UKDI 7 Flashcards Preview

UKMPPD MALAHAYATI > UKDI 7 > Flashcards

Flashcards in UKDI 7 Deck (201):
1

1. Seorang bayi laki-laki berusia 3 minggu dibawa ke IGD dengan kebiruan pada bibir dan cuping hidung sejak lahir yang memberat saat menangis, bayi juga tampak kesulitan saat menetek dan sering terlihat terengah-engah. Riwayat lahir spontan, cukup bulan, ditolong bidan. Dari pemeriksaan penunjang didapatkan gambaran VSD dengan overriding aorta. Diagnosis pada kasus ini adalah…
a. Tetralogi fallot
b. Cyanotic spell
c. ASD
d. VSD
e. PDA

Jawaban: A
Diagnosis pada tetralogi fallot meliputi:
? Anamnesis
• Dapat terdengar bising jantung pada saat lahir.
• Biru sejak lahir atau kemudian sesudah lahir. Sesak saat beraktivitas, squatting, hypoxic spell yang berkembang kemudian walaupun bayi menunjukkan gejala sianosis yang ringan sebelumnya.
• Bayi dengan TF yang asianotik bisa tidak menunjukkan gejala atau dapat menunjukkan tanda gagal jantung pada VSD besar dengan pirau dari kiri kekanan.
• Pasien dengan atresia pulmonal mengalami sianosis segera setelah lahir.
? Pemeriksaan fisik
• Sianosis dengan derajat yang bervariasi, napas cepat, jari tabuh.
• Tampak Rvtap sepanjang tepi sternum dan thrill sistolik pada bagian atas dan tengah tepi sternum kiri.
o Klik ejeksi yang berasal dari aorta dapat terdengar. Suara jantung II biasanya tunggal, keras. Terdengar bising ejeksi sistolik pada bagian atas dan tengah tepi sternum kiri.
• Pada tipe asianotik, dijumpai bising sistolik yang panjang.
? Pemeriksaan penunjang
• EKG: right axis deviation pada TF sianotik. Pada bentuk asianotik, axis bisa normal. Terdapat pembesaran ventrikel kanan dengan pola strain tidak lazim. Pada TF asianotik terdapat pembesaran kedua ventrikel yang dapat disertai pembesaran atrium kanan.
• Foto toraks
? TF sianotik: besar jantung bisa normal atau lebih kecil dari normal dan corakan paru menurun. Segmen AP terutama cekung dan apex upturned (boot-shaped), pembesaran atrium kanan dan arkus aorta kanan.
? TF asianotik di mana gambaran radiologik tidak dapat dibedakan dengan gambaran VSD kecil sampai sedang.
• Ekokardiografi: 2D dan Doppler
? VSD perimembran infundibular besar dengan overriding aorta.
? Menilai kelainan arteri koroner dengan eko dan kelainan lain yang berhubungan.

Referensi
• Pusponegoro HD, et al. 2004. Standar Pelayanan Medik Kesehatan Anak, edisi 1, hlm. 139-141.

2

2. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa dengan keluhan sulit naik berat badan sejak usia 1 tahun. Saat ini beratnya hanya 10 kg dari BBL 3 kg, setiap harinya hanya minum susu formula dan makan 1-2 sendok. Pada hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan HB 9 g/dL, Ht 27%, leukosit 6.000/mm3, trombosit 500.000/mm3 . Pada hapusan darah didapatkan eritrosit hipokrom mikrositer. Diagnosis pada pasien ini adalah…
a. Anemia aplastik
b. Anemia penyakit kronis
c. Anemia hemolitik
d. Anemia defisiensi besi
e. Anemia defisiensi folat

Jawaban: D
Anemia defisiensi besi harus dipikirkan pada pasien dengan temuan pada anamnesis sebagai berikut:
? Riwayat faktor predisposisi dan etiologi.
• Kebutuhan yang meningkat secara fisiologis.
• Masa pertumbuhan cepat.
• Menstruasi.
• Infeksi kronis.
• Kurangnya besi yang diserap.
• Asupan besi dari makanan tidak adekuat.
• Malabsorpsi besi.
• Perdarahan.
• Perdarahan saluran cerna (tukak lambung, penyakit Crohn, colitis ulseratif)
? Pucat, lemah, lesu, gejala pika.
Pada temuan laboratorium, pada defisiensi progresif, cadangan besi jaringan yang ditunjukkan oleh hemosiderin sumsum tulang menghilang. Bila defisiensi semakin berat, eritrosit menjadi lebih kecil daripada normal dan kadar Hb menurun. Perubahan morfologi ertrosit paling baik dinyatakan secara kuantitatif dengan menentukan hemoglobin korpuskular rata-rata (MCH) dan volume korpuskular rata-rata (MCV).Dengan meningkatnya defisiensi, eritrosit menjadi berubah dan berbentuk tidak normal dan menunjukkan sifat mikrositosis, hipokromia, poikilositosis, dan kenaikan lebar distribusi eritrosit.Persentase retikulosit mungkin normal atau meningkat dalam jumlah sedang, jumlah sel darah putih normal, trombositosis mungkin ada, kadang-kadang mencolok (600.000-1.000.000/mm3).

Referensi
• Arvin AM, et al. 1996. Ilmu Kesehatan Anak Nelson, jilid 3, edisi 15, hlm. 1691-1694.
• Pusponegoro HD, et al. 2004. Standar pelayanan Medik Kesehatan Anak, edisi 1, hlm. 71-73.

3

3. Seorang ibu membawa bayinya yang berusia 2 hari ke klinik dokter umum dengan keluhan ibu merasa bayinya kuning sejak 1 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan bayi tampak tenang, bisa menyusu, sklera ikterik, hepar teraba 1 jari dibawah arcus costa. Bayi lahir cukup bulan di bidan dengan BBL 2.600 g dan panjang 45 cm, skor APGAR 3/8. Ibu golongan darah O Rh (+), anak golongan darah A Rh (+). Pada pemeriksaan darah bayi, didapatkan bilirubin total 8, bilirubin indirek 1,4, Hb 15 g/dL, leukosit 5.000/mm3, trombosit 120.000/mcL. Penyebab ikterik yang paling mungkin pada kasus ini adalah…
a. Ikterik fisiologis
b. Inkompatibilitas ABO
c. Hepatitis kongenital
d. BB prematur
e. Inkompatibilitas Rh

Jawaban: B
Kemungkinan inkompatibilitas ABO ibu-bayi terjadi pada 20%-25% kehamilan, tetapi hanya menyebabkan masalah neonatus yang dapat dikenali sebanyak 10% dari mereka yang berisiko. Terlebih lagi, masalah ini hampir selalu mengenai bayi-bayi dengan golongan darah A atau B dari ibu yang bergolongan darah O. Antibodi ibu bervariasi, dan uji Coombs direk pada neonatus dapat positif atau negatif. Meskipun isoimunisasi ABO menimbulkan respons IgG, untuk alasan yang tidak diketahui, biasanya menyebabkan penyakit hemolitik yang jauh lebih ringan.Yang khas, selama hari pertama setelah lahir, neonatus dengan penyakit hemolitik ABO menunjukkan onset hiperbilirubinemia indirek.Neonatus mungkin mengalami hepatosplenomegali.

Referensi
• Benson RC, pernoll ML. 1994. Benson and pernoll’s handbook of Obstetrics and gynecology, edisi 9, hlm. 318-319.

4

4. Seorang bayi dilahirkan dengan respirasi lambat dan teratur, HR 110 kali/menit, tonus lemah, wajah menyeringai, dan kulit kebiruan. Berdasarkan kondisi tersebut, skor APGAR pada bayi ini adalah…
a. 4
b. 6
c. 7
d. 3
e. 9

Jawaban: B

Tabel 2.1 Skor APGAR

Kriteria 0 1 2
Appearance (warna kulit) Biru/pucat Badan merah, kaki tangan biru Seluruh tubuh dan anggota gerak merah
Pulse (denyut jantung) Tidak berdenyut 100 kali/menit, bayi terlihat bugar
Grimace (rangsangan refleks) Tidak ada respons saat distimulasi meringis Meringis dan batuk/bersin saat stimulasi saluran napas
Activity (kekuatan otot) lumpuh Gerakan membengkokan kaki/lengan Gerakan aktif
Respiration (pernapasan) Tidak bernapas Menangis lemah, terdengar seperti merengek atau mendengkur Baik, menangis kuat

Berdasarkan tabel di atas, dalam kasus ini, pada pasien didapatkan respirasi lambat dan teratur (2), HR 110 kali/menit (2), tonus lemah (1), wajah menyeringai (1), dan kulit kebiruan (0); skor APGAR = 6.

Referensi
• Chris. 2011. Newborn breathing problems (birth asphyxia) neonatal. Tersedia di http://www.healthhype.com/newborn-breathing-problems-birth-asphyxia-neonatal.html

5

5. Seorang anak berusia 2 tahun dibawa dengan keluhan pucat dan lemas, anak malas bermain keluar rumah dan nafsu makan menurun. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ikterik dan splenomegali. Pada hasil laboratorium apusan darah tepi, ditemukan anisositosis, poikilositosis, dan terdapat parasit malaria. Kondisi yang mendasari keluhan pada anak ini adalah…
a. Anemia aplastik
b. Anemia hemolitik
c. Anemia defisiensi besi
d. Anemia defisiensi asam folat
e. Anemia karena penyakit kronis

Jawaban: B
Pada malaria terjadi penghancuran sel darah merah yang luasnya tergantung pada lama dan keparahan infeksi, hemolisis sering menyebabkan kenaikan bilirubin serum, dan pada malaria falsiparum dapat cukup kuat untuk menyebabkan hemoglobinuria (blackwater fever).Pada setiap infeksi malaria, tingkat anemia lebih besar daripada yang dapat dikaitkan dengan destruksi sel oleh parasit secara tersendiri. Perubahan autoantigen yang dihasilkan dalam sel darah merah oleh parasit mungkin turut menyebabkan hemolisis; perubahan-perubahan ini dan peningkatan fragilitas osmotik terjadi pada semua eritrosit, baik yang terinfeksi maupun tidak

Referensi
• Arvin AM, et al. 1996. Ilmu Kesehatan Anak Nelson, jilid 3, edisi 15, hlm. 1199-1203.

6

6. Seorang wanita berusia 27 tahun datang ke klinik dokter umum dengan keluhan demam, mual muntah, nyeri pada perut sebelah kanan. Dari pemeriksaan fisik ditemukan pembesaran hepar 3 jari di bawah arcus costac. Hb 11, Ht 29, trombosit 300.000, HbsAg (+), igG anti-HAV (+), anti-HCV (-). Diagnosis pasien ini yang paling mungkin adalah…
a. Hepatitis A
b. Hepatitis B
c. Hepatitis C
d. Hepatitis D
e. Hepatitis E

Jawaban: B
Pemeriksaan serologis:
? HAV (virus hepatitis A)
• IgM anti-HAV dapat dideteksi selama fase akut dan 3-6 bulan setelahnya.
• Anti-HAV yang positif tanpa IgM anti-HAV mengindikasikan infeksi lampau.
? HBV (virus hepatitis B )
• Diagnosis serologis yang telah tersedia dengan mendeteksi keberadaan dari IgM antibodi terhadapa antigen core hepatitis (IgM anti-HBc dan HBsAg).
• HBsAg mendahului IgM anti-HBc.
• HBsAg merupakan petanda pertama kali diperiksa secara rutin.
• HBsAg menghilang biasanya dalam beberapa minggu sampai bulan setelah kemunculannya, sebelum hilangnya IgM anti-HBc
? HCV (virus hepatitis C)
• Anti-HCV dapat dideteksi pada 60% pasien selama fase akut dari penyakit

Referensi
• Sudoyo AW, et al. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 1, edisi 4, hlm. 431-432.

7

7. Seorang pria berusia 55 tahun datang dengan keluhan lemah dan mudah lelah sejak 4 bulan lalu. Satu minggu terakhir mengeluh napas sesak bila bekerja sehari-hari. Keluhan sebelumnya tidak ada, riwayat perdarahan tidak ada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pucat, sedangkan lain-lainnya dalam batas normal. Hb 7, RBC 3,4 juta, leukosit 8.100, trombosit 480.000, MCV 86, MCH 27, Fe serum 40 mg/dL, TIBC 250 mg/dL. Diagnosis kelainan diatas adalah…
a. Anemia defisiensi, besi
b. Anemia akibat penyakit kronis
c. Anemia sideroblastik
d. Anemia megaloblastik
e. Thalassemia

Jawaban: B
Tabel 2.2 Diagnosis Banding Anemia


Anemia defisiensi besi Anemia akibat penyakit kronis Trait thalasemia Anemia sideroblastik
Derajat anemia Ringan sampai berat Ringan Ringan Ringan sampai berat
MCV Menurun Menurun/N Menurun Menurun/N
MCH Menurun Menurun/N Menurun Menurun/N
Besi serum Menurun 360 Menurun 20% Meningkat >20%
Besi sumsum tulang Negatif Positif Positif kuat Positif dengan cincin sideroblast
Protoporfirin eritrosit Meningkat Meningkat Normal Normal
Feritin serum Menurun 50 ug/L Meningkat >50 ug/L
Elektroforesis Hb N N Hb A2 meningkat N

Referensi
• Sudoyo AW, et al. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 2, edisi 4, hlm. 649.

8

8. Seorang pria berusia 75 tahun mengeluh sesak napas sejak 1 minggu yang lalu. Kedua tungkai bengkak 3 hari yang lalu. Tekanan darah 150/90 mmHg, hepatomegali, hepar teraba 3 jari dibawah arcus costa, JVP meningkat, undulasi positif. Dengan demikian, terapi yang dapat diberikan pada pasien ini adalah…
a. Inhibitor ACE + diuretika thiazid
b. Beta-bloker + diuretika loop
c. Inhibitor ACE + diuretika loop
d. Digitalis + diuretika loop
e. Alfa-bloker + diuretika thiazide

Jawaban: C
Pada tahap simtomatik di mana sindrom gagal jantung sudah jelas seperti fatig, sesak napas, kardiomegali, peningkatan tekanan vena jugularis, asites, hepatomegali, dan edema sudah jelas, maka diagnosis gagal jantung mudah dibuat.Diuretik oral maupun parenteral tetap merupakan ujung tombak pengobatan gagal jantung sampai edema dan asites menghilang (euvolemik). Inhibitor ACE atau angiotensin receptor blocker (ARB) dosis kecil dapat dimulai setelah euvolemik sampai dosis optimal. Beta-bloker dosis kecil dapat dimulai setelah diuretika dan inhibitor ACE tersebut diberikan. Diuretika yang diberikan terutama diuretika loop karena efeknya lebih cepat dan kuat.

Referensi
• Sudoyo AW, et al. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 3, edisi 4, hlm. 1513-1518.

9

9. Pasien pria berusia 45 tahun membutuhkan surat keterangan berbadan sehat karena ingin melamar di suatu perusahaan. Pada pemeriksaan didapatkan berat badan 60 kg, tinggi badan 162 cm, tekanan darah 150/90 mmHg. Pasien tidak memiliki riwayat hipertensi sebelumnya. Tindakan yang dokter lakukan adalah…
a. Saran untuk menurunkan berat badan
b. Mengulang pemeriksaan tekanan darah
c. Menyarankan pemeriksaan gula dan kolesterol
d. Melakukan pemeriksaan EKG
e. Memberikan intervensi farmakologis

Jawaban: B
Metode pengukuran tekanan darah.Pengukuran tekanan darah dilakukan sesuai dengan standar WHO dengan alat standar manometer air raksa.Untuk menegakan diagnosis hipertensi, perlu dilakukan pengukuran tekanan darah minimal 2 kali dengan jarak 1 minggu bila tekanan darah

10

10. Pasien datang dengan keluhan post-trauma mengenai dada kanan. Terdapat jejas pada dada kanan depan dan terdapat krepitasi punggung kanan. Pada pemeriksaan fisik toraks, hipersonor, gerak dada kanan tertinggal, auskultasi negatif. Pada pemeriksaan rontgen ditemukan radiolucent. Kemungkinan diagnosis pasien ini adalah…
a. Pneumotoraks
b. Hidrotoraks
c. Hematotoraks
d. Hematopneumotoraks
e. Hidropneumotoraks

Jawaban: A
Pneumotoraks adalah keadaan terdapatnya udara atau gas dalam rongga pleura.Hal ini dapat terjadi baik secara spontan atau traumatik.Gejala-gejala yang sering muncul adalah sesak napas, nyeri dada, dan batuk-batuk.Pada pemeriksaan fisik didapatkan suara napas melemah sampai menghilang, fremitus melemah sampai menghilang, resonansi perkusi meningkat/hipersonor.Tension pneumotoraks dicurigai apabila didapatkan adanya tarkikardi berat, hipotensi, dan pergeseran trakea atau mediastinum.
Pemeriksaan foto dada garis pleura viseralis tampak putih, lurus atau cembung terhadap dinding dada dan terpisah dari garis pleura parietalis.Celah antara kedua garis pleura tersebut tampak lusens karena berisi kumpulan udara dan tidak didapatkan corakan vaskular pada daerah tersebut.Pada tension pneumotoraks, dalam gambaran foto dadanya tampak jumlah udara pada hemitoraks yang cukup besar dan susunan mediastinum yang bergeser ke arah kontralateral.
Referensi
• Sudoyo AW, et al, 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 2, edisi 4, hlm. 1073-1076.

11

11. Anak laki-laki berusia 8 tahun datang untung dilakukan sirkumsisi. Saat akan disirkumsisi, preputiumnya tidak bisa ditarik ke belakang. Menggelembung saat miksi. Tindakan yang sebaiknya dilakukan adalah ....
a. Observasi
b. Sirkumsisi langsung
c. Dorsal slit
d. Preputium ditarik paksa
e. Beri steroid topikal

Jawaban: B
Fimosis adalah prepusium penis yang tidak dapat diretraksi (ditarik) ke proksimal sampai ke korona glandis. Fimosis menyebabkan gangguan aliran urin berupa sulit kencing, pancaran urin mengecil menggelembungnya ujung prepusium penis pada saat miksi, dan menimbulkan retensi urin. Higiene lokal yang kurang bersih menyebabkan terjadinya infeksi pada prepusium (postitis), infeksi pada glans penis (balanitis),atau infeksi pada glans dan prepsium (balanopostitis)
Tidak dianjurkan melakukan dilantasi atau retraksi yang dipaksakan pada fimosis, karena menimbulkan luka dan terbentuk sikatriks pada ujung prepusium sebagai fimosis sekunder. Fimosis yang disertai balanitis xerotika obliterans dapat dicoba diberikan salep deksametason 0,1% yang dioleskan 3 atau 4 kali. Diharapkan setelah pemberian selama 6 minggu, prepusium dapat diretraksi spontan. Pada fimosis yang disertai dengan infeksi postitis merupakan indikasi sirkumsisi. Tentunya balanitis atau prostitis harus diberikan antibiotik dahulu sebelum sirkumsisi.
Referensi
• Purnomo BB. 2003. Dasar-dasar Urologi, edisi 2, hlm. 149-150

12

12. Seorang pria berusia 30 tahun datang ke rumah sakit datang dengan keluhan belum punya anak sejak menikah 5 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda seks sekunder, bentuk dan ukuran penis normal dan ada benjolan di inguinal kanan sebesar 4 x 3 cm. Diagnosis pasien tersebut adalah ......
a. Kriptorkimus
b. Hernia skrotalis
c. Varikokel
d. Torsio testis
e. Hidrokel

Jawaban: A
• Kriptorkismus adalah testis yang belum turun ke kantung skrotum dan masih berada di jalurnya, mungkin terletak di kanalis inguinalis atau di rongga abdomen, yaitu terletak diantara fossa renalis dan annulus inguinalis internus. Pasien biasaya dibawa ke dokter karena orang tuanya tidak menjumpai testis di kantong skrotum, sedangkan pasien dewasa mengeluh infertilitas, yaitu belum mempunyai anak setelah kawin beberapa tahun. Kadang-kadang ada benjolan di perut bagian bawah yang disebabkan testis maldesensus mengalami trauma, mengalami torsio, atau berubah menjadi tumor testis.
• Hernia merupakan protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan, berbagai faktor penyebab berperan pada pembentukan pintu masuk hernia pada annulus internus yang cukup lebar, sehingga dapat dilalui oleh kantong dan isi hernia. Jika kantong hernia inguinalis lateralis mencapai skrotum disebut hernia skrotalis.
• Varikokel adalah dilatasi abnormal dari vena pada pleksus pampiniformis akibat gangguan aliran darah balik vena spermatica interna. Pasien datang ke dokter biasanya mengeluh belum mempunyai anak setelah beberapa tahun menikah dan kadang kadang adanya benjolan diatas testis yang terasa nyeri. Pada inspeksi dan palpasi terdapat bentukan seperti kumpulan cacing di dalam kantung yang berada disebelah kranial testis.
• Torsiotestis adalah terpuntirnya funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah pada testis. Pasien mengeluh nyeri hebat pada daerah skrotum, yang bersifat mendadak dan diikuti pembekakan pada testis.
• Hidrokel adalah penumpukan cairan yang berlebihan diantara lapisan parietalis dan visera tunika vaginalis. Pasien mengeluh adanya benjolan kantong skrotum yang tidak nyeri.
Referensi
• Purnomo BB. 2003. Dasar dasar Urologi, edisi 2, hlm. 137-148.
• Sjamsuhidayat R, Jong WD. 2004. Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2, hlmn. 528.

13

13. Seorang pria berusia 70 tahun datang ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan rutin. Dari hasil pemeriksaan rectal toucher, didapatkan prostat nodular, sedangkan hasil laboratorium PSA serum 5. Hasil biopsi berupa hiperplasia kelenjar bening dan PIN (prostate intraepithelial neoplasia). Terapi yang tepat untuk kondisi pasien tersebut adalah .....
a. Prostatektomi radikal
b. TURP
c. Kemoterapi
d. Monitor kadar PSA
e. Rontgen tulang belakang

Jawaban: A
Tabel 2.3 Tingkat Penyebaran Karsinoma Prostat
AUA TNM
A1 T1a tidak dapat diraba, penemuan histologik kebetulan
A2 T1b Difus atau lebih dari tiga sarang ganas
B1 T2a Pada satu lobus,ukuran kurang dari 1,5 cm
B2 T2b Pada dua lobus, ukuran lebih 1,5 cm
T3 Menembus simpai, tidak terfiksasi pada struktur atau alat sekitarnya
C1 Tidak menginvasi vesika seminalis
C2 Vesika seminalis terkena tumor
T4 Terfiksasi pada struktur di sekitarnya
D1 N1 Metastatis kelenjar limfe 5 cm
M1 Metastasis hematogen
Tabel 2.4Penanganan Karsinoma Prostat (Tingkat Penyebaran AUA)
Tingkat penyebaran Gejala dan tanda klinis Tata laksana
A1 Tidak ada Obserasi
A2 Tumor difus Prostatektomi radikal
B1 Nodul tunggal 1-1,5 cm Prostatektomi radikal
B2 Nodul tunggal > 1,5 cm Prostatektomi radikal
C Pengluasan periprostat Radiasi dan limfadenektomi
D N+ atau M+ Terapi hormonal, radiasi lokal paliatif
Referensi
• Sjamsuhidayat R, Jong WD. 2004. Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2 hlm. 786-788.

14

14. Seorang wanita berusia 45 tahun mengeluh sesak napas. Pada pemriksaan laboratorium didapatkan SGOT dan SGPT normal dan parameter yang lain juga normal. Pada pemeriksaan penunjang lain dijumpai cairan dibawah diafragma, tumor ovarium dan kepadatan didaerah peritoneum. Sindrom ini adalah ........
a. Sindrom eisenmenger
b. Sindrom meig
c. Sindrom kartegener
d. Sindrom nefrotik
e. Sindrom hepatorenal

Jawaban: B
Sindrom meig adalah suatu trias yang terdiri dari fibroma ovari jinak, asites, dan pleura. Biasanya asites dan efusi pleura akan menghilang setelah fibroma ovari diangkat. Gejala klinis dapat berupa nyeri abdomen, sesak napas, batuk nonproduktif, malaise dan penurunan berat badan yang berarti.


Referensi
• Shields T, et al. 2005. General Thoracic Surgery, edisi 7, hlm. 773.
• Bissonnette B. 2006. Syndromes Rapid Recognition and Perioperative Implications, hlm. 537.

15

15. Seorang wanita berusia 42 tahun datang dengan keluhan mata kiri nyeri, merah, dan berkurang penglihatanya sejak dua hari yang lalu disertai nyeri kepala dan mual muntah, sedangkan mata sebelah kanan normal. Diagnosis pasien ini adalah .......
a. Konjungtivitis
b. Keratitis
c. Katarak
d. Glukoma kongesti akut
e. Ablasio retina

Jawaban: D
Glaukoma adalah kondisi mata yang biasanya disebabkan oleh peningkatan abnormal tekanan intraokular (sampai lebih dari 20 mmHg). Glaukoma akut ditandai oleh nyeri mata hebat dan gangguan lapang pandang secara mendadak. Individu melaporkan bahwa ia melihat “halo” cahaya disekitar benda. Pembesaran mata dapat terjadi Glaukoma kronis ditandai oleh penurunan secara lambat pada ketajaman penglihatan, dan penglihatan kabur, yang dimulai di penglihatan perifer. Sakit kepala dn nyeri mata dapat terjadi ketika kondisi memburuk. Mata mungkin merah dan nyeri jika di sentuh.
Diagnosis glaukoma dapat didiagnosis dari riwayat dan pemeriksaan fisik. Penurunanlapang pandang secara mendadak atau bertahap dapat dilaporkan. Hasil pemeriksaan tekanan intraokular biasanya akan tinggi dan inspeksi ketat saraf optikus dapat menunjukan perubahan warna yang khas dan pelekukan pinggiran retina. Diagnosis dini sangat penting untuk mengurangi resiko kebutaan.
Referensi
• Corwin E. 2009. Buku Saku Patofisiologi, edisi 3, hlm. 383.

16

16. Pada seorang anak berusia 7 tahun, didapatkan beberapa bisul pada dahi. Dengan gambaran berupa pustula, dasar eritematous, dan nyeri tekan. Diagnosis anak ini adalah .....
a. Furunkel
b. Rosacea
c. Acne vulgaris
d. Miliaria
e. Impetigo krustosa

Jawaban: A
Furunkel adalah radang folikel rambut dan sekitarnya. Keluhannya nyeri. Kelainan berupa nodus eritematosa berbentuk kerucut, di tengahnya terdapat pustula, kemudian melunak menjadi abses yang berisi pus dan jaringan nekrotik, lalu memecah membentuk fistel.
Referensi
• Djuanda A, et al. 2007. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi 5, hlm. 60

17

17. Seorang laki-laki berusia 15 tahun, tertangkap warga sedng mencuri pakaian dalam milik tetangganya. Gangguan kejiwaan apa yang terdapat pada laki-laki tersebut?
a. Ekshibisionisme
b. Fetishisme
c. Kleptomania
d. Piromania
e. Nekromania

Jawaban : B
Fetishisme adalah penggunaan secara berulang suatu benda mati sebagai cara yang lebih disenangi atau bahkan satu-satunya cara untuk mendapatkan kegairahan seksual.
Referensi
• Setiabudhi T. 2011. Ilmu Kedokteran Jiwa (Psikiatri) Catatan Kesembilan, hlm. 89-92.

18

18. Seorang wanita mengeluh gatal setelah mencuci menggunakan sabun cuci 1 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan tampak fisur kasar dan pemeriksaan eosinofil normal. Diagnosis pasien ini adalah ....
a. Dermatitis kontak iritan
b. Dermatitis kontak alergi
c. Dermatitis atopi
d. Dermatitis numularis
e. Neurodrmatitis

Jawaban: A
Dermatitis kontak iritan dapat diderita oleh semua orang dari berbagai golongan usia, ras, dan jenis kelamin. Penyebab munculnya adalah bahan yang bersifat iritan misalnya bahan pelarut, detergen, minyak pelumas, asam, alkali, dan serbuk kayu. Kelainan kulit yang terjadiselain ditentukan oleh ukuran molekul daya larut, konsentrasi bahan tersebut dan vehikulum, juga dipengaruhi lama kontak, kekerapan, serta suhu dan kelembapan. Kelainan kulit yang terjadi sangat beragam tergantung pada sifat iritan.
Refensi
• Djuanda A, et al. 2007. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi 5, hlm. 130-131.

19

19. Seorang wanita datang dengan keluhan gatal pada daerah leher bagian belakang sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan disertai bintik-bintik merah pada daerah punggung, pada pemeriksaan fisik didapatkan lesi papul eritematous, serpiginosa, timbul, dan membentuk terowongan. Penyebabnya adalah .........
a. Scabies scabiei
b. Pityriasis pubis
c. Trichuris trichiura
d. Ancylstama caninum
e. Pediculosis capitis

Jawaban: D
Creeping eruption merupakan kelainan kulit yang merupakan peradangan berbentuk linier atau berkelok-kelok, menimbul dan progresif, disebabkan oleh invasi larva cacing tambang yaitu Ancylostoma braziliensedan Ancylostoma caninum. Masuknya larva biasanya disertai rasa gatal dan panas. Mula mula berbentuk papul, diikuti bentuk yang khas yaitu lesi berbentuk linear atau berkelok kelok, menimbul dengan diameter 2-3 mm, dan berwarna kemerahan. Adanya lesi papul yang eritematosa ini menunjukan bahwa larva tersebut telah berada di kulit selama beberapa hari. Perkembangan selanjutnya, papul merah ini menjalar seperti benang berkelok-kelok polisiklik, serpiginosa, menimbul, dan membentuk terowongan (burrow), mencapai beberapa sentimeter. Rasa gatal biasanya lebih hebat pada malam hari..
Referensi
• Djuanda A, et al 2007. Ilmu penyakit Kulit dan Kelamin, edisi 5, hlm. 125-126

20

20. Desa A mengalami masalah kesehatan, yaitu beberapa warganya mengalami pembengkakan dari paha sampai ujung kaki dan sudah berlangsung lama. Untuk keperluan skrining, dokter puskesmas akan mengambil sampel darah warga. Kapan waktu yang tepat untuk mengambil darah .............
a. Pagi
b. Siang
c. Sore
d. Malam
e. Sewaktu

Jawaban: D
Gejala klinis sebagian besar tidak spesifik, sehingga untuk menegakan diagnosis harus dilakukan pemeriksaan laboratorium, yaitu harus dapat menemuka mikrofilariaWuchereria bancrofti dalam darah perifer yang diambil pada malam hari antara pukul 22.00 – 02.00 dini hari karena periodesitasnya nokturna. Ternyata, mikrofilaria menghilang dari darah perifer hoespes pada siang hari, mungkin disebabkan karena mereka berkumpul pada arteriol kecil didalam paru-paru dan pada malam hari baru beredar di dalam pembuluh darah perifer.
Referensi
• Natadisastra D. 2009. Parasitologi Kedokteran: Ditinjau dari Organ Tubuh yang diserang. Hlm. 151 – 154.

21

21. Seorang pria berusia 45 tahun datang ke praktik dokter umum untuk mengkonsultasikan kesehatannya. Pasien ingin mengetahui kemungkinan penyakit degeneratif yang bisa terjadi pada dirinya.npasien selama ini merasa ia dalam keadaan sehat. Apakah istilah yang paling tepat untuk tindakan pasien ini?
a. illness behavior
b. health promotion
c. health behavior
d. sick-role behavior
e. preventive health behavior

Jawaban : E
Perilaku kesehatan pada dasarnya adalah respons seseorang terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan kesehatan, makanan dan minuman, serta lingkungan atau reaksi manusia, baik bersifat pasif maupun bersifat aktif. Kasl dan Cobb membagi prilaku kesehatan dalam tiga kategori:
• Preventive health behavior. Ditandai dengan aktivitas yang dilakukan oleh individu yang percaya dirinya sehat, dilakukan untuk keperluan ataupun mendeteksi penyakit pada status asimtomatik.
• Illness behavior. Aktivitas yang dilakukan oleh individu yang merasa dirinya sakit dan dilakukan untuk mengetahui keparahan penyakit dan menemukan pengobatan yang sesuai.
• Sick-role behavior. Aktivitas yang dilakukan oleh individu yang menganggap dirinya sakit, dengan tujuan untuk sehat. Termasuk di dalamnya menerima terapi dari penyedia layanan kesehatan, secara umum termasuk perilaku berkebutuhan.

Referensi
• Glanz K, et al. 2008. Health Behavior and Health Education : Theory, Research and Practice, edisi 4, hlm 12.

22

22. Tabel 2 x 2 berikut memperlihatkan hasil uji diagnostik. Dari tabel tersebut dapat dihitung nilai-nilai sebagai berikut:
Buku Emas
Positif Negatif Jumlah
Uji positif A b a + b
Uji negatif C d c + d
Jumlah a + c b + d a + b + c + d

Pada tabel di atas nilai spesifisitas dapat dihitung dengan rumus:
a/((a+b))
d/((b+d))
d/((c+d))
((a + c))/((a+b+c+d))
((a+c))/((b+d))

Jawaban : B
Uji diagnostik yang ideal diharapkan memiliki nilai sensitivitas dan spesifisitas yang sangat baik, dan sekaligus memiliki nilai prediksi serta rasio kemungkinan yang baik. Nilai-nilai tersebut dapat dimulai dari tabel 2 x 2 berikut :
Buku Emas
Positif Negatif Jumlah
Uji positif a b a + b
Uji negatif c d c + d
Jumlah a + c b + d a + b + c + d

Sensitivitas = a/((a+b))
Spesifisitas = d/((b+d))
Nilai prediksi positif = a/((a+b))
Nilai prediksi negatif = d/((d+c))
Rasio kemungkinan positif = sensitivitas/((1-spesifisitas))
Rasio kemungkinan negatif = ((1-spesifisitas))/sensitivitas
Prevalensi = ((a+c))/((a+b+c+d))
Pre-test odds = ((a+c))/((b+d))
Post-test odds = pre-test odds x rasio kemungkinan

Refresnsi
Ismael S, Sastroasmoro S. 2008. Dasar-dasar metodologi Penelitian Klinis, edisi 3, hlm. 412

23

23. Seorang wanita berusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan pandangan kabur sejak 3 bulan. Keluhan disertai dengan susah membuka kedua kelopak mata sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan bertambah berat ketika malam hari dan menonton TV, berkurang pada pagi hari. Diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini adalah...
a. tumor optic chiasm
b. Lambert-Eaton syndrome
c. Miastenia gravis
d. GBS
e. Bell’s palsy

Jawaban : C
Miastenia gravis adalah suatu kelainan autoimun saraf perifer berupa terbentuknya antibodi terhadap reseptor pascasinaptik asetilkolin (Ach) nikotinik pada myoneural junction. Penurunan jumlah reseptor Ach ini menyebabkan penurunan kekuatan otot yang progresif dan terjadi pemulihan setelah beristirahat. Pasien dapat datang dengan ptosis, diplopia, sulit menelan, kelemahan tubuh, atau kombinasi dari keluhan tersebut. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konfirmasi kelemahan dari otot-otot yang bersangkutan.
GBS ditandai dengan kelemahan motorik, paralis dan hiporefleksia simetris, asendens dan progresif dengan atau tanpa disertai gejala sensorik atau otonom.
Bell’s palsy diawali dengan awitan mendadak di mana penderita mendapati salah satu sisi wajah asimetris, biasanya diawali gejala ringan seperti kesemutan di sekitar bibir.
Lambert-Eaton syndrome ditandai dengan gejala yang menyerupai miastenia gravis, namun kekuatan otot membaik dengan kontraksi terus-menerus. Pada tumor kiasma optikum, terdapat keluhan berupa hemianopsia homonim.

Refrensi
• Dewanto G, et al. 2007. Diagnosis dan Tata Laksana Penyakit Saraf, hlm. 62-67.
• Aminoff MJ. Nervous System Disorders. Dalam: Mcphee SJ, Papadakis MA (ed), 2009, Current Medical Diagnosis and Treatment, edisi 48, hlm. 906-908.

24

24. Seorang wanita berusia 30 tahun mengalami penurunan kesadaran sejak 1 hari yang lalu disertai kejang selama kurang lebih 2 menit, 2 hari sebelumnya menurut keterangan keluarga, pasien mengeluhkan nyeri kepala, demam, dan mual muntah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan hemiparase dextra dan parase N. IV. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8,3, Ht 36%, trombosit 150.000, leukosit 10.000. Pemeriksaan lumbal pungsi didapatkan LCS jernih. Kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah...
a. Ensefalitis virus
b. Ensefalitis supuratif
c. Meningitis kriptokrismus
d. Meningitis virus
e. Meningitis bakteri

Jawaban : A
Pada kasus ini, terdapat trias ensefalistis, yaitu demam, kejang, dan penurunan kesadaran. Dari pemeriksaan LCS, diagnosis mengarah pada ensefalitis virus. Manifestasi klinis ensefalitis virus adalah konvulsi, gangguan kesadaranm hemiparesis, paralisis bulbaris (meningoencephalomyelitis), gejala-gejala sereberal, nyeri dan meningismus. Pada pemeriksaan LCS didapatkan gambaran jernih, limfosit, dan monosit meningkat, kadar protein meninggi ringan, dan kadar glukosa normal.

Refrensi
• Dewanto G, et al. 2007, Diagnosis dan Tata laksana Penyakit Syaraf, hlm. 49-51.
• Mansjoer A, et al. 2000. Kapita Selekta Kedokteran, jilid 2, edisi 3, hlm. 14-16.

25

25. Seorang wanita berusia 32 tahun datang dengan keluhan keputihan berwarna kuning-kehijauan dan berbau, keluhan disertai dengan demam. Pada pemeriksaan didapatakan nyeri goyang serviks dan nyeri kuadran kanan bawah. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah...
a. PID
b. endometriosis
c. apendisitis
d. KET
e. ruptur tuba

Jawaban : A
Pada pasien dengan pelvic inflammatory diseases (PID) ditemukan keluhan nyeri perut bawah, demam, yang terkadang disertai menggigil, gangguan menstruasi, sekret purulen dari vagina, dan nyeri goyang serviks dan adneksa.
Pada kasus ini ditemukan discharge purulen berbau dan nyeri goyang serviks. Kriteria diagnosis minimum pada PID diberlakukan pada wanita dengan nyeri goyang portio dan pasien dapat langsung diterapi dengan antibiotik, kecuali kemungkinan diagnosis lain seperti apendisitis dan KET masih ada.

Kriteria tambahan dapat digunakan untuk menunjang diagnosis, antara lain:
• Suhu > 38,3oC per oral.
• Sekret abnormal dari serviks atau vagina, dan ditemukan sel darah putih.
• Peningkatan laju endapan darah.
• Peningkatan C-reaktif protein.
• Bukti laboratorium pernah terinfeksi N. gonorrhoeae atau C. trachomatis.

Kriteria definitif digunakan pada kasus di mana klinis dan laboratorium masih menunjukkan bukti yang belum pasti, kriteria ini meliputi:
• Bukti histologis terdapatnya endometritis dari biopsi.
• Sonografi transvaginal atau MRI yang menunjukkan penebalan dinding.
• Penemuan abnormal pada laparoskopik yang mengkonfirmasi PID.

Refrensi
• Crombleholme WR. Obstetrics and Obstertric Disorders. Dalam: Mcphee SJ, Papadakis MA (ed), 2009, Current Medical Diagnosis dan Treatment, edisi 48, hlm. 668-670.

26

26. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dibawa ke praktik dokter keluarga dengan keluhan nyeri perut kanan bawah. Setelah pemeriksaan lengkap, anak didiagnosis dengan apendisitis akut. Dokter lalu merujuk anak ke dokter bedah untuk penanganan selanjutnya. Setelah operasi, anak mengalami infeksi saluran napas. Lalu dokter bedah kembali merujuk pasien kepada dokter keluarganya untuk penanganan lebih lanjut. Apakah jenis rujukan yang paling sesuai?
a. split referral
b. cross referral
c. collateral referral
d. periodic referral
e. interval referral

Jawaban : E
Pembagian wewenang dan tanggung jawab dalam sistem rujuk antara lain:
• Interval referral, pelimpahan wewenang dan tanggung jawab penderita sepenuhnya kepada dokter konsultan untuk jangka waktu tertentu, dan selama jangka waktu tersebut, dokter tersebut tidak ikut menanganinya.
• Collateral referral, menyerahkan wewenang dan tanggung jawab penanganan penderita hanya untuk satu masalah penanganan kedokteran khusus saja.
• Cross referral, menyerahkan wewenang dan tanggung jawab penanganan penderita sepenuhnya kepada dokter lain untuk selamanya.
• Split referral, menyerahkan wewenang dan tanggung jawab penanganan penderita sepenuhnya kepada beberapa dokter konsultan, dan selama jangka waktu pelimpahan wewenang dan tanggung jawab tersebut, dokter pemberi rujukan tidak ikut campur.

Referensi
• Amelia, R. Konsultasi dan Rujukan Dalam Praktik Dokter Keluarga.

27

27. Seorang pria berusia 45 tahun dibawa ke unit gawat darurat dalam keadaan tidak sadarkan diri. Menurut keluarganya, pasien adalah penyandang sirosis hepatis yang menolak pengobatan sebelumnya. Penanganan pasien pada saat ini dilanjutkan dengan persetujuan dari istrinya. Apakah alasan yang paling tepat untuk melanjutkan pengobatan?
a. pengobatan harus dilanjutkan karena sebelumnya tidak mendapat obat
b. pasien tidak dapat mengambil keputusan karena dalam keadaan ensefalopati
c. pasien dalam keadaan koma, pengobatan diberikan setelah pasien sadar
d. otonomi pasien untuk menolak pengobatan
e. pasien tidak mendapatkan informasi yang lengkap atas risiko dan keuntungan pengobatan

Jawaban : B
Pada kasus ini, pengobatan dilanjutkan dengan persetujuan istri pasien, karena pasien dalam kondisi tidak kompeten.

Seseorang dianggap kompeten untuk memberika persetujuan, apabila:
• Mampu memahami informasi yang telah diberikan kepadanya dengan cara yang jelas, menggunakan bahasa yang sederhana dan tanpa istilah yang terlalu teknis.
• Mampu memercayai informasi yang telah diberikan.
• Mampu mempertahankan pemahaman informasi tersebut untuk waktu yang cukup lama dan mampu menganalisisnya dan menggunakannya untuk membuat keputusan secara bebas.

Orang berusia 18 tahun atau lebih dapat tidak kompeten apabila:
• Mengalami gangguan jiwa.
• Menderita nyeri hebat, syok, dalam pengaruh obat tertentu, atau akibat keadaan kesehatan fisiknya.

Refrensi
• Solichin S. Persetujuan Tindakan Kedokteran.

28

28. Sesosok mayat pria dewasa ditemukan di tengah kebun kosong. Pada saat diperiksa didapatkan lebam mayat menghilang saat ditekan dan kekakuan terdapat di otot muka. Kapankah waktu kematian yang paling mungkin?
a. 8 jam

Jawaban : C
Livor mortis atau lebam mayat adalah sesuatu bercak noda besar merah kebiruan atau merah ungu (livide) pada lokasi terendah tubuh mayat akibat penumpukan eritrosit atau stagnasi darah karena terhentinya kerja pembuluh darah dan gaya gravitasi bumi, bukan bagian tubuh mayat yang tertekan oleh alas keras. Perubahan warna ini mulai tampak kira-kira beberapa menit pasca-kematian klinis. Setelah 10-12 jam pasca-kematian klinis, maka perubahan warna menetap. Sebelum lebam mayat menetap, masih dapat hilang bila kita menekannya. Hal ini berlangsung kira-kira kurang dari 6-10 jam pasca-kematian klinis. Juga lebam masih bisa berpindah sesuai perubahan posisi mayat. Lebam tidak bisa lagi dihilangkan dengan penekanan jika lama kematian klinis sudah terjadi kira-kira lebih dari 6-10 jam.
Perubahan otot yang terjadi setelah kematian bisa dibagi dalam 3 tahap, yaitu periode relaksasi primer, kaku mayat atau rigor mortis, dan periode relaksasi sekunder. Relaksasi primer terjadi setelah kematian, biasanya berlangsung 2-3 jam di mana tubuh mempertahankan suhu normal. Kaku mayat akan terjadi setelah tahap relaksasi primer. Fenomena kaku mayat ini pertama kali sekali terjadi pada otot-otot mata, bagian belakang leher, rahang bawah, wajah, bagian depan leher, dada, abdomen bagian atas, dan terakhir pada otot tungkai. Keadaan ini berlangsung selama 12-24 jam, namun sangat bergantung pada suhu. Pada kasus ini kemungkinan kematian terjadi pada 6-8 jam sebelum ditemukan.

Referensi
• Adelman HC. 2007, Inside Forensic Science: Forensic Medicine, hlm. 13-16.

29

29. Pada desa A dilaporkan kejadian penyakit kaki gajah yang belum bisa diatasi dengan tuntas dan terjadi sepanjang tahun dengan frakuensi yang tidak tinggi, kejadian seperti ini dikenal dengan istilah...
a. epidemik
b. endemik
c. klaster
d. pandemik
e. sporadik

Jawaban : B
Periodisitas berjangkitnya penyakit antara lain:
• Epidemik ditandai dengan berjangkitnya suatu penyakit pada sekelompok orang di masyarakat dengan jenis penyakit, waktu dan sumber yang sama di luar keadaan yang biasa (kejadian luar biasa).
• Endemik merupakan suatu keadaan berjangkitnya prevalensi suatu jenis penyakit yang terjadi sepanjang tahun dengan frekuensi rendah di suatu tempat.
• Sporadik ditandai dengan jenis penyakit yang tersebar merata pada tempat dan waktu yang tidak sama, pada suatu saat dapat terjadi epidemik.
• Pandemik ditandai dengan jenis penyakit yang berjangkit dalam waktu cepat dan terjadi bersamaan di berbagai tempat di seluruh dunia.
• Klaster ditandai dengan jenis penyakit menular yang diderita oleh satu atau lebih orang, ditularkan dengan cepat ke orang yang sehat melalui hubungan darah atau kontak intim.

Referensi
• Chandra B. 2009. Ilmu Kedokteran Pencegahan dan Komunitas, hlm. 22-23.

30

30. Pernyataan di bawah ini merupakan usaha promotif dan preventif dalam kesehatan kerja, kecuali...
a. mencegah para pekerjaan mengalami gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kondisi kerja mereka
b. menempatkan dan menjaga lingkungan kerja yang memenuhi persyaratan fisiologis dan psikologis
c. adaptasi pekerjaan kepada orang dan setiap orang kepada pekerjaannya
d. memperbaiki kesehatan masing-masing pekerja untuk meningkatkan produksivitas
e. melindungi para pekerja dari segala risiko akibat pekerjaan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan

Jawaban : D
Yang dapat diartikan bahwa kesehatan kerja adalah suatu usaha promotif dan preventif yang bertujuan:
• Mencegah para pekerja mengalami gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kondisi kerja mereka.
• Melindungi para pekerja dari segala risiko akibat pekerjaan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
• Menempatkan dan menjaga lingkungan kerja yang memenuhi persyaratan fisiologis dan psikologis.
• Adaptasi pekerjaan kepada orang dan setiap orang pada pekerjaannya.

Referensi
• Chandra B. 2009. Ilmu Kedokteran Pencegahan dan Komunitas, hlm. 194-195.

31

31. seorang wanita berusia 20 tahun dibawa ke IGD karena terjatuh dan tidak bisa berdiri atau bangun lagi serta menangis terus. Pasien adalah karyawati di sebuah perusahaan swasta. Pasien mengalami hal tersebut setelah ia dimarahi oleh atasannya karena pekerjaannya yang tidak beres. Pasien tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya. Keluarga pasien tidak ada riwayat yang sama. Diagnosis untuk pasien di atas adalah...
A. Gangguan somatisasi
B. Gangguan konversi
C. Gangguan kepribadian
D. Gangguan penyesuaian
E. Gangguan stress akut

Jawaban : B
• Gejala utama gangguan disosiatif atau konversi adalah kehilangan (sebagian atau seluruh dari integrasi normal (di bawah kendali kesadaran) antara ingatan masa lalu, kesadaran identitas, dan penginderaan segera dan kontrol terhadap gerakan tubuh. DSM IV mendefinisikan gangguan konversi sebagai gangguan yang ditandai oleh gejala neurologis (contohnya paralisis, kebutaan, parastesia) yang tidak dapat dijelaskan oleh gangguan neurologis atau secara medis.
• Gangguan somatisasi ditandai oleh banyak gejala somatik yang tidak dapat dijelaskan secara adekuat berdasarkan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Gangguan ini bersifat kronis (pada umumnya gejala ditimbulkan selama beberapa tahun dan di mulai sebelum usia 30 tahun) disertai dengan penderitaan psikologis yang bermakna, gangguan fungsi sosial dan pekerjaan, dan perilaku untuk mencari bantuan kedokteran yang berlebihan.
• Gangguan kepribadian khas adalah suatu gangguan berat dalam konstitusi karakteriologis dan kecenderungan perilaku dari seseorang, biasanya meliputi beberapa bidang dari kepribadian dan hampir selalu berhubungan dengan kesulitan pribadi dan sosial.
• Gangguan penyesuaian adalah reaksi maladaptif jangka pendek terhadap apa yang disebut orang awam sebagai nasib malang pribadi atau apa yang disebut sebagai stresor psikososial. Sampai tiga bulan mungkin ditemukan stresor dan perkembangan gejala. Gejala tidak selalu menghilang segera setelah stersor menghilang. Jika stresor berlanjut, gangguan mungkin menjadi kronis.
• Gangguan stres akut merupakan konsekuensi langsung dari stres akut yang berat atau trauma yang berkelanjutan. Stress yang terjadi atau keadaan yang tidak nyaman yang berkelanjutan merupakan faktor penyebab utama, dan tanpa hal itu gangguan tersebut tidak akan terjadi.
Referensi
• Muslim R. 2001. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ-III, hlm 78-81.
• Ibrahim AS. 2007. Panik Neurosis dan Gangguan Cemas, hlm. 158-159.
• Mansjoer A. 2001. Kapita Selekta Kedokteran, jilid 1, edisi 3, hlm. 213-214.

32

32. Seorang pria berusia 50 tahun datang dengan keluhan sering menangis tanpa sebab sejak 1 bulan yang lalu. Pada awalnya pasien sulit tidur dan malas beraktivitas. Sejak 1 bulan yang lalu pasien dipecat oleh kantor. Pasien ingin dirujuk ke rumah sakit. Obat yang dapat diberikan kepada pasien sebelum dirujuk...
A. Chlorpromazine
B. Haloperidol
C. Trifluoperazine
D. Triazolam
E. Fluoxetine

Jawaban: E
Dari hasil wawancara dengan pasien ini, mengarah pada sindrom depresi . Butir-butir diagnostik sindrom depresi adalah:
• Selama paling sedikit 2 minggu dan hampir setiap hari mengalami:
• Rasa hati yang murung
• Hilang minat dan kesenangan
• Kurang tenaga hingga mudah lelah dan kendur kegiatan
• Keadaan di atas disertai gejala-gejala:
• Penurunan konsentrasi pikiran dan perhatian
• Pengurangan rasa harga diri dan percaya diri
• Pikiran, perihal dosa dan diri tidak berguna lagi
• Pandangan suram dan pesimistik terhadap masa depan
• Gagasan atau tindakan mencederai diri/bunuh diri
• Gangguan tidur
• Pengurangan nafsu makan
• Hendaknya dalam fungsi kehidupan sehari-hari, bermanifestasi dalam gejala penurunan kemampuan bekerja, hubungan sosial, dan melakukan kegiatan rutin.

Oleh karena itu, obat antidepresi dapat diberikan pada pasien ini, misalnya golongab SSRI (Fluoxetine,sertraline), golongan trisklik (amitriptyline), golongan tetrasiklik (maprotiline), ataupun golongan MAOI (moclobemide), sedangkan haloperidol, trifluoperazine dan chloropromazine merupakan golongan obat antipsikotik, dan triazolam merupakan golongan anti-insomnia.

Referensi
• Maslim R. 2001. Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik, edisi 3, hlm. 24-28

33

33. Seorang laki-laki datang memeriksakan diri ke praktik dokter dan yakin dirinya menderita penyakit jantung. Setelah diperiksa oleh dokter tersebut, ternyata pemeriksaannya dalam batas normal. Pasien menjadi marah dan bersikeras bahwa dirinya menderita sakit jantung. Gangguan yang diderita pasien tersebut adalah...
A. Nyeri psikogenik
B. Dismorfik tubuh
C. Hipokondriasis
D. Konversi
E. Somatisasi

Jawaban: C
• Hipokondriasis dengan ketakutan penderita atau ide bahwa ia menderita suatu penyakit serius didasarkan pada interpretasi keliru orang tersebut terhadap gejala-gejala tubuh. Preokupasi menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau dalam fungsi sosial, pekerjaan, dan fungsi penting lainnya.
• Gangguan nyeri psikogernik adalah nyeri pada satu atau lebih tempat yang tidak sepenuhnya disebabkan oleh kondisi medis atau neurologis non-psikiatri yang disertai olh penderitaan emosional, gangguan fungsional, dan gangguan yang memiliki hubungan sebab akibat yang masuk akal dengan faktor psikologis.
• Gangguan dismorfik tubuh ditandai oleh kepercayaan palsu atau persepsi yang berlebih-lebihan bahwa suatu bagian tubuh mengalami cacat
• Gangguan konversi sebagai gangguan yang ditandai oleh gejala neurologis (contohnya paralisis, kebutaa n, parestesia) yang tidak dapat dijelaskan oleh gangguan neurologis atau secara medis.
• Gangguan somatisasi ditandai oleh banyak gejala somatik yang tidak dapat dijelaskan secara adekuat berdasarkan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Gangguan ini bersifat kronis (pada umumnya gejala ditimbulkan selama beberapa tahun dan dimulai sebelum usia 30 tahun) disertai dengan penderitaan psikologis yang bermakna, gangguan fungsi sosial dan pekerjaan, dan perilaku untuk mencari bantuan kedokteran yang berlebihan.
Referensi:
• Ibrahim AS. 2001. Panik Neurosis dan Gangguan Cemas, hlm. 147-170

34

34. Seorang pria berusia 21 tahun datang dibawa oleh petugas keamanan ke UGD karena pasien ditemukan sedang berdiri di tengah jalan yang ramai. Setelah ditanyakan kepada pasien mengapa melakukan hal tersebut, pasien mengatakan sejak 2 minggu yang lalu pasien sering mendengarkan suara-suara yang menyuruhnya untuk melakukan hal tersebut sehingga mempengaruhi apa yang dilakukan oleh pasien. Gejala apa yang paling tepat untuk pasien ini...
A. Ilusi
B. Halusinasi
C. Waham
D. Depersonalisasi
E. Derealisasi

Jawaban B
• Halusinasi adalah persepsi sensoris yang salah, karena tidak disertai dengan stimulasi eksternal yang nyata. Mungkin terdapat atau tidak terdapat interpretasi waham tentang pengalaman halusinasi. Halusinasi dengar (auditoris) adalah persepsi bunyi yang salah, biasanya suara tetapi bisa juga bunyi-bunyi yang lain seperti musik, merupakan halusinasi yang sering pada gangguan psikiatri.
• Ilusi adalah mispersepsi atau misinterpretasi terhadap stimulasi eksternal yang nyata
• Waham adalah keyakinan yang salah didasarkan pada kesimpulan yang salah tentang kenyataan eksternal dan tidak sejalan dengan intelegensi pasien dan latar belakang kultural, serta tidak dapat dikoreksi dengan suatu alasan , walawpun tersedia bukti untuk menyatakan keyakinan itu salah.
• Depresonalisasi adalah suatu perasaan subjektif merasa tidak nyata, aneh, atau tidak mengenali diri sendiri
• Derealisasi adalah suatu perasaan subjektif bahwa lingkungannya aneh atau tidak nyata, merupakan perasaan tentang perubahan realitas.
Referensi
• Ibrahim AS. 2007. Pemeriksaan Psikiatri Wawancara Psikiatri Psikopatologi Farmakoterapi Gangguan Kepribadian dan Mekanisme Pertahanan, hlm 62-76.

35

35.Seorang perempuan berusia 16 tahun tiba-tiba histeris dan berteriak-teriak saat sedang mengerjakan soal ujian. Ia berkata dengan bersuara berat dan mengomentari tentang rencana renovasi sekolah. Perempuan ini sebelumnya dikenal pendiam dan pemalu. Gangguan apa yang terjadi pada perempuan tersebut...
A. Gangguan amnesia disosiatif
B. Gangguan fugue disosiatif
C. Gangguan transdisosiatif
D. Gangguan motorik disosiatif
E. Gangguan konvulsi disosiatif

Jawaban: C
• Gangguan transdisosiatif atau kesurupan adalah adanya kehilangan sementara aspek penghayatan atas identitas diri dan kesadaran atas lingkungannya.
• Gangguan amnesia disosiatif dengan ciri utama hilangnya daya ingat.
• Gangguan fugue disosiatif memiliki ciri-ciri amnesia, melakukan perjalanan tertentu melampaui hal yang umum dilakukannya sehari-hari, dan kemampuan mengurus diri yang dasar tetap ada, termasuk melakukan interaksi sosial sederhana dengan orang yang belum dikenal.
• Gangguan motorik disosiatif bentuk yang paling umum berupa ketidakmampuan menggerakkan seluruh atau sebagian anggota gerak.
• Gangguan konvulsi disosiatif dapat sangat mirip dengan kejang epileptik dalam gerakan-gerakannya dan tidak dijumpai kehilangan kesadaran.
Referensi
• Mansjoer A. 2001. Kapita Selekta Kedokteran, jilid 1, edisi 3, hlm. 215-216.

36

36. Seorang wanita berusia 33 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan batuk darah selama 2 hari. Sebelumnya pasien sempat batuk berdahak putih selama 3 bulan. Pasien kadang berkeringat dingin pada malam hari dan terdapat penurunan berat badan. Pada pemeriksaan, pasien kompos menitis. Tanda vital dalam batas normal. Terapi untuk pasien ini adalah...
A. 2RHZE/4RH
B. 2RHZE/6RHS
C. 2RHE/5RHS
D. RHZES/5RHE
E. 2RHZE/SHE/4RHE

Jawaban: A
Diagnosis tuberkulosis dapat ditegakkan berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan bakteriologi, radiologi, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Gejala klinis tuberkulosis dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu gejala lokal dan gejala sistemik. Bila organ yang terkena adalah paru, maka gejala lokal adalah gejala respiratori.
? Gejala Respiratori
• Batuk ? 2 minggu
• Batuk darah
• Sesak napas
• Nyeri dada
? Gejala Sistemik
• Demam
• Gejala sistemik lain seperti malaise, keringat malam, anoreksia, dan berat badan yang menurun.











Tabel 2.6 Panduan Pengobatan TB
Kategori Kasus Panduan obat yang dianjurkan Keterangan
I TB paru BTA +, BTA -, lesi luas 2RHZE/4RH atau *2 RHZE/4R3H3
II Kambuh
Gagal Pengobatan RHZES/1RHZE/sesuai hasil uji resistensi atau 2RHZES/1RHZE/5RHE
3-6 kanamisin, ofloksasin, etionamid, sikloserin atau 2RHZES/1RHZE/5RHE Bila alergi streptomisin, dapat diganti kanamisin
II TB paru putus obat Sesuai lama pengobatan sebelumnya, lama berhenti minum obat dan gejala klinis, bakteriologi dan radiologi saat ini atau *2RHZES/1RHZE/5R3H3E3
III TB paru BTA (-), lesi minimal 2RHZE/4RH atau 6RHE atau *2RHZE/4R3H3
IV Kronis RHZES/sesuai hasil uji resistensi (minimal OAT yang sensitif) + obat lini 2 (pengobatan minimal 18 bulan)
IV MDR TB Sesuai uji resistensi + OAT lini atau H seumur hidup
o Obat yang disediakan oleh Program Nasional TB.
Lihat Kategori I pada tabel di atas.

Referensi
• Aditama TY, et al. 2006. Tuberkulosis, Pedoman Diagnosis dan penatalaksanaan di Indonesia, hlm. 14-32

37

37. Seorang pria berusia 38 tahun datang dengan keluhan batuk-batuk sejak 2 bulan yang lalu. Psien juga mengeluhkan adanya demam yang tidak terlalu tinggi, berkeringat pada malam hari, penurunan berat badan. Pada pemeriksaan alat vital dalam batas normal, pemeriksaan BTA(+). Setelah 1 minggu diberikan OAT, badan pasien menjadi kuning, mual , dan muntah. Pada pemeriksaan laboratorium, didapatkan enzin transaminase meningkat 5x normal. Terapi yang tepat untukn pasien ini adalah....
A. Tunda OAT sampai enzin transaminase 2x normal.
B. Tunda OAT sampai 8 bulan.
C. Hindari rifampisin, gunakan HES selama 9 bulan.
D. Hindari pirazinamid, gunakan RES selama 9 bulan.
E. Hindari isoniazid, gunakan RHE selama 9 bulan.

JAWABAN : A
Hepatitis imbas obat adalah kelainan fungsi hati akibat penggunaan obat-obat hepatotoksik (drug induced hepatities). Penatalaksaan pada hepatitis imbas obat ini adalah :
• Bila klinis (+), OAT stop
• Bila gejala (+) dan SGOT, SGPT ?3 kali, OAT stop.
• Bila gejala klinis (-), laboratorium terdapat kelainan :
? Bilirubin ?2, OAT stop.
? SGOT,SGPT ?5 kali, OAT stop.
? SGOT,SGPT ?3 kali, teruskan pengobatan dengan pengawasan.
Panduan OAT yang dianjurkan adalah :
• Stop OAT yang bersifat hepatotoksik (RHZ).
• Setelah itu, monitor klinis dan laboratorium. Bila klinis dan laboratorium kembali normal, maka tambahkan INH desensitisasi sampai dengan dosis penuh (300 mg). Selama ini, perhatikan klinis dan pemeriksaan saat INH dosis penuh, bila klinis dan laboratorium kembali normal, tambahkan rifampisin, desensitisasi sampai dengan dosis penuh, sehingga obat menjadi RHES.
• Pirazinamid tidak boleh diberikan lagi.
( Aditama TY, et al. 2006. Tuberkulosis, Pedoman Diagnosis dan penatalaksanaan di indonesia, hlm. 52-53 )

38

38. Pasien wanita berusia 25 tahun mengeluhkan tungkai bawahnya lumpuh sejak 1 minggu yang lalu, dan pagi ini tungkai atasnya pun lumpuh. Sebelumnya , pasien menderita flu dan batuk. Saat ini, flu dan batuk sudah sembuh. Pada pemeriksaan tanda vital normal, tes sensori normal, refleks fisiologis (-/-), refleks patologis (-/-). Diagnosis apa yang paling mungkin pada pasien ini ?
A. Amiotrofik lateral sklerosis
B. Guillain – barre syndrome
C. Arnold- chiari malformation
D. Poliomielitis
E. Poliomiositis

JAWABAN : B
Polioneuropati Idiopatik akut ( guillain-barre syndrome ) merupakan suatu poliradikuloneuropati akut dengan manifestasi utamanya adalahparalis asendens, yaitu kelumpuhan yang melanda bagian distal kedua tungkai dan dalam waktu cepat (12-24 jam) dapat juga melibatkan proximalnya dan bersifat simetris. Kemudian, gejala menjalar sampai kedua lengan, bahkan wajah dan otot menelan, ada kalanya ikut lumpuh. Obat abdomen dan otot pernapasan umumnya terhindar dari kelumpuhan. Namun pada jenis yang parah, otot-otot pernapasan cepat dilanda kelumpuhan sehingga pasien meninggal. Manifestasi sensorinya berupa parestesia dan hipestesia. Umumnya parestesia muncul mendahului manifestasi motorik. Gejala sensorik yang paling berat menyebabkan kesemutan pada telapak kaki, permukaan tungkai bawah, ujung jari dan tangan (glove and stocking ).
Sebagian besar dari penderita sindrom ini mengalami infeksi traktus respiratorius bagian atas ataupun infeksi saluran pencernaan sebelumnya. Sindrom ini dianggap sebagai komplikasi infeksi viral sistemik. Banyak persamaan antara sindrom guillain-barre dengan experimental allergic neuritis, sehingga sindrom ini digolongkan dalam neuropati post-infeksiosa atau neuropati autoimun.
(Mcphee SI, et al. 2011 Current Medical Diagnosis and Treatment 2011, edisi 50, hlm. 982-983 dan Ginsberg L. 2005. Neurologi , edisi 8, hlm. 154-156 )

39

39. Pasien wanita berusia 21 tahun mengeluhkan bengkak, nyeri, dan kaku pada ruas jari-jari dan pergelangan tangan nya. Keluhan seperti ini hilang timbul sejak 4 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan status lokalis didaptkan bengkak,kemerahan, dan nyeri tekan pada kelima ruas jari bagian proksimal interfalang dan metakarpal. Pemeriksaan laboratorium rutin dalam batas normal, asam urat 5 mg/dL. Diagnosis pada pasien ini adalah .....
A. Gout
B. Pseudogout
C. Osteoatritis
D. Osteomalasia
E. Atritis reumatoid

JAWABAN : E
Tabel 2.7 kriteria American Rheumatism Association untuk atritis rheumatoid
NO Kriteria Definisi
1. Kaku pada pagi hari Kekakuan pada pagi hari pada persendian dan sekitarnya, sekurangnya selama satu jam sebelum perbaikan maksimal.
2. Atritis pada 3 daerah persendian atau lebih Pembengkakan jaringan lunak atau persendian atau lebih efusi pada sekurang-kurangnya 3 sendi secara bersamaan.
3. Atritis pada persendian tangan Sekurang-kurangnya terjadi pembengkakan satu persendian tangan seperti tertera diatas.
4. Atritis simetris Keterlibatan sendi yang sama pada kedua belah sisi (keterlibatan PIP,MCP,MTP bilateral dapat diterima walaupun tidak mutlak bersifat simetris ).
5. Nodul reumatoid Nodul subkutan pada penonjola tulang atau permukaan ekstensor atau daerah juksta artikular.
6. Faktor reumatoid serum positif Terdapatnya liter abnormal faktor reumatoid serum yang diperiksa dengan cara yang memberikan hasil positif kurang dari 5% kelompok kontrol yang diperiksa.
7. Perubahan gambaran radiologi Perubahan gambaran radiologis yang khas harus menunjukkan adanya erosi atau dekatsifikasi tulang yang berlokasi pada sendi atau daerah yang berdekatan dengan sendi.

Pasien dikatakan menderita atritis reumatoid jika memenuhi sekurang-kurangnya 1 sampai 4 yang diderita sekurang-kurangnya 6 minggu.
( Sudoyo AW, et al. 2006. Buku ajar ilmu penyakit dalam, jilid 2, edisi 4, hlm. 1185-1187 ).

40

40. Pasien berusia 30 tahun datang dengan keluhan batuk, demam, keringat malam sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan laboratorium, nilai hemoglobin 11,9, hematokrit 36, leukosit 10.500, trombosit 400.000, LED 90. Pada foto rontgen didapatkan adanya infiltrat pada apeks paru. Tindakan yang dilakukan selanjutnya adalah .....
A. Pewarnaan gram sputum
B. Pewarnaan BTA sputum
C. Biakan BTA sputum
D. Biakan mikroorganisme sputum
E. Kultur sputum

JAWABAN : B
Pemeriksaan bakteriologi untuk menemukan kuman tuberkulosis mempunyai arti yang sangat penting dalam menegakkan diagnosis. Pemeriksaan bakteriologi dari spesimen dahak dapat dilakukan dengan cara mikroskopis biasa dengan pewarnaan Ziehl-Neelsen ataupun dengan pewarnaan auramin-rhodamin (khususnya untuk penapisan). Interpretasi hasil pemriksaan dahak dari 3 kali pemeriksaan ( sewaktu , pagi,sewaktu) adalah :
• 3 kali positif atau 2 kali positif 1 kali negatif BTA positif
• 1 kali positif, 2 kali negatif ulang BTA, bila 1 kali positif , 2 kali negatif positif, bila 3 kali negatif BTA negatif.
( Aditama TY, et al . 2006. Tuberkulosis pedoman diagnosis dan penatalaksanaan di indonesia, hlm. 18 )

41

41. Seorang pria berusia 50 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri seperti ditekan benda berat, menjalar ke lengan kiri. Pasien juga mengeluh keluar keringat dingin, mual, muntah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 160/90 mmHg, EKG ST depresi di lead III, AVF. Pengobatan yang diberikan adalah...
a. nitrogliserin sublingual
b. niteogliserin oral
c. captopril oral
d. nifedipin oral
e. nifedipin sublingual

jawaban: A
Pasien perlu perawatan di rumah sakit, sebaiknya di unit intensif koroner, pasien perlu diistirahatkan, diberi penenang dan oksigen. Pemberian morfin atau petidin perlu pada pasien yang masih merasakan sakit dada walaupun sudah menadapat nitrogliserin. Dalam keadaan akut, nitrogliserin atau isosorbid dinitrat diberikan secara sublingual atau melalui infus intravena, yang ada di indonesia terutama isosorbid dinitrat yang dapat diberikan secara intravena dengan dosis 1-4 mg per jam. Karena adanya toleransi terhadap nitrat, dosis dapat dinaikkan dari waktu ke waktu. Bila keluhan sudah terkendali, infus dapat diganti isosorbid dinitrat per oral.
Nitrat dapat menyebabkan vasodilatasi pembuluh vena dan arteriol perifer, dengan efek mengurangi preload dan afterload, sehingga dapat mengurangi wall stress dan kebutuhan oksigen (oxygen demand ). Nitrat juga menambah suplai oksigen dengan vasodilatasi pembuluh koroner dan memperbaiki aliran darah kolateral.
Referensi
• sudoyo AW, et al 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 3, edisi 4, hml, 1621-1628.
• McPhee SJ. 2011. Current Medical Diagnosis and Treatment 2011, edisi 50, hlm. 343-345.

42

42. Seorang pasien sudah menjalani pengobatan TB selama 6 bulan, namun dinyatakan belum sembuh. Pengobatan apa yang sebaiknya dilakukan ?
a. OAT kategori I
b. OAT kategori II
c. OAT kategori III
d. OAT kategori II dari kultur
e. tunda OAT, tunggu hasil kultur

jawaban : D
Lihat Tabel 2.6 Panduan Pengobatan TB, pada pembahasan soal No. 36, Kategori II.
TB paru kasus gagal pengobatan. Sebelum ada hasil uji resistensi, seharusnya diberikan obat lini 2 ( contoh panduan: 3-6 bulan kanamisin, etionamid, sikloserin, dilanjutkan 15-18 bulan ofloksasin, etionamid, sikloserin). Dalam keadaan tidak memungkinkan, pada fase awal dapat diberikan 2RHZES/1RHZE. Fase lanjutan sesuai dengan hasil uji resistensi. Bila tidak ada ujian resistensi, dapat diberikan RHE selama 5 bulan.
Referensi
• Aditama TY, et al 2006. Tuberkulosis, Pendoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia, hlm. 30-32.

43

43. Seorang wanita berusia 50 tahun datang ke poliklinik untuk melakukan pemeriksaan mata. Satu minggu yang lalu saat melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, didapatkan gula darah puasa 350 mg/dL. Hasil pemeriksaan mata didapatkan visus mata kanan 5/50, visus mata kiri 4/60. Dengan kacamata, penglihatan tidak bertambah baik. Apakah pemeriksaan yang paling tepat dilakukan ?
a. tonometri
b. perimetri
c. oftalmoskopi
d. kampimetri
e. gonioskopi

jawaban: C
• Oftalmoskop merupakan alat yang mempunyai sumber cahaya untuk melihat fundus okuli. Pemeriksaan dengan oftalmoskop dinamakan oftalmoskopi. Terdapat dua kegunaan oftalmoskop, yaitu memeriksa adanya kekeruhan pada media penglihatan yang keruh seperti pada kornea, lensa, dan badan kaca, serta untuk memeriksa fundus okuli terutama retina dan papil saraf optik.
• Tonometri adalah suatu tindakan untuk melakukan pemeriksaan tekanan intraokular dengan alat yang disebut tonometer. Dikenal beberapa alat tonometer seperti alat tonometer Schiotz dan tonometer aplanasi Goldman.
• Kampimeter dan perimeter merupakan alat pengukur atau pemetaan lapang pandangan terutama daerah sentral atau parasentral. Lapang pandangan adalah bagian ruang yang terlihat oleh satu mata dalam sikap diam memandang lurus ke depan.
• Gonioskopi dapat melihat keadaan sudut bilik mata yang dapat menimbulkan glaukoma. Penentuan gambaran sudut bilik mata dilakukan pada setiap kasus yang dicurigai adanya glaukoma. Pemeriksaan itu dilakukan dengan meletakkan lensa sudut ( goniolens).

44

44. Seorang perempuan 14 tahun datang untuk melakukan kontrol kacamata. Hasil pemeriksaan didapatkan VOD 5/15, lalu diberikan koreksi:
S -0,50 terkoreksi 5/7
S -0,75 terkoreksi 5/5
S -1,00 terkoreksi 5/5
S -1,25 terkoreksi 5/6
S -1,50 terkoreksi 5/7
Berapa yang paling benar diberikan pada pasien inni ?
a. S -0,50
b. S -0,75
c. S -1,00
d. S -1,25
e. S -1,50

Jawaban : B
Pengobatan pasien dengan miopi adalah dengan memberikan kacamata sferis negatif terkecil yang memberikan ketajaman penglihatan maksimal. Sebagai contoh, bila pasien dikoreksi dengan S -3.00 memberikan tajam penglihatan 6/6, dan demikian juga bila diberi S -3,25, maka sebaiknya diberikan lensa koreksi -3.00 agar untuk memberikan istirahat mata dengan baik sesudah dikoreksi. Begitu pula seperti pada kasus pasien tersebut.
Referensi
• Ilyas S. 2007. Ilmu Penyakit Mata, edisi 3, hlm. 78.

45

45. Seorang laki-laki berusia 17 tahun datang dengan keluhan penglihatan kedua mata menjadi kabur sejak 6 bulan yang lalu. Keluhan ini dirasakan pasien saat melihat tulisan di papan tulis saat pelajaran berlangsung. Pada pemeriksaan mata, penglihatan mambaik dengan pemasangan pinhole dan dengan koreksi lensa sferis minus. Diagnosis pasien ini adalah...
a. miopi
b. hipermetropi
c. presbiopi
d. astigmat regular
e. astigmat iregular

jawaban : A
Miopi atau rabun jauh merupakan keadaan di mana sinar-sinar berjalan sejajar dengan sumbu mata tanpa akomodasi di bias di depan retina. Tajam penglihatan selalu kurang dari 5/5. Gejalanya berupa penglihatan kabur untuk jauh, sedangkan penglihatan jelas untuk dekat. Seorang miopi mempunyai kebiasaan mengernyitkan matanya untuk mencegah aberasi sferis atau untuk mendapatkan efek pinhol. Pengobatannya dengan diberi lensa sferis negatif terkecil agar ia tanpa akomodasi dapat melihat dengan baik.
Referensi
• Ilyas S. 2007. Ilmu Penyakit Mata, edisi3, hlm.76-78.

46

46. Seorang laki-laki berusia 18 tahun dibawa ke UGD karena tidak sadar setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Setelah perawatan intensif, pasien sadar kembali tetapi mengeluh pandangan ganda terutama saat melirik ke sisi kanan. Hasil pemeriksaan tanda vital dalam batas normal. Pada pemeriksaan neurologis didapatkan kelopak mata kiri ptosis, pupil mata kiri dilatasi dan bila melirik ke kanan, bola mata kiri tidak dapat sampai ke kantus kiri. Penyebab kelainan tersebut adalah...
a. paresis N, III dextra
b. paresis N, III sinistra
c. paresis N, IV dextra
d. paresis N, III, IV, VI sinistra
e. paresis N, III, IV, VI dextra

jawaban : B
Fungsi otot-otot bola mata :
• Otot rektus medius, kontraksinya akan menghasilkan adduksi atau menggulirnya bola mata ke arah nasal, dan otot ini dipersarafi oleh saraf ke III ( saraf okulomotor).
• Otot rektus lateral, kontraksinya akan menghasilkan adduksi atau menggulirnya bola matas ke arah temporal, dan otot ini dipersarafi oleh saraf ke VI (saraf abdusen).
• Otot rektus superior, kontraksinya akan menghasilkan elevasi, adduksi, dan intorsi bola mata, dan otot ini dipersarafi oleh saraf ke III (saraf okulomotor).
• Otot rektus inferior, kontraksinya akan menghasilkan depresi pada abduksi, ekstorsi, dan pada abduksi, dan abduksi 23 derajat pada depresi. Otot ini dipersarafi oleh saraf ke III.
• Otot oblik superior, kontraksinya akan menghasilkan depresi intorsi bila berabduksi 39 derajat, depresi saat abduksi 51 derajat, dan bila sedang depresi akan berabduksi. Otot ini dipersarafi saraf ke IV (saraf troklear ).
• Otot ablik inferior , dengan aksi primernya ekstrorsi dalam abduksi, aksi sekunder oblik inferior adalah elevasi dalam adduksi dan abduksi dalam elevasi. M. Oblik inferior dipersarafi saraf ke III.
Referensi
• Ilyas S. 2007. Ilmu Penyakit Mata, Edisi 3, hlm 227-229.

47

47. Seorang wanita berusia 32 tahun datang dengan keluhan kedua mata merah dan gatal sejak 1 hari yang lalu. Kakak pasien yang tinggal serumah juga memiliki keluhan yang sama. Pada pemerikasaan mata didapatkan palpebra edema, injeksi konjungtiva, dan sekret purulen. Apa diagnosis pasien ini ?
a. konjugtivitas virus
b. konjugtivitas bakteri
c. konjugtivitas jamur
d. konjugtivitas vernal
e. konjugtivitas sika

jawaban : B
Tabel 2.8 Virus, Bakteri Purulen, Bakteri Non-purulen, Fungus & Parasit, Alergi
Virus Bakteri purulen Bakteri non-purulen Fungus & parasit Alergi
Kotoran Sedikit Mengucur Sedikit Sedikit Sedikit
Air mata Mengucur Sedang Sedang Sedikit Sedang
Gatal Sedikit Sedikit - - Mencolok
Injeksi Umum Umum Lokal Lokal Umum
Nodul preaurikular Lazim Jarang Lazim Lazim -
Pewarnaan Monosit Limfosit Bakteri PMN Bakteri PMN Biasanya Negatif Eosinofil

Referensi
• Ilyas S. 2007. Ilmu Penyakit Mata, edisi 3, hlm. 120-122.

48

48. Seorang perempuan berusia 18 tahun, mengeluh nyeri telan teritama di sebelah kanan sejak 4 hari yang lalu, keluhan dirasakan semakin memberat sejak 1 hari yang lalu disertai sulit membuka mulut. Diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini adalah ....
a. abses retrofaring
b. abses peritonsil
c. abses parafaring
d. angina ludovici
e. abses submandibula

jawaban : B
Nyeri tenggorokan dan demam yang disertai dengan terbatasnya gerakan membuka mulut atau leher harus dicurigai disebabkan oelh abses leher dalam.
• Abses peritonsil
Selain tanda dan gejala tonsilitis akut, juga terdapat keluhan nyeri menelan yang hebat, biasanya pada sisi yang sama dengan keluhan nyeri telinga , muntah, mulut berbau, banyak ludah, suara sengau dan sukar membuka mulut, serta pembengkakan kelenjar submandibula dengan nyeri tekan.
• Abses retrofaring
Gejala utama berupa rasa nyeri dan sukar menelan, juga terdapat demam, leher kaku dan nyeri. Dapat timbul sesak napas karena sumbatan jalan napas, dan jika peradangan mencapai laring akan menimbulkan stridor.
• Abses parafering
Gejala dan tanda utama adalah trismus, indurasi atau pembengkakan di sekitar angulus mandibula, demam tinggi, dan pembengkakan dinding lateral faring.
• Abses submandibula
Gejala utama berupa nyeri leher disertai pembengkakan di bawah mandibula dan atau di bawah lidah, mungkin berfluktuasi.
• Angina Iudovici
Terdapat nyeri tenggorokan dan leher disertai pembengkakan di daerah submandibula yang tampak hiperemis dan keras pada perabaan. Daras mulut membengkak, dapat mendorong lidah ke atas belakang, sehingga menimbulkan sumbatakn jalan napas.
Referensi
• Fachruddin D. Abses Leher Dalam. Dalam : Soeppardi EA. Iskandar N (editor), 2006. Buku Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher, edisi 5.hlm. 185-189.

49

49. Pada kasus No 48 di atas, terapi yang pertama diberikan adalah....
a. antibiotik + analgesik
b. antibiotik + antitetanus
c. pungsi abses
d. trakeostomi
e. antibiotik

jawaban : A
Abses peritonsil terjadi sebagai komplikasi tonsilitis akut atau infeksi yang bersumber dari kelenjar mukus weber di kutub atas tonsil. Pada stadiumpermulaan atau infiltrasi, selain pembengkakan tampak permukaan hiperemis. Bila proses berlanjut, daerah tersebut lebih lunak dan berwarna kekuningan. Tonsil terdorong ke tengah, depan dan bawah, uvula bengkak dan terdorong ke sisi kontralateral. Bila proses berlangsung terus, peradangan jaringan di sekitarnya akan menyebabkan iritasi pada M. pterigoid interna, sehingga timbul trismus. Pada stadium infiltras, tata laksana diberikan antibiotik dosis tinggi dan obat simtomatik, juga perlu kumur-kumur dengan cairan hangat dan kompres dingin pada leher. Bila telah terbentuk abses, dilakukan pungsi pada daerah abses, kemudian diinsisi untuk mengeluarkan nanah. Bila terdapat trismus, maka untuk mengatasi nyeri diberikan analgesia lokal, dengan menyuntikan xylocaine atau novocaine 1% di ganglion sfenopalatinum.
Referensi
• Fachruddin D. Abses Leher Dalam. Dalam : Soeppardi EA. Iskandar N (editor), 2006. Buku Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher, edisi 5.hlm. 185-186.

50

50. Seorang wanita berusia 32 tahun datang dengan keluhan gangguan pendengaran, telinga berdenging, dan terkadang mengalami pusing berputar. Keluhan mulai muncul sejak 3 hari yang lalu. Keluhan tersebut dapat dialami setelah mendapatkan obat-obatan di bawah ini, kecuali....
a. eritromisin
b. streptomisin
c. klorokuin
d. furosemid
e. sefixim

jawaban :E
Tinitus, gangguan pendengara, dan vertigo merupakan gejala utama ototoksisitas. Tinitus yang berkaitan dengan ototoksisitas, cirinya kuat dan bernada tinggi, di mana pada kerusakan yang menetap, tinitus lama-kelamaan tidak begitu kuat, tetapi juga tidak pernah hilang. Gangguan pendengaran yang dialami bersifat sensorineural.
Macam-macam obat ototoksik :
• Aminoglikosida. Tuli yang diakibatkannya bersifat bilateral dan bernada tinggi, namun dapat juga terjadi unilateral dan dapat disertai gangguan vestibular.
• Eritromisin. Pemberian eritromisin intravena menyebabkan gejala kurang pendengaran subjektif tinitus yang meniup dan terkadang disertai vertigo.
• Loop diuretic. Gangguan pendengaran yang terjadi biasanya ringan, tetapi pada kasus tertentu dapat menyebabkan tuli permanen.
• Oabat anti-inflamasi. Salisilat termasuk aspirin dapat menyebabkan tuli sensorinneural berfrekuensi tinggi dan tinitus.
• Obat antimalaria. Dapat menyebabkan gangguan pendengaran tinitus. Klorokuin dan kina dapat menembus plasenta sehingga dapat menyebabkan tuli kongenital.
• Obat antitumor. Gejala dapat berupa tuli subjektif, tinitus disertai gangguan keseimbangan.
• Obat tetes telinga topikal
Referensi
• Fachruddin D. Abses Leher Dalam. Dalam : Soeppardi EA. Iskandar N (editor), 2006. Buku Kesehatan Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher, edisi 5.hlm.40 – 43.

51

51. Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan keluar cairan kehijauan dari telinganya sejak 3 hari yang lalu, disertai dengan gatal dan nyeri. Pasien sebelumnya batuk-batuk selama 2 minggu dan belum diobati. Bakteri penyebab yang paling mungkin pada kasus ini adalah...
a. Pseudomonas aeruginosa
b. Streptococcus pyogenes
c. Streptococcus pneumoniae
d. Haemophilus influenzae
e. Proteus mirabilis

Jawaban : D
Kuman penyebab utama pada otitis media, baik pada anak-anak maupun orang dewasa adalah bakteri piogenik, antara lain Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Streptococcus pyogenes. Haemophilus influenzae paling sering ditemukan pada anak berusia di bawah 5 tahun.
Referensi:
• Lustig LR, Schindler J. Ear, Nose and Throat Disorders. Dalam: Mcphee SJ, Papadakis MA (ed).2009. Current Medical Diagnosis and Treatment, edisi 48, hlm. 177-178.
• Djaaafar ZA. Kelainan Telinga Tengah. Dalam: Soepardi EA, Iskandar N (editor), 2006. Buku Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher, edisi 5,hlm. 49-61.

52

52. Seorang pria berusia 28 tahun datang ke poli umum dengan keluhan hidung tersumbat disertai bersin-bersin dan pilek tanpa demam. Keluhan semakin berat saat pasien tidur. Jika miring kekiri, hidung kiri tersumbat, dan saat miring ke kanan, hidung kanan tersumbat. Diagnosis pada pasien ini adalah...
a. Rinitis sika
b. Rinitis atrofi
c. Rinitis vasomotor
d. Rinitis medikamentosa
e. Rinitis alergi

Jawaban : C
Gangguan vasomotor hidung adalah gangguan fisiologi lapisan mukosa hidung yang disebabkan oleh bertambahnya aktivitas parasimpatis. Keseimbangan vasomotor dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berlangsung temporer, seperti emosi, posisi tubuh, kelembapan, dan sebagainya, yang pada keadaan normal, faktor-faktor tadi tidak dirasakan sebagai gangguan oleh individu yang bersangkutan. Gejala yang didapat pada rinitis vasomotor adalah hidung tersumbat, bergantian kiri dan kanan, bergantung pada posisi pasien. Selain itu terdapat rinore yang mukus atau serous, terkadang agak banyak. Keluhan ini jarang disertai dengan bersin dan tidak terdapat rasa gatal dimata seperti pada rinitis alergi, gejala pada rinitis vasomotor dapat memburuk pada pagi hari saat bangun tidur oleh adanya perubahan suhu yang ekstrim, udara lembab, dan sebagainya.
Rinitis medikamentosa terjadi sebagai suatu kelainan hidung berupa gangguan respons vasomotor akibat pemakaian vasokonstriktor topikal.. pada rinitis sika, seringkali keluhan berupa rasa kering di hidung yang terkadang disertai epistaksis dan pada pemeriksaan ditemukan mukosa yang kering. Pada rinitis atrofi, khas terdapat sekret kental dan cepat mengering, sehingga terbentuk krusta yang berbau busuk, dengan demikian pasien seringkali datang dengan keluhan napas berbau dan ingus hijau kental.
Referensi :
• Kasakeyan E. Rinitis Vasomotor. Dalam: Soepardi EA, Iskandar N (editor).2006. Buku Kesehatan Telinga Hidung Tenggorakan Kepala Leher, edisi 5, hlm. 107-109.

53

53. Seorang anak laki-laki berusia 11 bulan dibawa ke UGD dengan nyeri perut mendadak,muntah, dan gelisah. Orangtuanya juga mengeluhkan adanya lendir bercampur darah yang keluar dari anus. Berdasarkan informasi tersebut, diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini adalah...
a. Volvulus
b. Gallstone ileus
c. Hernia inguinalis
d. Invaginasi
e. Neoplasma

Jawaban : D
Invaginasi atau intususepsi sering ditemukan pada anak dan agak jarang pada orang muda dan dewasa. Invaginasi pada anak biasanya bersifat idiopatik. Sebagian besar ditemukan pada kelompok usia 2-12 bulan, dan lebih banyak pada anak laaki-laki. Sering terdapat serangan rinitis atau infeksi saluran napas mendahului serangan invaginasi. Invaginasi umumnya berupa intususepsi ileosekal yang masuk naik ke kolon asendens dan mungkin terus sampai keluar dari rektum. Invaginasi dapat mengakibatkan nekrosis insemik pada bagian usus yang masuk dengan komplikasi perforasi dan peritonitis. Serangan klasik terdiri dari nyeri perut, gelisak saat serangan kolik, biasanya keluar lendir campur darah (red currant jelly) per anum yang berasal dari intususeptum yang tertekan, terbendung, atau mungkin sudah mengalami strangulasi. Anak biasanya muntah saat serangan dan pada pemerikasaan perut dapat diraba massa yang biasanaya memanjang dengan batas jelas seperti sosis. Pasien dengan hernia seringkali datang dengan keluhan benjolan. Volvulus sekum, volvulus sigmoid, dan ileus empedu lebih banyak dikeluhkan oleh orang dewasa dengan gelaja khas ileus.
Referensi :
• De Jong W, Sjamsuhidayat R. 2003. Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2, hlm. 627-628.

54

54. Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun datang ke ruangan emergensi dengan kesulitan berkemih. Pada hasil pemeriksaan secara inspeksi, tampak adanya konstriksi cincin preputium dan non-retractable foreskin. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
a. Parafimosis
b. Fimosis
c. Hipospadia
d. Epispadia
e. Balanopostitis

Jawaban : A
Pada parafimosis, prepusium terperangkap dibelakang tepi glans penis di dalam sulkus koronarius. Biasanya terjadi bendungan di glans maupun di dalam prepusium yang menjadi besar sekali karena adema.
Fimosis merupakan penyempitan ujung prepusium yang biasanya disebabkan oleh fibrosis tepi prepusium akibat radang seperti balanopostitis (radang glans dan preputium) atau setelah sirkumsisi yang tidak sempurna. Epipadia merupakan keadaan terbukanya uretra di sebelah ventral dan hipospadia merupakan keadaan terbukanya uretra di sebelah dorsal.
Referensi:
• De Jong W, Sjamsuhidayat R. 2003. Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2, hlm. 800-801.
• Anonim, 2011, Paraphimosis. Tersedia di http://bestpractice.bmj.com/best-practice/monograph/765/diagnosis/step-by-step.html

55

55. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan luka yang cukup dalam pada tumit kaki kanannya. Diketahui status imunisasi DPT lengkap pada saat bayi dengan booster pada saat sekolah 4 tahun yang lalu. Diketahui juga pasien telah mendapat imunisasi tetanus booster 6 bulan yang lalu. Untuk mencegah tetanus pada pasien, apa yang harus di berikan?
a. Tetanus toksoid
b. Tetanus immune globulin (equine)
c. Tetanus immune globulin (human)
d. Tetanus toxoid dan tetanus immune globulin (human) pada tempat yag berbeda
e. Tidak diberikan imunisasi

Jawaban : E
Luka “cenderung tetanus” ditandai oleh nekrosis jaringan menyertai kontaminasi lingkungan yang berat, terlebih lagi, penundaan terapi dapat menempatkan suatu luka dalam kategori ini. luka ini demikian berisiko terbesar menimbulkan tetanus. Namun, luka tusuk kecil atau tusukan jarumpun telahmenjadi prekursor penyakit berat ini. Gambaran terpenting pencegahan tetanus pada perawatan luka yang tepat , dengan debridemen dan pembersihan dalam usaha menghapuskan semua kantong jaringan nekrotik serta ruang mati anaerob. Memperhatikan penggunaan toksoid serta globulin imun tetanus (tetanus immune globulin, TIG), harus dilakukan hal berikut:
• TIG adalah globulin manusia: preparat lama dari serum kuda jangan dipakai, kecuali bila TIG manusia tidak tersedia. Toksoid harus gabungan toksoid tetanus difteri (TD) (jenis dewasa) dalam bentuk toksoid adopsi (dengan adjuvan aluminum). Dalam bentuk ini, penderita dapat di imunisasi terhadap difteri maupun tetanus.
• Dosis biasa TIG 250 unit, kecuali ada cidera berat, dalam hal ini dapat diberikan 500 unit. TIG harus diberikan dengan semprit lain dan pada tempat berada dari toksoid. Dalam hal dosis TIG merupakan imunisasi primer, maka pasien diminta kembali 28 hari kemudian untuk dosis kedua.
• Pada umumnya, suntikan booster toksoid, setelah seri vaksinasi primer yang adekuat, akan memberikan antibodi protektif selama 10 tahun, yang selama waktu itu tidak diperlukan dosis booster. Interval ini harus memendek sampai 5 tahun pada keadaan luka berat. Beberapa suntikan toksoid yang didorong oleh setiap cidera, dapat secara paradoksal menurunkan kadar antobodi yang bersirkulasi, sehingga praktek ini tidak dianjurkan. Terapi antibodi serta debridemen bedah tidak cukup memberi perlindungan terhadap tetanus, sehingga keadaan imunisasi semua penderita luka terkontaminasi harus di pastikan, serta harus dimulai terapi yang tepat.
Referensi :
• Sabiston. 1987. Essentisls of Surgery, Jilid 1, hlm. 199-201

56

56. Pada seorang bayi berusia 2 minggu, ditemukan adanya benjolan diantara kedua matanya yang semakin lama semakin membesar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan benjolan dengan konsistensi lunak, diameter 3 cm dan kistik. Diagnosis yang paling mungkin pada kasus tersebut adalah...
a. Spina bifida
b. Mielomeningokel
c. Meningoensefalokel
d. Kista dermoid
e. Spondilitis

Jawaban: C
Disfaria kranial dapat berupa meningokel bila benjolan itu berisi selaput meningens dan cairan serebrospinal, dan berupa ensefalokel bila juga terisi jaringan otak. Meningokel atau ensefalokel merupakan benjolan yang sejak lahir makin membesar dan umumnya terletak digaris tengah. Besar garis tengah bervariasi dari 1-10 cm. Kulit penutup biasanya tipis,licin dan tegang, tetapi dapat juga normal atau tebal dan tidak rata. Konsistensi bergantung pada isinya,bila lebih banyak cairan, akan teraba padat dan berdengkul. Pada defek yang berat sering terlihat pulsasi. Karena berkaitan dengan rongga intrakranial, bila ditekan dapat kempis, tetapi bila menangis atau mengejan, benjolan teraba menegang. Benjolan kistik yang berdinding tipis memberi tanda transiluminasi positif, sedangkan spina bifida dan mielomeningokel merupakan bentuk dari disfaria spinal.
Referensi :
• De Jong W, Sjamsuhidayat R. 2003. Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2,hlm. 800-801.

57

57. Seorang bayi berusia 3 minggu dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan selalu muntah satu jam setelah diberi ASI, tidak ada kelainan selama kehamilan dan kelahiran, dan tidak ada kelainan dalam satu minggu terakhir. Kondisi yang paling mungkin pada kasus ini adalah...
a. Atresia pilorus
b. Atresia duodenum
c. Stenosis pilorus
d. Atresia esofagus
e. Hernia kongenital diafragmatika

Jawaban: C
Muntah tanpa empedu merupakan gejala awal stenosis pilorus. Muntah bisa menyembur atau tidak pada awalnya, tetapi biasanya progresif dan terjadi setelah makan. Muntah bisa setiap kali setelah makan atau bisa intermiten. Muntah biasanya mulai setelah usia 3 minggu, tetapi gejala muncul paling awal pada usia 1 minggu dan paling lambat pada usia 5 bulan. Setelah muntah, bayi akan merasa lapar dan ingin makan lagi. Karena muntah terus-menerus, terjadilah kehilangan cairan,ion hidrogen,dan klorida secara progresif, sehingga menyebabkan alkalosis metabolik hipokloremik. Pada pemeriksaan biasanya didapatkan palpasi massa di pilorus, masa ini kenyal bisa digerakkan,panjangnya sekita 2 cm, berbentuk seperti buah zaitun,keras,paling baik diraba dari sisi kiri, dan terletak di atas dan kanan umbilikus di mid-epigastrium dibawah tepi hati.
Pada atresia pilorus, bayi memperlihatkan gejala muntah tanpa empedu, kesulitan makan dan perut kembung pada hari-hari pertama setelah lahir,sedangkan atresia duodenum di tandai muntah dengan empedu tanpa perut kembung dan biasanya terjadi pada pagi hari pertama setelah lahir. Pada Hernia diafragmatika biasanya dicurigai pada bayi baru lahir yang mulut dan tenggorokannya telah dibersihkan dengan baik, beberapa jam berikutnya timbul napas mengorok, atau terlihat gelembung udara bercampur lendir putih pada lubang hidung dan mulut.
Referensi :
• Arvin AM, et al, 1996. Ilmu Kesehatan Anak Nelson, jilid 2, edisi 15, hlm. 1305-1311, 1425-1427.
• De Jong W, Sjamsuhidayat R. 2003. Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2, hlm. 502-503.

58

58. Seorang wanita berusia 35 tahun datang untuk memilih kontrasepsi, pasien mempunyai riwayat hipertensi 10 tahun ini. Istri menolak kontrasepsi mantap dan suami menolak memakai kondom. Kontrasepsi yang tepat untuk pasien ini adalah...
a. AKDR
b. Kalender
c. Pil kombinasi
d. Pil esterogen
e. Implan

Jawaban: A
Mekanisme AKDR belum diketahui dengan pasti. Teori saat ini mengacu pada respon peradangan lokal yang intens terjadi, terutama oleh alat yang mengandung tembaga, akan memicu aktivitas lisosom dan peradangan yang bersifat spermasidal, dan apabila terjadi pembuahan, reaksi peradangan yang sama akan ditunjukan kepada blastokistas. AKDR merupakan pilihan utama pada kasus ini karena memiliki keunggulan antara lain:
• Umumnya hanya memerlukan satu kali pemasangan dan dengan demikian satu kali motivasi
• Tidak menimbulkan efek sistematik
• Ekonomis dan cocok untuk penggunaan secara massal
• Efektivitas cukup tinggi
• Refersibel
Hormon-hormon yang terdapat pada pil kontrasepsi hormonal harus cukup kuat untuk mengubah proses biologis, sehingga ovulasi dapat dihindari. Pada penggunaan pil hormonal, terdapat 2 kontraindikasi yang pada penggunaannya dapat dibagi dalam kontraindikasi mutlak dan relatif.

Kontraindikasi Mutlak
1. Tumor-tumor yang dipengaruhi estrogen
2. Penyait-penyakit hati yang aktif, baik akut ataupun menahun
3. Pernah mengalami tromboflebitis, tromboemboli, kelainan serebrovaskular
4. Diabetes militus
5. Kehamilan
Kontraindikasi Relatif
1. Hipertensi
2. Depresi
3. Migrain
4. Mioma uteri
5. Oligomenore dan aminore
Penggunaan implan jadi pilihan pada wanita-wanita yang ingin memakai kontrasepsi untuk jangka waktu yang lama, tetapi tidak bersedia menjalani konsep atau menggunakan AKDR atau pada wanita yang tidak boleh menggunakan pil KB yang mengandung estrogen.
Referensi:
• Wiknjosatro H, et al. 2007. Ilmu Kandungan, edisi 2, hlm. 534-575
• Cunningham FG, et al. 2006. Obstetri Williams, jilid 2, edisi 21, hlm. 1718-1719

59

59. Seorang wanita yang berusia 39 tahun G5P2A2 hamil 32 minggu datang dengan keluhan pendarahan dari jalan lahir sejak 2 jam yang lalu, pendarahan berupa gumpalan¬-gumpalan yang memenuhi 2-3 kain panjang. Keluhan juga disertai nyeri perut, riwayat trauma disangkal oleh pasien. Rasa mules yang bertambah kuat dan sering tidak dirasakan oleh pasien. Gerakan janin (+). Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah....
a. Solutio plasenta
b. Plasenti previa
c. Abortus
d. Vasa previa
e. Varises vagina

Jawaban :B
Pendarahan pada kehamilan muda di sebut keguguran atau abortus, sedangkan pendarahan pada kehamilan tua disebut pendarahan antepartum. Batas teoretis antara kehamilan muda dan tua adalah usia kehamilan 22 minggu. Pada setiap pendarahan antepartum, pertama-tama harus dipikirkan hal itu bersumber pada kelainan plasenta. Pendarahan antepartum yang bersumber pada kelainan plansenta secara klinis tidak sulit ditemukan, klasifikasi klinis pendarahan antepartum dapat di bagi sebagai berikut :
1. Plasenta previa
Pada anamnesis didapatkan keluhan pendarahan tanpa nyeri, tanpa alasan, terutama pada multigrafida. Pada pemeriksaan luar di dapatkan bagian terbawah janin biasanya masuk pintu atas panggul. Pemerikasaan inspekulo mendapati pendarah berasal dari ostium uteri eksternum. Diagnosis ditunjang dengan penentuan letak plasenta menggunakan ultrasonografi.

2. Solutio plasenta
Pada kasus berat, terutama didapatkan keluhan nyeri terus menerus, nyeri tekan pada uterus, uterus tegang terus menerus, peradangan pervaginaan, syok, dan bunyi jantung janin tidak terdengar lagi. Air ketuban dapat kemerahan karena bercampur darah. Pada kasus sedang, tidak semua tanda dan gejala perut tersebut lebih nyata.

3. Peradangan antepartum yang belum jelas sumbernya
Pendarahan yang belum jelas mungkin disebabkan oleh ruptursinus marginalis yang biasanya tanda dan gejalanya tidak khas. Dapat juga diakibatkan oleh plasenta letak rendah atau vasa previa. Plasenta letak rendah baru menimbulkan pendarahan pada akhir kehamilan atau awal persalinan, sedangkan vasa previa menimbulkan pendarahan setelah pemecahan selaput ketuban.
Referensi :
• Wiknjosatro H, et al. 2007. Ilmu Kebidanan, edisi 3, hlm. 362-385.

60

59. Seorang wanita yang berusia 39 tahun G5P2A2 hamil 32 minggu datang dengan keluhan pendarahan dari jalan lahir sejak 2 jam yang lalu, pendarahan berupa gumpalan¬-gumpalan yang memenuhi 2-3 kain panjang. Keluhan juga disertai nyeri perut, riwayat trauma disangkal oleh pasien. Rasa mules yang bertambah kuat dan sering tidak dirasakan oleh pasien. Gerakan janin (+). Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah....
a. Solutio plasenta
b. Plasenti previa
c. Abortus
d. Vasa previa
e. Varises vagina

Jawaban :B
Pendarahan pada kehamilan muda di sebut keguguran atau abortus, sedangkan pendarahan pada kehamilan tua disebut pendarahan antepartum. Batas teoretis antara kehamilan muda dan tua adalah usia kehamilan 22 minggu. Pada setiap pendarahan antepartum, pertama-tama harus dipikirkan hal itu bersumber pada kelainan plasenta. Pendarahan antepartum yang bersumber pada kelainan plansenta secara klinis tidak sulit ditemukan, klasifikasi klinis pendarahan antepartum dapat di bagi sebagai berikut :
1. Plasenta previa
Pada anamnesis didapatkan keluhan pendarahan tanpa nyeri, tanpa alasan, terutama pada multigrafida. Pada pemeriksaan luar di dapatkan bagian terbawah janin biasanya masuk pintu atas panggul. Pemerikasaan inspekulo mendapati pendarah berasal dari ostium uteri eksternum. Diagnosis ditunjang dengan penentuan letak plasenta menggunakan ultrasonografi.

2. Solutio plasenta
Pada kasus berat, terutama didapatkan keluhan nyeri terus menerus, nyeri tekan pada uterus, uterus tegang terus menerus, peradangan pervaginaan, syok, dan bunyi jantung janin tidak terdengar lagi. Air ketuban dapat kemerahan karena bercampur darah. Pada kasus sedang, tidak semua tanda dan gejala perut tersebut lebih nyata.

3. Peradangan antepartum yang belum jelas sumbernya
Pendarahan yang belum jelas mungkin disebabkan oleh ruptursinus marginalis yang biasanya tanda dan gejalanya tidak khas. Dapat juga diakibatkan oleh plasenta letak rendah atau vasa previa. Plasenta letak rendah baru menimbulkan pendarahan pada akhir kehamilan atau awal persalinan, sedangkan vasa previa menimbulkan pendarahan setelah pemecahan selaput ketuban.
Referensi :
• Wiknjosatro H, et al. 2007. Ilmu Kebidanan, edisi 3, hlm. 362-385.

61

60. Seorang wanita berusia 20 tahun G1P0A0 datang dengan keluhan pendarahan per vaginaan sejak 3 hari yang lalu dengan perut terasa keram. Menstruasi terakhir 8 minggu yang lalu, pemeriksaan inspekulo menunjukan adanya plek-plek darah, pendarahan dari ostium uteri eksterna, dan ostium uteri eksterna tertutup. Apa kemungkinan penyebab kondisi di atas?
a. Abortus imminens
b. Abortus insipiens
c. Abortus inkomplit
d. Abortus komplit
e. Abortus provokatus

Jawaban : A
Abortus di tentukan sebagai pengakhiran kehamilan sebelum janin mencapai berat 55 gram atau kurang dari 20 minggu. Secara klinis dapat dibedakan antara abortus imminens, abortus insipiens, abortus inkomplit, dan abortus komplit. Selanjutnya, dikenal juga abortus habitualis, abortus infeksiosus, abortus septik, dan missed abortion.
• Abortus imminens adalah peristiwa terjadinya pendarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, dimana hasil konsepsi masih dalam uterus dan tanpa adanya dilatasi serviks diagnosis ditentukan pada wanita hamil dengan pendarahan melalui astium uteri eksternum, disertai mulas sedikit atau tidak sama sekali, uterus membesar sebesar tuanya kehamilan, serviks belum membuka dan tes kehamilan positif.

• Abortus insipiens adalah peristiwa pendarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks uteri yang meningkat tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus. Dalam hal ini, rasa mulas menjadi lebih sering dan kuat, serta pendarahan terus bertambah

• Abortus inkomplit adalah pengeluaran sebagai hasil konsepsi pada kehamilan selama 20 minggu dengan masih ada sisa jaringan yang tertinggal dalam uterus. Pada pemeriksaan vagina, kanalis servikalis terbuka dan jaringan dapat diraba dalam kafum uteri atau kadang-kadang sudah menonjol dari ostium uteri ekspernum.

• Abortus komplit adalah pengeluaran semua hasil konsepsi pada kehamilan selama 20 minggu. Pada penderita didapatkan pendarahan sedikit, ostium uteri telah menutup, dan uterus sudah banyak mengecil.
Referensi :
• Wiknjosatro H, et al. 2007. Ilmu Kebidanan, edisi 3, hlm. 302-312.
• Cunningham FG, et al. 2006. Obstetri williams, jilid 2, edisi 21, hlm. 951-975.

62

61. seorang wanita berusia 25 tahun G1P0A0 datang ke dokter untuk kontrol kehamilan, saat ini pasien mengeluhkannyeri pada ulu hatinya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 160/90 mmhg, nadi 120 kali/menit, RR 24 kali/menit, dan didapatkan edema pada kedua ekstremitas bawah. Dari hasil laboratorium didapatkan proteinuria (+++). Penanganan awal yang paling tepat pada pasien ini adalah...
a. rawat jalan dan pemberian obat antihipertensi
b. pemberian MgSO4
c. kontrol ulang dalam 1 minggu
d. pemberian deksametason
e. rawat inap di RS

Jawaban: E
Pada pasien ini, klinis yang didapatkan mengarah pada pre-eklampsia berat, gejala dan tanda pre-eklampsia berat antara lain:
• Tekanan darah sistolik ? 160 mmHg
• Tekanan darah diastotik ? 110 mmHg
• Peningkatan kadar enzim hati dan/atau ikterus
• Trombosit 3 g/liter
• Nyeri epigastrium
• Skotoma dan gangguan virus lain atau nyeri frontal berat
• Perdarahan retina
• Edema pulmonum
• Koma
Penanganan utama pada pre-eklampsia sedang-berat adalah hospitalisasi dengan pengawasan pada tekanan darah, refleks, protein urin, dan aktivitas janin. Pemeriksaan darah rutin, elektrolit, dan enzim hati dinilai setiap 1-2 hari. Pemberian sedatif masih kontroversial karena dikhawatirkan akan menekan susunan saraf pusat janin. Pemberian MgSO4 40% pada pasien dengan pre-eklampsia berat sebanyak 10 mL (4 g) secara intramuskulus untuk mencegah konvulasi.
Referensi
• Wiknjosatro H, et al. 2007. Ilmu kebidanan, edisi 3, hlm. 287-294.
• Crombleholme WR. Obstetrics and Obstetrics Disorders. Dalam: Mcphee SJ, Papadakis Ma (ed). 2009. Current medical diagnosis and Treatment, edisi 48, hlm. 693-695.

63

62. Seorang wanita berusia 27 tahun datang ke puskesmas dengan keluar darah sedikit-sedikit dari jalan lahir sejak 2 hari yang lalu, disertai mual muntah yang hebat, dan perut kram. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 140/90, nadi 100 kali/menit, RR 24 kali/menit, TFU satu jari dibawah pusat, ballottement (?), DJJ (?), tes plano (+). Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah...
a. Mola hidatidosa
b. PEB
c. Inpartu
d. Abortus
e. Hiperemesis gravidarum

Jawaban: A
Keluhan pada kasus ini mengarahkan diagnosis pada mola hidatidosa. Mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal dengan ciri-ciri stroma vilus korialis langka vaskularisasi dan edematous. Janin biasanya meninggal, akan tetapi vilus-vilus yang membesar dan edematous terus bertumbuh. Uterus membesar lebih cepat dari biasanya, tanpa adanya tanda janin di dalamnya. Pasien juga mengeluhkan mual dan muntahyang hebat, tedapat peningkatan kadar hCG yang jauh lebih tinggi dari kehamilan biasa. Perdarahan dari uterus biasanya muncul pada usia kehamilan 6-8 minggu, kadang-kadang pengeluaran darah disertai dengan pengeluaran beberapa gelembung vilus yang memastikan diagnosis mola hidatidosa.
Referensi
• Wiknjasatro H, et al. 2007. Ilmu kandungan, edisi 2, hlm. 262-264.
• Crombleholme WR. Obstestrics and Obstestrics Disorders. Dalam: Mcphee SJ, Papadakis MA (ed). 2009. Current Medical Diagnosis and Treatment, edisi 48, hlm. 696-697.

64

63. Dalam 2 bulan terakhir di puskesmas A banyak di dapatkan kasus sakit kepala, baik anak kecil hingga orang lanjut usia. Dokter puskesmas ingin mengetahui hubungan sakit kepala dengan mengonsumsi makanan yang mengandung formalin. Jika waktu penelitian relatif singkat, tipe penelitian apakah yang anda pilih...
a. Cohort
b. Cross-sectional
c. Descriptional
d. Case-control
e. Clinical trial

Jawaban: D
Klasifikasi jenis penelitian dibagi menjadi 2, yaitu penelitian deskriptif dan analitik. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan melakukan deskripsi mengenai fenomena yang ditemukan, baik yang berupa faktor risiko maupun efek atau hasil. Data disajikan apa adanya, penelitian tidak menganalisi. Pada penelitian analitik, penelitian berupaya mencari hubungan antar variabel, peneliti melakukan analisis terhadap data yang telah terkumpul. Penelitian analitik ini dibagi lagi menjadi penelitian observasional (studi cross-sectional, studi kasus-kontrol, studi kohort) dan intervensional (uji klinis).
Dalam studi cross-setional, peneliti melakukan observasi atau pengukuran variabel pada satu saat tertentu. Penelitian tidak melakukan tindak lanjut terhadap pengukuran yang dilakukan. Pada studi kasus-kontrol, penelitian melakukan pengukuran variabel tergantung yaitu efek, sedangkan variabel bebasnya dicari secara retrispektif, artinya subjek tidak hanya diobservasi pada satu saat tetapi diikuti selama periode yang ditentukan berlawanan dengan studi kasus-kontrol yang dengan identifikasi efek, pada studi kohort, yang diidentifikasikan dulu adalah kausa atau faktor risikonya, kemudian subjek diikuti secara prospektif selama periode tertentu untuk mencari ada atau tidak efeknya. Penelitian eksperimental digunakan untuk mencari hubungan sebab akibat dengan melakukan intervensi atau perlakuan khusus terhadap subjek yang akan diteliti.
Oleh karena itu, jawaban yang sesuai untuk kasus ini adalah penelitian analitik jenis kasus-kontrol karena penelitian dilakukan untuk mencari hubungan sebab-akibat dan peneliti hanya memiliki waktu yang relatif singkat.
Referensi
• Satroasmoro S, Ismael S. 2010. Dasar-dasar metodelogi penelitian klinis, edisi 3, hlm. 95-103.

65

64. Seorang dokter hendak mengadakan penelitian dan berencana mengambil dari populasi beberapa kelompok sampel berdasarkan tingkat pendidikannya. Dengan demikian, cara pengambilan sampel tersebut dinamakan..
a. Strategic samling
b. Stratified sampling
c. Clister sampling
d. Simple samplig
e. Systematic sampling

Jawaban: B
• Pada stratified sampling,dilakukan pemilihan sampel berdasarkan strata. Pemilihan secara acak untuksetiap strata, kemudian hasilnya dapat digabungkan menjadi satu sampel yang terbebas dari variasi untuk setiap strata.
• Pada simple random sampling, kita menghitung terlebuh dahulu jumlah subjek dalam populasi yang akan dipilih sampelnya. Kemudian, setiap subjek diberi nomor, dan dipilih sebagian dari mereka dengan bantuan tabel angka random.
• Pada systematic sampling ditentukan bahwa dari seluruh subjek yang dapat dipilih, setiap subjek nomor sekian dipilih sebagai sampel. Apabila kita ingin mengambil 1/n dari populasi, maka setiap pasien nomor ke-n dipilih sebagai sampel.
• Cluster sampling adalah proses penarikan sampel secara acak pada kelompok individu dalam populasi yang terjadi secara alamiah, misalnya berdasarkan wilayah (kodya, kecamatan, kelurahan, dst).
Dengan demikian, cara pengambilan sampel yang sesuai adalah stratifiedsampling karena peneliti mengambil beberapa kelompok sampel berdasarkan tingkat pendidikannya atau pemilihan berdasarkan stratanya.

Referensi
• Sastroasmoro S, Ismael S. 2010. Dasar-dasar metodologi penelitian klinis, edisi 3, hlm. 84-87.

66

Hasil skrining pada wanita dengan ca servix didapatkan hasil sebagai berikut:

Ca cervix + Ca cervix ? Total
Skrinig + A C A+C
Skrinig ? B D B+D
Total A+B C+D A+B+C+D
Hasil prediksi negatif pada kasus diatas adalah..
A/(A+B)
B/(B+C)
D/(C+D)
A/(A+D)
D/(B+D)

Jawaban: E
Nilai duga negatif atau negative predictive value adalah probabilitas seseorang tidak menderita penyakit bila hasil ujinya negatif (D/B+D). Nilai duga ini disebut juga sebagai posterior probability karena ditetapkan setelah hasil uji diaknostik diketahui. Nilai ini sangat fluktuatif, tergantung pada prevalensi penyakit, sehingga disebut sebagai bagian yang tidak stabil dari uji diagnostik.
Referensi
• Sastroasmoro S, Ismael S. 2010. Dasar-dasar metodologi penelitian klinis, edisi 3, hlm. 205-207.

67

66. Banyak kontroversi mengenai peningkatan tumor otak dengan penggunaan telepon selular. Studi observasional dilakukan dengan 20 pasien glioblastoma dan 20 pasien sehat. Kedua kelompok diwawancarai mengenai pemakaian telepon dimasa lampau. Apakah metode pengukuran yang sesuai?
a. Odds ratio
b. Risiko relatif
c. Risiko prevalensi
d. Kohort
e. Case-control

Jawaban: A
Jenis penelitian yang dipakai pada kasus ini adalah studi kasus-kontrol karena peneliti mencari variabel bebasnya (pemakaian telepon seluler) secara retrospektif atau dimasa lampau. Dengan demikian, metode pengukuran yang sesuai adalah oods ratio. Oods ratio adalah perbandingan antara peluang (probabilitas) untuk terjadinya efek dengan peluang untuk tidak terjadinya efek. Jadi menunjukkan berapa besar peran faktor risiko yang diteliti terhadap terjadinya penyakit (efek).
Referensi
• Sastroasmoro S, Ismael S. 2010. Dasar-dasar metodologi penelitian klinis, edisi 3, hlm 100-101.

68

67. Seorang pria datang kepada dokter umum dengan keluhan lemas, tidak bugar, dan kurang bertenaga. Pasien lalu disarankan dokter untuk setiap hari berolahraga secara teratur untuk menjaga kebugarannya. Apakah tindakan yang dilakukan pada pasien ini oleh dokter tersebut?
a. Promosi kesehatan
b. Deteksi dini
c. Pengobatan penyakit
d. Rehabilitas medik
e. Pencegahan tersier

Jawaban: A
Menurut hugh leavell dan Gumey clark. Terdapat tiga tahap pencegahan dalam pelayanan kesehatan. Materi pendidikan kesehatan harus disesuaikan dengan kebutuhannya, dan dapat ditunjukkan untuk berbagai tingkat pelayanan kesehatan dalam tahap pencegahan tersebut, yaitu:
• Pencegahan primer: bertujuan mengintervensi individu atau masyarakat sebelum terkena penyakit, termasuk promosi kesehatan dan perlindungan khusus.
• Pencegahan sekunder: bertujuan untuk mencegah kesakitan dan kecacatan pada masyarakat melalui tindakan penapisan, deteksi dini, dan pengobatan segera pada saat gejala awal penyakit muncul.
• Pencegahan tersier: bertujuan membatasi keterbatasan dan mendukung program rehabilitas, pembatasan kecatatan, dengan melakukan pengobatan secara tuntas dan benar.
• Rehabilitas setelah mengalami kesakitan untuk memulihkan kecacatan yang ditimbulkan oleh kesakitan, antara lain program suportif, restoratif, dan penatalaksanaan penyakit kronis.

69

68. Seorang laki-laki berusia 19 tahun, suka menunjukkan kemaluannya kepada teman-temannya tanpa niat untuk memperkosa. Diagnosis pasien ini adalah...
a. Fetishisme
b. Sadisme
c. Frotterisme
d. Voyeurisme
e. Ekshibisionisme

Jawaban: E
• Ekshibisionisme adalah perilaku seseorang yang secara berulang sengaja menunjukkan alat kelaminnya secara tidak terduga pada lawan jenis yang tidak dikenal, dengan tujuan mendapatkan kegairahan seksual.
• Fetishisme adalah penggunaan secara berulang suatu benda mati sebagai cara yang lebih disenangi atau bahkan satu-satunya cara untuk mendapat kegairahan seksual.
• Sadisme adalah melakukan kekerasan, pemerkosaan, dan kekejaman lain terhadap orang yang dijadikan korbannya.
• Frotterisme adalah perilaku seseorang yang suka menggosokkan dan menyentuhkan alat kelaminnya pada paha atau bokong atau menyentuh payudara atau alat kelamin korbannya.
• Voyeurisme adalah melihat atau mengintip orang lain yang sedang telanjang atau yang sedang melakukan perbuatan seksual tanpa diketahui oleh orang yang diintipnya tadi.
Referensi
• Setiabudhi T. 2011. Ilmu Kedokteran Jiwa (psikiatri) Catatan Kesembilan, hlm. 89-92.

70

69. Pasien perempuan berusia 18 tahun datang ke praktik dokter bersama ibunya. Ibu tersebut mengeluh bahwa berat badan anaknya turun. Berat badan semula 60 kg menjadi 39 kg dalam kurun waktu 6 bulan dan tidk haid selama 4 bulan terakhir. Menurut pengakuan ibu pasien, pasien tetap merasa tubuhnya gemuk. Pasien menyangkal bahawa dirinya banyak makan dan mengeluarkan makanan sendiri. Diagnosis yang tepat untuk pasien diatas adalah...
a. Bulemia nervosa
b. Anoreksia nervosa
c. Gangguan psikotik akibat zat terlarang
d. Fobia
e. Gangguan cemas menyeluruh

Jawaban: B
Pedoman diagnostik anoreksia nervosa adalah:
? Ciri khas gangguan adalah mengurangi berat badan dengan sengaja, dipacu dan/atau dipertahankan oleh penderita.
? Untuk suatu diagnosis yang pasti, dibutuhkan semua hal-hal seperti dibawah ini:
• Berat badan tetap dipertahankan 15% dibawah yang seharusnya (baik yang berkurang maupun yang tidak pernah dicapai)
• Berkurangnya bertat badan dilakukan sendiri dengan menghindarkan makanan yang mengandung lemak dan salah satu atau lebih dari hal-hal seperti merangsang muntah oleh diri sendiri, menggunakan pencahar, olahraga berlebihan, memakai obat penekan nafsu makan, dan/atau diuretika.
• Terdapat distorsi “body image” dalam bentuk psikopatologi yang spesifik dimana ketakutan gemuk terus menerus menyerang penderita.
• Adanya gangguan endokrin yang meluas, melibatkan “hypothalamic-pituitari-gonadal axis” dengan manifestasi pada wanita sebagai amenore dan pada pria sebagai kehilangan minat dan potensi seksual.
• Jika onset terjadinya pada masa prapubertas, perkembangan pubertas tertunda atau dapat juga tertahan.
Referensi
• Maslim R. 2001, Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGI-III, hlm. 90-99.

71

70. Pasien pria berusia 25 tahun datang diantar oleh keluarganya kerumah sakit karena sering tidak masuk kerja. Menurut heteroanamnesa, pasien sering mempunyai masalah dengan teman kerjanya. Menurut pasien, ia merasa teman kerjanya akan mencelakai dirinya sehingga pasien lebih senang bekerja di depan komputer dan tidak berinteraksi. Termasuk gangguan kepribadian apakah pasien ini?
a. Dependen
b. Histrionik
c. Paranoid
d. Skizoid
e. Antisosial

Jawaban: C
• Gangguan kepribadian paranoid adalah timbulnya kecurigaan yang tidak beralasan, bertambahnya sensitivitas emosi dan keras kepala. Cenderung menyimpan rahasia, mudah tersinggung dan bersikap sombong dalam penampilan. Tidak ramah dan bersifat dingin. Dalam lingkungan pekerjaan dan pergaulan nampak kaku dan tidak mudah berkompromi. Ada rasa cemburu yang tidak wajar serta tidak adanya kesediaan untuk menerima kritik. Mereka sering meragukan kesediaan dari teman kerja dan mudah curiga.
• Gangguan kepribadian skizoid adalah secara emosional dingin serta acuh tak acuh. Tidak menghiraukan dan tidak mengacuhkan pujian, kritikan, atau perasaan orang lain. Sukar melampiaskan kemarahannya dan sering kelihatan melamun. Mereka kurang dapat menikmati kesenangan dalam melakukan aktivitas, emosinya dingin. Ada kesulitan dalam berpacaran oleh karenanya jarang menuju jenjang perkawinan
• Gangguan kepribadian antisosial adalah riwayat tingkah laku antisosial terus-menerus yang merupakan pelanggaran hak-hak orang kail. Penderita tidak bertanggung jawab, sering kehilangan pekerjaan, dan mempunyai kebiasaan menipu.
• Gangguan kepribadian histrionik ditandai adanya tingkah laku yang cenderung dramatis dan reaktif berlebihan, bertujuan menarik perhatian orang lain. Kepribadian tidak matang, egosentris, tidak tegas, dan dependen.
• Gangguan kepribadian dependen selalu menghindari tanggung jawab melalui pengabdian dirinya terhadap seseorang. Orang yang dianut itu diharapkan dapat mempertanggungjawabkan sebagai keputusan hidupnya.
Referensi
• Setiabudhi T. 2011. Ilmu Kedokteran Jiwa (psikiatri), Catatan Kesembilan, hlm. 66-76.

72

71. Seorang wanita berusia 37 tahun dating ke dokter umum dengan keluhan berdebar-debar dan sesak bila berada di lift. Ia akan merasa gelisah, keringatan, dan mulut menjadi kering. Hal tersebut juga dirasakan pada saat berada di ruangan sempit. Tiga bulan lalu adik perempuannya meninggal karena sesak kekurangan udara di dalam lift. Diagnosis pasien di atas adalah…
a. Gangguan fobia
b. Gangguan depresi
c. Gangguan panic
d. Gangguan cemas
e. Gangguan psikotik

Jawaban : A
Pembahasan:
gangguan fobia atau gangguan ansietas fobik adalah ansietas yang dicetuskan oleh adanya situasi atau objek yang jelas (dari luar individu itu sendiri) yang sebenarnya pada kejadian ini tidak membahayakan. Sebagai akibatnya, onjek atau situasi tersebut dihindari atau dihadapi dengan rasa terancam secara subjektif, fisiologi dan tampilan perilaku pada ansietas fobik tidak berbeda dari ansietas yang lain dan dapat dalam bentuk yang ringan sampi yang berat (serangan panic). Ansietas fobik seringkali berdampingan dengan depresi. Suatu episode depresif seringkali memperburuk keadaan ansietas yang sudah ada sebelumnya.

73

72. Seorang pria berusia 26 tahun dating diantar oleh temannya karena marah-marah, berprilaku kacau dan bicara kasar. Ternyata pasien mempunyai riwayat meminum obat rutin. Pada pemeriksaan didapatkan nistagmus dan hipersalivasi. Keadaan seperti di atas disebabkan oleh obat…
a. Intradermal
b. Subkutis
c. Subdermal
d. Tes tusuk
e. Tes temple

Jawaban : B
Pembahasan :
• Susunan saraf pusat : ataksia, nistagmus, sukar bicara, tremor, gugp, merasa mengantuk, kelelahan, gangguan mental, halusinasi, ilusi dan psikotik.
• Gusi dan pecernaan : anoreksia, nyeri ulu hati, mual, muntah, dan hematemesis yang bersifat fatal. Hal ini terjadi karena fenitoin bersifat alkali. Poliferasi jaringan ikt gusi, edema, gusi, dan gingivitis.
• Kulit : ruam kulit, terutama pada anak dan dewasa muda, erifema mltiforme hemoragik yang bersifat fatal. Pemberian pada wanita muda dapat terjadi keratosis dan hirsutisme terutama pada pengobatan kronis.
• Hati : icterus dan hepatitis.
• Susmsum tulang : anemia megaloblastik.

74

73. seorang anak laki-laki berusia 8 tahun mengeluh muncul bintil-bintil (papul) pada lipat siku dan lipat lutut setelah pasien bermain di atas di karpet. Pasien pernah mengalami hal serupa saat berusia 5 tahun. Kakak pasien juga sering mengalami bersin-bersin. Tes yang dapat dilakukan yaitu…
a. intradermal
b. subkutis
c. subdermal
d. tes tusuk
e. tes tumpel

jawaban : D
pembahasan :
Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pasien ini mengarah pada diagnosis dermatitis atopi. Yaitu keadaan peradangan kulit kronis dan residif, disertai gatal yang umumnya sering terjadi saat anak-anak dan masih bayi, sering berhubungan dengan penangkalan IgE dalam serum dan riwayat atropi pada keluarga atau penderita (dermatis atopi, rhinitis alergi, dan atau asma bronkial). Kelainan kulit berupa papul gatal, yang kemudian mengalami ekskoriasi dan likenifikasi, distribusinya dilipatan (fleksural). Prick tes (tes tusuk)dan RAST (radioallergosorbent test) pada digunakan dalam alergi dermatitis atopi.

75

74. Seorang wanita berumur 28 tahun dating dengan keluhan luka-luka kemaluan sejak 1 minggu. Pada pemeriksaan didapatkan luka dengan dasar bersih, tepi tidak menggaung, di sekitar luka didapatkan adanya tanda-tanda inflamasi. Penyebab luka tersebut kemungkinan berasal dari…
a. Treponema pallidum
b. Neisseria gonorrhea
c. Trichomonas vaginalis
d. Chlamydia trachomatis
e. Gardnerella vaginalis

Jawaban : A
Pembahasan :
• Sifilis adalah penyakit infeksi karean Treponema pallidum , yang sangat kronis dan bersifat sistemik. Kelainan kulit dimulai dari apul lentikuler yang permukaannya cepat erosi, umumnya kemudian menjadi ulkus. Ulkus biasanya bulat, soliter, dasarnya adalah jaringan granulasi berwarna merah dan bersih, diatasnya hanya terdapat derum, dindingnya tak bergaung, sekitarnya tidak menunjukan tanda-tanda radang akut.
• Neisseria gonorhoe adalah penyebab penyakit gonore dengan gejala berupa ras gatal, panas, dysuria, keluar duh tubuh dari ujung urethra yang kadang disertai darah dan nyeri saat ereksi. Selain itu menyebabkan kinfeksi pada saluran genital pria dan wanita lainnya.
• Gordnerella vaginalis merupakan penyebabab viginosis bacterial yang akan mengeluh adanya duh tubuh dari vagina dan berbau amis, timbul kemerahan dan edema pada vulva.
• Trichomonas vaginalis penyebab trichomoniasis yang terutama menyerang dinding vagina. Dapat bersifat akut dan kronis. Pada kasus akut terlihat secret vagina seropulen. Berwarna kekuningan, kuning-hijau, bau tak enak, berbusa, dinding tampak merah dan sembab.

76

75. Seorang pria berusia 28 tahun luka di kemaluan dari 4 hari lalu. Riwayat berganti-ganti pasangan (+) pasien juga mengeluh demam. Dari pemeriksaan venereologis di dapatkan ulkus soliter diameter 1 cm, tepi menggaung dasar bersih dan indurasi (+) diagnosis pasien ini adalah…
a. Ulkus mole
b. Ulkus durum
c. Ulkus milkstum
d. Herpes genitalin
e. Granuloma inguinale

Jawaban : B
Pembahasan :
• Sifilis adalah penyakit infeksi karean Treponema pallidum , yang sangat kronis dan bersifat sistemik. Kelainan kulit dimulai dari apul lentikuler yang permukaannya cepat erosi, umumnya kemudian menjadi ulkus. Ulkus biasanya bulat, soliter, dasarnya adalah jaringan granulasi berwarna merah dan bersih. Diatasnya hanya tampak serum. Dindingnya tak bergaung, dindingnya tunjukan radang akut. Yang khas adalah ulkus tersebut indolen dan teraba indurasi, karena disebut ulkus durum.
• Ulkus mole adalah penyakit infeksi pada alat kelamin yang disebabkan oleh Hemophilus ducreyi berupa ulkus kecil. Multiple, sangat nyeri, tidak terdapat indurasi, berbentuk cawan, pinggir nekrotik, dasar ulkus berupa jaringan grabulsi yang mudah berdarah .
• Bila terjadi ifeksi campuran dengan Treponema pallidum, disebut ulkus mikstum, mulanya menunjukan gambaran ulkus mole tetapi semakin berkurang nyerinya dan mudah berindurasi.
• Herpes simpleks ialah infeksi akut oleh virus herpes simpleks yang ditandai adanya vesikel bekelompok diatas kulit sembab dan eritematosa, berisi cairan yang jernih dan menjadi seroporulen. Dapat menjdi krusta dan kadang-kadang mengalami uslserasi yang dangkal.biasanya sembuh tanpa sikatri. Pada perabaan tidak terdapat indurasi.

77

76. Seorang pria berusia 55 tahun, diantar ke UGD karena mengalami nyeri dada sebelah kiri sejak 30 menit lalu. Nyeri dada dirasakan menjalar ke bahu kiri, terasa terbakar, dan sampai ke tangan kiri. Keluhan timbul Selma 3 menit. Sebelumnya pernah mengalami hal serupa 3 kali dalam setahun terakhir. Keluhan pasien timbulsaat pasin sedang olahraga dan kurang saat beristiraha. Riwayat hipertensi dan kencing manis di sangkal. Dari pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 130/90 mm/Hg, nadi 88 kali/menit, pernapasan 18 kali/menit. Obat yang pertama di berikan adalah…
a. Nifedifin
b. Nitrogliserin
c. Verapamil
d. Captopril
e. Propranolo

Jawaban : B
Pembahasan :
Pasien perlu perawatan di rumah sakit, sebaiknya di unit intensif coroner, pasien perlu distirahatkan diberi penenang dan oksigen. Pemberian morfin atau petidin perlu pada pasien yang merasakan nyeri dada walaupun sudah mendapat nitrogliserin. Dalam keadaan akut, nitrogliserin atau isosorbid dinitrat yang dapat diberikan secara intravena dengan dosis 1-4 mg per jam. Karena adanya toleransi terhadap nitrat, dosis dapat dinaikkan dari waktu ke waktu. Bila keluhan sudah terkendali, infus dapat diganti isosorbid dinitrat per oral.
Nitrat dapat menyebabkan vasodilatasi pembuluh vena dan arteriol perifer, dengan efek mengurangi preload dan overload. Sehingga dapat mengurangi wall stress dan kebutuhan oksigen (oxygen dermand). Nitrat juga menambah suplai oksigen dengan vasodilatasi pembuluh coroner dan memperbaiki aliran darah kolateral.

78

77. Seorang wanita berusia 35 tahun dating ke tempat parktik dokter dengan keluhan sering berdebar-debar, berkeringat, tangan kiri bergetar, serta semakin banyak makan namun penurunan berat badan sebanyak 10 kg dalam waktu 3 bulan. Dar pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 98 kali/menit, pernapasan 20 kali/menit, suhu 37,8o, dan exopthalmus. Apakah kemungkinan diagnosisnya?
a. Hipertiroidisme
b. Hipotiroidisme
c. Hiperparatiroidisme
d. Hipoparatiroidisme
e. Sindrom cushing

Jawaban : A

Table 2.9 Gejala dan tanda hipertiroidisme pada umumnya dan pada penyakit grves
Sistem Gejala dan tanda sistem Gejala dan tanda
Umum Tidak tahan hawa panas, hiperkinesis, lelah, berat badan turun, tumbuh cepat, toleransi obat, youth-fullness Palkis dan saraf Labil, iritabel, tremor, psikosis, nervosila, paralisis periodic dispneu
Gastrointestinal Rasa lemah Jantung Dispneu, hipertensi, aritmis, palpitasi, gagal jantung
Maskular Oligomenorea, amenorea, libido turun, infertile, ginekomastia Darah dan limfatik Osteoporosis, epifisis cepat menutup, dan nyeri tulang
Genitourinaria Oligomenorea, amenorea, libido turun, infertile, gineomastia Skelet Osteoporosis, epifisis cepat menutup, dan nyeri tulang
Kulit Rambut rontok, berkeringat, kulit basah, silky hair, dan onkolisis

79

78. Seorang pria berusia 28 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak sejak 1 bulan. Batuk disertai darah, berat badan turun dan pasien sering merasa lemas dan mudah lelah, nafsu makan berkurang, seta berkeringat malam hari. Pasien 3 bulan yang lalu mempunyai riwayat pasien 3 bulan yang lalu mempunyai riwayat pengobatan TB paru dari puskesmas dan pasien hanya mengonsumsi obat selama 5 minggu karena keluhan membaik. Pemeriksaan dahak ++/++/+, suara nafas vesicular dengan ronki basah kasar pada apex paru kanan. Pengobatan pasien yang tepat yang diberikan pada pasien ini adalah…
a. OAT lini kedua
b. OAT campuran
c. OAT kategori 1
d. OAT kategori 2
e. OAT kategori 3

Jawaban : D
Lihat table 2.6 panduan pengobatan TB pada pembatasan soal no. 36 kategori II, TB paru putus obat.
Kasus drop out pasien adalah pasien yangtelah menjalani pengobatan >1 bulan dan tak mengambil obat selama 2 bulan atau lebi sebelu masa pengobatan selesai

80

79. Pasien paru berusia 25 tahun dating dengan keluahan diare sejak 7 hari. Diare berfrekuensi 5 kali/hari. Konsistensi lembek, ditemukan darah, disetai nyeri perut. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dalam batas normal, hepar teraba membesar. Pada pemeriksaan feses didapatkan telur cacing dengan duri rudimeter. Apa kemungkinan diagnosisnya?
a. trichiasis
b. ascariasis
c. schistosomiasis
d. ankylostomasis
e. trikomoniasis

jawaban : C
pemabahasan :
salah satu etimologi Schistomomiasis adalah Schistosoma japanicum. Morfologi cacing jantan memiliki panjang 12-20 mm, diameter 0,50-0,55 mm, integument ditutpi duri-duri sangat harus dan lancip. Cacing betina memiliki panjang 26 mm dengan diameter 0,3 mm. telur berhilain, subsferis atau oval dilihat dari lateral, dekat salah satu kutub terdapat daerah melekuk tempat tumbuh semacam duri rudimeter (tombol). Organ yang paling serius diserang adalah saluran pencernaan dan hati.
Gambaran klinis terutama akibat keadaan keracunan oleh produk dari cacing, filtrasi dari telur dalam jaringan, serta karena reaksi sistemik, manifestasi meliputi disentri, fibrosis hepatic, splenomegaly, apendisitis, obstruksi intestinal, pneumonitis, oklusi vaskular, sindrom serebral, myelitis, intoksikasi konstitusional, dan bentuk lain tanpa gejala.

81

80. obat hipertensi yang merupakan kontarindikasi pada pasien dengan riwayat asma adalah…
a. captopril
b. propranolol
c. nifedipin
d. metildopa
e. furosemide

jawaban : B
table 2.10 beta-bloker
Kertas obat induksi Kontra indikasi mutlak Kontra indikasi tidak mutlak
Beta-bloker Angina pectoris, pasca infark, miokardium, gagal jantung, kongesif, kehamilan, takiaritmia Asma, pnyakit paru, obstruksi menahun, blok A-V (derajat 2 atau 3) Penyakit pembuluh darah perifer, intoleransi glukosa, atlet atau pasien yang aktif secara fisik

82

81. Seorang pria usia 42 tahun bekerja disuatu perusahan.beliau datang ketempat klinik dengan tujuan mendapatkan surat keterangan sehat untuk perusahannya.tidak didapat riwayat hipertensi.pasien memiliki kebiasaan merokok.hasil pemeriksaan tanda vital tekanan darah dalam 2x pemeriksaan didapatkan 150/90 mmhg,nadi 88x/menit,berat badan 60kg,tinggi badan 172kg.pemeriksaan fisik dalam bats normal.yang sebaiknya dilakukan dokter terhadap pasien adalah.......
A. Intervensi farmakologi
B. Tesklostrol dan gula darah
C. Cek ulang tensi
D. Perubahan polahidup
E. Perubahan pola hidup dan intervensi farmakologi

JAWABAN : E


PEMBAHASAN :


Diagnosis hipertensi ditegakkan bila tekanan darah ?140/90 mmHg,tingkatan hipertensi ditentukan berdasarkan ukuran tekanan darah sistolik dan diastolik.

Tabel 2.11 Klasifikasi hipertensi
Kategori Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)
Normal

83

82. Seorang pria berusia 27 tahun datang ke IGD dengan keluhan deman dan diare yang terjadi
hilang timbul sejak 1 bulan yang lalu.terdapat penurunan berat badan 8kg dalam 1 bulan terakhir.hasil pemeriksaan fisik dan tanda vital normal.terdapat bercak-bercak keputihan pada rongga mulut.pemeriksan lanjutan apa yang dapat menegakkan diagnosis pasien?
A. CD4
B. Anti-HIV
C. Darah rutin
D. Kultur darah
E. Kultur BTA

Jawaban :B

PEMBAHASAN :
Langkah-langkah diagnosis :
• Lakukan anamnesis gejala infeksi oportunistik dan kanker yang terkait dengan AIDS
• Telusuri perilaku berisiko yang memungkinkan penularan
• Pemeriksaan fisik untuk mencari tanda infeksi oportunistik dan kanker terkait janagn lupa perubahan kelenjar,pemeriksaan mulut,kulit,dan funduskopi
• Dalam pemeriksaan penunjang,dicari jumlah limfosit total ,antibodi HIV,dan pemeriksaan rontgen
Bila pemeriksaan antibodi positif, maka dilakukan pemeriksaan jumlah CD4 ,Protein purified derivative (PPD),serologi toksoplasma.serologi sitomegalovirus,serologi PMS ,hepatitis ,dan pap smear,sedangkan untuk pemeriksaan follow up ,diperiksa jumlah CD4.

Referensi
• Longmore M, et al. 2007 Oxford Handbook of clinical medicine,7th ed, hlm 396
• Mansjoer A,et al. 2001 kapita selekta kedokteran ,jilid 1 ,edisi 3 hlm 57

84

83. Seorang pria berusia 42 tahun,datang diantar keluarganya dengan keluhan penurunan kesadaran,8 hari lalu sempat demam tinggi.riwayat hipertensi dan DM disangka keluarga tanda vital menunjukkan tekanan darah 130/80 mmHg,nadi 37,8 oC,dan didapatkan kaku kuduk (+) hasil pemeriksaan laboratorium dalam batas normal diagnosis untuk kasus ini adalah................
A. Dengue shock syndrome
B. Stroke non-homoragik
C. Stroke hemoragik
D. Malaria serebral
E. Dengue fever

Jawaban :D

Pembahasan :
Gejala malaria selebra dapat ditandai dengan,yang tidak dapat dibangunka,bisa dinilai bmengalami gangguan kesadaran yang lebih ringan seperti apatis,somnolen,delirium,dan perubahan tingkah laku.kecang,kaku kuduk,dan hemiparese dapat terjadi walaupun cukup jarang.pada pemeriksaan neurologik,reaksi mata divergen,upil mata ukuran normal,dan reaktif,kundus kopi normal atau dapat terjadi pendarahan,papiledema jarang,refleks kornea normal,refleks abdomen,kremaster normal,sedangkan refleks babinskiyab normal pada 50% penderita.pada keadaan berat,dapat terjadi derkotikasi,deserebrasi,opitotonus,deviasi mata keatas dan latral.keadaan ini sering disertai dengan hipertelansi.pada malaria selebra biasanya dapat disertai gangguan fungsi organ lain seperti,ikterik,gagal ginjal,hipoglikemia,dan edamemparo.bila terjadi lebih dari 3 komplikasi organ,proknosis kematiaan,>75%.
Referensi
• Sudoyono AW, et al. 2006 buku ajar ilmu penyakit dalam,jilid 3 edisi 4,hlm.1759

85

84. Seorang wanita berusia 22 tahun berobat ke dokter karena menemukan sebuah benjolan pada kuadran lateral bawah mammae dextra.pemeriksaan fisik menunjukkan massa berdiameter 2 cm,berbentuk oval,padat,halus dan mobile pada mammae tersebut.tidak ditemukan pembesaran kelenjar getah bening axilla.jika biopsi eksisi dilakukan pada benjolan tersebut,maka kemungkinan besar akan menunjukkan tanda-tanda penyakit....
A. Nekrosis lemak
B. Fibroadenoma
C. Kelainan fibrokistik mammae
D. Tumor filoides
E. Papiloma intraduktal


Jawaban :B

PEMBAHASAN :
Fibroadenoma merupakan neoplasma jinak yang terutama terdapat pada wanita muda . fibroadenoma teraba sebagai benjolan bulat atau benjolan –benjolan ,dengan simpai licin dan konsisten kenyal padat tumor ini tidak melekat pada jaringan sekitarnya dan amat mudah digerakan. Biasanya tidak nyeri, tetapi kadang terasa nyeri bila ditekan .
• Nekrosis lemak biasanya di sebabkan oleh cedera berupa massa keras yang sering agak nyeri, tetapi tidak membesar .kadang terdapat retraksi kulit dan batasnya biasanya tidak rata . secara klinis, kelainan ini sukar di bedakan dengan karsinoma.
• Kelainan fibro blastik menunjukan proses epitelial jinak . penyakit ini sering menggangu ketenteraman penderita karena kecemasan akan keluhan nyeri. Yang penting harus di pastikan adalah bahwa kelainan tersebut bukan tumor ganas .
• Tumor filoides merupakan suatu neoplasma jinak yang bersifat menyusup secara lokal dan mungkin ganas (10 -15 %). Pertumbuhannya cepat dan dapat di temukan dalam ukuran yang besar .
• Papiloma intraduktal merupakan lesi jinak yang berasal dari duktus laktiferus dan 75%tumbuh di bawah aerola mammae ini , memberikan gejala berupa sekresi cairan berdarah dari punting susu.
Referensi
Sjamsuhidayat R,jong WD.2004. buku ajar ilmu bedah ,edisi 2, hlm 391-394.

86

85. Seorang pria berusia 60 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan sulit kencing dan kencing menetes setelah mengejan.pada pemeriksaan fisik teraba masa suprapublik.Dari rectal toucher didapatkan massa,terdapat feses di sarung tangan ,tetapi tidak ada darah.tindakan pertama yang harus dilakukan yaitu......
A. Pasang kateter uretra
B. BNO
C. USG abdomen
D. Pungsi suprapublik
E. Rontgen abdomen

Jawaban :D

PEMBAHASAN :
Retensi urin adalah ketidak mampuan seseorang untuk mengeluarkan urin yangterkumpul di dalam buli –buli hingga kapasitas maksimal buli –buli terlampaui. Adanya penyumbatan pada uretra, kontraksi buli –buli yang tidak adekuat , atau tidak adanya koordinasi antara buli –buli dan uretra dapat menimbulkan terjadinya retensi urin .pasien mengeluh tertahan kencing atau kencing keluar sedikit –sedikit .
Urin yang tertahan lama di dalam buli –buli secepatnya harus di keluarkan karena jika di biarkan ,akan menimbulkan beberapa masalah , antara lain mudah terjadi infeksi saluran kemih .kontraksi oto buli –buli menjadi lemah ,dan timbul hidroureter dan hidronefrosis yang akan menyebabkan gagal ginjal .urin dapat di keluarkan dengan cara kateterisasi atau sistostomi untuk mencegah terjadinya ruptur uretra .

Referensi
• Purnomo BB.2003. Dasar –Dasar Urologi ,edisi 2, hlm . 195 -196

87

86. Seorang pria dilarikan ke UGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas,tingkat kanan pasien tidak dapat digerak.dari pemeriksaan fisik,didapatkan fleksi pada sendi panggul,adduksi,dan endorotasi.apakah diagnosis pasien ini ?
A. Dislokasi sendi panggul anterior
B. Dislokasi sendi panggul posterior
C. Fratur femur sepertiga tengah
D. Fraktur femur
E. Fraktur femur pada trochanter

Jawaban :B

PEMBAHASAN :
Dislokasi posterior biasanya terjadi dalam kecelakaan lalu lintas , seperti seseorang yang duduk dalam truk atau mobil terdorong ke depan sehingga lutut membentur dashboard . femur terdorong ke atas dan kaput femoris keluar dari mangkoknya . gambar klinisnya berupa kaki pendek dan beradduksi , berotasi internal , dan sedikit berfleksi .

Referensi
• Apley AG,Solomon L. 1995. Buku Ajar Ortopedi dan Fraktur sistem Apley ,edisi 7, hlm .364 -365.

88

87. Seorang wanita berusia 30 tahun datang,dengan keluhan benjolan dipayudara sejak 1 tahun yang lalu,nyeri bertambah saat akan menstruasi.dari pemeriksaan fisik didapatkan benjolan dengan batas tidak tegas,konsistensi kenyal,dapat digerakkan ,nyeri dengan penekanan,dan tidak didapatkan ulseratif.apakah diagnosis pasien ini?
A. Karsinoma mamma
B. Fibroadenoma
C. Tumor filoides
D. Papiloma intraductal
E. Tibrokistik mamma

Jawaban :E

PEMBAHASAN :
Kelainan fibrokistik menunjukkan proses epitelial jinak.penyakit ini sering menggangu ketentraman penderita karena kecemasan akan keluhan nyeri.yang penting harus dipastikan adalah bahwa kelainan tersebut bukan tumor ganas. Pada gambaran klinis,penyakit sering bilateral dan nyeri,kadang –kadang hebat sekali.dapat dimengerti bahwa nyeri ini menghebat sebelum atau saat haid,karena kelenjar payudara hipertrofis
Referensi
• Sjamsuhidayat R, jong WD. 2004 buku ajar ilmu bedah ,edisi 2 hlm,391-392
• Wiknjosastro H, et, 2007 ilmu kandungan ,edisi 2,hlm,483-484

89

88. Seorang wanita berusia 25 tahun datang ketempat praktik anda setelah sebelumnya digigit kera.sebelumnya ia tidak pernah mendapatkan vaksin rabies.dari pemeriksaan terdapat luka pada lengan kanan atas.apa yang sebaiknya anda lakukan sebagai seorang dokter?
A. Mencuci luka dengan air
B. Mencuci luka dengan air+alkohol 96%
C. Mencuci luka dengan air + sabun 20%
D. Mencuci luka dengan air + povidon iodin
E. Mencuci luka dengan air + hidrogen peroksida

Jawaban :C

PEMBAHASAN :
Daerah gigitan harus dicuci segera dengan air sabun atau larutan antiseptik lain dan kemudian dilakukan debrideman `tindakan ini efektif sampai 12 jam setelah kejadian lika,pada gigitan yang tergolong berat dan kecurigaan kuat adanya infeksi rebies ,dilakukan infitrasi serum antirabies 5 ml.disekitar luka setelah digigit hewan,selalu harus dipertimbangkan vaksinasi.pemberiannya setiap hari selama beberapa minggu untuk mencegah timbulnya penyakit fatal ini.
Referensi
• Sjamsuhidayat R,jong WD 2004 buku ajar ilmu bedah edisi 2,hlm,51-52

90

89. Seorang laki-laki berusia 16 tahun datang ke puskesmas dengan riwayat pascakecelakaan lalu lintas,jatuh dari sepeda motor.pada pemeriksaan didapatkan perdarahan dari muara uretra dan edema skrotum.diagnosis pasien ini adalah.......
A. Hidrokel
B. Torsio testis
C. Ruptur buli
D. Ruptur uretra anterior
E. Ruptur uretra posterior

Jawaban :D

PEMBAHASAN :
cendera dari luar yang sering menyebabkan kerusakan uretra anterior adalah straddle injury (cendera selangkangan),yaitu uretra terjepit di antara tulang pelvis dan benda tumpil.jenis kerusakan uretra yang terjadi berupa kontusio uretra,ruptur parsial,atau ruptur total dinding uretra.uretra anterior dibungkus didalam korpus spongiosum penis.korpus spongiosum bersama dengan korpus kavernosum penis dibungkus oleh fasia Buck dan Colles.jiks terjadi ruptur uretra berserta korpus spongiosum,darah dan urin keluar dari uretra tetapi masih terbatas pada fasia Buck,dan secara klinis terlihat hematoma yang terbatas pada penis,namun jika fasia Buck ikut robek ,ekstravasasi urin dan darah hanya dibatasi oleh fasia Colles sehingga darah dapat menjalar hingga skrotum atau kedinding abdomen
referensi
• purnomo BB 2003,dasar-dasar urologi,edisi 2,hlm 96-101

91

90. Anak berusia 4 tahun mengeluh penis melengkung saat ereksi.selain itu ,saat kencing pancaran tidak bisa lurus.Dari pemeriksaan fisik,ostium uretra eksternum berada pada ventral penis.diagnosis pasien ini adalah........
A. Epispadia
B. Hipospadia
C. Parafimosis
D. Fimosis
E. Torsio testis

Jawaban :B

PEMBAHASAN :
• Hipospadis adalah kelainan kongenital berupa muara uretra yang terletak di sebelah ventral dan sebelah proksimal ujung penis
• Epispadis adalah keadaan terbukaknya uretra disebelah dorsal,kelainan ini mungkinmeliputi leher kantung kemih,(epispadia total) atau hanya uretra (epispadia parsial)
• Fimosis adalah prepusium penis yang tidak dapat diretrasi (ditarik) keproksimal sampai korona glandis
• Parafimosis adalah prepusium penis yang diretrasi sampai sulkus koronarius,tidak dapat dikembalikan ke keadaan semula,dan timbul jeratan pada penis dibelakang sulkus koronarius
• Torsio testis adalah terpunting funikulus spermatikus yang terakibat terjadinya gangguan aliran darah pada restis.
Referensi
• Purnomo BB 2003 DASAR-DASAR urologi ,edisi 2,hlm 149-153
• Sjasuhidayat R,jong WD 2004 ,buku ajar ilmu bedah,edisi 2 hlm 745

92

91. Seorang pria berusia 35 tahun dibawa ke IGD karena terkena ledakan LPJ. Di jumpai luka bakar di seluruh permukaan lengan kanan, dada, dan perut. Berat badan pasien 50 kg. Berapa cairan yang diberikan pada 8 jam pertama ?
a. 3.600 cc
b. 5.400 cc
c. 7.200 cc
d. 9.000 cc
e. 10.800 cc

jawaban: A
Luas luka bakar dinyatakan dalam persen terhadap luas seluruh tubuh. Pada
orang dewasa digunakan “rumus 9”. Pada kasus ini dijumpai luka bakar pada seluruh lengan,dada dan perut sehingga luas luka bakar berjumlah 36%. Pemberian cairan intravena harus diberikan secara teliti. Untuk menghitung kebutuhan cairan dapat digunakan rumus Baxter, yaitu % luka bakar x BB x 4 mL. Dengan demikian, pada kasus ini:36% x 50 kg x 4 mL =7.200 cc. Separuh dari cairan ini diberikan dalam 8 jam pertama (3.600 cc), sisanya diberikan dalam 16jam.Hari kedua diberikam setengah hari pertama.

93

92. Seorang wanita berusia 23 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan terdapat benjolan di anus yang keluar terutama saat buang air besar. Benjolan tersebut masih dapat dimasukkan dengan bantuan jari tangan. Pasien memiliki riwayat buang air besar berdarah dan nyeri sebelumnya.
Diagnosis pasien ini adalah…
a.hemoroit derajar I
b. hemoroit derajar II
c. hemoroit derajar III
d. hemoroit derajar IV
e. hemoroit derajar V

jawaban : C
Hemoroid pelebaran vena didalam pleksus hemoroidalis yang tidak merupakan keadaan patologi. Hanya apabila melakukan keluhan atau penyulit,diperlukan tindakan. Perdarahan umumnya merupakan tanda pertama hemoroid interna akibat trauma oleh fases yang keras. Darah yang keluar berwarna merah segar dan tidak bercampur dengan fases.
Derajat Hemoroid Interna
Derajat Berdarah Menonjol Reposisi
I
II
III
IV +
(+)
(+)
(+) -
+
+
tetap
-
Spontan
Manual
Tidak dapat

94

93. Seorang anak laki-laki datang dengan keluhan darah menetes dari penis. Dikatakan oleh ibunya kalau si anak baru terjatuh dengan posisi mengangkang. Bagian mana yang terkena ?
a. uretra anterior
b.uretra posterior
c.buli-buli
d.skrotum
e.vesika urinaria

jawaban: A
Cedera dari luar yang sering menyebabkan kerusakan uretra anterior adalah straddle injury (cedera selangkangan), yaitu uretra terjepit diantara tulang pelvis dan benda tumpul. Jenis kerusakan uretra yang terjadi berupa konstusio uretra,ruptur parsial,atau ruptur total dinding uretrta. Uretra anterior terbungkus di dalam korpus spongiosum penis. Korpus spongiosum bersama dengan korpus kavernosum penis dibungkus oleh fasia Buck dan Colles. Jika terjadi ruptur uretra bersama korpus spongiosum, darah dan urin keluar dari uretra tapi masih terbatas pada fasia Buck,dan secara klinis terlihat hematoma yang terbatas pada penis.

95

94. Seorang anak perempuan berusia 4 bulan di bawa ke UGD dngan keluhan tampak pucat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis,sklera ikterik,dan hepatosplenomegali. Pada pemeriksaan radiologis, terdapat gambaran hair on end appearance. Diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini adalah…
a. thalasemia beta
b.anemia defisiensi besi
c.anemia hemolitik
d.leukemia
e.anemia defisiensi folat

jawaban: A
Pada kasus ini,berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fissik serta pemeriksaan radiologis,diagnosis pasien mengarah pada thalasemia beta. Langkah diagnostik pada thalasemia beta meliputi anamnesi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
? Anamnesis
• Keluhan yang timbul terjadi karena adanya anemia dengan segala akibatnya. Keluhan yang sering timbul berupa pucat,gangguan nafsu makan,gangguan tumbuh kembang,perut membesar karena pembesaran limpa dan hati. Pada umumnya keluhan ini mulai timbul pada usia 6 bulan.

? Pemeriksaan fisik dan radiologis
• Pasien tampak pucat,bentuk muka mongoloid (facies Cooley), dapat ditemukan ikterus,gangguan pertumbuhan,splenomegali dan hepatomegali yang menyebabkan perut membesar. Gambaran radiologis tulang kepada menunjukan hair on end appearance.

96

95. Pada kasus No.94 di atas, jika dilakukan pemeriksaan apusan darah tepi, maka akan tampak anemia yang dialami pasien adalah…
a.normositik normokrom
b.makrositik normokrom
c.mikrositik normokrom
d.mikrositik hipokrom
e.makrositik hipokrom

jawaban: D
Pada pemeriksaan menunjang untuk thalasemia beta,biasanya akan didapatkan:
• Anemia dengan kadar Hb 2-9 g/dl,kadar MCV dan MCH berkurang,retikulosit biasanya meningkat,dan flagilitas osmotik menurun.
• Gambarana darah tepi menunjukan mikrositik hipokrom,fragmentasi,sel target,dan normoblas.
• Kadar HbF meningkat antara 10-90% , kadar HbA2 normal,rendah atau sedikit meningkat. Peningkatan kadar HbA2 merupakan parameter penting untuk menegakkan diagnosis pembawa sifat thalasemia .
Besi serum, feritik,dan saturasi transferin meningkat.

97

96. Seorang bayi dilahirkan pada usia kehamilan 25 minggu dengan riwayat gawat janin sebelumnya. Pada pemeriksaan didapatkan denyut jantung 120 kali/menit. Dalam 6 jam kemudian bayi tampak sesak,merintih dengan reaksi subkostal, sianosis (-), takikardi (+).
Diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini adalah…
a.penyakit membran hialin
b.pneumonia pada neonatus
c.sindrom aspirasi mekonium
d.sepsis
e.takipneu sementara pada neonatus

Jawaban: A
Penyakit membran hialin merupakan salah satu penyebab gangguan nafas pada bayi baru lahir yang serimg dijumpai pada bayi berat lahir rendah dan/atau bayi prematur. Langkah diagnostik pada penyakit membran hialin meliputi:
? Anamnesis
• Riwayat kelahiran kurang bulan, ibu DM.
• Riwayat persalinan yang mengalami asfiksia perinatal (gawat janin), atau partus tindakan dengan bedah caesar.
• Riwayat kelahiran saudara kandung dengan penyakit membran hialin.

? Pemeriksaan fisik
• Gejala biasanya dijumpai dalam 24 jam pertama kehidupan.
• Dijumpai sindrom klinis yang terdiri dari kumpulan gejala.
? Sesak nafas, dengan frekuensi nafas >60 kali/menit atau

98

97. Seorang anak berusia 8 tahun dibawa dengan keluhan sesak nafas. Tidaak ada keluhan lain. Pada pemeriksaan ditemukan pulpus paradoksus lebih dari 25,terhadap wheezing inspiratori dan ekspiratori. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah…
a.COPD
b.bronkopneumonia
c.asma serangan ringan
d.asma serangan sedang
e.asma serangan berat

jawaban: E

Penilaian Derajat serangan Asma pada Anak
Parameter klinis,fungsi paru dan laboratorium Ringan Sedang Berat Ancaman henti nafas
Sesak timbul pada saat Berjalan
Bayi:Menangis keras Berbicara
Bayi:tangis pendek dan lemah,kesulitan makan Istirahat
Bayi:berhenti makan
Bicara Kalimat Penggal kalimat Kata-kata
Posisi Bisa berbaring Lebih suka duduk Duduk bertopang lengan
Kesadaran Mungkin iritabel Biasanya iritabel Biasanya iritabel Kebingungan
Sianosis Tidak ada Tidak ada Ada Nyata
Mengi Sedang,sering pada akhir ekspirasi Nyaring,sepanjang ekspirasi inspirasi Sangat nyaring,terdengar tanpa stetoskop Sulit,tidak terdengar

Penilaian Derajat Serangan Asma pada Anak (lanjutan)
Parameter klinis,fungsi paru dan laboratorium Ringan Sedang Berat Ancaman henti nafas
Sesak nafas Minimal Sedang Berat
Otot bantu nafas Biasanya tidak Biasanya ya Ya Gerakan paradok torakoabdominal
Retraksi Dangkal,Retraksi interkostal Sedang,ditambah retraksi suprasternal Dalam, ditambah nafas cuping hidung Dangkal/hilang
Laju nafas Meningkat Meningkat Meningkat Menurun
Pedoman nilai baku laju napas pada anak sadar
Usia
10-20 mmHg Ada
>20 mmHg Tidak ada,tanda kelelahan otot nafas
PERF atau PEF1
• Pra b.dilator
• Pasca b.dilator
>60%

>80%
40-60%

60-60%
95% 91-95% 60 mmHg 45 mmHg

Berdasarkan tabel di atas ,menilai ditemukannya pulpus paradoksus >25 mmHg,maka pasien ini mengalami asma serangan berat.


99

98. Seoarang anak laki-laki berusia 11 tahun datang dengan keluhan nyeri tenggorokan yang dirasakan sejak 4 hari yang lalu. Dari hasil mikroskopik swab dihadapkan bakteri bentuk kokus, dapat menghemolisis sempurna saat penambahan basitracin. Komplikasi yang paling mungkin,setelah masa akut satu minggu berlalu adalah…
a.infeksi supuratif
b.demam rematik akut
c.sepsis
d.scralet fever
e.artritis septik

lahir pada usia kehamilan jawaban: B
Streptokokus adalah penyebab infeksi bakteri yang paling lazim pada masa bayi dan anak. Streptokokus Grop A, Penyebab akut bakterial yang paling sering,dan sekuele nonsupuratif seperti demam reumatik dan glomerulonefritis. Streptokokus adalah kokus Gram-negatif yang tumbuh dalam pasangan atau rantai dengan panjang bervariasi,diklasifikasikan atas dasar kemampuannya menghemolisis sel darah merah ;kelas dengan hemolisin menghasilkan memolisis sempurna ( hemolitik-B) , kelas yang menghasilkan hemolisis sebagian ( hemolitil-a), dan kelas yang tidak menghasilkan hemolisis (hemoliyik-y). Streptokokus B hemolyticus group A merupakan agen pencetus yang menyebabkan terjadinya demam reumatik akut. Hipotesis yang paling mungkin adalah bahwa mekanisme patogenetik perkembangan deman reumatik adalah infeksi saluran pernafasan atas dengan streptococcus B hemolyticus group A melibatkan kombinasi sifat-sifat spesifik organisme dan beberapa, sekarang secara tidak sempurna didefinisikan sebagai kecenderungan genetik pada hospes manusia.

100

99.Seorang bayi perempuan lahir pada usia kehamilan 39 minggu melaui operasi seksio cesaria atas indikasi partus tidak maju,APGR 8/10,BBL3.200 gram dengan PB49 cm,ketuban jernih.beberapa jam kemudian bayi di bawa karena mengalami sesak napas.Dari pemeriksaan fisik didapatkan nadi 140 kali/menit,RR 72 kali/menit,retraksi(+),sianosis
(-).Diagonis pada pasien ini adalah...

a.neonatal pneumonia
b.penyakit membrane hialin
c.asfiksia neonaturum
d.sindrom aspirasi mekonium
e.takipneu sementara pada neonatus

Jawaban : E

Takipneu sementara pada neunatus terkadang diseabut sindrom kegawatan pernapasan tipe II,biasanya terjadi pada bayi-bayi preterm atau bayi cukup bulan pascapersalinan operasi Caesar.Takipne ini mungkin hanya di tandai dengan takipnea yang bermula pada saat yang dini,terkadang dengan retraksi atau medengkur saat ekspirasi,dan terkadang terdapat sianosis yang dapat di sembuhkan dengan oksigen minimal.Penderita biasanya sembuh dengan cepat dalam 3 hari,mereka mungkin jarang tampak menderita sakit berat.Paru-paru biasanya bersih tanpa ronki dan pada pemeriksaan radiologis menunjukkan corak vaskuler paru yang jelas,garis-garis cairan dalam fisura,aerasi berlebihan,diafragma datar,dan kadang terdapat cairan pleura.Tidak lazim terdpat hipoksemia,hiperkapnia,dan asidosis.Untuk membedakan penyakit ini dari penyakit membrane hialin agak sukar; tanda-tanda khusus takipnea sementara merupakan penyembuhan bayi mendadak dan tidak ada gambaran retikulogranular rontgen pada bronkografi udara.sindrom ini diyakini merupakan akibat dari lambatnya absorpsi cairan paru janin sehingga mengakibatkan penurunan kelenturan paru dan volume tidal,serta bertambahnya ruang mati.

Refrensi : Arvin AM, et al. 1996.ilmu kesehatan anak Nelson,jilid 1,edisi 15,hlm.599-600

101

100.Seorang anak perempuan berusia 5 tahun dibawa dengan keluhan bercak kemerahan yang awalnya di wajah kemudian menjalar ke badan dan punggung. Bercak berasa gatal dan tampak bergelembung. Keluhan didahului oleh panas badan sejak 3 hari. Pasien belum pernah di imunisasi. Dari pemeriksaan fisik di dapatkan kesadaran kompos mentis suhu 38?C. Statis dermatologi di dapatkan ruam dengan morfologi dengan beragam makolopapuler dengan dasar eritrema vasikel hingga krusta . Kemungkinan diagnosis pada pasien tersebut adalah…
a.morbilli
b.Demam skarlet
c.varisela
d.Roseola infantum
e.Herpes

jawaban: E
Pada varisera gejala biasanya mulai pada 14-16 hari sesudah pemajanan. Hampir semua anak yang terpajan,rentan menderita ruam. Gejala-gejala prodormal lazim ada,terutama pada anak yang lebih tua,meliputi demam,melaise,anoreksia,nyeri kepala dan kadang-kadang nyeri abbndomen ringan yang terjadi pada 24-28 jam sebelum ruam muncul. Kenaikan suhu biasanya sedang ,demam dan gejala sistematik lainnya menetap selama 2-4 hari pertama sesudah mulai ruam.Lesi varisela tampak mula-mula pada kulit kepala,wajah,dan batang tubuh. Eksantema awal terdiri dari makula eritematosa yang sangat gatal dan berkembang bentuk vasikel berisi cairan jernih. Pengaburan dan pembentukan pusat lesi mulai dalam 24-48 jam. Sementara lesi awal berkrusta,kumpulan baru terbentuk pada batang tubuh dan kemudian tungkai ;adanya lesi simultan pada berbagai stadium evolusi merupakankhas varesela.Ruam vesikuler yang disebabkan agen infeksi lain seperti demam skarlet (berkaitan dengan faringitis) dan roseola infantum (ruam tidak gatal). Selain itu,juga dapat dibandingkan dengan reaksi obat,dengan raksi obat,dermatitis,kontak,dan iritasi akibat akibat serangga.

102

101. Seorang ibu membawa bayinya yang berusia 1 hari ke UGD karena bayi tampak kuning. Bayi merupakan anak kedua, lahir spontan ditolong bidan dengan BBL 3.000 gram dan PB 49 cm. Ibu menyangkal mengonsumsi obat-obatan saat hamil, dan tetap memberikan ASI. Golongan darah bayi O Rh (+), golongan darah ibu A Rh (-). Pemeriksaan laboratorium Hb 8 gram/dL, bilirubin total 16 mg/dL. Pada apus darah tepi ditemukan anisopoikilositosis (+), stearosit (+). Kelainan yang ditakutkan dapat terjadi pada kasus-kasus seperti di atas adalah...
a. sepsis
b. hidrops fetalis
c. makrosomia
d. gawat napas
e. gagal tubuh

Jawaban : B

Pembahasan:
Isoimunisasi pada ibu merupakan penyebab utama kasus penyakit hemolitik pada neonatus. Penyebab tersering penyakit hemolitik pada janin dan neonatus adalah inkompatibilita, perubahan golongan darah ABO dan sensitisasi terhadap sistem Rh. Ikterik yang terjadi pada perubahan kasus ini mengarahkan diagnosis pada inkompatibilitas rhesus. Pada inkompatibilitas Rh, perubahan patologis di organ janin dan neonatus bervariasi sesuai keparahan proses hemolitik akibat isoimunisasi D. Hemolisis yang berlebihan dan lama memacu hiperplasia eritroid sumsum tulang yang mencolok serta hematopoesis ekstramedula di banyak tempat, terutama di limpa dan hati yanng mungkin pada gilirannya dapat menyebabkan disfungsi hati. Mungkin dapat terjadi pembesaran jantung dan pendarahan paru. Jika janin atau bayi yang sakit parah memperlihatkan edema subkutis yang cukup berat serta efusi ke dalam rongga serosa, diagnosisnya adalah hidrops fetalis. Kelainan ini didefinisikan sebagai adanya cairan abnormal di dua atau lebih tempat seperti toraks, abdomen, dan kulit.

Referensi
• Leveno KJ, et al. 2003. Williams Manual of Obstetrics, edisi 21, hlm. 307-312.

103

102. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun datang dengan keluhan urin berwarna cokelat kehitaman sejak 3 hari lalu. Walaupun banyak minum, tetapi pasien jarang buang air kecil, tidak ada nyeri berkemih. Keluhan juga disertai bengkak pada kelopak mata dan badan yang dirasakan pada pagi hari dan berkurang pada sore hari. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 150/100 mmHg, nadi 100 kali/menit, suhu 36,9°C. Hasil pemeriksaan laboratorium Hb 10,6 g/dL, leukosit 9.600/mm?, ureum 55 mg/dL, kreatinin 1,6 mg/dL. Pada urinalisis didapatkan urin berwarna cokelat kehitaman, proteinuri +2, eritrosit penuh, leukosit 8-10/lpb. Penatalaksanaan yang diberikan pada pasien ini adalah...
a. steroid
b. antibiotik
c. levamisol
d. diuretik
e. inhibitor ACE

Jawaban : B
Pembahasan :
Pada kasus ini, pasien menunjukkan suatu sindrom nefritik akut yang ditandai dengan timbulnya hematuria, edema, hipertensi, dan penurunan fungsi ginjal. Gejala ini biasanya timbul setelah infeksi kuman Streptococcus ? hemolyticus group A di saluran napas bagian atas kulit. Adapun penatalaksanaan pada kasus ini meliputi:
? Medikamentosa
- Golongan penisilin dapat diberikan untuk eradikasi kuman, yaitu amoksilin 50 mg/kgBB dibagi dalam 3 dosis selama 10 hari. Jika anak alaergi terhadap penisilin, eritromisin dapat diberikan dengan dosis 30 mg/kkBB/hari dibagi dalam 3 dosis.
- Diuretik diberikan untuk mengatasi retensi cairan dan hipertensi.
- Antihipertensi tergantung pada berat ringannya hipertensi.
? Suportif
- Tirah baring diperlukan jika pasien tampak sakit, misalnya terjadi penurunan kesadaran , hipertensi, atau edema.
- Diet nefritis diberikan bila terdapat retensi cairan dan penurunan fungsi ginjal.

Referensi
• Pusponegoro HD, et al. 2004. Standar Pelayanan Medik Kesehatan Anak, edisi 1, hlm. 189-191.

104

103. Seorang anak perempuan berusia 5 tahun datang dengan keluhan utama tungkai kiri tidak dapat digerakkan sejak 2 hari yang lalu. Sebelumnya, 1 minggu lalu, pasien mengalami demam dan 2 hari kemudian punggung dan kaki kirinya kaku. Pada pemeriksaan didapatkan nadi 100 kali/menit, suhu 37,3°C, RR 23 kali/menit, tonus otot menurun, klonus (-). Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah...
a. ensefalitis
b. poliomielitis
c. GBS
d. meningitis
e. Duchene muscular dystrophy

Jawaban : B

Pembahasan :
Poliomielitis merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh enterovirus. Infeksi virus ini dapat menyerang susunan saraf pusat, khususnya kornu anterior medula spinalis dan nukleus batag otak. Polio virus menginfeksi melalui jalur fekal-oral, tetapi dapat pula melalui kontak langsung. Adapun manifestasi khas dari poliomielitis terbagi dalam:
? Asimtomatik.
? Poliomielitis abortif. Terdapat 3 gambaran klinis utama, yaitu: (1) Infeksi saluran napas bagian atas, (2) Gangguan saluran cerna, (3) Gejala seperti influenza. Gejala-gejala ini mereda setelah 2-3 hari.
? Poliomielitis nonparalitik. Terdapat tanda-tanda poliomielitis abortif, namun nyeri kepala, mual dan muntah lebih berat, otot-otot leher posterior dan punggung kaku serta nyeri, sulit buang air kecil, dan kontipasi. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kaku kuduk. Biasanya refleks superfisial menghilang paling awal, refleks profundus terganggu 8-24 jam setelah refleks superfisial menghilang, menandakan akan terjadinya paresis ekstremitas.
? Poliomielitis paralitik.
- Poliomielitis paralitik spinal. Setelah nyeri kepala dan demam, terjadi nyeri otot hebat. Dalam 1-2 hari, timbul paresis atau paralisis flaksid asimetris. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kaku kuduk, nyeri otot, refleks tendon dalam hiperaktif yang akhirnya menghilang dan terjadi paresis atau paralisis. Pasien akan merasa lebih baik setelah 2-5 hari.
- Poliomielitis bulbar. Terdapat disfungsi saraf kranial dan medula spinalis. Manifestasi klinisnya berupa gangguan pernapasan. Saraf kranial yang terken jarang mengalami gangguan permanen.
- Poliomielitis bulbospinal. Kombinasi poliomielitis bulbar dan paralitik.
- Polioensefalitiss. Kejang, koma, dan paralisis spastik disertai peningkatan refleks fisiologis, iritabilitas, disorientasi, mengantuk, dan tremor. Dapat terjadi paralisis nervus kraanialis atau perifet.

Referensi
• Dewanto G, et al. 2007. Diagnosis dan Tata Laksana Penyakit Saraf, hlm. 58-62.
• Arvin AM, et al. 1996. Ilmu Kesehatan Anak Nelson, jilid 3, edisi 15, hlm. 1079-1081.

105

104. Pasien pria berusia 38 tahun diantar ke UGD oleh polisi setelah mengalami kecelakaan 1 jam yang lalu. Saat ini pasien mengeluh nyeri kepala da tidak ingat kejadian yang baru dialami tetapi dapat menyebutkan nama lengkap dan alamatnya. Ketika dilakukan pemeriksaan fisik, tiba-tiba pasien muntah dan segera tidak sadarkan diri. Pada pemeriksaan didapatkan GCS E2M5V2, TD 90/60, nadi 56 kali/menit, RR 24 kali/menit iregular. Kemungkinan diagnosis pasien tersebut adalah...
a. perdarahan subaraknoid
b. perdarahan subdural
c. perdarahan epidurald
d. perdarahan intraserebal
e. perdarahan intraventrikel

Jawaban : C

Pembahasan :
Acute cerebral sequelae pada trauma kapitis:
? Konkusio serebri, berkaitan dengan hilangnya kesadaran untuk sementara yang terjadi saat benturan, berhubungan dengan periode amnesia singkat. Kaddang diikuti bradikardi, hipotensi, dan henti napas sesaat pada saat benturan.
? Kontusio serebri, hilangnya kesadaran terjadi lebih lama dari konkusi, dapat mengarah pada kematian dan defisit neurologis berat.
? Perdarahan epidural, perjalanan klinis klasik, mula-mula kehilangan kesadaran sejenak kemudian melalui interval bebas gejala (lucid), yang diikuti penurunan kesadaran sekunder ketika hematoma bertambah besar. Terdapat tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial yang nyata dan berlangsung cepat.
? Perdarahan intraserebral, keluhan segera setelah onset dengan gejala defisit fokal nyata.

Referensi
• Mardjono M, Sidharta P. 2008. Neurologi Klinis Dasar, hlm. 249-260.
• Aminoff MJ. Nervous System Disorders. Dalam: Mcphee SJ, Papadakis MA (ed). 2009. Current Medical Diagnosis and Treatment, edisi 48, hlm. 893.

106

105. Pasien pria berusia 23 tahun dibawa ke IGD RS dengan keadaan tidak sadar setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan didapatkan rangsang nyeri, mata tidak membuka, hanya mengerang, dan respons motorik fleksi abnormal. Penilaian GCS pada pasien ini adalah...
a. 4
b. 6
c. 7
d. 5
e. 12

Jawaban : B

Pembahasan :
Tabel 2.15 Penilaian Glasgow Scale (GCS)
Respons mata (eye, E) Skor
Spontan 4
Terhadap suara 3
Dengan rangsang nyeri 2
Tidak ada reaksi 1

Respons verbal (V) Skor
Baik, tidak ada disorientasi 5
Kacau/confused 4
Tidak tepat 3
Mengerang 2
Tidak ada jawaban 1

Respons motorik (M) Skor
Menuruti perintah 6
Melokalisasi nyeri 5
Reaksi menghindar 4
Dekortikasi 3
Deseberasi 2
Tidak ada reaksi 1

Pada kasus ini didapatkan rangsang nyeri mata tidak membuka (E=1), mengerang (V=2), fleksi abnormal (M=3); GCS=6.

Referensi
• Dewanto G, et al. 2007. Diagnosis dan Tata Laksana Penyakit Saraf, hlm. 13-14.

107

106. Seorang wanita berusia 27 tahun datang dengan keluhan sakit kepala berputar sejak 5 jam yang lalu. Keluhan disertai mual muntah, terdapat penurunan pendengaran pada telinga kanan, telinga berdengung disangkal. Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Riwayat HT (-), DM (-). Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah...
a. cefalgia akunt
b. cefalgia kronis
c. vertigo sentral
d. vertigo perifer
e. penyakit Meniere

Jawaban : D

Pembahasan :
Vertigo adalah sensasi abnormal berupa gerakan berputar. Vertigo terbagi menjadi vertigo sentral (gangguan vaskular), dan vertigo perifer (idiopatik).

Tabel 2.16 Perbedaan antara Vertigo Sentral dan Vertigo Perifer
Sentral Perifer
Rasa mual berlebihan + +++
Muntah + +
Diperburuk oleh gerakan kepala tidak spesifik ++ -
Dicetuskan oleh pergerakan kepala spesifik (misalnya: posisi Dix-Hallpike, perputaran kepala pada posisi telentang) + +++
Timbulnya nistmagus paroksismal ke atas dan rotatoar dengan manuver Dix-Hallpike - +++
Timbulnya nistagmus paroksimal ke bawah dengan manuver Dix-Hallpike ++ +
Nistagmus dengan perubahan posisi horizontal paroksimal (geotropikal/ageotropik) yang dibangkitkan oleh perputaran posisi horizontal kepala + ++
Nistagmus persisten ke bawah pada semua posisi +++ -
Hilangnya nistagmus dengan pengulagan posisi - +++
Membalik setelah perawatan dengan manuver posisional - +++
Pada penyakit Meniere, terdapat trias atau sindrom Meniere yang terdiri dari vertigo, tinitus, dan tuli saraf.

Referensi
• Dewanto G, et al. 2007. Diagnosis dan Tata Laksana Penyakit Saraf, hlm. 111-113.
• Hadjar E, Bashiruddin J. Penyakit Meniere. Dalam: Soepardi EA, Iskandar N (ed). 2006. Buku Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher, edisi 5, hlm. 81-82.

108

107. Seorang wanita berusia 20 tahun mengeluuh demam tinggi disertai nyeri kepala sejak 1 hari. Dari pemeriksaan didapatkan suhu 39,2°C. Status neurologis didapatkan refleks patologis (+) dan kaku kuduk (+). Pada pemeriksaan cairan serebrospinal, didapatkan cairan keruh dengan peningkatan leukosit, neutrofil, dan protein. Bakteri apakah yang paling menyebabkan penyakit tersebut...
a. Haemophylus influenze
b. Streptococcus pneumoniae
c. Pseudomonas aeruginosa
d. Listeria monocytogenes
e. Mycoplasma pneumoniae

Jawaban : B

Pembahasan :
Pada pasien ini ditemukan trias meningitis, yaitu demam, nyeri kepala, dan kaku kuduk yang berlangsung akut (50 tahun
Streptococcus group b +
E. coli +
Listeria monocytogenes + +
N. meningitidis + +
S. pneumoniae + + +
H. influenze +

Referensi
Dewanto G, et al. 2007. Diagnosis dan Tata Laksana Penyakit Saraf, hlm. 37-40

109

108. Seorang pria berusia 65 tahun datang dengan keluhan kedua tangannya bergetar, sulit bangun dari duduk, kedua tangan dan kaki sering terasa kaku, bicara dengan suara kecil, sering lupa. Dari pemeriksaan didapatkan resting tremor (+). Obat apakah yang sebaiknya diberikan pada kasus tersebut...
a. clozapine
b. levodopa
c. bromocriptine
d. amocarpine
e. amoxapine

Jawaban :B

Pembahasan :
Pada kasus ini, pasien menunjukkan gejala penyakit Parkinson. Gejala penyakit Parkinson sendiri terdidri dari gejala positif (tremor, rigiditas, dan flexed posture) dan gejala negatif (bradikinesa, hilangnya refelks postural tubuh, dan freezing phenomenon).
Tata laksana pada penderita Parkinson meliputi tata laksana umum (edukasi, suportif, latihan fisik, dan nutrisi) dan medikamentosa yang bersifat simtomasis. Obat-obatan diberikan saat pasien merasa terganggu dengan gejala yang dialaminya dengan memperhatikan efektivitas optimal dan efek samping minimal. Obat-obatan yang digunakan dalam penatalaksanaan Parkinson antara lain:
? Amantadin
? Antikolinergik
? Levodopa
? Agonis dopamin
? Selective monoamine oxidase inhibitor
? COMT inhibitor
? Antipsikotik atipikal

Levodopa merupakan terapi pilihan pada pasien berusia >60 tahun. Kombinasi levodopa dengan carbidopa akan menekan efek samping yang mungkin muncul.

Referensi
• Dewanto G, et al. 2007. Diagnosis dan Tata Laksana Penyakit Saraf, hlm. 143-152.
• Aminoff MJ. Nervous System Disorders. Dalam: Mcphee SJ, Papadakis MA (ed). 2009. Current Medical Diagnosis and Treatment, edisi 48, hlm. 880-883.

110

109. Seorang wanita berusia 46 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan dada berdebar disertai keluar keringat berlebih. Pada pemeriksaan fisik ditemukan takikardi, hipertensi, dan hiperhidrosis. Jenis serabut saraf yang paling mungkin mengalami stimulasi berlebihan adalah...
a.serabut preganglionic sympathenic
b.serabut preganglionic parasympathenic
c.serabut postganglionic parasympathenic
d.serabut postganglionic sympathenic
e.searbut somatic motor

Jawaban: D
Aktifitas simpatik di antaranya melebarkan diameter pupil, melebarkan fisura palpebralis, meningkatkan frekuensi denyut jantung, dan memperlancar penyaluran impuls melalui jaras atrioventrikular, menyempitkan lumen hampir semua pembuluh darah, terutama yang menuju ke kulit dan visera abdominal, tetapi melebarkan lumen arteri koronaria, menghambat peristaltik saluran pencernaan, mengeratkan sfingter saluran pencernaan, menghambat otot detrusor kandung kemih, membangunkan bulu kulit, menggalakkan sekresi keringat dan adrenalin, dan meningkatkan gula darah dengan jalan glikogenolisis di hepar. Parasimpatetik memiliki efek antagonis terhadap komponen simpatetik.
Serabut postganglionic sympathetic menyusun pleksus-pleksus. Seberkas keluar sebagai nervus karotikotimpanikus dan sebagian lainnya yang berasal dari ganglion servikale menyusu nervus kardiakussuperior, media dan inferior, yang bersama-sama serabut postganglioner dari ganglion simpatikus T 1,2,3,dan 4membentuk pleksus kardiakus yang kemudian berperan dalam dilatasi arteri koroner dan meningkatkan denyut jantung.
Referensi
• Mardjon M, sidharta P. 2008. Neurologi Klinis Dasar,hlm. 219-226.

111

110. Seorang wanita berusia 60 tahun datang dengan keluhan nyeri pada pinggang bawah. Pasien sering mengangkat beban yang berat dengan posisi membungkuk. Pada pemeriksaan ditemukan tes laseque

Jawaban: A
Nyeri pinggang adalah perasaan nyeri di daerah lumbosakral dan sakroiliakal, nyeri ini sering disertai dengan penjalaran ke tungkai sampai ke kaki. Pemeriksaan penunjang yang biasanya dilakukan antara lain:
? Laboratorium: LED, CRP, darah lengkap, dan urin lengkap
? Radiologis: Foto polos, mielo-CT, CT scan, dan MRI
?Mielografi umumnya dilakukan untuk pemeriksaan praoperasi, seringkali di gabungkan dengan CT scan. MRI memiliki sensitivitas yang tinggi terutama pada kecurigaan HNP.
Referensi
• Dewanto G, et al.2007. Diagnosis dan Tata Laksana Penyakit Saraf, hlm. 126-129.

112

111. Seorang pria berusia 70 tahun dibawa dengan keluhan ingatan berkurang sejak 5 tahun lalu. Awalnya lupa dengan kejadian yang baru terjadi dan sekarang sudah mulai lupa dengan anggota keluarga. Tidak ada riwayat jantung, DM, stroke, riwayat trauma(-). Pada pemeriksaan neurologis didapatkan nervus kranialis dalam batas normal, motorik dalam batas normal, gerakan involunter(-),refleks regresi(+). Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah...
a.pseudodemensia
b.demensia pugilistik
c.demensia vaskular
d.demensia Alzheimer
e.demensia chorea huntington

Jawaban: D
Demensia adalah sindrom neurodegeneratif yang timbul karena adanya kelainan yang bersifat kronis dan progresif disertai dengan gangguan fungsi luhur multipel seperti kalkulasi, kapasitas belajar, bahasa dan mengambil keputusan, kesadaran pada demensia tidak terganggu. Gangguan fungsi kognitif biasanya disertai dengan perburukan kontrol emosi, perilaku, dan motivasi. Penyakit Alzheimer merupakan penyebab terbanyak demensia dengan gambaran klinis sebagai berikut:
? Stadium awal
? Dapat dianggap sebagai pikun yang wajar, kurang berenergi, dan seringkali tidak disadari.
? Mengulang kata-kata, salah menempatkan benda, kesulitan menyebutkan nama, tersesat,
Perbahan perilaku, kesulitan melakukan sesuatu yang bertujuan, dan kesulitan
Mempelajari informasi baru.

? Stadium lebih lanjut
? Gejala semakin jelas namun masih dapat melakukan pekerjaannya sendiri, tetapi
memerlukan bantuan untuk kegiatan yang lebih sulit.
? Melupakan detail peristiwa tertentu, melupakan peristiwa kehidupan sendiri, tidak
mengenali diri sendiri.
? Stadium akhir
? Tidak dapat melakukan kegiatan tanpa bantuan orang lain.
Tidak terdapatnya riwayat stroke ataupun trauma dapat menyingkirkan kemungkinan demensia vaskular, tidak terdapatnya riwayat depresi sebelumnya dapat menyingkirkan pseudodemensia yang merupakan depresi dengan gejala meyerupai demensia, sedangkan demensia chorea huntington merupakan demensia subkortikal dengan gejala demensia bervariasi yang mendahului gejala chorea.
Referensi
• Dewanto G, et al.2007. Diagnosis dan Tata Laksana Penyakit Saraf, hlm. 174-182
• Tomb DA. 1999. Buku Saku Psikiatri, hlm. 78

113

112. Seorang pria berusia 22 tahun dibawa ke unit gawat darurat setelah mengalami cedera kepala berat. Di UGD, hasil pemeriksaan fisik adalah kesadaran sopor, pupil anisokor, refleks cahaya kedua pupil menurun. Anggota gerak tubuh kanan bereaksi lebih lambat dari sisi kiri.Dokter memberikan larutan manitol 20%.Apakah tujuan pemberian manitol 20% pada kasus ini?
a.menurunkan aliran darah serebral
b.menurunkan tekanan darah sistemik
c.menurunkan tekanan intraserebral
d.menurunkan tekanan vena sentral
e.menurunkan tekanan darah arteri

Jawaban: C
Manitol sebagai diuretik osmotik bekerja dengan mengubah mekanisme Starling, sehingga cairan meninggalkan sel dan dengan demikian menurunkan volume intrasel. Efek ini digunakan untuk menurunkan tekanan intrakranial pada kondisi-kondisi neurologis.
Referensi
• Katung BG. 2007. Basic and Clinical Pharmacology, edisi 10, hlm. 248.

114

113. Seorang wanita berusia 28 tahun dibawa ke unit gawat darurat setelah mengalami kecelakaan lalu lintas dekat rumahnya pagi hari ini. Ia tidak sadar selama 10 menit dan segera dibawa ke rumah sakit. Di UGD, pasien sudah sadar sadar kembali, tetapi ia tidak dapat mengingat kejadian yang dialaminya dan tidak ingat bagaimana peristiwa kecelakaan bisa terjadi. Nilai GCS-nya adalah 15, tidak ada keluhan muntah dan kelainan neurologis lainnya. Apakah penanganan yang paling tepat dilakukan oleh dokter jaga di UGD?
a.boleh pulang dalam pengawasan ketat
b.hanya boleh pulang jika rumahnya tidak jauh dari rumah sakit
c.haru dirawat hanya jika ada nyeri kepala atau muntah
d.haru dirawat
e.harus menjalani operasi

Jawaban: D
Pada cedera kepala ringan, setelah pelaksanaan survei primer, maka survei sekunder harus dilakukan berupa observasi ketat pada jam-jam pertama. Bila telah dipastikan penderita cedera kepala ringan tidak memiliki masalah dengan jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi darah, maka tindakan selanjutnya adalah penanganan luka disertai observasi tanda vital dan defisit neurologis. Bila setelah 24jam observasi tidak ditemukan kelainan neurologis berupa:
? Penurunan kesadaran
? Gangguan daya ingat
? Nyeri kepala hebat
? Mual dan muntah
? Kelainan neurologis fokal
? Fraktur terlihat melalui foto kepala maupun CT scan
? Abnormalitas anatomi otak berdasarkan CT scan
Maka, penderita dapat meninggalkan rumah sakit. Namun bila tanda-tanda di atas ditemukan pada observasi 24 jam pertama, penderita harus tetap dirawat dan diobservasi ketat. Status cedera kepala yang dialami menjadi cedera kepala sedang atau berat dengan penanganan berbeda.
Referensi
• Dewanto G, et al.2007. Diagnosis dan Tata Laksana Penyakit Saraf, hlm. 17-18

115

114. Seorang laki-laki berusia 18 tahun mengalami demam yang hilang timbul 2 hari sekali, menggigil, dan splenomegali.Pemeriksaan laboratorium menunjukan sel darah merah membesar, terdapat granul Schuffner, dan ditemukan parasit yang berbentuk iregular. Kemungkinan pasien ini mengalami infeksi...
a.Plasmodium falciparum
b. Plasmodium vivax
c. Plasmodium ovale
d. Plasmodium tropicana
e. Plasmodium malariae

Jawaban: B
Bentuk stadium Keadaan eritrosit Keadaan parasit
Ring (cincin) Normal hingga 1¼ membulat,kadang tampak sebagai titik Schuffner Sitoplasma besar kadang seperti kaki palsu, titik kromatin besar
Trofozoit Membesar 1½ hingga 2×, dapat berubah, tampak titik-titik Schuffner Sitoplasma besar tidak beraturan, kromatin membesar, pigmen berwarna cokelat kekuningan
Skizon Membesar 1½ hingga 2×, dapat berubah, tampak titik-titik Schuffner Besar, dapat memenuhi eritrosit, matang dengan 12-24 merozoit, menumpuk berwarna cokelat kekuningan
Gametosit Membesar 1½ hingga 2×, dapat berubah, tampak titik-titik Schuffner Membulat hingga oval, padat, memenuhi seluruh eritrosit, kromatin padat di salah satu sisi (makrogametosit) atau tersebar (mikrogametosit) pigmen cokelat tersebar

Referensi
• muslim. 2009. Parasitologi, hlm. 62.

116

115. Seorang wanita berusia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri lutut kanan sejak 3 bulan,nyeri terutama pada pagi hari,disertai adanya rasa kaku dan membaik dengan istirahat. Pada pemeriksaan fisik ditemukan bengkak pada lutut kanan, atrofi betis kanan, dan pergerakan yang terbatas. Apakah diagnosis kasus ini?
a.artritis reumatoid
b.artritis gout
c.osteoartritis
d.osteomielitis
e.artritis septik

Jawaban: C
Osteoartritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi. Pada anamnesis akan didapatkan keluhan berupa nyeri sendi,hambatan gerakan sendi, kaku pagi, krepitasi,pembesaran sendi, dan perubahan gaya berjalan. Pada pemeriksaan fisik akan didapatkan hambatan gerak, krepitasi, pembengkakan sendi yang sering asimetris, tanda-tanda peradangan, deformitas sendi yang permanen, dan perubahan gaya berjalan. Diagnosis OA biasanya didasarkan pada gambaran klinis dan radiografis. Gambaran radiografis sendi yang menyokong diagnosis OA adalah penyempitan celah sendi yang seringkali asimetris, peningkatan densitas (sklerosis) tulang subkondral, kista tulang, osteofit pada pinggir sendi, dan perubahan struktur anatomi sendi.
Referensi
• Sudoyo AW, et al. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 2, edisi 4, hlm. 1205-1208.

117

116. Seprang pria berusia 30 tahun datang dengan keluhan demam sejak 3 hari. Demam hilang timbul diikuti menggigil dan berkeringat banyak. Dari pemeriksaan apusan darah tebal, ditemukan Plasmodium falciparum. Terapi untuk pasien ini adalah...
a.kina sulfat, primakuin dosis tunggal
b.kina sulfat, primakuin 14 hari
c.primaquin, klorokuin dosis tunggal
d.artesunat, amodiakuin, primakuin dosis tunggal
e.artesunat, amodiakuin, primakuin dosis 14 hari

Jawaban: D
Lini pertama pengobatan malaria falsiparum adalah artesunat + amodiakuin+primakuin dosis tunggal. Dosis amodiakuin 10 mg/kgBB dan artesunat 4mg/kgBB diberikan selama 3 hari. Primakuin tidak boleh diberikan kepada ibu hamil, bayi

118

117. Seorang wanita berusia 55 tahun menderita diabetes militus selama 3 bulan. Pasien di bawa ke IGD karena tidak sadarkan dari,pernapasan dalam dan cepat.GDS 500,pH darah 7,15,HCO3 18. Diagnosis pasien ini adalah..
a. Ketoasidosis diabetik
b. Asidosis metabolik
c. Hiperglikemik
d. Hiporglikemik
e. Hiperosmoral hiperglikemik non-ketotik

Jawaban : A
Ketoasidosis diabetik ( KAD) adalah keadaan dekompensasi yang di tandai oleh trias hhiprglikemia. Asidosis ,dan ketosis ,terutama di sebabkan oleh difesiensi insulin absolut atau relatif KAD dan hipoglikemia merupakan komplikasi akut diabetes militus (DM) yang serius dan membutuhkan pengelolaan gawat darurat . langkah pertama yang harus di ambil dari pasien KAD terdiri dari anamnesis dan pemeriksa fisik yang cepat dan teliti,dengan terutama memperhatikan patensi jalan nafas,status mental ,satu ginjal ,kordiovaskular,dan status hidasi.
Kreteria diagnosis KAD
• Kadar glukosa >250 mg%
• pH

119

118. Seorang wanita berusia 38 tahun datang dibawah keluarganya karena kesadaran yang menurut . pasien baru selesai meminimum obat amoksisilin.setelah minum obat,pasien gatal-gatal ,penglihatan gelap,muntah,kemudian tidak sadarkan diri. Dari pemeriksaan fisik kesadaran sopor,nadi tidak teraba,tekanan darah tidak teratur apa diagonesis pasien tersebut ?
a. Syok kardiogenik
b. Syok anafilaktik
c. Syok hivolemik
d. Syok septik
e. Syok neurogenik

Jawaban : B
Anafilaksis merupakan bentuk terberat dari reaksi dari alergi obat. Gejala anafileksis tibul segera setelah stelah penderita terpejam oleh alergen atau oleh faktor pencetus lain . Syok anafilaktik merupakan salah satu manifestasi yang di tandai dengan adanya hipotensi yang nyata dan kolopast sirkulasi darah. Diaknosis anafilaksis di tegakan berdasarkan adanya gejala klinis sistematik yanf muncul beberapa detik atau menit setelah menderita terpajan. Gejala yang muncul dapat ringan seperti pruritus sampai gagal nafas atau syok anafilaktik yang mematikan.
Tabel 2.19 Gejala dan Tanda Anafilaksis Berdasarkan Organ
Sistem Gejala dan Tanda
Umum
Prodormal Lesu,lemah,rasa tidak enak yang sukar dilukiskan,rasa tidak enak di dada dan prut,rasa gatal di hidung dan platum.
Pernapasan
Hidung
Laring
Lidah
Bronkus Hidung gatal ,bersin,dan tersumbat
Rasa tercekik ,suara serak,sesak,sesak nafas,stridor,edema,spasme
Edma
Batuk,sesak,mengi,spasme
Kardovaskular Pingsan,singkop,palpitasi,takikardia,hipotensi,sampai syok,aritemia,kelainan EKG gelombang T datar,terbalik,atau tanda tanda infark miokard
Gastrointestinal Disfagia,mual ,muntah,kolik , diare yang kadang – kadang di sertai darah,pristatik usus meninggi
Kulit Urtikaria ,angioedema,di bibir ,muka atau ekstrimitas
Mata Gatal,lakermanasi
Susunan saraf pusat Gelisah,kejang

Referensi
• Sudoyo AW,et al.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalem,jilid 1,edisi 4,Jakarta. Pusat Penerbit Depertemen Ilmu penyakit Dalam FK UI,2006,hal 193-194

120

119. Seorang pria dewasa datang untuk melakukan tes kesehatan dan dinyatakan oleh dokter bahwa pasienn ini buta warna. Ayah dan ibunya tidak ada yang mengalami buta warna.berapa persentasi dari buta warna dari pasien tersebut?
a. 0%
b. 25%
c. 50%
d. 75%
e. 100%

Jawaban : B
Dalam arti luas,defek penglihatan warna dapat bersifat kongenital atau dapat,sementara itu defek warna kongenital atau didapat,sementara itu defek warna kongenital herediter hampir selalu”merah –hijau”mengenai 8% pria dan 0,5% wanita,defek dapat lebih sering dari varian “biru-hijau” dan mengenai pria dan wanita sma seringnya. Defek penglihatan warna kongenital mengenai kedua mata dengan tingkat keparahan setara , sedangkan defek penglihatan waran sering mengenai salah satu mata lebih dari yang lain.sebagian besar defek penglihatan warna kongenital kongenital bersipat resesif terkait-X serta tipe dan keparahanya konstan seumur hidup.dengan penglihatan warna dapat biasnya berpariasi tipe dan keparahannya,bergantung pada letak dan sumber patologi ukolar yang biasnya dapat di lihat secara oftalmoskopi .sesui dengan kasus ini ,pada anamnesis di dapatkan bahwa ayah dan ibu pasien tidak aada yang menderita buta warna,oleh karena defek penglihatan warna kongenital bersifat sesesif terkait-x ,maka kemungkinan ibu pasien sebagai seorang karir.dengan demikian kemungkinan pasien ini menderita buta warna sebesar 25%.
Referensi
• Vaghan DG,et al.2000.Optalmologi Umum,edisi 14,hlm.216-217

121

120. seorang pria berusia 40 tahun dengan mata terpercik larutan alkohol di tempoat kerjanya.pada pemeriksaan fisik di dapatkan mata kanan merah dan visus normal.apa tindakan pertama kali yang anda lakukan?
a. Bebat mata sesegra mungkin
b. Pembedahan agar tidak memberikan kerusakan yang berat
c. Berikan kompres dengan air dingin agar menghilangkan rasa sakit
d. Irigasi dengan larutan garam fisiologis atau bersih selama 15-30 menit
e. Berikan anti biotik lokal dan sistematik untuk mencegah terjadinya infeksi

Jawaban : D
Tindakan di lakukan tergantung 4 fase peristiwa,yaitu :
1. Fase kejadian tujuan dari tindakan adalah untuk menghilangkan materi penyebab sebersih mungkin yaitu irigasi bahan kimia meliputi pembilasan yang di lakukann segera,dengan antastesi topikal terlebihh dahulu.pembilasa dengan mengunakan non-tostik (NaCl 0,9%,Ringer Laktat)sampai pH air mata kembali normal (dinilai dengan kertas lakmus) benda asing yang melekat dan jaringan bola mata yang nekrosis harus di buang. Bila di duga telahh terjadi penetrasi bahan kimia ke dalam balik ke depan,dilakukan irigasidengan larutan RL.
2. Fase akut (sampai hari ke-7). Tujuan tindakan adalah untuk mencegah terjadinya penyulit dengan perinsip sebagai berikut : mempercepat re-epitalasi kornea,mengontrol tingkat perdangan,mencegah infeksi skunder,mencegah peningkatan bola mata,antioksidan,dan tindakan pencegahan
3. Fase Pemulihn dini (hari ke-7 sampai hari ke-21) tujuannya adalah membatasi penyulit lanjut,yang masih menjadi maslah adalah hambatan re-epitalasi kornea,gangguan fungsi kelopak mata hilangnya sel goblet,ulserasi stroma,yang dapat menjadi perforasi kornea.
4. Fase pemulihan akhir (setelah hari ke – 21). Tujuanya adalah hasil rehabilitasi fungsi penglihatan dengan optimalisasi fungsi jaringan mata dan pembedahan.
Referensi
• Ilyas S.et al.Ilmu Penyakit Mata Untuk Dokter dan Mahasiswa kedokteran.hlm 281-282

122

121. seorang wanita berusia 25 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala sejak 3 bulan terakhir saat ia mulai bekerja dengan komputar sebagai petugas admistrasi. Pada pemeriksaan di dapatkan bahwa mata pasien dapat di koreksi dengan lensa -8.00 untuk mata kiri dan lensa -2.00 untuk mata kanan pemeriksaan lain batas normal. Kelainan yang sesui dengan kondisi ini adalah...
a. Astinopia
b. Astigmastisma
c. Anisometropia
d. Anisokonia

Jawaban : C
• Anisometropia adalah perbedaan refreaksi yang besar antara mata kiri dan mata kanan.
• Astigmatisma adalah ganguan rekrafsi yang berupa sinar sejajar dengan sumbu penglihatan tidak di biasakan pada suatu titik.
• Astenopia adalah kelelahan saat membaca yang di dapatan pada kelainan refraksi yang tidak dikoreksi dengan betul ataupun penerangan saat membaca yang tidak baik.
• Aniskonia adalah perbedaan penglihatan antara mata kanan dan mata kiri yang menimbulkan gangguan pada penglihatan ganda atau diplopia
• Ambliopia adalah suatu keadaan mata di mana tajam penglihatan tidak mencapai optimal sesui dengan usia dan intelegensi walaupun di koreksi kelainan refreaksi

Referensi :
• Ilyas S, et al. 2002. Ilmu Mata untuk Dokter Umum dan Mahasiswa Kedokteran, hlm.221-222.
• Ilyas S. 2007. Ilmu Penyakit Mata, edisi 3, hlm. 61246.

123


122. Seorang bayi berusia 6 bulan datang bahwa dengan keluhan mata sering berair dan suka menghindari cahaya.pada pemeriksaan mata di dapatkan diameter kornea 17mm.pemeriksaan lain dalam batas normal . kelainan yang sesuai dengan kondisi ini adalah...
a. Ambliopian
b. Anomali peter
c. Ketarak kongenital
d. Sindrom marfan
e. Glaukoma kongetial

Jawaban : E
• Glaukoma kongential bermainfestasi sejak lahir. Gejala palimg dini dan paling sering adalah epifora . dafat dijumpai fotofobia dan pengurangan kilau kornea. Peningkatan tekanan intraokular adalah tanda kardinal.pencekungan diskus optikusakibat glaukoma merupakan kelainan yang terjadi relatif dini dan terpenting. Temuan lanjutan adalah peningkatan garis tengah kornea(melebihi 11,5mm di anggap bermakna). Odema opitel,robekan memberan Descemet dan peningkatan kedalam kamera antarior (disertai oleh peningkatan generalista segmen antarior mata ) serta edama dan kekeruhan stroma kornea.
• Ambliopia adalah suatu keadaan mata di mana tajam penglihatan tidak mencapai optimal sesuai dengan usia dan intelegensi walaupun sudah di koreksi kelainan refreksinya .
• Katarak kongential adalah kekeruhan sebagian pada lensa yang sudah di daptkan pada saat lahir,umumnya tidak meluas dan jarang sekali mengakibatkan keruhnya seluruh lensa.
• Gambar yang mencolok pada sindrom marfan adalah memanjangnya tulang tulanng panjang,teutama di jari tangan dan jari kaki . karakteristik berkurangnya lemak subkutis,melemasnya ligamentum,dan yang lebih jarang adalah anomali perkembangan lainnya termasuk penyakit jantung kongenital dan deformitas tulang belakang dan sandi.kelainan pada mata terutama berupa dislokasi lensa.
Referensi
• Ilyas S.et al.Ilmu Penyakit Mata Untuk Dokter dan Mahasiswa kedokteran.hlm 144.
• Vaughan DG.et al.2000. Oftalmologi Umum ,edisi 14,hlm 234-235,341-342.

124

123. seorang wanita berusia 25 tahun datang dengan keluhan benjolan pada kelopak mata kanan atas sejak 1 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan peudoptosis,tidak hipermesis,tidak nyeri,dan konsistensi keras.proses apa yang terjadi ?
a. Hiperplasia epitel kelenjar zeiss
b. Hiperpoliperasi epitel kelenjar meibom
c. Radang supuratif kelenjar moll
d. Radang granulomatosa kronisn kelenjar meibom
e. Sebutkan sel radang di kelopak mata akibat infeksi bakteri .

Jawaban : D
Kalazion adalah peradangan granulomatosa kelenjar meibom yang tersumbat. Pada klazion,terjadi penyumbtan kelenjar meibom dengan infeksi ringan yang mengakibatkan peradangan kronis kelenjar tersebut. Kalazion akan meninggalkan gejala adanya benjol pada kelopak,tidak hiperemi ,tidak adanya nyeri tekan,dan adanya pseudoptosis.kelenjar prearikular tidak membesar.
Referensi
• Iyas S .2007.Ilmu Penyakit mata, edisi 3.hlm 94.

125


124. Dilakukan eksperimen untuk menguju hipervitaminosis pada janin. Sampel yang di gunakan adalah 50 tikus yang di bagi dalam suatu kelompok. Senayak 25 tikus di beri vitamin A dosis tinggi dan 25 lainnya d beri plasebo masing masing adalah 2 dan 3.tipe eksperimen yang di lakukan adalah ....
a. Ekperimen sejati
b. Eksperimen semu
c. Pra- eksperimental
d. Eksperimen terbuka
e. Eksperimental pre-test post-test

Jawaban : E
Untuk mengumpulkan data yang bersifat mengevaluasi hasil proses atau untuk mendapatkan kondisi awal sebelum proses (pre-test dan post-test). Hasil dibandingkan dengan rancangan yang sebelumnya, pre-test yang diadakan sudah memberikan landasan untuk komparatif.

Referrensi
• Wasis. 2008. Pedoman Riset Praktis, hlm. 17-18.

126

125.Dokter puskesmas ingin membandingkan jumlah rata-rata kunjungan bumil di puskesmas tetangganya dengan puskesmas di desanya. Maka, analisis uji statistik yang dipilih adalah…….
a. Uji analisis univariat
b. Uji t- independen
c. Uji t- berpasangan
d. Uji homogenitas varians
e. Uji analisis multivariat

Jawaban : B
Uji t- independen adalah uji t yang digunakan untuk2 kelompok yang subjeknya dipilih secara terpisah, tidak tergantung kepada pemilihan subjek kelompok lainnya. Uji t- berpasangan adalah uji t yang digunakan untuk 2 kelompok berpasangan. Yaitu setiap subjek menjadi kontrol untuk dirinya atau pemilihan subjek satu kelompok berdasarkan pada karakteristik setiap subjek kelompok lainnya. Uji analisis univariat adalah uji hipotesis antar variabel, yaitu stau variabel bebas dan satu variabel tergantung. Uji analisis multivariat adalah uji hipotesis terhadap banyak variabel bebas dengan satu variabel tergantung.

Referensi
• Sastroasmoro S, Ismael S. 2010. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis, edisi3, hlm. 380-390

127

126.Di suatu posyandu di wilayah kerja puskesmas, dilakukan pemberian imunisasi tetanus toksoid pada semua ibu hamil pengunjung posyandu. Kegiatan posyandu tersebut termasuk kegiatan……
a. Ilmu kesehatan masyarakat
b. Perlindungan spesifik
c. Ilmu kedokteran pencegahan
d. Ilmu kedokteran komunitas
e. Promosi kesehatan masyarakat


Jawaban : B
Menurut Hugh Leavell dan Gurney Clark terdapat tiga tahap pencegahan dalam pelayanan kesehatan, materi pendidikan kesehatan harus disesuaikan dengan kebutuhannya, dan dapat ditunjukan untuk berbagai tingkat pelayanan kesehatan dalam tahap pencegahan tersebut, yaitu :
• Pencegahan primer : bertujuan mengintervensi individu atau masyarakat sebelum terkena penyakit, termasuk promosi kesehatan dan perlindungan khusus ( imunisasi, nutrisi, gaya hidup )
• Pencegahan sekunder :bertujuan untuk mencegah kesakitan dan kecacatan pada masyarakat melalui tindakan penapisan, deteksi dini,dan pengobatan segera saat gejala awal penyakit muncul.
• Pencegahan tersier : bertujuan membatasi keterbatasan dan mendukung program rehabilitasi, pembatasan kecacatan, dengan melakukan pengobatan secara tuntas dan benar
• Rehabilitasi setelah mengalami kesakitan untuk memulihkan kecacatan yang ditimbulkan oleh kesakitan, antara lain program suportif, restoratif, dan penatalaksanaan penyakit kronis

Referensi
• Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP-UPI. 2007. Ilmu dan aplikasi pendidikan, hlm. 290.

128

127.Seorang dokter puskesmas memberikan informasi kepada perawat baru tentang imunisasi BCG. Dosis imunisasi BCG yang benar adalah……
a. 0,01 cc
b. 0,03 cc
c. 0,04 cc
d. 0,05 cc
e. 0,50 cc

Jawaban : D
Vaksin BCG diberikan secara intradermal 0,10 mL untuk anak ; 0,05 mL untuk bayi baru lahir.

Referensi
• Rezeki S, et al. 2008. Pedoman imunisasi di Indonesia, edisi 3, hlm.132

129

128.Dokter puskesmas di suatu wilayah kerja puskesmas ingin memutuskan rantai penularan penyakit TB paru agar TB paru terberantas dari wilayah kerja puskesmas dengan imunisasi. Agar tercapai tujuan tersebut, maka besar cakupan imunisasi BCG pada bayi menurut PPI harus…….
a. 100%
b. 95%
c. 90%
d. 85%
e. 80%

Jawaban : E
Terhadap tujuh antigen yang masuk dalam vaksin PPI. Cakupan vaksin PPI di Indonesia telah mencapai lebih dari 80% kecuali hepatitis B ketiga. Sesuai kesepakatan global, perlu diingat bahwa cakupan vaksin PPI harus dipertahankan tetap tinggi di seluruh pelosok negeri sebelum sebelum pemerintah memutuskan untuk menambah vaksin lain dalam PPI.

Referensi
• Rezeki S, et al. 2008. Pedoman imunisasi di Indonesia, edisi 3, hlm.130

130

129.Seorang wanita berusia 20 tahun datang dengan keluhan napas berbau dan tenggorokan terasa kering sejak 3 hari yang lalu. Riwayat sakit sebelumnya disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan mukosa faring ditutupi lendir dan setelah diangkat tampak kering. Kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah……
a. Faring akut
b. Faringitis leutika
c. Faringitis tuberkulosa
d. Faringitis kronis
e. Faringitis atrofi

Jawaban : E

Gejala dan tanda faringitis :
• Faringitis akut. Pasien mengeluh nyeri tenggorok, sulit menelan, demam, mual, dan kelenjar limfe membengkak. Pada pemeriksaan didapatkan faring hiperemis, edemam dan dinding posterior faring bergranular.
• Faringitis kronis hiperplastik. Pasien mengeluh mula-mula tenggorokkan gatal dan kering, dan akhirnya batuk berat.
• Faringitis kronis atrofi. Pasien mengeluh tenggorakan kering dan tebal serta mulut berbau. Pada pemeriksaan didapatkan mukosa faring ditutupi lendir kental dan tampak mukosa kering.
• Faringitis tuberkulosa. Keadaan umum pasien buruk karena anoreksia dan odinofagi. Pasien mengeluh nyeri hebat di tenggorokan, nyeri telinga, serta pembesaran kelenjar limfa servikal.
• Faringitis leutika. Gejala berdasar stadium dimulai dari terbentuknya ulkus sampai guma.

Referensi
• Rusmarjono, Soepardi EA. Penyakit Serta Kelainan Faring dan Tonsil. Dalam : Soepardi EA, Iskandar N (editor). 2006. Buku Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher, edisi 5,hlm. 178-184

131

130.Seorang laki-laki berusia 19 tahun datang dengan keluhan perdarahan keluar dari hidung kanan setelah mengalami kecelakaan. Dari pemeriksaan fisik ditemukan hiperemi cavum nasi, hematoma septum nasi, dan perdarahan aktif nasofaring. Apakah tindakan yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut ?
a. Memasang tampon hidung anterior dan posterior
b. Memasang tampon hidung anterior selama 2 hari
c. Memasang tampon bellocq selama 2 hari
d. Memasang tampon bellocq selama 4 hari
e. Memasang tampon hidung anterior selama 4 hari

Jawaban : C
Perdarahan dari bagian posterior lebih sulit diatasi, sebab biasanya perdarahan tersebut hebat dan sulit dicari sumber perdarahan dengan rinoskopi anterior. Untuk menanggulangi perdarahan posterior, dilakukan pemasangan tampon posterior yang disebut tampon Bellocq. Tampon ini harus tepat menutup koana. Pemasangan tmapon dapat menyebabkan sinusitis, otitis media, dan bahkan septikemia. Oleh karena itu, antibiotik haruslah selalu diberikan pada setiap pemasangan tampon hidung, dan setelah 2-3 hari, tampon harus dicabut dan diganti dengan tampon baru jika masih terdapat perdarahan.

Referensi
• Mangunkusumo E, Nizar NW. Epistaksis. Dalam : Soepardi EA, Iskandar N (editor) . 2006. Buku Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher, edisi 5, hlm. 125-129.

132

131.Seorang pria berusia 35 tahun dirawat di RS dengan diagnosis AIDS. Pasien dalam keadaan sekarat. Tidak ada keluarganya yang tahu tentang penyakitnya dan mereka bertanya kepada dokter yang merawat tentang diagnosis pasien, tetapi dokter menolak untuk memberi tahu keluarganya. Apakah prinsip bioetika yang paling sesuai dengan tindakan dokter tersebut ?
a. Justice
b. Beneficence
c. Autonomy
d. Integrity
e. Confidential

Jawaban : C
Prinsip-prinsip etika medis meliputi :
• Primum non nocere, artinya yang terpenting adalah jangan merugikan. Ini merupakan prinsip dasar Hippocrates, apabila kita tidak bisa berbuat baik kepada seseorang, seharusnya kita tidak merugikan orang itu. Non-maleficence atau tidak merugikan, ditujukan terhadap kerugian fisik atau kepentingan orang lain.
• Prinsip berbuat baik atau beneficence merupakan segi positif dari prinsip tidak merugikan. Akan tetapi, kewajiban berbuat baik ini bukan tanpa batas.
• Otonomi adalah suatu bentuk kebebasan bertindak dimana seseorang mengambil keputusan sesuai privacy. Apabila diteliti, otonomi ini bersumber dari prinsip hormat terhadap diri sendiri atau yang lebih luas lagi hormat terhadap manusia sebagai pesona. Dalam hal ini, kita mengartikan rumusan Hippocrates bahwa dokter harus berbuat baik kepada pasien menurut penilaian yang paling objektif yang tersedia, kecuali bila pasien secara otonom memilih jalan lain, asal hati nurani dokter tidak ditentang melampaui batas.
• Keadilan adalah perlakuan yang sama untuk orang yang sam dalam situasi-situasi yang sama, artinya menekankan persamaan dan kebutuhan. Bukannya jasa, kekayaan, kedudukan sosial, atau kemampuan membayar.

Referensi
• Wiradharma D. 2005. Etika Profesi Medis, hlm. 82-86

133

132.Anda sebagai dokter umum yang melakukan praktik di puskesmas yang terpencil. Datang seorang ibu membawa anaknya berusia 3 bulan dengan cacat bawaan bibir, gusi, dan langit-langit sumbing. Apakah tindaknyang paling tepat dilakukan ?
a. Secara singkat menjelaskan tentang cacat bawaan tersebut dan merujuk pasien tersebut ke spesialis bedah mulut.
b. Secara singkat menjelaskan tentang cacat bawaan tersebut, dengan menasihatkan untuk secepatnya dioperasi.
c. Langsung merujuk ke rumah sakit yang terdekat.
d. Memberikan penyuluhan bagi ibu dalam cara memberikan minum pada kondisi tersebut.
e. Memberi nasihat untuk menunggu sampai usia kurang lebih 10 tahun untuk dilakukan operasi.

Jawaban : A
Pada kelainan labiognatopalatoskisis merupakan gabungan dari labioskisis dan palatoskisis, dimana koreksinya dapat dilakukan bertahap atau sekaligus. Pada labioskisis sebaiknya secepat mungkin dikoreksi karena akan menggangu pada saat menyusui dan akan mempengaruhi pertumbuhan normal rahang serta perkembangan bicara. Saat melaksankan tindakan koreksi, dianut hukum sepuluh, yaitu berat badan minimal sepuluh pon, kadar hemoglobin sepuluhgrampersen, dan usia sekurang-kurnagnya sepuluh minggu. Untuk palatoskisis, koreksi dilakukan sebelum anak mulai bicara untuk mencegah terganggunya perkembangan bicara. Penyuluhan bagi ibu sangat penting terutama dalam cara memberikan minum agar gizi anak memadai saat anak akan menjalani bedah rekonstruksi.

Referensi
• De jong W, Sjamsuhidayat R. 2003. Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2, hlm. 344-345



134

133. Seorang wanita berusia 35 tahun ditemukan tergantung. Dari hasil pemeriksaan ditemukan bekas jerat seorang dari depan ke belakang atas, dasar coklat tua, dan ditemukan pada tepi jejas. Wajah berwarna gelap, sklera merah, terdapat kebiruan pada bibir dan ujung ekstremitas. Pada pemerikasaan dalam ditemukan bendungan pada semua organ dalam. Tidak terdapat tanda kekerasan lain. Penyebab kematian yang paling mungkin pada kasus ini adalah…….
a. Sumbatan pada jalan nafas
b. Pembendungan pembuluh darah
c. Kerusakan organ-organ dalam
d. Sianotik kulit dan mukosa
e. Fraktur vertebra

Jawaban: A
Mekanisme kematian pada kasus gantung diri dapat disebabkan oleh :
? Obstruksi aliran arteri ke otak
? Obstruksi jalan napas
? Obstruksi aliran balik vena
? Refleks vagal
? Cedera batang otak atau medula spinalis akibat dari fraktur leher
Pada kasus ini, penemuan terdapatnya bendungan pada berbagai organ dalam mengarahkan pada keadaan asfiksia (pteki, kongesti, dan edema) yang diakibatkan obstruksi jalan napas.
Referensi
• Wyatt J, at. 2011. Oxford Handbook of Foresic Medicine. hlm. 100-107

135

134. Seorang pria berusia 36 tahun datang ke tempat praktik dengan keluhan belum memiliki anak sejak menikah 5 tahun yang lalu. Menurut keterangan pasien, hubungan seksual dengan istri dilakukan secara rutin dan tanpa kontrasepsi. Pada pemeriksaan fisik, kelamin dan tanda seks sekunder dalam batas normal. Pemerikasaan yang diajukan untuk kasus di atas adalah…….
a. Kadar testosteron
b. Darah lengkap
c. USG
d. Analisis sperma
e. T3, T4

Jawaban: D
Fertilitas adalah fungsi satu pasangan yang sanggup menjadikan kehamilan dan kelahiran anak hidup. Disebut infertilitas primer jika istri belum pernah hamil walaupun bersenggama dan dihadapkan pada kemungkinan kehamilan selama 12 bulan. Disebut infertilitas sekunder jika istri pernah hamil, akan tetapi kemudian tidak terjadi kehamilan lagi walaupun bersenggama dan dihadapkan pada kemungkinan kehamilan selama 12 bulan.
Setiap pasangan infertil harus diperlakukan sebagai satu kesatuan. Adapaun syarat pemeriksaan pasangan infertil adalah sebagai berikut :
? Istri yang berusia antara 20-30 tahun baru akan diperiksa setelah berusaha untuk mendapatkan anak selama 12 bulan. Pemeriksaan dapat dilakukan lebih dari apabila :
? Pernah mengalami keguguran berulang
? Diketahui mengidap kelainan endokrin
? Pernah mengalami peradangan rongga panggul atau rongga perut
? Pernah mengalami bedah ginekologik
? Istri berusia 31-35 tahun dapat dipeiksa pada kesempatan pertama pasangan tersebut datang ke dokter.
? Istri pasangan infertil yang berusia antara 36-40 tahun hanya dilakukan pemeriksaan infertilitas kalau belum mempunyai anak dari perkawinan ini.
? Pemeriksaan infertilitas tidak dilakukan pada pasangan infertil yang salah satu anggota pasangannya mengidap penyakit yang dapat membahayakan kesehatan istri atau anaknya.
Masalah infertilitas yang dinilai meliputi:
? Masalah air mani (analisa sperma)
? Masalah vagina
? Masalah serviks
? Masalah uterus
? Masalah tuba
? Masalah ovarium
? Masalah peritoneum
Referensi
• Wiknjosatro H, et al. 2007. Ilmu Kandungan, edisi 2. hlm. 496-501

136

135. Seorang wanita berusia 22 tahun P1A0 datang dengan keluhan keputihan yang banyak dan berbau, juga diakui pasien sering keluar bercak darah setelah bersenggama. Pasien menikah di usia 15 tahun dan sering berganti pasangan.
Pemeriksaan yang dilakukan adalah……
a. Sitoskopi
b. Biopsi
c. HPV DNA
d. Kolposkopi
e. Pap smear

Jawaban: E
Pada kasus ini, diagnonis mengarah pada karsinoma serviks berdasarkan gejala dan faktor risiko. Keputihan merupakan gejala yang sering ditemukan, getah yang keluar dari vagina makin lama akan berbau busuk akibat infeksi dan nekrosis jaringan. Dalam hal demikian, pertumbuhan tumor menjadi ulseratif, dan terdapat perdarahan yang dialami segera setelah senggama. Karsinoma serviks jarang ditemukan pada perawan, insidensi lebih tinggi pada mereka yang aktif secara seksual, terutama pada gadis yang koitus pertama dialami pada usia amat muda (

137

136. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibunya ke posyandu. Ibunya mengeluh anaknya sejak berusia 1 tahun ini nafsu makannya berkurang dan sering sakit. Berat badannya pada saatditimbang di dapatkan 11 kg. kemungkinan letak daerah BB anak ini pada grafik KMS adalah……
a. Di atas warna hijau
b. Di daerah berwarna hijau
c. Di daerah berwarna kuning
d. Di bawah garis kuning
e. Melewati garis merah

Jawaban: C
Lihat Lampiran 2. Grafik berat badan anak yang tercantum pada kartu menuju sehat (KMS).
Berdasarkan grafik tersebut, perkembangan berat badan anak kasus ini (usia 3 tahun, BB 11 kg) terdapat pada daerah berwarna kuning.

Referensi
• Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak. 2011. Tersedia di : http://pediatrician-pku-bantul.blogspot.com/2011/12/deteksi-dini-tumbuh-kembang-anak.html

138

137. Kondisi di bawah ini yang tidak menunjukkan gambaran ikterus non-fisiologis adalah
a. Ikterus terjadi sebelum usia 24 jam
b. Peningkatan kadar bilirubin serum yang memerlukan fototerapi
c. Peningkatan kadar bilirubin serum >0,5mg/dL/jam
d. Terdapat tanda-tanda penyakit yang mendasarie.
e. Ikterus bertahan setelah 6 hari pada bayi cukup bulan atau setelah 12 hari pada bayi kurnag bulan

Jawaban: E
Keadaan dibawah ini merupakan petunjuk untu tindak lanjut pada kasus ikterus non-fisiologis :
? Ikterus terjadi sebelum usia 24 jam.
? Setiap peningkatan kadar bilirubin serum yang memerlukan fototerapi.
? Peningkatan kadar bilirubin serum >0,5 mg/dL/jam
? Adanya tanda-tanda penyakit yang mendasari pada setiap bayi (muntah, letargi, malas menetek, penurunan berat badann yang cepat, apnea, takipnea, dan suhu yang tidak stabil).
? Ikterus bertahan setelah 8 hari pada bayi cukup bulan atau setelah 14 hari pada bayi kurang bulan.

Referensi
• Sukadi A. Hiperbilirubinemia. Dalam : Kosim MS, et al. 2010. Buku Ajar Neonatalogi, edisi 1, hlm. 152-160.

139

138. Seorang anak berusia 4 bulan, dibawa ke IGD karena mencret sejak 3 hari yang lalu, BAB 5 kali/hari, banyak dan encer, namun tidak ada darah ataupun lendir. Feses sebanyak 2-3 sendok makan, setiap kali BAB. Pasien tidak mau makan dan minum. Kemungkinan diagnosis pada kasus ini adalah……
a. Diare persisten
b. Kolera
c. Invaginasi
d. Diare akut
e. Disentri

Jawaban: D
Tabel 2.20 Tampilan Klinis Diare
Diagnosis Didasarkan pada keadaan
Diare cair akut ? Diare lebih dari 3 kali sehari berlangsung kurang dari 14 hari
? Tidak mengandung darah
Kolera ? Diare air cucian beras yang sering dan banyak dan cepat menimbulkan dehidrasi berat, atau
? Diare dengan dehidrasi berat selama terjadi KLB kolera, atau
? Diare dengan hasil kultur tinja positif untuk V. cholerae O1 atau O139
Disentri ? Diare berdarah (terlihat atau dilaporkan)
Diare persisten ? Diare berlangsung selama 14 hari atau lebih
Diare dengan gizi buruk ? Diare dengan jenis apapun yang disertai tanda gizi buruk
Diare terkait antibiotik ? Riwayat mendapatkan pengobatan antibiotik oral spektrum luas
Invaginasi ? Dominan darah dan lendir dalam tinja
? Massa intraabdominal
? Tangisan keras dan kepucatan pada bayi

Referensi
• WHO. 2005. Pocket Book of Hospital Care for Children, Guidelines for Management of common Ilness with Limited Resourches, hlm. 133.

140

139. Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun mengeluh sulit tidur dalam 1 minggu belakangan. Setiap malam anak tersebut mengeluhkan gatal di daerah dubur dan tidak bisa berhenti menggaruk. Pemeriksaan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus tersebut adalah……
a. Pemeriksaan tinja untuk melihat cacing
b. Pemeriksaan apapun darah untuk melihat mikrofilaria
c. Pemeriksaan IgE
d. Pemeriksaan tinja untuk melihat larva
e. Pemeriksaan apusan anal

Jawaban: E
Oxyuris vermicularis hidup dibagian akhir dari usus halus, di dekat usus besar. Cacing betina yang dewasa dan sudah mengandung telur, pada malam hari akan keluar, pergi ke anus dan bertelur sehingga menyebabkan gejala pruritus pada malam hari. Karena cacingini bertelur di anus, maka ada kemungkinan telur tidak terlihat dalam feses. Dengan demikian, untuk pemeriksaan dilakukan apus anus penderita dengan kertas selofan, kemungkinan kertas diapuskan ke kaca objek untuk dibuat preparat, maka telur akan terlihat.

Referensi
• Adam S. 1992. Dasar-dasar Mikrobiologi Parasitologi, edisi 1, hlm. 84.

141

140. Seorang bayi berusia 5 hari datang dibawa oleh ibunya dengan keluhan kuning di seluruh tubuh yang tidak menghilang sejak awal kelahiran. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan nilai bilirubin total 17. Penatalaksanaan awal yang tepat pada pasien ini adalah……
a. Fototerapi
b. Transfusi tukar
c. Pemberian larutan koloid
d. Terapi medikamentosa
e. Terapi suportif

Jawaban: A
Tabel 2.21 Petunjuk Penatalaksanaan Hiperbilirubinemia pada Bayi Sehat Cukup Bulan
Berdasarkan American of Pediatrics

Usia
(jam) Perimbangan
fototerapi Fototerapi Transfusi tukar jika fototerapi intensif gagal Transfusi tukar dan fototerapi intensif
Kadar Bilirubin Total Serum (mg/dL [µmol/L]
25-48 ?12 (170) ?15 (260) ?20 (340) ?25 (430)
49-72 ?15 (260) ?18 (310) ?25 (430) ?30 (510)
>72 ?17 (290) ?20 (340) ?25 (430) ?30 (510)
Berdasarkan tabel di atas, maka tindakan yang dilakukan pertama adalah pemberian fototerapi

Referensi
• Sukadi A. Hiperbilirubinemia. Dalam: Kosim MS, et al, 2010, Buku Ajar Neonatalogi, edisi 1, hlm 152-160.
• WHO. 2005. Pocket Book of Hospital Care for Children, Guidelines for Management of Common Ilness with Limited Resourches, hlm. 69.

142

141.Seorang pria berusia 40 tahun, datang dengan keluhan gatal dan merah di daerah tengkuk yang kumat-kumatan sejak 5 tahun yang lalu. Pasien sudah berobat tetapi tidak kunjung sembuh. Dari pemeriksaan dermatologis didapatkan likenifikasi supraoksipital, batas tegas, bentuk ileguler, dan terdapat ekskoriasi. Kelainan apakah yang sesuai?
a. Dermatitis atopi
b. Dermatitis seboroik
c. Dermatitis kronis
d. Neurodermatitis
e. Dermatitis alergi

Jawaban : D
• Neurodermatitis sirkumskripta atau liken simpleks kronikus adalah peradangan kulit kronis, gatal, sirkumskrip, ditandai dengan kulit tebal dan garis kulit tampak lebih menonjol (likenifikasi) menyerupai kulit batang kayu, akibat gerakan atau gosokan yang berulang-ulang karena berbagai rangsangan pruritogenik. Lesi biasanya tunggal, pada awalnya berupa plak eritematosa, sedikit edemetosa,lambat laun edema dan eritema menghilang, bagian tengah berskuama dan menebal, likenifikasi dan ekskoriasi, sekitarnya hiperpigmentasi, batas dengan kulit normal tidak jelas. Gambaran klinis dipengaruhi juga oleh lokasi dan lamanya lesi. Letak lesi dapat terjadi di mana saja, tetapi yang biasanya ditemukan adalah di tengkuk, kulit kepala, samping leher, lengan bagian ekstensor, pergelangan kaki bagian depan, dan punggung kaki.
• Dermatitis atopi adalah keadaan peradangan kulit kronis dan residif, disertai gatal. Yang umumnya sering terjadi selama masa bayi dan anak-anak, sering berhubungan dengan peningkatan kadar IgE dalam serum dan riwayat atopi pada keluarga atau penderita (dermatitis atopi, rhinitis alergi, dan atau asma bronkial). Kelainan kulit berupa papul gatal, yang kemudian mengalami ekskoriasi dan likenifikasi, distribusinya di lipatan (fleksural).
• Dermatitis seboroik merupakan kelainan kulit yang terdiri atas eritema dan skuama yang berminyak dan agak kekuningan, batasnya agak kurang jelas. Dermatitis seboroik yang ringan hanya mengenai kulit kepala berupa skuama-skuama yang halus, sedangkan yang berat ditandai dengan adanya bercak-bercak yang berskuama dan berminyak disertai eksudasi dan krusta yang tebal.

Referensi
• Djuanda A, et al. 2005. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi 4, hlm. 147-148.

143

142.Seorang pria berusia 34 tahun, datang dengan keluhan kulit kemerahan di daerah bokong, lutut, siku, keluhan sejak 2 hari dirasakan gatal. Pada pemeriksaan umum tampak sakit sedang, suhu 38?C, tanda-tanda vital normal. Pada pemeriksaa kulit, kulit tampak kusam, skuama berlapis seperti perak. Diagnosisnya adalah…..

a. Parapsoriasis
b. Pitiriasis rosea
c. Psoriasis vulgaris
d. Dermatitis seboroik
e. Tinea corporis

Jawaban : C

• Psoriasis adalah penyakit yang penyebabnya autoimun, bersifat kronis dan residif, ditandai dengan adanya bercak-bercak eritema berbatas tegas dengan skuama yang kasar, berlapis-lapis, dan transparan, disertai fenomena tetesan lilin, Auspitz, dan koebner, tempat prelideksi pada kulit kepala, perbatasan daerah tersebut dengan muka, ekstremitas bagian ekstensor terutama siku serta lutut, dan daerah lumbosakral.
• Parapsoriasis merupakan penyakit kulit yang belum diketahui penyebannya, pada umumnya tanpa keluhan. Kelainan kulit terutama terdiri atas eritema dan skuama, berkembang biasanya perlahan-lahan, perjalanannya biasnya kronis.
• Pitiriasis rosea adalah penyakit kulit yang belum diketahui penyebabnya, dimulai dengan lesi inisial (herald patch) berupa eritema dan skuama halus, umumnya di badan, solitary, berbentuk oval dan anular. Lesi berikutnya timbul 4-10 hari setelah lesi pertama, member gambran yang khas, sama dengan lesi ertama namun lebih kecil, susunannya sejajar kosta, hingga menyerupai pohon cemara terbalik.
• Dermatitis seboroik merupakan kelainan kulit terdiri atas eritea dan skuama yang berminyak dan agak kekuningan, batasnya agak kurang jelas. Dermatitis seboroik yang ringan hanya mengenai kulit kepala berupa skuama-skuama yang halus, sedangkan yang berat ditandai dengan bercak-bercak yang berskuama dan berminyak disertai eksudasi dan krusta yang tebal.
• Tinea corporis adalah dermatofotosis pada kulit tidak berambut berupa lesi bulat atau lonjong, berbatas tegas terdiri atas eritema, skuama, kadang-kadang dengan vesikel dan papuldi tepi. Daerah tengahnya biasanya tenang. Lesi umumnya berupa bercak-bercak terpisah satu sama lain ataupun lesi dengan pinggir pilisiklik, karena lesi menjadi satu.

Referensi
• Djuanda A, et al.2005. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi 4, hlm 189-195.

144

143.Seorang laki-lakiberusia 18 tahun datang ke IGD dengan keluhan batuk drah sejak 3 hari seblumnya. Pasien juga mengeluh batuk, sesak napas, keringt dimalam hari, lemah dan lesu. Pasien memiliki riwayat meminum OAT selama 6 bulan setelah berobat ke puskesmas 1 tahun yang lalu dan sudah dinyatakan sembuh. Pengobatan yang diberikan sekarang adalah…..

a. INH seumur hidup
b. INH sampai kultur ada hasil
c. OAT kategori 1 dan periksa sputum
d. OAT kategori 1 tanpa periksa sputum
e. OAT kategori 2 dan periksa sputum

Jawaban : E

Kasus kambuh adalah tuberkulosis yang sebelumnya pernah mendapatkan pengobatan tuberkulosis dan telah dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap, kemudian kembali lagi berobat dengan hasil pemeriksaan dahak BTA positif atau biaan positif. Sebelum ada hasil uji resistensi, dapat diberikan 2RHZES/IRHZE fase lanjutan sesuai dengan hasil uji resistensi. Bila tidak terdapat uji resistensi, dapat diberikan obat RHE selama 5 bulan.

Referensi :
• Aditama TY, etal. 2006. Tuberculosis, pedoman diagnosis dan penatalaksanaan di Indonesia, hlm 29.

145

144.Seorang anak laki-laki berusia 2 tahundatang dengan keluham lemah dan pucat. Keluhan dirasakan sudah sejak 3-4 bulan yang lalu. Tidak ada riwayat pendarahan. Kakaknya rutin mendapatkan transfusi setiap 1-2 bulan sekali. Pemeriksaan yang harus dilakukan adalah……

a. Analisis hemoglobin
b. Hemoglobin
c. Morfologi eritrosit
d. Hemoglobin dan jumlah eritrosit
e. Kadar dan serum

Jawaban : A

Thalasemia adalah kelainan herediler akibat adanya mutasi gen globin yang menyebabkan berkurangnya atau tidak adanya sistesis 1 atau lebih rantai globin. Riwayat bervariasi dari asimtomatik sampai keluhan-keluhan anemi yang jelas. Adanya riwayat keluarga, keluhan lemah badan, pembesaran hatidan limpa, ganguan pertumbuhan, ganguan maturitas seksual, dan gagal jantung. Tanda dan gejala klinis berupa mangoloid fecies, tanda-tanda adanya hemolisis seperti anemi, sclera ikterik, hepatosplenomegali, gangguan pertumbuhan, gangguan maturitas seksual, dan gagal jantung kongestif. Pada pemeriksaan penunjang anemis biasanya berat, dengan kadar hemoglobin antara 3-9 g/dL. Eritrosit memperlihatkan
Anisositosis, poikilositosis, dan hipokronis berat. Sering ditemukan sel target tear drop cell. Diagnosis definitive ditegaskan dengan pemeriksaan elektroforesis hemoglobin. Petunjuk adanya thalasemia alfa adalah ditemukan Hb Bart dan HbH. Pada thalasemia beta, kadar HbF bervariasi 10-90%, sedangkan dalam keadaan normal, kadarnya tidak melebihi1%.


Referensi

• Supardiman 1, et al. 2003. Pedoman Diagnosis dan Terapi Hematologi Onkologi Medik, hlm. 195-197.
• Mansjoer A, et al. 2001. Kapita Selekta Kedokteran, jilid 2, edisi 3, hlm. 497-498.

146

145.Seorang waita berusia 34 tahun mengeluh sesak saat beraktivitas. Keluhan dirasakan sejak 3 minggu yang lalu. Tidur harus memakai 2-3 bantal, dan sering terbangun karena batuk dan sesak. Tekanan darah 180/120 mmHg, nadi 30 kali/menit, suhu 36,8?C. Terdapat suara gallop, ronki basal paru, JVP 5+2 cmH?O, edema tungkai. Terapi untuk pasien ini adalah…..

a. Spironolakton
b. Furosemid
c. Captopril
d. Digoksin
e. Verapamil

Jawaban : B
Kriteria Framingham dapat digunakan untuk diagnosis gagal jantung kongensif.

Kriteria Mayor
• Paroksismal nokturtal dispnea
• Distensi vena leher
• Ronki paru
• Kardiomegali
• Edema paru akut
• Gallap S3
• Peninggian tekanan vena jugularis
• Refluks hepatojugular

Kriteria Minor
• Edema ekstremitas
• Batukmalam hari
• Dispnea d’effort
• Hepatomogali
• Efusi pleura
• Penurunan kapasitas vital ? dari normal
• Takikardia > 120/menit

Diagnosis gagal jantung ditegakkan minimal ada 1 kriteria mayor dan 2 kriteria minor. Pada tahap simtomatik di mana sindrom gagal jantungsudah jelas seperti fatig, sesak nafas, kardiomegali, peningkatan tekananvena jugularis, asites, hepstomegali, dan edema sudah jelas, maka diagnosis gagal jantung mudah dibuat. Diuretik oral maupun parenteral tetap merupakan ujung tombak pengobatan gagal jantung sampai edema dan asites menghilang (euvolemik). Diuretik yang diberikan terutama diuretik loop karena efeknya lebih cepat dan kuat.

Referensi
• Sudoyo AW, et al. 2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 3, edisi 4, hl. 1513-1518.

147

146.Pasien berusia 24 tahun mengeluh demam mengigil, mual muntah 3 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik disapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 100 kali/menit. Hasil laboratorium menunjukkan hemoglobin 10, hemotrokit 30, leukosit 5.500, trombosit 110.000. dari pemeriksaan darah tepi didapatkan gambaran berbentuk pisang. Apakah kemungkinan diagnosis diatas?

a. Aaria ovale
b. Malaria vivax
c. Malaria knowlesi
d. Malaria malariae
e. Malaria falciparum

Jawaban : E

Pada malaria falcifarumterdapat bentuk gemetosit, mikrogamatosit berbentuk seperti pisang atau ginjal dan tampak lebih gemuk. Plasma berwarna merah muda, inti lebih besar dan tidak padat, pigmen malaria tersebar dan tidak dapat, pigmen malaria tersebar di antara inti. Makrogametosit berbentuk langging, mirip pisang, plasma berwarna biru, inti kecil padat (kompak), letak di tengah, dan pigmen tersebar di sekitar inti.

Referensi :

• Muslim 2009, Parasitologi, hlm 65.

148

147.Obat OAT yang menyebabkan nyeri di ibujarikakidan menyebabkanbengkak adalah

a. INH
b. Pirazinamid
c. Rifampisin
d. Etamburol
e. Streptmisin

Jawaban : B
Pirazinamid
Efek samping utama adalah hepatitis imbas obat. Nyeri sendi juga dapat terjadi dan kadang-kadang dapat menyebabkan serangan artritis gout. Hal ini kemungkinan disebabkan berkurangnya ekskresi dan penimbuhan asam urat. Kadang-kadang terjadi reaksi demam, mual, kemerahan, dan reaksi kulit yang lain.

Referensi
• Aditama TY, et al. 2006. Tuberculosis, Pedoman Diagnosis Dan Penatalaksanaan Di Indonesia, hlm 33-35.

149

148.Seorang anak diantarkan ibunya dengan keluhan penis mengelembung setlah pipis. Apa diagnosis anak ini?

a. Hipospadia
b. Epispadia
c. Fimosis
d. Parafimosis
e. Torsia testis


Jawaban : C

Fimosis adalah prepusium penis yang dapat diretraksi (ditarik) ke proksimal sampai kornea glandis. Fimosis menyebabkan gangguanaliran urin berupa sulit kencing, pancaran urin engecil, mengelembungnya ujung prepusium penis pada saat miksi, dan menimbulkan retensi urin.
Hipospadia adalah kelainan Kongenital berupa muara uretra yang terletak disebelah ventral penis dan sebelah proksimal ujung penis.
Epispadia merupakan keadaan terbukannya uretra di sebelah dorsal. Kelainan ini mungkin meliputi leher kandung kemih (epispadia total) atau hanya uretra (epispadia persial).
Parafimosis adalah prepesium penis yang diretraksi sampai siklus koronarius tidak dapat dikembalikan pada keadaan semula dan timbul jeraran pada penis di belakang sulkus koronarius.
Torsio testis adalah terpuntirnya funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya ganguan aliran darah pada testis.

Referensi
• Purnomo BB. 2003. Dasar-dasar Urologi,edisi 2, hlm. 149-153.
• Sjamsuhidayat R, jong WD. 2004. Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2, hlm.745.

150

149. Seorang pria berusia 22 tahun datang ke UGD akibat kecelakaan lalu lintas, tampak bengkak di lutut dan sulit digerakkan. Mengeluh nyeri di sendi panggul. Tampak deformitas dan krepitasi di dekat lutut. Penatalaksanaan pertama pasien ini adalah ...
a. Hipospadia
b. Epispadia
c. Fimosis
d. Parafimosis
e. Torsio testis

Jawaban : D
Pembahasan :
Penatalaksanaan fraktur biasanya menyertai trauma. Untuk itu sangat penting untuk melakukan pemeriksaan terhadap jalan napas, proses pernapasan, dan sirkulasi. Bila sudah dinyatakan tidak bermasalah, baru lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik secara terperinci. Pada fraktur dapat terjadi pembekakan, memar, dan deformitas, tetapi hal yang penting adalah apakah kulit itu utuh, kalau robek dan luka memiliki hubungan dangan fraktur, cedera itu terbuka (compound). Terdapat nyri tekan setempat, tetapi perlu juga memeriksa bagain distal fraktur untuk merasakan nadi dan menguji sensasi. Krepitus dan gerakan abnormal dapat ditemukan. Lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik secara cepat, singkat, dan lengkap. Kemudian melakukan foto radiologis. Pemasangan bidai dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah terjadinya kerusakan yang lebih berat pada jaringan lunak, selain itu juga memudahan proses pembuatan foto.
Referensi :
- apley AG, Solomon L. 1995. Buku Ajar Ortopedi dan Fraktur Sistem Apley, edisi 7, hlm. 243-244
- Masjoer A, et al. 2000. Kapita Selekta Kedokteran, Jilid 2, edisi 3, hlm. 346-349

151

150. Seorang wanita berusia 65 tahun terpeleset di kamar mandi dengan posisi menahan tubuhnya dengan tangan kanan. Nyeri pergelangan tangan kanan, sendi tampak seperti garpu. Tulang manakah yang mungkin patah ?
a. Metacarpal I
b. Radius
c. Ulna
d. Humerus
e. Clavicula

Jawaban : B
Pembahasan :
Fraktur Colles adalah fraktur melintang pada radius tepat di atas pergelangan tangan, dengan pergeseran dorsal fragmen distal. Fraktur ini adalah fraktur yang paling sering ditemukan pada manula. Inside yang paling berhubungan dengan pemulaan osteoporosis pascamenopause. Benturan terjadi di sepanjang lengan bawah dengan posisi pergelangan tangan berekstensi. Tulang mengalami fraktur pada sambungan kortikokanselosa dan fragmen distal remuk ke dalam ekstensi dan pergeseran dorsal. Kita dapat mengenali fraktur ini dengan sebutan deformitas garpu makan malam, dengan penonjolan punggung pergelangan tangan dan depresi di depan. Pada pasien dengan sedikit derformitas, mungkin hanya terdapat nyeri tekan lokal dan nyeri bila pergelangan tangan digerakkan.
Referensi :
- Apley AG, Solomon L. 1995. Buku Ajar Ortopedi dan Fraktur Sistem Apley, edisi 7, hlm. 312-313.

152


151. Seorang pria berusia 25 tahun dibawa ke rumah sakit setelah mengalami kecelakaan lalu lintas ketika naik sepeda motor. Didapatkan patah tulang terbuka os tibia. Tindakan yang tepat dilakukan pertama kali adalah ...
a. Pemberian AB dan ATS
b. Dilakukan imobilisasi dengan plaster cast
c. Dilakukan kultur dan tes resitensi terhadap kuman dari lukanya
d. Dilakukan debridemen, ATS, AB, rujak ke ortopedi
e. Langsung rujuk ke ortopedia

Jawaban : C
Pembahasan :
Tindakan pada fraktur terbuka harus dilakukan. Penundaan waktuk akan mengakibatkan komflikasi infeksi. Waktu yang optimal untuk bertindak sebelum 6/7 jam ( golden periode). Berikan toksoit, antikserum ( ATS ) atau tetanus human globulin. Berikan anti biotik untuk kuman gram positif dan gram neatof dengan dosis tinggi. Lakuakan pemeriksaan kultur dan resistensi kuman dari dasar luka fraktur tebuka. Kemudian dilakukan debrideman dan segera rujuk kespesialis ortopedie.
Referensi :
- Apley AG, Solomon L. 1995. Buku Ajaran Ortopedi dan fraktur Sistem Apley, edisi 7, hlm. 257-258.
- Masjoer A, et al. 2000. Kapita Selekta Kedokteran, Jilid 2, edisi 3, hlm. 348-349.

153

152. Seorang pria berusia 50 tahun mengekuh kencing tidak puasa dan menetes. Pada pemeriksaan colok dubur ditemukan pembesaran kelenjar prostat. Apakah terapi pasien ini ?
a. Alfa – bloker
b. Beta – bloker
c. Bloker kalsium
d. Bloker muskarinik
e. Bloker natrium

Jawaban : A

Pembahasan :
Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik, mengarah pada diagnosis penyakit benign prostate hyperplasia (BHP). Pengobatan BPH dapat dilakukan dengan medikamentosa atau tindakan medis yang lain. Tunjuan terapi medikamentosa adalah berusaha untuk mengurangi resistensi otot polos prostat sebagai komponen dinamis penyebab obtruksi infravesika dengan obat – obatan penghambat adrenergik alfa (alpha-adrenergic blocker) dan menguragi kadar hormon testoteron/dihidrotestosteron (DHT) melalui penghambat 5?-rediktase.
Referensi :
- Pernomo BB. 2003. Dasar – dasar Urologi, edisi, hlm. 77 – 78.

154

153. Seorang pria berusia 32 tahun mengeluh tidak BAB selama 7 hari disertai mual, muntah, dan perut kembung. Pada pemeriksaan BNO tampak gambaran seperti “pigura” dari dindang abdomen. Diagnosis pada pasien ini adalah...
a. Apendisitis
b. Ileus obstruktif
c. Peritonitis
d. Divertikulitis
e. Enterokolitis

Jawab : B
Pembahasa :
Konstipasi atau obstipasi adalah gambaran umum obstruksi komplit muntah timbul kemudian dan tidak terjadi bila katup ileosekal mampu mencegah refluks. Bila akibat ferluks isi kolon terdorong kedalam usus halus, akan tampak gangguan pada usus halus. Mutah fekal akan terjadi kemudian. Pada pemeriksaan fisik akan menunjukkan distensi abdomen dan timpani, gerakan usus akan tampak pada pasien yang kurus dan akan terdengar metallic sound pada auskultasi. Nyeri yang terlokasi, dan terabanya massa menunjukkan adanya strangulasi. Pada gambaran radiologi, kolon yang mengalami distensi menunjukan gambar seperti “pigura” dari dinding abdomen.
Referensi :
- Masjoer A, et al. 2000, Kapita Selekta Kedokteran, jilid 2, edisi 3, hlm.319-320.

155

154. Seorang pria berusia 21 tahun datang ke IGD dengan keluhan tidak bisa BAB sejak 1 minggu. Terdapat distensi abdomen, bising usus meningkat, dari auskultasi ditemukan suara seperti dentingan logam, dan pada pemeriksaan foto abdomen terdapat gambaran stepped ladder patern dan hearing bone appearance. Diagnosis pada pasien adalah...
a. Divertikulitis
b. Apendisitis
c. Ileus obstruktif
d. Peritonitis
e. Kolesititis

Jawaban : C
Pembahasan :
Pemeriksaan fisik ileus obstruktif pada tahap awal penyakit menujukkan tanda vital yang normal, namun akan berlanjut dengan dehidrasi akibat kehilangan cairan dan elekrolit. Suhu tubuh bisa normal sampai demam. Distensi abdomen dapat minimal atau tidak ada pada obstruksi proksimal dan semakin jelas pada pasien yang kurus. Peristaltik usus yang mengalami dilatasi dapat dilihat pada pasien yang kurus. Bising usus yang meningkat dan metallic sound dapat didengar sesuai dengan timbulnya nyeri pada obstruksi di daerah distal. Nilai laboratorium pada awalnya normal, kemudian akan terjadi hemokonsentrasi, leukositosi, dan gangguan elektrolit. Pada pemeriksaan radiologis, dengan posisi tegak dan telentang dan lateral dekubitus menunjukkan gambaran anak tangga dari usus kecil yang mengalami dilatasi dengan air lateral dekubitus menunjukkan anak tangga dari usus kecil yang mengalami dilatasi dengan air fluid level. Pemberian kontras akan menunjukkan adanya obstruksi mekanis dan letaknya.
Referensi :
- Masjoer A. Et al. 2000. Kapita Selekta Kedokteran, Jilid 2, Edisi 3 , hlm. 318-319.

156

155. Pasien perempuan berusia 18 tahun datang keluhan nyeri perut kanan bawah. Nyeri ini disertai mual, nyeri ulu hati, dan pusing. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan dan nyeri lepas pada daerah McBurney positif. Tanda vital dalam batas normal. Diagnosis yang mungkin adalah...
a. Hepatitis akut
b. Gastritis akut
c. Apendisitis akut
d. Kolesistitis akut
e. Penyakit radang panggul

Jawaban : B
Apendisitis akut sering tampilan dengan gejala khas yang didasari oleh radang mendadak umbai cacing yang memberisitis adalah nyeri samar – sama dan tumpul yang merupakan nyeri viseral di daerah epigastrium di sekitar umbilikus. Keluhan ini serinh terjadi mual dan kadang muntah. Dalam beberapa jam, nyeri akan berpindah ke kanan bawah ke titikMcBurney. Disini, nteri dirasakan lebih tajam dan lebih jelas letaknya, sehingga merupakan nyeri somatik setempat. Pada pemeriksaan demam biasanya ringan. Penonjolan perut kanan bawah bisa dilihaat pada massa atau abses periapendikulae. Pada palapasi didapatkan nyeri yang berbatas pada regio iliaka kanan, bisa disertai nyeri lepas. Defans muskular menunjukkan adanya rangsangan peritoneum parietal. Nyeri tekan perut kanan bawah ini merupakan kunci diagnostik. Pada penekanan perut kiri bawah akan dirasakan nyeri di perut kanan bawah yang disebut tanda rovsing.
Referensi
Sjamsuhidayat R, Jong WD. 2004. Buku ajar ilmu bedah, edisi 2, hlm. 641-642.

157

156. Seorang anak perempuan berusia 12 tahun datang ke dokter praktik umum dengan keluhan nyeri pungung, disertai tulang belikat kanan lebih menonjol.Pada pemeriksaan fisik dan rontgen didapatkan asimetris leher bahu scapula dan vertebrata torakolumbal membentuk sudut 30 ke arah kanan.Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah...
a.gibus
b.kifosis
c.lordosis
d.skoliosis
e.spondilitis ankylosa

jawaban : D
Skoliosis merupakan kelainan kolumna vertebralis berupa pembengkakkan dengan rotasi dalam bidang sagital.Skoliosis disebut kongenital bila terdapat kelainan kongenatal pada tulang vertebra seperti hemivertebrata,dan disebut idiopatik bila tidak terdapat kelainan pada tulang selain bengkoknya saja.Skoliosis kongenital dianjurkan untuk operasi secara dini untuk mencegah kelainan yang lebih berat.Skoliosis idiopatik penanganaanya bergantung pada besarnya sudut pembengkokan vertebrata dan usia penderita.Pada penderita yang masih tumbuh,skoliosisnya akan terus bertambah.Bila masih tumbuh dan sudut bengkoknya lebih dari 40 derajat,dianjurkan operasi koreksi dengan batang Harrington dan fusi posterior.Bila sudutnya kurang dari 40 derajat,dilakukan penahan bertambah bengkoknya dengan alat penguat seperti cagak milwaukee.
Referensi
• Sjamsuhidayat R,Jong WD.2004. Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2,hlm 833-834.

158

157. Seorang pasien berusia 28 tahun datang ke IGD setelah mengalami kecelakaan.Pasien tampak lemah.Pada pemeriksaan pasien tampak pucat,tampak jejas pada perut kiri atas,nyeri pada perut kiri atas yang menjalar ke bahu hingga punggung.Kemungkinan organ apakah yang terkena?
a.limpa
b.hati
c.ginjal kiri
d.kolon desenden
e.lambung

Jawaban : A
Limpa merupakan organ yang paling sering terluka pada trauma tumpul abdomen atau trauma toraks kiri bagian bawah.Tanda fisik yang ditemukan pada ruptur limpa tergantung pada adanya organ lain yang ikut cidera, banyak sedikitnya perdarahan,dan adanya kontaminasi rongga perioteneum.Pada setiap kasus traumaa limpa,harus dilakukan pemeriksaan abdomen berulang-ulang oleh pemeriksa yang sama karena yang lebih penting adalah mengamati perubahan gejala umum (syok,anemia) dan lokal di perut ( cairan bebas,rangsangan peritoneum). Pada ruptur yang lambat,biasanya penderita datang dalam keadaan syok,tanda pendarahan intraabdomen,atau dengan gambaran seperti ada tumor intraabdomen pada bagian atas,tetapi sepertiga kasus mengeluh nyeri perut kuadran kiri atas atau punggung kiri.
Nyeri di daerah puncak bahu disebut tanda kehr,terdapat pada kurang dari separuh kasus. Pada pemeriksaan fisik ditemukan massa di kiri atas,dan pada perkusi tampak bunyi pekak akibat adaanya suatu hematon supkapsular atau omentum yang membungkus suatu hematon ekstrakapsular yang disebut tanda Balance .
Referensi
• Sjamsuhidayat R,Jong WD.2004. Buku Ajar Ilmu Bedah,edisi 2,hlm. 609-611

159

158. Seorang wanita berusia 37 tahun mengeluh bengkak pada kelaminnya,sebelumnya terdapat benjolan pada lipat paha,kemudian setelah minum obat menghilang.Namun,sekarang badannya terasa berat terutama kedua kakinya.Kedua tungkai,tangan,payudaranya membengkak.Pada sediaan apus darah ditemukan mikrofilaria dengan gambaran ekor tanpa bintik-bintik dan selubung tidak berwarna.Kemungkinan parasit penyebab penyakit ini adalah...
a.Wuchereria bancrofi
b.Onchocerca volvulus
c.Brugia malayi
d.Brugia timori
e.Loa-loa

Jawaban : A
Pada mikrofilaria Wuchereria Bancrofi memiliki panjang 250 mikron,bersarung pucat,lekuk bahan halus,panjang ruang kepala sama dengan lehernya,inti halus dan teratur ,tidak ada inti tambahan pada ekornya.
Referensi
• Prianto J,et al.1995. Atlas Parasitologi Kedokteran ,hlm.28

160

159. Seorang pria berusia 46 tahun ditahan dibalai kemasyarakatan.Pasien sebelumnya punya riwayat memakai obat-obatan telarang. Sebelumnya 4 minggu yang lalu pernah kontak seksual dengan PSK. Pemeriksaan antibodi HIV (+). Pemeriksaan yang perlu dilakukan selanjutnya adalah ...
a.LED
b.morfologi eritosit
c.CD4
d.hitung jenis leukosit
e.ANA

Jawaban : C
Langkah – langkah diagnosis meliputi :
• Lakukan anamnesis gejala infeksi oportunistik dan kanker yang terkait dengan AIDS
• Telusuri perilaku berisiko yang memungkinkan penularan
• Pemeriksaan fisik,untuk mencari tanda infeksi oportunistik dan kanker terkait.Jangan lupa perubahan kelenjar,pemeriksaan mulut,kulit dan funduskopi.
• Dalam pemeriksaan penunjang,dicari jumlah limfosit total,antibody HIV,dan pemeriksaan rontgen.
Bila pemeriksaan antibodi positif maka dilakukan pemeriksaan jumlah CD4,protein purified derivate (PPD), serologi tokosplasma,serologi sitomegalovirus,serologi PMS,hepatitis dan Pap smear.Sedangkan untuk pemeriksaan follow up diperiksa jumlah CD4.
Referensi
• Longmore M,et al.2007. Oxford Handbook Of Clinical Medicine Seventh Edition,hlm. 396.
• Mansjore A,et al.2001. Kapita Selekta Kedokteran,jilid 1,edisi 3,hlm 576.

161

160.Seorang wanita berusia 24 tahun datang dengan keluhan sesak yang memberat sejak 1 bulan yang lalu. Keluhan disertai demam naik-turun,batuk, dan nyetri dada. Nafsu makan dan berat badan turun sejak 3 bulan. Pada pemeriksaan tanda vital,tekanan darah 110/80 mmHg, nadi 80 kali/menit, pernapasan 32 kali/menit.Pada pemeriksaan fisik,inspeksi dada kanan terlihat cembung,perkusi hemitoraks kanan pekak,dan auskultasi tidak terdengar suara pernapasan. Pemeriksaan apa yang harus dilakukan untuk membantu diagnosis ?
a.CT scan toraks
b.bronkoskopi
c.bronkogram
d.foto toraks
e.spirometri

Jawaban : D
Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik,pasien ini mengarah pada diagnosis penyakit tuberkulois paru.Pemeriksaan radiologi yang dilakukan adalah foto toraks PA yang akan memberikan bermacam-macam bentuk. Gambaran radiologi yang dicurigai sebagai lesi TB aktif meliputi :
• Bayangan berawan/nodular di segmen apikal di segmen apikal dan dan posterior lobus atas paru dan segemen superior lobus bawah.
• Kavitas, terutama lebih dari satu,dikelilingi oleh bayangan opak berawan atau nodular.
• Bayangan bercak milier.
• Efusi pelura unilateral (umumnya) atau bilateral (jarang)
Gambaran radiologi yang dicurigai lesi TB inaktif meliputi :
• Fibrotik
• Klasifikasi
• Schwarte atau penebalan pleura
Referensi
• Aditma TY, et al.2006. Tuberkulosis, Pedoman Diagnosis dan Penataklasanaan di Indonesia,hlm. 19-20.

162

161. Seorang wanita berusia 50 tahun mengaluh nyeri saat buang air kecil.Pasien tidak mengeluh adanya demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan suprapubis. Dari hasil pemeriksaan kultur urin didapatkan bakteri >10? UL/mL. Diagnosis penyakit pasien ini adalah ...
a.asymtomatic
b.uncomplicated pyelonephiritis
c.uncomplicated cystitis
d.complicated cystitis
e.complicated urethritis

Jawaban : C
Infeksi saluran kemih mempunyai 2 tipe,yaitu tipe sedrhana (uncomplicated type) dan ISK berkomplikasi (Complicated type). ISK bawah (sistitis) memiliki gejala-gejala seperti sakit suprapubik,polakisuria,nokturia,disuria,dan stranguria. Pada ISK akut tipe sederhana (sistitis) yaitu non-obstruksi dan bukan perempuan hamil, merupakan penyakit ringan ( self-limited disease) dan tidak menyebabkan akibat lanjut jangka lama, sedangkan ISK tipe berkomplikasi adalah seperti ISK selama kehamilan yang akan membahayakan janin dan ISK pada diabetes melitus.
Referensi
• Sudoyo AW,et al.2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 1, edisi 4, hlm. 564-567.

163

162. Pasien pria berusia 44 tahun dateng dengan keluhan nyeri tungkai belakang sejak 4 hari yang lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital dalam bats normal. Didapatkan pasien nyeri otot gastroknemius kaki kanan dan nyeri pada pergelangan kaki. Pasien bekerja membersihkan selokan air. Jenis kuman yang menyebabkan gejala pada pasien di atas adalah ...
a.Leptopsira sp.
b.Treponema sp.
c.Borrelia sp.
d.Shigella sp.
e.Salmonella sp.

Jawaban : A
Leptospirosis adalah suatu penyakit zoonosis yang disebabkan mikroorganisme Leptospira integrrogans. Manusia dapat terinfeksi melalui dengan air atau tanah yang telah terkontaminasi oleh urin binatang yang telah terinfeksi Leptopsira. Leptospira masuk ke dalam tubuh melalui kulit atau selaput lendir,memasuki aliraan darah dan berkembang,lalu menyebar secara luas ke jaringan tubuh. Gambaran klinias dari leptospirosis yang sering adalah demam,mengigil,sakit kepalaa,meningisimus,anoreksia,mialgia terutama otot betis,conjungvitaal suffusion,mual,muntah,nyeri abdomen,ikterus,hepatomegali,ruam kulit,fotofobia;sedangkan yang jarang adalah : pneumonitis,hemoptoe,delirium,pendarahan,edema,diare,splenomegali,artralgia,gagal ginjal,proferal neuritis,pankrearitis,parotitis,epididymitis,hematemesis,asites,dan miokarditis.
Referensi
• Sudoyo AW,et al.2006. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 3,edisi 4,hlm 1845-1847.

164

163. Tanda berikut yang tidak mengarahkan diagnosis pada bayi dengan enteroklitis nekrotikan adalah
a. distensi perut atau nyeri tekan
b. toleransi minum buruk
c. muntah kehijauan atau cairan kehijauan melalui pipa lambung
d. darah pada fases
e. letargi

Jawaban : E
Enterokilitis nekrotikan sering terjadi pada bayi BBLR,setelah pemberian minum enternal dimulai,sering pada bayi yang diberi susu formula. Tanda umum enterokolitis nekrotikan meliputi :
• Distensi perut atau nyeri tekan.
• Toleransi minum buruk.
• Muntah kehijauan atau cairan kehijauan melalui pipa lambung.
• Darah pada feses.
Referensi
• WHO.2005. Pocket Book of Hospital Care for Children,Guidelines for Management of Common llness with Limited Resourches, hlm. 67.

165

164. seorang ibu membawa anaknya yang berusia 8 bulan ke IGD karena anaknya mencret lebih kurang 2 hari ini dengan frekuensi 7 kali/hari. Ibunya mengatakan bahwa dulu anaknya aktif dan sekarang jadi sering mengantuk. Anak masih mau minum tetapi sedikit, BAK 1 kali/hari dan sedikit. BB cekung, mata cekung, dan kesadaran apatis. Hal yang mungkin terjadi pada plasma pasien tersebut adalah...
a. viskositas plasma meningkat
b. viskositas plasma menurun
c. hemodilusi
d. jumlah plasma meningkat
e. jumlah sel dalam plasma meningkat

jawaban : A
Pada kasus ini, pasien sudah menunjukkan tanda-tanda dehidrasi,di mana dehidrasi dapat disebabkan oleh kehilangan cairan yang berlebihan atau asupan yang tidak mencukupi, atau kombinasi keduanya. Pada kasus ini, dehidrasi kemungkinan akibat diare yang dideritanya. Pada dehidrasi hematokrit. Darah (proporsi volume darah yang diisi sel ) akan meningkat, mengakibatkan meningkatnya viskositas darah. Hal ini mengakibatkan aliran menjadi lambat dan terjadi kemunduran funsi berbagai organ.

Referensi
• Underwood JCE. 1996 general and systematic pathology, Edisi 2, hlm. 152

166

165. seorang anak berusia 4 tahun terkena skrining prasekolah dan diminta kembali ke dokter. Sebelumnya, ketika berusia 2 bulan didiagnosis menderita hipotiroid konginital. Manakah pernyataan dibawah ini yang paling sesuai ?
a. tinggi tubuh anak tersebut pendek
b. IQ normal
c. tinggi tubuh normal, IQ rendah
d. tinggi tubuh pendek, IQ rendah
c. tinggi tubuh pendek, IQ normal

jawaban : D
Pada hipotiroid kongenital, tanpa adanya skrining pada bayi baru lahir. Pasien sering datang terlambat dengan keluhan retardasi perkembangan disertai gagal tumbuh dan perawakan pendek. Pada beberapa kasus, pasien datang dengan keluhan pucat. Pada pemeriksaan fisik pada bayi seringkali ditemukan:
• Gejala hipotiroid yang dapat diamati adalah konstipasi. Lidah besar, kulit kering, hernia umbilical, dull face, ubun-ubun besar lebar, kutis marmorata, suara serak, bayi kurang aktif.
• Penampilan sekilas seperti sindrom down, namun pada sindrom down, bayi lebih aktif.
• Pada saat ditemukan, pasien umumnya tampak pucat.

Referensi
• Pusponegoro HD, et al. 2004. Standar pelayanan medik kesehatan anak, edisi 1, hlm. 27-29.

167

166. seorang anak laki-laki berusia 5 tahun dibawa ke UGD dengan kelompok mata dan mulut bengkak setelah pulang dari ulang tahun temannya. Pada pemeriksaan didapatkan TD 70/50 mmHg. Nadi 100 kali/menit, RR 24 kali/menit , akral dingin. Tindakan yang dilakukan pertama adalah...
a. Infus RD 5
b. Injeksi adrenalin subkutan
c. Injeksi dexa IV
d. Injeksi difenhidramin IM
e. Diazepam per oral


Jawaban : B
Pada kasus ini dokter dihadapkan pada kemungkinan syok anafilaktik, di mana pasien datang setelah terpajan antigen. Manifestasi reaksi alergi dapat terjadi dalam beberapa detik sampai jam dan dapat bervariasi dari inflamasi lokul dan gatal sampai gagal organ multisistem. Tata laksana utama adalah mengamankan saluran napas agar tetap paten. Intubasi endotakreal mungkin sulit karena angioedema dan spasme laring pada beberapa kasus, akibatnya peralatan krikotiroidotomi atau respirasi jet transtrakeal harus siap tersedia. Epinefrin subkutan (1:1.000) 0,3-0,5 mg diindikasikan untuk pasien dengan gejala saluran napas atau tanda vital tidak stabil. Epinefrin IV (1:10.000) 0,3-0,5 mg dapat penyebab mielomeningoket tidak diketahui, namun sebagaimana defek penutupan tuba neuralis, terdapat predisposisi genetik, faktor nutrisi dan lingkungan juga berperan. Penelitian telah memberikan bukti yang kuat bahwa penggunaan tambahan asam folat pada kehamilan dapat mengurangi insidensi defek tuba neuralis pada kehamilan beresiko.


Referensi
• Arvin AM, et al 1996 ilmu kesehatan anak nelson, jilid 3, edisi 15, hlm. 2044-2046

168

167. seorang anak laki-laki berusia 4 tahun dibawa dengan keluhan batuk seperti menggonggong dan suara serak, sebelumnya ada riwayat batuk pilek, demam tidak terlalu tinggi. Dari pemeriksaan fisik, didapatkan faring dan tosil hiperemis, tidak membesar diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah....

a. Sindrom croup
b. Benda asing
c. Tonsilitis difteri
d. Abses retrofaringeal
e. Faringitis

Jawaban : A
Sindrom croup (laringotrakeobronkitis viral) menyebabkan obstruksi saluran nafas atas, yang pada kasus berat dapat mengancam nyawa. Adapun gejala dari sindrom croup meliputi:
? Croup ringan
? Demam
? Suara serak
? Batuk menggonggong
? Stridor terdengar jika anak gelisah
? Croup berat
? stridor tetap terdengar saat anak tenang
? napas cepet dan tarikan dinding dada bagian bawah ke dalam

tabel 2.22 Diagnosis banding pada anak dengan stridor
diagnosis Gejala
croup • batuk menggonggong
• suara serak
• distres pernapasan
Abses retrofaringeal • demam
• kesulitan menelan
• pembengkakan jaringan lunak
Benda asing • riwayat tiba-tiba tersedak
• distres pernapasan
difteri • imunisasi DPT tidak ada atau tidak lengkap
• sekret hidung bercampur darah
• bull neck karena pembesaran kelenjar leher dan edema
• tenggorokan merah
• membran putih-keabuan di faring/tonsil
Kelainan bawaan • suara mengorok sejak lahir

Referensi
• WHO. 2005. Pocket book of hospital care for children, guidelines for management of common ilness with limited resourches, hlm. 104-105

169

168. seorang neonatus berusia 1 jam, lahir dari ibu 26 tahun, BBL 3.000 gram, PB 50 cm, AS 8/9, ditemukan adanya massa di lumbosakral seperti daging sebesar jeruk, didapat defek penutupan tulang vertebra di regio lumbosakral. Kemungkinan penyebab pada kasus ini adalah...

a. Kelainan genetik
b. Defisiensi besi
c. Defisiensi asam folat
d. Infeksi toxoplasma pada trimester 1
e. Asupan alkohol berlebihan pada trimester 1

Jawaban : C
Pada kasus ini, diagnosis mengarah pada mielomeningokel di mana pada bayi baru lahir ditemukan dfek pada daerah lumbal tengah yang secara khas memiliki struktur kistik seperti kantong yang ditutupi oleh lapisan tipis jaringan yang sebagai terepitelisasi. Sebanyak 75% kasus mielomeningokel terdapat pada daerah lumbosakral.
Penyebab mielomeningokel tidak diketahui, namun sebagaimana defek penutupan tuba neuralis, terdapat predisposisi genetik, faktor nutrisi dan lingkungan juga berperan. Penelitian telah memberikan bukti yang kuat bahwa penggunaan tambahan asam folat pada kehamilan dapat mengurangi insidensi defek tuba neuralis pada kehamilan berisiko.

Referensi
• Arvin AM, et al. 1996. Ilmu kesehatan anak nelson, jilid 3, edisi 15, hlm. 2044-2046.

170

169. seorang bayi berusia 2 tahun dibawa ibunya ke puskesmas, dengan keluhan ada massa di perut kanan sejak 1 tahun yang lalu, sejak 8 bulan terakhir massa semakin membesar, tidak disertai nyeri, namun pernah beberapakali BAK disertai darah. Pada pemeriksaan colok dubur tidak ditemukan adanya kelainan. Pemeriksaan awal yang paling tepat pada kasus ini adalah...
a. foto polos abdomen
b. CT scan abdomen
c. USG andomen
d. Endoskopi
e. BNO-IVP

Jawaban : C
Pda kasus ini, diagnosis mengarah pada tumor wilms, di mana usia median pada saat diagnosis sekitar usia 3 tahun. Tanda paling sering adalah massa di abdomen atau di pinggang yang tidak bergejala. Massa itu biasanya halus dan kenyal dan jarang melewati linea mediana, ukuran massa bervariasi. Penderita dapat mengeluhkan nyeri peript, muntah, atau keduanya. Tumor wilms harus dicurigai pada setiap anak kecil dengan massa di abdomen. Pada 10-25% kasus, hematuria mikroskopik memberi kesan tumor ginjal. Ultrasonografi ( uji pencitraan awal ) dapat menunjukan bahwa massa itu adalah intrarenal. CT scan memberi beberapa keuntungan, meliputi kofirmasi asal tumor, deteksi massa multipel, penentuan perluasan tumor, keterlibatan pembuluh darah, dan evaluasi ginjal lainnya.


Referensi
• Arvin AM, et al. 1996. Ilmu kesehatan anak Nelson, jiliid 3, edisi 15, hlm. 1784-1786.
• Meadow R, Newell S. 2005. Lecture Notes: pediatrika, edisi 7, hlm. 225.

171

170. seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ke poliklinik anak oleh orangtuanya dengan keluhan kekakuan dan nyeri pada kedua lututnya terutama pada pagi hari, sebelumnya pasien juga demam selama lebih dari seminggu dan hanya diberi obat penurunan panas. Pada pemeriksaan sendi lutut teraba hangat dengan pergerakan yang terbatas, disertai nyeri. Dibawah ini adalah kemungkinan hasil pemeriksaan penunjang pada kasus ini, kecuali...
a. Penurunan HB
b. peningkaan LED dan CRP
c. ANA (+)
d. Peningkatan leukosit
e. Penurunan trombosit

jawaban : E
Kasus ini mengarahkan diagnosis pada arthitis rheumatoid juvenile ( ARJ ) tipe sistematik. Pada kondisi ini dijumpai dua gejala inflamasi sendi, yaitu gerakan sendi yang terbatas dan nyeri pada gerakan. Pada anak kecil, yang lebih jelas adalah kelakuan pada pergerakan terutama pada pagi hari. Tipe onset sistematik ditandai dengan demam intermiten dengan puncak tunggal atau ganda lebih dari 39°C selama 2 minggu atau lebih, artritis, dan biasanya disertai kelainan sistematik lain berupa ruam reumatoid dan kelainan visceral (hepatosplenomegali, serositis, limfadenopati). Diagnosis ARJ dapat ditegakkan secara klinis. Namun, temuan pada pemeriksaan penunjang berikut akan menunjang diagnosis:
Anemia ringan atau sedang dengan kadar Hb 7-10 g/dL.
Leukositosis dengan predominasi neutrofil.
Trombosit dapat meningkat hebat pada tipe sistematik berat atau poliartritis.
Peningkatan LED dan CRP yang sesuai dengan peningkatan aktivitas penyakit.
Peningkatan IgG dan IgM serum.
Peningkatan komplemen C3 dan dan komponen hemolitik.
Faktor reumatoid (+) pada tipe poliartritis.
ANA (+) untuk menilai kemungkinan komplikasi.

172

171. Seorang anak perempuan berusia 8 tahun sering mengeluh lemah, pucat, dan muntah. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan nilai Hb 7 g/dL dan gambaran anemia mikrositik hipokrom pada apusan darah tepi. Pada pemeriksaan feses ditemukan cacing. Anak diberikan Fe. Lama pemberian Fe pada pasien ini adalah...
a. 6 bulan
b. Setelah Hb normal
c. Setelah Fe serum normal
d. Hb normal +8 minggu
e. Setelah gambaran normositik normokrom

Jawaban: D
Penatalaksanaan medikamentosa pada anemia defisiensi besi meliputi:
• Preparat besi (fero sulfat/fero fumarat/fero glukonat) dosis 4-6 mg besi elemental/kgBB/hari dibagi dalam 3 dosis, diberikan diantara waktu makan. Preparat besi ini diberikan sampai 2-3 bulan setelah kadar hemoglobin normal.
• Asam askorbat 100 mg/15 mg besi elemental (untuk meningkatkan absorpsi besi).
Referensi:
• Pusponegoro HD, et al. 2004. Standar Pelayanan Medik Kesehatan Anak, edisi 1, hlm. 71-73

173

172. Seorang anak berusia 14 tahun dibawa oleh ibunya dengan keluhan suaranya berubah menjadi berat dan mulai timbul rambut di dagu. Diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini adalah...
a. Sindrom Cushing
b. Tumor adrenal feminisasi
c. Penyakit addison
d. Hiperplasia adrenal kongenital
e. Sindrom Conn

Jawaban: D
Pada wanita, hiperplasia adrenal kongenital menyebabkan pseudohermafroditisme wanita. Karena gangguan steroidogenesis dimulai pada awal kehidupan janin, hampir selalu terdapat bukti adanya tingkat maskulinisasi pada saat lahir. Kelainan ini ditandai dengan pembesaran klitoris dan berbagai tingkat fusi labium. Setelah lahir, maskulinisasi berkembang, rambut pubis dan aksila berkembang secara prematur, timbul jerawat dan suara menunjukkan kualitas maskulin. Meskipun genitalia internanya wanita, perkembangan payudara dan menstruasi tidak terjadi.
Sindrom Cushing merupakan pola khas obesitas menyeluruh yang disertai dengan hipertensi akibat peningkatan kadar kortisol: tumor adrenal feminisasi ditandai dengan peningkatan produksi esterogen berlebihan dan pubertas prekoks heteroseksual pada anak laki-laki; pada pasien dengan penyakit Addison dan Sindrom Conn, pasien seringkali datang dengan keluhan kelelahan.
Referensi:
• Arvin AM, et al. 1996. Ilmu Kesehatan Anak Nelson, jilid 3, edisi 15, hlm. 1970-1981

174

173. Seorang bayi yang baru dilahirkan, menderita infeksi bernanah pada kedua matanya ibunya mengatakan pada dokter, bahwa beberapa hari sebelum melahirkan, ia menderita sakit kencing dan keputihan. Pada pemeriksaan apus sekret dengan pewarnaan Gram, didapatkan coccus, Gram-negatif, berpasangan. Bakteri penyebab yang paling mungkin pada kasus ini adalah...
a. Pseudomonas aeruginosa
b. Staphylococcus aureus
c. Neissera gonorrhoeae
d. Branhamella catarrhalis
e. Streptococcus pyogenes

Jawaban: C
Pada kasus ini, diagnosis mengarah pada konjungtivitis gonore yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae (diplokokus intraselular Gram-negatif, bukan pembentuk spora, aerob) yang merupakan radang konjungtiva akut dan hebat yang disertai dengan sekret purulen. Pada neonatus, infeksi konjungtiva terjadi pada saat berada pada jalan lahir, dimana pada bayi, penyakit ini ditularkon oleh ibu yang sedang menderita penyakit tersebut dan manifestasi biasanya tampak 1-4 hari setalah dilahirkan.
Referensi:
• Arvin AM, et al. 1996. Ilmu Kesehatan Anak Nelson, jilid 2, edisi 15, hlm. 949-950.
• Ilyas S. 2004. Ilmu Penyakit Mata, edisi 3, hlm. 124-125.

175

174. Seorang anak perempuan berusia 5 bulan dibawa dengan keluahan mencret, tidak terdapat darah dan lendir sejak 2 hari yang lalu, bayi masih mau makan dan minum. Pada pemeriksaan fisik dalam batas normal dan tidak ditemukan tanda-tanda dehidrasi. Langkah pencegahan yang dilakukan untuk menghindari kasus serupa adalah...
a. Ganti ASI dengan air tajin
b. Ganti ASI dengan susu formula
c. Beri antibiotik
d. Menganjurkan tetap menggunakan ASI
e. Menganjurkan pemberian makanan tambahan

Jawaban: D
Pada kasus diare akut, terdapat beberapa langkah promotif atau preventif yang dapat dilakukan untuk mencegah kondisi tersebut, antara lain:
• Upayakan ASI tetap diberikan.
• Perhatikan kebersihan perorangan, mencuci tangan sebelum makan.
• Perhatikan kebersihan lingkungan, BAB di jamban.
• Imunisasi campak.
• Memberikan makanan penyapihan yang benar.
• Penyediaan air minum yang bersih.
• Selalu memasak makanan.
Referensi:
• Pusponegoro HD, et al. 2004. Standar Pelayanan Medik Kesehatan Anak, edisi 1, hlm 49-52.

176

175. Seorang bayi perempuan berusia 32 jam dibawa ke puskesmas dengan keluhan tampak kuning. Bayi lahir cukup bulan dari seorang ibu dengan HIV non-reaktif pada perinatal, streptokokus grup B negatif, hepatitis B negatif. Pada pemeriksaan fisik didapatkan secara klinis anak tampak sehat, terlihat kuning di dada. Pemeriksaan golongan darah ibu O(+) dan ayah B(+). Pemeriksaan laboratorium yang paling mungkin diperlukan pada kasus ini adalah...
a. Jumlah trombosit
b. Jumlah leukosit
c. Waktu koagulasi
d. Waktu perdarahan
e. Tes Coombs

Jawaban: E
Pada pasien dengan manifetsasi yang dicurigai karena adanya proses isoimunisasi, maka perlu diterapkan dasar-dasar diagnosis sebagai berikut:
• Melakukan evaluasi dengan cermat riwatyat dan persalinan yang lampau, apakah terdapat:
• Anemia
• Ikterus neonatorum
• Edema
• Diikuti dengan pemeriksaan laboratorium:
• Laboratorium khusus darah bayi.
• Pemeriksaan darah ayah dan ibu.
• Melakukan tes Coombs (digunakan untuk mendeteksi adanya autoantibodi dari IgG atau IgM untuk antigen yang ada pada permukaan sel darah merah).
• Saat hamil dilakukan pemeriksaan khusus untuk cairan amnion dan sampel darah umbilikus.
Referensi:
• Manuaba IBG, et al. 2003. Pengantar Kuliah Obstetri, edisi 1, hlm. 576.

177

176. Seorang bayi perempuan berusia 10 bulan didiagnosis menyandang diare akut. Sebelumnya, pasien baru mulai mengonsumsi roti gandum. Sisa pencernaan yang paing mungkin dtemukan pada pemeriksaan mikroskopik tinja pasien adalah...
a. Lemak
b. Serat
c. Serat daging
d. Jaringan ikat
e. Jaringan elastin

Jawaban: A
Enteropati sensitif gluten adalah suatu bentuk malabsorpsi dimana terjadi gangguan yang menyebabkan kerusakan mukosa usus halus akibat sensitivitas yang menetap terhadap gluten dari diet. Ciri khasnya yaitu, masa pemunculan paling sering antara usia 6 bulan sampai 2 tahun. Uji skrinig yang paling bermanfaat untuk malabsorpsi adalah pemeriksaan mikroskopis tinja untuk memeriksa lemak. Walaupun, pada enteropati sensitif gluten, uji skrining ini tidak begitu membantu karena hasilnya dapat normal.
Referensi:
• Arvin AM, et al. 1996. Ilmu Kesehatan Anak Nelson, jilid 2, edisi 15, hlm. 1340-1349.

178

177. Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun dibawa ibunya dengan keluhan diare brdarah dan berlendir. Keluhan disertai panas badan. Dokter memberikan metronidazol untuk terapinya. efek samping yang paling mungkin muncul pada kasus ini adalah...
a. optic neuropathy
b. Konstipasi
c. Mult kering
d. Gangguan penglihatan
e. Takikardi

Jawaban: C
Pada penggunaan metronidazol, efek samping yang hebat yang memerlukan penghentian pengobatan jarang ditemukan. Efek samping yang paling sering dikeluhkan adalah sakit kepala, mual, mulut kering, dan rasa logam. Muntah, diare dan spasme usus jarang dialami. Lidah berselaput, glositis, dan stomatitis dapat rejadi selama pengobatan dan berkaitan dengan moniliasis. Efek samping lain dapat berupa pusing, vertigo, ataksia, parestesi, urtikaria, flushimg, pruritus, disuria, sistitis, rasa tertekan pada pelvis, juga kering pada mulut, vagina, dan vulva.
Referensi:
• Gunawam SG. 2007. Farmakologi dan Terapi, edisi 5, hlm. 552-554

179

178. Seorang wanita berusia 38 tahun, G2P1A0, datang ke puskesmas untuk pemeriksaan hamil rutin. Pasien merasa hamil 3 bulan dan datang pertama kali. Pasien adalah penyandang diabetes tipe 2 sejak 4 tahun yang lalu. Apakah hal yang penting ditanyakan saat melakukan anamnesis?
a. Riwayat bayi besar pada anak pertama
b. Adanya mual-mual pada bulan-bulan pertama kehamilan.
c. Apakah ia memeriksakan diri secara teratur ke dokter.
d. Apakah biasa megalami serangan hipoglikemi
e. Kenaikan berat badan >8 kg

Jawaban: A
Diabetes adalah penyulit medis tersering pada kehamilan, pasien dapat dipisahkan menjadi mereka yang diketahui mengidap diabetes sebelum hamil (overt nyata) dan mereka yang didiagnosis saat hamil (gestasional). Wanita dengan kadar gula plasma tinggi, glukosuria, dan ketoasidosis tidak menimbulkan masalah dalam diagnosis. Demikian pula wanita denga kadar glukosa plasma sewaktu lebih dari 200 mg/dL plus tanda dan gejala klasik seperti polidipsi, poliuri, dan penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya atau glukosa puasa 126 mg/dL atau lebih harus dianggap mengalami diabetes overt. Wanita di ujung spektrum lainnya dengan gangguan metabolik minimal mungkin sulit didefinisikasi. Kemunhgkinan gangguan metabolisme karbohidrat meningkat secara bermakna pada wanita dengan riwayat diabetes dalam keluarga, pernah melahirkan bayi besar, memperlihatkan glukosuria persisten atau pernah mengalami kematian janin yang sebabnya tidak diketahui.
Referensi:
• Cunningham FG. Et al. 1006. Obstetri Williams, jilid 2, edisi 21, hlm. 1523-1527.

180

179. Kondisi di bawah ini dapat terjadi pada neotanus yang dilahirkan dari ibu pengidap diabetes overt, kecuali....
a. Gawat napas
b. Hipoglikemia
c. Hipertrofi jantung
d. Hiperkalsemia
e. Makroosomia

Jawaban : D
Efek pada neonatanus dengan ibu pengidap diabetes overt meliputi:
• Gawat napas dimana terjadi gangguan pematangan dan perubahan fungsi paru
• Hipoglikemia akibat penurunan cepat konsentrasi glukosa plasma setelah lahir
• Hipokalsemia, penyebabnya belum diketahui pasti
• Hiperbilirubinemia
• Hipertrofi jantung
• Pewarisan diabetes (resiko rendah)
• Gangguan pertumbuhan janin di mana insiden makrosomia meningkat secara bermakna apabila konsentrasi rata-rata glukosa ibu melebihi 130 mg/dL.

Referensi
• Cunningham FG et al. 2006. Obstetri Williams, jilid 2, edisi 21, hlm. 1532-1536

181

180. Seorang wanita berusia 22 tahun G2P0A1 datang dengan keluhan keluar cairan dari jalan lahir sejak 4 jam yang lalu. Pasien tidak ingat hari pertama haid terakhir, tetapi menurut perkiraan pasien, ia tengah hamil 8 bulan. Tinggi fundus uteri 34 cm dari simfisis pubis, DJJ 132 kali/menit, pada pemeriksaan Leopold didapatkan bayi letak sungsang, bokong masih mudah digerakan, punggung di sebelah kanan, his (-). Penatalaksanaan yang paling tepat pada kasus ini adalah..
a. Uteronika
b. Antibiotik
c. Anti-inflamasi
d. Tokolitik
e. Steroid

Jawaban : B
Ketuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum waktunya tanpa disertai tanda inpartu dan setelah satu jam tetap tidak diikuti denagn proses inpartu sebagaimana mestinya. Sebagian besar pecahnya ketuban secara dini terjadi sekitar usia kehamilan 37 minggu. Tiga kemungkinan tindakan yang dapat dilakukan pada ketuban pedah dini, yaitu :
1) Konservatif
Tata laksana konservatif antara lain :
• Tirah baring untuk mengurangi keluarnya air ketuban sehingga masa kehamilan dapat diperpanjang.
• Tirah baring dikombinasikan dengan pemberian antibiotik sehingga dapat menghindari infeksi.
• Antibiotik yang dianjurkan antara lain ampisilin dosis tinggi (Streptokokus beta), eritromisin dosis tinggi (chlamydia trachomatis, ureoplasma, dan lainnya). Bahay dalam menunggu terlalu lama adalah kemungkinan infeksi semakin meningkat sehingga harus dilakukan terminasi.
2) Tata laksana aktif
• Dilakukan tindakan untuk memperpanjang usia kehamilan dengan pemberian kortikosteroid,tokolitik, dan antibiotik.
• Upaya menunda proses persalinan disesuaikan dengan usia kehamilan.
3) Tata laksana agresif
• Tindakan agresif dilakukan jika ada indikasi vital (infeksi intrauteri, solusio plasenta, gawat janin, prolaps tali pusat), sehingga tidak dapat ditunda karena mengancam kehidupan janin dan maternal.

Referensi:
• Manuaba IBG, et al . 2003. Pengantar Kuliah Obstetri, edisi 1, hlm.456-460

182

181. Seorang wanita berprofesi sebgagai PSK datang dengan keluhan terdapat pendarahan pada jalan lahir yang berulang sejak 2 minggu yang lalu. Tanda vital dalam batas normal. Pada pemeriksaan Pap smear didapatkan giant squamous intraepithealial lesion dan pada biopsi histologi serviks didapatkan CIN 1. Faktor risiko yang paling mungkin pada pasien tersebut adalah..
a. Defisiensi vitamin B
b. Kebiasaan merokok
c. Riwayat berganti pasangan
d. Konrasepsi oral
e. Usia

Jawaban : C
Faktor risiko terjadinya karsinoma serviks meliputi : wanita yang aktif secara seksual, terutama pada gadis yang koitus pertama dialami pada usia amat muda(

183

182. Seorang wanita berusia 45 tahun datang dengan keluhan sesak napas. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan nilai SGOT 30 U/L dan SGPT 30 U/L. Pada pemeriksaan radiologi dijumpai cairan dibawah diafragma, serta ditemukan tumor ovarium. Diagnosis pada pasien tersebut adalah..
a. Sindrom eisenmenger
b. Sindrom hepatorenal
c. Sindrom Meigs
d. Sindrom Kartagener
e. SIADH

Jawaban : C
Sindrom Meigs (termasuk pseudo-Meigs) merupakan kelainan didapat dengan trias presentasi khas berupa tumor ovarium atau organ pelvis lainnya yang mengarah pada asites dan efusi pleura. Tumor jinak ini dapat berupa fibroma, theoma, kistadenoma atau tumor sel granulosa.
Referensi:
• Bissonette B, et al. 2006. Syndromes: rapid recognition and perioperative implications, edisi 1, hlm 537

184

183. seorang wanita berusia 20 tahun datang dengan keluhan nyeri pada perut bawah yang dirasakan setiap kali datang bulan, nyeri seringkali dirasakan menjalar sampai ke paha bagian dalam, seringkali disertai dengan nyeri kepala dan mual. Pada pemeriksaan tidak ditemukan kelainan patologis. Pasien belum pernah menikah. Diagnosis pada pasien ini adalah....
a. Dismenore primer
b. Endometriosis
c. Blind uterine horn
d. PID
e. Adenomiosis

Jawaban : A
Dismenore primer adalah nyeri perut bawah yang terkait dengan siklus menstruasi dan tidak ditemukan kelainan patologis yang mendasari. Nyeri pada awalnya bermula 1-2 tahun setelah menarche, dan semakin memberat setiap siklus. Pasien biasanya datang dengan keluhan nyeri pelvis yang bersifat tumpul seperti kram yang dapat menjalar ke punggung ataupun paha bagian dalam. Nyeri dapat berlangsung satu hari dan pada beberapa kasus disertai mual,diare,nyeri kepala, dan flushing. Nyeri disebabkan oleh vasokonstriksi uterus, anoksia, dan konstraksi terus-menerus yang diemdiasi prostaglandin; sedangkan pada dismenore sekunder, anamnesis dan pemeriksaan fisik akan mengarahkan pada penyakit yang mendasari seperti endometriosis dan PID, penyebab lainnya antara lain mioma uteri submokas, penggunaan AKDR, atau blind uterine horn.
Referensi
• Crombleholme WR. Obstretics and Obstretics Disorders. Dalam: Mcphee SJ, Papadakis MA (ed). 2009. Current Medical Diagnosis and Treatment, edisi 48, hlm 658.

185

184. Gejala-gejala dibawah ini seringkali ditemukan pada sindrom menopause, kecuali...
a. Siklus menstruasi tidak teratur
b. Hot flushes
c. Osteoporosis
d. Dispareuni
e. Keputihan

Jawaban : E
Pada pasien dengan sindrom menopause, maka akan ditemukan gejala dan tanda berikut:
• Siklus menstruasi tidak teratur, siklus anovalur lebih sering muncul
• Hot flushes, dimana pasien merasakan perasaan panas yang menjalar di wajah dan diperparah dengan cuaca panas, dan setelah mengonsumsi makanan panas
• Atrofi vagina diakibatkan oleh menurunya sekresi estrogen yang berpengaruh pada lubrikasi vagina, sehingga pasien mengeluhkan nyeri saat berhubungan (disspareuni)
• Osteoporosis

Referensi :
• Crombleholme WR. Obstetrics and Obstretics Disorders. Dalam:Mcphhee SJ, Papadakis MA (ed). 2009. Current Medical Diagnosis and Treatment, edisi 48, hlm.683-685

186

185. Seorang wanita berusia 22 tahun G1P0A0 hamil 36 minggu datang ke praktik dokter dengan keluhan muntah darah yang dialami 1 jam yang lalu, sebelumnya pasien mengeluhkan nyeri perut disertai mual dan muntah. Pada pemeriksaan terdapat penurunan kesadaran, tampak sklera ikterik, tanda vital didaptkan TD 160/90, nadi 120 kali/menit, RR 26 kali/menit. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan peningkatan SGOT/SGPT. Riwayat keluhan yang sama sebelumnya disangkal. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah...
a. Hepatitis fulminan
b. PEB
c. Sindrom Mallory-Weiss
d. Acute fatty liver of pregnanacy
e. Sirosis hepatitis

Jawaban : D
Acute fatty liver of pregnanacy terjadi pada trimester ketiga kehamilan dan menunjukan tanda-tanda gagal hati akut. Kelainan ini biasanya ditemukan pada usia kehamilan diatas 35 minggu, pada primigravida dan kehamilan ganda. Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Onset klinis meliputi gejala influenza, nyeri perut, ikterik, dan pada kasus yang lebih berat dapat menyebabkan ensefalopati, DIC, bahkan kematian. Diagnosis banding dapat berupa hepatitis fulminan. Namun pda kasus ini biasanya peningkatan enzim hati sangat tinggi disertai dengan klinis yang jauh lebih buruk. Pada pre-eklampsia juga dapat ditemukan gejala serupa, tetapi biasanya tidak menyebabkan ikterik.

Referensi:
• Crombleholme WR. Obstetrics and Obstretics Disorders. Dalam:Mcphhee SJ, Papadakis MA (ed). 2009. Current Medical Diagnosis and Treatment, edisi 48, hlm.683-685

187

186. Penanganan utama pada kasus No.185 di atas adalah...
a. MgSO4
b. Terminasi kehamilan
c. Antibiotik
d. PPI
e. Transfusi darah

Jawaban : B
Jika diagnosis accute fatty liver of pregnancy sudah ditegakan, maka terminasi kehamilan harus segera dilakukan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Pada saat persalinan, dilakukan pemberian glukosa, platelet, dan plasma.
Referensi:
• Crombleholme WR. Obstetrics and Obstretics Disorders. Dalam:Mcphhee SJ, Papadakis MA (ed). 2009. Current Medical Diagnosis and Treatment, edisi 48, hlm.683-685

188

187. Seseorang ibu melahirkan bayinya saat usia kehamilan 28 minggu dan merupakan anak kelima ANC hanya tiga kali. Pasien melahirkan di bidan saat ini bayi lemas. RR 78 kali/menit. Sianosis, dan retraksi dada. Kemungkinan penyebab ini adalah ...
a. multigravida
b. melahirkan di bidan
c. ANC 3 kali
d. kecil masa kehamilan
e. kelahiran prematur

Jawaban : C
Pembahasan : Faktor risiko anterpartum pada asfiskia meliputi : diabetes pada ibu, hipertensi dalam kehamilan, hipertensi kronis, anemia janin atau isomunisasi, riwayat kematian janin atau neonatus, pendarahab pada trismester 2 dan 3 infeksi ibu, ibu dengan penyakit ( jantung, ginjal, paru, tiroid, atau kelainan neurologi), polihidroamnion, oligohidroamnion, ketuban pecah dini, hidrops fetalis,kehamilan lewat waktu, kehamilan ganda, berat janin tidak sesuai masa kehamilan., terapi obat (magnesium karbinat, beta-bloker), ibu pengguna obat bius, malformasi atau anomali janin, tanpa pemeriksaan antenatal usia ibu 35 tahun.

Referensi
• Dharmasetiawani N. 2010. Asfiksia dan Resusitasi Bayi Baru Lahir. Dalam: Kosim MS, et al. 2010. Buku Ajar Neonatalogi, I edisi 1, hlm. 103-108

189

188. Seseorang wanita berusia 32 tahun melahirkan seorang bayi laki-laki. Selama kehamilannya, ia tidak memiliki dokter yang tetap untuk mengontrol kehamilannya. Dalam 13 hari setelah kelahiran, pada kedua mata anak terjadi bengkak dan tedapat cairan kentaal kuning. Pada pemeriksaan miskroskopik dari cairan tersebut didapatkan badan inklusi intrasitoplasma. Apakah jalur penularan penyakit ini yang paling tepat?
a. transpasental, sebelum kelahiran
b. kontak langsung, selama kelahiran
c.. kontak langsung, setelah kelahiran
d. lewat udara, setelah kelahiran
e. lewat air, setelah kelahiran

Jawaban : B Pembahasan : Chlamydia trachomatis adalah bakteri intraselular obligat dengan siklus perkembangan unik yang membentuk inklusi intrasitoplasmik khas genus. Bakteri ini adalah penyebab infeksi konjungtivitis neonatus yang dapat diidentifikasi paling sering dan konjungtivitis adalah manifestasi klinis utama infeksi klamidia neonatus. Sekitar 30-50% bayi yang dilahirkan dari ibu positif klamidia, berkembang menjadi konjungsitivitis. Jika wanita menderita infeksi klamidia saat hamil, bayinya akan terinfeksi saat persalinan. Masa inkubasi adalah 5-14 hari sesudah persalinan atau lebih awal pada ketuban pecah dini. Manifestasi konjungtivitis inklusi bervariasi berkisar dan injeksi konjungtiva ringan dengan kotoran mukoid sedikit sampai konjungtivits berat, dengan kotoran purulen banyak sekali, kemosis, dan pembentukan pseudomembran.

Referensi
• Arvin AM et al. 1996. Ilmu Kesehatan Anak Nelson, jilid 2, edisi 15, hlm. 1019-1021

190

189. Seoran wanita berusia 36 tahun G2P2A0 dengan usia kehamilan 34-35 minggu datang dengan keluhan keluar cairan dari jalan lahir sejak 1 jam yang lalu. Pada pemeriksaan dalam ditemukan yang lalu. Pada pemeriksaan dala ditemukan kepala sudah masuk dalam rongga panngul, pembukaan lengkap dan ketuban (-). Kesimpulan yang paling tepat pada kasus ini adalah ...
a. belum inpartu
b. inpartu kala I fase laten
c. inpartu kala I fase aktif
d. inpartu kala II
e. inpartu kala III

Jawaban : D

Pembahasan : ketuban akan pecah dengggan sendirinya ketika pembukaan hampir atau lengkap, yaitu saat kala I fase aktif. Pada kali II, his menjadi lebih kuat dan lebih cepat kira-kira 2-3 menit sekali, karena biasanya dalam hal ini kepala janin sudah masuk ruang punggul, maka pada his dirasakan tekanan pada otot-otot dasar panggul, yang secara reflekstoris menimbulkan rasa mengedan. Wanita juga merasa pula tekenan pada rektur dan hendak BAB. Kemudian prineum menonjol dan menjadi lebar dengan anus membuka, labia mulai membuka dan tidak lama kemudian kepala janin rampak pada vulva, kemudian dengan his dan mengejan, kepala janin dilahirkan dan diikuti badan anggota gerak.

Referensi
• Wiknjosatro H et al. 2007. Ilmu Kesehatan, edisi 3, hlm. 182-186.

191

190. Seorang wanita berusia 23 tahun., G1P0A0, datang ke puskesmas untuk pemeriksaan kehamilan. Pasien hamil 36 minggu dan selalu kontrol teratur setiap bulan. Dokter bermaksud melakukan pemeriksaan dalam terhadap pasien ini. Selama pemeriksaan vagina, struktur mana yang bisa dipalpasi?
a. apex vesica urinaria
b. fundus uteri
c. bagian terminal ligmentum teres uteri
d. corpus uteri
e. cervix uteri

jawaban : E

Pembahasan : setelah kehamilan 36 minggu, jaringan dalam rongga panngul lebih lunak dan seharusnya sudah dapat diadakan penilaian dari jalan lahir dengan sebaik-baik. Saat jari dimasukkan ke dalam vagina, kemudian menyusur dinding belakang vagina sampai forniks vagina. Seluruh dinding vagina dinilai apakah ada penyempitan dan apakah seluruhnya lunak. Juga diperhatikan apakah prsio lunak dan serviks telah mulai mendatar. Turunnya kepala ke dalam rongga panggul juga ditentukan, jika belum turun dinilai dengan menekan untuk mengetahui apakah kepala tersebut dapat melewati pintu atas punggul. Kemudian, nilai lengkungan sakrum, spina iskiadika, dinding pelvis, dan distansia tuberum .

Referensi
• Wiknjosatro H et al. 2007. Ilmu Kebidanan, edisi 3, hlm. 182-186.

192

191. Seorang anak berusia 4 tahun datang dengan keluhan gatal dan kemerahan pada lengan. Pada pemeriksaan ditemukan skuamasi disertai erosi dengan eksoriasi pada sela jari, punggung tangan. Diketahui kakak pasien yang sekamar juga menderita hal yang sama. Pengobatan pasien ini adalah..
a. Desoksimetason
b. hidrokortison
c. permetria
d. asam fusidat
e. gameksan


Jawaban : C

Pembahasan : dari anamnesis dan pemeriksaan fisik, diagnosis pasien ini mengarah pada skabies karna memenuhi 2 dari 4 tanda kardinal skabies. Dimana 4 tanda kardinal skabies adalah proritus nokturna, menyerang secara kelompok, adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predilesi seperti sela jari tangan, pergelangan tangan bagian volar siku bagian luar, dan lain-lain, dan juga ditemukan adanya tungau. Pengobatan skabies adalah dengan menggunakan salah satu obat dibawah ini, yaitu :
? Belerang endap 4-2%, dapat dipakai pada bayi berusia kurang dari 2 tahun.
? Emulasi benzil benzoas 20-25%.
? Gama benzena heksaklorida (gameksan) 1%, tidak dianjurkan pada anak berusia dibawah 6 tahun dan wanita hamil karena toksin terhadap susunan saraf pusat.
? Krotamiton 10%.
? Permetrin 5%, tidak dianjurkan pada bayi dibawah usia 2 tahub.

Referensi
• Djuanda A et al. 2005. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi 4, hlm. 122-125.

193

192. Seseorang pria berusia 27 tahun datang dengan keluhan bercak kemerahan yang bertambah banyak dalam 2 hari ini. Didapatkan keropeng pada pipi, mata kemerahan, dan demam namun tidak terlalu tinggi. Riwayat minum obat 5 hari yang lalu. Penderita tidak mempunyai keluhan yang sama sebelumnya. Tanda-tanda vital dalam batas normal. Suhu 38°C. Pada pemeriksaan didapatkan makula eristem, vesikel, bula, papula, dan erosi pada wajah, dada, punggung, lengan, dan tungkai. Pada mulut didapatkan krusta kehitaman dan erosi. Terapi yang paling tepat untuk pertama kali diberikan yang paling tepat untuk pertama kali diberikan adalah...
a. kortikosreroid sistemik
b. antibiotik sistemik
c. antihistamin
d. imunoglobulin
e. rehidrasi

Jawaban : A

Pembahasan : dari anamnesis dan pemeriksaan fisik pada pasien ini mengarah pada sindrom stevens-johnson. Pada sindrom stevens-Johnson, terlihat trias kelainan berupa kelaianan kulit, kelaianan selaput lendir di orifisium, dan kelainan mata. Untuk pengobatannya, obat yang tersangka sebagai kausannya segera dihentikan. Jika keadaan umum pasien baik dan lesi tidak menyeluruh, harus diobati secara tepat dan cepat dan pasien harus dirwat inap. Penggunaan obat kortikosteroid merupakan tindakan live-saving, dapat digunakan deksametason intravena dengan dosis permulaan 4-6 x 5 mg sehari. Pada umumnya,masa kritis akan dilewati setelah beberapa hari.

Referensi
• Djuanda A et al. 2005. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi 4, hlm. 163-165.

194

193. Seorang wanita berusia 30 tahun mengeluh keputihan, warna agak kekuningan,gatal, dan bau. Pada pemeriksaan inspekul didapatkan bercak-bercak merah seperti petekie (strawberry cervix). Dari hasil pemeriksaan laboratorium diharapkan akan ditemukan .....
a. diplococcus intraselular berbentuk kopi
b. pseudohifa dan blastospora
c. bakteri Gram –negatif bebentuk spiral teratur
d. datang Gram-negatif tidak memiliki kapsul dan tidak bergerak
e. parasit bebentuk oval dengan flagela

jawaban : E

Pembahasan : pada anamnesis dan pemeriksaan fisik pasien ini mengarah pada diagnosis trikomoniasis. Trikomoniasis pada wanita terutama menyerang dinding vagina. Pada kasus akut terlihat skret vagina seropurulen berwarna kuning-kekuningan, kuning-hijau, berbau tidak enak. Dan berbusa. Dinding vagina tampak kemerahan dan sembap. Kadang terbentuk abses kecil pada dinding vagina dan serviks, yang tampak sebagai granulasi berwarna merah dan dikenal sebagai Strawberry appearance dan diserti gejala dispareunia, perdarahan pascakoitus, dan perdarahn intermenstrual. Penyebab trikomoniasis adalah Trichomonas vaginalis yang merupakan flagelata berbentuk filiformis (bebrbentuk oval dengan flagel). Diplococcus intraselular berbentuk kopi merupakan bentuk Neisseria gonorrhoeae penyebab gonore. Pseudohifa dan blastopspora merupakan bentuk dari Candida albacans penyebab kandidiasis. Bakteri Gram-negatif tidak memiliki kapsul dan tidak bergerak merupakan bentuk dari Gardnerella vaginalis penyebab vaginosis bakterialis.

Referensi
• Djuanda A, et sl. 2005. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi 4, dlm 382-383.

195

194. Bayi perempuan usia 8 bulan dengan kemerahan dan gatal di lipat paha dan pangkal paha. Anak menggunakan pampers seharian dan makin gatal dengan keringat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan makula eritema,batas tegas dengan lesi satelit. Apa diagnosanya?
a. Tinea kruris
b. Kandidiasis intertrigo
c. Dermatitis kontak alergi
d. Dermatitis kontak eritan
e. Eritramasa

Jawaban : B
? Kandidiasis adalah penyakit jamur akibat candida albicans yang dapat mengenai selaput lendir, kulit, ataupun organ sistemik lainnya. Kandidiasis intertriginosa merupakan lesi didaerah lipatan kulit ketiak, kulit paha intergluteal, lipat payudara, antara jari tangan dan kaki, glans penis, dan umbilikus. Pada daerah kulit berupa bercak yang berbatas tegas, bersisik, bsah dan eritematosa. Lesi dikelilingi oleh satelit berupa vasikel-vasikel dan pustul-pustul kecil atau bula yang bila pecah meninggalkan daerah yang erosif.
? Tinea kruris adalah dermatofitosis pada lipat paha,daerah perineum, dan sekitar anus. Kelainan kulit yang tampak pada sela paha merupakan lesi berbatas tegas, peradanagn pada tepi lebih nyata dari pada bagian tengahnya.
? Eritrasma adalah penyakit bakteri kronis pada stratum korneum yang disebabkan oleh corynebacterium minutissimum, ditandai dengannya lesi berupa eritema dan skuma halus terutama di daerah ketiak dan lipat paha. Perluasan lesi terlihat pada pinggir yang eritematosa dan serpiginosa. Lesi tidak menimbul dan tidak terlihat vesikulasi.
? Dikenal dua macam dermatitis kontak, yaitu dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergi.Dermatitis iritan merupakan reaksi peradangan kulit non-imunologik jadi kerusakan terjadi langsung tanpa didahului proses sensitiasi. Sebaliknya, dermatitis kontak alergi terjadi pada orang yang telah mengalami sensitiasi terhadap sutu alergen.
Referensi
Djuanda A,et al. 2005. Ilmu penyakit kulit dan kelamin,edisi 4, hlm. 106-109

196

195. seorang pria berusia 30 tahun mengeluh gatal-gatal dilipat paha sejak 2 minggu, bertambah saat berkeringat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan makula eritema, dengan tepi polisiklik, tepi terdapat papul dan vesikel, dengan skuama dan central healing pada daerah lipat paha, perineum, dan perianal. Diagnosis pasien ini adalah...
a. Tine kruris
b. Tinea korpoori
c. Kandidiasis intertriginosa
d. Eritrasma
e. Dermatitis kontak alergi

Jawaban : A
? Tinea kruris adalah dermatofitosis pada lipat paha, daerah perineum, dan sekitar anus. Kelainan kulit yang tampak pada sela paha merupakan lesi berbatas tegas, peradangan pada tepi lebih nyata dari pada bagian tengahnya.
? Tinea korporis adalah dermatofitosis pada kulit tidak berambut berupa lesi bulat dan lonjong, berbatas tegas terdiri atas eritema, skuama, kadang-kadang dengan vasikel dan papul di tepi. Daerah tengahnya biasanya tenang. Lesi umumnya berupa bercak-bercak terpisah satu sama lain ataupun lesi dengan pinggir polisiklik, karena beberapa lesi menjadi satu. Kandidasi adalah penyakit jamur akibat candida albicans yang dapat mengenai selaput lendir, kulit, ataupun organ sistemik lainnya.
? Kandidasi intertriginosa merupakan lesi didaerah lipatan kulit ketiak, lipatan paha, intergluteal, lipat payudara, antara jari tanagn dan kaki, glans penis dan umbilikus. Pada daerah kulit berupa bercak yang berbatas tegas bersisik, basah dan eritematisa. Lesi dikelilingi oleh satelit berupa vesikel-vesikel dan pustul-pustul kecil atau bula yang bila pecah meninggalkan daerah erosif.
? Eritrasma adalah penyakit bakteri kronis pada stratum korneum yang disebabkan oleh corynebacterium minutissimum, ditandai dengannya lesi berupa eritema dan skuma halus terutama di daerah ketiak dan lipat paha. Perluasan lesi terlihat pada pinggir yang eritematosa dan serpiginosa. Lesi tidak menimbul dan tidak terlihat vesikulasi.
? Dermatiti skontak alergi terjdai pada orang yang telah mengalami sensitisasi terhadap suatu alergen.
Referensi
Djuanda A,et al. 2005. Ilmu penyakit kulit dan kelamin,edisi 4, hlm. 94-95

197

196. karena tidak puas dengan pelayanan di suatu rumah sakit, seorang pria berusia 40 tahun memutuskan pindah kerumah sakit lain untuk mengobati penyakit TBC-nya. Ketika ia meminta rekam medis dari rumah sakit lama,administrasi rumah sakit menolak unntuk memberikan dokumen tersebut karena dikatakan rekam medis tersebut merupakan arsip rumah sakit dan hanya memberikan resume keadaan terakhir pasien,. Siapakah yang berhak memiliki berkas rekam medis tersebut?
a. Pasien
b. Dokter
c. Rumah sakit
d. Pasien dan dokter
e. Dokter atau rumah sakit

Jawaban : E
Kepemilokan rekammedis,sesuai UU praktik kedokteran, berkas rekam medis menjadi milik dokter, dokter gigi, atau sarana pelayanan kesehatan ,sedangkan isi rekam medis dan lampiran dokumen menjadi milik pasien..
Referensi
Alwy S, Sjamsuhidajat.2006. Manual rekam medis. Tersedia di http://inamc.or.id//download/manual%20Rekam?20medis.pdf.

198

197. Berikut ini yang merupakan salah satu bentuk usaha pencegahan sekunder terhadap perjalanan suatu penyakit adalah...
a. Memusnahkan atau menghancurkan agen penyskit ysng berbahaya
b. Mencegah terjadinya kontak antara agen penyakit dan pejamu dengan memutus rantai penularan
c. Mencegah kecacatan lebih lanjut
d. Mendeteksi penyakit secara cepat dan murah dengan skrining
e. Meningkatkan daya tahan tubuh pejamu terhadap agen penyakit

Jawaban : D
Tabel 2.23 Tahapan usaha pencegahan terhadap perjalanan suatu penyakit (level of prevention)
Prapatogenesis
Tindakan preventif primer Tindakan preventif sekunder Tindakan preventif tersier
Promosi kesehatan Diagnosis dini Limitasi kecatatan
Promosi spesifik Terapi adekuat Rehabilitasi
Tes skrining

Referensi
Chandra B. 2009. Ilmu kedokteran pencegahan dan komunitas, hlm. 14-17

199

198. Seorang pria berusia 24 tahun, datang dengan hidung kanan tersumbat, sekret kental berbau busuk, gangguan penghidu, sering sakit kepala dan nyeri pada daerah pipi.keluhan sudah dirasakan pasien selama 2 minggu. Pemeriksaan penunjang apa yang diperlukan pada kkasus diatas?
a. Foto posisi waters
b. Foto posisi caldwell
c. Foto posisi owen
d. Foto posisi rhese
e. Foto posisi schuller

Jawaban : A
Gambaran pada kasus ini mengarahkan diagnosis pada sinusitis akut. Di mana gejala pada sinusitis akut terbagi menjadi gejala subjektif dan gejala lokal, gejala sistematik meliputi demam dan rasa lesu, sedangkan gejala lokal antara lain terdapat ingus kental yang terkadang berbau dan dirasakan mengalir ke nasofaring, hidung tersumbat, rasa nyeri didaerah sinus yang terkena,serta kadang di tempat lain karena nyeri alih. Pada pemeriksaan fisik, dapat ditemukan pembekakan di daerah wajah sesuai dengan sinus yang terkena. Dari rinoskopi anterior,tampak mukosa konka hiperemis dan adema, kadang ditemukan nanah. Pemeriksaan penunjang untuk sinusitis meliputi pemeriksaan transiluminasi, dimana sinus yang sakit akan tampak suram atau gelap. Pemeriksaan radiologi pilihan untuk sinusitis adalah dengan posisi waters, PA, dan lateral, akan tampak perselubungan atau penebalan mukosa atau batas cairan udara pada sinus yang sakit. Posisi Caldwell dan Rhese (etmoid) juga dapat digunakan untuk menunjang diagnosisi, sedangkan posisi Schuller dan owen biasa digunakan untuk mendiagnosis mastoiditis.
Referensi
Mangunkusumo E, Rifky N. Sinusitis. Dalam: soepardi EA,iskandar n (editor), 2006. Buku kesehatan telinga hidung tenggorokan kepala leher, edisi 5, hlm. 120-124

200

199. seorang anak perempuan berusia 8 tahun datang dengan keluhan nyeri menelan dan gatal di tenggorokan, pasien juga mengeluhkan batuk, pilek, demam, dan tidak mau makan. Dari pemeriksaan fisik didapatakan faring hiperemis, eksudut putih kotor pada tonsil dan membentuk membran semu. Terapi yang tidak diberikan pada kasus ini adalah...
a. Antipiretik
b. Vitamin c dosis tinggi
c. Kortikosteroid
d. Antibiotik
e. Antidifteri serum

Jawab : B
Pada kasus ini diagnosa mengarah pada tonsilitis difteri, di mana gejala dan tanda meliputi:
? Gejala umum meliputi demam, nyeri kepala, tidak nafsu makan, badan lemah, nadi lambat, serta keluhan nyeri menelan.
? Gejala lokal berupa tonsil membengkak ditutupi bercak putih kotor yang makin lama makin meluas dan bersatu membentuk membran semu. Membran ini melekat erat pada dasarnya, sehingga bila diangkat akan mudah berdarah. Jika penyakit ini terus berlanjut, kelnjar linfa leher akan terus membengkak dan membentuk bull neck.
? Gejala akibat eksotoksin, kerusakan dapat mencapai jantung, saraf kranial, dan ginjal.
Terapi oada tonsilitis difteri, meliputi ;
? Antidifteri serum diberikan segera tanpa menunggu hasil kultur, dengan dosis 20.000-100.000 unit bergantung usia dan berat penyakit.
? Antibiotik penisilin atau eritromisin 25-50 mg/kgBB dibagi 3 dosis selama 14 hari.
? Kortikosteroid 1,2 mg/kgBB per hari.
? Antipiretik
Referensi
Rusmarjono, soepardi EA. Penyakit serta kelainan faring dan tonsil. Dalam; soepardi EA,Iskandar N (editor). 2006. Buku kesehatan telinga hidung tenggorokan kepala leher,edisi 5, hlm. 181-182

201

200. seorang laki-laki berusia 18 tahun datang dengan keluhan mengalami penurunan pendengaran. Tidak ada demam dan keluar cairan dari telinga. Dari hasil pemeriksaan pendengaran didapatkan hasil tes garpu tala rinne (-), weber lateralisasi ke kanan, schwabach memanjang. Diagnosis yang sesuai untuk kasusu dia atas adalah..
a. Tuli sensorineural kanan
b. Tuli sensorineural kiri
c. Tuli konduktif kanan
d. Tuli konduktif kiri
e. Tuli campuran

Jawaban : C
Tabel 2.24 Penilaian Garpu Tala
Tes Rinne Tes Weber Tes Schwabach Diagnosis
Positif Tidak ada lateralisasi Sama dengan pemeriksa Normal
Negatif Lateralisasi ketelinga yang baik memanjang Tuli konduktif
posistif Lateralisasi ke telinga yang sehat memendek Tuli sensorineural

Referensi
Hendarmin H, et al. Gangguan pendengaran (Tuli). Dalam: soepardi EA, Iskanadar N (editor). 2006. Buku kesehatan telinga hidung tenggorokan kepala leher, edisi 5, hlm. 16-17