam sintesis DNA. Zinc juga turut mendukung pertumbuhan yang normal selama kehamilan, masa kanak-kanak, dan dewasa. Beberapa bukti ilmiah menunjukan bahwa banyak penduduk yang masih menderita defisiensi zinc. Hal inilah yang menyebabkan rendahnya sistem imunitas (kekebalan) tubuh seseorang sehingga menjadi sangat mudah terserang berbagai penyakit (smith, 1988)

198

200. seorang anak berusia 9 tahun gusinya sering bengkak dan mudah berdarah . anak ini mengalami defisiensi vitamin apa?
a. Vitamin A d. Vitamin D
b. Vitamin B e. Vitamin E
c. Vitamin C

JAWABAN : C. (Ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesi jilid 1 , hal. 133)

PEMBAHASAN
Defisiensi vitamin C dalam rongga mulut akan memberikan kelainan terutama pada jaringan lunak gingiva. Jaringan gingiva membengkak dan hiperemis dimulai pada papila interdentalis. Ujung papil tampak oedema tous, hiperemis, dan mudah berdarah pada gosokan kecil sekalipun.