UKDI 8 Flashcards Preview

UKMPPD MALAHAYATI > UKDI 8 > Flashcards

Flashcards in UKDI 8 Deck (200):
1

1. Seorang wanita berusia 40 tahun yang berperawakan gemuk mengeluh sakit diabdomen kanan atas. Pada pemeriksaan USG didapatkan kandung empedu dengan ukuran membesar, tebal dinding 8 mm disertai gambarandouble rims, tampak bayangan hiperekhoik disertai acoustic shadow posterior berukuran 2 cm dan pluge intraluminal.
Apakah diagnosis yang mungkin?
a. Hidrops vesika felea
b. Tumor vesika felea
c. Kolesistitis kronis
d. Kolongitis akut
e. Koloesistitis akut dan kolelitiasis

1. Jawaban: E
Keluhan yang agak khas untuk serangan kolesistitis akut adalah kolik perut disebelah kanan atas atau episgastrium dan nyeri tekan, serta kenaikan suhu badan. Kadang-kadang rasa sakit menjalar ke pundak dan episgastrium dan nyeri tekan serta kenaikan suhu badan. Kadang-kadang rasa sakit menjalar ke pundak dan dapat berlangsung sampai 60 menit tanpa reda. Berat ringannya keluhan sangat bergantung dari adanya kelainan inflamasi yang ringan sampai dengan gangrene atau perforasi kandung empedu. Pada kepustakaan barat sering dilaporkan bahwa pasien kolesistitis akut umumnya wanita, bertubuh gemuk dan berusia diatas 40 tahun tetapi menurut lesmana LA dkk, hal ini tidak selalu sesuai untuk pasien-pasien dinegara kita.
Gambaran USG berupa kandung empedu yang membesar dengan tebal dinding 8 mm disertai gambaran double rims serta adanya bayangan hiperekhoik disertai acoustic shadow posterior berukuran 2 cm dan menimbulkan komplikasi berupa kolesistitis akut. Patogenesis kolesistitis akut akibat tertutupnya duktus sistikus oleh batu terjepit. Kemudian terjadi hidrops dari kandung empedu.
Referensi:
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, edisi IV, hal 479, 481.

2

2. Seorang wanita datang dengan keluhan dyspepsia, pada endoskopi ditemukan massa dengan permukaan yang tidak beraturan. Pada hasil biopsy ditemukan adenokarsinoma esophagus. Apakah yang merupakan awal terjadinya keadaan ini?
a. Esofagitis akut
b. Esofagitis kronis
c. Esofagitis ulseratif
d. Esofagus barrett
e. Esofagitis erosit

2. Jawaban: D
Telah diketahui bahwa esophagus barret merupakan keadaan paradigm untuk adenokarsinoma esophagus. Keadaan paradigm ini disertai esofagitis kronik refluks, tidak terbukti ada kaitannya dengan alcohol dan rokok seperti pada squamous cell carcinoma pada esophagus. Perbedaan epidemiologis lainnya adalah adenokarsinoma jarang ditemukan pada ras kulit hitam. Sebagian besar tumor ini terdapat dekat esophagogastric junction, cenderung massif dan invasive serta menyebar ke kelenjar regional, jarang bermetatastasis ke hati.
Referensi:
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, edisi IV, hal 330.

3

3. Seorang pasien pria berusia 30 tahun mempunyai IgM HBV (+). Kakaknya meninggal karena sirosis hepatis dan kakeknya meninggal karena kanker hati. Untuk mengetahui replekasi sel yang perlu diperiksa adalah
a. HbsAg
b. Anti HBs
c. Anti HBc
d. HBeAg
e. HbcAg

3. Jawaban : D
Adanya IgM HBV (+) menunjukkan bahwa pasien mengalami infeksi hepatitis B. Parameter untuk mengukur replikasi virus hepatitis B adalah HBeAg dan Anti-Hbe serta kadar DNA virus hepatitis B.
Referensi:
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, edisi IV, hal 436.

4

4. Seorang wanita berusia 43 tahun dengan berat badan 80 kg mempunyai keluhan nyeri perut, mata dan kulitnya kuning. Pada USG tampak batu empedu. Hasil laboratorium yang meningkat adalah
a. Bilirubin direk
b. Bilirubin indirek
c. Urobilinogen urin
d. Urobilinogen feses
e. Sterkobilin

4. Jawaban : A
Adanya obstruksi mekanis pada duktus koledokus akibat batu empedu mengakibatkan kolestatik pascahepatik. Pada keadaan ini, kadar bilirubin terkonjugasi (bilirubin direk) akan mengalami peningkatan yang nyata di dalam serum dan dapat melampaui 500 mmol/L ( 30 mg/dL). Warna urin akan menjadi lebih gelap karena adanya bilirubun terkonjugasi tetapi urobilinogen tidak ditemuan. Feses tampak pucat karena kurang mengandung pigmen empedu da biasanya mengandung lemak. Penumpukan garam-garam empedu didalam daerah diperkirakan menjadi penyebab timbulnya pruritus dan bradikardia yang lazim dijumpai pada jenis ikterus ini
Referensi:
Bedside Diagnosis, edisi 13, hal 229.

5

5. Seorang wanita berusia 72 tahun mengeluhberak darah dalam 3 bulan ini. Saat dilakukan colon in loop didapatkan gambaran filling defect berbentuk tipe anular didaerah rektosigmoid. Diagnosis radiologis yang mungkin pada penderita ini adalah
a. Polip rektosigmoid
b. Hemoroid interna didaerah rektosigmoid
c. Divertikulosis rektosigmoid
d. Karsinoma rektosigmoid
e. Tuberculosis rektosigmoid

5. Jawaban: D
Keluhan berak darah (perdarahan per anus/ hematokezia) merupakan keluhan yang paling sering dirasakan pasien kanker kolerektal. Pada colon in loop tampak penonjolan ke dalam lumen (protruded lesion). Deformitas dinding kolon (coloic wall deformity) dapat bersifat memiliki tipe simetris/ anular (napkinring) atau asimetris (app;e core). Lumen kolon sempit dan irregular.
Referensi
1. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, edisi IV, hal 377
2. Radiologi Diagnostik, hal 35.

6

6. Petugas kama operasi tidak bisa mengklarifikasikan operasi bersih atau kontaminasi. Yang tergolong dalam operasi bersih terkontaminasi adalah
a. Open kolesistektomi untuk kolesistitis
b. Herniorafi dengan mesh
c. Eksisi modul dengan diseksi kelenjar aksila
d. Apendiktomi dengan abses
e. Luka tembak abdomen mengenai usus halus dan kolon sigmoid


6. Jawaban: A
Deskripsi Klasifikasi Luka operasi
Luka Bersih
• Luka yang dibuat secara elektif, ditutup secara primer, tidak disalirkan (Tidak didrainase).
• Luka non trauma, tidak ternfeksi
• Luka tidak ada inflamasi. Asepsis tidak mengganggu.
• Tidak terkontaminasi oleh traktus repiratorius, digestivus, genitourinarius, atau orofaringeal yang terbuka.
Luka Bersih terkontaminasi
• Luka yang disertai dengan pembukaan yang terkontrol dari traktus digestivus, genitourinarius dan tanpa kontaminasi yang tidak biasa.
• Apendektomi
• Orofaring yang terbuka/luka dengan membuka orofaring
• Luka dengan membuka vagina
• Luka dengan membuka traktus genitourinarius pada kondisi tidak adanya kultur urin yang positif.
• Luka dengan traktus biliaris yang terbuka walaupun tidak ada infeksi bilus.
• Teknik minor yang terganggu
• Luka disalurkan/didrainasi secara mekanik.
Luka Terkontaminasi
• Luka traumatic baru yang terbuka
• Kebocoran yang berat dari traktus gastrointestinal
• Luka dengan membuka traktus genitouriner dengan urin atau bilus yang terinfeksi
• Gangguan teknik operasi yang berat.
• Insisi pada tempat yang mengalami inflamasi akut nonpurulen.
Luka kotor dan terinfeksi
• Luka traumatic dengan jaringak nekrosis yang tertinggal, adanya benda asing terkontaminasi feses atau pengobatan yang terlambat atau luka yang berasal dari sumber yang kotor.
• Perforasi saluran pencernaan
• Inflamasi bacterial akut dengan pus selama operasi.

7

7. Seorang penderita datang dengan keluhan inkontensia alvi. Dari anamnesis diketahui bahwa 1 bulan yang lalu ia menjalani eksisi abses pada anus. Kemungkian penyebab dari inkontenensia tersebut adalah
a. Kerusakan n. rektalis inferior
b. Kerusakan tunika sirkularis rectum
c. Kerusakan sfingter ani eksterna
d. Kerusakan aliran darah menuju anus
e. Kerusakan sfingter ani interna

7. Jawaban: C
Segala kelainan yang disertai dengan gangguan sensibilitas rectum dan anus dan faal otot anorektal dapat menyebabkan inkontinensia alvi. Terdapat 2 jenis kausa yaitu neurologic dan traumik. Pada inkontinesia traumatic atau iatrogenic, sfingter anus rusak. Defek di sfingter biasanya dapat di raba dan dilihat karena gambaran pengerutan kulit di sekitar anus juga hilang. Fungsi otot anorektumdapat ditentukan dan diukur denga manometri didalam anus dan rectum.

8

8. Seorang pria berusia 55 tahun dalam keadaan tidak sadar dibawa oleh keluarganya ke puskesmas. Berdasarkan cerita keluarganya, pria ini telah sering menjalani opname di rumah sakit karena gejala sakit yang sama. Mulai tadi pagi ia tidak sadarkan diri. Sebelum tidak sadar, malam harinya ia mengadakan pesta perkawinan anaknya dan ia makan banyak sekali, yang pada keadaan biasa ia tidak mempunya nafsu makan.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan ascites,sklera mata berwarna kuning, tangan dan tugkai kurus, terdapat endama di kedua kakinya, dan ada fetor ex ore. Ada gambaran vena kolateral di abdomen. Keadaan tidak sadar diri penderita ini kemungkinan disebabkan oleh ...
A. Keracunan makanan
B. Kebanyakan minum alkohol
C. Kecapaian
D. Keracunan amonia
E. Keracunan urea

Jawaban: D
Gejala penurunan kesadaran pada pasien ini yang disertai dengan temuan pada pemeriksaan fisik yang berupa ascites,sklera mata berwarna kuning, tangan dan tungkai kurus, terdapat edma di kedua kakinya, fetor ex ore, serta gambaran vena kolateral diabdomen mengarahkan kepada satu diagnosis, yaitu adanya gangguan sistem saraf sentral yang berhubungan dengan penyakit hati dan kegagalan faal hati. Koma reversible terjadi pada penderita yang mengidap penyakit hati yang berat dan berlangsung menahun, yang mengonsumsi protein secara berlebihan. Keadaan ini disebabkan oleh penyerapan hasil metabolisme protein yang mengandung nitrogen dari usus. Akibatnya, dapat terjadi kenaikan kadar amoia yang tajam yang erat hubungannya dengan gejala gangguan saraf sentral. Jika sumber pembentukan amonia akan bangun dari koma
Referensi
Buku Ajar Ilmu Bedah, hal. 921

9

9. Seorang pria berusia 35 tahun mengeluh selama 10 hari ini badanya terasa lemas, perut terasa mual, mata berwarna kuning dan urin berwarna coklat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan sklera mata ikterus, pembesaran hati 3 jari dibawah arkus kosta, kenyal, dan sedikit nyeri tekan. Pemeriksaan yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis awal adalah ...
A. Pemeriksaan bilirubin dan transaminase darah
B. Ultrasonografi
C. CT scan
D. Biopsi hati
E. Endoskopi

Jawaban : A
Pada pasienn ini,keluhan badan lemas, perut mual, mata kuning, dan urin berwarna cokelat, serta temuan dari pemeriksaan fisik berupa sklera mata ikterus, pembesaran hati 3 jari dibawah arkus kosta, kenyal, dan sedikit nyeri tekan, mengarahkan diagnosis pada hepatitis, meskipun kuasa dari hepatitis itu sendiri belum diketahui. Pada kondisi demikan, pemeriksaan yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis awal dari penyakit ini adalah dengan melakukan pemeriksaan kadar bilirubin dan transaminase darah. Gambaran biokimia yang utama adalah peningkatan kadar serum alanin dan aspartat aminotransferase darah. Kadar serum bilirubin meningkat, namun jarang melebihi 10 mg/dL, kecuali pada hepatitis dengan kolestasis.

Referensi
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, edisi VI, hal. 431

10

10. Seorang wanita berusia 30 tahun datang ke polikinik penyakit dalam dengan keluhan heart burn. Yang sudah dirasakan sekitar 5 tahun. Pada pemeriksaan ultrasonografi abdomen, Elektrokardiografi dan foto toraks PA menunjukan hasil yang normal, kemudian dilakukan pemeriksaaan gastroduodenografi. Kelainan yang paling mungkin didapatkan dari pemeriksaan gastroduodenografi ini adalah ...
A. Akalasia
B. Sliding hernia
C. Gastritis atrofikans
D. Duodenitis
E. Esofagitis

Jawaban : E
Keluhan heart burn diartikan sebagai rasa nyri atau terbakar substernal/retrosternal/dada. Kadang-kadang rasa tidak enak pada retrosternal ini mirip dengan keluhan pada serangan angina pektoris. Keluhan heart burn biasanya merupakan gejala yang mengarahkan pada diagnosis esofagitis. Pada pasien ini, dari pemeriksaan elektrokardiografi tidak dijumpai adanya kelainan, sehingga kecurigaan ke arah angina pektoris dapat disingkirkan. Hasil pemeriksaan USG abdomen dan foto toraks PA yang tidak menunjukkan adanya kelainan menyingkirkan diagnosis akalasia dan sliding hernia. Pada akalasia, pemeriksaan radiologis foto polos dada akan menunjukkan gambaran kontur ganda di atas mediastinum bagian kanan, seperti mediastinum melebar dan adanya gambaran batas cairan dan udara.
Keadaan ini akan didapatkan pada stadium lanjut. Dengan pemeriksaan gastroduodenografi diharapkan keadaan mukosa esofagus dapat teramati, meskipun pemeriksaan ini kurang peka dan seringkali tidak menujukkan kelainan terutama pada kasus esofagitis ringan

Referensi
1. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I,edisi IV, hal. 317-319, 322-323
2. Buku Ajar Ilmu Bedah, hal 679-683

11

11. Seorang wanita berusia 29 tahun mempunyai keluhan utama nyeri dipinggang kanan, demam, dan kadang-kadang menggil. Pemeriksaan fisik menunjukan suhu badan 39,30C, denyut nadi 120 kali/menit, frekuensi pernapasan dan tekanan darah normal, dan nyeri perkusi sudut kostovertebra kanan. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan Hb 12,6 g/dL, leukosit 12.400/uL, trombosit 276.000/uL,ureum 34, kreatinin 1,4 mg/dL. Hasil urinalisis yaitu albumin (+1), silinder leukosit, leukosit 10-12lpb. Diagnosis yang paling mungkin adalah
A. Divertikulitis
B. Apendisitis
C. Sistitis akut
D. Vesikolitiasis
E. Pielonefritis

Jawaban : E
Pada kasus ini pasien mengalami demam disertai nyri pinggang dan nyri perkusi pada sudut kostovertebra kanan. Selain itu, pada pemeriksaan urin didapatkan silinder leukosituria. Hal ini dapat mengarahkan pada terjadinya pielonefritis.
Silinder (casts) adalah mukoprotein Tamm-Horsfall yang diekskresikan oleh epitel tubulus ginjal, membentuk medium dasar yang menangkap beberapa sel seperti eritosit (membentuk silinder eritrosit ) atau leukosit yang membentuk silinder leukosit. Kondisi yang dapat meningkatkan ekskresi protein Tamm-Horsfall antara lain pieloneftritis, gagal ginjal kronis, dan aktivitas fisik. Silinder leukosit signifikan terjadi pada pielonefritis akut. Pasien dengan sistitis akut akan mengalami nyeri pada daerah suprapubis, pasien dengan apendisitis akut akan mengalami pada nyeri daerah McBurney ( right lower quadrant), pasien dengan divertikulitis akan mengalami nyeri pada daerah left lower quadrant yang berkurang dengan defeksi. Sedangkan paseien dengan vesikolitiasi biasanya akan mengalami nyeri suprapublik pada akhir miksi karena iritasi batu terhadap dinding vesika urinaria

12

12. Organisme yang merupakan etiologi infeksi saluran kemih yang juga merupakan penyebab batu saluran kemih, brersifat Gram-negatif , dan sensitif terhadap antibiotik golongan kuinolon adalah ...
A. Pseudomonas
B. E. coli
C. Staphylococcus
D. Mycoplasma
E. Neisseria

Jawaban : A
Semua bakteri yang disebutkan dalam pilihan jawaban dapat meyebabkan infeksi saluran kemih. Bakteri-bakteri seperti Proteus,Pseudomonas,Providensia,Klebsiella,Staphylococcus dan Mycoplasman dilaporkan dapat mencetus terbentuknya batu Struvit pada saluran kemih karena termasuk ke dalam urea-splitting organism. Pada pilihan jawaban yang ada, yang merupakan bakteri Gram-negatif adalah E. Coli dan Pseudomonas, keduanya sensitif terhadap siprofloksasin ( kuinolon).

13

13. Seorang pria datang ke UGD karena sulit buang air kecil yang disertai dengan nyeri. Pada anamnesis didapatkan riwayat jatuh dari sepeda. Pada pemeriksaan fisik terjadi bloody discharge. Tindakan yang tepat adalah ...
A. Kateter
B. Uretrografi
C. Sistostomi
D. Kateter kondom
E. Diuretik

Jawaban : C
Pada kasus ini, pasien mengalami bloody discharge uretra (meatal bleeding) disertai sulit buang air kecil. Paisen juga mengalami riwayat jatuh dari sepeda yang merupaka faktor resiko terjadinya straddle injury yang dapat mencederai uretra anterior. Pada kondisi seperti ini, hal pertama yang paling tepat dilakukan adalah sistostomi. Pemasangan kateter Foley tidak disarankan karena dikhawatirkan dapat memperburuk cedera uretra yang telah terjadi. Uretrografi dapat dilakukan setelah tindakan awal untuk menetukan diagnosis pasti.
Cedera pada uretra dapat berupa kontusio uretra atau ruptur uretra. Pada kontusio uretra, pasien mengeluh adanya perdarahan per uretra atau hematuria pada awal miksi (inisial hematuria). Jika terdapat robekan pada korpus spongiosium, dapat terlihata adanya hematoma pada penis (jika fascia Buck tidak robek) atau terjadi hematoma pada skrotum berbentuk kupu-kupu (butterfly hematoma) jika fascia Buck robek dan hanya dibatasi fascia Colles. Pemeriksaan uretrografi pada kontusio uretra tidak menunjukkan adanya ekstravasasi kontras, sedangkan pada ruptur uretra menunjukkan terjadi ekstravasasi.
Kontusio uretra tidak memerlukan tindakan khusus, tetapi mengingat cedera ini dapat menimbulkan striktur uretra dikemudaian hari, maka setelah 4-6 bulan perlu dilakukan pemeriksaan uretrografi ulangan. Pada ruptur uretra persial dengan ekstravasasi ringan, cukup dilakukan sistostomi untuk mengalihkan aliran urin. Kateter sistomi dipertahankan sampai 2 minggu dan dilepas setelah diyakinkan melalui pemeriksaan uretrografi bahwa tidak ada ekstravasasi kontras atau tidak timbul striktur uretra. Namun, jika timbul striktur uretra, maka perlu dilakukan reparasai terlebih dahulu.
Referensi
Purnomo B, 2003, Dasar-dasar Urologi, edisi 2, hal. 99-101

14

14. Seorang wanita berusia 25 tahun dengan usia kehamilan 8 bulan mengeluh nyeri perut dan disuria 48 jam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu badan 390 C. Hasil pemeriksaan urin menunjukkan bakteri (+). Glukosa (-), protein (-), kemudian dilakukan kultur. Sambil menunggu hasil kultur, antibiotik apa yang dapat diberikan sebagai pilihan ?
A. Sefadroksil (sefalosporin generasi 1)
B. Penisilin V
C. Tetrasiklin
D. Seftriakson (sefalosporin generasi 111)

Jawaban : B
Dari beberapa gejala dan tanda yang ada, pasien dapat diperkirakan mengalami sistitis akut. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa saat ini pasien dalam kondisi trimeste 3. Wanita hamil yang mengalami sistitis akut direkomendasikan untuk mendapatkan terapi antibiotik dengan pivmesilinam (turunan penisilin)selama 7 hari. Fosfomisin trometamol ( 3 gram dosis tunggal) atau sefalosporin generasi II atau III dapat menjadi kandidat terapi jangka pendek. Selama masa kehamilan, kuinolon, tetrasiklin, trimetoprim tidak boleh digunakan pada trimester 1, sementara sulfonamida tidak boleh digunakan pada trimester 3.
Wanita hamil yang mengalami bakteriuria harus mendapatkan antibiotik berupa penisilin, sefalosporin oral atau fosfomisin. Amoksisilin tidak direkomendasikan karena tingkat resistensi yang tinggi.
Sebagai perbandingan, wanita hamil yang mengalami pielonefritis akut, terapi antibiotik pilihannya adalah sefalosporin generasi I atau II, aminopenisilin + inhibitor beta-laktam atau dapat digunakan aminoglikosida. Dibawah ini terdapat daftar efek beberapa antibiotik terhadap kehamilan.

15

15. Seorang anak laki-laki, berusia 23 bulan dengan berat badan 6,1 kg dan tinggi badan 78 cm, dibawa ibunya ke dokter karena terlalu kurus. Dari pemeriksaan fisik didapatkan anak cengeng, terlihat sayu, oto hipotrofi, jaringan subkutannya sedikit, serta edema pada dorsum pedis. Ibunya mengatakan bahwa setiap kali memberi makan ia muntah. Kemungkinan diagnosisnya adalah .....
a. Gizi kurang
b. KEP marasmus
c. KEP campuran (marasmik-kwashiorkor)
d. Gangguan metabolik
e. KEP kwashiorkor

Jawaban : (C). Maninutrisi energi protein (MEP) merupakan salah satu dari empat masalah gizi utama di Indonesia. Pada MEP ditemukan berbagai macam keadaaan patologis, tergantung ber at ringannya kelainan. Berdasarkan lama dan jumlah kekurangan energi protein, MEP diklasifikasikan menjadi:
1. MEP derajat ringan (gizi kurang)
2. MEP derajat berat (gizi buruk)
Gizi kurang belum menunjukan gejala khas, belum ada kelainan bio kimia, namun hanya ditemukan gangguan pertumbuhan. Pada gizi buruk, selain gejala klinis, juga ditemukan kelainan biokimia yang khas sesuai dengan bentuk klinis. Pada gizi buruk ditemukan 3 bentuk klinis yaitu kwashiorkhor, marasmus, dan marasmus-kwashiorkor.
Pada pemeriksaan fisik dapat diperoleh kondisi fisik sebagai berikut:
1. MEP ringan
• Pertumbuhan linear berkurang atau terhenti
• Kenaikan berat badan berkurang atau terhenti
• Lingkar lengan atas menurun
• Maturasi tulang terhambat
• Rasio berat badan tettap tinggi badan normal atau menurun
• Tebal lipatan kulit normal atau menurun
• Anemia ringan
• Aktivitas dan perhatian kurang jika dibandingkan dengan anak sehat
• Adakalanya dijumpai kelainan kulit dan rambut

2. MEP berat
Kwashiorkor
• Perubahan mental sampai apatiss
• Edema sering dijumpai
• Atrofi otot
• Gangguan sistem gastrointestinal
• Perubahan rambut
• Perubahan kulit
• Pembesaran hati
• Anemia
Marasmus
• Penampakan wajah seperti orang berusia lanjut
• Perubahan mental
• Kulit kering, dingin, dan mengendor
• Rambut kering, tipis, dan mudah rontok
• Lemak subkutan menghilang sehingga turgor kulit berkurang
• Otot mengalami atrofi sehingga terlihat jelas
• Sering diare atau konstipasi
• Kadang terdapat bradikardia
• Tekanan darah lebih rendah dibandingkan teman sebayanya
• Kadang frekuensi pernafasan menurun
Marasmus-Kwashiorkor
Gejala menunjukkan kombinasi campuran dari jenis Marasmik dan Kwashiorkor
Pada kasus ini pasien menunjukkan tanda marasmik berupa kurus, otot hipotropi, tetapi pasien juga mengalami edema pada dorsum pedis (tanda kwashiorkor), sehingga MEP yang terjadi adalah tipe campuran.
Referensi
Nasar SS et al, 2005, Standar Pelayanan Medik Kesehatan Anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia, hal. 217-219.

16

16. Berapa kalori yang dibutuhkan untuk fase inisial untuk pasien pada kasus No. 15 diatas?
a. 350 kal/hari
b. 450 kal/hari
c. 550 kal/hari
d. 650 kal/hari
e. 750 kal/hari

16. Jawaban : A Jadi kebutuhan energi inisial pada pasien ini adalah :
= 90 x 6,1 kg x (50-70%)
= 274,5-384,3 kkal/hari
Pilihan jawaban yang termasuk dalam kisaran tersebut adalah 350 kkal/hari (A)
Selanjutnya, terapi nutrisi dapat ditingkatkan 10-20% setiap hari, sambil dilakukan pemantauan keseimbangan elektrolit, fungsi jantung, edema, dan intoleransi makanan.

17

17. Seorang anak berusia 6 tahun, sejak 5 hari yang lalu matanya bengkak. Sejak 2 hari yang lalu ia demam dan mengalami nyeri pinggang. Urin anak ini keruh dan bergumpal. Pemeriksaan awal untuk menentukan diagnosisnya adalah......
a. Ureum
b. Kreatinin
c. Keton urin
d. Albumin urin
e. Glukosa urin

17. Jawaban : D
pada kasus ini pasien mengalami dedema padda wajah, demam, serta nyeri pinggang. Selain itu, juga dikeluhkan bahwa urin pasien keruh dan bergumpal. Edema wajah pada anak seering dikaitkan dengan terjadinya proteinuria (sindrom nefrotik, dll) sehingga untuk memastikan perlu dilakukan pemeriksaan ablumin/protein urin. Mengenal keluhan urin keruh dan menggumpal, selain dimungkinkan dilakukan pemeriksaan oleh proteinuria, juga sangat mungkin disebabkan oleh terjadinya piuria (urin bernanah) terkait dengan terjadiya demam dan nyeri pinggang yang dpat mengarahkan diagnosis kepada infeksi saluran kemih.
Urin keruh (cloudy urine) terjadi karena perubahan turbiditas urin, yang disebabkan oleh:
• Fosfaturia, sering terjadi setelah mengkonsumsi banyak makanan atau susu. Diagnosis dapat dilakukan dengan melakukan asidifikasi urin yang akan merubah urin menjadi jernih kembali karena melarutkan kristal fosfat.
• Piuria, terjadi infeksi pada saluran kemih.
• Lebih jarang terjadi berupa chyluria (carian limfe dalam urin), hiperoksaluria dan lipiduria.
Referensi
1. Rao N et al, 2007, Urological Tedt in Clinical Practice, Springer, hal. 5-6
2. Kielgman et al, 2007, Nelson Essentials of Pediatrics, 5th ed., Elsevier

18

18. Seorang anak berusia 4 tahun mengalami bengkak sejak 5 hari yang lalu. Bengkak terjadi di wajah dan mata, mulai pagi hari dan menghilang sore hari. Hasil pemeriksaan menunjukkan proteinuria (+4), ureum 20 mg/dL, kreatin 0,6 mg/dL, dan kreatinin urin 150 mg/dL. Kemungkinan diagnosisnya
a. Sindrom nefrontik
b. Infekssi saluran kemih
c. Gagal ginjal kronik
d. Glomerulonefritis akut
e. Gagal ginjal akut

18. Jawaban : A
Pasien adalah seorang anak yang mengalami edema pada wajah disertai terjadinya proteinuria (+4) pada dipstik sama dengan kadar protein >2000 mg/dL (perhatikan tabel dibawah). Pada anak, sejumlah kecil protein secara normal diekspresikan melalui ginjal yaitu sebesar 1 gr/m2/24jam. Karena pemeriksaan dipstik hanya memeriksa urin pada waktu terteentu (bukan urin tampung 24 jam), maka dapat dilakukan pendekatan konversi dengan membandingkannya dengan kadar keratin urin.
Protein urin dalam 24 jam:
Kreatinin urin = 2000 = 13,3 gr/1,73 m2/24 jam
Protein urin 150
= 13,3/1,73 gr/ m2/24 Jam
= 7,68 gr/ m2/24 jam
Karena pada kasus ini pasien mengalami proteinuria masif, maka diagnosis dapat diarahkan menuju sindrom nefrotik. Sindrom nefrotik memiliki karakteristi beruba proteinuria masif (>1g/ m2/24), hipoproteinemia (250 mg/dL) dan edema. Pada kasus ini kemungkinan Glumerulonefritis tidak menjadi pikiran utama, karena pasien tidak mengalami hematuria. Begitu juga gagal ginjal, karena konsentrasi kreatinin serum pasien dalam batas normal (0,5-0,8 mg/dL). Proteinuria dapat diklasifikasikan berdasarkan tipe dan waktu terjadinya.
Berdasarkan tipe:
• Proteinuria glomerular: merupakan jenis proteinuria yang paling sering terjadi. Terjadi karena meningkatnnya filtrasi melewati dinding kapiler glomerulus. Merupakan penanda (marker) sensitif untuk menunjukkan terjadinya penyakit glomerulus. Proteinuria yang terjadi biasanya > 1g/24 jam dan kadang mencapai >3gr/24 jam.
• Proteinuria tubular: terjadi karena adanya gangguan readsorpsi tubulus proksimall yang disebabkan oleh penyakit tubulointerstisial. Proteinuria yang terjadi biasanya protein terberat molekul rendah, sehingga tidak dapat terdiagnosis pada pemeriksaan dipstik urin.
• Proteinuria overflow: terjadi karena overeproduksi protein berberat molekul rendah tertentu seperti imunolglobulin rantai ringan pada meiloma multipel.
Berdasarkan waktu terjadinya (timing)
• Proteinuria transien: yang sering terjadi pada anak-anak setelah demam, aktivitas fisik dan stress, mengalami resosuli spontan dalam beberapa hari.
• Proteinuria intermiten: sering terjadi pada pria muda dan burgubungan dengan posisi tubuh. Proteinuria excess (

19

19. Pemeriksaan paada seorang bayi perempuan didapatkan lubang kencing yang tidak lazim, serta terdapat pembesaran klitoris. Apan rencana tindakan selanjutnya?
a. Foto rontgen
b. Laboratorium darah
c. Observasi di puskesmas
d. Pasang kateter
e. Rujuk ke poli urologi

19. Jawaban : E
Pada kasus ini terjadi virilisasi pada bayi perempuan yang ditandai dengan terjadinya pembesaran klitoris. Kondisi ini sudah dapat menunjukan bahwa telah terjadi female pseudohermaphroditism. Female pseudohermaphroditism ditandai dengan pasien memiliki genotipe 46 XX, gonad yang tidak terpalpasi, atau ovarium normal dan gejala virilisasi genital ekserna yang bervariasi. Female pseudohermaphroditism paling sering disebabkan oleh hiperplasia adrenal kongenital (congenital adrenal hyperplasia, CAH) yang terjadi pada sekitar 95% kasus, serta 70% pada seluruh kasus hermaproditisme. Mutasi pada 1 dari 5 gen menyebabkan sekresi kortisol terganggu, yang akan memicu sekresi ACTH secara berlebih, sehingga konsekuensi yang terjadi adalah hiperplasia adrenal. Berikut ini adalah diagnosis banding pada kasus hermaproditisme:

20

20. Seorang pria berusia 70 tahun mengeluh kencing berdarah yang dirasakan kumat-kumatan sejak 3 tahun lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri pinggang sebelah kiri dan terpasang kateter uretra, dengan urin terlihat berwarna merah. Pada pemeriksaan darah lengkap diperoleh kadar hb 9,2 g/dL. Pemeriksaan CT scan abdomen menunjukkan tumor yang sudah menginfiltrasi dinding buli-buli dan tampak adanya metastatis di hati. Penyakit yang diderita oleh pasien ini sudah mencapat stadium ...
a. T3 N0 M0
b. T3 Nx M1
c. T3 N3 M0
d. T3 N3 M1
e. T1 N1 M0

20. Jawaban: B
Pasien yang mengalami karsinoma buli (karsinoma vesika urinaria). Perhatikan tabel dibawah. Pada CT scan didapatkan bahwa tumor telah menginvasi dinding buli (T3), serta telah terjadi metastatis jauh (M1), namun tidak terdapat data mengenai invasi lomfonodi, sehingga dapat dinilai sebagai Nx.
Tabel 1 penentuan stadium TNM kanker kandung kemih
Tumor Premier
Tx Tumor premier tidak dapat dinilai
T0 Tidak ada bukti keberadaaan tumor premier
Ta Karsinoma papiler non-invasif
Tis Karsinoma in situ: “flat tumor”
T1 Tumor menginvasi jaringan ikat subepitel
T2 Tumor menginvasi otot
T2a Tumor menginvasi otot superfisial (inner half)
T2b Tumor menginvasi otot dalam (outer half)
T3 Tumor menginvasi jaringan perivesikal
T3a Tumor menginvasi secara mikroskopik
T3b Tumor menginvasi secara makroskopik (massa ekstravesikel)
T4 Tumor menginvasi struktur/organ contiguous (prosfat, vagina, uterus, dinding pelvis, dinding abdomen)
T4a Tumor menginvasi uterus, vagina, atau prostat
T4b Tumor menginvasi pelvis dan/atau dinding abdomen

Nodul Limfe Regional (N)
Nx Nodus limfe regional tidak dapat dinilai
N0 Tidak ada metastatis nodul limfe regional
N1 Metastatis pada nodus limfe tunggal (2cm tetapi semua 5 cm dalam dimensi terbesar

Metastatis Jauh
Mx Metastatis jauh tidak bisa dinilai
M0 Tidak ada metastatis jauh
M1 Terdapat Metastatis Jauh

Pengelompokan stadium dari stadium Kanker Kandung Kemih
0a Ta N0 M0
0is Tis N0 M0
I T1 N0 M0
II T2a N0 M0
T2b N0 M0
III T3a N0 M0
T3b N0 M0
IV T4a N0 M0
T4b N0 M0
Setiap T N1-3 M0
Setiap T setiap N M1

Penetapan Derajat Histopatologik Kanker Kandung Kemih
Gx derajat tidak dapat dinilai
G1 tumor berdiferensiasi dengan baik
G2 tumor berdiferensiasi secara moderat
G3-4 tumor berdiferensiasi secara buruk atau tidak berdiferensiasi

Referensi
1. Nachtsheim D, 2003, Vademicum Urological Oncology, LandesBioscience, California, hal, 56-57.
2. AJCC@, 1997, Cancer Staging Manual, 5th ed., Lippincott- Raven Publisher, Phidelphia.

21

21. Seorang pria berusia 30 tahun, sudah menikah selama 5 tahun namun belum mempunyai anak, memiliki tanda- tanda seks sekunder (+), bentuk dan ukuran penis normal, ada benjolan inguinal kanan berukuran 4x3 cm. Kemungkinan diagnosisnya adalah
a. Kriptorkrismus
b. Hernia inguinalis
c. Varikokel
d. Torsio testis
e. hidrokel


21. Jawaban: A
Pasien mengalami masalah infertilitas dan ada benjolan pada daerah inguinal sesuai ukuran testis normal orang dewasa (4 x 3 x 2,5 cm). Diagnosis banding utama pada kasus ini adalah kriptokidismus dan hernia inguinalis. Karena keluhan utama pasien berupa infertilitas (bukan keluhan gastrointestinal), maka lebih dipikirkan untuk terjadinya kriptorkidismus. Diagnosis akan menjadi lebih kuat jika pada pemeriksaan skrotum tidak teraba adanya testis.
Pasien dewasa yang mengalami kriptokidismus adan datang dengan keluhan infertilitas. Kadang- kadang merasa ada benjolan di perut bagian bawah yang disebabkan testis maldesendensus mengalami trauma, torsio, atau berubah menjadi tumor testis. Inspeksi skrotum terlihat hipoplasia kulit skrotum karena tidak ditempati testis. Palpasi, testis tidak teraba di kantong, melainkan berada pada inguinal atau ditempat yang lain. Pada saat memeriksa keberadaan testis dalam skrotum, tangan pemeriksa harus ada dalam keadaan hangat.
Jika kedua testis tidak ditemukan pada skrotum, harus dibedakan dengan terjadinya anorkismus biateral (tidak punya testis). Keberadaan tetsis seringkali sulit ditemukan, apalagi testis yang terletak intra-abdominal dan pada pasien yang gemuk. Untuk itu diperlukan beberapa sarana berupa flebografi selektif atau diagnosik laparoskopi. Seringkali dijumpai testis yang berada dikantong tiba-tiba berada didaerah inguinal dan pada keadaan lain kembali ke tempat semula. Keadaan ini terjadi karena refleks kremaster yang terlalu kuat akibat cuaca dingin atau setelah melakukan aktifitas fisik, hal ini disebut sebagai testis retraktil atau kriptorkidismus fisiologis dan kelainan ini tidak perlu diobati.
Varikokel adalah dilatasi abnormal vena-vena pada plekus pampinimformis akibat gangguan aliran balik vena spermatika interna yang menimbulkan gambaran seperti cacing pada bagian atas skrotum.
Torsio testis adalah terpelintinya finikulus spermatikus yang berakibat pada terjaadinya gangguan aliran darah pada testis. Biasanya pasien akan mengalami nyeri yang sangat berat pada skrotum.
Hidrokel adalah penumpukan cairan berlebihan di antara lamina pariental dan lamina viseral tunika vaginalis. Kondisi ini menyebabkan skrotum bengkak berisi cairan. Pemeriksaan transiluminasi memberikan hasil (+).

Referensi
1. Purnomo B, 2003, Dasar-dasar Urologi, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, edisi 2, hal. 138-142.
2. Tanagho E et al,2004, Smith’s General Urology, 16th ed., hal. 13.

22

22. Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa oleh orangtuanya ke dokter karena didapatkan pembesaran pada testis kanannya. Pada palpasi, teraba nodul yang berbatas jelas berdiameter 3 cm pada testis kanan tersebut. Pada pemeriksaan histopatologi dari nodul setelah dioprasi, tampak sel-sel ganas yang tersusun sebagai lembaran-lembaran maupun bentukan-bentukan kelenjar. Sel-sel tersebut berbentuk kuboidal, serta didapatkan bentukan hialin globul pada beberapa kelenjar. Selain itu, terdapat pula bentukan-bentukan mikrokista dan glomeruloid primitif. Jenis tumor testis apakah yang paling mungkin diderita oleh anak ini?
a. Tumor yolk sac
b. Koriokarsinoma
c. Seminoma
d. Tumor sel Leydig
e. Teratoma

Jawaban: A
Pembahasan: Berikut adalah gambaran histopatologis tumor-tumor testis:
• Tumor yolk sac : Terdiri atas sel tumor kuboid tersusun sebagai jaringan mirip renda (retikular), daerah padat(soloid) dan papil juga dapat ditemukan. Struktur mirip glomerulus primitive, disebut sinus endodermal ditemukan pada 50% kasus. Globul hialin eosinofilik yang mengandung alfa-fetoprotein dan alfa-1-antitripsin yang imunoreaktif di dalam dan di sekitar sel tumor.
• Koriokarsinoma: Terdiri atas sel sitotropoblast poligana yang relatif uniform, tumbuh sebagai lembaran atau tali, bercampur dengan sel sinsitiotrofoblast berinti banyak. Pada sitoplasma sinsitiotrofoblast ditemukan HCG.
• Seminoma: terdiri atas sel seminoma yang besar, polyhedral, mengandung banyak sitoplasma jernih, inti besar dan anak inti prominen. Secara khas terdapat glikogen dalam sitoplasma. Pada sebagian besar kasus, sebukan limfosit juga dapat ditemukan berbagai granuloma. Pada beberapa kasus ditemukan sel datia tumor dan sel sinsisial mirip sinsitiotrofoblast plasenta.
• Tumor sel Leydig: terdiri atas sel polygonal dengan banyak sitoplasma granular eosinifilik dan batas sel yang tidak nyata, sering terdapat pigmen lipokrom, butir lipid, dan Kristal reinke yang bersifat eosinofilik.
• Teratoma: terdiri atas unsur sel mesodermal, misalnya otot, tulang rawan, jaringan lemak, ektodermal(saraf, kulit) dan endodermal (usus, epitel bronkus) yang berdiferensiasi dan tersusun sembarang.
• Tumor sel Sertoli: Didomanasi sel dengan banyak sitoplasma tinggi, kolumnar, sering membentuk tali menyerupai tubulus seminiferus yang imatur.
• Limfoma testis: Sebagian besar limfoma non-hodgkin difus terdiri atas sel-sel besar dan berdimensi luas.
• Tumor campuran: gambaran histologist bervariasi, paling sering ialah campuran dari teratoma, karsinoma embrional, tumor yolk sac dan sel datia yang mengandung HCG.
Referensi: Robbins et al, 1996, Dasar patologi Penyakit, edisi 5, EGC, hal. 607-611.

23

23. Seorang peria berusia 49 tahun datang kedokter dengan keluhan terjadi pembesaran pada skrotumnya, yang tidak disertai rasa nyeri serta tidak terjadi gangguan seksual. Pada palpasi diketahui skrotum membesar, lunak, tetapi tidak teraba adanya massa tumor. Tidak didapatkan pembesaran kelenjar limfe inguinal. Tes transiluminasi (+). Penyakit apakah yang paling mungkin diderita oleh pria ini?
a. Hidrokel
b. Varikokel
c. Hernia skrotalis
d. Orkitis
e. Seminoma

Jawaban: A
Pembahasan:
Hidrokel: penumukan cairan berlebihan di antara lamina parietal lamina visceral tunika vaginalis. Kondisi ini menyebabkan skrotum bengkak berisi cairan. Pemeriksaan transiluminasi memberikan hasil positif.
Hidrokel yang terjadi pada bayi baru lahir dapat disebabkan oleh belum sempurnanya penutupan prosesus vaginalis, sehingga terjadi aliran cairan peritoneum ke prosesus vaginalis , atau belum sempurnanya system limfatik di daerah skrotum dalam melakukan reabsorpsi cairan hidrokel. Pada orang dewasa, hidrokel dapat terjadi secara idiopatik (primer) dan skunder. Penyebab skunder terjadi karena didapatkan kelainan pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya system sekresi atau reabsorpsi cairan di kantong hidrokel. Kelainan pada testis tersebut mungkin tumor,infeksi, atau trauma.
Paasien mengeluh adanya benjolan di skrotum yang tidak nyeri. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya benjolan di kantong skrotum dengan konsistensi kistus dan pada pemeriksaan penerawangan menunjukan adanya transiluminasi. Pada hidrokel yang terinfeksi atau kulit skrotum yang tebal, kadang-kadang sulit melakukan pemeriksaan tansiluminasi sehingga perlu dibantu dengan pemeriksaaan ultrasonografi.
Secara klinis hidrokel diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:
1. Hidrokel testis: kantong hidrokel seolah-olah mengelilingi testis, sehingga testis tidak dapat diraba. Pada anamnesis, didapatkan besarnya kantong tetap sepanjang hari.
2. Hidrokel funikuli: kantong hidrokel berada pada funikulus spermatikus, yaitu di kranial dari testis sehingga testis masih bisa diraba. Pada anamnesis, besarnya kantong tetap sepanjang hari.
3. Hidrokel komunikan: Terdapat hubungan antara prosesus vaginalis dengan rongga peritoneum. Pada anamnesis didapatkan besarnya berubah-ubah dan bertambah besar jika anak menangis. Pada palpasi, kantong hidrokel terpisah dan dapat dimasukkan kedalam rongga abdomen.
Varikokel: Dilatasi abnormal vena-vena pada pleksus pamfiniformis akibat gangguan aliran balik vena spermatika interna yang menimbulkan gambaran seperti cacing pada bagian atas skrotum
Orkitis: Peradangan pada testis yang sering terjadi akibat infeksi bakteri. Viral orkitis juga dapat terjadi akibat infeksi mumps. Orkitis terjadi pada sekitar 30% laki-laki prapubertas yang mengalami parotitis.
Seminoma: Salah satu jenis tumor testis yang merupakan jenis yang paling sering terjadi (60% kasus). Gejala klinis yang timbul adalah adanya massa testis atau skrotum yang tidak nyeri. Sebanyak 30-40% pasien mengalami nyeri tumpul atau sensasi terasa berat pada daerah perut bagian bawah, anal, atau skrotum. Nyeri akut juga dapat terjadi (10% kasus). Pemeriksaan transiluminasi memberikan hasil negatif.
Referensi:
1. Purnomo B, 2003, Dasar-dasar Urologi,Fakultas kedokteran Universitas Brawijaya, edisi 2, hal. 138-142.
2. Tanagho E et al, Smith’s General Urology, 16th ed., hal. 699.
3. Nachtsheim D, 2003, Vademicum urological Oncology, Landes Bioscience, California, hal. 108

24

24. Seorang pria berusia 70 tahun mengalami sulit buang air kecil, pemeriksaan IVP menunjukkan adanya indentasi pada bagian bawah vesika urinaria. Diagnosis yang paling mungkin adalah…
a. Karsinoma prostat
b. Tumor buli-buli
c. Hiperplasia prostat
d. Tumor rektum
e. Sistitis kronis

Jawaban: C
Pembahasan:
McNeal telah mempublikasikan konsep zona anatomi pada prostat. Tiga zona terpisah telah diidentifikasi. Zona ini meliputi zona perifer, zona sentral dan zona transisional yang masing-masing secara berturut-turut menyusun volume prostat pria dewasa sebanyak 70%, 25% dan 5%. Zona-zona anatomi tersebut memiliki sistem drainase duktus yang berbeda. Selain itu, yang lebih penting adalah juga memkiliki konsep terkait proses-prose neoplasma yang berbeda. Sebanyak 60-70% kanker prostat berasal dari zona perifer, 10-20% pada zona transisional dan 5-10% pada zona sentral. Pembesaran prostat jinak (benign prostatic hyperplasia, BPH) rata-rata berasal dari zona transisional. Oleh karena itu, pada pencitraan IVP dapat menimbulkan gambaran identitas vesika urinaria (karena posisi zona transisional dekat dengan perlekatan uretra pada vesika). Berbeda dengan kanker prostat yang lebih sering terjadi pada zona porifer yang posisinya relatif lebih jauh dari perlekatan vesika dengan uretra (walaupun tidak menutup kemungkinan untuk terjadi pada zona transisional maupun zona sentral).
Prostat adlah organ pria yang paling sering mengalami neoplasma, baik yang bersifat jinak maupun ganas. Prostat melingkupi bagian paling proksimal dari uretra. Secara anatomi, prostat terletak pada pelvis minor (rongga pelvis yang sesungguhnya), terpisah dari simpisis pubis oleh sebuah celah yang disebut spatium retropubic (spatium Retzius). Permukaan posterior prostat dipisahkan dari ampula recti oleh fascia Denonvillier. Basis prostat menyatu dengan leher kandung kemih, sedangkan puncaknya (apex) melekat dengan permukaan atas diagfarma pelvis. Di sebelah lateral prostat bersentuhan dengan musculus levator ani. Prostat mendapat vaskularisasi dari cabang arteri iliaka interna (arteri vesikalis inferior arteri rektalis media). Drainase vena prostat terjadi melalui pleksus venosus dorsalis yang juga menerima drainase dari vena profunda dorsaalis penis dan vena-vena vesikalis sebelum bermuara pada vena iliaka interna. Inervasi prostat berasal dari pleksus pelvicus. Ukuran prostat normal adalah 3-4 cm pada basis, 4-6 cm pada ukuran sefalokaudal, dan 2-3 cm pada dimensi anteroposterior.
Tumor buli akan memberikan gambaran IVP berupa filling defect, jika didapatkan hidroureter atau muara ureter. CT scan atau MRI berguna untuk menentukan ekstensi tumor ke organ di sekitarnya. Pada sistitis kronis dapat ditemukan adanya vesikovaginal atau vesikoenteral fistula.
Referensi
1. Tanagho E et al, 2004, Smith’s General Urology, 16th ed., hal. 367-368.
2. Purnomo B, 2003, Dasar-dasar urologi, Fakultas kedokteran Universitas Brawijaya, edisi 2, hal. 173-174.

25

25. Seorang pria berusia 70 tahun datang kedokter dengan keluhan gangguan berjalan dan baal (mati rasa) pada kulit tungkai. Pada pemeriksaan didapatkan adanya kangker prostat. Kemungkinan penyebab dari gangguan ini adalah…
a. Retensi urin yang menekan pleksus lumbalis
b. Adanya metastasis kangker prostat ke vertebra lumbalis
c. Gangguan aliran darah ke tungkai karena penekanan kelenjar prostat
d. Metastasis kangker prostat ke otot-otot tungkai
e. Kelemahan otot karena usia lanjut

Jawaban: B
Pembahasan:
Pola progresi kanker prostat telah terdefinisikan dengan baik. Kecendrungan untuk menyebar keluar dari prostat (ekstensi ekstrakapsular) atau invasi vesikula seminalis dan metastasis jauh meningkat seiring meningkatnya volume tumor dan buruknya diferensiasi sel kanker. Tumor berukuran kecil dan berdiferensiasi baik biasanya hanya terbatas menyerang prostat, sebaliknya tumor besar dengan diferensiasi buruk lebih sering bersifat ekstensif local atau metastasis ke limfonodi atau tulang. Penetrasi kapsula prostat oleh sel-sel kangker sering terjadi melalui ruang perineural. Invasi vesikula seminalis berhubungan dengan kecendrungan terjadinya penyakit yang bersifat regional atau metastasis jauh. Kanker prostat yang menginvasi trigonum vesika dapat menyebabkan terjadinya obstruksi ureter. Sebagai catatan, penyebaran sel kanker menuju rektum jarang terjadi karena fascia Denonvillier dapat berfungsi sebagai barier kuat penyebaran menuju rektum.
metastasis limfonodi sering teridentifikasi pada rantai limfonodi obturator, sedangkan limfonodi lainnya meliputi limfonodi ilia komunis, presajral dan para-aorta. Tulang-tulang aksial merupakan bagian yang paling sering terkena metastasis jauh, dengan vertebra lumbal adalah bagian yang paling sering terkena. Bagian-bagian yang sering terkena metastasis lainnya meliputi proksimal ferum, pelvis, vertebrata toraks, kosta, sternum, cranium dan humerus. Lesi tulang yang terjadi berupa lesi osteoblastik. Lesi pada tulang panjang sering menyebabkan terjadinya frktur patologis. Vertebra yang terkena metastasis dengan volume besar dapat menyebar pada spatium epidural yang menyebabkan kompresi medulla spinalis. Hal ini dapat menjelaskan alasan mengapa pada kasus ini pasien mengalami gangguan berjalan dan baal. Metastasis organ visceral paling sering mengenai paru, hati dan glandulaadrenal. Metastasis pada sistem saraf pusat biasanya terjadi akibat penyebaran langsung dari metastasis tumor pada tulang cranium.
Referensi
1. Tanagho E et al,2004, Smith’s general Urology, 16th ed, hal. 376-378
2. Kirby RS, 2003, Atlas of Prostatic Disaese, 3th ed., Phartenon Publishing, hal. 67,91.

26

26. Seorang wanita berusia 40 tahun datang kedokter karena keluhan kolik abdomen kiri sejak tadi malam, yang menjalar sampai selangkangan. Pada pagi harinya, tampak urin penderita bercampur darah. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan adanya kelainan patologis pada tubuhnya. Kelainan apakah yang paling mungkin diderita oleh pasien ini?
a. Sistitis akut
b. Batu ureter
c. Hidronefrosis
d. Penyakit ginjal polikistik
e. Karsinoma sel ginjal

Jawaban: B
Pembahasan:
Kolik adalah sensasi nyeri yang timbul akibat kontraksi (spasme) dinding organ berongga yang mengikat dalam rangka mengeluarkan sumber obstruksi. Kolik yang terjadi pada ureterolitiasis biasanya memberikan sensasi nyeri alih (referred pain) yang terjadi sesuai segmen ureter yang mengalami obstruksi. Obtruksi ureter 1/3 proksimal memberikan nyeri alih pada testis (testicular pain), ureter 1/3 media memberikan nyeri alih pada daerah setnggi McBurney (kanan)/contra McBurney (kiri) (diagnosis banding apendistis/divertikulitis), sedangkan ureter 1/3 distal memberikan nyeri alih pada dinding skrotum atau vulva pada wanita.
Karena pasien mengalami kolik yang menyebar pada selangkangan (vulva), maka diperkirakan pasien mengalami ureterolitiasis pada segmen 1/3 distal
Referensi:
1. Tanagho E et al, 2004, Smith’s General Urology, 16th ed., hal. 31-32, 265.
2. Purnomo B, 2003, Dasar-dasar urologi, edisi 2, hal. 62.

27

27. Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun dibawa orangtuanya ke dokter karena mengeluh nyeri pada perutnya, yang sudah dideritanya selama beberapa hari. Pada periksaan fisik teraba massa pada perut bagian kanan. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hematuria tanpa proteinuria. Pada CT scan abdomen tampak massa solid pada ginjal kanan berdiameter 10 cm. Tumor apakah yang paling mungkin diderita oleh anak ini?
a. Karsinoma sel ginjal
b. Tumor wilms
c. Rabdomiosarkoma
d. Neuroblastoma
e. Clear cell sarcoma

Jawaban: B
Pembahasan:
Tumor wilms adalah neoplasm maligna yang paling sering terjadi pada traktus urinarius anak-anak. Berbeda dengan neuroblastoma yang merupakan neoplasma maligna yang paling terjadi pada bayi, den merupakan tumor ganas solid tersering kedua pada anak. Insidensi tumor wilms tertinggi terjadi pada usia 3-4 tahun dan 90% terjadi pada anak usia

28

28. Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun dengan berat badan 8,2 kg, dibawa ke poli anak dengan keluhan pucat sejak 1 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ikterik dan splenomegali. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan Hb 7,2 g/dL, leukosit 6900/mm3, trombosit 194.000/mm3, MCV 70 fl, MHC 24 pg, MCHC 18 g/dL, serta ditemukan gambaran basophilic stippling pada daerah tepi, serum iron dan TIBC normal, HbF 75%, HbA 15%, dan tes Coombs negatif. Diagnosis yang tepat untuk anak ini adalah…
a. Anemia defisiensi besi
b. Anemia megaloblastik
c. Anemia aplastik
d. Talasemia
e. Autoimmune hemolytic anemia (AIHA)

Jawaban: D
Pembahasan:
Tanda fisik dan hasil pemeriksaan laboratorium yang ditemukan pada pasien ini ialah tanda dari talasemia.
Talasemia merupakan kelainan pada sintesis Hb yang diturunkan/diwariskan, yaitu pada produksi rantai globin. Sebagai akibat dari gangguan produksi rantai globin tersebut, deposisi Hb ke dalam sel darah merah menjadi lebih sedikt, menyebabkan apa yang disebut sebagai hipokromasi dan ukuran eritrosit yang lebih kecil (mikrositik).
Pada talasema beta mayor, dapat juga dijumpai 4 stigmata:
• Anemia berat, dengan kadar Hb 3-7 g/dL
• Hepatosplenomegali massif
• Kemunduran tumbuh kembang
• Deformitas tulang (tulang wajah yang menonjol, maloklusi gigi)
Pada pemeriksaan darah tepi ditemukan:
• MCV dan MCH rendah, pada talasemia mayor terdapat anisositosis ekstrem
• Hitung darah putih biasanya meningkat pada talasemia mayor, hal ini disebabkan kesalahan dalam penghitungan, di mana eritrosit berinti dianggap sebagai leukosit
• Hitung trombosit biasanya normal, kecuali jika pembesaran lien sangat mencolok
• Morfologi darah tepi menunjukkan mikrositik hipokromik, sel target, berinti, basophilic stippling dan leukosit imatur.
Referensi:
http://emedicine.com

29

29. Bayi berusia 5 hari dibawa ibunya ke rumah sakit dengan keluhan mulut mencucu sehingga tidak bisa menyusu, badannya panas, dan ternyata bayi ini belum diimunisasi. Imunisasi apa yang dapat mencegah penyakit ini?
a. DT
b. TT
c. Meningtis
d. Hepatitis
e. Mmr

Jawaban: B

Apa yang dialami oleh bayi ini ialah gejala dari tetanus. Tetanus dapat dicegah dengan memberikan toksoid tetanus (TT).

• TT yang dibutuhkan untuk imunisasi adalah sebesar 40 UI dalam setiap dosis tunggal dan 60 UI bersama dengan toksoid difteri dan vaksin pertussis.
• Pemberian TT yang diberikan bersama DTP diberikan sesuai dengan jadwal imunisasi, yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 18 bulan, 5 tahun, dan 12 tahun.

Referensi
Pedoman Imunisasi di Indonesia, 2005, hal. 108.

30

30. Seorang anak berusia 13 tahun dibawa ke UGD karena kaki kirinya tertusuk paku. Lukanya kecil dan bersih. Anak ini belum pernah mendapat imunisasi tetanus. Pencegahan yang sebaiknya dilakukan adalah …..
a. Injeksi tetanus toksoid
b. Injeksi TT dan TIG
c. Injeksi immunoglobulin tetanus
d. Injeksi ATS
e. Injeksi BCG

Jawaban: A

Pencegahan penyakit tetanus dengan cara mencegah terjadinya luka, merawat luka secara adekuat, serta pemberian tetanus toksoid dalam beberapa jam setelah luka. Hal ini akan memberikan kekebalan pasif sehingga mencegah terjadinya tetanus dan memperpanjang masa inkubasi.
Di Amerika Serikat, perawatan luka untuk mencegah tetanus dilakukan dengan pemberian toksoid dan TIG (tetanus immunoglobulin) seperti pada table dibawah ini. Imunisasi pasif dengan TIG 250 unit IM dapat mencapai kadar antibody protektif di serum dalam 4-6 minggu. Imunisasi aktif dengan TD (tetanus difteri) diberikan pada penderita yang berusia >7 tahun. Keduanya diberikan pada sisi yang berbeda dengan jarum yang berbeda juga

31

31. Seorang anak berusia 12 tahun mengeluh gatal yang sangat pada lipat kaki, yang disertai bercak kemerahan sejak 1 tahun yang lalu dan sering kambuh . pada pemeriksaan didapatkan makula eritematosa, batas tidak jelas di fossa kubiti dan fossa poplitea, xerosis cutis dan pitiriasis alba.
Pemeriksaan laboratorium yang diperlukan untuk menunjang diagnosis adalah

a. Pemeriksaan serum lgA
b. Pemeriksaan serum lgD
c. Pemeriksaan serum lgE
d. Pemeriksaan serum lgG
e. Pemeriksaan serum lgM

Jawaban : C

Kasus ini mengarah pada diagnosis dermatis atopik tipe anak-anak. ( berusia 2-12 tahun ): prediksi di daerah fleksura (lipat siku), lipat lutut,tengkuk, dengan wujud kelainan kulit (UKK) berupa papula milier, plak likhenifikasi, dan tidak eksudatif, pada kasus dermatitis atopik terdapat kadar ig E yang tinggi. Untuk menegakan diagnosis dermatis atopik digunakan kriteria hanifin & rajka,yaitu bila didapatkan 3 kriteria mayor dan kriteria minor.

Kriteria mayor :
- Pruritus
- Morfologi dan distribusi lesi yang khas
- Dermatitis kronik yang sering kambuh
- Riwayat atopik pada penderita maupun keluarganya

Kriteria minor :
- Xerosis
- Keratosis pilaris
- Hiperlinearis palmaris
- Dermatis pada tangan dan kaki
- Dermatis pada areola mammae
- Konjungtivitis
- Dermatografisme putih
- Kecendrungan mendapat infeksi yang berulang
- Tanda dennie morgan
- Pitiriasis alba
- Fasial pallor
- Penggelapan pada daerah periorbital
- Dermatitis pada lipatan leher anterior
- Keraktokonus anterior

Referensi
1. Fk UGM,2008, art of therapy
2. Lecture notes dermatology, 2005, hal.73.
3. Freedberg et al,2003, fritzpatrick’s dermatology in general medicine, 6th ed,mcGraw-Hill

32

32. Seorang pasien berusia 5 tahun mengalami mata merah,batuk,dan demam. Beberapa hari kemudian muncul ruam-ruam kemerahan di belakang telinga,muka,dada,dan tubuh. Secara sepintas, penyakit tersebut bisa dicegah pada saat bayi sampai usia 12 bulan agar gejala klinisnya tidak serius dengan cara

a. Imunisasi DPT 1,2,3 saat usia 2-13 bulan
b. Imunisasi polio 1,2,3,4 saat usia 2-12 bulan
c. Imunisasi hepatitis B pada saat usia 11-12 bulan
d. Imunisasi BCG saat lahir sampai dengan usia 12 bulan
e. Imunisasi campak saat usia 9 bulan

Jawaban : E

Gejala yang disebutkan ialah gejala dari campak. Diagnosis campak dibuat atas dasar kelompok gejala klinis yang saling berkaitan, yaitu koriza atau mata meradang disertai batuk dan demam yang tinggi dalam telinga dalam beberapa hari,dan diikuti dengan timbulnya ruam makulopapular. Ruam timbul diawali dari belakang telinga kemudian menyebar ke muka, dada , tubuh , lengan , dan kaki.
Pada saat ini, di negara berkembang, angka kejadian campak masih tinggi dan seringkali dijumpai penyulit, maka WHO menganjurkan pemberian imunisai campak pada usia 9 bulan. Dinegara maju, imunisasi campak dianjurkan usia 12-15 bulan

Referensi :
Pedoman imunisasi indonesia, 2005, hal 12-15 bulan.

33

33. Seorang anak berusia 1 tahun tidak bisa berjalan karena lututnya sakit. Kakaknya juga pernah diberi fresh frozen plasma. Skrining apa yang perlu dilakukan untuk anak ini ?

a. Bleeding time
b. Clotting time
c. APTT
d. TT
e. Prothrombin time

Jawaban : B dan C

Lutut terasa sakit bisa terjadi karena hematrosis. Pendarahan merupakan tanda klinis yang sering dijumpai pada kasus hemofilia. Tanda pendarahan sering dijumpai berupa hematrosis hematoma subkutan/intramuskular, pendarahan intrakranial, epistaksis, dan hematuria.

Pada hemofilia ditemukan kelainan laboratorium berupa gangguan uji hemostatis, seperti pemanjangan waktu pembekuan darah (clotting time,CT ) dan waktu trombopastin parsial teraktivasi ( activated partial thromboplastin time, APTT) ; waktu pendarahan dan waktu protombrin ( prothombrin time, PT) dalam batas normal

Referensi :
Buka ajar ilmu penyakit dalam, hal. 769,770.

34

34. Talasemia mayor bersifat diturunkan oleh

a. Ayah
b. Ibu
c. Ayah dan ibu
d. Nenek dari ayah
e. Nenek dari ibu

Jawaban : C

Talasemia mayor ( talasemia beta homozigot ) diwariskan dari kedua orang tua yang memiliki sifat tersebut. Pasien relatif norma saat lahir ( rantai beta memang masih sedikit ), tetapi kemudian mengalami anemia berat disertai terhambatnya pertumbuhan dan cenderung mengalami infeksi.


Referensi :
Lecture notes kedokteran klinis, 2003, hal. 361.

35

35. Seorang wanita berusia 40 tahun menderita di kakinya dan terjadi pendarahan yang sulit membeku. Pada pemeriksaan genetika dengan PCR ditemukan genotipe hh, yang merupakan gen resesif dalam kromosom x. Waktu pembekuan darah > 50 menit dan wanita tersebut masih mempunyai hubungan keluarga dekat dengan suaminya. 80% dari kasus ini termasuk tipe ?

a. Hemofilia A
b. Hemofilia B
c. Hemofilia C
d. Hemofilia D
e. Hemofilia E

Jawaban : A

Kasus hemofilia A lebih sering dijumpai dibandingkan dengan hemofilia B, yaitu berturut-turut 80-85 % dan 10-15 % tanpa memandang ras, geografi, dan keadaan sosial ekonomi.

Referensi :
Buku ajar ilmu penyakit dalam, hal. 769.

36

36 Pada kegiatan posyandu, antara lain dilakukan penimbangan balita dan pemberian imunisasi, Kegiatan ini dalam perjalanan penyakit termasuk dalam fase ...
a. Prepatogenesis
b. Patogenesis
c. Konvalesen
d. Klinis
e. Rehabilitasi

Jawaban : A Keterangan :
1. Promosi kesehatan
Contoh kegiatan : edukasi kesehatan, modifikasi lingkungan, intervensi nutrisi, perubahan perilaku, dan gaya hidup.

2. Perlindungan spesifik
Bertujuan untuk menghindari penyakit, tetapi bisa juga hanyamembatasi jumlah kejadian penyakit.
Contoh kegiatan : imunisasi, pemberian nutrien khusus, kemoprofilaksis, proteksi terhadap kecelakaan, proteksi terhadap karsinogen, penghindaran terhadap alergen.

3. Diagnosis dini dan terapi.

4. Pembatasan ketidakmampuan
disease – impairment – disabilit - handicap
Contoh: Kecelakaan – disease
Kehilangan – kaki
Tidk bisa berjalan – disability
Tidak berkerja – handicap
5. Rehabilitasi
Adalah kombinasi dan koordinasi medis, sosial, edukasional, dan vokasional untuk melatih seseorang.

Referensi
Park’s Textbook of Preventive and Social Medicine, 2002, hal. 28-29, 34-37.

37

37 Seorang wanita berusia 35 tahun mengalami pendarahan melalui dubur secara terus-menerus selama 2 bulan. Ia merasa pusing kepala kedua kakinya kesemutan. Tekanan darahnya 120/80 mmHg. Pada pemeriksaan colok dubur didapatkan benjolan dan nyeri tekan. Kadar Hb 7,8 g%, hematokrit 24%, MCV 60 fl, MCH 18 µmm. Apakah penyebab keluhan wanita ini?
a. Anemia defisiensi asam folat
b. Anemia defisiensi beso
c. Anemia defisiensi vitamin B12
d. Anemia hemolitik
e. Anemia sideroblastik

Jawaban : B
Kehilangan darah pada penderita hemoroid menyyebabkan anemia defisiensi besi (ADB). Ditinjau dari etiologinya, anemia defisiensi besi disebabkan oleh :
• Kehilangan besi sebagai akibat pendarahan kronis: tukak peptik, kanker lambung, kanker kolon, hemoroid, infeksi cacing tambang, menoragia, hematuria, hemoptoe.
• Faktor nutrisi: kurangnya zat besi dalam makanan.
• Kebutuhan besi yang meningkat: prematuritas, kehamilan, anak dalam masa pertumbuhan.
• Gangguan absporsi besi: gastrektomi, tropical sprue.
Pemeriksaan laboraturium pada anemia defisiensi besi:
Referensi
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, hal. 646, 649.

38

38 Seorang wanita berusia 40 tahun merasakan ada benjolan pada submandibular dekstra. Pemeriksaan foto menunjukan tumor parotis (kelenjar air liur) paling ganas. Diagnosanya adalah ...
a. adenokarsinoma
b. kistadenoma
c. tumor acinic
d. karsinoma mukopidermoid
e. mixed type cell carcinoma

Jawaban : A
Tipe tumor kelenjar indah yaitu:
• Adenoma pleomorfik: tumor mikstus jinak.
• Tumor Warthin (adenolimfoma): jinak.
• Tumor mukoepidormoid: keganasan berhubungan dengan peningkatan proporsi sel intermediet dan sel skuomosa dengan lebih sedikit sel-sel mukus.
• Adenoid kistik karsinoma: keganasan yang terdiri dari sel-sel epitel kecil yang menyusun pulau-pulau yang menunjukkan perubahan mikrokistik. Tumor ini memiliki kecenderungan menyebar perineural dan sulut dieradikasi secara bedah.
Referensi
Gneral and Systematic Pathology, 2000, hal. 14-15.

39

39 Seorang wanita berusia 32 tahun yang berprofesi sebagai pekerja tambang, datang dengan keluhan perut terasa sakit tanpa disertai keluhan mual, muntah, atau diare. Setelah dilakukan pemeriksaan laboraturium dan pemeriksaan fisik, maka ditegakkan diagnosis plumbo porfiria. Defisiensi enzim apakah yang terjadi pada keadaan ini?
a. Uroporfirinoen dekarboksilat
b. Heme-sintase
c. Protoporfirinogen oksidase
d. ALA dehidratase
e. Koproporfirinogen

Jawaban : D
Dalam tubuh, Pb berinteraksi dengan beberapa enzim, yang mengakibatkan terganggunya fungsi berbagai organ. Manifestasi klinis keracunan Pb adalah gejala-gejala dari sistem saraf pusat, sistem saraf tepi, sistem hematopoietik, ginjal, sistem gastrointestinal. Efek hematologis yang ditimbulkan yaitu pada sintesis heme. Pb menghambat enzim delta ALA-dehidratase dan fero kelatase (heme-sintase), akibatnya delta ALAD tidak dapat diubah menjadi profobilinogen, dan Fe juga tidak bisa masuk ke dalam cincin protoporfirin.
Referensi
http://emedicine.com

40

40 Seorang anak berusia 2 tahun mengalami retardasi mental sejak 6 bulan yang lalu. IQ anak ini 55. Pada pemeriksaan urin diperoleh hasil piruvat positif. Anak ini mengalami inborn error of metabolism. Asam amino yang terganggu adalah ...
a. Fenialalnin
b. Triptofan
c. Lisin
d. Hidroksilisin
e. Glutamat

Jawaban : A
Fenil piruvat urin yang positif ditemukakan sindrom fenilketonuria, di mana terjadi gangguan metabolisme asam amino fenilalanin. Pada pemeriksaan urin, selain ditemukan fenil piruvat, terdapat juga fenil asetil glutamin, asam fenil laktat, asam asetat indol, dan indikan. Anak-anak dengan sindrom fenilketonuriadilahirkan sebagai bayi yang norma. Menjelang usia 3-4 bulan mereka mulai memperlihatka kelainan. Kelainan motorik sangat menonjol, pada umunya penderita baru berjalan pada usia lebih dari 2 tahun. Retardasi mental mulai nyata menjelang usia 14 bulan dan menjadi semakin lebih jelas. Manifestasi retardasi mental bisa berupa autisme dan iritabilitas. Epilepsi dapat melengkapi penyangkit metabolik herediter ini. Faktor genetiknya adalah resesif autosomal
Referensi
Neurologi Klinis dalam Praktek Umum, 2004, hal. 454, 468

41

41 Seorang wanita mengeluh adanya benjolan di perut kiri. Pemeriksaan PA, biopsi menunjukkan adanya tulang, rawan, sel, glioma otak, dan ependimoma. Diagnosis keadaan ini adalah ...
a. Teratoma jinak
b. Teratoma ganas
c. Teratoma campuran
d. Tumor yolk sac
e. Tumor sel granulosa

Jawaban : B
Teratoma ganas berukuranbesar dan memiliki permukaan luas yang halus. Pada aree nekrosis dan hemoragia. Bisa ditemukan rambut, tulang rawan, dan klasifikasi. Pada pemeriksaan mikroskopik, mengandung sejumlah jaringan imatur yang berdiferensi wanita muda, usia rata-rata 18 tahun.
Referensi
Pathologic Basic of Disease, 2005, hal. 1100.

42

42 Seorang pria berusia 65 tahun datang dengan keluhan tangan tremor dan jantung berdebar. Untuk menyigkirkan adanya Parkinson, pemeriksaan yang dianjurkan adalah ...
a. Uji gula darah
b. Uji rigiditas dan keseimbangan
c. Uji spastisitas
d. Tes Valsalva
e. Tes Romberg

Jawaban : B
Penyakit parkinson merupakan merupakan manifestasi gangguan ganglia basalis. Secara garis besar, gangguan motorik, sebagai manifestasi gangguan ganglia basalis dibagimenjadi dua, yaitu:
1. Defisit fungsional primer (gejala negatif)
• Hipokinemia bradikinesia
• Hilangnya refleks postural
2. Efek sekunder (gejala positif)
• Tremor
• Rigiditas
• Gerakan involunter (korea, balisme, atetosis, distonia)
• Pada kasus yang sudah lama, gejala lain bisa timbul
• Sulit memulai gerakan (mulai berjalan, bankit dari kursi)
• Keseimbangan yang buruk disertai kecenderungan untuk jatuh karena gerakan koreksi lambat
• Tulang menjadi kecil
• Disertria (suara pelan, tanpa arti)

Referensi
1. Neurologi Klinis Dasar, 2004, hal. 60-61
2. Lecture Notes Kedokteran Klinis. 2003, hal. 115.

43

43. Seorang pasien berusia 34 tahun tidak dapat berjalan mengikuti garis lurus. Ia berjalan terhuyung –huyung dan tidak dapat menunjuk hidung dan jarinya secara bergantian. Letak kelainan ini terdapat di ...
a. Serebelum
b. Lobus temporalis
c. Lobus parietalis
d. Lobus oksipitalis
e. Lobus frontalis

Jawban : A
Serebelum mengurusi soal regulasi diri atau pengelolaan tonus otot, koordinasi gerakan, pengelolaan sikap, dan masalah berjalan. Pada kerusakan yang terbatas pada vermis bagian rostral akan dijumpai ataksia pada kedua tungkai, yang dapat diperjelas pada saat berjalan. Oleh karena itu, disebut sebagai “ataksia berjalan” atau “gait ataxia”. Gaya berjalan menjadi sempoyongan, yang dapat disertai dengan perasaan pusing atau berputar-putar. Pada kelainan serebelum juga terjadi diskoordinasi muskular (asinergi: kesimpangsiuran kontraksi otot-otot dalam mewujudkan suatu corak gerakan; dismetria: gangguan pada kecepatan untuk memulai dan menghentikan gerakan).
Manifestasi lain dari gangguan serebelum:
• Nistagmus, bila terjadi kerusakan pada bagian kaudal vermis serebeli
• Gerakan involunter ; tremor kinetik, tremor intensional, tremor terminal
• Disartria: diskoordinasi gerakan otot-otot pernapasan, otot pita suara dan lidah bermanifestasi pada pengucapan kata-kata dalam kalimat yang tersendat-sendat
• Ataksia seluruh badan atau “truncal ataxia”
• “limb ataxia”(sindrom hemisperium)
Pada pasien ini dilakukan tes tanden gait, yaitu dengan meminta pasien untuk berjalan lurus, dengan tumit kaki kiri/kanan diletakkan pada ujung jari kaki kanan/kiri secara bergantian. Pada kelainan di serebelum, penderita akan cenderung jatuh (berjalan terhuyung-huyung). Hal ini terjadi karena serebelun berfungsi untuk mengatur atau mengelola tonus otot, koordinasi gerakan, dan pengelolaan sikap, termasuk masalah berjalan.
Selain tes tenden gait, pada pasien ini juga dilakukan tes dsimetri. Salah satu bentuk tes dismetri adalah tes telunjuk-hidung. Dalam melakukan tes tersebut, pasien bolleh duduk atau berbaring dengan mata terbuka dan ditutup secara bergantian. Dismetri merupakan gangguan untuk memulai dan menghentikan gerakan, yang sesungguhnya berarti”salah mengukur”. Dalam hal ini, jangkauan gerakan volunter terlampau pendek (hipometri) atau terlampau jauh (hipermetri) dari tujuannya.

Referensi
1. Neurologi Klinis Dasar, 2004, hal. 66-67.
2. Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf, hal. 32-33.
3. Tata Pemeriksaan klinis dalam Neurologi, hal 456.

44

44. Seorang wanita berusia 26 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri berdenyut berintensitas berat di kepalanya. Keluhan ini disertai mual, muntah, dan fotofobia. Keluhan semacam ini dirasakannya sebanyak 6 kali selama setahun terakhir. Apakah diagnosis pasien ini?
a. Episodic tension type headache
b. Chronic tension type headache
c. Cluster headache
d. Classic migraine
e. Common migaine

Jawaban : E
Nyeri kepala berdenyut dengan intensitas sedang atau berat merupakan deskripsi dari migrain. Pada pasien ini, gejala nyeri berdenyut terrsebut tidak disertai dengan aura, sehingga termasuk dalam kelompok commom migrain. Nyeri kepala pasien tersebut juga telah memenuhi kriteria diagnostik untuk common migrain, yaitu sebagai berikut:
1. Sekurang-kurangnya terjadi 5 serangan yang memenuhi kriteria 2-4.
2. Serangan nyeri kepala berlangsung selama 4-72 jan (tidak diobati atau tidak berhasil diobati)
3. Nyeri kepala mempunyai sedikitnya dua diantara karakteristik berikut:
a. Lokasi unilateral
b. Kualitas berdenyut
c. Intensitas nyeri sedang sampai berat
d. Keadaan bertambah berat oleh aktivitas fisik, atau penderita menghindari aktivitas rutin.
4. Selama nyeri kepala, disertai salah satu gejala dibawah ini:
a. Mual dan/atau muntah
b. Fotofobia dan fonofobia
5. Tidak berkaitan dengan kelainan

Sedangkan ciri khas tension headache adalah nyeri kepala bersifat seperti menekan/mengikat. Kriteria diagnostik untuk episodic dan chronic adalah sebagai berikut:
Kriteria diagnostik episodic tension type headache

1) Nyeri kepala timbul ?15 hari/bulan, berlangsung >3 bulan, dan juga memenihi kriteria 2-4.
2) Nyeri kepala berlangsung beberapa jam atau terus menerus.
3) Nyeri kepala memiliki paling tidak 2 karakteristik berikut:
a. Lokasi bilateral
b. Menekan/mengikat (tidak berdenyut)
c. Ringan atau sedang
d. Tidak memberat dengan aktivitas fisik yang rutin.
4) Tidak didapatkan :
a. Lebih dari satu: fotofobia, fonofobia, atau mual yang ringan
b. Mual yang sedang atau berat, maupun muntah
5) Tidak ada kaitan dengan penyakit lain.
Adapun kriteria diagnostik untuk cluste rheadache adalah sebagai berikut:
Kriteria diagnostik cluster headache
1. Paling sedikit 5 serangan yang memenuhi kriteria 2-4.
2. Nyeri hebat atau sangat hebat sekali di orbita, supra-orbita, dan/atau temporal yang unilateral, berlangsung 15-180 menit tidak diobati.
3. Nyeri kepala disertai setidak-tidanya satu dari gejala berikut:
a. Injeksi konjungtiva dan/atau lakrimasi ispilateral
b. Kongesti nasal dan/atau rhinorea ipsilateral
c. Edema palpebra ispilateral
d. Dahi dan wajah berkeringat ipsilateral
e. Miosis dan atau ptosis ipsilateral
f. Perasaan kegelisahan atau agitasi
4. Serangan – serangan mempunyai frekuensi: dari satu kali setiap 2 hari sampai 8 kali per hari.
5. Tidak berkaitan dengan gangguan lain.
a. Injeksi konjungtiva dan/atau lakrimasi ispilateral
b. Kongesti nasal dan/atau rhinorea ipsilateral
c. Edema palpebra ispilateral
d. Dahi dan wajah berkeringat ipsilateral
e. Miosis dan atau ptosis ipsilateral
f. Perasaan kegelisahan atau agitasi
Referensi
Konsensus nasional II, diagnostik dan penatalaksanaan nyeri kepala, hal.13, 30-31, 34.

45

45. Seorang laki-laki berusia 18 tahun,pascakecelakaan lalu lintas, mengeluh nyeri kepala. Hasil CT scan menunjukan adanya gambaran bulan sabit dan midline shift 5 mm. Diagnosis adalah ...
a. Hematoma epidural
b. Hematoma subdural
c. Edema serebri
d. Stroke
e. Bukan salah satu yang disebut di atas

Jawaban : B
• Hematoma epidural (epidural hematoma , EDH): terjadi hanya 0,5-1% dari trauma kepala; biasanya pada usia muda, jarang pada usia lanjut; perdarahan terjadi dalam ruang potensial antara tulang atap kepala dan duramater; daripada CT scan diperoleh gambaran bikonveks, football-shaped hematoma; terjadi karena robekan arteri meningea media.
• Hematoma subdural (subdural hematoma, SDH):merupakan 30% kasus dari trauma kepala berat; risiko tinggi pada usia lanjut; perdarahan terjadi dalam ruang di antara duramater dan arakhnoid; dari CT scan diperoleh gambaran bulan sabit; terjadi karena robekan vena.
Referensi
Textbook of Radiology and Imaging , Volume II, hal 1779.

46

46. Seorang anak berusia 5 tahun mengalami enuresis, gatal di perianal terutama pada malam hari. Usulan pemeriksaan yang dilakukan adalah ...
a. Tinja langsung
b. Tinja apung
c. Tinja endapan
d. Harada mori
e. Garam scotch adhesive tape

Jawaban : E
Infeksi akibat enterobius vermicularis dicurigai pada anak yang menunjukan rasa gatal disekitar anus pada malam hari. Diagnosis dibuat dengan menemukan telur dan cacing dewasa. Telur cacing dapat diambil dengan mudah dengan alat anal swab yang ditempelkan disekitar anus pada saat pagi hari sebelum anak buang air besar dan mencuci pantat ( cebok ).
Anal swab adalah suatu alat dari batang gelas atau spatel lidah yang pada ujungnya dilekat scoth adhesive tape. Bila adhesive tape ditempelkan di daerah sekitar anus, telur cacing akan menempel pada perkatnya. Kemudian adhesive tape diratakan pada kaca objek dan dibubuhi sedikit tuluol untuk pemeriksaan mikroskopik. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan secara berturut-turut.

Referensi
FK UI,Parasitology kedokteran, edisi 3, hal .29.

47

47. Seorang wanita berusia 30 tahun mengeluh keluar cairan keputihan dari vaginanya. Terdapat gatal, vulva dan vagina lecet-lecet karena sering digaruk. Dari vagina keluar cairan seperti bulir-bulir nasi atau susu bubuk. Pemeriksaan apa yang haruas dilakukan sellanjutnya?
a. Darah
b. Urin
c. Pap smear
d. Vaginal swab
e. Bukan salah satu yang disebut diatas

Jawaban: D
Dari gejala dan anamnesis mengarah ke kandidosis vaginalis, di mana keluhan utama biasanya gatal di daerah vulva. Pada penyakit yang beratdapat disertai rasa panas, nyeri sesudah miksi dan dispareunia. Pada pemeriksaan didapatkan hiperemia di labia minora, introitus vagina, dan vagina terutama 1/3 bawah. Sering pula terdapat kelainan yang khas yaitu bercak-bercak putih kekuningan. Fluor albus pada kandidosis vaginalasis berwarna kekuningan, dan tandayang khas ialah disertai gumpalan-gumpalan seperti kepala susu berwarna putih kekuningan. Sebagai pembantu diagnosis dilakukan kerokan kulit atau usapan mukokutan, serta pemeriksaan biakan.

Referensi
FK UI, Ilmu penyakit dan kelamin,edisi 3, hal. 103-105..

48

48. Bakteri apa yang paling sering terdapat pada keputihan?
a. Trichomonas vaginalis
b. Candida albicans
c. Escherchia coli
d. Salmonella
e. Gardnerella vaginalis

Jawaban :E
Bakteri yang sering menimbulkan keputihan yaitu gardnerelle vaginalis. Organisme ini mula-mula dikenal sebagai Haemophilus vaginalis kemudian di ubah menjadi genus gardnerella vaginalis atas dasar hasil penyelidikan mengenai fenotipik dann asam deoksiribonukleat. Organisme ini tidak mempunyai kapsul, tidak bergerak, dan berbentuk batang Gram-negatif atau variabel Gram.

Referensi
FK UI, Ilmu penyakit kulit dan kelamin, edisi 3, hal 364.

49

49. Obat skabies yang aman untuk ibu hamil adalah ...
a. Karbaril
b. Benzil benzoat
c. Malation
d. Permetrin
e. Sulfur precipitatum

Jawaban : E
Obat skabies yang aman untuk ibu hamil adalah belerang endap (sulfur precipitatum) yang berbentuk salep atau krim, di mana preparatini tidak efektif pada stadium telur sehingga pemakainnya tidak boleh kurang dari 3 hari.

Ireferensi
FK UI, Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin, edisi 3, hal. 121.

50

50. Seorang ibu berusia 55 tahun merasa gatal-gatal di telapak tangannya setelah mencuci pakaian. Hasil pemeriksaan menunjukkan IgE normal, dan uji tempel normal. Diagnosis kelainan ini adalah …
a. Dermatitis kontak alergi
b. Dermatitis kontak iritan
c. Sermatitis numularis
d. Dermatitis seboroik
e. Dermatitis kantarides

Jawaban : B
Dari gejala dan pemeriksaan, diagnosis lebih mengarah pada dermatitis kontak iritan (DKI), dimana DKI ini dapat diderita oleh semua orang dari berbagai golongan,ras dan kelamin. Penyebab munculnya dematitis ini dari bahan yang bersifat iritan, misalnya bahan pelarut, detergen, minyak pelumas, asam, alkali, dan serbuk kayu.
Kasus ini merupakan dermatitis kontak iritan akut karena kelainan kulit muncul segera setelah terpapar zat iritan. Diagnosis ini diperkuat dengan hasil IgE yang normal, sehingga kemungkinan dematitis atopik dapat disingkirkan.

Referensi
FK UI, Ilmu Penyakit dan Kelamin, edisi 3, hal. 127-128

51

51. Seorang anak berusia 6 tahun main di pasir. Ia kemudian mengalami diare dan fesesnya mengandung darah. Cacing yang menyebabkan sakit adalah …
a. Necator americanus
b. Strongyloides stercolaris
c. Enterobius vermicularis
d. Wuchereria brancofti
e. Bukan salah satu yang disebut di atas

Jawaban : A
Cacing yang sering terdapat pada tanah berpasir adalah cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodemale). Kedua jenis cacing ini memerlukan tanah pasir yang gembur untuk hidup , tercampur humus, dan terlindung dari sinar matahari. Juga terdapat bintik larva filariform dari Strongyloides stercoralis yang banyak terdapat di tanah pasir. Cacing ini tidak menyebabkan diare, tetapi lesi serpiginosa di kulit.

Referensi
FK UI, Parasitologi Kedokteran, edisi 3, hal. 25

52

52. Pada dermatitis atopik, jenis imunoglobulin yang meningkat adalah …
a. A
b. E
c. G
d. M
e. D

Jawaban : B
Pada sebagian besar penderita dermatitis atopik (80%), ditemukan peningkatan jumlah IgE di dalam serum, terutama bila terjadi bersamaan dengan asma bronkial atau rinitis alergi. IgE juga meningkatan sesuai dengan tingkat keparahan dermatitis nya.

Referensi
FK UI, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi 3, hal. 131.

53

53. Pada pemeriksaan kusta, jenis sel yang ditemukan adalah …
a. Sel sabit
b. Sel target
c. Sel Virchow
d. Sel helm
e. Sel Burr

Jawaban : C
Pada pemeriksaan histopatologik jaringan pada penderita kusta, dapat ditemukan massa epiteloid yang dikelilingi oleh limfosit yang disebut tuberkel, yang bila terdapat berlebihan akan menyebabkan kerusakan jaringan dan cacat. Bagi penderita kusta yang sistem imunitas selulernya rendah , histiosit tidak menghancurkan kuman Mycobacterium leprae yang sudah ada di dalamnya, tetapi dijadikan tempat berkembang biak dan disebut sel Virchow atau sel busa dan sebagai alat pengangkut penyebarluasannya.

Referensi
FK UI, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi 3, hal. 79

54

54. Seorang wanita berusia 37 tahun datang dengan keluhan keputihan seperti susu kental. Terdapat gatal pada kemaluan yang berulang. Ia juga menderita diabetes melitus. Hasil pemeriksaan fisik normal. Status lokalis regio vagina dan perineum hiperemis, terdapat bercak-bercak putih, flour albus putih kental. Pemeriksaan apa yang sebaiknya dilakukan untuk menegakkan diagnosis?
a. Sediaan basah uap vagina
b. Blopsi
c. Pap smear
d. Biomolekular
e. Serologi

Jawaban : A
Dari gejala dan anamnesis , diagnisos mengarah ke kandidiasis. Kandidiasis merupakan penyakit jamur yang bersifat akut atau subakut yang disebabkan oleh species Candida. Faktor predisposisi kandidiasis diantaranya:
• Faktor Endogen:
Kehamilan
Kegemukan
Debilitas
Iatrogenik (obat atau alat untuk menolong pasien)
• Faktor Eksogen:
Iklim
Kebersihan kulit
Kebiasaan berendam dalam air yang terlalu lama
Kontak dengan penderita

Pada pemeriksaan, kasus ini merupakan vulvovaginitis (kandidiasis selaput lendir) yang biasanya sering didapatkan pada pasien diabetes melitus karena kadar gula darah urin yang tinggi dan pada wanita hamil karena penimbunan glikogen dalam epitel vagina. Gejala berupa pruritus hebat, rasa terbakar, labia eritema, dan maserasi. Serviks hiperemi, edema dan erosif , serta terdapat vesikel-vesikel kecil yang pada permukaan,dan biasanya kental.
Pada pemeriksaan kondisi penyakit yang ringan, akan didapatkan hiperemia di labia minora, introitus vagina dan vagina, terutama ? bawah. Sering pula terdapat kelainan yang khas yaitu bercak-bercak putih kekuningan.
Sebagai pembantu diagnosis dilakukan kerokan kulit atau usapan mukokutan, serta pemeriksaan biakan.

Referensi
FK UI, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi 3, hal. 103-105.

55

55. Seorang pria berusia 34 tahun menderita bercak kemerahan di pantat, lutut, dan siku; tidak gatal; bersisik; kulit kusam; berkelok-kelok. Diagnosis keadaan ini adalah …
a. Lichen planus
b. Dermatofita
c. Pitiriasis rosea
d. Psoriasis vulgaris
e. Dermatitis atopik

Jawaban : D
Dari anamnesis didapatkan gejala yang mengarah pada psoriasis vulgaris dengan tanda klinis didapatkan bercak-bercak merah yang meninggi (plak) dengan skuama di atasnya. Skuama berlapis-lapis, kasar, dan berwarna putih seperti mika serta transparan. Tempat predileksinya yaitu pada kulit kepala, perbatasan daerah tersebut dengan muka, ekstremitas bagian ekstensor terutama siku, serta lutut dan daerah lumbosakral. Pada psoriasis terdapat fenomena tetesan lilin, Austpitz, dan Kobner (isometrik). Sedangkan pada dermatofita, lichen planus, dan dermatosis atopik, biasanya gatal dan memiliki gejala dan tempat predileksi yang berbeda.

Referensi
FK UI, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi 3, hal. 174-175.

56

56. Seorang pasien dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadar. Sebelumnya ia mengeluh nyeri kepala sebelah kiri dan muntah. Dari pemeriksaan diperoleh tekanan darah 240/140 mmHg, denyut nadi 100 kali/menit, gula darah sewaktu 150, ekstremitas kiri aktif bergerak, sedangkan yang kanan diam saja meskipun dirangsang nyeri, dan didapatkan refleks Babinski kanan positif. Diagnosis yang paling mungkin dari pasien ini adalah …
a. Meningitis TB
b. Stroke perdarahan (subarachnoid hemorrhage)
c. Stroke trombosis
d. Stroke perdarahan (intracranial hemorrhage)
e. Tumor otak

Jawaban : D
Gejala klinis stroke pada pasien ini antara lain penurunan kesadaran, kelemahan anggota gerak kanan (hemidefisit motorik), nyeri kepala sebelah kiri disertai muntah , dan onset mendadak. Faktor risiko stroke pasien ini adalah hipertensi dan kemungkinan diabetes melitus.
Berdasarkan Algoritma Stroke Gadjah Mada (ASGM), nyeri kepala (+), penurunan kesadaran (+), dan refleks Babinski (+). Oleh karena itu, pasien ini didiagnosis dengan stroke perdarahan intraserebral.

Referensi
Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf, hal. 21.

57

57. Seorang pria berusia 27 tahun dibawa ke UGDkarena mengalami kecelakaan lalu lintas. Ia melalukan gerakan menarik anggota badannya bila dirangsang, suaranya tidak jelas, dan tidak dapat membuka mata meskipun dirangsang. Berapakah skor GCS?
a. 8
b. 9
c. 6
d. 7
e. 5

Jawaban: D
Untuk melakukan penilaian tingkat kesadaran, dapat digunakan Glasgow Coma Scale (GCS) yang dilakukan dengan memperhatikan respons pasien terhadap rangsang dan memberikan nilai pada respons tersebut.
Tanggapan (respons) pasien yang perlu diperhatikan adalah:
a. Membuka mata (eye, E). Pada pasien ini, komponen E diberi skor 1 karena pasien tidak dapat membuka mata meskipun dirangsang.
b. Respons verbal (V). Pada pasien ini, komponen V diberi skor 2 karena pasien bersuara tidak jelas, biasanya hanya suapra mengerang dan tidak mengucapkan suatu kata yang dapat dipahami.
c. Respons motorik (M). Pada pasien ini, komponen M diberi skor 4 karena pasien memberikan respons menghindar, yaitu dengan melakukan gerakan menarik anggota badan bila dirangsang.
Sehingga skor GCS untuk pasien ini adalah 1 + 2 + 4 = 7
Referensi
Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf, hal 23 – 25.

58

58. Seorang wanita berusia 23 tahun datang dengan penurunan kesadaran. Walaupun masih bisa dibangunkan dengan panggilan, tetapi seminggu kemudian tidak bisa. Seharusnya sebulmnya ia mendapatkan pengobatan TB selama 6 bulan, tetapi pada bulan kedua ia berhenti mengonsumsi obat karena sudah merasa enak. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kaku kaduk, kaki kiri lebih lemah daripada kaki kanan. Tes Babinski (+) pada kaki kiri.
Diagnosisnya adalah ...
a. Meningitis tuberkulosa (meningitis TB)
b. Meningitis bakterial akut
c. Stroke emboli
d. Stroke perdarahan intraserebral
e. Tumor serebri

Jawaban: A
Meningitis tuberkulosa adalah radang selaput otak akibat komplikasi uberkulosis primer. Secara histologis, meningitis tuberkulosa merupakan meningoensefalitis (tuberkulosa) di mana terjadi invasi ke selaput otak dan jaringan susunan saraf pusat. Jumlah penderita meningitis tuberkulosa kurang lebih sebanding dengan prevalensib infeksi oleh mikobakterium tuberkulosa pada umumnya. Ynag membedakan dengan meningitis bakterial akut adalah perjalanan penyakit pada meningitis tuberkulosa lebih lama sebagaiman pada pasien ini, atau kelainan dalam cairan serebrospinal tidak begitu terlihat. Selain itu, pada meningitis bakterial akut, pasien biasanya datang dengan keluhan utama panas dan penurunan kesadaran.
Berdasarkan gambaran klinisnya, pasien ini termasuk dalam stadium II. Pada stadium ini, gejala klinis berupa rangsang meningeal (pada pasien ini adalah kaku kuduk) mulai terlihat nyata, seluruh tubuh dapat menjadi kaku, dan terdapat tanda – tanda peningkatan intrakranial. Kesadaran makin menurun dan dapat terjadi defisit neurologis fokal seperti hemiparesis (seperti pada pasien ini) karena infark otak dan rigiditas desrebrasi.
Stroke emboli dan stroke perdarahan intraserebral dapt sedikit disingkirkan karena pada kedua posisi tersebut jarang/tidak ditemukan kaku kuduk. Diagnosis kearah tumor srebri dapt disingkirkan karena pada kondisi tersebut gejala klinisnya bersifat kronis dan progresif.
Referensi.
1. Buku Ajar Neurologi Klinis, hal. 184.
2. Kapita Selekta Neurologi, hal. 96.

59

59. Seorang wanita berusia 20 tahun datang ke klinik dengan keluhan mulut miring ke kanan dan mata kiri tidak bisa menutup. Hal ini terjadi kemarin ketika bangun tidur. Nyeri kepala (-), mual dan muntah (-), gangguan pendengaran (-), makan minum tidak tersedak. Riwayat hipertensi dan diabetes melitus (-). Pemeriksaan fisik dalam batas normal. Status neuro: lagoftalmus mata kiri (+), plika nasolabialis kiri datar, lain – lain dalam batas normal.
Diagnosisnya adalah ...
a. Trigeminal neuralgia
b. Bell’s palsy kiri
c. Stroke sistem karotis
d. Stroke sistem vertebrobasiler
e. Tumor serebri

Jawaban: B
Yang perlu diperhatikan pertama kali pada pasien ini adalah status neurologis pasien tersebut. Pada pasien ini didapatkan lagoftalmus mata kiri (+) dan plika nasolabialis kiri datar. Hal ini menunjukkan adanya paralisis nervus VII (nervus fasialis). Lagoftalmus merupakan fenomena gerakan kelopak mata yang tidal sehat, lebih lambat jika dibandingkan dengan gerakan kelopak mata yang sehat. ( Lihat kembali metode pemeriksaan nervus VII.)
Mengaitkan paralisi nervus VII dengan stroke pada pasien ini kurang tepat karena tidak adanya gejala klinis lain yang mendukung ke arah stroke. Pada pasien ini tidak didapatkan nyeri kepala, mual dan muntah, makan dan minum tidak terserdak, dan secara umum pemeriksaan fisik dalam batas normal. Demikian pula tidak ditemukan adanya faktor risiko stroke seperti hipertensi dan diabetes. Diagnosis tumor serebri juga kurang tepat, salah satu alasannya adalah karena perjalanan penyakit yang bersifat akut (baru terjadi kemarin). Demikian pula dengan diagnosis trigeminal neuralgia. Karena pada trigeminal neuralgia gejala utamanya adalah nyeri wajah unilateral tiba – tiba pada daerah inervasi nervus trigeminus.
Oleh karena itu, diagnosis yang paling sesuai adalah Bell’s palsy kiri. Bell’s palsy merupakan paralisis nervus VII karena lesi di bagian foramen stilomastoideus atau sedikit proksimal dari foramen tersebut, yang mulainya akut dan dapat sembuh sendiri tanpa intervensi pengobatan. Bagian nervus fasialis setelah meninggalkan foramen stilomastoideus hanya megandung serabut saraf motorik untuk otot – otot wajah. Pada Bell’s palsy tidak diperoleh gangguan lain selain kelumpuhan seluruh otot wajah yang sifatnya unilateral (jarang didapatkan kelumpuhan bilateral). Diantar data yang menunjukkan bahwa paralisis nervus VII pada pasien ini adalah setinggi foramen stilomastoideus yaitu tidak didapatkan gangguan pendengaran. Apabila didapatkan paresis wajah dan gangguan pendengaran, maka mungkin paralisis nervus VII tersebut karena lesi disekitar meatus akustikus internus sampai genu kanalis fasialis. (Untuk lebih memahami penjelasan ini, lihat kembali pembahasan mengenai susunan nervus fasialis UMN dan LMN.)
Referensi
1. Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf, hal. 81 – 85
2. Tata Pemeriksaan Klinis dalam Neurologi, hal. 303 – 317

60

60. Seorang pria berusia 50 tahun, dibawa kerumah sakit karena mengalami penurunan kesadaran sejak 4 jam yang lalu, ketika sedang mengikuti rapat di kantornya. Ia mengeluh nyeri kepala kemudian disertai muntah 1 kali. Ia dikatakan menderita hipertensi sejak 1 tahun yang lalu. Tekanan darah tertingginya adalah 200/100 mmHg. Ketika diperiksa di rumah sakit, tekanan darahnya saat masuk adalah 210/110 mmHg dengan kesadaran sopor. Pada pemeriksaan selanjutnya didapatkan pupil kecil, reaktif isokor, pernapasan cepat dan disertai apnea, refleks patologis(Babinski) positif pada kedua sisi.
Apakah pola pernapasan pasien ini?
a. Cheyne-Stokes
b. Kussmaul
c. Biot
d. Ataxic breathing
e. Takipnea

Jawaban: A
Pernapasan Cheyne-Stokes adalah irama pernapasan yang ditandai dengan adanya periode apnea (berhentinya gerakan pernapasan) kemudian disusul periode hiperpnea (pernapasan cepat dengan amplitudo pernapasan mula – mula kecil kemudian semakin membesar dan mengecil lagi). Siklus ini terjadi berulang – ulang. Terdapat pada pasien dengan kerusakan otak atau hipoksia kronik.
Pernapasan Kussmaul adalah pola pernapasan yang cepat dan dalam. Pola seperti ini djitemukan pada keadaan asidosis metabolik.
Pernapasan Biot (disebut juga dengan ataxic breathing) adalah pola pernapasan yang irama dan amplitudonya tidak teratur dan diselingi periode henti napas (apnea)
Takipnea adalah napas cepat namun tidak disertai dengan periode apnea. Takipnea dapat bersifat fisiologis maupun patologis.
Referensi
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 1, hal. 24, 43.

61

61. Seorang pemuda 25 tahun terjatuh dari sepeda motor, tanpa helm, pingsan selama 3 menit, pusing, dan mual – mual. Setelah sadar ia bisa berjalan pulang. Terdapat hematoma di daerah pelipis kiri. Beberapa jam kemudian, ia datang lagi kerumah sakit karena nyeri kepala hebat, muntah – muntah, hemiparesis kanan, pupil kiri midriasis, dan kesadaran sopor.
Tindakan yang dilakukan segera adalah ...
a. Foto rontgen kepala
b. Konsul bedah saraf secepatnya
c. Pemberian preparat hemostatik
d. Pernyataan a dan b benar
e. Pernyataan a, b, dan c benar

Jawaban: D
Pasien ini mengalami perdarahan epidural (epidural hematoma, EDH). Pada EDH, harus dibuat foto rontgen kepala AP/lateral untuk mencari adanya garis fraktur yang menyilang sulkus cabang – cabang arteri meningea media. Lebih baik lagi jika dilakukan CT scan kepala.
Operasi harus segera dilakukan untuk menghentikan perdarahan dan mengeluarkan gumpalan – gumpalan darah yang membeku. Bila tidak dioperasi, penderita akan meninggal akibat tekanan intrakranial yang progresif meninggi dalam waktu beberapi hari.
Referensi
Penuntun Neurologi, hal. 91.

62

62. Seorang wanita berusia 47 tahun dengan semua anaknya telah menikah dan tinggal di rumah masing – masing. Suaminya sering dinas ke luar kota sejak 3 bulan yang lalu. Ia mengeluh sulit tidur, nafsu makan menurun, jantung berdebar – debar, napas terasa berat/sesak, lemah, dan mudah tersinggung. Pada pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboraturium, semuanya menunjukkanhasil yang normal. Diagnosis apa yang paling mungkin?
a. Fobia sosial
b. Cemas menyeluruh
c. Gangguan bipolar
d. Psikosomatik
e. Depresi

Jawaban: B
Gangguan cemas menyeluruh
Merupakan suatu kekhawatiran yang berlebihan dan dihayati disertai berbagai gejala somatik, yang menyebabkan gangguan bermakna dalam fungsi sosial atau pekerjaan atau penderitaan yang jelas bagi pasien. Gejala utamanya adalah kecemasan motorik, hiperaktivitas otonom, dan kewaspadaan kognitif. Ketengangan motorik sering dimanifestasikan dengan gemetar, gelisah, dan nyeri kepala. Hiperaktivitas dimanifestasikan oleh sesak napas, keringat berlebihan, palpitasi, dan gejala gastrointestinal. Gejala lainnya adalah mudah tersinggung dan mudah dikejutkan. Pasien sering kali datang ke dokter umum atau dokter penyakit dalam dengan kkeluhan somatik yang spesifik.
Referensi
Kapita Selekta Kedokteran, jilid 1, edisi 3, hal. 208

63

63. Pada gangguan psikotik karena gangguan mental organik yang akut, dapat ditemukan semua hal di bawah ini, kecuali ...
a. Demensia
b. Halusinasi
c. Delirium
d. Amnesia
e. Kesadaran yang menurun

Jawaban: A
• Demensia merupakan suatu keadaan syndrom otak organik menahun yang terutama ditandai dengan penurunan inteligensia selain gangguan sifat – sifat kepribadian, kegangguan pertimbangan, dan juga afek. Demensia disebabkan karena kerusakan jaringan otak yang bersifat irreversibel
• Halusinasi merupakan suatu persepsi sensorik yang salah tanpa rangsangan dari luar yang sebenarnya.mungkin karena gangguan emosi atau stres (reaksi histerik, deprivasi sensorik), serta psikosa fungsional atau keracunan (obat, alkohol, halusinogen). Kondisi ini dapat terjadi pada setiap indera
Referensi
W. F. Maramis, Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, Airlangga University Press, 2004, hal. 728 – 729.

64

64. Seorang pria berusia 35 tahun, bekerja sebagai petani dengan pendidikan SD yang tidak tamat. Ia datang ke pukesmas dengan keluhan utama gaduh gelisah, mondar-mandir, berbicara melantur, serta kedua tangan nya diikat. Ia diantar oleh banyak orang. Pada pemeriksaan pada lebih lanjut tidak di temukan adanya kelainan organik, tetapi di temukan waham dan halusinasi yang cukup menonjol. Gejala-gejala ini dialami penderita selama satu minggu dan sebelumnya tidak seperti ini. Gangguan apa yang dialami oleh pria ini ?
a. Gangguan waham
b. Skizofrenia
c. Gangguan psikotik akut dan sementara
d. Gangguan efektif
e. Demensia

JawabaN: C
Gangguan psikotik akut dan sementara
a. Awal yang akut (dalam masa 2 minggu atau kurang) merupakan jangka waktu gejala-gejala psikotik menjadi nyata dan mengganggu sedikitnya beberapa aspek kehidupan dan pekerjaan sehari-hari, tidak termasuk gejala prodormal yang gejalanya sering tidak jelas.
b. Waham dan halusinasi yang polimorfik
c. Gangguan afektif dan emosi
d. Perubahan yang cepat dari jenis dan intensitas dari gejala psikotik
e. Tidak ada bukti yang disebabkan oleh organikatau substansi psikoatif

65

65 . Area di otak untuk afasia sensoris adalah ...
a. Area 41-42
b. Area 44
c. Area 17-18
d. Area 20-22
e. Area 8

Jawaban: A
Afasia merupakan gangguan bahasa dan cara berbahasa. Terdapat tiga pusast yang mengatur berbahsa. Pusat bahasa reseptif terletak pada area Brodmann 41 dan 42, yang di kenal asebagai area Wernicke, dan area Brodmann 39. Area Brodmann 41 dan 42 merupakan pusat persepsi auditorileksik, yaitu mengurus pengenalan dan pengertian segala sesuatu yang berkitan dengan bahasa lisan (verbal); sedangkan area 39 merupakan pusat persepsi visuo-leksik, yaitu mengurua pengenalan dan pengertian segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa tulis atau isyarat (visual). Pusat bahasa ekpresif atau eksekutif terletak di area Brodmann 44 yang dikenal sebagai area Broca.

Referensi
Tata pemeriksaan Klinis dalam Neurologi, hal. 569-570

66

66. Seorang penderita datang dengan keluhan lemah tubuh sebelah kanan mulai ±3 bulan yang lalu, dan dirasakan semakin lama semakin berat. Selama 6 bulan terakhir ia sering nyeri kepala dan muntah setelah bangun tidur, dan ±2 minggu terakhir ia tidak bisa berkomunikasi.
Diagnosis yang paling mungkin untuk pasien ini adalah ...
a. Tumor mielum
b. Stroke infark
c. Tumor otak
d. Parkinson
e. Meningistis

Jawaban: C
Gejala neurologik (pada pasien ini berupa kelemahan tubuh sebelah kanan) bersifat kronis-progresif yang merupakan tanda penting dari tumor otak. Gejala klinik penting lainnya adalah peningkatan tekanan intrakranial yang terdapat pada sebagian besar tumor otak yang dapat menyebabkan nyeri kepala, mual, dan muntah. Selain itu, juga terdapat manifestasi klinis fokal seperti afasia dan gangguan visus, tergantung pada lokasi tumor. Adanya sindrom peningkatan tekanan intrakranial dapat menyingkirkan kemungkinan diagnosis tumor mielum. Diagnosis stroke dapat disingkirkan karena penjalanan penyakit yang sifatnya kronis, berbeda dengan stroke yang sifatnya akut. Begitu pula dengan Parkinson dan menginitis, karena gejala klinisnya yang tidak sesuai.
Sebagai diagnosis banding dapat dipikirkan kemunkinan penyebab adanya peningkatan tekanan intrakranial lainnya seperti abses intraserebral, hematoma epidural, granuloma intraserebral, atau menginitis kronis.

Referensi
Buku Ajar Neurologi, hal. 205-207

67

67. Seorang pasien berusia 40 tahun mengeluh mengalami kesemutan di bibir bagian bawah setelah operasi gigi bawah belakang 2 minggu yag lalu. Apakah mungkin penyebabnya?
a. Alergi obat anestesi
b. Dosis obat berlebihan
c. Obat anestesi masuk ke pembuluh darah
d. Kelainan anatomi rahang
e. Trauma pada jaringan saraf

Jawaban: E
Kemungkinannya sangat kecil gejala-gejala ini di sebabkan oleh obat anestesi, dosis obat berlebihan, atau obat anestesi masuk pebuluh darah, karena operaasi tersebut sudah dilakukan 2 minggu yang lalu. Demikan pula dengan kelainan anatomi rahang, karena apabila kelainan tersebut menimbulkan gejala kesemutan, tentu hal itu dirasakan pasien sejak dulu. Sehingga, kemungkinan yang paling mendekati adalah bahwa kesemutan tersebut disebabkan oleh suatu trauma jaringan saraf.

68

68. Seorang pria berusia 38 tahun saat mengangkat meja mendadak merasakan nyeri pinggang kanan yang menjalar sampai betis belakang dan telapak kaki. Kalau ia mengejan atau batuk, maka nyeri akan bertambah. Pemeriksaan dilakukan dengan cara vena jugularis kanan-kiri ditekan, ±1 menit kemudian penderita disuruh mengejan. Pemeriksaan ini disebut tes ...
a. Lasegue
b. Bragard
c. Naffziger
d. Valsalva
e. Patrick

Jawaban: C
Tes lasegue dilakukan dengan cara mengangkat tungkai dalam keadaan lurus. Untuk menjamin lurusnya tungkai, maka tangan si pemeriksa yang satu mengangkat tungkai dengan memegang tumit pasien, sedangkan tangan yang lain memegang serta menekan lutut pasien. Fleksi pasif tungkai dalam keadaan lurus di sendi panggul akan menimbulkan peregangan nervus iskiadikus. Tes ini juga dapat di modifikasi dengan mendorsofleksikan telapak kaki (tes Bragard).
Tes Valsalva bertujuan untuk meningkatkan tekanan intratekal. Bila terdapat proses desak ruang di kanalis vertebralis bagian servikal, maka dengan meningkatnya tekanan intratekal akan muncul/bangkit nyeri radikular. Cara meningkatkan tekanan intratekal menurut Valsalva adalah pasien diminta untuk mengejan saat ia menahan napas. Tes ini disebut positif jika timbul nyeri radikular yang berpangkal di tingkat leher dan menjalar ke lengan. Pada tes Naffziger, tekanan intratekal ditingkatkan dengan meminta pasien mengejan pada saat kedua vena jugularis ditekan oleh kedua tangan pemeriksa.
Tes Patrick dilakukan dengan menempatkan tumit atau maleolus eksterna tungksi yang sakit pada lutut tungkai lainnya. Untuk membangkkitkan nyeri di sendi panggul dapat dilakukan penekanan pada lutut yang difleksikan tersebut.

Referensi
Tata Laksana Pemeriksa Klinis dalam Neurologi, hal. 499,502-504.

69

69. Tes untuk nyeri pinggang dan iskialgia yang perlu dilakukan untuk pasien pada kasus No. 68 di atas antara lain ...
a. Lhermitte
b. Bragard
c. Phalen
d. Tinel
e. Rombeng

Jawaban: B
Dengan tes Lasegue (atau modifikasinya yaitu tes Bragard ), nyeri pinggang bagian bawah dan di sepanjang tungkai dapat dibangkitkan sehingga dapat di tentukan sebabnya. Pada tes Bragard, nervus iskiadikus semakin diregangkan, sehingga dapat muncul tanda Lasegue pada derajat yang lebih kecil dan dalam waktu yang lebih cepat.
Tes Lhermitte (tes Spurling) dilakukan dengan melakukan kompresi (penekanan) pada kepala dalam berbagai posisi (miring kanan, miring kiri, tengadah, menunduk). Bila terdapat nyeri saraf akibat kompresi di foramen intervertebrale bagian servikal, maka kompresi pada kepala pasien akan menimbulkan nyeri yang sesuai dengan tingkat kompresi atau memperhebat nyeri radikular.
Tes Phalen dilakukan dengan menekuk kedua tangan pasien di sendi pergelangan tangan, kemudian menekankan kedua dorsum manus satu dengan yang laain sekuat-kuatnya. Apabila terdapat penyempitan pada terowongan karpal di pergelangan tangan bagian volar yang dilintasi cabang-cabang nervus medianus, maka pada penekukan tersebut akan menimbulkan nyeri atau parestesia di daerah yang diinervasi oleh nervus medianus.
Tes Tinel dapat dilakukan di terowongan karpal, pada sulkus n. ulnaris, dan lutut. Dilakukan dengan menekan ligamentum volare pergelangan tangan (tes Tinel terowongan karpal), menekan nervus ulnaris (tes Tinel sulkus n. ulnaris), atau menekan nervus safenus yang berada di bagian medial tuberositas tibia (tes Tinel lutut).
Tes Romberg dilakukan dengan meminta pasien berdiri dengan kedua telapak kakinya dekat satu dengan yang lain dan kedua matanya tertutup hanya beberapa detik saja. Tes ini hanya dilakukan apabila seseorang dapat berdiri tanpa bantuan.

Referensi
Tata Pemeriksaan Klinis dalam Neurologi, hal. 327, 496-498, 503.

70


70. Pada stoke perdarahan, arteri apa yang biasanya pecah?
a. Arteri serebri anterior
b. Arteri serebri superior
c. Arteri basilaris
d. Arteri lentikulostriata
e. Arteri meningea media

Jawaban: D
Perdarahan seringkali terjadi di kapsula interna yang di vaskularisasi oleh arteri lentikulostriata, yang merupakan cabang dari arteri serebri media. Pada tempat-tempat tertentu, dinding arteri lentikulostriata sangat lemah, karena hanya terdiri dari tunika intima dan tunika adventisia. Apabila tekanan darah meingkat, maka di tempat-tempat yang lemah tersebut timbul aneurisma (aneurisma Charcot-Bouchard) yang bila pecah (ruptur) akan menimbulkan stoke hemoragik.

Referensi
Dasar-dasar Ilmu Penyakit Saraf, hal. 247-248

71

71. Seorang wanita berusia 55 tahun, berubah gemuk, bekerja sebagai penjual rujak, setiap malam mengeluh nyeri di jari 1, 2, 3 kanan, sehingga mengganggu tidurnya. Beberapa minggu kemudian tangan kanannya tidak kuat untuk memegang, terasa tebal pada volar 3 ½ jari, dan otot pangkal ibu jari mengecil
Topikal diagnosis kasus ini adalah setinggi...
A. Rudiks Serivikal C6-7
B. Mielum Serivikal C6-7
C. N. ulnaris
D. N. medianus
E. N. Radialis

Jawaban: D
Daerah volar 3 ½ jari (ibu jari, jari telunjuk, jari tengah, dan ½ bagian medial jari manis) diinervasi oleh nervus kutaneus palmaris yang merupakan cabang dari nervus medianus.
Referensi
Clinically Oriented Anatomy, 4th ed., hal. 759.

72

72. Sesuai dengan lesinya, maka untuk pasien pada kasus No. 71 di atas akan ditemukan atrofi otot...
A. Hipithenar
B. Interossei
C. Thenar
D. Fleksor jari
E. Ekstensor jari

Jawaban : C
Nervus kutaneus palmaris, cabang dari nervus medianus, menginervasi otot-otot thenar (sisi lateral telapak tangan).
Referensi
Clinically Oriented Anatomy, 4th ed., hal. 759.

73

73. Seorang wanita berusia 32 tahun mengeluh mengalami penurunan berat badan (meskipun nafsu makannya tetap membaik), dan selalu gelisah akibat jantung yang berdebar-debar setiap malam. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya eksoftalamus dan lid retraction. Temuan lain apakah yang diharapkan didapatkan pada pasien ini?
A. Uptake resin-T3 yang rendah
B. Kadar T3 serum yang rendah
C. Uptake yang rendah
D. Kadar TSH serum yang rendah
E. Indeks T4 (indeks FT4) bebas yang rendah

Jawaban : D
Tirotoksikosis adalah keadaan di mana kadar hormon tiroid terdapat secara berlebihan dalam darah, baik hal itu disebabkan oleh gangguan fungsi kelenjar tiroid maupun oleh sebab lain. Sedangkan hipertiroid adalah tirotoksikosis dengan gangguan fungsi kelenjar tiroid. gejala meliputi ?Hiperaktivitas, iritabilitas, disforia
? Intoleransi panas dan berkeringat
? Berdebar-debar
? Kelelahan
? Penurunan berat badan dengan peningkatan nafsu makan
? Diare
? Poliuria
? Oligomenoragia , menurunnya libido Hasil laboratorium pada tirotoksikosis :
• T3/T4: tinggi
• TSH : dapat rendah, tinggi, normal
Lebih dari 90% penyebab hipertiroidisme adalah akibat penyakit Graves dan nodul tiroid toksik, di mana hasil laboratorium adalah TSH yang rendah, T3 bebas, dan T4 bebas yang tinggi`


74

74. Seorang wanita berusia 66 tahun dengan riwayat diabetes sejak 15 tahun yang lalu, dan ia tidak rutin berobat. Hasil pemeriksaan labolatorium menunjukkan glukosa darah puasa 266 mg/dL, glukosa darah prandial 350 mg/dL, ureum 89 mg/dL, dan kreatinin 2,2 mg/dL. Hasil pemeriksaan urin menunjukkan protenuria (+3)`
Yang merupakan penatalaksanaan hiperglikemia yang paling tepat untuk pasien ini adalah...
A. Sulfonilurea
B. biguanid
C. insulin
D. kombinasi insulin dan antidiabetika oral
E. nonfarmakologis

Jawaban : C
Pasien ini kemungkinan telah mengalami nefropati diabetika yang ditunjukkan dengan pemeriksaan ureum, kreatinin, dan proteinuria yang dihasilkan abnormal. Hasil normalnya adalah uruem: 20-40 mg/gl., kreatinin: 0,5-1,5 mg/dl., proteinuria: negatif. Pasien ini sudah lama mengidap diabetes (15 tahun yang lalu) kemungkinaan sudah mengalami defisiensi sekresi insulin, sehingga diperlukan terapi dengan insulin. Selain itu, dengan adanya nefropati diabetik, diperlukan kontrol gula darah yang lebih intensif untuk menjaga kadar gula darah menjadi normal dengan tujuan menghambat progresivitas nefropati.
Pada pasien dengan gula darah puasa >250 mg/dl.,insulin dapat langsung diberikan karena semakin cepat kadar gula darah menjadi normal, toksisitas glukosa pada sel islet pankreas akan berkurang, sehingga sekresi insulin oleh pankreas akan lebih baik.
Pada penggunaan insulin, pasien dapat diedukasi untuk menaikkan dosis insulin perlahan-lahan disertai kontrol gula darah secara mandiri setiap hari sampai target gula darah tercapai (kenaikan dosis insulin ±10% setiap 2-3 hari)
Bila dosis insulin yang digunakan besar (>1 unit/kg/hari), terapi insulin dapat dikombinasi dengan metformin atau thiazolidinedion
Referensi
Harrison Principles of Internal Medicines, 16th ed,hal. 2164, 2176-2177

75

75. Seorang pria berusia 56 tahun datang dengan keluhan jari kelingking kaki kanan mengalami luka busuk. Ia juga mengeluh sering haus, mudah lapar , sering kencing kedua kaki dan jemari tangannya sering kesemutan/baal, lesu, mata kunang-kunang, dan pucat. Sejak 5 bulan yang lalu pengelihatannya semakin kabur dan pada pemeriksaan fisik lensa matanya tampak putih seperti ada awan putih. Ayahnya dulu meninggal karena komplikasi diabetes militus. Pada pemeriksaan terlihat ruas tulang dari jari kedua, pada kedua betis tampak bekas luka yang menghitam. Hasil pemeriksaan laboratorium darah menunjukkan Hb 7 g/dl., glukosa puasa 190 mg/dl., 2 jam PP 425 mg/dl.. Pemeriksaan urin menunjukkan reeduksi merah bata dengan pH 4,5
Apakah penyebab kelainan pada lensa mata yang dialaminya?
A. Prosca glikolisasi pada kolagen lensa mata
B. Menampaknya sorbitol di dalam lensa mata
C. Glikolisilasi dan reaksi sorbitol pada kolagen lensa mata
D. Adanya proses peradangan pada lensa mata
E. Mengeras dan menggumpalnya protein akibat osmotik dehidrasi

Jawaban : C
Komplikasi-komplikasi pada penderita diabetes militus terjadi karena hiperglikemia kronik. Terdapat 4 teori yang menjelaskan mengapa hiperglikemia kronik dapat mencetuskan komplikasi-komplikasi pada penderita diabetes melitus.
1. Glikolisis protein
2. Peningkatan sorbitol
3. Peningkatan diasil gliserol
4. Peningkatan fruktosa 6-fosfat

Referensi
Harrison Principles of Internal Medicines, 16th ed,hal. 2162

76

76. Seorang wanita berusia 37 tahun mengeluh sulit tidur, selalu merasa was-was , khawatir, dan gelisah. Ia selalu merasa cemas jangan-jangan akan terjadi sesuatuyang tidak baik terhadap dirinya atau keluarganya. Hal ini terjadi sejak anaknya mengalami kecelakaan lalu lintas dua hari yang lalu. Manakah diagnosis yang paling mungkin?
A. Reaksi stres akut
B. Gangguan cemas menyeluruh
C. Insomnia inorganik
D. Gangguan penyesuaian
E. Gangguan ansietas fobik

Jawaban : A
Pada kasus tersebut, terdapat gejala-gejala gangguan cemas yang didahului dengan stresor bermakna (anak pasien mengalami kecelakaan), di mana gangguan ini berlangsung

77

77. Seorang wanita berusia 20 tahun datang ketempat praktek Anda dengan keluhan sering kencing. Keluhan tersebut disertai dengan mudah merasa haus sehingga sering minum. Menurut rekan kerjanya ia kelihatan lebih pucat padahal nafsu makannya biasa dan cenderung sering ngemil karena mudah lapar. Pasien bekerja sebagai karyawan rokok kecil, belum menikah, dan tinggal bersama kakeknya karena ibunya sudah meninggal 3 tahun yang lalu. Faktor resiko apa yang paling penting untuk digali dalam memastikan diagnosis pada kasus ini?
A. Pola olahraga
B. Stres dalam pekerjaan
C. Faktor keturunan
D. Kondisi lingkungan tenpat kerja
E. Kondisi lingkungan rumah

Jawaban : C
Pada kasus ini, faktor resiko yang harus dicermati adalah faktor keturunan (genetik). Hal ini bisa digali dengan penyebab meninggalnya ibu pasien. Satu lagi yang menguatkan kecenderungan ke faktor genetik adalah usia pasien yang masih 20 tahun.
Faktor-faktor resiko yang paling penting pada penderita diabetes melitus (DM) ialah:
1. Genetik (faktor resiko pada DM tipe 1 dan 2, terutama pada DM tipe 2).
2. Obesitas (faktor resiko pada DM tipe 2).
Referensi
Harrison Principles of Internal Medicines, 16th ed,hal. 2156-2157.

78

78. Pada kasus No. 77 di atas,hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan gula darah puasa =253 mg/dL , gula darah 2 jam postpandrial = 530 mg/dL , dan urin reduksi (+3). Saran apa yang paling penting diberikan pada pasien dalam proses penatalaksanaan terapi?
a. Penyuluhan tentang pola diet dan aktivitas fisik yang dianjurkan
b. Latihan terapi mandiri menggunakan injeksi
c. Memberikan instruksi pengobatan secara jelas
d. Penggunaan pelindung kaki untuk mencegah luka
e. Jadwal kontrol rutin dan motivasi pentingnya kontrol

Jawaban : B
Pembahasan : Insulin infeksi dapat langsung diberikan sebagai terapi awal pada
• Penderita dengan penurunan berat badan yang parah
• Terdapat penyakit ginjal/hati, sehingga menyulitkan pemberian per oral
• Pada penderita yang dirawat di rumah sakit
• Terdapat gejala/tanda hiperglikemia berat (gula darah puasa, GDP > 250)
Referensi
1. Standards of Medical Care 2008-ADA, hal.520.
2. Harrisson Principles of Internal Medicine, 16th ed., hal. 2176.

79

Seorang pria berusia 60 tahun, datang dengan keluhan pada saat mandi tadi pagi, mata kanannya mendadak buta. Sejak 6 bulan yang lalu, di dalam mata kanannya tampak ada seperti kabut putih, dan semakin tebal sehingga sekarang penglihatan mata kanannya menjadi kabur, tetapi masih dapat melihat benda-benda yang dekat. Selama pemeriksaan tercium bau busuk yang ternyata berasal dari jari manis kaki kirinya yang mengalami luka memborok sampai terlihat tulangnya. Saat ditanya, ternyata luka tersebut telah terjadi setahun lebih dan tidak dirawat karena tidak terasa sakit. 10 tahun yang lalu ia gemuk, tetapi sejak 2 tahun yang lalu badannya kurus meskipun makannya banyak. Dari hasil pemeriksaan laboratorium diperoleh reduksi urin (+++), gula darah puasa 250 mg/dL, dan gula darah 2 jam postpandrial 450 mg/dL.
Buta mendadak pada mata kanan penderita kemungkinan disebabkan oleh..
a. Glaukoma
b. Katarak
c. Ablasi retina
d. Kekeruhan cairan vitreus
e. Kekeruhan kornea

Jawaban : A
Pembahasan : Kebutuhan pada penderita diabetes melitus dapat disebabkan oleh glaukoma kronik, katarak, maupun ablatio retina. Glaukoma kronik dan katarak memiliki ciri-ciri mata tenang dan virus turun perlahan-lahan, sedangkan ablatio retina memiliki ciri-ciri mata tenang dan virus turun mendadak. Ablatio retina merupakan komplikasi dari perjalanan alamiah penyakit retinopati diabetika.
Manifestasi klinis ablatio retina diantaranya yaitu terdapat tabir yang menutupi penglihatan dan seperti melihat pijaran api. Penglihatan menurun sesuai daerah retina yang mengalami ablasi. Penglihatan sentral dapat terganggu bila makula terkena.
Referensi
Kapita Selekta Kedokteran, edisi 3, jilid 1, hal.34

80

Seorang wanita berusia 32 tahun datang dengan keluhan sering berdebar-debar, mudah lelah, sering berkeringat, dan semakin kurus. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan eksoftalmus, struma, fine tremor. Diagnosis yang paling mungkin adalah...
a. Hipertiroidisme
b. Hipotiroidisme
c. Hiperparatiroidisme
d. Hipoparatiroidisme
e. Sindrom Cushing

Jawaban : A
Pembahasan : keluhan ini adalah manifestasi klinis hipertiroidisme
Hiperparatiroidisme
Separuh atau lebih pasien hiperparatiroidisme tidak mengalami keluhan apapun. Sebagian pasien mengalami nefrolitiasis, gejala neuropsikiatrik, kelemahan otot-otot proksimal, mudah lelah, atrofi otot, juga rasa tidak nyaman di perut.
Hipoparatiroidisme
Gejala hipoparatiroidisme mirip dengan gejala hipokalsemia yaitu spasme otot (biasanya dapat dilihat pada jari-jari tangan), wajah yang menyeringai, pada kasus berat dapat timbul spasme laring dan kejang. Dapat pula terjadi kenaikan tekanan intrakraanial, papiledema, aritmia jantung, dan kram usus. Manifestasi di kulit dapat berupa alopesia dan kandidiasis.
Sindrom Cushing
Sindrom Cushing memiliki gejala dan tanda meliputi obesitas pada batang badan, hipertensi, kelelahan, amenorea, perubahan kepribadian, edema, glukosuria, dan osteoporosis. Tanda yang spesifik untuk Sindrom Cushing yaitu hirsutisme (pertumbuhan rambut yang berlebihan), stria abdomen kebiruan, ekimosis. Sindrom ini disebabkan karena tingginya kadar kortisol dalam darah.
Penyakit Addison
Penyakit Addison (insufisiensi kelenjar korteks adrenal primer) memiliki manifestasi klinis meliputi asthenia (kelemahan), hiperpigmentasi (berwarna coklat, gelap, atau seperti perunggu), patch biru kehitaman pada membran mukosa, hipotensi arterial, dan rasa tidak nyaman di perut.
Referensi
Horrison Principles of Internal Medicine, 16th ed, hal. 2134, 2142, 2254,2263

81

. Seorang wanita berusia 66 tahun yang bertubuh gemukmengeluh sering buang air kecil, sering haus, dan sering lapar sejak 6 bulan yang lalu. Hasil laboratorium menunjukkan glukosa darah puasa 155 mg/dL, glukosa darah pandrial 206 mg/dL. Tidak ada riwayat diabetes sebelumnya. Langkah penatalaksanaan pertama pada pasien ini adalah...
a. Sulfonilurea
b. Biguanid
c. Insulin
d. Kombinasi insulin dan antidiabetika oral
e. Nonfarmakologis (diet dan latihan fisik)

Jawaban : E
Pembahasan : Tata laksana diabetes dimulai dengan terapi diabetes dengan pengaturan pola makan ( medical nutrition therapy, MNT). Olahraga juga perlu dilakukan untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi obesitas. Setelah MNT dan olahraga dilakukan, kadar gula darah diperiksa kembali. Jika target gula darah tidak tercapai setelah 3-4 minggu, maka dilakukan terapi farmakologi. Pada keadaan tertentu, terapi farmakologi, misalnya insulin, dapat langsung diberikan sebagai terapi awal pada keadaan tertentu.
Referensi
Horrison Principles of Internal Medicine, 16th ed, hal. 2175, 2177.

82

Pada hasil check-up seorang pria berusia 64 tahun, didapatkan glukosa darah puasa 120 mg/dL dan glukosa darah pandrial 136 mg/dL. Diagnosis yang tepat untuk pasian ini adalah...
a. Diabetes melitus tipe 2
b. Glukosa puasa terganggu
c. Glukosa darah normal
d. Toleransi glukosa terganggu
e. Diabetes melitus tipe 1

Jawaban : B
Pembahasan : Diabetes melitus (DM) dapat ditegakkan pada:
1. Gejala klasik DM (polidipsia, poliuria, penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya) dan gula darah sewaktu ? 200 mg/dL.
2. Gula darah puasa (puasa = tidak ada asupan kalori selama paling sedikit 8 jam) ? 126 mg/dL.
3. Gula darah 2 jam setelah pemberian 75 gr glukosa pada tes toleransi glukosa oral ? 200 mg/dL.
Keterangan :
• Diabetes melitus dapat ditegakkan pada salah satu keadaan tersebut.
• Pada poin 2 dan 3, bila tidak didapatkan gejala klasik DM, tes harus diulang pada lain hari. Bila tetap menunjukkan hasil positif, diagnosis diabetes melitus dapat ditegakkan.0
Pradiabetes
• Glukosa darah puasa terganggu: glukosa darah puasa 100-125 mg/dL.
• Toleransi glukosa terganggu: glukosa darah 2 jam setelah pembebanan 75 gr glukosa pada tes toleransi glukosa oral 140-199 mg/dL.
Referensi
Standards of Medical Care 2008-ADA , hal. 513.

83

. Seorang wanita berusia 27 tahun mengalami insomnia, episode deprsi setelah 9 bulan partus tidak menyusui, menstruasi tidak teratur, bulu-bulu wajah meningkat, denyut nadi 90 kali/menit, tekanan darah 140/110 mmHg, kortisol serum dan urin meningkat. ACTH lebih dari normal, prolaktin, FSH kurang dari LH. Hasil CT scan menunjukkan adenoma hipofisis. Penyebab hiperkortisol yang paling mungkin adalah...
a. Insufisiensi kelenjar adrenal
b. Supresi kelenjar adrenal
c. Hipersekresi ACTH
d. Hipofungsi hipotalamus
e. Supresi hormon reproduksi

Jawaban : C
Pembahasan : Gejala ini merupakan gejala sindrom cushing (hiperkortisol). Penyakit ini bisa disebabkan oleh abnormalitas pada hipofisis (hipersekresi ACTH), kelenjar adrenal (tumor adrenal), maupun tumor ektopik yang mensekresi ACTH.
Pada keadaan normal, hipofisis mensekresi hormon adrenokortikotropik (adrenocorticotrophic hormone, ACTH) yang akan menstimulasi kelenjar adrenal untuk mensekresi kortisol. Bila kadar kortisol dalam darah sudah mencukupi, kortisol akan memberikan umpan balik negatif kepada hipofisis, sehingga sekresiACTH akan dikurangi.
Pada Sindrom Cushing, bila berlebihnya kortisol disebabkan karena kelenjar adrenal yang berlebihan dalam mensekresi kortisol, misalnya pada neoplasia adrenal, maka kortisol tersebut akan memberikan umpan balik negatif pada hipofisis, sehingga sekresi ACTH hipofisis akan berkurang.
Bila berlebihnya kortisol disebabkan oleh hipersekresi ACTH, baik oleh hipofisis maupun oleh tumor ektopik, tentu saja kadar ACTH akan tinggi. Untuk membedakan apakah tingginya ACTH disebabkan oleh hipersekresi hipofisis ataukah oleh tumor ektopik, maka dilakukan MRI dengan kontras gadolinium untuk menampilkan hipofisis. Hipofisis yang membesar merupakan petunjuk, adanya hipersekresi ACTH. Cara lain yang akurasinya lebih tinggi yaitu dilakukannya sampling pengukuran kadar ACTH pada vena sinus petrosus.
Referensi
Horrison Principles of Internal Medicine, 16th ed, hal. 2136.

84

Seorang wanita berusia 25 tahun yang mendapat suntik insulin seumur hidup mengalami ketoasidosis diabetik. Dasar kelainan metabolik tersebut adalah...
a. Penurunan proteolisis
b. Peningkatan lipogenesis
c. Peningkatan sekresi kolesterol
d. Penurunan glikogenolisis
e. Peningkatan oksidasi ?

Jawaaban : E
Pebahasan : Pengaturan kadar gula darah tergantung pada keseimbanganfisiologis beberapa hormon, yaitu :
a. Hormon yang merendahkan kadar gula darah, yaitu insulin yang disekresikan sel beta pankreas.
b. Hormon-hormon yang meningkatkan kadar gula darah. Hormon-hormon ini disebut “counter regulatory hormon”, terdiri dari:
• Glukagon yang disekresi oleh sel alfa langerhans pankreas
• Epinefrin yang disekresi oleh medula adrenal
• Glukokortikoid yang disekresi oleh korteks adrenal
• Hormon pertumbuhan (growth hormone) yang disekresi oleh hipofisis anterior
Ketosidosis diabetik disebabkan oleh kekurangan insulit baik absolut maupun relatif, dikombinasi dengan kelebihan “counter regulatory hormone”. Keadaan ini biasa terjadi pada penderita diabetes tipe 1 walaupun tidak menutup kemungkinan terjadi pada penderita diabetes tipe 2, yaitu penderita diabetes yang tergantung insulin yang lupa/keliru penggunaan insulinnya, juga pada penderita diabetes yang mengalami kelelahan fisik yang berat.
Penurunan rasio insulin “counter regulatory hormone” menyebabkan gangguan keseimbangan fisiologis, sehingga “counter regulatory hormone” ini lebih dominan bekerja. Hal ini menyebabkan pembentukan glukosa baik di hati maupun jaringan perifer lainnya (misalnya otot, lemak) meningkat. Glukoneogenesis, glikogenolisis, dan lipolisis meningkat. Terjadinya lipolisis melalui reaksi “beta oksidasi asam lemak”.
Sebagai hasil samping dari lipolisis/pemecahan lemak melalui beta oksidasi asam lemak adalah benda-benda keton (aseton, asam asetoasetat, beta-hidroksibutirat). Benda-benda keton ini bersifat asam dalam darah. Sifat asam akan dinetralisasi oleh bikarbonat untuk mempertahankan pH normal (7,35-7,45). Bila pembentukan benda-benda keton berlebih, maka simpanan bikarbonat akan terkuras (kadarnya dalam darah berkurang), dan tidak mampu lagi melawan keasaman benda-benda keton, akibatnya terjadi asidosis metabolik. Sebagai tanda asidosis metabolik ialah pH yang turun (asam) dan kadar bikarbonat yang juga turun.
Ketoasidosis diabetik ditandai dengan hiperglikemia, ketosis, dan asedosis metabolik. Pada hiperglikemia osmotik non-ketotik (HONK), tidak didapatkan ketosis dan asidosis metabolik.
Referensi
1. Patofisiologi, Konsep Klinis Proses-proses Penyakit, edisi 6, hal 1259-1260
2. Horrison Principles of Internal Medicine, 16th ed, hal. 2159

85

85. Seorang anak berusia 5 tahun datang dengan keluhan diare dan air ampas sedikit. Sebelumnya ia sudah deman selama 4 hari. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 90 (palpasi), denyut nadi 60 kali/menit, suhu badan 39°C, turgor menurun dan kesadaran apatis. Kemungkinan komplikasi pada pasien ini adalah...
a. asidosis respiratorik
b. asidosis metabolik
c. alkalosis respiratorik
d. alkalosis metabolik
e. kegagalan multiorgan

Jawaban : B
Pasien dengan diare akut sering mengalami mual, muntah, nyeri perut sampai kejang perut, demam dan diare. Karena diare dan muntahnya inilah yang menyebabkan pasien dapat mengalami kekurangan cairan. Pasien merasa haus, lidah kering, tulang pipi menonjol, turgor kulit menurun, serta suara menjadi serak. Gangguan biokimiawi seperti asidosis metabolik akan menyebabkan frekuensi pernapasan menjadi cepat dan dalam (pernapasan Kussmaul). Bila terjadi renjatan/hipovolemia berat, denyut nadi cepat, tekanan darah menurun, pasien gelisah, muka pucat, ujung ekstremitas dingin, dan kadang sampai sianosis. Kehilangan kalium yang banyak dapat mengakibatkan aritmia jantung. Perfusi ginjal dapat menurun sehingga timbul oligouria sampai anuria. Bila kekurangan cairan tidak segera diatasi, maka dapat timbul penyulit berupa nekrosis tubular akut.

86

86. Bila kadar pemeriksaan gas darah menunjukkan pH = 7,32; PaCO2 = 30 mmHg; dan kadar HCO3 = 20 mEq/L, maka kondisi keasaman darah pasien ini adalah...
a. asidosis metabolik dengan kompensasi
b. alkalosis metabolik dengan kompensasi respiratorik
c. asidosis respiratorik akut
d. alkalosis respiratorik akut
e. asidosis campuran metabolik-respiratorik

Jawaban : A
Darah memiliki pH normal berkisar 7,35-7,45. Nilai pH darah yang kurang dari nilai ini menandakan darah yang terlalu asam (asidosis), sedangkan pH yang berlebihan menandakan darah yang terlalu bersifat basa (alkalosis). Baik asidosis maupun alkalosis dapat disebabkan oleh faktor metabolik maupun respiratorik. Bila penyebabnya adalah faktor metabolik, ciri-cirinya adalah perubahan kadar ion bikarbonat yang BERBANDING LURUS (SAMA) dengan perubahan pH. Pada asidosis metabolik, pH berkurang dan kadar bikarbonat juga berkurang. Pada alkalosis metabolik, pH bertambah dan kadar bikarbonat juga bertambah.
Bila penyebabnya adalah faktor respiratorik, ciri-cirinya adalah perubahan tekanan arterial CO2 yang BERBANDING TERBALIK dengan perubahan pH. Pada asidosis respiratorik, pH berkurang dan tekanan arterial CO2 bertambah. Pada alkalosis metabolik, pH bertambah dan kadar bikarbonat juga bertambah.
• pH darah normal adalah 7,35-7,45
• Tekanan arterial CO2 (PaCO2) normal adalah 35-45 mmHg
• Kadar normal ion bikarbonat dalam darah adalah 22-26 mEq/L
• Tekanan arterial O2 normal dalam darah adalah 80-100 mmHg
Sampai di sini kita dapat membedakan antara asidosis dan alkalosis, baik yang disebabkan faktor metabolik maupun respiratorik. Pada soal ini diketahui pH 7,32 ? turun ? asam ? asidosis. Kita lihat kadar CO3¬¬- 20 mEq/L yang juga turun menandakan asidosi metabolik.
Kompensasi ditandai dengan usaha bantuan dari paru (dapat dilihat dari PaCO2) untuk menetralkan keasaman tersebut. CO2¬ yang bersifat “asam” dikeluarkan secara cepat (secara klinis dapat dilihat napasnya cepat dan dalam ? pernapasan Kussmaul), sehingga pada keadaan kompensasi, kadar CO2 dalam darah juga berubah. Dalam hal ini, pada asidosis metabolik, kadar CO2 berkurang.
Pada asidosis/alkalosis yang disebabkan faktor respiratorik, kompensasi ditandai dengan usaha bantuan dari ginjal untuk menetralkan pH darah ditandai dengan kadar HCO3- yang keluar dari rentang normal (kadar HCO3- naik/turun).
Referensi
Patofisiologi, Konsep Klinis Proses-proses Penyakit, edisi 6, hal.767.

87

87. Seorang wanita yang berusia 55 tahun telah mengalami menopause yang disebabkan oleh penurunan produksi hormon esterogen. Esterogen termasuk kelompok hormon steroid. Metabolisme steroid mempunyai bahan dasar yang berasal dari...
a. lemak (asam lemak)
b. lemak (kolesterol)
c. lemak (trigliserida)
d. protein (asam amino esensial)
e. karbohidrat

Jawaban : B

88

88. Seorang wanita berusia 38 tahun mempunyai 3 orang anak dengan 1 anak masih balita. Ia datang ke praktek dokter untuk KB. Alasan yang tepat untuk KB yang dilakukannya adalah...
a. menjarangkan kehamilan
b. menunda kehamilan
c. menyudahi jumlah anak
d. menerapkan NKKBS
e. menjaga ibu tetap sehat

Jawaban : C
Sejak tahun 1980, BKKBN mencanangkan “cukup dua anak” sehingga pada kasus ibu ini, anak sudah cukup. Dalam hal strategi kontrasepsi pola pelayanan kontrasepsi rasional sebagai pola pelayanan kontrasepsi kepada masyarakat, berdasarkan kurun reproduksi sehat serta paritas :
• Usia >20 tahun dianjurkan menunda kehamilan dengan menggunakan pil KB, AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim), kontrasepsi suntik, susuk, kondom atau intravaginal.
• Usia 20-30 tahun dianjurkan untuk menjarangkan kehamilan dengan AKDR, susuk, kontrasepsi suntik, pil mini, pil KB, kondom atau inravaginal.
• >30 tahun, fase mengakhiri kesuburan, dianjurkan menggunakan kontrasepsi mantap, AKDR, susuk, kontrasepsi suntik, pil KB, kondom atau intavaginal.
Referensi Ilmu Kebidanan, edisi 3, hal 902-902

89

89. Seorang ibu berusia 34 tahun, datang ke praktek swasta seorang dokter bedah dengan keluhan timbul benjolan pada payudara kanannya yang terasa nyeri pada saat pramenstruasi. Pada pemeriksaan klinis teraba benjolan pada kuadran lateral atas payudara kanannya yang berdiameter 2 cm, tidak berbatas jelas, dan berkonsistensi padat. Dari hasil operasi tampak tumor putih kekuningan dengan batas yang tidak jelas dan berkonsistensi padat kenyal.
Diagnosis yang paling mungkin untuk kelainan ini adalah...
a. kelainan fibrokostik
b. fibroadenoma
c. galaktokel
d. komedo karsinoma
e. infiltrating ductal carcinoma

Jawaban : A
Kelainan fibrokistik mammae ? gambaran patologik penyakit ini, yaitu kista yang multipel, proliferasi epitel, dan fibrosis. Gambaran klinis menunjukkan sering terjadi bilateral dan nyeri, kadang-kadang hebat terutama sebelum atau sesudah haid karena tarikan kelenjar payudara yang hipertrofis. Selain itu, terjadi fluktuasi dalam ukuran dan mudah terjadi hilang-timbul dengan cepat, kadang-kadang terdapat discharge dari puting susu.
Galaktokel ? air susu terkumpul pada suatu bagian mammae dan menyebabkan tumor kistik. Terjadi akibat sumbatan saluran oleh air susu yang membeku. Seringkali dengan tekanan kuat pada mammae, tumor dapat dihilangkan.
Karsinoma komedo ? merupakan kanker duktus laktiferus, terdiri dari sel-sel kanker nonpapiler dan intraduktal, sering dengan nekrosis sentral, sehingga pada permukaan potongan terlihat seperti isi kelenjer. Jarang komedo karsinoma pada saluran saja, biasanya menginfiltrasi ke sekitarnya menjadi karsinoma komedo terinfiltrasi (infiltrating comedo carcinoma)
Infiltrasi karsinoma duktal ? kanker duktus laktiferus yang menginfiltrasi ke sekitarnya, bisa ke kulit atau ke dasar.
Referensi
1. Ilmu kebidanan, edisi 2, hal. 701.
2. Ilmu kandungan, edisi 3, hal. 486-488

90

90. Seorang ibu berusia 45 tahun, nulipara, datang ke poli bedah dengan keluhan terdapat tumor pada payudara kanannya yang semakin membesar. Pada pemeriksaan klinis teraba tumor pada kuadran lateral atas payudara kanan yang melekat pada dasar berbatas tidak jelas serta didapatkan retraksi papila mammae serta gambaran peau d’orange.
Diagnosis paling mungkin untuk kelainan ini adalah...
a. kelainan fibrokistik
b. tumor filoides
c. fibroadenoma
d. infiltrating ductal carcinoma
e. komedo mastitis

Jawaban : D
Pasien dengan kanker payudara (termasuk jenis karsinoma duktal terinfiltrasi) memiliki manifestasi klinis benjolan/massa di payudara , rasa sakit, keluar cairan dari puting susu, timbulnya kelainan kulit (dimpling, kemerahan, ulserasi, tampilan peau d’orange [menyerupai kulit jeruk]), pembesaran kelenjar getah bening atau tanda metastasis jauh. Lokasi anatomis untuk frekuensi karsinoma payudara berturut-turut yaitu kuadran lateral atas (45%), kuadran tengah (25%), kuadran medial atas (15%), kuadran lateral bawah (10%), dan kuadran medial bawah (5%).
Referensi
Current Obstetric & Gynecologic Diagnosis & Treatment, 8th ed., hal. 1121-1123.

91

91. Berikut ini yang bukan termasuk test proyeksi adalah...
a. wartegg
b. MMPI
c. Rorschach
d. TAT
e. Gambar pohon

Jawaban : B
Tes proyeksi adalah salah satu tes kepribadian yang biasanya memberi gambaran visual yang tidak menentu.
1. TAT
2. Tes Rorschach
3. Tes gambar orang
4. Tes Wartegg
Referensi
W.F Maramis, Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, Airlangga University Press, 2004, hal.174.

92

92. Pada seoranng wanita berumur 40 tahun dijumpai benjolan pada payudarah kanan, konsistensi keras, diameter 2-5 cm, batas tegas, sulit digerakan, serta keluar darah dan cairan putih.Diagnosis keadaan ini adalah....
a. Fibroadenoma
b. Tumor filoides
c. Papiloma intraduktal
d. Karsinoma invasif
e. Mastitis

Jawaban: D
Pada karsinoma invasif ditemukan massa tumor yang tidak nyeri, keras, terjadi retraksi puting susu, discharge dari puting susu bisa encer seperti air, serosa atau dara, terfikasasi ke dinding dada, sehingga sulit untuk digerakkan, dan dapat ditemukan limfadenopati aksila dan supraklavikula.
Referensi
Current Obstetric & Gynecologic Diagnosis & Treatment, 8^th ed., hal. 1121-1123

93

93. Pemeriksaan untuk diagnosis posisi punggung fetus adalah....
a. Leopold I
b. Leopold II
c. Loepold III
d. Leopold IV
e. Periksa dalam

Jawaban: B
Perasat Leopold:
Leopold I: Menentukan fundus dan kutub janin yang ada di fundus, bokong janin akan teraba besar, bada noduler, sementara kepala terasa keras dan bulat, lebih bebas digerakkan serta digoyang-goyang (ballottable)
Leopold II: Menentukan bagian punggung dan ekstremitas janin. Bagian punggung akan teraba struktur yang keras dan residen dan pada sisi lain terdapat bagian-bagian kecil janin.
Leopold III: Menentukan presentasi janin. Kalau bagian presentasi tidak enganged, akan teraba bagian terbawah janin, pembedaan kepala dan bokong sama seperti Leopold I.
Leopold IV: Menentukan presentasi janin apakh sudah masuk panggul atau belum.
Referensi
Obsteri Williams, ?18?^th ed, hal. 207-210.

94

94. Seorang wanita hamil mengeluh adanya massa dileher depan sejak 3 tahun yang lalu, tidak terasa nyeri, dan semakin membesar. Di kampungnya banyak yang menderita sakit seperti ini. Diagnosis kelainan ini adalah....
a. Defisiensi kromium
b. Defisiensi iodium
c. Defisiensi zink
d. Defiensi fosfor
e. Defisiensi vitamin

Jawaban: B
Dalam kehamilan biasa, kelenjar gondok (tiroid) mengalami hioerfungsi dan kadang-kadang disertai pembesaran ringan. Metabolisme basal dapat meningkat sampai 15-25%, sehiongga dibutuhkan zat iodium supaya kebutuhan tercukupi. Adanya warga di kampung pasien yang menderita kelainan yang sama menandakan kurangnya asupan iodium warga, padahal pasien dalam keadaan hamil dimana kebutuhan iodium juga meningkat.
Refrensi
Ilmu Kebidanan, edisi 2, hal 526

95

Seorang wanita hamil, G_2 P_1 A_0, dengan usia kehamilan 12 minggu, datang untuk pemeriksaan rutin kehamilan. Riwayat kehamilan pertama lahir spontan, hidup, dan memiliki berat badan normal. Saat ini anaknya udah berusia 3 tahun dan sehat. Anamnesis tambahan untuk risiko anemia pada ibu adalah....
a. Menanyakan kebiasaan diet
b. Riwayat anemia defisiensi Zn saatkehamilan yang lalu
c. Apakah anaknya yang sekrang mengalami anemia
d. Jenis kontrasepsi yang digunakan sebelum kehamilan
e. Riwayat minum obat-obatan sebelum dan selama kehamilan ini

Jawaban: A
Hal penting dalam pengawasan ibu hamil adalah mengenai diet. Kekurangan atau kelebihan nutrisi dapat menyebabkan kelainan yang baik diinginkan pada wanita hamil tersebut. Kekurangan makanan dapat menyebabkan anemia, abortus, partus prematus, intersia uteri, hemogagia postpartum, sepsis puerperalis, dan lain-lain. Sedangkan mekan secara berlebihan dilakukan karena wanita tersebut salah mengerti bahwa ia makan untuk “dua orang”. Hal ini dapat pula mengakibat komplikasi anatara lain pre-eklamsia, bayi terlalu besar, dan sebagainya. Kenaikan berat badan wanita hamil rata-rata 6,5-16 kg.
Referensi
Ilmu Kebinan, edisi 3, hal. 161

96

96. Seorang perempuan berusia 11 tahun mengalami keluar cairan dan darah sedikit dari vagina, dan tidak ada keluhan lainnya. Kemungkinan diagnosisnya adalah....
a. Kehamilan
b. Menstruasi
c. Trauma
d. Keputihan
e. Infeksi

Jawaban: B
Purbertas umumnya terjadi pada usia 12-15 tahun. Paada usia 12 tahun, kelenjar adrenal mulai aktif menghasilkan hormon, peningkatan pengeluaran androgen menyebabkan pembentukan rambut pubis atau pubarke yang 6-12 bulan dengan pembentukan rambut ketiak. Selain itu, mulai terjadi pigmentasi puting dan proliferasi mukosa vagina. Pendarahan pertam dari uterus pada seorang wanita disebut menarke, biasanya terjadi antara usia 11-13 tahun. Namun pada dasawarsa terakhir ini, usiamenarke bergeser kelebih muda.
Referensi
Ilmu Kandungan, edisi 2, hal. 92,96,236.

97

Seorang wanita hamil berusia 25 tahun, G_1 P_0 A_O, dengan usia kehamilan 8 bulan, dibawa ke bidan UGD karena mengalami hipertensi dan tungkainya bengkak. Riwayat kejang (-), tekanan darah160/110 mmHg, terdapat adema, dan proteinuria. Bagaimana penanganan pasien ini?
Infus D5%
Diazepam 10 mg IM
MgSO_4 4 gram dalam D4% IM
Fenobarbital 30 mg oral
Observasi ketat di ICU

Jawaban: C
Pasien mengalami pre-eklamsia berat, sehinga perlu diberikan obat untuk mencegah terjadinya kejang oleh karena itu, dapat diberikan:
Larutan MgSO_4 40% 10 mL ( 4 gram), disuntikkan intramuskulus pada bokong kiri dan bokong kanan sebagai dosi permulaan, dan dapat diulang 4 gr setiap 6 jam menurut keadaan. Tambahan MgSO_4 hanya diberikan bila diuresis baik, refleks patela positif, dan kecepatan pernapasan lebih dari 16 kali/menit. Obat tersebut, selain menenangkan, juga menurunkan tekanan darah dan meningkatkan diuresis.
Klorpromaziin 50 mg intramuskulus.
Diazepam 20 mg intramuskulus
Referensi
Ilmu Kebidanan, edisi 3, hal. 293.

98

98. Pada kananswan ginekologi,schiller-Duval bodies khas untuk tumor....
a. Endometrium
b. Yolk sac
c. Fibromioma
d. Mioma
e. Teratoma matur

Jawaban: B
Tumor sinus endodermal ovarium atau disebut juga tumor yolk sac. Secara mikroskopik, patogomonik tumor ini adalah Schiller-Duval bodies (gambar papila tunggal yang dibatasi sel-sel tumor dengan satu pembuluh darah sentral).
Referensi
Cyrrent Obstetric & Gynecologic Diagnosis & Treatment, 8^th ed. Hal, 958.

99

99. Seorang wanita berusia 40 tahun dalam menjalani operasi pomeroy, dan didapatkan jaringan untuk pemeriksaan mikroskopik. Hasilnya menujukkan epitel kolumner bersilia. Berasal dari jaringan apakah sediaan mikroskopik tersebut?
a) Serviks uteri
b) Endometrium
c) Tuba fallopi
d) Ovarium
e) Vagina

Jawaban C

Pomeroy merupakan salah satu teknik sterilisasituba. Dari semua teknik memotong tuba fallopi, metode ini adalah yang paling sederhana tetapi cukup efektif dalam melakukan sterilisasi abdominal. Prosedur yang dilakukan meliputin gelungan tuba diikat dan buku tuba (knuckle) dibawah ikatan tersebut. Teknik sterilisasi tuba yang lain yaitu irving, parkland, madlener atau fimbriektomi

100

100. Pada Seorang wanita berusia 56 tahun, setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan keganasan di mulut rahim. Dokter menerangkan diagnosisnya, kemudian pasien tertegun dan berulang kali mengatakan “Apa memang benar saya menderita penyakit ini?” apa yang sebaiknya dilakukan dokter?
a) Merukuk ke psikiater
b) Melakukan ter psikologi
c) Menyarankan perbanyak ibadah
d) Menyarankan melakukan aktivitas
e) Melakukan konseling induvidu

Jawaban E

Pasien yang menderita kanker serviks dapat mengalami kecemasan, ketakutan, dan depresi sehingga perlu dilakukan konseling. Pasien harus disemangatin untuk melanjutkan aktivitas normalnya sebisa yang ia mampu lakukan dan memberikan dukungan atas usahanya

Referensi
Current obstetric dan gynecologic diagnosis & treatment, 8th ed., ha, 1122

101

101. TNMO pada stadium kanker berfungsi untuk...
a. Edukasi keluarga pasien
b. Merencanakan terapi
c. Menentukan prognosis
d. Merencanakan terapi dan membantu menentukan prognosis
e. Bukan salah satu yang disebut diatas

Jawaban : D
untuk merencanakan terapi dan membantu menentukan prognosis
Referensi
Current Obsteric & Gynecologic Diagnosis & treathment, 8th ed., hal 1122

102

102. Seorang pria berusia 35 tahun terjatuh saat naik kuda, dengan jatuh terlebih dahulu dan leher terpuntir, penderita sadar, dan bisa berjalan normal. Pada pemeriksaan otot bahu dan lengan kiri (m.deltoid, m.biseps, m.triseps) lumpuh tipe lower motor neuron (LMN), sikap lengan terjulai tidak bergerak dengan posisi pronasi, sedangkan tangan dan jari tengah masih bisa bergerak normal, kulit bahu dan lengan atas tebal dan kedua tungkai normal. Berak dan kencing normal. Sindrom ini disebut...

a. Brown-sequard palsy
b. Cervical root palsy
c. Erb’s palsy
d. Klumpke palsy
e. Carpal tunnel palsy

Jawaban : c
traksi berlebihan pada pleksus brakliasis dapat menyebabkan :
1. Upper root injury/ Erb’s palsy yang disebabkan cedera pada C5, C6 dan kadang-kadang C7. Otot abduktor dan rotator eksternal bahu dan supinator paralisis. Lengan terjulai, terotasi internal, dan pronasi.
2. Complete plexus injury/ klumpke palsy, lebih jarang terjadi, tetapi lebih berat. Gerakan lengan terbatas, semua otot jari paralisis, dan mungkin terdapat gangguan vasamotor serta sindrom Horner unilater.
3. Brown-sequard palsy, adalah lesi pada spinal cord, terjadi dengan lesi asimetris(hemiseksional) dibawah lesi terdapat kelemahan upper motor neuron (UMN) ipsilateral dan disfungsikolumna posterior dengan kehilangan sensibilitas kulit kontralateral, sedangkan pada level lesi terdapat kehilangan sensibilitas ipsilateral.
4. Carpal tunnel syndrome merupakan akibat dari kompresi nervius medianus. Hal ini umum terjadi pada menopause, artritis reumatoid, kehamilan dan miksedema. Gejalanya meliputi nyeri dan parastesis pada tangan yang diinervasi oleh m.medianus, yaiitu jari 1, 2 dan 3 ( ibu jari, jari telunjuk dan jari tengah ).
Referensi
Apley’s system of orthopedics and fractures, 8th ed., hal 212,238,247

103

103. Seorang laki-laki berusia 15 tahun sehabis sakit panas dan batuk pilek sembuh dalam tiga hari. Sepuluh hari kemudian mendadak kedua tungkai lemah yang makin berat, dan akhirnya kedua lengan tangannya juga ikut lemah. Pada pemeriksaan neurologis ditemukan tetraparese tipe lower motor neuron (LMN), dengan kdua tangan dan kedua kaki terasa kesemutan model glove-stocking phenomenon. Berak dan kencing normal, tidak ada panas badan , Pada pemeriksaan laboratorium darah lengkap menunjukan hasil yang normal. Diagnosis yang tepat untuk pasien ini adalah...

a. Poliomeilitis
b. Mieilopati
c. Lesi transversal mielum
d. Sindrom guillain-barre
e. Polineuropati

Jawaban : D
Sindrom Guillain-Barre disebut juga polineuritis akut pasca infeksi, polineuritis akut toksik, polineuritis febril, poliradikulopati dan paralisis ascending akut, yang akan dicirikan oleh kelumpuhan ototek ekstremitas yang akut dan progresif, biasanya muncul sesudah infeksi terutama infeksi saluran nafas bagian atas atau saluran pencernaan. Insiden lebih tinggi pada wanita daripada pria dengan perbandingan 2:1 dan lebih banyak terjadi pada usia muda.
1) Gambaran klinis
• Kelemahan motorik terjadi cepat, tetapi progresivitasnya akan berhenti setelah berjalan 4 minggu.
• Kelumpuhan terjadi secara simetris, lebih dari 1 anggota gerak. Dapat terbatas pada kedua tungkai, dapat juga terjadi paralisis total keempat ekstremitas, dalam kurung waktu kurang dari 72 jam, dapat disebut sebagai ascending paralysis atau paralysis landry ascending paralysis.
• Biasanya dimulai dengan rasa kesemutan pada kedua kaki , kemudain disusul oleh suata paraparesis. Adanya glove-stocking phenomenon yaiu gangguan sensibilitas yang tampak dari bagian distal dari anggota tubuh sehingga menyerupai sarung tangan dan kaos kaki, merupakan tanda dari resi saraf tepi (medula spinalis).
• Nervi krainles dan fungsi saraf otonom dapat terkena
2) Hasil pemeriksaan laboratorium darah tepi bisa normal atau menunjukan tanda-tanda radang akut berupa leukositosis pada fungsi lumbal didapatkan cairan serebroposal yang jernih dan kadar protein tinggi (sampai 1000mg %)
3) Pada ENMG (electroneuromyography) menunjuk adanya demielinisasi saraf yang menyebabkan kecepatan hantar saraf menurun.
4) Terapi degan raboransia saraf, kortikostreroid, latihan serta fisioterapi untuk mempercepat pemulihan.
Referrensi
Buku ajar neurologi klinis, hal 307-309

104

104. Patofisiologi pada kasus no 103 diatas adalah....
a. Mielitis
b. Mielopati
c. Lesi transversal mielum
d. Polineuropati
e. Penyakit autoimun

Jawaban : e
Pada sindrom Guillane-Barre ditemukan suatu kelainan imunologikk. Untuk dapat berproliferasi dan membentuk antibodi, limfosit B membutuhkan stimulus, baik yang merangsang (helper activity) dan yang menghambat (supressor activity) dari limfosit T pengatur. Umunya, aktifitas keduanya seimbang. Namun, bila karena sesuatu timbul gangguan dari keseimbangan tersebut dan aktifitas “helper” melebihi “supressor”. Maka limfosit B memproduksi “autoantibodi”. Kejadain demikian, yang misalnya timbul pada infeksi virus, gangguan genetik dan bila terjadi sekresi abnormal dari timus. Penyakit ini dinamai penyakit autoimun.
Referensi
Dasar-dasar ilmu penyakit saraf, hal 297

105

Informasi ini untuk soal No.105-107
Seorang wanita berusia 55 tahun mengeluh kumat-kumatan nyeri pada wajahnya disekitar pipi kanan, seperti disayat pisau. Serangan terjadi pada saat mengunyah, saat berbicara, saat menguap, dan saat menyikat gigi. Hasil pemeriksaan neurologis lain dalam batas normal. Riwayat sakit gigi (+) dan gigi sudah di cabut.
105. Diagnosis kasus ini adalah....
a. Bell’s palsy
b. Migrain
c. Arteritis temporalis
d. Trigerminal neuralgia
e. Tension headache

Jawaban : d
Trigeminal neuralgia (Tic Douloureux) merupakan nyeri terbatas pada satu atau lebih cabang nervus trigeminus (biasanya ramus II atau III), yang timbul karena terangsangnya suatu “trigger zone” disekitar mulut. Seringkali penderita mampu menunjukan satu atau lebih titik diwajah atau dalam mulut yang merupakan awal penyebaran nyeri kewajah. Saat bangkitan tampak juga gangguan vasomotorik seperti kulit menjadi merah, berkeringat, bengkak dan lakrimasi/salivasi yang bertambah. Nyeri dapat berlangsung beberapa detik sampai satu menit, biasanya timbul saat sedang makan , mengunyah atau bila suatu tempat tertentu pada pipi penderita tersentuh. Tidak jarang nyeri dirasakan datang sebagai datang dari gigi, sehingga gigi yang dirasakan sakit akan dicabut satu persatu. Tidak terdapat defisit neurologis.
Bell’s palsy merupakan kelupuhan n.fasialis yang disebabkan vasopasmus didaerah di daerah kanalis fasialis yang dipermudah bila terdapat angin dingin yang meniup. Vasopasmus ini menyebabkan edema dalam kanalis fasialais. Ada ahli berpandapat bahwa bell’s palsy ditimbulkan oleh suatu virus sehingga penyakit dapat ditemukan secara berkelompokseperti suatu wabah. Diantara tanda dan gejalanya pada sisi yang sakit ditemukan lipat dahi yang lenyap, lagoftalmus, hidung dan mulut tertarik kesisi yang sehat, sulkus nasolbialis lebih datar, ujung bibir disisi sakit lebih rendah..
Referensi
1. Dasar-dasar ilmu penyakit saraf, hal 119-122
2. Buku ajar neurologi klinis, hal 351

106

106. Terapi untuk pasien pada kasus ini adalah....
a. Karbamazepin
b. Diklofenak
c. Tramadol
d. Parasetamol
e. Piroksitam

Jawaban : a
Terapi neuralgia nervus trigeminus adalah tegretol (karbamazepin. Tegretol mencegah serangan nyeri paroksimal.
Referensi
Dasar-dasar ilmu penyakit saraf, hal 203

107

107. Predisposisi kasus ini adalah pada wanita berusia diatas 55 tahun. Hal ini disebabkan oleh...
a. Terbentuknya osteofit di os petrosum
b. Osteoporosis di os petrosum
c. Arteriosklerosis arteri karotis interna
d. Penyakit autoimun
e. Peradangan di ganglion trigeminus

Jawaban : c
Neuralgia trigeminus dapat disebabkan oleh :
• Tumor kecil pada radiks n.V
• Aneurisma kecil yang menekan akar n.V
• Suatu plak arterioskelrotik di dinding arteri karotis interna, ditempat arteri tiu menyilang dengan n.V (yang lewat disebelah atas dari arteri karotis interna)
Referensi
Dasar-dasar ilmu penyakit saraf, hal 351

108

108. Seorang wanita berusia 35 tahun mengeluh nyeri kepala separuh kanan, berdenyut, disertai mual dan muntah, mata kabur (scotoma), dan fotophobia. Sebelum nyeri kepala, penderita merasa separuh wajahnya kesemutan dan tebal yang disertai pandangan yang berkunang-kunang. Nyeri berlangsung kurang lebih 2 jam. Hasil pemeriksaan neurologis menunjukan tidak ada kelainan. Diagnosis pasien ini adalah...
a. Trigeminal neuralgia
b. Migrain klasik
c. Arterius temporalis
d. Tension headache
e. Epilepsi fokal

Jawaban : b
Migrain adalah suatu penyakit familial yang ditandai oleh bangkitan nyeri kepala yang kumat-kumatan, dirasakan unilateral hampir selalu disertai oleh anoreksia, mual dan muntah . intensitas, frekuensi dan lama berlangsungnya nyeri kepala itu berbeda-beda. Pada migrain klasik nyeri kepala didahului dan disertai oleh gejala-gejala neurologisyang sejenak seperti gangguan penglihatan, gangguan berbicara atau gangguan seensorik.
Referensi
Dasar-dasar penyakit saraf, hal 201-202

109

109. Seorang wanita berusia 27 tahun mengeluh sejak 2 bulan yang lalu mengalami nyeri kepala seperti diikat, jaran serassa melayang, sering berdebar, dan berkeringat dingin. Neri kepala hampir terjaddi setiap hari, kumat-kumatan, disertai mual tanpa muntah dan sulit tidur. Tidak ditemukan defisit neurologis fokal. Diagnosis kerja penderita ini adalah...
a. Cluster headache
b. Tension headache
c. Trigeminal neuralgia
d. Migrain klasik
e. Arteritis temporalis

Jawaban : B
Tension headache timbul karena adanya kontraksi yang terus-menerus dari otot-otot kepala, wajah, kuduk dan bahu. Kontraksi yang terus menerus ini akan menimbulkan nyeri otot yang dialihkan ke kepala (muscle contraction headache) yang timbul karena ketegangan jiwa (ansietas, tension atau depresi dengan gejala otonom seperti berdebar-debar sesak napas, berkeringat, keluhan lambng dan sulit tidur). Nyeri kepala dirasakan oleh si penderitasebagai suatu ikat kepala yang terlalu menekan. Kepalanya dirasakan berat oleh penderita, terutama saat pagi hari. Bila penderita dipijat maka nyeri kepala berkurang. Nyeri kepal ini ditemukan dan paling peka terhadap anilgesik.
Diagnosis untuk nyeri kepala tegang epidosik ( the international headache society) meliputi :
• Minimal 10 kali serangan
• Tidak ada mual muntah
• Tidak ditemukan fonofobia dan fotofobia dan kalaupun ada hanya salah satu
• Dikatakan nyeri kepal tegang otot bila ditemukan adanya ketegangan otot perikranial denga n cara palpasi atau dengan EMG.
• Apabila bentuk diatas ditemukan, tetapi serangan terjadi paling sedikit 15 hari setiap bulan dan telah berlangsung lebih 6 bulan, serta mungkin diiringi gejala mual, fotofobia dan fonofobia tanpa muntah, maka diagnosisnya adalah nyeri kepala tegang otot kronik.
• Tipe yang lain yaitu semua nyeri kepala mirip dengan yang diatas, tetapi tidak memenuhi syarat untuk diagnosis salah satu nyeri kepala otot dan juga tidak memnuhi kriteria untuk nyeri kepala migrain tanpa aura.
Cluster headache : nyeri kepala yang kambuh bersifat unilateral, berpusat disekitar mata, mulai dengan cepat dan biasanya hilang dalam waktu 1-2 jam. Dalam satu hari, nyeri dapat kambuh 2-4 kali, berlangsung berminggu-minggu sampai berbulan-bulan, setelah itu lenyap. Sampai bertahun-tahun kemudian, penderita bisa bebas nyeri.
Migrain : suatu penyakit familial yang ditandai oleh bangkitan nyeri kepala yang kumat-kumatan, dirasakan unilateral hampir selalu disertai oleh anoreksia, mual dan muntah . intensitas, frekuensi dan lama berlangsungnya nyeri kepala itu berbeda-beda. Pada migrain klasik nyeri kepala didahului dan disertai oleh gejala-gejala neurologisyang sejenak seperti gangguan penglihatan, gangguan berbicara atau gangguan seensorik.
Arteritis temporalis : nyeri karena kelainan vaskular pada arteri temporalis, menimbulkan nyeri kepala yang keras, unilateral, arteri superfisialis akan ttampak berkelok-kelok, edema, dan bernodulus.
Referensi
1. Dasar-dasar ilmu penyakit saraf, hal 201-203
2. Buku ajar neurologi klinis, hal 287-288

110

110. Seorang pria berusia 73 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan sulit menggerakan anggota tubuhnya baik yang kanan maupun kiri. Tangan kiri terlihat bergetar-getar seperti orang menghitung-hitung uang. Wajahnya terlihat kaku seperti topeng. Cara berjalannya terlihat kaku dan langkahnya kecil-kecil. Kesadaran tidak menurun, obat yang cocok untuk pasien ini adalah....
a. Karbamazepin
b. Difenilhidantion
c. Luminal
d. Ergotamin
e. Levodopa+benserazid

Jawaban : e
Pasien ini menderita penyakit parkinson dengan gejala :
1. Tremor (resting/alternating) : tremor tampak pada jempol, seolah-olah penderita menghitung-hitung uang logam atau membuat pil ( pill rolling ). Tremor terjadi pada saat istirahat dan lenyap saat tertidurdan mengadakan gerakan valounter seperti menggenggam.
2. Rigiditas : tonus otot meningkat (hipertoni) dan memperlihatkan fenomena roda bergigi (cogwheel phenomenon)
3. Bradikinesia serta meurunnya refleks postural : tampak dari langkah penderita yang menggeser dan kecil-kecil. Kedua lengan dalam keadaan fleksi/aduksi dan tidak diayunkan saat berjalan.
4. Wajah khas : mimik berkurang (hipomimia), salah satu kelopak lebih lebar dari biasa, mengedip jarang, dan penderita tampak memandang terus kedepan (wajah topeng). Air liur menetes keluar karena telat menelan. Suara lemah (disfoni), pengucapan kata-kata terganggu (disatria), pengulangan kata-kata secara patologis (patilali) dan tanpa intonasi (monoton)
Penyebab parkinson addalah konsentrasi dopamin dalam gingla basalis, terutama dalam meostriatum dan dalam pars kompakta substansia nigra menurun dengan cara mencolok.
Obat-obatan dala parkinson dogolongkan dalam 4 kelompok :
1. Antikolinergik : pada parkinson terjadi penurunan aktivitas susunan dopaminergik sehingga dengan menrunkan aktivitas susunan kolinergik, maka keseimbangan dopamin/asetilkoli akan pulih dan gejala-gejala parkinson membaik. Contohnya benztropin mesilat, triheksifenidil, derivat fenotiazin, antihistamin (difenhidramin)
2. Amantadin (symmetrel) : memperbaiki sintesis , pelepasan dan reuplake dopamin pada ujung-ujung serabut saraf dopaminergik di neostratium. Diberikan per os.
3. Levodopa (L-Dopa) : pemberian levo-dihidroksi-fenilalanin-dopamin (L-Dopa). Dengan pemberian inhibitor dopa-dekarboksilasi (bennserazid) bersama dengan L-Dopa, maka aktivitas dopa-dekarboksilase perifer di netralisasi. Oleh karena itu, dengan dosis L-Dopa yang lebih rendah dapat mencapai kadar L-dopa yang cukup tinggi di neostriatum. L-dopa banyak mengubah perjalanan penyakit parkinson.
4. Bromokriptin : agonis dopamin (stimulator kuat dopamin reseptor D2). Diberikan kepada penderita parkinson yang bertahun-tahun mendapatkan levodopa dan mengalami efek samping (seperti akinesia paradoksika,wearing-off effect, on-off phenomenon).
Referensi
Dasar-dasar ilmu penyakit saraf, hal 360-367

111

111. Seorang wanita berusia 55 tahun rajin bekerja mencuci dan memasak . ia mengeluh jari–jari tangan kanan 1-3 (ibu jari, telunjuk, dan jari tengah) kesemutan, terutama pada malam hari. Bila tangan digerak – gerakan akan membaik. Terjadi atrofi otot thenar. Bila pertengahan pergelangan tangan kanan ditekuk, timbul nyeri menjalar ke jai 1-3 . Diagnosis pasien ini adalah...
a. Cervical root syndrome
b. Erb’s palsy
c. Klumpke palsy
d. Carpal tunnel syndrome
e. Saturday night palsy

Jawaban : D
Carpal tunnel syndrome ? merupakan penyakit akibat kompresi nervus medianus. Umum terjadi pada menopause, artritis reumatoid, kehamilan, dan miksedema. Gejalanya meliputi parestesis pada tangan yang dinervasi n. medianus yaitu jari 1, 2, dan 3 (ibu jari, jari telunjuk, dan jari tenggah). Setiap malam pasien terbangun karena burning pain, tingling (perasaan geli), dan numbness (kesemutan). Menggantung tangan diatas sisi tempat tidur atau mengguncang – guncang tangan bisa mengurangi gejala. Gejala gangguan sensori bisa dihasilkan dengan mengetok diatas nervus medianus (tanda tinel) atau memegang pergelangan tangan secara fleksi penuh selama 1-2 menit (tes phalen). Pada kasus lanjut terdapat atrofi otot thenar, kelemahan abduksi ibu jari, dan ketumpulan sensori pada teritori n. medianus.

112

112. Pada kegiatan posyandu antara lain dilakukan penimbangan balita dan pemberian imunisasi. Kegiatan ini dalam perjalanan penyakit termasuk fase …
a. Prepatoganesis
b. Patoganesis
c. Konvalesen
d. Klinis
e. Rehabilitasi

Jawaban : A
Dalam buku karangan leavel & clark : Preventive Medicine For The Doctor In His Community, terdapat 2fase pencegahan penyakit :
1. Fase sebelum sakit (fase prepatoganesis): pencegahan primer
2. Fase selama proses sakit (fase patoganesis): pencegahan sekunder dan tesier.
Pencegahan primer pada fase prepatoganesis meliputi penyuluhan kesehatan yang intesif, perbaikan gizi, dan menyusun pola makan menu gizi yang adekuat. Pembinaan dan pengawasan anak, perbaikan rumah sehat, dan tindakan – tindakan lain yang berfungsi mencegah terjadinya suatu penyakit.¹
Contoh lain adalah pemberian asam folat pada ibu hamil untuk mencegah neural tube defect, imunisasi untuk mencegah penyakit menular, konselig pasien untuk menerapkan pola hidup sehat.² saat melakukan kegiatan penimbangan juga disertai kegiatan program makanan tambahan pada anak balita untuk mencegah permasalahan pada gizi, misalnya kurang energi protein (KEP).

113

113. Seorang wanita berusia 25 tahun datang ke dokter pukesmas dengan keluhan demam selama 4 hari. Setelah diperiksa hasil laboratorium darah didapatkan, maka diagnosis yang ditegakkan adalah demam berdarah dengue (DBD). Dokter lalu memeriksa seluruh keluarganya yang menderita demam. Tindakan dokter ini termasuk …
a. Pencegahan premier
b. Disability limitation
c. Pencegahan tersier
d. Deteksi dini
e. Prompt treatment

Jawaban : D
Tindakan dokter memeriksa anggota keluarga pasien demam berdarah dengue (DBD) yang menderita demam adalah untuk penyakit DBD sedini mungkin. Tindakan pencegahan sekunder meliputi :
a. Easrly case detection finding
b. General chek-up rutin
c. Survei selektif
d. Keteraturan pengobatan untuk penyakit kronis
e. Terapi adekuat untuk kasus awal¹.
Mencegah sekunder berperan dalam mendeteksi penyakit pada saat awal penyakit tersebut masih asimtoatik dan pada saat terapi awal dapat mencegah progrefisitas penyakit. Skrining unuk identifikasi penyait atau adanya factor resiko suatu penyakit juga termasuk juga dalam pencegahan sekunder.²
Referensi
1. Slamet riyadi AL, sstem kesehatan nasioal : tinjauan dari perkemangan IKM, bina indra karya, hal 40-41
2. Fletcher RH, 1996, clinical epidemiology-the essential, hal 167.

114

114. Seorang anak berusia 2 tahun demam terus menerus sejak lima hari sebelum masuk rumah sakit. Demam juga disertai, batuk, pilek, mata merah dan kelihatannya anak silau jika terkena cahaya, diare disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu badan 39,5°C, faring hiperemis (+), bercak koplik (+), di kulit wajah dan badan mulai ditemukan ruam makulopapu;ar. Pada pemeriksaan paru didapatkan vesikular normal, tidak ditemukan ronki maupun wheezing. Retraksi dada juga tidak ada. Selama demam anak ini juga tidak mengalami kejang maupun penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan 7600/mm³. hemoglobin, trombosit, dan hematokrit dalam batas normal. Berdasarkan gambaran daiatas pelaksanaan yang tidak tepat dilakukan untuk anak tersebut adalah …
a. Tirah baring di tempat tidur
b. Vitamin A 100.000 IU, apabila disertai malnutrisi dilanjutkan 1500 IU seiap hari.
c. Kloramfenikol dosis 75 mg/kgBB/hari dan ampisilin 50 mgkgBB/hari selama 7 hari
d. Pasien dirawat di ruang isolasi
e. Diet makanan cukup cairan dan kalori yang memadai. Jenis makanan dan caian disesuaikan dengan kesadaran pasien

Jawaban : C
Berdasarkan gejala dan tanda klinis serta pemeiksaan fisik, pasien ini menderita campak tanpa komplikasi. Komplikas dari campak dapat berupa bronkopneumonia, esefalitis dan diare (dapat diikuti dehidrasi). Pada kasus ini tidak didapatkan adanya tadatanda omplikasi. Misalnya bronkopneumonia disingkirkan dengan tidak ditemukannya ronki
Berdasarkan gejala dan tanda klinis serta pemeriksaan fisik,

115

115. Imunisasi berikut ini dalam PPI diwajibkan, kecuali …
a. BCG
b. MMR
c. Campak
d. Polio
e. DTP

Jawaban: B
Imunisasi yang diwajibkan atau termasuk kedalam program prngembangan imunisasi (PPI) adalah BCG, hepatitis B, polio, campak, dan DTP; sedangkan imunisasi yang termasukdalam non-PPI antara MMR

116

116. Seorang dokter jaga rumah sakit swasta dipanggil keruang bersalin untuk ‘menyambut’ bayi. Pada saat bayi lahir didapatkan kulit sianosis, apnea, dan saat anda auskultasi denyut jantung kurag dari 100 kali/menit. Berdasarkan algoritma asfiksia neonatal. Penatalaksanaan cepat dan tepat yang harus ana lakukan adalah ebagai beikut, kecuali. …
a. Jaga tetap hangat
b. Keringkan, stimulasi, reposisi
c. Epinefrin 0,1-0,3 mL/kg BB dalam larutan 1 : 10.000
d. Ventilasi tekanan ositif (VTP)
e. Bersihkan jalan nafas dan beri oksigen

Jawaban: C
Berdasarkan algoritma asfiksia neonatal, epinefrin dibeikan jika denyut jantung ?60 kali/menitsetelah paling tidak 30 detik dilakukan ventilasi adekuat dan komprensi dada belum ada respon, srta pada keadaan asistolik. Pada pasien ini baru akan dilakukan VTP, jika ternya dengan VTP denyut nadi menjadi ?100 kali/menit, maka penatalaksanaan diarahkan perawatan suportif.
Referensi
SPM kesehatan anak, edisi 1, 2004, hal. 273-276

117

117. Seorang pia berusia 50 tahun, datang dengan keluhan gatal-gatal di punggung nya. Terdapat bercak keputihan dan sisik halus di punggung. Pemeriksaan sinar Wood menunjukan flouresensi kuning keemasan. Apakah diagnosis kasus ini.?
a. Eritrasma
b. Inea versikolor
c. Patiriasis rosea
d. Kandidiasis
e. Tinea korporis

Jawaban: B
Tinea verskolor adalah infeksi jamur supefisial yang ditandai dengan adanya macula dikulit, skuama halus di sertai rasa gatal. Penyebabnya adalah Malassezia furfu. Penyakit ini menyerang hamoir di semua usia baik pia mauun wanita. Fakto resikoya meliputi kurangnya hygiene, keadaan basah,atau bekeringat banyak.
Lokasinya dapat terjadi dimana saja pemukaan kulit, lipatan paha, ketiak, punggun, dada, lengan, dll. Efloresensi berupa makua yang dapat hipopigmentasi, kecoklatan, keabuan, atau kehitaman dalam berbagaiukuran, dengan skuma halus di atasnya.
Pada pemeriksaan labolatorium didaptkan fluoresensi kuning keemasan dengan sinar Wood. Pada pemeriksaanmikroskopikdengan preparat KOH dari kerokan lensi kuli, tampak kelopak-kelopak hifa pendek tebal berukuran 3-8mikron yang dikelilingi spora berkelompok berukuran 1-2 mikron. Pada pemeriksaan dengan KOH parker, tampak hifa spora tersebut bebentuk seperti “spaghetti dan meat ball”
Pemeriksaan sinar wood pada eritrasma menunjukan fluoresensi “coral red”, sedangkan pemeriksaan dengan sinar wood pada pitiriasi rosea negative.
Pada kandidiasis dijumpai daerah eritematosa, erosive, dengan resi satelit. Pada kerokan lesi dengan KOH 10% ditemukan adanya pseudohifa.
Pada tinea, secara khas dijumpai lesi berbentuk macula merah atau hiperpigmentasi, berbentuk sinar kadang polisiklik, denagan terapi aktif(terdapat papula atau vesikel). Dengan kerokan KH 10%, dijumpai adanya hifa.
Referensi
Penerbit buu Kedokteran EGC,2002, Atlas Sari Pati ilmu Penyakit Kuli, edisi 2.

118

118. Seorang pasien wanita berusia 30 tahun mengeluh berulang kali timbul kemerahan dan gatal pada pergelangan tangan kirinya. Pasien mengatakan kalau timbulnya kemerahan terutama bila ia mengenakan jam tangan dari logam. Pada pemeriksaan di daerah lesi, dijumpai adanya eritema dan papula multipel. Selain itu, dijumpai juga adanya erosi. Apakah diagnosis kerja yang paling tepat.?
a. Dermatitis kontak iritan toksik
b. Dermatitis kontak alergi
c. Dermatitis atopik
d. Dermatitis numularis
e. Dermatitis seboroik

Jawaban: B
Dermatitis kontak alergi adalah suatu pperadangan kulit yang timbul seelah konak dengan allergen melaluiproses sensitisasi. Allergen atau sensitizer biasanya berupa bahan logam bera, kometik, bahan perhiasan (kaca mata, jam tangan, anting-anting), ikel, obat-obatan seperti obat kumur, karet(sepau, sandal jepit, pakaian dalam), dll. Pemeriksan eosinofil, imunoglobulin, eujitemepel, ujigores, maupun uji tusuk
Dermatitis Seboriok, dapat di jumpai di daerah seboroik dengan skuma berminak, dan berwarna kekuningan.
Dermatitis Kontak iritan Toksik, timbul setelah kontak dan iritan melalui proses oksik, tidak melalu sensitisai. Bahan iritan biasanya adalah asam atau basa serta pelarut organik.
Dermatitis Atopik, Umumnya timbul pada individu dengan riwayat atopic, pada diri sendiri atau bias juga pada keluarggnya, yaitu riwayat asma bronchial, ringtis alergi, ataupun urtikaria (gapag). Jarang dijumai disatu sisi pergelangan tangan.
Dermatitis Numularis, Bentuk lesinya menyerupai uang logam (numular)
Referensi
Penerbit buu Kedokteran EGC,2002, Atlas Sari Pati ilmu Penyakit Kuli, edisi 2.

119

119. Bagaimana terapi pada kasus No. 118 diatas ?
a. Hindari faktor penyebab, antihistamin, steroid topikal
b. Hindari faktor penyebab, steroid topikal, antibiotik otral
c. Steroid topikal, antibiotik topikal
d. Antjamur, antihistamin
e. Antivirus, antihistamin

Jawaban : A
Penyebab dari kasus ini adalah allergen. Hal ini dicurigai karena adanya kandungan nikel pada jam tangan. Pengobatanya terutama adalah menghindari factor penyabab yaitu jam tangan logan. Elain itu, untuk meringankan gejala dapat diberikan anti histamine dan steroid. Antibiotic, anti jamur, ataupun anti virus tidak diperlukan dalam kasus ini, kecuali pada kasus tertentu dimana terdapat infeksi sekunder, antibiotic dapat diberikan.
Referensi
Penerbit buu Kedokteran EGC,2002, Atlas Sari Pati ilmu Penyakit Kuli,
edisi 2.

120

120. Serang anak laki – laki berusia 7 tahun atang bersama ibuunya. Anak ini mengeluh gatal dan terdapat borok di mukanya. Pada pemeriksaan dijumpai adanya makula eritema di pipi kanan, dan diatasnya dijumpai pustula militer, serta kusta kuning kecokelatan berlapis – lapis. Kusta ini mudah diangkat. Iagnosi yang paling mendeati adalah…
a. Mpetigo bulosa
b. Ektima
c. Verisela zoster
d. Impetigo krustosa
e. Herpes zoser

Jawaban : D
Impetigo Krustosa, merupakan salah satu bentuk hioderma. Penyebabnya adalah Sthaphilococus aureus atau Streptococus beta-hemolitikus. Penyakit ini menyerang epidermis, dan terutama menyerang anak-anak. Serangan lebih sering terjadi di daerah tropis, derah bermusim panas, berhawa lembab, dan juga pada individu denga Higiene yang kurang.
keluhan utama adalah gatal. Lesi awal berupa makula eritematosa berukuran satu sampai 2 mm, dan segera berubah menjadi vesikel atau bulat. Dinding vesikel tipis sehingga mudah pevah dan mengeluarkan sekret seropurulen berwarna kuning kecoklatan yang selanjutnya mongering dan membentuk krusta yang berlapi-lapis. Krusta ini mudah dilepaskan. Dibawah krusta ini terdapat daerah erosif yang mengeluarkan sekret, sehingga krusta kemali menebal.
Impetigo Blulosa, gejala utamanya ialah lepuh2 berisi cairan kekuningan dengan dinding tegang. Kadang cairan tampak hipopion.
Varisela Zoster, memiliki ciri vesikel dengan umbilikasi. Herpes zoster memiliki cirri vesikel yang berkelompok di badan dengan pola zosteri formis ( mengikuti dermatom tubuh).
Pada ektima, vesikel lebih besar, lebih dalam, dan peradangannya lebih berat. Vesikel ditutupi krusta keras yang jika dinagkat maka akan berdaah secara difus.
Referensi
Penerbit buku Kedokteran EGC,2002, Atlas Sari Pati ilmu Penyakit Kuli, edisi 2.

121

121. Bagaimana pada kasus No. 120 di atas ?
a. Asiklovir table
b. Mupirosin krim
c. Hidrokortison krim
d. Ketokonazol krim
e. Amoksisilin krim

Jawaban: B
Impetigo krustosa disebabkan oleh Staphylococcus aureus atau Streptokokus beta-hemolitikus. Pengobatannya ialah dengan antibiotic. Pengobatan dapat diberikan topikal maupun sistemik, tetapi pengobatan sistemik lebih efektif. Pengobatan topikal yang dianjurkan adalah dengan krim mupirosin atau asam fusidat, sedangkan pengobatan sistemik dapat dengan penisilin yang resisten beta-laktamase, yaitu amoksisilin-klavulanat, dan dikloksasilin. Pengobatan dapat juga dengan eritromisin, doksisiklin, maupun sefalosporia.
Referensi
McGraw-Hill, Appleton dan Lange, Current Medical Diagnosis and Treatment, 2005.

122

122. Pada periksaan klinis yang di lakukan terhadap seseorang bayi laki-laki berusia 12 hari, didapatkan bula dengan dasar eritematosa, hipopion, dan erosi pada badan. Suhu badannya 38?C dan terjadi diare kehijauan. Penyakit infeksi ini terjadi pada lapisan kulit...
a. Stratum basale
b. Stratum spinosum
c. Stratum granulosum
d. Stratum lusidium
e. Stratum korneum

Jawaban: E
Bila didefinisikan sebagai peninggian kulit dengan diameter ? 5 mm yang berisi cairan. Bula bisa berasal dari vesikel-vesikel yang menyatu.Bula bisa terjadi pada berbagai stratum. Pada impetigo, bula ada di stratum korneum; pada pemfigus vulgaris, bula terjadi di atas stratum basale;pada infeksi virus (herpes simplex virus, HSV), varisela zoster, bula terjadi pada dermal-epdermal junction; sedangkan pada eritema multiforme, porfiria kutanen tarda, dan dermatitis herpetiform, bula terjadi di subepidermis.
Diagnosis yang mungkin terjadi dari kasus ini adalah impetigo, sehingga bula yang terjadi berada di stratum korneum.
Refrensi
Freedberg etal, 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine, McGraw-Hill.

123

123. Pada pemeriksaan klinis terhadap seseorang penderita, di tangan kirinya terdapat makula hipopigmentasi berbtas tegas dan anestesi disertai pembesaran n. Ulnaris sinistra. Pada pemeriksaan histopatologididapatkan sel magrofag yang terisi Mycobacteriun leprae. Sel ini disebut...
a. Sel Marker
b. Sel Sezary
c. Sel Clue
d. Sel Datia
e. Sel Virchwo

Jawaban: E
Dari pemerikasaan klinis pasien, diagnososis mengarah ke lepra (morbus Hansen). Lepra adalah penyakit infeksi kronik yang disebabkan oleh bakteri tahan asam (BTA) Mycobacteriun lapare yang menyerang saraf tepi, kulit, dan jaringan tubuh lainnya, kecuali susunan saraf pusat. Tanda kardinal lepra yait lesi kulit (hipopigmentasi/erimatosa) yang mati rasa (anesthesia), penebalan saraf tepidisertai gangguan fungsi saraf, dan BTA positif di dalamkerokan jaringan kulit. Diagnosis lepra positif bila terdapat 1 tanda kardinal. Namun, bila hanya tanda cardinal kedua yang ditemukan, maka pasien baru menjadi suspek lepradan memerlukan pemeriksaan lanjutan dari ahli.
Pada lepra tipe TL (tuberculoid leprosy), pada pemeriksaan histopatologi didapatkan sel epitelioid yang berbentuk granuloma di sekitar saraf dermis; BTA negative atau sedikit. Pada tipe LL (lepromatous lebrosy), pemeriksaan histopatologi menunjukkan infiltrasi sel ekstensif yang dipisahkan dari epidermis oleh suatuzona sempit berupa kolagen normal. Appendage kulit rusak. Makrofag yang terisi oleh M. lepare memiliki sitoplasma yang berbusa atau bervakuola (ini disebut sel lepra atau sel Virchow).
Referensi
1. Fitzpatrik’s Clinical Dermatology
2. FK UGM, Art of Therapy, 2008

124

124.Seorang wanita berusia 29 tahun dibawa ke psikiatri karena sering melamun dan merenung serta mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki harapan hidup.Ia tidak mau makan dan hanya berdiam diri di kamar, serta tidak mau keluar rumah. Keluhan tersebut terjadi sejak kematian anaknya akibat operasi seksio sesaria 6 bulan yang lalu. Apakah kemungkinan diagnosis wanita tersebut...
a. Depresi
b. Cemas
c. Skizofrenia
d. Psikosa akut
e. Gangguan waham menetap

Jawaban: A
Pada pasien tersebut tidak dijumpai gejala psikotik, sehingga diagnosis skizofrenia dan psikosis dapat disingkirkan. Demikian juga dengan gangguan waham, karena pasien tersebut tidak mengalami waham.
Episode Deprensif
Gejala utama:
• Afek depresi
• Kehilangan minat dan kegembiraan
• Mudah leleah dan menurunnya aktivitas
Gejala lain:
• Konsentrasi dan perhatian kurang
• Harga diri dan kepercayaan diri kurang
• Gagag\san tentan rasa bersalah dan tidak berguna
• Pandangan tentang masa depan yang suram dan pesimis
• Gagasan atau perubahan membahayakan dri sendiri atau bunuh diritidur terganggu
• Nafsu makan berkurang
Episode Deprensif Ringan
• Sekurang- kurangnya terdapat 2 atau 3 gejala utama
• Ditambah sekurang-kurangnya 2 dari gejala lainnya
• Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu
• Hanya sedikit kesulitan dalam menjalankan pekerjaan dan melakukan kegiatan sosial
Episode Deprensif Sedang
• Sekurang-kurangnya terdapat 2 atau 3 gejala utama
• Ditambah sekurang-kurangnya 2 dari gejala lainnya
• Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu
• Menghadapi kesulitan nyata untuk meneruskan kegiatan sosial, pekerjaan, dan urusan rumah tangga
Episode Deprensif Berat
• Terdapat 3 gejala utama
• Ditambah sekurang-kurangnya 4 gejala lainnya
• Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu
• Sangat tidak mungkin pasien mampu meneruskan kegiatan social, pekerjaan, atau urusan rumah tangga, kecuali pada taraf yang sangat terbatas
Episode Deprensif Beratdengan Gejala Psikotik
• Terdapat 3 gejala utama
• Ditambah sekurang-kurangnya 4 gejala lainnya
• Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu
• Sangat tidak mungkin pasien mampu meneruskan kegiatan social, pekerjaan, atau urusan rumah tangga, kecuali pada taraf yang sangat terbatas
• Disertai waham, halusinasi, atau stupor deprensif
Refrensi
Buku saku Diagnosis Gangguan Jiwa-Rujukan Ringkasan, PPDGJ III, hal. 64-65

125

125. Seorang penderita pria berusia 25 tahun, sejak 5 tahun ini mengeluh terhadap bercak-bercak kemerahan di siku, lutut, dan punggung, yang terasa gatal. Pada periksaan didapatkan plak eritematosa, batas jelas, bulat lonjong, dan terdapat skumana tebal di siku, lutut, dan pinggung.Tanda klinis yang menunjukan diagnosis adalah...
a. Dermografisme
b. Periobital darkening
c. Tanda Hertog
d. Tanda Auspitz
e. Tanda Kernig

Jawaban: D
Diagnosis kasus ini adalah psoariasis. Tanda patognomonis psoariasis adalah tanda Auspitz, yaitu ketika lesi hiperkeratotik dihilangkan dari plak psoariasis, dalam beberapa detik kemudian akan muncul tetesan darah pada permukaan kulit yang mengalami eritema.
Refrensi
Freedberg et al, 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medical, McGraw-Hill.

126

126. Seorang wanita berusia 23 tahun, dengan usia kehamilan 2 bulan, mengeluh gatal-gatal terutama pada malam hari, dan suaminya juga mengalami hal serupa. Pada pemeriksaan dihadapkan papula eritematosa yang di sertai ekskoriasi di sela-sela jari tangan, ketiak, perut, dan bokong. Obat yang aman dan efektif untuk penderita adalah...
a. Krim permetrin 5%
b. Salep sulfur presipitatum 6%
c. Solusio gameksan 1%
d. BBE 25%
e. Krim krotamiton 10%

Jawaban: A
Diagnosis kasus ini adalah skabies. Semua obat tersebut bisa digunakan untuk mengobati skabies, tetapi yang paling efektif adalah krim permetrin 5%, dosis tunggal, digunakan pada malam hari sebelumtidur, dioleskan pada bagian yang ada paulanya, kemudian dicuci keesok harinya.
Referensi
Freedberg et al, 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medical, McGraw-Hill.

127

127. Seorang anak berusia 7 tahun mengeluh adanya bintil-bintil berisi air dan gatal di seluruh muka, badan, dan lengan sejak 3 hari yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan vesikula berisi cairan jernih (tear drop) didasari kulit eritematosa yang tersebar. Penyebab penyakit ini adalah...
a. VZV
b. HSV-1
c. HSV-2
d. HPV
e. CMV

Jawaban: A
Infeksi virus yang memberikan manifestasi di kulit berupa vesikel ada pada pilihan jawaban A, B, dan C. berdasarkan usia penderita dan prediklesi tempat munculnya lesi, maka pilihan jawabannya adalah A, yaitu virus varisela zoster, karena infeksi herpes simplex virus yaitu HSV-1 mempunyai prediklesi di oral, sedangkan HSV-2 di genital.
Referensi
Freedberg et al, 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medical, McGraw-Hill.

128

128. Seorang wanita berusia 26 tahun dengan usia kehamilan 7 bulan, mengeluh mengalami keputihandan terasa gatal sejak 2 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkanmukosa vulva dan vagina hiperemia, maserasi, serviks edema, hipermi dan erosi, serta fluor albus berwarna putihi kental seperti susu. Diagnosis klinis penyakit ini adalah...
a. Vulvovaginitis trikomonas
b. Vaginosis bakterial
c. Servisitis klamidial
d. Servisitis gonorea
e. Vulvovaginitis kandida

Jawaban: E
Pada orang hamil sering terjadi vulvovaginatis kandida, karena saat hamil metabolism meningkat sehinggasuhu tubuh lebih hangat, yang merupakan sarana yang baik untuk berkembangnya jamur.
Referensi
Freedberg et al, 2003, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medical, McGraw-Hill.

129

129. Seorang wanita berusia 24 tahundatang ke tempat praktik dokter dengan keluhan gaal-gatal di kulit kaki sebelah kiri. Ia sangat gelisah karena rasa gatal tersebut semakin parah dan lesi kulit yang berbentuk saluran tersebut semakin hari Nampak semakin bertambah panjang dan naik ke punggung kaki. Pada pemeriksaan ditemukan lesi kemerahan, berbentuk seperti salurandi bawah kulit yang bengkok sepanjang kurang lebih 3 cm, mulai dari telapak kaki sampai sisi medial kaki kiri. Tindakan apakah yang tidak tepat dilakukan oleh dokter ?
a. Melakukan cryosurgery
b. Menyemprot lesi dengan etil klorida
c. Memberi obat antibiotika
d. Memberi obat golangan corticosteroid
e. Memberikan albendazol

Jawaban: B
Cutaneous larva migras (CLM) atau creeping eruption adalah suatu lesi kutaneus yang disebabkan oleh penetrasi perkutan dan migrasi larva dari berbagai macam parasit nematode. Hal ini ditunjukkan dengan adanya lesi eritematosa, serpiginosa, popular atau vesikular linear, berbentuk saluran yang diakibatkan dari gerakan larva di dalam kulit.
Terapinya dapat menggunakanagen topikal (tiabendazol, ivermektin, albendazol), agen sistematik (tiabendazol 50mg/kgBB per hari dalam 2 dosis untuk 2-5 hari, ivermektin 6 mg 2 kali sehar, albendazol 400 mg/hari selama 3 hari), cryosurgery ( dengan menggunakan nitrogen cair, etil klorida)
Referensi
Fitzpatrick’s Clinical Dermatology

130

130. Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun mengeluh gatal, kumat-kumatan di daerah kulit lipatan siku kanan dan kiri. Lama keluhan 2 tahun. Kumat terjadi terutama apabila makan ikan laut. Tampak macula eritematosa dengan batas yang tidak jelas dan bentuk yang tidak teratur, serta beberapa papula, vasikula, dan ekskoriasi. Penderita juga mengeluh pilek dan kadag-kadang sesak napas. Apakah diagnosis anak ini ?
a. Dermatitis kontak iritan
b. Dermatitis kontak alergi
c. Dermatitis seboroik
d. Dermatitis atopik
e. Dermatitis numularis

130. Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun mengeluh gatal, kumat-kumatan di daerah kulit lipatan siku kanan dan kiri. Lama keluhan 2 tahun. Kumat terjadi terutama apabila makan ikan laut. Tampak macula eritematosa dengan batas yang tidak jelas dan bentuk yang tidak teratur, serta beberapa papula, vasikula, dan ekskoriasi. Penderita juga mengeluh pilek dan kadag-kadang sesak napas. Apakah diagnosis anak ini ?
a. Dermatitis kontak iritan
b. Dermatitis kontak alergi
c. Dermatitis seboroik
d. Dermatitis atopik
e. Dermatitis numularis

131

131. Ny.Wati berusia 59 tahun mengeluh adanya bercak darah pada lipat paha kanan dan kiri sejak 3 minggu yang lalu,yang disertai rasa gatal terutama kalau udara panas.penderita sedang mendapat pengobatan diabetes melitus .pada pemeriksaan daerah inguinal terdapat macula eritematosa berbatas jelas dengan bentuk teratur,skuama tipis,dan satelit papula.diagnosis kasus Ny.Wati adalah………..
a. Tinea kruris
b. Dermatitis seboroik
c. Kandidiasis
d. Psoriasis vulgaris
e. Tinea korposis

Jawaban: C
Pada penderita diabetes mellitus,infeksi jamur sering mengenai penderita terutama yang mengalami diabetes mellitus yang tidak terkontrol.pilihgan jawaban A,C,dan E merupakan jamur.dilihat dari predileksi lesi yang ada dan wujud kelainan kulit (satelit papula),maka diagnosis mengareah pada kandidiasis.

132

132. pengobatan yang dapat diberikan pada tinea kruris adalah………..
a. Griseofulvin
b. Kortikosteroid oral
c. Kortikosteroid krim
d. Mupirosin krim
e. Na tiosulfat

Jawaban: A
Obat yang sesuai untuk tinea kruris yaitu flukonazol 150mg 1 kali/minggu selama 4-6 minggu,itrakonazol 100mg/hari selama 15 hari,terbinafin 250 mg/hari selama 2 minggu,dan griseofulvin 500 mg/hari selama 2-6 minggu.
Referensi
Freedberg et ai,2003 ,Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine,McGraw-Hill.

133

133. basuki mengeluh terdapat 2 bercak putih di pipi kirinya yang terasa tebal.saat diperiksa,saraf leher kiri membesar.hasil laboratorium ternyata negative.diagnosis penyakit basuki adalah…………..
a. Morbus Hansen tipe borderline lepromatosa dengan BTA negative
b. Morbus Hansen tipe multibasiler dengan BTA negative
c. Morbus Hansen tipe pausibasiler dengan BTA negative
d. Morbus Hansen tipe borderline dengan BTA negative
e. Morbus Hansen lesi tunggal dengan BTA positif

Jawaban: C
Leprosi (morbus Hansen) menurut WHO,dibagi dalam berbagai klasifikasi:
1. Pausibasiler (PB) ? lesi 1-5,indeks bakteri 0 - +1
2. Multibasiler (MB) ? lesi >5,indeks bakteri ? +2
Selain itu,menurut Ridney-Jopling,leprosy dibagi lagi menjadi:
1. Tuberculoid leprosy (TT): plak/patch anestetik tunggal,tepi lesi meninggi.
2. Borderline tuberculoid leprosy (BT): lesi anular berbatas tegas atau plak dengan papula-papula satelit.
3. Borderline leprosy (BB): merupakan gambaran antara BT dari BT.
4. Borderline lepromatous leprosy (BL): lesi anular berbatas legas atau plak besar dengan bagian kulit normal di bagian tengahnya,memberikan gambaran keju Swiss.
5. lepromatous leprosy (LL): papula asimetris,terdapat nodul dan plak yang tidak disertai anestesi.
MH tipe pausibasiler terdiri dari tipe TT dan BT,sedangkan tipe MB terdiri dari BB,BL dan LL

134

134.seorang anak laki-laki berusia 2 tahun dibawa ke puskesmas dengan keluhan sumbing bibir dan langit-langit.pada pasien,keadaan umum baik,tidak batuk dan tidak pilek.beratbadan anak ini adalah 4,5 kg.didapatkan labiognatopalatoskisis unilateral sinistra komplit.hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 11 g/dL.hasil pemeriksaan lain dalam batas normal.usia pasien yang paling tepat untuk dilakukan labioplasti adalah…….
a. 10 jam
b. 10 hari
c. 10 minggu
d. 10 bulan
e. 10 tahun

Jawaban: C
Kelainan labiopalatoskisis sebaiknya secepat mungkin diperbaiki karena akan mengganggu pada saat menyusui dan akan mempengaruhi pertumbuhan normal rahang serta perkembangan bicara.koreksinya dapat dilakukan bertahap ataupun sekaligus.saat melaksanakan tindakan koreksi,digunakan hukum sepuluh,yaiyu berat badan minimal 4,5 kg (10 pon),kadar Hb 10 g%,dan usia sekurang-kurangnya 10 minggu.
Referensi
Wim de Jong (editor),Buku Ajar Ilmu Bedah,hal 345.

135

135. berat badan minimum untuk dapat dilakukan labioplasti adalah…….
a. 5 kg
b. 6 kg
c. 7 kg
d. 8 kg
e. 9 kg

Jawaban: A
Pembahasan seperti pada no.134 di atas.

136

136. seorang bayi baru lahir mengalami labiognatopalatoskisis.bayi ini sehat dengan berat badan 3500 g.tidak ada kelainan bawaan pada organ lain.orang tua ini adalah pasangan yang sehat,tidak ada cacat bawaan,demikian juga kakek dan nenek dari kedua pihak.berikut ini yang paling mungkin menjadi faktor penyebab kelainan bawaan tersebut,kecuali………….
a. Trauma pada kehamilan trimester pertama
b. Faktor genetic
c. Penggunaan fenitoin
d. Kekurangan zat besi
e. Terjadinya radiasi dari sinar-x pada kehamilan muda pada ibunya

Jawaban: D
Faktor risiko terjadinya labiognatopalatoskisis antara lain genetik (abnormalitas pada gen transforming growth factor): pada kembar monozigot insidensi meningkat 50%,penggunaan fenitoin,retinoid,dan steroid selama kehamilan,konsumsi alcohol,hipoksia dan kekurangan nutrient (misalnya asam folat).
Referensi
http://www.emedicine.com/plastic/TOPIC519.HTM
Informasi berikut ini untuk no.137 dan 138
Seorang bayi perempuan berusia 8 bulan masuk UGD karena sesak napas sejak 3 hari yang lalu,stidor saat inspirasi dan retraksi ringan di suprasternal.sesak berkurang bila penderita tidur miring atau memakai bantal tidak ada febris,tidak disertai gangguan makan atau minum.pemeriksaan radiologis pada jaringan lunak leher memperlihatkan penyempitan di daerah laring.keluhan seperti ini sudah dirasakan sejak 2 bulan yang lalu,tetapi sembuh sendiri.

137

137. pemeriksaan penunjang untuk kasus ini adalah………
a. Nasoendoskopi
b. Rhinoskopi posterior
c. Rontgen toraks AP dan lateral
d. Laringoskopi
e. Esofagoskopi

Jawaban: D
Gejala napas berbunyi (stridor),tanda sumbatan jalan napas (retraksi suprasternal,epigastrium,interkostal,atau supraklavikular),tanpa adanya demam dan gangguan makan,merupakan tanda dan gejala dari laringosmalasia. Laringosmalasia merupakan kelainan kongenital yang sering terjadi pada anak.dengan demikian,untuk memeriksa laring,kita harus melakukan laringoskopi.
Referensi
FK UI,Buku Ajar Ilmu Kesehatan THT,hal. 195.

138

138. apakah upaya preventif penyakit tersebut?
a. Kortikosteroid dosis rendah jangka menengah
b. Vaksinasi haemophilus influenzae tipe B
c. Oksigenasi yang adekuat
d. Antibiotik dosis rendah jangka panjang
e. Menghindari makanan dan minuman dingin serta es

Jawaban: E
Pada Laringosmalasia,tata laksana yang penting adalah edukasi bagi orangtua pasien,bahwa kelainan ini akan membaik sesuia usia bayi (resolusi penuh kira-kira 18 bulan).yang harus dicegah adalah peradangan di saluran napas bagian atas (misalnya rhinofaringitis akut),yangdapat menyebabkan sumbatan jalan napas.
Referensi
FK UI,Buku Ajar Ilmu Kesehatan THT,hal. 195.

139

139. seorang anak laki-laki berusia 5 tahun mengalami benjolan di mandibula,submandibula,maksila,terdapat gambaran starry sky,limfosit berukuran sedang dan mitosis cukup.diagnosis anak ini adalah………..
a. Ameloblastoma
b. Neuroblastoma
c. Limfoma burkitt
d. Limfoma Hodgkin
e. Mioma

Jawaban: C
Benjolan di mandibula,submandibula dan maksila pada anak-anak kenungkina berasal dari limfonodi.baik berupa tumor maupun peradangan.Gambaran starry sky (sel-sel limfoid berukuran medium diselingi dengan makrofag fagositik)khas untuk limfoma Burkitt.penyakit ini banyak terjadi pada anak-anak dan remaja,berhubungan dengan infeksi virus Epstein-Barr dan malaria,melibatkan lokai ekstranodal terutama daerah rahang,traktus gastrointestinal,dan gonad.
Referensi
Underwood,JC (editor),General and systematic pathology, 4th ed.,2004

140

140. neonates dengan berat badan 4 kg menderitasumbing bibir dan langit-langit unilateral.pernyataan di bawah ini yang paling tepat untuk kondisi di atas adalah……….
a. Pasien tersebut hampir selalu menderita kelainan congenital lain
b. Rehabilitasi termasuk terapi bicara
c. Perbaikan bibir saat usia 1 tahun
d. Perbaikan palatum mole saat usia 6 bulan
e. Revisi hidung tidak diperlukan

Jawaban: D
Pada pasien labiopalatognatoskisis unilateral,labioplasi dilakukan minimal pada usia 10 minggu.palatoskisis untuk palatum mole dilakukan pada usia 6 bulan,sedangkan untuk palatum durum dilakukan pada usia 12 tahun.Repair palate ditunda sampai usia 12-24 bulan.Tata laksana nonbedah yang dilakukan meliputi rehabilitasi,yaitu terapi bicara (speech therapy) dan edukasi bagi orangtua menegenai cara pemberian makan/minum.
Referensi
1. Wim de Jong (editor),Buku Ajar Ilmu Bedah,hal 345.
2. http://www.emedicine.com/plastic/TOPIC519.HTM



141

141. Seorang remaja SMU mengeluh 6 bulan terakhir ini timbul benjolan di lehernya. Badannya panas dan tidak ada gangguan menelan ataupun minum. Teraba kelenjar simetris, tidak ada rasa nyeri maupun ikut bergerak saat menelan. Kemungkinan penyakit ini adalah ...
a. struma nodusa
b. struma difusa
c. penyakit graves
d. tumor nonspesifik
e. limfadenopati

Jawaban : B. Struma difusa
Benjolan di leher yang terletak di anterior leher dan gerakannya naik turun saat menelan menunjukan adanya pembekakan tiroid. Pada usia muda,

142

142. Seorang pasien berusia 25 tahun mengeluh nyeri telinga hebat dengan pendengaran normal. Pada otoskopi tidak didapatkan perforasi. Diagnosis kelainan ini adalah....
a. otitis eksterna sirkumskripta
b. otitis eksterna difus
c. perikondritis
d. otitis media serosa akut
e. otitis media supurativa kronika

Jawaban : A. Otitis eksterna sirkumskripta
Gejala otitis eksterna sirkumskripta adalah rasa nyeri yang hebat (tidak sesuai dengan besar furunkel yang terbentuk), karena kulit liang telinga tidak mengandung jaringan longgar di bawahnya, sehingga rasa nyeri timbul pada penekanan perikondrium. Gangguan pendengaran terjadi bila furunkel yang terbentuk besar dan menyumbat liang telinga.

Referensi
FK UI, Buku Ajar Ilmu Kesehatan THT, hal. 46-47

143

143. Seorang pasien berusia 20 tahun yang berprofesi sebagai petinju mengeluh adanya benjolan pada telinga kiri, tidak terasa nyeri, fluktuasi, dan terdapat demam. Kemungkinan diagnosisnya adalah ....
a. ateroma
b. abses
c. perikondritis
d. hematoma
e. keloid

Jawaban : D
Pada petinju sering terjadi trauma tumpul pada daun telinga , yang menyebabkan hematoma (hematoma daun telinga). Daun telinga kayu akan pembuluh darah dan memiliki kecenderungan membentuk hematoma yang menyebabkan daun telinga mengerut (cauliflower ear).
Pada perikondritis akan didapatkan tanda-tanda peradangan seperti nyeri, fluktuasi (terbentuknya abses) dan demam.

Referensi
Wim de jong (editor), Buku Ajar Ilmu Bedah, hal.358

144

144. Seorang anak berusia 5 tahun mengalami nyeri telinga, demam, lemah, tidak ada nafsu makan, membran timpani merah menonjol, dan tidak ada perforasi. Diagnosis kelainan ini adalah ....
a. otitis media serosa akut
b. otitis media kronika
c. furunkel
d. meringitis (radang gendang telinga)
e. otitis eksterna

Jawaban : A
Otitis media supuratif akut diawali dengan stadium hiperemis (seluruh membran timpani tampak hipremis dan edema), dtadium supurasi (terbentuk eksudat purulen sehingga membran timpani tampak menonjol), stadium perforasi (membran timpani ruptur dan pus keluar), dan stadium resolusi (sekret berkurang, membran timpani menjadi normal, perforasi menutup). Pada stadium supurasi, telinga akan terasa sangat nyeri, denyut nadi dan suhu badan meningkat.

Referensi
FK UI, Buku Ajar Ilmu Kesehatan THT, hal. 51-52

145


145. Seorang anak perempuan berusia 11 tahun memiliki kondisi tonsil T3 hiperemis, berselaput, dan unilateral. Terapi untuk kondisi ini adalah ....
a. antidifteri serum (ADS) + penisilin
b. ADS
c. ADS + vitamin C dosis tinggi
d. penisilin + vitamin C dosis tinggi
e. penisilin

Jawaban : A
Tonsil yang membengkak, hiperemis, dan berselaput mengarah pada tonsilitis difteri. Terapinya adalah dengan antidifteri serum (ADS) dan antibiotik golongan penisilin atau eritromisin.

Referensi
FK UI, Buku Ajar Kesehatan THT, hal. 181-182.

146

146. seorang wanita berusia 50 tahun datang dengan keluhan mata kiri terasa nyeri sejak tadi malam, penglihatan menjadi kabur, dan muntah-muntah. Dari pemeriksaan didapati visus OD 5/5, OS 1/60. Konjungtival injeksi, edema kornea, tekanan intraokular OS 50 mmHg. Setelah mendapat terapi diamox dan timolol,keluhan berkurang dan direncanakan dilakukan operasi trabekulektomi. Diagnosis yang tepat untuk pasien ini adalah ....
a. glaukoma akut sudut tertutup
b. glaukoma primer sudut terbuka
c. glaukoma absolut
d. suspek glaukoma
e. hipertensi okuli

Jawaban : A. Glaukoma akut sudut tertutup
Keluhan mata nyeri dan pandangan kabur yang akut ( pada kasus ini 21 mmHg mendukung diagnosis glaukoma akut.
Dengan pemberian diamoks (asetazolamid, inhibitor karbonat anhidrase) dan timolol (beta-bloker), keluhan menjadi berkurang karena TIO sudah diturunkan. Pada glaukoma akut, trabekulektomi dilakukan jika sudut iridokomeal yang tertutup tidak dapat dibuka (pada glaukoma akut sudut tertutup ).

Referensi
FK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 154-155

147

147. Seorang penderita berusia 55 tahun datang dengan keluhan penglihatan kabur secara perlahan-lahan, semakin lama semakin berat sejak 1 tahun ini. Pada pemeriksaan didapatkan virus ODS 5/40, tidak maju dengan koreksi maupun pinhole,kornea jernih, lensa keruh tidak merata, dan funduskopi dalam batas normal. Diagnosis yang tepat untuk pasien ini adalah ....
a. katarak matur
b. katarak imatur
c. katarak traumatik
d. katarak sekunder
e. katarak juvenil

Jawaban : B. Katarak imatur
Keluhan pandangan kabur yang kronis progresif, pemeriksaan visus tidak maju dengan koreksi maupun pinhole (kelainan pada media penglihatan), lensa keruh, funduskopi dalam batas normal, mengarah pada katarak. Katarak pada usia >50 tahun merupakan katarak senilis. Dari kekeruhannya yang belum merata, maka dapat disimpulkan katarak tersebut merupakan katarak imatur.

Referensi
FK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 87-91

148

148. Seorang laki-laki berusia 17 tahun datang ke poli mata dengan keluhan penglihatan dari kedua matanya menjadi kabur yang dirasakan sejak 6 bulan yang lalu. Penderita merasa penglihatannya menjadi kabur ketika melihat tulisan di papan tulis saat mengikuti pelajaran di kelasnya. Pada pemeriksaan mata, penglihatan membaik dengan pemasangan pinhole dan dengan koreksi lensa sferis minus. Pasien ini memderita ....
a. miopi simpleks
b. miopi kompositum
c. presbiopi
d. hipermetropi simpleks
e. hipermetropi kompositum

Jawaban : A. Miopi simpleks
Keluhan pasien adalah pandangan kabur jika melihat jauh. Pada pemeriksaan, virus membaik dengan pinhole ( tidak ada kelainan media penglihatan) dan membaik dengan koreksi lensa sferis minus tanpa lensa silinder (miopia, tanpa astigmat = miopi simpleks).

Referensi
FK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata,2007, hal. 176-178

149

149. Seorang pria berusia 50 tahun datang dengan keluhan penglihatan jauh menjadi suram. Pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya kekeruhan lensa, tekanan intraokular (TIO) OD 22,5 dan TIO OS 28,5. Funduskopi kanan papil edema. Papil kiri dalam batas normal. Lapangan pandang kanan hilang, yang kiri dalam batas normal. Faktor apakah yang menyebabkan gangguan lapangan pandang ini?
a. Kekeruhan pada lensa dan papil optik glaukoma
b. Tekanan intraokular tidak normal
c. Kerusakan jaras eferen sebelum kiasma
d. N. Optikus dekstra
e. Kerusakan jaras nferen setelah kiasma

Jawaban : D. N. Optikus dekstra
Kekeruhan lensa atau katarak menyebabkan gangguan penglihatan jauh. Hilangnya lapang pandang pada mata kanan (di mana pada funduskopi ditemukan papil glaukoma) adalah karena kerusakan nervus optikus dekstra pada glaukoma mata kanan.

Referensi
FK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 87-91, 147-160.

150

150. seorang penderita, mata kanannya tidak bisa melihat, sedangkan mata kirinya normal. Di manakah letak kerusakannnya ?
a. Nervus optikus dekstra
b. Traktus optikus dekstra
c. kiasma
d. Kiasma anterior
e. Kiasma posterior

Jawaban : A. Nervus optikus dekstra
Lihat lintasan visual, dimulai dari sel-sel ganglioner di retina hingga polus posterior korteks oksipitalis. Jika mata kanan tidak bisa melihat (tidak dapat melihat bagian nasal dan temporal mata kanan), sedangkan mata kiri normal, mata kelainan terjadi di nervus optikus dekstra, karena sebelum kiasma optikum, belum terjadi persilangan serabut saraf retina bagian nasal kanan dan kiri.

Referensi
FK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 197-198

151

Pasien mengeluh mata kirinya terasa pegal,berdenyut,dan pengelihatanya menjadi kabur. OS: 1/60. Apakah penyebab nyeri yang dirasakannya?
a. Kekeruhan lensa
b. Peningkatan tekanan intraokular
c. Peningkatan tekanan intrakranial
d. Korpus alienum
e. Peradangan pada mata

Jawaban: B
Mata pegal, berdenyut, visus turu tiba-tiba merupakan gejala glaukoma akut. Nyeri yang dirasakan berasal dari peningkatan tekanan intraokular (TIO).
Referensi
FK UI, Ilmu Penyakit Mata, edisi 3, 2004, hal. 167-169.

152

Seorang wanita berusia 52 tahun yang berprofesi sebagaiseorang guru SMU mengeluh mata pegal tanpa mata merah. Pada keadaan tertentu bisa terjadi oklusi pupil. Apakah yang terjadi pada pasien ini?
a. Sinekia posterior sebagian
b. Intermitten angle closure
c. Uveitis anterior
d. Uveitis posterior
e. Kekeruhan lensa

Jawaban: B
Keluhan mata pegal tanpa mata merah mengarah pada kelainan glaukoma. Pada glaukoma primer sudut tertutup, gambaran klinis yang dapat terjadi salah satunya adalah penutupan sudut balik mata intermiten (intermitten angle closure), dimana perjalanan penyakitnya berupa serangan-serangan singkat dan hilang timbul. Sudah setiap kali serangan sudut balik mata depan terbuka kembali, akan tetapi biasanya bila serangan sudah berhenti, sudut balik mata depan tidak terbuka kembali seperti semula. Biasanya ditemukan suatu gambaran sisa-sisa sinekia pada sudut balik mata depan, atrofi iris, serta penyebaran pigmen di sudut balik mata depan dan kapsula lensa bagian depan.
Referensi
1. FK UI, Sari Ilmu Penyakit Mata, 2000, hal. 164-165.
2. http://www.Emedicine.com/oph/topic122.htm

153

Mata merah,terdapat sekret,penglihatan tidak menurun, konjungtiva edema dan hiperemis merupakn gejala dari ...
a. Konjungtivitis gonorea
b. Konjungtivitis fliktenularis
c. Konjungtivitis vernalis
d. Konjungtivitis kataralis akut
e. Konjungtivitis kronik

Jawaban: D
Konjungtivitis kataral, gejala dan tanda mata merah, seperti ada benda asing, sekret mukopurulen, konjungtiva edema dan hiperemis. Pada konjungtivitis gonorea, sekretnya purulen berlimpah dan kemosis berat. Konjungtivitis fliktenularis dan vernalis biasanya hanya lakrimasi, terdapat pupil di tartus.
Referensi
FK UI, Sari Ilmu Penyakit Mata, 2000, hal 30-36.

154

Seorang pemuda mengalami penurunan visus dan buta warna dapatan. Ia mengeluh terjadi skotoma sentral mendadak cepat. Apa yang menjadi penyebabnya?
a. Neuritis retrobulbar
b. Neuritis optik kompresi
c. Neuritis optik nutrisional
d. Atrofi papil optik
e. Glaukoma

Jawaban: A
Keluhan penurunan visus dan buta warna dapatan yang akut, serta skotoma sentral atau sekosentral yang mendadak dan cepat, mengarah pada diagnosis neuritis retrobulbar. Pada papilitis defek altitudinal pada lapang padang. Pada atrofipapil optik gejala tidak berlangsung tiba-tiba. Pada neuritis optik nutrisional, pasien mengalami kurang gizi selama 4 bulan atau lebih, dan disertai gangguan saraf lain.
Referensi
FK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 207-209.

155

Seorang pria berusia 35 tahun dari klinik endokrin dirujuk ke klinik mata. Ia menderita diabetes melitus sejak 10 tahun yang lalu,kadar gula darahnya normal. Funduskopi: media jernih,papil normal,retina datar,tidak ada neovascularization,dot haemorrhage (+),hard exudate (+),makula edema (-),refleks foveal normal. Apa diagnosis yang paling mungkin?
a. Proliferative diabetic retinopathy
b. Nonproliferative diabetic retinopathy
c. Central retinal vein occlution
d. Central retinal artery occlution
e. Retinal detachment

Jawaban: B
Retinopati diabetika secara klinis dibagi menjadi 2 tipe, yaitu
• Retinopati diabetika nonproliferatif, karena hiperpermeabilitas pembuluh darah memiliki tanda-tanda yaitu mikroaneurisma (berupa tonjolan dinding kapiler terutama daerah kapiler vena), eksudat keras dan lunak, perdarahan retina, serta dengan atau tanpa edema makula.
• Retinopati diabetika proliferatif, terjadi akibat iskemia retina yang memacu timbulnya vascular endothelial growth factor (VEGF) ? proliverasi endotel? jaringan fibrivaskular? terbentuk pembuluh-pembuluh darah baru (neovaskularisasi) di retina, vitreus, hingga permukaan iris.
Referensi
FK UGM, Bagiqn Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 124-127.

156

Dari data di puskesmas,hasil dari cakupan kesehatan ibu dan anak (KIA),didapatkan angka kelahiran kasar (crude birth rate, CBR) sebesar 6,67 untuk Jawa Barat. Angka CBR ini dapat dipahami sebagai pedoman,tetapi masib mempunyai banyak kelemahannya. Sebutkan salah satu kelemahan CBR dari pernyataan dibawah ini.
a. Terlalu sulit untuk mencari datanya
b. Dalam menghitungnya penduduk wanita dipisahkan dengan laki-laki
c. Dalam menghitung wanita dan anak-anak tidak diperhitungkan
d. Dalam menghitungnya wanita berusia diatas 60 tahun tidak dihitung
e. Dalam menghitungnya tidak memisahkan antara penduduk laki-laki dengan wanita

Jawaban: E
Crude birth rate dapat diperoleh dari rumus berikut:
Jumlah kelahiran hidup yang dilaporkan selama 1 tahun x 100
Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tersebut
Jumlah kelahran hidup ini tidak memisahkan antara bayi laki-laki dan perempuan. Selain itu, sebagai penyebutnya adalah jumlah penduduk pada pertengahan tahun tanpa membedakan jenis kelamin penduduk.
Referensi
Notoatmojo S, 1997, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, hal. 73.

157

Masalah gizi di Indonesia masih merupakan masalah yang serius,terutama bagi masyarakat pedesaan tentang masalah kekurangan kalori protein (KKP). Secara makro masalah ini dapat ditangani dengan berbagai problem. Salah satu program yang termasuk dalam program makro untuk mengatasi KKP adalah ...
a. Bantuan pangan dari luar negeri
b. Program UPGK (Usaha Perbaikan Gizi Keluarga)
c. Program kesehatan di posyandu
d. Program perbaikan ekonomi keluarga
e. Program kewaspadaan pangan dan gizi

Jawaban: B
Masalah gizi terbagi menjadi masalah gizi makro dan mikro. Masalah gizi makro adalah yang utamanya disebabkan kekurangan atau ketidakseimbangan asupan energi dan protein. Manifestasi dari masalah gizi makro, bila terjadi pada wanita usia subur dan ibu hamil yang kurang energi kronis (KEK), akan menyebabkan berat badan bayi baru lahir yang rendah (BBLR). Bila terjadi pada anak balita, akan mengakibatkan marasmus, kwashiorkor atau marasmik-kwashiorkor, dan selanjutnya akan terjadi gangguan pertumbuhan pada anak usia sekolah.
Program perbaikan gizi makro diarahkan untuk menurunkan masalah gizi makro yang utamanya mengatasi masalah kurang energi protein, terutama di daerah miskin, baik di pedesaan maupun di perkantoran, dengan meningkatkan keadaan gizi keluarga, meningkatkan kualitas pelayanan gizi di puskesmas maupun di posyandu, dan meningkatkan konsumsi energi dan protein pada balita gizi buruk.
Strategi yang dilakukan untuk mengatasi masalah gizi makro adalah melalui pemberdayaan keluarga di bidang kesehatan dan gizi, pemberdayaan masyarakat di bidang gizi, pemberdayaan petugas dan subsidi langsung berupa dana untuk pembelian makanan tambahan dan penyuluhan pada balita gizi buruk dan ibu hamil KEK. Pemberdayaan keluarga adalah proses dimana keluarga-keluarga yang mempunyai masalah kesehatan dan gizi bekerja berrsama-sama menanggulangi masalah yang mereka hadapi. Cara terbaik untuk membantu mereka adalah ikut berpartisipasi dalam memcahkan masalah yang mereka hadapi. Cara terbaik untuk perbaikan gizi yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kemandirian dengan fokus keluarga mandiri sadar gizi, dengan harapan mereka dapat mengenal dan mencari pemecahan masalah yang dihadapi.
Referensi
Gizi.net

158

Dalam rencana kegiatan imunisasi polio, dokter puskesmas berperan sebagai koordinator di wilayah kerjanya. Pimpinan puskesmas dan stafnya bekerja keras agar sasaran dapat tercapai, namun ada beberapa hambatan karena dalam pelaksanaannya ada beberapa posyandu yang tidak memenuhi target karena kekurangan vaksin polio. Dari unsur pokok/fungsi manajemen, unsur manakah yang kurang dilakukan oleh dokter puskesmas sebagai koordinator sebelum pelaksanaan imunisasi?
a. Planning
b. Organizing
c. Actuating
d. Controlling
e. Budgeting

Jawaban: A
Dari berbagai pendapat para ahli, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa fungsi manejemen itu pada dasarnya:
a. perencanaan (planning)
b. pengorganisasian (organizing)
c. penyusunan personalia atau staffing
d. pengkoodinasian atau coordinizing
e. penyusunan anggaran atau butgetting
Tidak tercapainya target sasaran imunisasi disebabkan adanya kekurangan vaksin. Hal ini terjadikarena perencanaan penyediaan vaksin yang dibutuhkan untuk pelaksanaan imunisasi belum di sesuaikan dengan jumlah balita yang akan di vaksinasi.
Referensi
Notoatmojo S, 1997, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, hal. 76.

159

Dalam menjalankan tugasnya,dokter puskesmas bertindak sebagai pemimpin stafnya dalam puskesmas. Apakah peran pemimpin dalam hal ini?
a. Sebagai pelaksana/implementasi kegiatan
b. Masalah yang ditangani sifatnya kompleks
c. Mengarahkan rencana kegiatan
d. Membuat perencanaan
e. Menangani masalah-masalah yang terjadi

Jawaban: C
Sebagai dokter di puskesmas, ttugas pengorganisasian adalah mengatur personel dan staf yang ada dalam institusi tersebut agar semua kegiatan yang telah ditetapkan dalam rencana dapat berjalan dengan baik. Pengorganisasian mencakup beberapa unsur pokok, yaitu:
a. hal yang diorganisasikan mencakup 2 macam:
• Pengorganisasian kegiatan ialah pengaturan berbagai kegiatan yang ada di dalam rencana, sehingga membentuk suatu kesatuan yang terpadu untuk mencapai tujuan.
• Pengorganisasian tenaga pelaksanaan mencakup pengaturan hak dan wewenang setiap tenaga perlaksana, sehingga setiap kegiatan mempunyai penanggung jawab.
b. Proses pengorganisasian.
c. Hasil pengorganisasian
d. Struktur organisasi
Struktur organisasi dapat berupa organisasi dini dan staf. Dalam organisasi staf, pimpinan dibantu oleh staf. Staf dapat memberikan masukan pemikiran terhadap masalah yang di hadapi. Jadi, dokter sebagai pimpinan tidak secara penuh berperan dalam perencanaan, tetapi dokter mengarahkan perencanaan kegiatan atau program yang dilaksanakan.
Referensi
Notoatmojo S, 1997, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Penerbit Rineka cipta, Jakarta, hal.82-84

160


160. Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang penyebaran penyakit serta determinan-determinan yang mempengaruhi penyakit tersebut. Dalam batasan tersebut mencangkup elemen ...
a. Individu
b. Populasi
c. Jenis kelamin
d. Budaya
e. Agama

Jawaban : B
Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang penyebaran penyakit serta determinan-determinan yang mempengaruhi penyakit tersebut. Didalam batasan epidemiologi ini, sekurang-kurangnya mencakup 3 elemen, yaitu mencakup semua penyakit, populasi, dan pendekatan ekologi.
Referensi
Notoatmojo S, 1997, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, hal. 13

161

161. Salah satu pendekatan atau metode yang digunakan dalam epidemiologi adalah metode analitik. Metode ini bertujuan untuk mengetahui tentang…
a. mengapa masalah itu terjadi?
b. siapa yang mengalami?
c. di mana kejadian itu terjadi?
d. kapan masalah itu terjadi?
e. apa yang terjadi?

Jawaban : A
Tedapat 2 tipe pendekatan (metode) epidemiologi, yaitu:
• Metode deskriptif, mempelajari bagaimana frekuensi penyakit berubah menurut perubahan variable epidemiologi yang terdiri dari orang, tempat, dan waktu.
• Metode analitik adalah suatu metode yang menjelaskan mengapa suatu masalah dapat terjadi, atau mencari hubungan sebab akibat. Metode analitik ini digunakan untukmenguji data serta informasi yang di peroleh dari studi deskriptif.
Referensi
Notoatmojo S, 1997, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, hal. 14, 23.

162

162. Salah satu bentuk pendekatan pada epidemiologi analitik adalah studi kohort. Ciri dari pendekatan ini adalah…
a. case control
b. prospektif
c. case series
d. cross sectional
e. experimental

Jawaban : B
Studi kohort merupana studi yang melihat ke depan atau studi yang berjalan ke depan dengan strategi memulai kasus dari paparan (exposure) kemudian diikuti perjalanan kasusnya sampai muncul hasil akhir (outcome) yang berhubungan dengan paparan.
Dari sumber lain, studi kohort yang disebut juga studi prospektif melibatkan kegiatan di mana investigator meneliti atau menseleksi satu kelompok individu yang terpapar suatu bahan (exposed group) dan satu kelompok lainnya tiak terpapar (unexposed group). Antara dua kelompok ini dilakukan perbandingan terhadap insidensi (kejadian) penyakit yang terkait bahan paparan ataupun tingkat kematian dari penyakit tersebut.

Environmental exposure
Asosiasi
Diseaselother outcome

Referensi
Gordis L, 2000, Epidemiology, WB Saunders Company, Philadelphia, hal. 131.

163

163. Saat Anda bekerja di suatu puskesmas, tiba –tiba ada pemberitahuan bahwa terjadi banjir bandang di desa cakupan puskesmas Anda. Setelah menerima laporan tersebut, sebagai dokter puskesmas Anda melakukan rapid health assessment (RHA). Apa fungsi dari RHA tersebut?
a. Menentukan bantuan alat dan bahan yang diperlukan
b. Menentukan jumlah korban tewas
c. Menentukan insidensi dan prevalensi
d. Menentukan jumlah penduduk
e. Menentukan indikator status kesehatan

Jawaban : A
Rapid Health Assessment (RHA) dilakukan dalam tahap respons awal tehadap suatu bencana, bergerak simultan dengan respons kegawatdaruratan, untuk mengidentifikasi efek atau akibat bencana terhadap kesehatan komunitas. Tugas utama tim RHA adalah mengumpulkan, menganalisis, dan menyebarkan data kesehatan yang akurat secara periodik. Data tersebut berguna untuk mengarahkan tenaga kesehatan masyarakat untuk menentukan kebutuhan kesehatan prioritas, terutama aktivitas respons, menginisiasi respons emergensi yang tepat, dan mengevaluasi efektivitas respons.
Kebutuhan kesehatan prioritas terutama berupa kebutuhan alat, sarana maupun obat yang di butuhkan dalam respons terhadap bencana.
Referensi
http://www.medscape.com/viewarticle/5132604

164

. Terjadinya banjir dapat dipengaruhi oleh siklus hidrologi air. Gangguan pada bagian manakah dari siklus yang dapat menyebabkan banjir?
a. Evaporasi tanah
b. Penguapan air
c. Kondensasi
d. Penyerapan air
e. Presipitasi permukaan bumi

Jawaban : D
Siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi, dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi, dan transpirasi. Pemanasan air samudera oleh sinar matahari merupakan kunci dari proses siklus hidrologi tesebut, agar dapat berjalan secara kontinu. Air berevaporasi dan jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan es, salju, hujan gerimis, atau kabut.
Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda :
• Evaporasi/transpirasi: air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman menguap ke angkasa (atmosfer) menjadi awan. Pada keadaan jenuh, uap air (awan) menjadi bintik-bintik air turun dalam bentuk hujan, salju, es.
• Infiltrasi/perkolasi ke dalam tanah: air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan muka air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal di bawah permukaan tanah air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.
• Air permukaan: air bergerak di atas permukaan tanah dekat dengan aliran utama dan danau; semakin landai lahan dan semakin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar. Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan di sekitar daerah aliran sungai menuju laut.
Banjir terjadi akibat infiltrasi atau perkolasi ke dalam tanah berkurang, sehingga semua air berada dalam bentuk air permukaan yang melebihi daya tamping sungai atau waduk.
Referensi
http://lablink.or.id/

165

Seorang wanita berusia 30 tahun datang ke tempat praktek dengan keluhan diare sejak 3 hari yang lalu. Pasien menceritakan bahwa dirinya baru pindah rumah 1 minggu yang lalu ke perumahan di dekat kawasan industri. Setelah dilakukan pemeriksaan air di rumahnya, ternyata air tersebut tidak layak minum. Parameter apa yang dipakai untuk menilai kualitas air minum?
a. Jumlah kalium
b. Jumlah vitamin
c. Jumlah natrium
d. Jumlah logam
e. Jumlah kalsium

Jawaban : D
Syarat air minum yang sehat agar dapat diminum dan tidak menimbulkan penyakit harus memenuhi criteria sebagai berikut:
Syarat fisik
Syarat bakteriologis
Syarat kimia
Air minum yang sehat harus mengandung zat-zat tertentu dalam jumlah tertentu pula.
Kekurangan atau kelebihan salah satu zat kimia dalam air akan menyebabkan gangguan fisiologis manusia.
Zat Kadar yang dibenarkan (mg/Ml)
Fluor
Klor
Arsen
Tembaga
Besi
Zat organik
pH
?CO?_2 1-1,5
250
0,05
1,0
0,3
10
6,5-9
0


Dalam hal ini, salah satu komponen pada parameter zat kimia adalah logam (Fe, tembaga).
Referensi
Notoatmojo S, 1997, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, hal. 153.

166

. Seorang wanita berusia 28 tahun mengeluh nyeri sendi jari kedua tangan dan kedua lutut dengan tanda bengkak dan panas. Terdapat bercak merah pada pipi dan dahi yang bertambah jelas bila terkena sinar matahari. Penatalaksanaan untuk pasien ini adalah…
a. Terapi dengan OAINS, pemeriksaan laboratorium meliputi sel LE, tes DNA, dan RF
b. Terapi dengan OAINS dan siklofosfamid, tidak perlu pemeriksaan laboratorium
c. Tidak perlu terapi, cukup diobservasi saja
d. Terapi dengan OAINS dan pemeriksaan foto sinar-X sendi saja
e. Terapi dengan kortikosteroid saja, tidak perlu konfirmasi diagnosis lagi

Jawaban : A
Pada pasien ini tampak diagnosis mengarah ke lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus SLE). Diagnosis SLE ditegakkan berdasarkan gambaran kliniks dan laboratorium. ACR mengajukan 11 kriteria, di mana didapatkan 4 kriteria, maka diagnosis SLE dapat ditegakkan. Criteria tersebut yaitu:
1. Malar rash. Eritema yang fixed, datar atau meninggi. Letaknya pada malar, biasanya tidak mengenai lipatan nasolabial.
2. Discoid rash. Lesi erythematous yang meninggi dengan skuama keratotik.
3. Fotosensivitas. Diketahui melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik.
4. Ulkus oral. Ulserasi di mulut atau nasofaring, biasanya tidak nyeri.
5. Artritis. Arthritis non-erosif melibatkan 2 atau lebih dari sendi perifer. Ditandai dengan nyeri, bengkak, atau efusi.
6. Serositis. Pada pleuritis didapatkan riwayat nyeri pleural, pleural friction rub, efusi pleura. Pada perikardittis tampak pada EKG, gesekan prikard, efusi perikard.
7. Gangguan ginjal. Proteinuria >0,5 g/hari atau >3+, atau cellular cast berupa eritrosit, hemoglobin granular, tubular, atau campuran.
8. Kelainan neurologis. Psikosis, kejang-kejang (tanpa sebab yang jelas).
9. Kelainan hematologis. Anemia hemolitik, leukopenia (

167

Seorang wanita berusia 59 tahun yang bertubuh gemuk mengeluh nyeri pada kedua lututnya. Pada pemeriksaan kedua lutut didapatkan krepitasi. Pada pemeriksaan foto rontgen didapatkan osteofit dengan penyempitan celah sendi. Diagnosis yang paling mungkin adalah…
a. Artritis reumatoid
b. Osteoartritis
c. Spondilitis ankilosa
d. Artritis reaktif
e. Artritis gout

Jawaban : B
Pada pasien, tubuhnya yang gemuk merupakan salah satu factor risiko osteoartritis (OA), dan pada pemeriksaan didapatkan krepitasi pada kedua lutut. Gambaran radiografis sendi yang menyokong OA antara lain:
• Penyempitan celah sendi yang seringkali asimetris
• Peningkatan densitas (sklerosis) tulang subkondral
• Kista tulang
• Osteofit pada pinggir sendi
• Perubahan struktur anatomi sendi.
Referensi
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, PAPDI.

168

. Seorang wanita berusia 60 tahun yang bertubuh gemuk datang dengan keluhan nyeri lutut kiri dan kanan yang dirasakan jika beridiri lama. Nyeri semakin memberat dengan aktivitas fisik. Pasien menyangkal adanya kaku di pagi hari. Pada pemeriksaan lutut tidak didapatkan deformitas, didapatkan efusi ringan, dan krepitasi. Diagnosis yang paling mungkin adalah…
a. Artritis reumatoid
b. Artritis gout
c. Kondromalasia patela
d. Osteoartritis
e. Artritis psoriati arthritis

Jawaban : D
Pasien bertubuh gemuk merupakan salah satu factor risiko osteoartritis (OA). Pada pemeriksaan didapatkan krepitasi pada kedua lutut, efusi ringan, serta rasa nyeri yang semakin memberat dengan aktivitas fisik yang mengarahkan pada diagnosis OA.

169

. Seorang wanita berusia 29 tahun mengeluh jari-jari kedua tangannya terasa kaku disertai nyeri terutama di pagi hrai. Rasa nyeri berkurang saat beraktivitas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan artritis pada sendi-sendi metakarpofalang dan interfalang proksimal kedua tangan. Diagnosis yang paling mungkin adalah…
a. SLE
b. Osteoartritis
c. Artritis reumatoid
d. Artritis reaktif
e. Artritis gout

Jawaban : C
Kriteria diagnostik artritis reumatoid menurut ARA:
1. Kaku sendi pada pagi hari, sekurang-kurangnya 1 jam
2. Artritis pada 3 persendian atau lebih
3. Artritis pada persendian tangan
4. Artritis simetris
5. Artritis reumatoid
6. Faktor reumatoid serum positif
7. Perubahan gambaran radiologis menunjukkan adanya erosi dan dekalsifikasi tulang.
Pasien dikatakan mengidap artritis reumatoid (AR) jika memenuhi sekurang-kurangnya
kriteria 1-4 yang diderita sekurang-kurangnya 6 minggu.
Predileksi yang penting pada AR adalah keterlibatan sendi MCP (metakarpofalang) dan PIP (proksimal interfalang), serta dapat muncul deformitad swan neck (leher angsa) ataupun deformitas boutonniere.
Referensi
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, PAPDI.

170

Seorang wanita berusia 45 tahun dating ke poliklinik bedah rumah sakit dengan jalan terbungkuk disertai kaki pincang. Ia mengeluh nyeri lutut kanan yang hilang timbul sejak 3 bulan yang lalu, terutama pada saat istirahat, dan disertai kekakuan sendi. Pada pemeriksaan klinis didapatkan pembengkakan pada lutut kanan, artopi pada betis kanan, dengan pergerakan sendi yang terbatas. Pada pemeriksaan radiologi di dapatkan penyempitan celah sendi, sklerosis subkondral, pembentukan kista subkondral, osteofit. Dari temuan klinis tersebut, diagnosis kerja yang mungkin adalah…
a. Osteoartritis
b. Miositis
c. Artritis reumatoid
d. Dislokasi genu
e. Disuse atrofi otot quadriseps femur

Jawaban : A
pada kasus ini, diagnosis mengarah ke osteoarthritis (OA) karena ditemukan gambaran radiografis sendi yang menyokong OA antara lain:
• Penyempitan celah sendi yang seringkali asimetris
• Peningkatan densitas (sklerosis) tulang subkondral
• Kista tulang
• Osteofit pada pinggir sendi
• Perubahan struktur anatomi sendi.
Referensi
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, PAPDI.

171

171. Seorang penderita pria berusia 25 tahun suka menggosok-gosokkan alat kelaminnya pada pantat/bagian tubuh seorang wanita yang berpakaian lengkap untuk mencapai organisme. Pada saat yang lain, penderita tersebut mungkin menggunakan tangannya untuk meraba korban yang tidak menaruh curiga. Tindakan ini biasanya terjadi pada tempat yang ramai, khususnya di dalam kereta dan bus. Gangguan apa yang dialami pria ini?
a. Fetihisme
b. Froteurisme
c. Voyeurisme
d. Masokisme
e. Nekrofilia

. Jawaban: B
• Froteurisme
Dikarakteristikkan dengan laki-laki yang menggosok-gosokkan penisnya pada pantat atau bagian tubuh yang lain pada wanita yang berpakaian lengkap untuk mencapai organisme. Perbuatan ini biasanya terjadi pada tempat yang padat, misalnya didalam bus.
• Fetihisme
Keadaan seseorang yang mencari rangsangan dan pemuasan seksual dengan mengganti objek seksual dengan suatu benda misalnya sepatu, pakaian dalam, kaos kaki, atau rambut.
• Voyeurisme
Sinonim dengan skopofilin, merupakan suatu keadaan dimana seseorang harus mengamati tindakan seksual atau ketelanjangan (orang lain) untuk memperoleh rangsangan dan pemuasan seksual. Sering terjadi pada pria dibandingkan wanita.
• Masokisme
Kesenangan yang diperoleh dari rasa nyeri fisik atau psikologik yang dibuat oleh dirinya sendiri atau dibuat oleh orang lain kepada dirinya.
Referensi
W.F Maramis, catatan ilmu kedokteran jiwa, Airlangga University Press, 2004, hal 752.
• Nekropilia
Merupakan obsesi kepuasan seksual pada mayat.

Referensi
Kaplan & sadock’s synopsis of psychiatry, 10th ed., hal. 708-712

172

172. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun mengalami febris karena ISPA. Dalam waktu 10 hari kemudian terdapat pembengkakan pada lutut kiri disertai nyeri dan mobilisasi terbatas. Pada foto rontgen di korteks distal femur, tampak fokus litik dikelilingi tepi yang sklerotik. Apa diagnosis pasien ini?
a. Osteomielitis tuberkulosa
b. Osteomielitis akut piogenik
c. Artristis supuratif
d. Osteogenik sarkoma
e. Osteoartritis

. Jawaban: B
Pada kasus ini terdapat pembengkakan dilutut kiri dan imobilisasi terbatas. Foto rontgen yang menunjukkan fokus litik dikelilingi tepi yang sklerotik mengarahkan pada diagnosis osteomielitis akut piogenik. Osteomielitis akut piogenik, di mana mikroorganisme berasal dari fokus di tempat lain dan beredar melalui sirkulasi darah infeksi ini terutama mengenai anak-anak dan bayi. Lokasi biasanya didaerah metafisis. Trauma dan hematoma pada metafisis merupakan salah satu faktor predisposisi. Faktor predisposisi lainnya adalah nutrisi, lingkungan, dan imunitas yang buruk, serta adanya fokus infeksi sebelumnya.
Referensi
Pengantar ilmu bedah orthopedi, 2003.

173

173. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun mengeluh adanya benjolan dibawah lutut kirinya setelah jatuh saat bermain sepakbola kira-kira 1 bulan yang lalu. Ia tidak merasakan nyeri yang sangat, kecuali rasa pegal, dan lututnya sempat dipijat. Pada pemeriksaan diketahui adanya benjolan dengan batas tidak jelas dibawah lutut kiri, permukaan kulit normal, terasa hangat, dan tidak nyeri tekan. Foto rontgen menunjukkan gambaran osteolitik bercampur osteoblastik, dan tampak periosteal reaction berbentuk segitiga dan gambaran garis-garis tegak terhadap permukaan korteks menyerupai gambaran matahari terbit. Berdasarkan hal tersebut, anda memperkirakan kemungkinan-kemungkinannya yaitu ...
a. Suatu proses infeksi (osteomielitis) kemungkinan akibat pijat
b. Hematoma jaringan akibat jatuh dan terjadi infeksi sekunder
c. Suatu tumor jinak berupa lesi intrakompar-temental
d. Osteosarkoma dengan batas yang jelas dan terletak intrakompartemental
e. Osteosarkoma dengan invasi ke ekstrakompartemental

Jawaban: E
Pada kasus ini pada pemeriksaan foto rontgen menunjukkan gambaran radiologik osteosarkoma. Gambaran radiologik yang dapat ditemukan antara lain:
1. Pada tipe osteolitik, proses destruksi lebih menonjol.
2. Pada tipe osteoblastik, pembentukan tulang yang lebih menonjol.
3. Pada tipe campuran, terdapat proses osteolitik dan osteoblastik.
Pertumbuhan tumor yang cepat mengakibatkan destruksi tulang dan reaksi periosteum. Dari reaksi periosteum tersebut hanya sisanya, yaitu pada bagian tepi yang masih terlihat, yang memberikan gambaran radiologik khas sebagai suatu sudut segitiga, yaitu codman triangle. Juga ditemukan adanya bagian korteks yang terputus dan tumor menembus ke jaringan disekitarnya dan membentuk garis-garis pembentukan tulang yang radier ke arah luar yang berasal dari korteks dan dikenal sebagai gambaran sunbrust. Pada kasus ini, tipe campuran dengan gambaran sunbrust, dimana gambaran ini memberi kesan tumor menembus jaringan sekitarnya. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah E.
Referensi
Pengantar ilmu bedah orthopedi, 2003..

174

174. Seorang wanita berusia 36 tahun dibawa ke poliklinik tempat anda bertugas karena keluarganya kewalahan dengan perilaku pasien membagi-bagikan uang dan barang-barang di toko kelontong milik keluarga kepada teman-temannya. Saat pemeriksaan, ia tampak berdandan secara berlebihan dengan pakaian ketat dan terbuka, sangat gembira bicaranya cepat, dan terkadang sulit dimengerti. Wanita ini yakin bahwa ia sangat kaya, padahal ia sedang mengalami kesulitan keuangan. Gangguan jiwa ini adalah yang keempat kalinya dan diantara episode kekambuhan, pasien tampak pulih sebelum sakit. Apa diagnosis yang paling tepat ...
a. Skizofrenia
b. Gangguan afektif bipolar
c. Gangguan siklotimik
d. Gangguan skizoafektif
e. Gangguan waham menetap

Jawaban: B
Gangguan afektif bipolar
Gangguan ini memiliki episode berulang (sekurang-kurangnya dua episode), dimana efek pasien dan tingkat aktivitasnya jelas terganggu. Pada saat tertentu terdiri dari peningkatan efek disertai penambahan energi dan aktivitas (mania atau hipomania), pada saat lain berupa penurunan efek disertai pengurangan energi dan aktivitas (depresi). Yang khas biasanya ada penyembuhan antar episode. Pada pasien tersebut dalam episode manik, tampak gejala afek meningkat, disertai dengan peningkatan dalam jumlah dan kecepatan aktivitas fisik dan mental.
Referensi
Kapita selekta kedokteran, jilid 1, edisi 3, hal 201.

175

175. Seorang pria berusia 40 tahun datang ke poli neurologi dengan keluhan sakit pinggang yang hebat setelah mengangkat koper. Satu tahun yang lalu ia mengalami patah tulang pada kruris dekstra yang dipasang plate dan screw. Pemeriksaan radiologis apa yang bisa dilakukan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat?
a. Sinar-X lumbosakral anteroposterior lateral
b. MRI lumbosakral
c. CT scan lumbal
d. USG abdomen
e. Scintigrafi

Jawaban: B
Pasien dalam kasus ini mengalami sakit pinggang hebat setelah mengangkat koper, kemungkinan terjadi suatu HNP (herniated nucleus pulposus) atau ada penyebab yang lain. Untuk pemeriksaan yang akurat maka perlu dilakukan MRI

176

Seorang pria berusia 28 tahun, datang dengan keluhan sejak 1 bulan yang lalu timbul bercak-bercak merah diperut, gatal terutama saat berkeringat. Pemeriksaan dermatologis didapatkan makula eritematosa, bentuk polisiklis, central healing dengan skuama halus. Pemeriksaan fisik umum tampak normal. Keadaan-keadaan yang tersebut dibawah ini yang merupakan faktor predisposisi untuk penyakit yang dialami pasien adalah ...
a. Hipertiroid
b. Parotitis epidemika
c. Angina pektoris
d. Tifus abdominalis
e. Hipertensi

Jawaban: A
Pada kasus ini pasien mengeluh mengalami bercak-bercak merah di perut, serta gatal terutama pada saat berkeringat, wujud kelainan kulit (UKK) yang ditemukan berupa makula eritematosa, polisiklik, serta central healing dengan skuama halus. Dari tanda dan gejala ini, diagnosis pasien tersebut mengarah ke tinea korporis.
Tinea korporis merupakan infeksi jamur dermatolita yang menyerang daerah kulit berbulu halus. Kriteria diagnosis yaitu anamnesis: subjektif, rasa gatal terutama saat berkeringat. Perjalanan penyakit berlangsung kronik atau subkronik.
UKK meliputi makula atau plak eritematosa berbatas tegas, sedikit skuama, dengan tepi meninggi/aktif (elevated border) dan penyembuhan sentral (central healing). Pada tepi lesi, ditemui papula-papula eritematosa atau vesikel. Gambaran lesi dapat polisiklik, anular, atau geografis, dan berukuran numuler sampai dengan plakat. Pada perjalanan penyakit yang kronik, dapat dijumpai likhenifikasi. Distribusi lesi pada daerah yang tidak berbulu yaitu leher, ekstremitas atas dan bawah, dada, dan pungung. Pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan KOH 20% dari tepi lesi yang aktif, dimana terdapat gambaran hifa, yaitu batang-batang pita panjang, beruas, dan bercabang.
Salah satu faktor predisposisinya yaitu kelembapan kulit yang disebabkan banyak berkeringat atau memakai pakaian yang tidak menyerap keringat. Dari soal ini, keadaan yang berhubungan dengan banyak keringat adalah adanya kelainan hipertiroid.
Referensi
1. FK UGM, 2008, Art of therapy
2. Fitzpatrik’s Clinical Dermatology

177

177. Seorang wanita 17 tahun menderita jerawat di pipinya. Pada pemeriksaan dermatologi didapatkan komedo, papula, dan pustula. Obat antibiotik sistemik tersebut dibawah ini yang merupakan pilihan untuk penyakit yang dialami pasien adalah ...
a. Amoksilin
b. Sefadroksil
c. Gentamisin
d. Siprofloksasin
e. Eritromisin

Jawaban: E
Acne adalah inflamasi pada unit pilosebasea dibagian tubuh tertentu (wajah, trunkus) yang terjadi lebih sering pada usia remaja dan manifestasinya dapat berupa komedon (comedonal acne), papulopustula (papulopustular acne), atau modul dan kista (nodulocystic acne dan acne conglobata). Faktor patogenesis utama adalah keratinisasi folikular, androgen, dan bakteri propionibacterium acnes.

Tata laksana :
• Mild acne : antibiotik topikal (clindamicin dan eritromicin), gel benzoil peroksida, retinoid topikal (tretionin, adapalen)
• Moderate acne : regimen pengobatan diatas tambah antibiotik oral yaitu eritomisin atau minosikin, 50-100mg 2 kali sehari, atau doksisiklin 50-1100mg 2 kali sehari dan diturunkan dosisnya 50mg/hari ketika acne berkurang. Pada wanita, moderate acne dapat dikontrol dengan dosis tinggi estrogen oral yang dikombinasikan dengan progesteron atau antiandrogen, tetapi rekurensi akan terjadi jika pengobatan dihentikan.
• Severe acne : sebagai tambahan terapi tropikal diatas, diberi pengobatan sistemik dengan isotretionin yang diindikasikan untuk acne sistik atau konglobata. Isotretionin adalah retinoid yang menghambat fungsi glandula sebasca dan menghambat terjadinya keratinisasi.
Referensi
Fitzpatrik’s Clinical Dermatology

178

178. Seorang pria berusia 24 tahun mengeluh gatal-gatal seluruh tubuh, merah-merah sudah 1 minggu. Pemeriksaan dermatologi didapatkan urtikaria di daerah perut, tangan, dan kaki. Yang berperan dalam patogenesis penyakit yang dialami pria ini adalah ...
a. Histamin
b. Bradikinin
c. Prostaglandin
d. Leukotrien
e. Semua yang disebut diatas benar

. Jawaban: E
Urtikaria ditunjukkan dengan gatal dan pembengkakan (dermal swelling) sebagai respons sekunder dari pelepasan histamin dari sel mast dan kemungkinan pelepasan agen vasoaktif lain seperti leukotrien, bradikinin, dan prostaglandin
Referensi
Handbook of Dermatology and Venerology

179

179. Berikut ini, yang merupakan hirarki kebutuhan maslow adalah ...
a. Kebutuhan faal, keamanan, kasih sayang, aktualisasi diri, harga diri
b. Kebutuhan keamanan, faal, kasih sayang, harga diri, aktualisasi diri
c. Kebutuhan faal, keamanan, harga diri, kasih sayang, aktualisasi diri
d. Keamanan, kasih sayang, faal, harga diri, aktualisasi diri
e. Kebutuhan faal, keamanan, kasih sayang, harga diri, aktualisasi diri

Jawaban: E
Hirarki kebutuhan menurut Abraham H. Maslow:
Pada umumnya manusia memenuhi kebutuhan yang lebih rendah dalam hirarki sebelum ia memikirkan pemenuhan kebutuhan yang lebih tinggi.
1. Kebutuhan fisiologik/faal (makan, minum, seksual)
2. Keamanan
3. Kemasyarakatan / kasih sayang
4. Harga diri (dihormati, dijunjung tinggi)
5. Aktualisasi diri (puas dalam usahanya, menemukan pribadi dalam pekerjaannya).
Referensi
W.F Maramis, Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, Airlangga University Press, 2004

180

180. Seorang pria berusia 30 tahun datang berobat ke rumah sakit dengan keluhan sulit tidur, malas bekerja, dan sering mendengar suara orang berbicara mengomentari dirinya, padahal saat itu tidak ada orang. Pada pemeriksaan internistik, neurologik, serta laboratorium, tidak ditemukan adanya kelainan. Kemungkinan gangguan jiwa yang diderita oleh pria ini adalah ...
a. Depresi
b. Gangguan afektif
c. Neurosa
d. Skizofrenia
e. mania

Jawaban: D
• Skizofrenia
Merupakan suatu psikosa fungsional dengan gangguan utama pada proses berpikir serta terjadinya disharmoni antara proses berpikir, efek/emosi, kemauan dan psikomotor, yang disertai ditorsi kenyataan, terutama karena waham dan halusinasi, Asosiasi terbagi-bagi sehingga timbul inkoherens, afek dan emosi menjadi inadekuat, psikomotor menunjukkan penarikan diri, ambivalensi, serta perilaku bizzare. Pada pasien tersebut gejala psikotik terlihat halusinasi pendengaran dan waham curiga yaitu bahwa sering pasien mendengar orang berbisik-bisik mengomentari dirinya. Malas bekerja merupakan gejala psikomotor penarikan diri. Pada skizofrenia tipe paranoid terdapat waham, atau halusinasi dengar yang menonjol seperti yang dialami oleh pasien tersebut.
• Neurosa
Merupakan suatu gangguan jiwa yang ditandai oleh kecemasan. Kecemasan itu dapat dirasakan dan diekspresikan secara langsung atau dapat diubah (dikonversikan), disalah pindahkan, atau diwujudkan pada tubuh. Meskipun neurosa tidak menunjukkan disintegrasi kepribadian ataupun distorsi kenyataan (realita) yang nyata, tetapi juga dapat cukup hebat sehingga mengganggu fungsi sehari-hari. Dahulu neurosa dinamakan sebagai psikoneurosa. Neurosa terbagi menjadi neurosa cemas, histerik, fobik, obsesif kompulsif, depresif, neurastenik, depersonalisasi, dan hipokondrik.
Referensi
W.F Maramis, Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa Airlangga University Press, 2004, hal 755

181

181. Seorang pria berusia 35 tahun, bekerja sebagai petani dengan petani dengan pendidikan SD yang
tidak tamat. Ia datang ke puskesmas dengan keluhan utama geduh gelisah,mondar mandir, berbicara melantur, serta kedua tangannya diikat. Ia diantar oleh banyak orang. Pada pemeriksaan lebih lanjut tidak ditemukan adanya kelainan organik, tetapi ditemukan waham dan halusinasi yang cukup menonjol. Tekanan darahnya 90/60 mmHg. Obat apa yang paling tepat diberikan untuk pria ini?
a. Klorpromazin
b. Haloperidol
c. Trifluoferazin
d. Flufenazin
e. Tioridazin

Jawaban: A
Pembahasan: pria tersebut diberikan antipsikotik, neuroleptik, tranquilizer mayor. Dengan mempertimbangkan gejala psikosis yang dominan efek samping obat, contohnya klorpromazin dan tiarizadin, yang efek samping sedatifnya kuat, terutama digunakan untuk sindrom psikosis dengan gejala dominan gaduh, gelisah, hiperaktif, sulit tidur, kekacauan pikiran, perasaan, dan perilaku. Sedangkan trifluoperazin, flufenazin, dan haloperidol yang memiliki efek sedatif lemah,digunakan untuk sindrom psikosis dengan gejala dominan apatis, menarik diri,perasaan tumpul,kehilangan minat dan inisiatif, hipoaktif, waham serta halusinasi.
Referensi
Kapita selekta kedokteran, jilid1, edisi 3, hal.238

182

182. Seorang pria berusia 36 tahun mengeluh merasa was-was dan khawatir yang sangat mengganggu. Ia takut akan terulang kejadian tadi pagi, dimana ia secara tiba-tiba merasa takut yang amat sangat saat mengendarai mobil dalam suasana kemacetan lalu lintas yang ramai. Saat itu ia merasa tercekik, napasnya menjadi cepat dan tersengal-sengal, dadanya berdebar kencang, pusing berat mendadak, bahkan ketakutan akan meninggal ditempat itu. Hal ini pernah terjadi sebulan yang lalu.
Kemungkinan, mengidap apakah pria ini?
a. Gangguan cemas menyeluruh
b. Fobia sosial
c. Agorafobia
d. Gangguan panik
e. Gangguan samatoform

Jawaban: D
Pembahasan: gangguan panik
Gangguan ini merupakan gangguan yang ditandai dengan terjadinya serangan panik yang spontan dan tidak diperkirakan. Serangan scring dimulai dengan periode gejala yang meningkat dengan cepat selama 10 menit. Pasien biasanya tidak mampu menyebutkan sumber ketakutannya. Pasien sering kali meninggalkan situasi dimana ia berada untuk meminta bantuan. Serangan biasanya berlangsung selama 20-30 menit dan jarang lebih lama dari 1 jam. Gejala mungkin menghilang dengan cepat dan bertahap. Diantara serangan, ia mungkin memiliki kecemasan yang lebih dahulu terhadap serangan lain. Biasanya disertai gejala somatik tertentu, misalnya palpitasi, berkeringat, gemetar, sesak napas, perasaan tercekik, nyeri dada, mual, pusing, kehilangan kendali, dan rasa takut mati.
Referensi
Kapita selekta kedokteran, jilid1, edisi 3, hal.206

183

183. Seorang wanita berusia 55 tahun datang ke poli mata dengan keluhan mata kirinya terasa nyeri sejak 2 hari yang lalu, penglihatannya menjadi kabur, dan mengalami mual dan muntah. Sebelumnya ia tidak pernah merasa matanya nyeri seperti ini. Pemeriksaan gula darah sesaat adalah 300 g/dL dan tekanan darah sistemik 140/90 mmHg. Pasien mempunyai riwayat asma bronkial. Dari pemeriksaan oftalmologis didapatkan visus OD 5/5 OS 1/60. Pada pasien didapatkan konjungtival injeksi, kornea edema, bilik mata depan dangkal, dan iris bombans. Tekanan intraokularnya adalah 59 mmHg. Terapi awal yang tepat untuk pasien ini adalah.....
a. infus manitol
b. gliserin per oral
c. tetes timolol setiap 15 menit pada 1 jam pertama
d. asetazolamid per oral
e. trabekulektomi

Jawaban: A
Pembahasan: sesuai penjelasan yang dikemukakan, maka diagnosisnya adalah glaukoma akut sudut tertutup. Tata laksana kasus gaukoma harus mengingat prinsip bahwa semakin tinggi tekanan intraokuler (TIO) maka semakin besar resiko kerusakan. Selain itu, harus dipertimbangkan kondisi sistemik pasien ( dalam hal ini pasien mungkin menderita diabetes melitus dan hipertensi) serta apakah ada kontraindikasi ( pasien menderita asma bronkial, merupakan kontraindikasi pemakaian beta-bloker). Untuk tata laksana glaukoma akut sudut tertutup , yang harus dilakukan adalah merawat inap pasien dan menurunkan TIO dengan segera menggunakan zat hiperosmotik (infus manitol 5 Ml/kgBB IV dalam 1 jam), inhibitor karbonat anhidrase, dan beta-bloker.

Referensi
FK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal.145-165

184

184. Berikut ini, yang bukan merupakan tanda successfull aging adalah....
a. Kepuasan hidup (life satisfaction) tinggi
b. Tetap produktif dan mandiri
c. memiliki kehidupan spiritual yang baik
d. ikatan perkawinan tetap ada, > 65 tahun
e. aktif secara seksual maupun sosial

Jawaban: C
Pembahasan: Tanda-tanda successfull aging
Ada 2 hal poko utama dari tanda-tanda successfull aging yaitu kepribadian (personality) dan aktivitas fisik , keduanya diperinci dalam:
1. Usia hidup yang panjang
2. Life satisfaction/well being
3. Kesehatan fisik dan mobilitas
4. Kesehatan mental dan kognitif
5. Kemandirian personal
6. Kompetensi sosial dan produktivitas
7. Dukungan sosial
8. Penguasaan atas kehilangan
9. Kondisi perkawinan yang baik
10. Memiliki hubungan yang baik dalam lingkungan kerja dan hubungan yang baik dengan anak maupun cucu mereka.
Referensi
Michael G. Gelder, Juan J. Lopez-Ibor, Nancy Andreasen (Editor), New Oxford Texbook of Psychiatry, September 2003, Oxford University Press, hal. 207.

185

185. Seorang pasien pria berusia 35 tahun, datang dengan keluhan penglihatan dari kedua matanya menjadi kabur, sering silau, dan berair, dan kadang terasa pegal. Pasien juga mngeluh sejak lima bulan ini badannya terasa lemas. Sering batuk, sariawan, dan pusing yang semakin memberat. Berat badannya turun sebanyak 5 kg selama 5 bulan ini. Pada pemeriksaan oftalmologis didapatkan visus ODS 5/60, pinhole tidak maju. Segmen anterior ODS didapatkan bilik mata depan yang keruh, dangkal, sinekia anterior (+), dan pada funduskopi didapatkan gambaran cotton woll spot. Untuk menegakkan penyebab dari kelainan ini, diperlukan pemeriksaan serologi.....
a. hepatitis
b. HIV
c. rubela
d. traghoma
e. GGK

Jawaban: B
Pembahasan : Dari semua gejala sistemik yang ada, diagnosis mengarah ke penurunan daya tahan tubuh. Manifestasi sistemik dari infeksi HIV yaitu kelainan hematologi (anemia), neurologi, dan lesi pada oral. Pada infeksi HIV juga dapat terjadi berbagai infeksi oportunistik seperti toksoplasma sitomegalovirus ( CMV), dan tuberkulosis. Dari pemeriksaan,diperoleh bilik mata depan yang keruh dan dangkal dan adanya sinekia anterior, yang menunjukkan uveitis anterior dapat disebabkan oleh infeksi sistemik seperti toksoplasmosis, tuberkulosis, dan kandidiasis. Oleh karena itu, untuk menegakkan penyebabnya diperlukan pemeriksaan serologi HIV.
Referensi
1. FK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 66-67
2. http://www. Emedicine.com/med/topic86.htm

186

186. Seorang anak berusia 15 tahun menderita demam selama 3 hari, terdapat limfadenopati servikal dan aurikular. Pada pemeriksaan fisik diperoleh tekanan darah 90/60 mmHg, denyut nadi 100 kali/menit, suhu badan 37,80C, dan terdapat eritemakulopapular di seluruh tubuh. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb: 3,2 gr%, Ht: 36%, L: 4500/mm3, T: 120/mm3.
Diagnosis pasien ini adalah...
a. Demam dengue
b. Demam berdarah dengue
c. Rubela
d. Morbili
e. Eksantema subitum

Jawaban: D
Pembahasan: dari gejala dan anamnesis, diagnosis mengarah pada morbili dengan gejala klinis antara lain pada awal infeksi terdapat gejala prodromal yaitu malaise,iritabilitas, suhu badan yang tinggi (400C), konjungtivitis dengan lakrimasi berlebihan, edema kelopak mata, dan fotofobia. Ruam morbili berwarna merah makulopapular, mula-mula ruam muncul pada dahi dan wajah lalu menyebar ke bawah, ke batang tubuh dan ekstremitas bawah pada hari ke tiga. Lesi disetiap tempat menetap selama 3 hari dan menghilang dengan urutan yang sama dengan munculnya. Pada morbili dapat terjadi trombositopenia pada 3-5 hari setelah awitan gejala,dan menyebabkan purpura serta perdarahan mulut, usus, dan saluran kemih. Pada rubela, warna ruam lebih terang dari morbili; dan pada eksantema subitum, ruam berwarna pucat.
Referensi
Harrison, Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam, Vol. 2, edisi 13, hal. 930-931

187

187. Seorang wanita berusia 30 tahun yang bekerja sebagai pemetik bunga kopi di perkebunan lereng gunung Kawi datang ke puskesmas tempat Anda bertugas. Wanita tersebut mengeluh badannya terasa lemah, nafsu makan menurun, dan dada berdebar. Pada pemeriksaan fisik ditemukan penderita sadar, muka pucat, konjungtiva palpebra pucat, tekanan darah 100/80 mmHg, denyut nadi 100 kali/menit. Pada pemeriksaan darah ditemukan enosinofilia 2450 sel/mm3, Hb 4 g/dL darah, pada pemeriksaan tinja secara langsung (direct smear) dengan larutan garam fisiologis ditemukan bentuk oval berdinding transparan berisi segmented ovum.
Obat apa yang Anda berikan pada penderita tersebut? ....
a. Metronidazol
b. Spiramisin
c. Mebendazol
d. Primakuin
e. Praziquantel

Jawaban : C
Pembahasan : Cacing terutama banyak ditemukan pada daerah pertambangan pada perkebunan. Prefalensi di indonesia tingginterutama di daerah pedesaan. Diagnois ditegakkan dengan ditemukannya telur cacing tambang yang khas dengan ukuran 40 x 60 µm dan berbentuk oval dalam feses. Gejala klinis infeksi cacing tambang tergantung spesies dan jumlah cacing, serta keadaan gizi penderita ( Fe dan protein ). Setiap jenis cacing tambang menyebabkan kehilangan darah yang signifikan, biasanya terjadi anemia hipokromik mikrositik, dan selain itu juga terdapat eosinofilia. Bukti adanya toksin yang menyebabkan anemia belum ada. Biasanya tidak menyebabkan kematian, tetapi daya tahan berkurang dan prestasi kerja turun. Sejumlah penderita penyakit cacing tambang akan mempunyai kadar hemoglobin yang semakin rendah jika penyakit semakin berat. Golongan ringan, sedang, berat, dan sangat berat mempunyai kadar Hb rata-rata, secara berturut-turut yaitu 11,3 g%; 8,8 g%;4,8 g%; 2,6 g%.
Pengobatan pada cacing tambang dapat dilakukan dengan penggunaan beberapa obat antihelmintes yang aman, termasuk mebendazol dan pirantelpamoat. Anemia defisiensi besi yang ringan sering dapat diobati dengan pemberian preparat oral zat besi saja, sedangkan kondisi anemia yang berat dengan kehilangan protein malabsorbsi akan memerlukan dukungan nutrisi dan pemberian suplemen oral zat besi, bersama-sama dengan tindakan pemberantasan cacing.
Referensi
1. FK UI, Parasitologi Kedokteran, edisi 3, hal. 14-15
2. Harrison, Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam, Vol. 2, edisi 13, hal. 1040

188

188. seorang anak laki-laki berusia 5 tahun mengalami demam selama 3 hari. Pada pemeriksaan fisik tampak lemah dengan suhu badan 37,80C, tekanan darah 100/70 mmHg, denyut nadi 100 kali/menit. Rumple leede (+). Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 12,3 g/dL, leukosit 4500/µL, hematokrit 36%, dan trombosit 120.000/ µL. Diagnosis yang paling tepat untuk kasus ini adalah......
a. demam dengue
b. Demam berdarah dengue
c. morbili
d. rubela
e. Eksantema subitum

Jawaban : A
Pembahasan : Dari segala kliinis dan anamnesis, diagnosis mengarah pada demam dengue, dimana dapat dibedakan dari demam berdarah dengue (DBD) dari ada tidaknya kebocoran plasma. Pada kasus ini, tidak didapatkan peningkatan hematokrit maupun efusi pleura, ascites, maupun hipoproteinemia ( tanda-tanda kebocoran plasma). Gejala klinis demam dengue antara lain demam akut 2-7 hari, ditandai dengan 2 atau lebih manifestasi klinis berikut:
• Nyeri kepala
• Nyeri retro-orbital
• Mialgia/artalgia
• Ruam kulit
• Manifestasi perdarahan (petekic atau uji bendung positif)
• Leukopenia dan pemeriksaaan serologi dengue positif.

Referensi
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid III, edisi IV, hal.1733.

189

189. hasil pemeriksaan pada seorang wanita dengan usia kehamilan 5 minggu yaitu toksoplasma IgM (+), titer 1/100 x 3 minggu kemudian IgM (-) titer 1/400. Terapi yang tepat untuk pasien ini adalah....
a. asam folat
b. spiramisin
c. kina
d. sulfa
e. pirimetamin

Jawaban : B
Pembahasan : Untuk memastikan diagnosis toksoplasmosis aquisita, tidak cukup bila hanya menemukan titer zat anti-IgG toxoplasma gondii yang tinggi saja, karena titer zat anti yang ditemukan dengan tes-tes tersebut dapat ditemukan bertahun-tahun dalam tubuh seseorang. Diagnosis toksoplasmosis akut dapat dibuat bila titer IgG meningkat secara bermakna pada pemeriksaan yang kedua kalinya dalam jangka waktu 3 minggu atau lebih, atau bila ada konfersi dari negatif (-) ke positif (=). Diagnosis juga dapat dipastikan bial ditemukan zat anti IgM selain adanya titer tes warna atau tes IFA ( indirect fluorest cent antibody) yang tinggi.
Pengobatan toksoplasmosis adalah dengan pirimetamin dan sulfonnamida yang bekerja secara sinergis pada pasien wanita hamil yang mmendapat infeksi primer, maka diberikan spiramisin, sebagai obat profilaksis untuk mencegah transmisi T. Gondii dalam kandungannya. Spiramisin merupakan anti biotik golongan makrolida yang tidak menembus plasenta, tetapi ditemukan dalam konsentrasi yang tinggi didalam plasenta. Spiramisin diberikan dengan dosis 100 mg/kg BB/hari selama 30 – 45 hari.
Referensi
FK UI, Parasitologi Kedokteran, edisi 3, hal. 158-160

190

190. seorang wanita berusia 50 tahun datang dengan keluhan muntah dan diare sebanyak 25 kali/hari sejak pagi hari, diikuti kelemahan, suara parau, dan napas cepat. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg, denyut nadi 130 kali/menit dan kecil, suhu badan 360C, frekuensi pernapasan 28 kali/menit, turgor kulit menurun, dan tangan penderita menunjukkan tanda washed women hand.
Kemungkinan diagnosisnya adalah....
a. Shigelosis
b. Enterotoxic E.coli
c. Salmonelosis
d. Fibrio kolera
e. Infeksi stafilokokus

Jawaban : D
Pembahasan : manifestasi klinis infeksi vibrio kolera pada 24-48 jam pertama dimulai dengan awitan diare berair tanpa rasa nyeri yang terjadi tiba-tiba, yang mungkin cepat menjadi sangat banyak dan sering langsung disertai muntah. Pada kasus yang berat, volume feses melebihi 250 mL/kg dalam 24 jam pertama. Bila cairan dan elektrolit tidak diganti, maka dapat terjadi syok hipovolemik dan kematian, biasanya tidak ada demam. Sering terjadi keram otot karena gangguan elektrolit.
Penampilan fesesnya khas, yaitu cairan yang tidak mengandung empedu, kelabu, agak keruh dengan lendir, tidak ada darah, dan berbau agak amis dan tidak menjijikkan. Kolera dijuluki ” diare air cucian beras “ karena kemiripannya dengan air yang telah digunakan untuk mencuci beras. Kehilangan cairan sebanyak 3-5% dari berat badan normal akan menimbulkan rasa haus;kehilangan cairan 5-8% dari berat badan normal akan menyebabkan hipotensi postural, kelemahan takikardia, dan penurunan turgor kulit; dan kehilangan cairan di atas 10 % menimbulkan oliguriya, denyut jantung lemah atau tidak ada, mata cekung (pada bayi), ubun-ubun cekung, kulit keriput (washed woman hand), somnolen, dan koma

Referensi
Harrison, Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam, Vol. 2, edisi 13, hal. 766

191

191. Sebanyak 25 orang dibawah ke rumah sakit dengan gejala mual dan muntah setelah 3 jam sebelumnya mengonsumsi menu daging, sayur, puding basah dan fla. Hasil pemeriksaan mikroskopis diperoleh kokus Gram-positif. Bakteri penyebab kasus ini adalah …
A. Streptococcus pyogenes
B. Streptococcus viridians
C. Staphylococcus aureus
D. Staphylococcus saprophyticus
E. Staphylococcus epidermidis

Jawaban : C
Kasus ini adalah keracunan makanan karena bakteri, hal harus diperhatikan dalam menentukan bakteri penyebab antara lain temuan mikroskopis, maka inkubasi, dan jenis makanan.
Inkubasi 1-6 jam :
A. Staphylococcus : mual, muntah, dan diare sumbernya yaitu makanan seperti ham, daging, ayam, salad, kentang dan telur, mayonnaise
B. Bacillus cereus : mual, muntah dan diare, sumbernya yaitu seperti nasi goreng
Inkubasi 8-16 jam :
A. Clostridium perfringens : kram abdomen, diare, (muntah jarang terjadi) sumbernya yaitu makananan seperti daging sapi,daging ayam, kacang-kacangan, kuah daging.
B. Bacillus cereus : kram abdomen, diare, (muntah jarang terjadi) sumbernya yaitu makanan seperti daging, sayuran, kacang yang keringkan, sereal.
Inkubasi lebih dari 16 jam :
A. Vibrio cholerea : diare seperti air (watery diarrhea) sumbernya yaitu makanan seperti kerang- kerangan
B. Escherichia coli yang enterotoksigenik : diare seperti air (watery diarrhea), seperti sumber makanan seperti salad, keju, daging, air
C. Salmonella sp : diare inflamatorik sumbernya yaitu seperti daging sapi, daging ayam, telur, produk susu
D. Shigela sp : disentri, sumber yaitu makanan seperti salad kentang dan telur, selada, sayuran mentah.
E. Vibrio parahaemolyticus : disentri. Sumbernya yaitu makanan laut seperti cumi dan udang.
Refrensi
Harrison, prinsip-prinsip ilmu penyakit dalam, vol. 2, edisi 13, hal 599

192

192. Seorang anak berusia 7 bulan dengan berat badan 8 kg tidak mau makan dan minum. Anak mengalami sariawan dibibir, tidak dijumpai demam, mual, dan nyeri, anak rewel, Diagnosis keadaan ini adalah …
A. Stomatitis
B. Mononukleosis infeksisosa
C. Moniliasis
D. Difteri
E. Tumor tonsil

Jawaban : A
Berdasarkan anamesis, diagnosis megarah ke stomatis. Pada manonukleosis infeksiosa, moniliasis, difteri disertai dengan panas, pada kasus ini tidak dijumpai demam.

193

193. Seorang peternak berusia 35 tahun mempunyai luka dilengan bawahnya. Terdapat demam, malaise, nyeri kepala, dan ulkus merah hitam. Hasil pemeriksaan mikroskopik menunjukan basilus gram- positif kemunkinan kuman pada keadan ini adalah …
A. Streplococcus pyogenes
B. Streptococcus aureus
C. Clostridium perfringens
D. Bacillus antharacis
E. Bacillus subtilis

Jawaban : D
Antaraks adalah infeksi bakteri akut yang disebabkan oleh bacilius anthracis paling sering terjadi pada hewan herbivore . manusiaterinfeksi melalui hewan terinfeksi atau produk hewan terkontaminasi, gigitan seranga, inhulasi spora, atau karena tertelanyan spora antraks, pada manusia, bentuk yang paling sering adalah antraks kulit, yang ditandai oleh lesi kulit terlokalisasi dengan eskar sentral yang dikelilingi oleh edema non-piting yang nyata.
Dalam beberapa hari setelah inokulasi spora b antharcis kedalam kulit, muncul macula merah kecil, selama mingu berikutnya, lesi khas berubah melalui stadium papula dan vesikel atau pastula menjadi pembentukan uskur dengan eskar netkrotik kehitaman yang dikelilingi dengan zona edema kecokleatan yang sangat khas dan dapat meluas, lesi dini dapat pruritik, dan lesi yang sudah berkembang penuh tidak enimbulkan nyeri. Sebagian besar pasien tidak menderita demam , bergejala ringan,atau gejala konstitusi walaupun demikian, pada kasus yang sangat berat, edema dapat meluas dan disertai syok. Pada 10-20% pasien yang tidak diobati yang mengalami infeksi progresif, dapat terjadi bakterimia dan sertai kematian yang cepat.

194

194. seorang peria berusia 65 tahun mengeluh lemas, serta demam beberapa mingu ia mengunakan valvularprotesis 5 tahunyang lalu. Hasil pemeriksan fisik menunjukan petekic dada dan perut, kultur darah, kokus grampositif, katalase (+), koagulasi(-) bakteri tidak bisa memfermentasi manitol dan dihambat oleh novobiosim kemungkinan baktri ini adalah …
A. Streptococcus pneumonia
B. Streptococcus agalactial
C. Streptococcus aureus
D. Staphylococcus saprophyticus
E. Staphylococcus epidermidis

Jawaban : E
Staphylococcus dengan kogulasi negatif terutama staphylococcus epidermidis merupakan kuman pathogen nosokominalyang penting dengan predileksi pada kateter pembuluh darah terinfeksi dan alat prostetik, dengan nyata menurunkan inokulum stafilokokus yang diperlukan untuk mengasilkan infeksi yang disengaja.
Sekai terjadi infeksi seperti itu, infeksi sangat sulit sembuh tanpa pengangkatan benda asing. Strain s . epidermidis mampu melekat erat dan berada pada karakter plastic serta menskreksi glikokaliks protektif yang menutupi koloni yang menyertainya . S. epidermidis merupakan isolate yang paling sering terdapat pada bakteri nosokominal primer dan kuman
Yang paling sering menginfeksi perlatan yang member akses secara masuk intravena

195

195. seorang laki-laki berusia 10 tahun kakinya dingin sejak 1 jam yang lalu. Empat hari yang lalu, ia mangalami panas tingi terus-menerus, batuk(-), pilek(-), makan(_), mual dan muntah 5 kali berwarna hitam. Sudah 3 jam ia sakit. Hasil pemeriksaan menunjukan berat badan 25 kg, anemia (-), akral dingin=/=, trombosit 25.000, waktu pengisian kapiler >2 detk. Diagnosis anak ini adalah ..
A. Malaria serebral
B. Sepsis
C. Tifoid berat
D. Sindrom weil
E. Sindrom dengue

Jawaban : E
Dari gejala klinis dan pemeriksaan fisik, diagnosis mengarah pada sindrom syok dengue, yang ditandai dengan syok (akral dingin, kapiler refill kurang dari 2 detik, perdarahan, gastrointestinal dan kegagalan sirkulasi) tanda tanda ini tidak didapatkan pada malaria selebral, sepesies, tifoid berat, dan sindrom weil

196

196. anda berada ditempat kejadian kecelakaan. Seorang peria berusia 32 tahun mengalami kecelakaan mobil. Stir mobil bengkok. Selama pemeriksaan awal (intital assessment) anda mencatat nadinya cepat dan lemah. Dan nadi radialisnya menghilang bila pasien inspirasi. Apakah masalh kesehatan yang dialami pria ini ?
A. Kontusio jantung
B. Tamponade jantung
C. Flail chest
D. Tension pneumothorax
E. Hemotoraks masif

Jawab : B
Pada kasus ini, pasien mengalami trauma tumpul toraks (terkena stir mobil ). Pada pemeriksaan awal, nadi cepat dan lemah, ini mengarah ke tanda syok : nadi radialis menghilang pada saat inspirasi, hal ini mengarah ke tamponade jantung, ditemukan pulsus paradoksus, dimana terjadi penurunan tekanan arteri, dan suara jantung menjauh. Pada tamponade jantung, ditemukan pulsus paradoksus, dimana terjadi penurunan tekanan darah sistelik selama inspirasi spontan

197

197. Anda sedang mengevaluasi seorang wanita yang jatuh dari jendela tingat 2. Saat anda memulai survey primer, anda menemukan jalan napasnya cepat sekali dan tidak mengeluarkan banyak udara , ia mengalami sianosis. Pada kasus ini, apa yang selanjutnya anda kerjakan ..
A. Berikan ventilasi dan telepon rumah sakit untuk arahan medis
B. Berikan ventilasi dan lanjutkan survei primer
C. Berikan ventilasi dan segera load and go
D. Mulai resusitasi jantung-paru (RJP)
E. Rujuk secepatnya

Jawab : B
Pada kasus ini saat kita melakukan survey primer ditemukan jaln napas (airway), clear napasnya cepat dan tidak mengeluarkan banayak udara , dan pasien mengalami sianosis. Maka langakah yang tepat selanjutnya adalah membrikan bantuan ventilasi yang adekuat dengan menjaga airway tetap clear dan harus melalui control servikal dengan memasang collar nneck, dan kemudian secara simultan melanjutkan survey primer.

198

198. seorang peria berusia 21 tahun saat bermain sepakbola terjatuh, kemudian berdiri, meras nyeri pada paha sebelah kanan, dan berjalan pincang, pada pemeriksan fisik ditempat kejadian,kedua anggota gerak atas dan anggota gerak bawah kiri dalam batas normal, pada anggota gerak bawah dan kanan tidak tampak deformitas dan bengkak, ada nyeri pada tekanan pada paha sebelah kanan bagian depan,disertai nyeri gerakan bila tungkai bawah kanan digerakan, dan tidak ada krepitasi,selain itu tidak didapatkan deficit neurologis pada anggota gerak bawah, apakah tindakan awal yang paling tepat dilakukan untuk mengurangi rasa sakit pada bagian yang cedera ?
A. Kompers hangat
B. Dipijat
C. Kompres dingin selama 20 menit
D. Diberi obat gosok
E. Mobilisasi segera

Jawab : C
Pada kasus ini terjadi suatu kontusio sederhana, kontusio umumnya dikenal karena adanya nyeri dan penurunan fungsi , palpasi menunjukan adanya pembengakkan local dan nyeri tekan . penderita tidak dapat mengunakan otot itu dan terjadi penurunan fungsi karena nyeri, kontusio diobati dengan istirahat dan pemakaian kompres dingin pada fase awal.

199

199. Seorang wanita berusia 55 tahun dating ke poli rawat jalan karena meras nyeri pada lutut sebelah kanan dan bila berjalan terasa berat. Keluhan ini sudah dirasakan selama 1 tahun. Pada pemeriksaan fisik lutut sebelah kanan didaptkan kekuatan sendi ringan dan krepitas yang disertai atrofi otot quadrisepa kanan, pada pemeriksaan foto rontgen didapatkan adanya osteofit pada sendi lutut kanan. Ia sudah mendapatkan obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit, tetapi tungkai sebelah kananya masi terasa nyeri dan berasal saat berjalan, langakh pengolahaan berikutnya paling tepat adalah ..
A. Kompres hangat
B. Olahraga joging
C. Latihan penguatan otot paha
D. Latihan pergangan pada lutut
E. Pemberian diatermi

Jawab : C
pada kasus ini, pasien mengeluh mengalami kekauan sendi ringan, ditemukan krepitasi, dan pada pemeriksaan dengan foto rontgen dituntukan osteofit, oleh karena itu, diagnosis kasus ini mengarah ke osteoartritas (QA). Pada pasien ini , otot quadriceps mengalami atrofi karena jarang digunakan untuk bergerak (imobilisasi karena nyeri), maka selain penanganan nyeri, pada pasien ini juga perlu dilakukan mobilisasi yang berharap agar tidak terjadi atrofi yang berlanjut pada otot quadriceps.

200

200. seorang wanita berusia 30 tahun dating ke poli rawat jalan karena merasakan nyeri pinggang bawah selama 6 bulan. Nyeri dirasakn terutama saat berdiri dan berjalan. Ia bekerja sebagai seorang sekertaris yang sering mengunakan ssepatu bertumit tinggi agar tampak tinggi dan modis. pada emeriksaan fisik tidak didapatkan deformitas pada tulang belakang, adanya nyeri tekanan ringan didaerah paralumbal, dan tidak didapatkan deficit neurologis, hasil pemeriksaan khusus, lasegue, patrick, contra patrick, dan ganselen dalam batas normal. Analisis urin dalam batas normal. Pada rontgen lumbosakral AP dan lateral didapatkan spasme otot paralumbal dan hiperlodosis.manakah pernyataan berikut ini yang merupakan patomekanisme terjadinya nyeri pingang pada kasus tersebut ..
A. Cedera otot paralumbal
B. Herniated nucleus pulposus
C. Spondilitis
D. Perubahan postural tubuh
E. ganguan sum sum telang belakang

Jawab : D
Patomeokanisme pada kasus ini adalh wanita tersebut sering memakai sepatu bertumit tinggi, perubahan postural tubuh ini menjadikan titik berat tubuh bergeser kedepan yang dikompenisasi oleh pungung menjadi lordosis yang lama, maka terjadi spasme otot-otot paralumbai yang menyebabkan nyeri pinggang, dan pada foto rontogen terlihat tulang belakang yang hipelordosis.