UKDI I Flashcards Preview

UKMPPD MALAHAYATI > UKDI I > Flashcards

Flashcards in UKDI I Deck (200):
1

1. Seorang pria berusia 50 tahun mengalami kolik abdomen kanan atas dan urinya berwarna kemerahan. Kolik yang dirasakan tidak menyebar. Pada foto polos abdomen terdapat banyak gambaran radio-opaq berukuran 1 cm di subkostal XII kanan. Diagnosis kelainan ini adalah ...a. kolelitiasis b. Hepatolitiasis c. nefrolitiasis kanan d. Ureterolitiasis e. abses hati yang mengalami kalsifikasi

1. Jawaban: C Kolik adalah sensasi nyeri yang timbul akibat kontraksi (spasms) dinding organ berongga yang meningkat dalam rangka mengeluarkan sumber obstruksi. Oleh karena itu, pilihan jawaban hepatolitiasia dan abses hati telah tersingkirkan. Kolik yang terjadi pada ureterolitiasia biasanya memberikan sensasi nyeri alih (referred pain) sesuai dengan segmen ureter yang mengalami obstruksi: - obstruksi ureter th proksimal memberikan nyeri alih pada testia (testicularpain),- ureter 1/3 media memberikan nyeri alih pada daerah setinggi McBurney (kanan)/contra McBurney (kiri) (diagnosia bandingnya adalah apendisitia atau divertikulitis), - ureter 1/3 distal memberikan nyeri alih pada dinding skrotum.Pasien mengalami kolik yang tidak menyebar, sehingga pilihannya adalah kolelitiasia atau nefrolitiasia (Ingat ginjal termasuk organ berongga karena terdapat struktur pelvicocalix di dalamnya).Pada foto polos abdomen, tampak gambaran radio-opaq multipel setinggi subkostal XII kanan. Secara anatomis, posisi ginjal kanan ada pada skeletopi vertebra L1–L3 (di bawah vertebra toraks XII dan kosta XII), sedangkan vesika felea ada pada skeletopi kartilago kosta IX. Pada kasus ini, pasien juga mengalami hematuria (urin kemerahan), sehingga pilihan jawabannya adalah nefrolitiasia kanan.Referensi. Purnomo B, 2003, Dasar-dasar Urologi, edisi 2, hal, 62.Tanagho E et al, 2004, Smith's General Urology, 6th ed., hal, 31-32.Moore KL et al, 2006, Dinicaly Oriented Anatomy, 5`h ed., hal. 304.

2

2. Seorang anak perempuan berusia 6 tahun datang dengan keluhan buang air kecil kurang. Ia mempunyai riwayat diare dan muntah-muntah ± 3 hari yang lalu. Ayahnya kemudian mempuasakan anak ini dari makan dan minum. Hari ini anaknya minum air lebih dari 7 L, tetapi urinnya tetap sedikit. Diagnosis keadaan ini adalah ... a. gagal ginjal akut b. gagal ginjal kronik c. gagal ginjal akut non kronik d. glomerulonefritis akut e. glomerulonefritis kronik

2. Jawaban: A Keluhan utama pada kasus ini adalah pasien mengalami urin yang sedikit walaupun diberikan minum banyak, hal ini mengarahkan pada kegagalan ginjal dalam memproduksi urin. Karena prosesnya hanya terjadi dalam beberapa hari, maka diagnosia mengarah pada gagal ginjal akut. Gagal ginjal akut adalah penurunan secara signifikan dan mendadak pada laju filtrasi glomerulus (LFG) atau fungsi tubulus. Namur, secara umum lebih diasosiasikan dengan penurunan LFG, sehingga produk-produk sisa (ureum, fosfat, dan lain-lain) serta air tidak dapat diekslaresikan. Gagal ginjal akut dibagi ke dalam dua tips, yaitu:Tipe oligourik: jika output urin

3

3. Seorang wanita berusia 54 tahun sulit menahan buang air kecil, badannya kurus, sering merasa haus, dan penglihatannya kabur. Hasil pemeriksaan oftalmologi menunjukkan ada kekeruhan lensa mata kiri. Nilai gula darah sewaktu (GDS) adalah 380 mg/dL. Zat apa yang dijumpai di urin? a. Glukosa b. Leukosit c. Protein d. Eritrosit e. Kristal Ca oksalat

3 Jawaban: A Pada kasus ini, pasien memiliki kadar gula darah 380 mg/dL. Dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami diabetes melitus (perhatikan tabel di bawab ini), sehingga kadar glukosa urin akan tinggi.Kadar Glukosa Darah Sewaktu dan Glukosa Darah PuasaSebagai Patokan Penyaring dan Diagnosia Diabetes Melitus (DM) Pada kasus ini, pasien mengeluh tidak dapat menahan buang air kecil. Hal ini terjadi kemungkinan karena neuropati nervus pudendus. Nervus pudendus menginervasi otot-otot dasar pelvia yang berperan dalam proses menahan buang air kecil secara sadar. Pasien juga mengalami keluhan pada mata. Pada pasien yang mengalami diabetes melitus, dapat terjadi komplikasi pada mata berupa katarak diabetika ataupun retinopati diabetika.Beberapa pendapat menyatakan bahwa katarak diabetika terjadi karena penimbunan sorbitol dan fruktosa dalam lensa. Katarak pada pasien diabetes dapat terjadi dalam tiga bentuk: - Pasien dengan dehidrasi berat, acidosis, dan hiperglikernia nyata, pada lensanya akan terlihat kekeruhan berupa garia akibat kapsul lensa berkerut.- -Pasien diabetes juvenil dan orang berusia lanjut dengan kondisi DM yang tidak terkontrol, terjadi katarak serentak pada kedua mata dalam waktu 48 jam, dan terdapat bentuk berupa snow flake atau bentuk pining subkapsular. - Katarak pada pasien diabetik, namun memiliki gambaran histologic maupun biokimia sama dengan katarak non-diabetika.Retinopati diabetika terjadi melalui mekanisme yang lebih kompleks dan sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Beberapa proses biokimiawi pernah disebutkan yaitu jalur poliol, glikasi non-enzimatik, dan jalur pembentukan protein kinase.Referensi 1 Sudoyo AW, 2006, Ilmu Penyakit Dalam, edisi IV, jilid 111, PAPDI, hal. 1911. 2. Moore KL et al, 2006, Dinicaly Oriented Anatomy, 5th ed. 3. Ilyas S, 2003, Ilmu Penyakit Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, hal. 216.

4

4. Seorang wanita berusia' 30 tahun dengan berat badan 60 kg, mempunyai keluhan sesak dan muntah. Tekanan darah 160/100 mmHg, frekuensi pernapasan 28 kali/menit. Didapatkan edema pada kedua kaki dan didapatkan rales pada kedua basal paru. Pemeriksaan darah menunjukkan kadar hemoglobin 7,3 g/dL, MCV OanMCHC normal, ureum 421 mg/dL, kreatini 32 mg/dL. Pada pemeriksaan ultrasonografi didapatkan ukuran kedua ginjal mengecil, densitas korteks meningkat, dan batas korteks medula kabur. Diagnosis fungsional ginjal untuk pasien ini adalah a. penyakit ginjal kronik stadium V b. penyakit ginjal kronik stadium II c. gagal ginjal akut d. sindrom nefrotik e. sindrom nefritik akut

4. Jawaban: A Diagnosia fungsional ginjal dapat dilakukan dengan menentukan laju filtrasi glomerulus (LFG). LFG masih merupakan indeks penentu fungsi ginjal yang paling akurat. Penurunan LFG berhubungan dengan keparahan penyakit yang terjadi. Nilai normal LFG adalah 125-130 mL/menit/1,73 M2 . Nilai LFG bervariasi menurut usia dan jenia kelamin. LFG dikatakan menurun ±10 mL/menit/1,73 ml setiap 10 tahun setelah usia 40 tahun. LFG keseluruhan ginjal sangat tergantung dari jumlah nefron yang berfungsi.LFG diestimasikan dari bersihan urin (urine dearence) terhadap suatu marker (penanda) ideal. Marker ideal ini haus memenuhi beberapa syarat, yaitu:tidak terikat protein dalam serum - difiltrasi secara bebas - tidak mengalami sekresi maupun reabsorpsi oleh nefron.Inulin adalah marker yang paling ideal dan merupakan standar baku emas dalam pengukuran LFG. Namun, saat ini marker yang paling populer dan mudah digunakan adalah dengan menggunakan kreatinin (walaupun cenderung overestimasi terutama pada nilai yang rendah).Untuk menentukan LFG dapat digunakan rumus Cocroft-Gault:LFG =

5

5. . Seorang wanita berusia 30 tahun dengan berat badan 60 kg, mempunyai keluhan sesak dan muntah. Tekanan darah 160/100 mmHg, frekuensi pernapasan 28 kali/menit. Didapatkan edema pada kedua kaki dan didapatkan rales pada kedua basal paru. Pemeriksaan darah menunjukkan kadar hemoglobin 7,3 g/dL, MCV OanMCHC normal, ureum 421 mg/dL, kreatini 32 mg/dL. Pada pemeriksaan ultrasonografi didapatkan ukuran kedua ginjal mengecil, densitas korteks meningkat, dan batas korteks medula kabur.Terapi utama yang paling diperlukan pada kasus di atas adalah ... a. transplantasi ginjal b. continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) c. Hemodialisis d. konservatif/medikamentosa e. transfuse sel darah merah

5. Jawaban: C Terapi pilihan pada pasien penyakit ginjal kronik dengan LFG 6 mEq/L - Ureum darah >200 mg/dL - pH darah 5 hari) - Fluid overload. Pilihan dialisia peritoneal dan transplantasi ginjal bukan merupakan pilihan utama, karena dibutuhkan persiapan yang memerlukan waktu terkait dengan tindakan operasi pada keduanya.Referensi. 1 Sudoyo AW, 2006, Ilmu Penyakit Dalam edisi IV, jilid 1, PAPDI, hal. 591.

6

6. Seorang pria berusia 60 tahun didiagnosis mengalami sirosis hati dan dibawa ke rumah sakit. Ia mengalami muntah darah, berak berwarna hitam, dan ascites. Kira-kira perdarahannya terjadi karena ... a. perdarahan b. Perdarahan c. Perdarahan d.. Perdarahan e. perdarahan

6. Jawaban: A Sirosia hepatic akan menimbulkan hipertensi porta dengan distensi, dan kadang-kadang ruptur varises dalam esofagus serta bagian kardia lambung.Referenst. Bedside Diagnosis, edisi 13, hal. 251.

7

7. Seorang pria berusia 40 tahun mempunyai riwayat, kolitis ulseratif. Gambaran penyakit yang akan menentukan peningkatan resiko terjadinya keganasan adalah.... a. durasi penyakit kurang dari 10 tahun b. terdapat riwayat megakolon toksik c. adanya gambaran pankolitis (peradangan mengenai seluruh bagian kolon) d. ditemukannya pseudopolip pada kolonoskopi e. kebutuhan steroid yang tinggi

7. Jawaban: C. Inflammatory bowel disease (1131)), khususnya kolitia ulseratif, berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal (KKR). Risiko KKR bergantung pada rentang waktu dan luasnya inflamasi.ReferensiBuku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, edisi IV, hal. 377.

8

8. Seorang penderita sirosis hati berusia 58 tahun dimasukkan ke rumah sakit dengan ascites masif dan edema kaki. Tidak dijumpai adanya kelainan pada pernapasan dan tanda-tanda ensefalopati hepatik. Hasil laboratorium menunjukkan serum elektrolit: Na = 130 mEq/L, K = 3,6 mEq/L, D = 85 mEq/L; kreatinin serum 1,0 mg/dL, BUN 18 mg/dL. Tirah baring, pembatasan natrium dan air, Serta pemberian spironolakton dan furosemid doses penuh tidak memberikan perubahan berat badan yang bermakna setelah 5 hari. Tindakan selanjutnya adalah ...a. pemberian furosemid 80 mg intravena b. pemberian asetazolamid 250 mg/hari oral c. pemasangan peritoneovenous shunt parasentesis terapeutik d. penambahan HCT 25 mg

8. Jawaban: D Pengobatan ascites transudat sebaiknya dilakukan secara komprehensif, meliputi: Tirah baring. Tirah baring dapat memperbaiki efektivitas diuretik pada pasien ascites transudat yang berhubungan dengan hipertensi porta. Perbaikan efek diuretik tersebut berhubungan dengan perbaikan aliran darah ginjal dan filtrasi glomerulus akibat tirah baring. Tirah baring akan menyebabkan aktivitas simpatia dan sistem renin—angiotensin—aldosteron menurun. Yang dimaksud dengan tirah baring di sini bukanlah istirahat total di tempat tidur sepanjang hari, tetapi tidur telentang, kaki_sqdikit diangkat, selama beberapa jam setelah mengonsumsi obat diuretik.Diet. Diet rendah garam, ringan sampai sedang, dapat membantu diuresis. Konsumsi garam (NaCI) perhari sebaiknya dibatasi hingga 40-60 mEq/hari. Biasanya diet rendah garam yang mengandung NaD kurang dari 40 mEq/hari tidak diperlukan. Kadar NaD yang amat rendah ini justru dapat mengganggu fungsi ginjal.Diuretik. Diuretik yang dianjurkan adalah diuretik yang bekerja sebagai anti-aldosteron, misalnya spironolakton. Diuretik ini merupakan diuretik hemat kalium, bekerja di tubulus ginjal dan menahan reabsorpsi Na. Diuretik loop sering dibutuhkan sebagai kombinasi.Target yang sebaiknya dicapai dengan terapi tirah baring, diet rendah garam, dan terapi diuretik adalah peningkatan diuresis, sehingga berat badan turun 400-800 g/hari. Pada pasien yang disertai dengan edemaperifer, maka target penurunan berat badannya sampai 1500 g/hari.Terapi parasentesis. Parasentesia sebenarnya merupakan cara pengobatan ascites yang tergolong kuno. Pada mulanya, karena berbagai komplikasi, parasentesia ascites tidak lagi disukai. Beberapa tahun terakhir ini, parasentesia kembali dianjurkan karena mempunyai banyak keuntungan dibandingkan terapi konvensionalbila dikerjakan dengan balk. Untuk setiap liter cairan ascites yang dikeluarkan, sebaiknya diikuti dengan substitusi albumin parenteral sebanyak 6-8 gram.Referensi. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, edisi IV, hal. 450.

9

9. Seorang wanita berusia 30 tahun mengalami muntah darah dan mempunyai riwayat hepatitis B kronik. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan fisiknya lemah, tekanan darah 140/90 mmHg, denyut nadi 98 kali/menit, konjungtiva pucat, rambut ketiak (-), ginekomastia (+), spider nevi (+), batas hati 3 cm. Penyebab hematemesis ini adalah ...a. sindrom Mallory b. pecahnya varises esofagus c. Esofagitis d. perforasi ulkus gaster e. perforasi ulkus duodenum

9. Jawaban: B Berdasarkan data pada soal diketahui bahwa pasien mempunyai riwayat hepatitia B kronik. Gambaran klinia pasien dengan hepatitia B kronik sangat bervariasi. Pada banyak kasus, tidak didapatkan keluhan maupun gejala, dan pemeriksaan tes faal hati menunjukkan hasil yang normal. Pada sebagian kasus lainnya didapatkan hepatomegali atau bahkan splenomegali, atau tanda-tanda penyakit hati kronik lainnya, misalnya eritema palmaria dan spider nevi. Ada 3 fase penting dalam perjalanan penyakit hepatitia B kronik, yaitu fase imunotoleransi, fase imunoaktif atau fase immune dearance, dan fase nonreplikatif atau fase residual. Pada sebagian pasien dalam fase residual, pada saat terjadi serokonversi HbeAg positif menjadi anti-Hbe, sudah terjadi sirosis. Sirosia akan menimbulkan hipertensi porta dengan distensi dan kadang-kadang ruptur varises dalam esofagus Serta bagian kardia lambung.Referensi 1. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, edisi IV, hal. 435-436. 2. Bedside Diagnosis, edisi 13, hal. 251.

10

10. Seorang wanita berusia 75 tahun mempunyai riwayat gastritis erosif yang dicetuskan oleh aspirin 5 tahun yang lalu. Saat ini ia mengalami nyeri lutut berat yang diduga suatu osteoartritis. Penderita ini membutuhkan terapi dengan OAINS. Dari pilihan pengobatan berikut, mana yang paling tepat untuk mencegah terulangnya perdarahan gastrointestinal? a. Omeprazol b. Misoprostol c. Nizatidin d. Atropin e. Sukralfat

10. Jawaban: B Obat anti-inflamasi nonstero'id.(OAINS) merupakan salah satu obat yang paling Sering diresepkan. Obat ini seringkali dianggap sebagai terapi lini pertama (first line therapy) untuk artritis. OAINS seringkali menimbulkan efek samping pada lambung berupa gastropati OAINS. Pada pasien yang dapat menghentikan penggunaan OAINS, maka obat-obat antitukak seperti golongan sitoproteksi, antagonia receptor Hz (simetidin, ranitidin, famotidin) dan inhibitor pompa proton (omeprazol 2 x 20 mg, lansoprazol 2 x 30 mg, pantoprazol 2 x 40 mg, rabeprazol 2 x 10 mg, esomeprazol 2 x 40 mg) dapat diberikan dengan hasil yang baik; sedangkan pasien yang tidak mungkin menghentikan OAINS dengan berbagai pertimbangan, sebaiknya diberikan misoprostol. Misoprostol adalah analog prostaglandin. Pemberiannya dapat mengimbangi penurunan produksi prostaglandin akibat OAINS. Indikasi penggunaannya ialah tukak lambung, tukak duodenum, dan tukak karena OAINS. Dosisnya adalah 800 mcg sehari dalam 2-4 dosia terbagi.Referensi 1. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, edisi IV, hal. 320, 338-339. 2. IONI hal. 21.

11

11. Seorang pria berusia 81 tahun ditemukan keluarganya dalam keadaan mengalami disorientasi dan kebingungan. Pemeriksaan-di-ruang gawat darurat menunjukkan adany4'hipoglikemia. Pria ini tidak mengalami demam, dan- basil pemeriksaan fisik dalam batas normal. Setelah diberikan bolus dekstrosa, pasien segera membaik, gula darahnya menjadi 122 mg/dL, dan basil pemeriksaan neurologi kembali normal. Obat yang paling Sering menimbulkan gejala-gejala di atas adalah ... a. Metformin b. inhibitor a-glukosidase c. Sulfonilurea d. Grinid e. Insulin

11. Jawaban: EInsulin dan sulfonilurea memiliki efek samping hipoglikemia terutama bila penggunaannya tidak sesuai,terlambat makan, terdapat peningkatan aktivitas fisik, mengonsumsi minuman beralkohol, jugs pada keadaaninsufisiensi ginjal. Sulfonilurea bekerja dengan meningkatkan sekresi insulin pada Bel beta pankreas. Metformin dan inhibitor alfa-glukosidase jarang mempunyai efek samping hipoglikemia.Referensi. Harrison Principles of Internal Medicine, 16th ed., hal. 2175.

12

12. Terapi obat yang paling tepat untuk pasien diabetes tipe 1 adalah ... injeksi insulin glargin pada malam hari sebelum tidur a. injeksi insulin campuran (glargin + RI) pada pagi dan malam hari sebelum tidur e. injeksi insulin RI setiap.lum makan dan glargin pada alam hari sebelum makan c. injeksi insulin RI setiap kali sebelum makan dan glargin pada malam hari sebelum tidur. d. kombinasi sulfonilurea pada pagi hari dan glargin pada malam hari sebelum tidur e. injeksi insulin glargin pada pagi hari sebelum makan dan malam hari sebelum tidur

12. Jawaban: C Komplikasi diabetes timbul karena kadar gula darah puasa maupun kadar gula darah postpandrial yang terlalu tinggi. Sediaan insulin diberikan untuk mengontrol baik kadar gula darah puasa maupun kadar gula darah postpandrial.Insulin kerja singkat (RI) memiliki'onset setengah jam dan durasi kerja 8 jam, sehingga insulin ini diberikan setengah jam sebelum makan untuk mengontrol kadar gula darah postpandrial. Insulin kerja panjang (glargin) memiliki durasi kerja 24 jam, sehingga diberikan sekali sehari.

13

13. Usaha pencegahan diabetes yang paling baik adalah dengan ... a. pemberian inhibitor a-glukosidase b. pemberian metformin c. pemberian sulfonilurea d. menghentikan kebiasaan merokok e. diet dan aktivitas fisik secara teratur

13. Jawaban: E Patofisiologi diabetes melitus (DM) adalah:DM tipe 1, disebabkan oleh proses autoimun yang merusak sel beta pankreas. Hal ini diakibatkan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan (infeksi tertentu).DM tipe 2, disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:Resistensi insulin (disebabkan oleh faktor genetik dan obesitas)..- Produksi glukosa di hati (glukoneogenesis) yang berlebihan. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut: insulin dapat menekan proses glukoneogenesia di hati, tetapi karena terjadi resistensi insulin di hati, maka insulin tidak dapat secara efektif menekan proses glukonogenesia tersebut, akibatnya terjadi produksi glukosa yang berlebihan. - Sekresi insulin yang berkurang (pada awalnya untuk mengkompensasi resistensi insulin sehingga terjadi kenaikan sekresi insulin, kemudian sekresi insulin akan semakin berkurang seiring dengan perjalanan penyakit DM). Kurangnya sekresi ini ditimbulkan oleh penyebab yang belum diketahui secara pasti.Dari faktor-faktor di atas, yang dapat kita kendalikan adalah obesitas. Diet yang baik dan melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat mencegah obesitas, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya DM. Selain itu, aktivitas fisik juga dapat meningkatkan sensitivitas sel tubuh terhadap insulin.

14

14. Luka memborok pada jari penderita diabetes mejitus dipicu oleh ... a. kekurangan nutrisi dan oksigen b. Kanker c. bakteri patogen yang virulen d. luka yang sudah kronik e. glukosa yang tinggi dalam cairan tubuh

14. Jawaban: A Akibat tingginya kadar gula darah yang berlangsung kronik, terjadi gangguan pada pembuluh darah maupun nonpembuluh darah. Gangguan pada nonpembuluh darah, misalnya pada sistem gastrointestinal (gastroparesis, diare), genitourinari (disfungsi seksual), katarak, glaukoma, dan penurunan kekebalan tubuh.Gangguan pada pembuluh darah terjadi pada pembuluh darah besar (makroangiopati) maupun pembuluh darah kecil (mikroangiopati).Makroangiopati terjadi pada pembuluh darah otak (rriisalnya stroke), jantung (misalnya angina pektoris, infark miokard), ekstremitas (misalnya penyakit arteri perifer).Mikroangiopati terjadi pada pembuluh darah ginjal (nefropati diabetika), retina (retinopati diabetika), dan saraf (neuropati diabetika).Neuropati pada saraf sensoria di kaki menyebabkan gangguan mekanisme protektif, mengakibatkan penderita diabetes melitus Sering mengalami trauma berulang pada kaki (seringkali tanpa disadari oleh penderita). Neuropati pada saraf-saraf motoria dan propriosepsi menyebabkan abnormal weight bearing. Saat penderita berdiri atau berjalan, tumpuan kaki menjadi tidak baik, sehingga justru melukai kaki penderita. Neuropati pada saraf-saraf otonom menyebabkan gangguan aliran darah di permukaan kulit, hal ini akan menghambat pasokan_ oksigen dan, nutrisi, sehingga memperlama proses penyembuhan luka. Adanya penyakit arteri perifer juga akan lebih menghambat aliran darah di kaki yang pada akhirnya menyebabkan luka menjadi sukar sembuh.

15

15. Kadar glukosa darah 2 jam setelah makan sebesar 450 mg/dL disebabkan oleh ... a. terlalu banyak makan b. glikogenesis, lipogenesis, dan glikolisia terhambat c. glikogenesia dan glukoneogenesia meningkat d. masuknya glukosa ke dalam hepatosit terhambat e. ginjal tidak mampu mensekresi glukosa darah

15. Jawaban: D Sekresi insulin oleh sel beta pankreas dipicu terutama oleh kadar gula darah. Pada kadar gula darah yang rendah (saat puasa), kadar insulin rendah, sehingga glukoneogenesia hati dan glikogenolisia meningkat. Hal ini bertujuan untuk mengkompensasi kurangnya asupan glukosa dari makanan.Setelah makan, kadar glukosa darah meningkat karena mendapat suplai glukosa dari makanan tersebut. Kadar gula yang tinggi memicu sekresi insulin. Insulin akan memasukkan glukosa dari darah ke jaringan, sehingga kadar gula darah postpandrial tidak terlalu tinggi.Pada penderita diabetes melitus (DM), terjadi resistensi insulin (pada DM tipe 2) atau kurangnya sekresi insulin karena kerusakan pada sel beta pankreas (pada DM tipe 1). Hal ini mengakibatkan terjadinya gangguan pemasukan glukosa dari darah ke jaringan atau sel tubuh, sehingga kadar gula darah postpandrial meningkat.

16

16. Bayi berusia 4 bulan mengalami anemia gravis. la terlihat pucat, ubun-ubunnya lebar, dan lien hati besar. Hasil pemeriksaan menunjukkan eritrosit yang berukuran sama dengan inti limfosit kecil, daerah pucat

16. Jawaban: E Tanda fisik dan hasil pemeriksaan laboratorium yang ditemukan pada pasien ini ialah tanda dari talasemia.Talasemia merupakan kelainan pada sintesia Hb yang diturunkan, yaitu pada produksi rantai globin. Sebagai akibat dari gangguan produksi rantai globin tersebut, deposisi Hb ke dalam sel darah merah menjadi lebih sedikit, menyebabkan apa yang disebut sebagai hipokromasi dan ukuran eritrosit yang lebih kecil (mikrositik).Pada talasemia beta mayor, dapat dijumpai 4 stigmata: - nemia berat, dengan kadar Hb 3-7 g/dL - hepatosplenomegali masif - kemunduran tumbuh kembang -deformitas tulang (tulang wajah yang menonjol, maloklusi gigi) -Pada pemeriksaan darah tepi ditemukan: -MCV dan MCH rendah, pada talasemia mayor terdapat anisositosia ekstrem. -Hitung darah putih biasanya meningkat pada talasemia mayor, hal ini disebabkan kesalahan dalam penghitungan, di mana eritrosit berinti dianggap sebagai leukosit. -Hitung trombosit biasanya normal, kecuali jika pembesaran lien sangat mencolok. -Morfologi darah tepi menunjukkan mikrositik hipokromik, sel target, berinti, basophilic stippling, dan leukosit imatur. -Referensi - http://emedicine.com

17

17. Seorang ibu rumah tangga berusia 58 tahun sejak lama mengalami kepikunan yang makin lama makin berat. Terakhir ibu ini sudah tidak mampu makan ataupun berpakaian sendiri dan memerlukan bantuan pembantu. Sehari-hari ia tidak berbuat apa-apa, kadang ia suka march tanpa sebab. la tidak mau bergaul dengan sesama tetangga padahal sebelumnya ia adalah seorang yang aktif. Komunikasi dengan suaminya sangat terbatas, namun swami masih dapat mengatasi perilakunya. Secara fisik ia normal. Pertanyaaan-pertanyaan selalu dijawab dengan muka tersenyum, tetapi ia tidak selalu memberi jawaban yang benar. Kemampuan untuk memberi pertimbangan dan alasan sudah tidak logis lagi, walaupun perilaku dan cara berpakaiannya masih sopan. Kadang ia menunjukkan gejala halusinasi dengan mengatakan ada seseorang di kamarnya, dan ia kadang menganggap, gulingnya sebagai orang lain. Pada kasus tersebut menurut Anda, ibu rumah tangga ini mengalami ... a. Psikosa b. Skizoprenia c. Demensia d. mild cognitive impairment e. ansietas

17. Jawaban: B Pasien mengalami gejala-gejala psikotik (waham halusinasi, inkoherensi, perilaku katatonia). Pada pasien tersebut yang terlihat adalah halusinasi (mengatakan ada seseorang di kamarnya, menganggap gulingnya sebagai orang lain). Selain itu, dijumpai juga deteriorasi, yaitu kemampuan mengurus diri dan kemampuan social yang sangat berkurang (berpakaian harus selalu dibantu oleh pembantu, kemampuan berkomunikasi sangat terbatas). Dengan adanya gejala-gejala psikotik dan deteriorasi tersebut, maka kita dapat mendiagnosisnya dengan skizofrenia.ReferensiBuku Saku Diagnosia Gangguan Jiwa-Rujukan Ringkas, PPDGJ III, hal. 48.

18

18. Seorang pria berusia 20 tahun mengalami demam tinggi yang hilang-timbul 1 minggu yang lalu. Nafsu makan tidak ada, perut terasa penuh, kembung, mual, dan 3 hari tidak bisa buang air besar. Malam hari ia mengigil, antipiretik tidak menyembuhkan. Perneriksaan yang paling tepat adalah ... a. Uji VDRL b. Uji Widal c. Uji Well-felix d. Uji Wassermann e. Uji Kahn

18. Jawaban: B Gejala yang disebutkan di dalam coal merupakan gejala dari demam tifoid, sehingga pemeriksaan yang dilakukan adalah uji Widal.Gejala klinia pada demam tifoid sangat bervariasi, dari asimtomatik hingga gambaran penyakit yang khas disertai dengan komplikasi hingga kematian.Gejala dan tanda yang timbul pada minggu pertama: -demam dengan pola thstep ladder patternth -nyeri kepala -nyeri otot -anoreksia, mual, muntah -obstipasi atau diare, perasaan tidak enak di perut –batukGejala dan tanda yang timbul pada minggu kedua: -demam -bradikardi relatif (peningkatan suhu badan VC tidak diikuti dengan peningkatan denyut nadi 8 kali/ menit) -lidah tifoid (kotor di tengah, hiperemia di tepi dan ujung, serta tremor) –meteorismus –splenomegali –hepatomegali -gangguan mental: somnolen, stupor, koma, delirium, psikosis.Pada pemeriksaan penunjang dapat ditunjukkan: -leukopenia (tidak selalu, bisa normal atau leukositosis) –anemia –trombositopenia -peningkatan KED -peningkatan enzim transaminase (AST, ALT).Uji WidalWalaupun mempunyai berbagai kelemahan dari aspek sensitivitas dan spesifisitasnya yang rendah, namun hasil uji Widal yang positif akan memperkuat dugaan pada tersangka penderita demam tifoid, terutama pada daerah yang tidak memiliki fasilitas pemeriksaan biakan. Akan tetapi, dapat terjadi reaksi silang antara antigen tifoid yang digunakan dengan antibodi dari antigen nontifoid, seperti pada kasus malaria, tuberkulosia milier, endokarditis, penyakit hati kronik, dan sebagainya. Uji Widal mempunyai nilai diagnostik apabila terjadi kenaikan titer yang signifikan (naik >2-4 kali) selama salcit, sedangkan uji Widal yang dilakukan hanya satu kali tidak bermanfaat. Pada pengobatan dengan antibiotik (seperti amoksisilin, kotrimoksazol), akan didapatkan titer yang lebih rendah. Namun dari segi praktisnya, seringkali pemberian terapi harus dimulai berdasarkan hasil uji Widal yang dilakukan secara tunggal pada face akut.Nilai cut off yang dipilih dari suatu komunitas bergantung pada insidensi demam tifoid, tingkat vaksinasi, produk pabriknya, dan laboratorium tempat pemeriksaan. Menurut penelitian di Indonesia, titer antibodi 0 ~:I/40 yang diukur dengan slide widal mempunyai nilai perkiraan positif 96%, artinya apabila hasil tes positif 96%, maka pasien benar-benar sakit demam tifoid. Akan tetapi, apabila hasil tesnya negatif, tidak menyingkirkan sakit demam tifoid. Pada hasil uji serologic pasien ini, didapatkan titer antibodi 0 dan antibodi H >1/160. Hal ini mendukung diagnosia demam tifoid.Uji VDRL: pemeriksaan serologi untuk sifilis.Uji Wassermann: pemeriksaan untuk antibodi sifilis, dengan prinsip kerja fiksasi komplemen.Uji Well-Felix: uji laboratorium untuk Rocky mountain spotted fever, dengan prinsip kerja aglutinasi. Uji Kahn: pemeriksaan untuk sifilis, terutama pada anak-anak.Referensi. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, hal. 1774-1775. 1http://emedicine.com

19

19. Seorang anak laki-laki berusia 23 bulan dengan berat badan 6,1 kg dan tinggi badan 78 cm, dibawa ibunya ke dokter karena terlalu kurus. Dari pemeriksaan fisik didapatkan anak ini cengeng, terlihat sayu, otot hipotrofi, jaringan subkutannya sedikit, Serta terdapat pada dorsum pedis. Ibunya mengatakan kalau setiap kali diberi makan ia muntah. Kemungkinan diagnosisnya adalah a. KEP II b. KEP marasmus c. KEP campuran d. KEP III e. KEP kwashiorkor

19. Jawaban: C Kekurangan energi protein (KEP) berat bisa dibedakan menjadi 3 tipe:a. Tipe marasmikMerupakan bentuk dari kekurangan energi, tanpa disertai dengan kekurangan protein. Secara klinia terjadi penyusutan massa otot secara menyeluruh, dan tidak adanya lemak subkutan sehingga tampak tinggal tulang terbalut kulit, tanpa disertai edema.' Rambut tipia dan kering, serta mudah dicabut tanpa disertai rasa sakit. b. Tipe marasmik kwashiorkor (campuran)Secara klinia merupakan kombinasi dari kwashiorkor dan marasmik. Gejala klinia utamanya adalah edema dari kwashiorkor, dengan atau tanpa lesi kulit, serta terjadi penyusutan otot dan penurunan lemak subkutan dari marasmus. c. Tipe kwashiorkor Merupakan bentuk dari kekurangan energi dengan disertai protein. Gejala klinia yang don-rinan ialah edema jaringan lunak yang bersifat pitting tanpa rasa sakit, biasanya terjadi pada tungkai dan kaki yang meluas ke perineum, ekstremitas atas, dan wajah pada kasus yang berat. Rambut kering dan mudah diqahut-,:tanpa_' rasa sakit. Terjadi anoreksia, mual dan muntah setelah makan, Serta diare. Abdomen biasanya distended, peristaltik lambat dan tidak teratur. Kekuatan dan tonus otot berkurang.ReferensiModern Nutrition in Health and Disease, 1999, hat. 973-975.

20

20. Berapa kalori yang dibutuhkan untuk xda kasus No. 19 di atas? A. 120-150 kkal/kgBB/hari b. 150-170 kkal/kgBB/hari c. 170-190 kkal/kgBB/hari d. 200-220 kkal/kgBB/hari e. 220-230 kkal/kgBB/hari

20. Jawaban: A Jumlah suplemen makanan yang dibutuhkan bervariasi, bergantung pada derajat malnutrisi dan deficit relatif protein dan energi. Secara umum, tujuannya adalah memberikan asupan total, termasuk diet rumah 2 kali kebutuhan protein dan 1,5 kali kebutuhan energi. Untuk anak usiaprasekolah, kebutuhan protein sebanyak 2-2,5 g dan kebutuhan f energi sebanyak 500-625 kJ (120-150 kkal/kgBB/hari); sedangkan untuk bayi berusia kurang Bari 1 tahun, kebutuhan proteinnya sebanyak ±3,5 g, dengan kebutuhan energi sebanyak 625 U (150-kkalYkgBB/hari).Referensi .Modern Nutrition in Health and Disease, 1999. hat. 978.

21

21. Seorang pria 2 minggu yang lalu pergi ke Barito Selatan. Scat kembali ke Jakarta, badannya demam. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan terdapat Plasmodium vivax stadium tropozoit dan gametosit. Selain primakuin, obat lainnya yang diberikan adalah ... a. Kina b. piridoksin-pirimetamin c. Klorokuin d. Doksisiklin e. amoksisilin

21. Jawaban: C Infeksi yang disebabkan oleh Plasmodium vivax, Plasmodium malariae, Plasmodium ovale, Plasmodium falciparum .yang diketahui sensitif, harus diobati dengan klorokuin. Kombinasi terapi- klorokuin ditambah. Mungkin sulfat ditujukan untuk infeksi yang disebabkan oleh R vivax dan P. ovale. Meskipun akhir-akhir terdapat sejumlah laporan mengenai P. vivax yang resisters terhadap klorokuin, namun klorokuin masih tetap merupakan obat pilihan untuk P. vivax, R malariae, dan P. ovale.Referensi. Horrison, Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam, edisi 13, hat. 1009.

22

22. Seorang ibu berusia 35 tahun datang ke dokter dengan keluhan mengalami demam selama 3 hari. Hasil pemeriksaan menunjukkan suhu badannya 38,5°C, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi pernapasan 30 kali/menit. Oleh karena itu, dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan hasil diagnosia yaitu tifoid. Dokter ingin mengetahui faktor determinan apa yang menyebabkan penyakit ini. Salah satu jawaban yang benar adalah ... a. gaga hidup (life style) b. pelayanan kesehatan c. Psikobiologi d. Imunitas e. lingkungan sosial

22. Jawaban: E Penyebab demam tifoid secara klinia hampir selalu yang beradaptasi pada manusia. Sebagian besar kasus dapat ditelusuri pada karier manusia. Penyebab yang terdekat mungkin air Oalur yang paling sering) atau makanan yang terkontaminasi. Di Amerika-, dengan perbaikan sanitasi lingkungan, insidensi tifoid telah menurun.ReferensiHorrison, Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam, edisi 13, hat. 755.

23

23. Penyebaran penyakit dengan perantara hewan peliharaan adalah ... a. Toksoplasmosis b. Leptospirosis c. Pneumonia d. Diare e. campak

23. Jawaban: A - Toksoplasmosis-> etiologi: Toxoplasma gondii dengan perantara (pejamu definitif) adalah kucing (hewan peliharaan). - Leptospirosis— etiologi: Leptospira dengan perantara (pejamu definitif) adalah tikus, raccoon, serigala. -Pneumonia, diare, dan campak, penularannya tanpa melalui pejamu definitif.Referensi1 Horrison, Prinsip-prinsip Ilmu Penyakit Dalam, edisi 13, hat. 833, 1021.

24

24. Seorang pria berusia 45 tahun dirujuk ke unit gawat darurat (UGD) rumah sakit dengan keluhan kejang seluruh tubuh. Dari heteroanamnesia ditemukan riwayat nyeri scat mengunyah makanan disertai bengkak pada gusi sejak 1 bulan sebelumnya. Pada penderita diperoleh temuan klinia berupa febris, klinia trismus, dan opistotonus. Dari temuan klinia ini, diagnosia kerja yang mungkin adalah ... a. gingivitia disertai sepsis b. dislokasi sendi temporomandibular c. Disfagia d. Tetanus e. meningitis

24. Jawaban: D Tetanus generalisata ditandai oleh peningkatan tonus otot dan spasme. Pasien secara khas pertama kah memperlihatkan adanya peninggian tonus otot masseter (trismus atau kaku rahang). Disfagia atau kekakuan, atau nyeri pada kuduk, bahu, dan otot belakang dapat-terjadi bersamaan atau timbul segera. Kemudian, otot-otot lain terjangkit sehingga menimbulkan kaku perut dan kaku otot anggota badan proksimal,,. tangan 'dan kaki relatif terbebas dari gejala. Kontraksi otot wajah yang terus-menerus menimbulkan kernyitan atau seperti tersenyum (risus sardonikus) dan kontraksi otot punggung menimbulkan otot yang melengkung (opistotonus). Gejala terpadu ini tidak didapatkan pada gingivitia disertai sepsis, dislokasi sendi temporomandibular, maupun meningitis. Spasme otot yang berulang-ulang generalisata, nyeri, dan keras dapat menyebabkan sianosia dan mengancam ventilasi. Pasien tetanus dapat mengalami demam, walaupun sebagian besar tanpa demam. Keadaan kejiwaan tidak terganggu. Refleks tendon yang dalam dapat meninggi. Disfagia atau ileus dapat menghambat makan melalui mulut.Pada tetanus, kontaminasi luka dengan spora mungkin sering terjadi. Walaupun demikian, germinasi dan produk toksin hanya terjadi pada luka dengan potensial oksidasi-reduksi yang rendah, seperti luka yang mengandung jaringan devitalisasi, benda asing, atau infeksi asing.ReferensiHorrison, Prinsip-Prinsip Ilmu Penyakit Dalam, edisi 13, hal. 711.

25

25. Seorang pria berusia 35 tahun barn datang dari Lombok. la datang ke tempat praktek Anda dengan keluhan kepala pusing, demam yang sebelumnya didahului dengan menggigil. Pada pemeriksaan fisik didapatkan penderita sadar, tekanan darah 110/70 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, dan muka agak pucat. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb = 10 g/dL. Pada pemeriksaan darah tepi secara apusa.n.yang diwarnai dengan Giemsa ditemukan eritrosit tidak membesar, bvama pucat, di dalamnya terdapat bentukan seperti cincin berwarna biru, inti -berwarna merah, juga terdapat bentukani..accole. Dengan teknik tetes tebal ditemukan gambaran stern heme. Parasit penyebab penyakit ini adalah a. Leishmania tropics b. Leishmania donovani c. Plasmodium ovale d. Plasmodium vivax e. Plasmodium falciparum

25. Jawaban: E Dalam darah, bentuk cincin stadium tropozoit muds Plasmodium falciparum sangat kecil dan halus. Pada bentuk cincin dapat dilihat dua butir kromatin, bentuk pinggir (marginal), darr bentuk accole sering ditemukan. Beberapa bentuk cincin dapat ditemukan dalam satu eritrosit (infeksi multipel). Walaupun bentukan-bentukan ini juga dapat dijumpai pada infeksi oleh spesies Plasmodium lainnya pada manusia, tetapi yang paling sering ditemukan adalah Pfalciparum, dan keadaan ini penting untuk membantu diagnosia spesies. Pada malaria falciparum, eritrosit yang diinfeksi tidak membesar selama stadium perkembangan parasit. Eritrosit yang mengandung tropozoit tua dan skizon mempunyai titik-titik kasar yang tampak jelas (titik Maurer) dan tersebar pada dua pertiga bagian eritrosit.Referensi 1. FK U1, Parasitologi Kedokteran, edisi ketiga, hal. 93.

26

26. Seora A berusia 3 tahun mengalami kejang, demam selama hari, penurunan kesadaran, dan –batuk Pilek. Untuk menegakkan diagnosia keadaan ini perlu dilakukan pemeriksaan ... a. Trombosit b. gas darah c. Elektrolit d. cairan otak e. cairan lambung

26. Jawaban: D Dalam menghadapi pasien dengan keluhan utama kejang, maka yang perlu kita pikirkan adalah apakah kejang tersebut disertai demam atau tid.ak, Selain itu, perlu dipikirkan pula apakah kejang tersebut disebabkan kelainan--primer di otak (sistem-saraf pusat) ataukah di luar otak. Pada pasien ini, kejang tersebut disertai demam dan terdapat-penurunan kesadaran.' Hal ini mengarahkan kita kepada meningitia atau meningoensefalitis, tergantung apakah ada kelainan saraf di central maupun perifer. Namun, adanya riwayat demam 5 hari yang kemungkinan disebabkan oleh infeksi Aada saluran pernapasan (yang ditandai batuk pilek) juga mengarahkan ke proses kejang demam. Olch-karena itu, untuk menyingkirkan kemungkinan meningitis, maka perlu dilakukan pemeriksaan cairan serebrospinal (pungsi lumbal). Kejang memang juga dapat disebabkan oleh gangguan elektrolit dan metabolik, sehingga dapat dilakukan pemeriksaan gas darah dan elektrolit. Akan tetapi, berdasarkan gejala dan tanda-tanda pada pasien ini, yang lebih tepat adalah pemeriksaan cairan serebrospinal. Pemeriksaan trombosit dan cairan lambung tidak bersifat spesifik.Referensi 1 Diagnosia Klinia Awal, hal. 37-39. 2 Panduan Belajar Ilmu Kesehatan Anak, hal. 79-80. 3Kejang Demam (Febrile Convulsion), hal. 1-7.

27

27. Seorang pria berusia 54 tahun mempunyai keluhan kejang-kejang general dan kesadaran kompos mentis. Hasil pemeriksaan fisik yang lain dan pemeriksaan laboratorium dalam batas normal, kecuali penderita Sering mengeluh keluar cairan nanah dari telinga kanan yang sudah dialaminya selama bertahun-tahun. Kemungkinan besar ia menderita ... a. Meningitis b. kejang demam c. Tetanus d. Tetani e. ensefalitis

27. Jawaban: C Pada pasien ini, kemungkinan kejang yang disebabkan oleh suatu proses infeksi saraf pusat (meningitia dan ensefalitis) sedikit dapat disingkirkan, karena hasil pemeriksaan fisik dan laboratorium dalam batas normal, Serta tingkat kesadaran penderita yang masih kompos mentis. Kejang demam juga dapat disingkirkan karena pasien tidak demam (pemeriksaaan fisik dalam batas normal). Oleh karena itu, diagnosia yang paling mendekati adalah tetanus (generalisata). Apalagi terdapat riwayat keluar cairan nanah dari telinga kanan yang sudah bertahun-tahun yang menunjukkan bahwa tetanus yang diderita tersebut merupakan komplikasi dari infeksi telinga kronik. Usia lanjut (54 tahun) juga dapat memberikan informasi yang bermakna, karena risiko terjadinya tetanus paling tinggi pada populasi usia lanjut. Tetanus generalisata merupakan bentuk paling umum dari tetanus, yang ditandai dengan meningkatnya tonus otot dan spasme generalisata. Pasien dapat mengalami demam, walaupun banyak yang tidak, sedangkan kesadaran tidak terpengaruh. Istilah yang mirip dengan tetanus adalah tetani. Tetani merupakan suatu kondisi hipereksitasi dari sistem saraf perifer yang biasanya berhubungan dengan hipokalsemia, hipomagnesemia, atau alkalosis.Referensi 1 uku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid III, hal. 1799-1802.

28

28. Seorang pria berusia 25 tahun mengalami trauma akibat kecelakaan lalu limas. Dijumpai adanya semi-opaq pada CT scan kepala, Serta terdapat Aral hematoma. Kemungkinan arteri yang pecah adalah ... a. bridging vein b. meninges media c. serebri anterior d. serebri posterior e. berry artery

28. Jawaban: B Perdarahan epidural yang terbanyak terjadi akibat robeknya arteri-arteri meningeal, misalnya arteri meningeal media, dan berwujud sebagai hematoma atau penimbunan darah setempat yang berlangsung secara perlahan-lahan.ReferensiAnatomi Minia Dasar, hal. 362.

29

29. Seorang laki-laki yang berusia 15 tahun, setelah mengalami demam dan batuk pilek yang sembuh dalam tiga hari, sepuluh hari kemudian mendadak kedua tungkainya lemah dan semakin berat, akhirnya kedua lengan-tangannya juga ikut lemah. -Pada pemeriksaan neurologic ditemukan tetraparese lower motor neuron (LMN), dengan kedua tangan dan kedua kaki terasa kesemutan model glove-stocking phenomenon. Buang air besar dan buang air kecilnya normal, badannya tidak demam. Pemeriksaan darah lengkap menunjukkan hasil yang normal. Diagnosia yang tepat pada pasien ini adalah ... a. Poliomiositis b. lesi transversal medula spinalis c. Poliomielitis d. sindrom Guillain Barre e. polineuropati

29. Jawaban: D Beberapa poin penting pada pasien ini yang dapat mengarahkan ke suatu diagnosia penyakit tertentu adalah sebagai berikut: a. Kelemahan (weakness) tersebut bersifat akut (10 hari) dan didahului oleh infeksi saluran napas bagian atas (yang ditandai dengan batuk, pilek, dan demam yang sembuh dalam 3 hari). b. Kelemahan yang sifatnya progresif (progressive weakness) terjadi pada lebih dari satu tungkai. c. Kelemahan dimulai dari bagian ekstremitas bawah dan thnaikth ke ekstremitas atas (ascending paralysis) dan sifatnya simetris. d. Tetraparese lower motor neuron (LMN), artinya nervus yang terkena adalah sistem saraf perifer e. Terdapat gangguan sensori (berupa kesemutan) yang sifatnya general, simetris, pada bagian distal dan proksimal (stocking-and-glove sensory loss). Pada umumnya, gangguan tersebut dimulai pada bagian tungkai sebelum mengenai lengan.Poin-poin penting di atas merupakan ciri khas Guillain-Barre syndrome (GBS). GBS ini merupakan suatu polineuropati akut atau subakut yang mengenai sistem saraf perifer, dan biasanya terjadi setelah adanya suatu penyakit infeksi atau prosedur infasif. Oleh karena itu, berdasarkan poin-poin di atas, diagnosia yang paling tepat adalah Guillain-Barre syndrome. Pilihan jawaban polineuropati merupakan pilihan jawaban yang kurang spesifik, karena polineuropati dapat bersifat akut [acute idiopathic polyneuropathy (Guillain­Barre syndrome)] atau kronik (chronic inflammatory demyelinating polyneuropathy).Pada poliomiositia memang terdapat kelemahan empat anggota gerak. Namun, gejala utamanya adalah keletihan/kelemasan otot-otot yang dapat disertai mialgia ataupun sama sekali bebas nyeri atau rasa pegal­linu. Pada poliomiositia tidak terdapat gangguan sensoris.Lesi transversal di medula spinalia akan menyebabkan kelumpuhan yang sifatnya spastik (kelumpuhan tipe upper motor neuron–UMN).Polion-tielitia adalah penyakit infeksi viral yang khusus merusak motoneuron medula spinalis. Perjalanan penyakit ini sifatnya Ant. Pada poliomielitia juga terdapat kelumpuhan tipe LMN, namun yang bisa membedakan dengan GBS adalah tungkai lebih sering terkena daripada lengan, dan monoplegi lebih sering terjadi daripada paraplegi atau tetraplegi, meskipun dapat terjadi segala macam kelumpuhan tipe LMN. Pada poliomielitia juga terdapat nyeri otot yang sangat nyata.Referensi 1. Dinical Immunology, hal. 301.2. Dinical Neurology, 61h ed., hal. 180, 212-213. 3. Tata Pemeriksaan Klinia dalam Neurologi, hal. 115, 119, 124.

30

30. patosifiologi untuk kasus No. 29 di atas adalah ... a. Mielitis b. Mielopati c. lesi transversal mielum d. Polineuropati e. penyakit autoimun

30. Jawaban : E Pada pembahasan soal No. 29 di atas dapat kits ketahui bahwa diagnosia pasien ini adalah Guillain-Barre syndrome. Terdapat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa patogenesia dari penyakit ini melibatkan suatu reaksi autoimun terhadap sistem saraf perifer, kemungkinan terhadap mielin, yang dipicu oleh suatu proses infeksi. Oleh karena itu, pada pemeriksaan peripheral nerve conduction studies biasanya akan menunjukkan adanya demielinasi. Terdapat peningkatan protein pada cairan serebrospinal (yang diperoleh dari pungsi lumbal), termasuk IgG.Referensi 1. Dinical Immunology, hal. 301. 2.Dinical Neurology, 6th ed., hal. 212.

31

31. Seorang gadia berusia 24 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan tidak sadarkan diri setelah minuet Baygon (organofosfat) 1 jam yang lalu. Dokter segera memberikan injeksi atropin sampai terjadi atropinisasi. a. Yang merupakan parameter telah terjadinya atropinisasi adalah ... a. Hipersalivasi b. Kejang c. midriasia maksimal d. Bronkokonstriksi e.denyut jantung menurun

31. Jawaban: C Atropin berfungsi sebagai antidot pada keracunan insektisida golongan organofosfat. Atropin bekerja sebagai pemblokade/penyekat reseptor muskarinik yang memiliki efek sikloplegia pada pupil. Pupil yang melebar (midriasis) maksimal dapat dijadikan parameter untuk mengetahui efek kerja atropin.Referensi 1. Bertram G. Katzung, Farmakologi Dasar dan Klinik, edisi VI, hal. 113, 118.

32

32. Seorang wanita berusia 23 tahun ditemukan dalam keadaan pingsan di kamarnya. Di sampingnya ditemukan sekaleng cairan tanpa label. Pada pemeriksaan didapatkan dari mulutnya keluar ludah berbuih, GCS 3-4-5, pupil pin point, tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 100 kali/menit, suhu badan 37°C, frekuensi pernapasan 22 kali/ menit. Pada heteroanamnesia diketahui penderita barn mengalami patah hati. Kemungkinan yang paling mendekati dari kasus ini adalah keracunan a. Alkohol b. Morfin c. Organofosfat d. Klerat e. detergen

32. Jawaban: C Dari anamnesia diketahui bahwa pasien memiliki Tatar belakang masalah kejiwaan berupa patah hati dan ada usaha untuk bunuh diri dengan minum cairan dalam kaleng tanpa label. Dari pemeriksaan fisik, diketahui terdapat ada tanda-tanda keracunan insektisida golongan organofosfat seperti konstriksi pupil (pupil pin point) dan hipersalivasi. Insektisida ini bekerja dengan menghambat dan menginaktivasi enzim asetilkolin yang dilepaskan oleh susunan saraf pusat, ganglion autonom, ujung-ujung saraf parasimpatis, dan ujung-ujung saraf motorik. Hambatan asetilkolinesterase menyebabkan tertumpuknya sejumlah besar asetilkolin pada tempat-tempat tersebut. Rangsangan awal yang diikuti dengan hambatan pada ganglion autonom menyebabkan gangguan yang bervariasi dan multipel, pada alas-alas tubuh yang dipersarafi oleh sistem saraf autonom. Penumpukan asetilkolin pada ujung saraf simpatia menyebabkan konstriksi pupil; penglihatan kabur; stimulasi otot-otot intestinal berupa kejang perut, muntah, dan diare; perangsangan kelenjar sekretoria yang menyebabkan rinore, salivasi, banyak berkeringat, dan bronkore; konstriksi otot­otot bronkial dengan gejala-gejala gangguan pernapasan; penekanan aktivitas cardiac sinus pacemaker; dan gangguan konduksi atrioventrikular.ReferensiKapita Selekta FK UI, jilid I, edisi 3, hal. 633.

33

33. Seorang pria berusia 23 tahun takut dengan darah dan produknya. Terapi yang diberikan adalah ...a. terapi psikodinamika b. terapi kelompok c. terapi fluoksetin d. terapi antipsikotik e. terapi paparan

33. Jawaban: E Pasien tersebut mengalan-ii ketakutan terhadap situasi atau objek yang jelas (dalam hal ini adalah darah dan produknya), yang sebenarnya pada saat itu tidak membahayakan, sehingga kita mendiagnosisnya sebagai fobia.Tata laksana fobia adalah dengan terapi paparan, pasien dipaparkan dengan objek yang membuatnya takut, dimulai dengan paparan ringan (misalnya: gambar darah). Bila ia sudah tidak takut lagi, maka secara berangsur-angsur paparannya dinaikkan sehingga pasien tidak takut lagi terhadap darah.

34

Informasi berikut ini untuk coal No. 34-36. Pak Suto, usia 45 tahun, merupakan kepala keluarga dengan 2 orang anak berusia 15 tahun (perempuan) dan 10 tahun (laki-laki). Ia bekerja sebagai penjual bakso keliling. Istrinya, berusia 35 tahun, bekerja sebagai penyedia jasa layanan mencuci pakaian (semacam laundry). Pak Suto datang memeriksakan diri ke puskesmas atau pelayanan kesehatan primer karena dalam 5 bulan terakhir ini ia mengalami penurunan berat badan hingga 10 kg, disertai sertat . gejala demam intermiten, keringat malam, dan batuk berdahak berwarna kuning yang disertai darah. Pada pemeriksaan dahak/sputum SPS (sesaat-pagi-sesaat) dengan pewarnaan tahan asam ditemukan basil tahan asam. Soal. 34. Berdasarkan informasi di atas, sebagai dokter puskesmas atau pelayanan kesehatan primer, saya akan menyatakan (mendiagnosis) bahwa Pak Suto menderita penyakit ... a. Bronkiektasis b. Bronkitis c. Tuberkulosis d. Faringitis e. pleuritic

34. Jawaban: C Berdasarkan temuan gejala dan pemeriksaan basil tahan asam (BTA) sputum positif, maka diagnosia mengarah ke tuberkulosia paru.Keluhan pada pasien tuberkulosia (tergantung derajat beratnya penyakit, organ yang terlibat, dan komplikasi): batuk >3 minggu, batuk berdarah, sesak napas, nyeri dada, malaise, lemah, berat badan turun, nafsu makan turun, keringat malam, demam.Gejala yang dapat ditemukan pada pasien tuberkulosia (tergantung derajat beratnya penyakit, organ yang terlibat, dan komplikasi): keadaan umum lemah, kakeksia, takipnea, febris, pada paru dapat ditemukan tanda-tanda konsolidasi (redup, fremitus mengeras atau melemah, suara napas bronkial/melemah, ronki basah/kering).Hasil pemeriksaan laboratorium: LED meningkat.Hasil pemeriksaan mikrobiologis: - BTA sputum positif minimal 2 dari 3 specimen SPS (sesaat-pagi-sesaat). - Kultur Mycobacterium tuberculosia positif (diagnosia pasti). - Hasil pemeriksaan radiologist - Foto toraks PA lateral (hasil bervariasi): infiltrat, pembesaran kelenjar getah bening hilus dan paratrakeal, milier, atelektasis, efusi pleura, kalsifikasi, bronkiektasis, kavitas, destroyed lung. - Imunoserologis: -Uji kulit dengan tuberkulin (Mantoux) memberi hasil positif >15 mm pada orang Indonesia yang imunokompeten.ReferensiStandar Panduan Pelayanan Medik, PAPDI, 2006, hal. 109.

35

35. Berdasarkan informasi di atas, sebagai dokter puskesmas atau pelayanan kesehatan primer, saya akan memberi Pak Suto pengobatan dengan regimen obat berdasarkan Standard Program Nasional TBC Sistem DOTS (directly observed treatment short-course), selama 6 bulan, yang dalam 2 bulan pertama obatnya adalah a. INH + rifampisin + etambutol a. INH + rifampisin + streptomisin b. INH + rifampisin + etambutol + pirazinamid c. INH + streptomisin + etambutol d. INH + rifampisin + streptomisin

35. Jawaban: C Penderita tergolong pasien tuberkulosia paru dengan hasil sputum basil tahan asam (BTA) positif dan merupakan kasus barn. Pada pengobatan fase inisial, regimennya terdiri dari 2HRZS(E), yang diberikan setiap hari selama dua bulan, di mans H (isoniazid = INH), R (rifampisin), Z (pirazinamid), dan S (streptomisin) atau E (etambutol). Sputum BTA awal yang positif setelah dua bulan diharapkan menjadi negatif, dan kemudian pengobatan dilanjutkan ke fase lanjutan 4HR atau 4H3R3 atau 6HE. Apabila sputum BTA masih tetap positif setelah dua bulan, maka fase intensif diperpanjang 4 minggu lagi tanpa melihat apakah sputum sudah negatif atau tidak.Referensi- Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Subbagian Pulmonologi, hal. 1007.

36

36. Berdasarkan informasi di atas, sebelum mengambil keputusan apakah istri dan anak-anak Pak Suto juga harus mendapatkan pengobatan penyakit TBC atau tidak, maka istri dan anak-anak Pak Suto perlu menjalani ... a. pemeriksaan sputum SPS (sesaat-pagisesaat) b. pemeriksaan rontgen toraks c. tes Mantoux d. pemberian vaksinasi BCG e. pemberian pengobatan profilaksis

36. Jawaban: A Pemeriksaan sputum sangat penting karena dengan ditemukannya kuman basil tahan asam (BTA), maka diagnosia tuberkulosia sudah dapat dipastikan. Kriteria sputum BTA positif adalah bila sekurang-kurangnya ditemukan 3 batang kuman BTA pada satu sediaan. Dengan kata lain diperlukan 5000 kuman dalam 1 mL sputum.ReferensiBuku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Subbagian Pulmonologi, hal. 1002.

37

37. Berikut ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh kekurangan indium, kecuali ... a. bisu-tuli b. Kerdil c. mata juling d, kecerdasan rendah e. gigantisme

37. Jawaban: E Manifestasi klinia defisiensi indium pada anak yaitu dapat terjadi pembesaran kelenjar gondok, gangguan fungsi mental, dan perkembangan. fisik. Kretinisme endemik ter dapat dapat di daerah gondok endemik. Kelainan ini terjadi saat bayi masih berada dalam kandungan atau tidak lama setelah dilahirkan, dan terdiri atas kerusakan pada saraf pusat dan hipotirodisme. Secara klinia kerusakan saraf pusat bermanifestasi sebagai berikut:Retardasi mentalGangguan pendengaran sampai bisu—tuli 1. Gangguan neuromotor, seperti gangguan bicara, cara berjalan yang aneh 2. Hipotiroidisme dengan gejala: -miksedema pada hipotiroidisme berat. -tinggi badan yang kurang, cebol/kerdil, dan osifikasi yang terlambat.ReferensiKapita Selekta FK UI, jilid II, edisi 3, hal. 519-520.

38

38. Penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A adalah ... a. rabun jauh b. rabun dekat c. rabun senja d. rabun pagi e. rabun malam

38. Jawaban: C Gejala kekurangan vitamin A pada mata disebut sebagai xeroftalmia, dan menurut WHO dibuat kriteria kelainan sebagai berikut: -Buta senja yang diketahui bila anak Sering jatuh atau salah menangkap benda yang diberikan saat senja. -Kekeringan pada konjungtivitis, merupakan proses perubahan bulbus, yaitu kering, tebal, keriput, dan terjadi penimbunan pigmen. -Bercak Bitot, berupa bercak berwarna putih berbuih dan terdiri dari penimbunan Bel epitel. -Kekeringan pada komea (keratomalasia) — 1/3 permukaan. -Jaringan parut pada komea. -Xeroftalmia fundus.Referensi -Kapita Selekta FK UI jilid II, edisi 3 hal. 520-521.

39

39. Dosia pemberian vitamin A untuk balita 1-5 tahun adalah ... a. 50.000 SI b. 100.000 SI c. 150.000 SI d. 200.000 SI e. 250.000 SI

39. Jawaban: D Dosis dan cara pemberian kapsul vitamin A dosia tinggi: ReferensiKapita Selekta FK UI, jilid II, edisi 3 hal. 522.

40

40. Seorang wanita berusia 25 tahun, dengan postpartum- 2 minggu, datang dengan keluhan -mengalami pembengkakan pada payudara kanannya sejak 5 hari yang lalu. Dari pemeriksaan klinia didapatkan adanya demam dan payudara kanan bengkak, merah, dengan nyeri (+). Kemungkinan diagnosisnya adalah ... a. kanker payudara b. FAM (fibroadenoma mammae) c. Fibrokistik d. abses payudara kanan e. filoides

40. Jawaban: D Abses payudara lebih umum terjadi pada wanita hamil primigravida dan terjadi pada saat menyusui. Abses payudara terjadi akibat trauma pada puting susu dan diikuti oleh infeksi organisms (Staphylococcusaureus, S. epidermidis) dari hidung bayi (nostril) ke payudara ibu. Biasanya terjadi 1 minggu atau lebih postpartum. Sering hanya 1 payudara yang terkena dengan ciri-ciri nyeri, merah, bengkak, dan teraba pangs.Pasien akan mengeluh demam dan kelihatan kesakitan. Dari pemeriksaan laboratorium akan didapatkan leukositosis. Untuk penanganan, perlu dilakukan insisi dan drainase serta pemberian antibiotik (kloksasilin, dikloksasilin, nafsilin atau sefalosporin). Untuk sementara, menyusui dihentikan pada payudara dengan abses, tetapi ASI harus tetap dipompa.ReferensiCurrent Obstetric & Gynecologic Diagnosia & Treatment, 8th ed., hal. 588-589.

41

41. Seorang wanita berusia 23 tahun yang sedang hamil anak pertama dengan usia kehamilan 8 minggu, mengeluh mual sejak 4 minggu yang lalu dan muntah hebat sejak 2 hari yang lalu. 4 jam yang lalu ia muntah bercampur darah segar. Daerah epigastrium terasa nyeri. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 100/70 mmHg, denyut nadi 98 kali/menit, frekuensi pemapasan 24 kali/menit. Pada pemeriksaan darah lengkap didapatkan hemoglobin 10,1 mg/dL, leukosit 13.000/mm, trombosit 219.000/mm. SGOT 43, SGPT 39. Kemungkinan diagnosisnya adalah ... a. hiperemesia gravidarum dengan Mallory-Weiss tear b. ulkus peptikum c. gastritia erosif d. Angiodisplasia e. ruptur varises esofagus

41. Jawaban: A Mual dan muntah terjadi pada 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida. Perasaan mual disebabkan karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG dalam serum. Pengaruh fisiologik kenaikan hormon ini belum jelas, mungkin berasal dari sistem saraf pusat atau pengosongan lambung yang berkurang. Penyesuaian terjadi pada sebagian besar wanita hamil, meskipun demikian mual dan muntah dapat berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan sehari-hari dapat menjadi terganggu dan keadaan umumnya menjadi buruk, hal ini disebut sebagai hiperemesia gravidarum. Faktor predisposisi hiperemesia gravidarum: - Primigravida, mola hidatidosa, dan kehamilan ganda. - Masuknya viii korialia dalam sirkulasi maternal dan terjadinya perubahan metabolik akibat hamil, serta resistensi yang menurun dari pihak ibu terhadap perubahan ini. -Alergi sebagai respons jaringan ibu terhadap anak. -Faktor psikologi, misalnya takut terhadap kehamilan dan persalinan, takut tanggung jawab sebagai ibu, dan lain-lain. - Gejala dan tanda: - Batas antara mual yang masih fisiologik dalam kehamilan dengan hipermesia gravidarum tidak ada, tetapi bila keadaan umum penderita terpengaruh, sebaiknya dianggap hiperemesia gravidarum. Menurut berat ringannya gejala, dapat dibagi 3 tingkatan: - Tingkat I: muntah terus-menerus, ibu lemah, nafsu makan tidak ada, berat badan turun dan merasa nyeri pada epigastrium, takikardia, tekanan darah menurun, turgor kulit berkurang, lidah mengering, dan mata cekung. -Tingkat II: penderita lemah dan apatis, turgor kulit lebih berkurang, lidah mengering dan tampak kotor, denyut nadi kecil dan cepat, suhu badan. kadang-kadang naik dan tampak ikterik, berat badan turun dan mata cekung, tekanan darah turun, hemokonsentrasi, oliguria dan konstipasi, aseton tercium dalam pernapasan atau urin.Tingkat III: keadaan umum lebih parch, muntah berhenti, kesadaran menurun dari somnolen sampai koma, denyut nadi kecil dan cepat, suhu badan meningkat, dan tekanan darah turun. Komplikasi fatal terjadi pada SSP: ensefalopati Wernicke (nistagmus, diplopia, dan perubahan mental).Patofisiologi: -Mual dan muntah terus-menerus-dehidrasi-cairan ekstraselular dan plasma berkurang-Na dan D darah turun (elektrolit tidak berimbang)-selain itu terjadi hemokonsentrasi-aliran darah ke jaringan berkurang-jumlah zat makanan dan oksigen ke jaringan berkurang dan tertimbunnya zat metabolik yang toksik-kerusakan sel-sel hati. -Mual dan muntah terus-menerus-asupan makanan berkurang-cadangan karbohidrat dan lemak habia dipakai untuk keperluan energi-oksidasi lemak yang tidak sempurna menyebabkan ketosia (tertimbunnya asam asetoasetat, asam hidroksibutirat, dan aseton dalam darah). -Selain itu, dapat terjadi robekan pada selaput lendir esofagus dan lambung (sindrom Mallory-Weiss), yang mengakibatkan perdarahan gastrointestinal. Umumnya robekan ringan dan perdarahan berhenti sendiri.Terapi: -Obat-obatan: sedatif-fenobarbital -Vitamin BI dan B6 -Antihistamin-dramamin, avomin -Antiemetik (pada keadaan berat) -- disiklomin hidroklorida, klorpromazin -Isolasi pasien pada kamar yang tenang, tetapi dalam situasi yang cerah dan memiliki sirkulasi udara yang baik, sampai muntah berhenti dan pasien mau makan. -Terapi psikologis-yakinkan bahwa penyakit pasien dapat disembuhkan, hilangkan rasa takut. -Cairan parenteral yang cukup elektrolit, karbohidrat, dan protein-glukosa 5% dalam cairan garam fisiologi sebanyak 2-3 L/hari.Lakukan balance cairan dan periksa protein, aseton, klorida, dan bilirubin urin setiap hari. Suhu dan denyut nadi diperiksa setiap 4 jam, dan tekanan darah diperiksa 3 kali/hari. Lakukan pemeriksaan hematokrit pada permulaan, selanjutnya sesuai keperluan. Bila dalam 24 jam pasien tidak muntah, berikan makanan dan minuman secara perlahan-lahan. -Penghentian kehamilan dilakukan jika keadaan memburuk seperti terjadi delirium, kebutaan, ikterus, takikardia, anuria, dan perdarahan.ReferensiIlmu Kebidanan, edisi 3, hal. 275-279.

42

42. Hormon yang menyebabkan folikel adalah ... a. FSH b. LH c. Estrogen d. Progesteron e. oksitosin

42. Jawaban : A FSH merupakan hormon yang dihasilkan oleo hipofisia anterior~ang sertanggung jawab untuk maturasi awal folikel ovarium.ReferensiCurrent Obstetric & Gynecologic Diagnosia & Treatment, 8th ed, hal. 139.

43

43. Seorang wanita berusia 22 tahun berobat ke dokter dalam waktu 3 bulan setelah menemukan sebuah benjolan pada kuadran lateral bawah payudara kanannya. Pemeriksaan fisik menunjukkan massa berdiameter 2 cm, berbentuk oval, padat, halus, dan mobile pada payudara tersebut. Tidak ditemukan pembesaran kelenjar getah bening aksila. Jika biopsi eksisi dilakukan pada benjolan tersebut, maka kemungkinan besar akan menunjukkan tanda-tanda penyakit ... a. nekrosia lemak b. Fibroadenoma c. kelainan fibrokistik payudara d. karsinoma intraduktal e. papiloma intraduktal

43. Jawaban: B Fibroadenoma mammae (FAM) sering terjadi pada wanita muda, biasanya dalam usia 20-an. Tampilan khan dari FAM adalah bulat, berbatas tegas, dan relatif mobile, tidak nyeri, dengan diameter 1-5 cm. Menurut Wilson dalam buku Christopher-Davis, ada hubtingan antara kadar hormon wanita dalam darah dengan FAM, seperti halnya yang dapat timbul pada binatang percobaan dengan pemberian estrogen. Tumor ini bisa soliter atau multipel, gampang digerakkan, sama sekali bebas dari jaringan di sekitarnya, dan besarnya tidak berubah-ubah, dengan siklus menstruasi dan puting susu tidak memperlihatkan adanya perubahan. Pengobatan terbaik adalah biopsi dan eksisi. Sering dijumpai penyakit kistik simultan dengan terjadinya FAM karena keduanya sama-sama dipengaruhi estrogen.Nekrosia lemak- tumor keras di payudara yang jarang membesar, konsistensi keras, biasanya dari anamnesia didapatkan riwayat trauma.Kelainan fibrokistik payudara-gambaran patologik penyakit ini yaitu kista yang multipel, proliferasi epitel, dan fibrosis. Gambaran klinia menunjukkan sering terjadi bilateral dan nyeri, kadang-kadang hebat terutama sebelum atau saat menstruasi karena tarikan kelenjar payudara yang hipertrofis. Selain itu, terjadi fluktuasi dalam ukuran dan mudah terjadi hilang-timbul dengan cepat, kadang-kadang terdapat discharge dari puting susu.Karsinoma intraduktal-karsinoma yang terjadi pada duktus laktiferus dari yang terbesar sampai yang sekecil-kecilnya, kadang-kadang sulit dibedakan dari papiloma.Papiloma intraduktal-tumbuh dari epitel dinding duktus laktiferus dan bersifat soliter. Sulit didiagnosis, terutama jika tumor tidak dapat diraba dari luar. Hanya daerahnya saja yang diketahui dan kalau ditekan akan keluar darah sedikit dari puting susu. Dilakukan sondase melalui duktus laktiferus sampai ke tempat tumor untuk petunjuk melakukan eksisi.Referensi. 1. Current Obstetric & Gynecologic Diagnosia & Treatment, edisi 8, hal. 1119. 2. Ilmu Kandungan, edisi 2, hal. 483-485.

44

44. Seorang wanita yang sedang hamil 29 minggu datang untuk melakukan alternatif cara. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 150/90 mmHg, proteinuria (+2), trombosit Serta hati normal. Yang perlu dilakukan adalah ... a. seksio sesaria b. induksi persalinan c. pemberian MgSO4 d. pemberian nifedipin e. konservatif

44. Jawaban: E Pre-eklamsia adalah trial dari edema, hipertensf, dan proteinuria- yang umumnya terjadi pada nulipara setelah usia kehamilan 20 rIfidgku, dan lebilf-sexing n!biide_kat1 persalinan. Faktor predisposisinya yaitu primigravida muda, diabetes melitus, mola hidatidosa, kehamilan ganda, hidrops fetalis, usia lebih dari 35 tahun, dan obesitas. Dari kriteria tersebut, pasien ini termasuk mengalami pre-eklamsia ringan. Pre­eklamsia berat terjadi jika ditemukan satu atau lebih gejala berikut:tekanan darah >160 mmHg (sistolik) dan >110 mmHg (diastolik) -proteinuria lebih dari 5 g dalam 24 jam atau +3 s/d +4 dengan uji dipstik -oliguria, urin 1,2 mg/dL, kecuali jika sebelumnya sudah naik) -peningkatan enzim hati -gangguan otak atau penglihatan -nyeri epigastrik -trombositopenia (

45

45. Seorang pria berusia 65 tahun mempunyai riwayat infark miokard 3 bulan yang lalu dan ia tidak rutin berobat. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan LDL 176 mg/dL, HDL 45 mg/dL, kolesterol total 267 mg/dL, dan trigliserida 153 mg/dL. yang merupakan terapi paling tepat untuk pasien ini? a. Statin b. Fibrat c. Asam nikotinat d. Kolestiramin e. Asam lemak omega 3

45. Jawaban: A Golongatf statin mengurangi produksi kolesterol di hati, menurunkan kadar LDL hingga 35%, dan menaikkan kadar Golongan statin digunakan untuk ,pencegahan sekunder terhadap infark miokard dan menurunkan mortalitas karena infark. Golongai fibrat nenurunkan kadar LDL sebesar 10-15%, menurunkan kadar trigliserida hingga 40%, dan menaikkan kadar HDL sebesar 15-20%. Asam nikotinat niengurangi.produksi VLDL, LDL, dan menaikkan kadar HDL. Kolestiramin menurunkan kadar LDL sebesar 15-25%, , namun tidak berefek pada. kadar HDL dan cenderung menaikkan kadar trigliserida. Asam lemak omega '3 tidak digunakan dalam terapi untuk menurunkan kadar lemak.Referensi 1. Papadakia et al, 2007, Current Medical Diagnosia and Treatment. 2.McGraw-Hill et al, 2007, Current Medical Diagnosia and Treatment.

46

46. Seorang pria berusia 60 tahun dan bertubuh gemuk dirawat di ICCU 1 tahun yang lalu karena infark miokard. Sejak saat itu ia menjalani diet rendah lemak secara ketat. Tidak ada riwayat diabetes maupun hipertensi. Profil lipid menunjukkan kolesterol total 230 mg/dL, trigliserida 160 mg/dL, HDL 52 mg/dL, dan LDL 140 mg/dL. Apa yang Anda sarankan untuk pasien ini? a. Meneruskan diet, tanpa tambahan obat b. Memberikan obat golongan statin c. Memberikan derivat asam fibrat, seperti gemfibrozil d. Memberikan niasin/asam nikotinat e. Memberikan kombinasi statin dan gemfibrozil

46. Jawaban: B Obat golongan statin dapat menurunkan kolesterol dan menstabilkan plak.

47

47. Seorang pria berusia 24 tahun dirujuk ke unit gawat darurat (UGD) rumah sakit setelah tertusuk benda tajam di toraks anterior pada sisi medial papila mammae sinistra. Pada saat tiba ke UGD, diketahui tekanan darahnya 70/50 mmHg. Leher tampak melebar. Suara pernapasan vesikular normal pada kedua paru. Dari pilihan jawaban di bawah ini, tindakan berikutnya yang paling tepat adalah ... a. foto rontgen toraks b. intubasi endotrakeal c. EKG d. insersi tabung pada kavum toraks sebelah kiri e. perikardiosentesis

47. Jawaban: E Diagnosia kasus ini adalah efusi perikardial atau tamponade kordis.'Hal ini akan menyebabkan low input failure karena jantung pada saat diastolik tidak dapat mengembang secara maksimal. Tindakan pertama yang diperlukan adalah perikardiosentesis.Referensi ADS

48

48. Seorang pria berusia 38 tahun, selama 2 minggu ini merasakan kaki kirinya terasa sangat nyeri saat tidur. Sebenarnya ia sudah merasa sakit sejak 1 tahun belakangan, namun hanya terasa bila berjalan. Ia mengeluh jarak tempuh semakin lama semakin pendek dan sering berhenti karena nyeri. Bila istirahat, maka nyeripya,akan hilang. Penderita adalah sperokok berat. Pemeriksaan fisik secara umum normal, pada ekstremitas inferior sinistra tidak teraba pulsasi a. dorsalia pedia dan tibialia posterior. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil yang normal. Diagnosia yang paling mungkin adalah ... a. acute arterial ocdusion b. thromboangiitia obliterans c. diabetic arteriopathy d. chronic arterial thrombosis e. atherosderotic peripheral arterial ocdusive disease

48. Jawaban: B Kata kuncinya adalah perokok. Pada perokok berat bisa mengalami penyakit oklusi inflamasi vaskular, misalnya penyakit Buerger atau tromboangiitia obliterans, yang mengenai arteri berukuran sedang dan kecil, serta vena bagian distal pada keempat ekstremitas.Referensi 1. Kasper et al, 2004. 2. Harrison's Principles of Internal Medicine, 16th ed., McGraw-Hill.

49

49. Seorang wanita postmenopause yang berusia 65 tahun mengalami sumbatan pembuluh darah koroner. Ia mengidap dislipidemia, kolesterol meningkat, LDL dan trigliserida tinggi, Serta diabetes melitus (DM), Yang menjadi faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner adalah ... a. Menopause b. kolesterol total c. LDL d. Trigliserida e. DM

49. Jawaban: C Semua faktor risiko yang ada pada kasus ini berperan terhadap penyakit jantung koroner. Faktor risiko tertinggi adalah LDL.ReferensiKasper et al, 2004.Harrison's Principles of Internal Medicine, 161 ed., McGraw-Hill.

50

50. Seorang pria berusia 26 tahun, dengan HIV (+), CD4 = 250, 5 minggu yang lalu mendapat tempi inhibitor reverse transcriptase dan reverse protease. Ia mengeluh lemas dan mudah lelah. Nilai Hb dari 12 turun menjadi 8. Yang paling mungkin menyebabkan anemia adalah ... a. menurunnya produksi eritrosit b. defisiensi folat c. meningkatnya antibodi eritrosit d. meningkatnya fragilitas eritrosit e. menurunnya antibodi eritrosit

50. Jawaban: A Efek camping terapi dengan inhibitor reverse transcriptase pada penderita HIV/AIDS antara lain nyeri kepala, lemah, intoleransi saluran cerna, insomnia, anemia, neutropenia, serta penekanan sumsum tulang yang tergantung dosia miopati, peningkatan enzim kreatin fosfokinase (creative phosphokinase, CPK), hepatitis, kardiomiopati, dan perubahan warna kuku. Pada pasien ini, kemungkinan besar anemianya terjadi karena penekanan sumsum tulang.ReferensiKapita Selekta Kedokteran, jilid 1, hal. 578.

51

51 Seorang pria berusia 45 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan memasukkan kawat timah melalui uretra sampai ke vesika urinaria. Saat kawat ditarik keluar, timbul rasa sakit, dan kawat tidak bisa keluar. Penderita sudah sering melakukan hal ini karena menimbulkan rasa nikmat. Menurut laporan isterinya, sejak satu tahun ini kadang-kadang ia mengikat penisnya dengan tali atau menusuk penisnya dengan kawat sampai berdarah. Gangguan apa yang dialami pria ini? A.Disfungsi orgasme a. Pedofilia b. Ekshibionisme c. Masokisme d. Fetishisme

51. Jawaban: D Masokisme merupakan kesenangan yang diperoleh dari rasa nyeri fisik atau psikologi yang dibuat oleh dirinya sendiri atau dibuat oleh orang lain terhadap dirinya.ReferensiW.F. Maramis, Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, Airlangga University Press, 2004, hal. 752.

52

52. Berikut ini, yang merupakan hal yang benarmengenai keadaan delirium adalah ... a. gejala-gejalanya lebih hebat saat Siang hari b. penderita dapat berorientasi dengan waktu c. gejala-gejala mereda pada malam hari d. terdapat fluktuasi kesadaran e. tidak satupun pernyataan di atas yang benar

52. Jawaban: D Delirium merupakan keadaan akut yang reversibel. Delirium disebabkan karena gangguan fungsi otak, merupkan suatu sindrom otak organik Ant dengan gejala utama kesadaran menurun, gelisah, kebingungan, ilusi halusinasi, dan waham, serta sering juga terdapat emosi yang labil dengan kecemasan dan agitasi.ReferensiW.F. Maramis, Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, Airlangga University Press, 2004, hal. 728.

53

53. Seorang anak mengalami facies' mongoloid, dan terdapat garia simian yang jelas. Ia tidak demam. Diagnosisnya adalah ... a. sindrom Turner b. sindrom Patau c. sindrom Down 2 11 d. sindrom Klinefelter e. sindrom Jacob

53. Jawaban: C Tanda-tanda sindrom Down: -Bentuk kepala yang relatif lebih kecil dari normal (mikrosefali). -Adanya bentuk wajah yang khas (facies mongoloid). -Adanya garia melintang pada telapak tangan (simian crease). -Sela hidung yang datar, mulut kecil, dan lidah menonjol keluar (makroglosia). -Mata sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epichantal fold). -Tangan yang pendek termasuk rugs jari-jarinya, dan jarak antara jari ke-1 dan ke-2 melebar, baik pada tangan maupun kaki. -Lapisan kulit tampak keriput (dermatogliphics). -Tinggi badan relatif pendek, mulut mengecil, dan hidung mendatar menyerupai orang mongolia (facies mongoloid).

54

54. Seorang ibu membawa anak perempuannya, Dina, yang berusia 5 tahun ke tempat praktek dr. Herry. Dina mengalami demam selama 5 hari dan terjadi percakapan seperti berikut. Ibu: Dokter anak saya ini lho... sumer-sumer sudah 5 hari. Says khawatir kok sumer-sumer terns. Sudah saya beri obat sirup anak tapi nggak sembuh-sembuh. Kira-kira kenapa ya dok? dr. Herry: Maaf, kenapa Bu? Sumer-sumer Bu? Bisa dijelaskan apa itu? Apa penyebab tidak efektifnya komunikasi antara dokter dengan pasien pada ilustrasi di atas? a. Dokter tidak dapat menjadi pendengar yang baik b. Pasien memiliki pengetahuan yang terbatas c. Dokter gagal melakukan proses encoding encoding d. Adanya semantic barrier e. Adanya noise dalam proses komunikasi

54. Jawaban: D Pada wawancara antara dokter dengan pasien, tampak adanya semantic barrier (istilah yang tidak umum) berupa kata 'sumer-sumer' yang tidak dipahami oleh dokter.

55

55. Seorang petinju mendapat pukulan di hidungnya. Setelah peristiwa tersebut ia mengeluh keluar cairan dari hidungnya secara terus-menerus. Cairan tersebut kemungkinan besar berasal dari ... a. sekresi mukosa hidung b. sinus maksilaris c. sinus frontalis d. sinus sfenoidalis e. cavum cranii

55. Jawaban: E Sinus paranasalia berisi udara, sedangkan yang keluar dari hidung adalah cairan, jadi tidak mungkin berasal dari sinus paranasalis. Cairan yang keluar dari rongga hidung akibat trauma pada wajah dapat berupa darah ataupun liquor cerebrospinal. Perdarahan (epistaksis) dapat dibagi menjadi epistaksia anterior (dari pleksus Kiesselbach) ataupun posterior (dari a. etmoidalia posterior).Pada trauma wajah, fraktur os nasal sering disertai fraktur pada bagian cranium lainnya. Cairan jernih yang mengalir dari hidung mungkin menunjukkan kebocoran cairan serebrospinal karena fraktur basia cranii. Fraktur basia cranii yang disertai robekan duramater dan arakhnoid dapat menyebabkan cairan otak keluar melalui kedua lubang hidung.Referensi 1 Wim de Jong (editor), Buku Ajar Ilmu Bedah, hal. 337-339, 366-367. 2. Brester & Sternbach, Manual Kedokteran Darurat, edisi 6, hal. 86-88.

56

56. Seorang pria berusia 32 tahun mengalami keluhan timbul pembesaran kelenjar di leher, tidak nyeri, berdiameter 1 x 1 cm, dan kenyal. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 13,5 g/dL, leukosit 13.800/nim3. Perlu diketahui bahwa kebiasaannya adalah makan daging sate setengah matang. Yang paling mungkin diderita oleh pria ini adalah ... a. Tuberkulosis b. Ioksoplasmosis c. infeksi HIV d. infeksi banal e. limfoma

56. Jawaban: B Toksoplasmosia pada pasien imunokompeten dapat memberikan gambaran pembesaran limfonodi servikal yang khan, biasanya tidak nyeri, dan nodusnya berdiameter kurang dari 3 cm. Didapatkan tanda-tanda infeksi seperti peningkatan angka leukosit. Salah sate penyebab infeksi toksoplasma adalah ingesti makanan atau daging yang mengandung kista jaringan (bradizoit) atau oosit yang terdapat pada feses kucing. Daging yang dimasak kurang matang dapat mengandung kista jaringan, pada daging babi sekitar 5-35%, pada daging kambing/domba sekitar 9-60%, dan pada daging sapi sekitar 0-9% .Referensi http://www.emedicine.corfl/med/topic2294.htm

57

Informasi berikut ini untuk soal No. 57 dan 58. Seorang wanita berusia 30 tahun dibawa ke UGD. Ia mengalami penurunan kesadaran 3 jam Setelah tabrakan kendaraan bermotor berkecepatan tinggi. Saat masuk UGD diperoleh frekuensi pernapasannya 25 kalilmenit, tekanan darah 120/70 mmHg, dan denyut Wadi 98 kalilmenit. Ia masih dapat membuka matanya dengan rangsangan nyeri dan dapat melokalisasi nyeri yang diberikan, tetapi ia tidak dapat mengeluarkan suara. Soal 57. Apa tindakan Anda pertama kali? a. Melakukan pemeriksaan foto kepala untuk mencari adanya fraktur b. Melakukan CT scan kepala c. Menjamin jalan napas (intubasi) dengan kontrol servikal d. Melakukan resusitasi cairan e. Pemeriksaan terhadap adanya trauma di tempat lain

57. Jawaban: C Tindakan basic life support diawali dengan primary survey dengan prinsip urutan A, B, C: Airway, Breathing, Circulation.Airway: Harus dipastikan bahwa saluran napas dalam keadaan paten dan stabil, dengan cars kontrol servikal, memposisikan penderita (dengan jaw thrust, head tilt, chin lift, atau memasang airway definitif), dan membersihkan jalan napas.Breathing: Menilai dengan 'look, listen, feel', menjaga pernapasan dengan ventilasi.Circulation: Menilai sirkulasi dan kontrol perdarahan.Referensi -ATLS, edisi 6, hal. 19-26.

58

58. Setelah kondisi pasien stabil, dari pemeriksaan fisik ditemukan adanya hematom di parietal kiri, serta laserasi pada dada kanan dan abdomen. Pemeriksaan pendukung apa yang dilakukan? a. Foto polos kepala, servikal, toraks, abdomen b. CT scan kepala, foto servikal, toraks, abdomen c. CT scan kepala, foto toraks, pelvis d. Foto kepala AP dan lateral, servikal, toraks, pelvis e. CT scan kepala, servikal., toraks, foto pelvis, USG abdomen

58. Jawaban: B Pada pasien ini terjadi cedera kepala (tabrakan berkecepatan tinggi menyebabkan mekanisme akselerasi­deselerasi) dan penurunan kesadaran, sehingga merupakan indikasi untuk melakukan CT scan kepala. Pemeriksaan ini diindikasikan pada semua pasien yang mengalami cedera kepala, kecuali pada cedera kepala ringan (GCS 14-15) yang tidak menunjukkan tanda dan gejala apapun.Foto polos servikal (terutama posisi lateral) diindikasikan pada setiap penderita yang mengalami trauma multipel, penderita dengan trauma di atas klavikula, terutama trauma kepala.Foto polos toraks diindikasikan pada semua penderita yang mengalami trauma dada (tumpul atau penetrasi) dan pada penderita yang tidak sadar, serta pada penderita yang akan dioperasi dan/atau mengalami distres pemapasan.,Foto pelvia dilakukan pada penderita yang mengalami trauma tumpul pada torso, instabilitas pelvis, perdarahan dan/atau disrupsi prostat pada pemeriksaan rektal, perdarahan prvaginam, gross hematuria, dan hipotensi yang tidak dapat dijelaskan.Foto polos abdomen diindikasikan pada: 1. trauma tumpul atau penetrasi pada abdomen yang dicurigai mengalami cedera infra-abdomen, 2. tidak adanya riwayat atau respons yang dapat dipercaya pada pemeriksaan fisik, atau 3. hasil pemeriksaan fisik mengarah pada abdomen.ReferensiATLS, edisi 6, hal. 408-420.

59

59. Sebelurn operasi strumadektomi, untuk menurunkan T4 digunakan ... a. Lugol b. PTU (propiltiourasil) c. Bromokriptin d. Kortikosteroid e. metimazol

59. Jawaban: A Sebelum operasi strumadektomi dapat digunakan solutio Lugol 10-21 hari, untuk mengurangi vaskularisasi glandulatiroid, mengurangi tingkat aliran darah, dan mencegah kehilangan darah secara berlebihan saat operasi.ReferensiProf. dr. Marijata, SpB, KBD, Pengantar Dasar Bedah Klinis, 2007, hal. 92.http://www.emedicine.com/med/topic929.htm.

60

60. Seorang pasien wanita yang sudah memakai lensa kontak selama 3 tahun mengalami mata merah dan penglihatannya menjadi kabur. Apa yang perlu ditanyakan untuk menunjang diagnosis? a. Yang muncul mata merah dulu atau penglihatan kabur dulu b. Apakah menjalar sampai nyeri kepala c. Apakah pasien mengetahui cara merawat lensa kontak d. Apakah pasien mengetahui cara menggunakan lensa kontak e. Apakah merk lensa kontak yang digunakan

60. Jawaban: C Untuk mengetahui kemungkinan diagnosia penyakit pada pasien dengan keluhan mata merah dan penglihatan kabur, yang harus ditanyakan adalah apakah akut atau kronik, apakah disertai keluffan nyeri, fotofobia, halo, eksudat, gatal, demam, serta meal dan muntah. Keluhan mata merah dan penglihatan kabur mengarah pada diagnosia keratitis, di mana pemakaian lensa kontak merupakan salah sate faktor risikonya.ReferensiFK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 44-49.FK UI, Ilmu Penyakit Mata, edisi 3, 2004, hal. 114.

61

61. Seorang wanita berusia 60 tahun datang dengan keluhan penglihatan dari kedua matanya menjadi kabur secara perlahan-lahan sejak 2 tahun ini. Tidak didapatkan riwayat mata merah maupun nyeri. la menderita diabetes tipe II sejak 7 tahun yang lalu dan menderita hipertensi sejak 10 tahun yang lalu. Penderita jarang kontrol ke rumah sakit. Pada pemeriksaan didapatkan visus OD 6/20 dan OS 6/40. Segmen anterior dalam batas normal. Lensa tampak keruh tidak merata. Pada pemeriksaan funduskopi didapatkan gambaran rasio cupldisc ODS yaitu 0,3/0,4, degenerasi trigoid, tidak didapatkan mikroaneurisma, silver wire, maupun eksudat.-Tidak pemeriksaan lapang pandang didapatkan gambaran depresi umum. Tekanan bola mata dalam batas normal. Diagnosia pada penderita ini adalah ... a. Katarak b. retinopati diabetika c. retinopati hipertensi d. normotension glaukoma e. presbiopia

61. Jawaban: A atau E Keluhan pandangan kabur yang kronik progresif dapat terjadi pada katarak, glaukoma kronik, maupun presbiopia. Pada presbiopia, pandangan menjadi kabur untuk melihat dekat dan jauh. Pada glaukoma kronik, kadang mata terasa pegal atau nyeri. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan penurunan visus dan lensa yang keruh tidak merata, sehingga mendukung ke arah katarak. Pada pemeriksaan funduskopi, rasio cup1disc dan tekanan bola mata dalam batas normal, sehingga menyingkirkan diagnosia glaukoma. Pada retina tidak ditemukan mikroaneurisma, silver wire, maupun eksudat, sehingga menyingkirkan diagnosia retinopati.ReferensiFK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 87-91, 124-130, 147-157, 180-181.

62

62. Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun datang ke poli mata dengan keluhan penglihatan mata kiri dan kanannya menjadi kabur. Mata kabur ini dirasakan sejak 6 bulan yang lalu, dan awalnya diketahui saat melihat tulisan di papan tulia ketika belajar di kelas. Pada pemeriksaan mata, penglihatan membaik dengan pemasangan pinhole dan membaik dengan koreksi lensa sphere minus. Pasien ini menderita ... a. miopia simpleks b. miopia kompositum c. Presbiopia d. hipermetropia simpleks e. hipermetropia kompositum

62. Jawaban: A Keluhan pasien adalah penglihatan menjadi kabur jika melihat jauh. Pada pemeriksaan, visus membaik dengan pemasangan pinhole (tidak ada kelainan media penglihatan) dan membaik dengan koreksi lensa sphere minus (miopia, tanpa astigmat-miopia simpleks).Referensi. FK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 176-178.

63

63. Seorang anak berusia 5 tahun datang ke poli mata ersama ibunya dengan keluhan mata sering merah, gatal dan digosok-gosok, serta berair, terutama bila bermain di bawah terik sinar matahari. Keluhan ini sering hilang-timbul sejak kecil dan memberat akhir-akhir ini. Dari pemeriksaan didapatkan visus ODS 5/5, injeksi konjungtiva, dan terdapat bintikbintik kecokelatan, sekret mukoid, dan tampilan cobblestone pada konjungtiva palpebra superior. Anak ini menderita ... a. konjungtivitia viral b. konjungtivitia bakterial c. konjungtivitia vernal d. konjungtivitia jamur e. konjungtivitia gonorea

63. Jawaban: C Gejala mata merah, gatal, berair, hilang-timbul (ada pemicu), dengan riwayat atopi. Pada pemeriksaan ditemukan hambatan reaksi papilar yang besar (tampilan cobblestone), sekret mukoid, khan untuk konjungtivitia vernal. Referensi 1. FK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 39. 2. FK UI, Sari Ilmu Penyakit Mata, 2000, hal. 35.

64

64. Seorang wanita berusia 55 tahun datang ke poli mata dengan keluhan mata kirinya terasa nyeri sejak 2 hari yang lalu, dan penglihatannya menjadi kabur. la mengalami mual dan muntah-muntah. Sebelumnya ia tidak pernah merasakan nyeri pada matanya seperti ini. Dari pemeriksaan didapatkan visus OD 5/5, OS 1/60. Pada OS didapatkan injeksi perikorneal, edema kornea, bilik mata depan dangkal dan iria bombans, serta tekanan intraokular (TIO) 59 mmHg. lbu ini menderita a. suspek glaukoma b. glaukoma kronik sudut terbuka c. glaukoma kronik sudut tertutup d. glaukoma akut sudut terbuka e. glaukoma akut sudut tertutup

64. Jawaban: E Keluhan mata nyeri dan penglihatan kabur yang akut (2 hari), disertai mual dan muntah, merupakan gejala glaukoma akut. Pada pemeriksaan mata yang terkena, virus akan sangat turun karena kekeruhan kornea (edema komea), injeksi perikorneal, KOA dangkal dan iria bombans (sudah terjadi blok pupil). Pada pemeriksaan diperoleh TIO >21 mmHg, yang mendukung diagnosia glaukoma akut sudut tertutup.Referensi .FK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal. 154-155.

65

65. Pada kegiatan posyandu dilakukan antara lain penimbangan balita dan pemberian imunisasi. Kegiatan ini dalam perjalanan penyakit termasuk dalam fase ... a. Prepatogenesis b. Patogenesis c. Konvalesen d. Klinis e. rehabilitasi

65. Jawaban: A Dalam buku karangan Leavel &Dark: Preventive Medicine for the Doctor in Hia Community, terdapat 2 fase pencegahan penyakit, yaitu: a. Fase sebelum sakit (fase prepatogenesis): pencegahan primer b. Fase selama proses sakit (fase patogenesis: pencegahan sekunder dan terrier.Pencegahan primer pada fase prepatogenesia meliputi penyuluhan kesehatan yang intensif, perbaikan gizi, dan penyusunan pola makan serta menu gizi yang adekuat. Selain itu, juga dilakukan pembinaan dan pengawasan anak, perbaikan rumah sehat, dan tindakan-tindakan lain yang berfungsi mencegah terjadinya suatu penyakit.'Contoh lainnya adalah pemberian asam folat pada ibu hamil untuk mencegah defek tabung saraf (neural tube defect), imunisasi untuk mencegah penyakit menular, serta konseling pasien untuk menerapkan pola hidup sehat.1 Pada kegiatan penimbangan, juga disertakan kegiatan program makanan tambahan pada anak balita untuk mencegah permasalahan gizi misalnya KEP (kurang energi dan protein).Referensi 1. Slamet Riyadi AL, 1984, Sistem Kesehatan Nasional: Tinjauan dari Perkembangan IKM, Bina Indra Karya, Surabaya, hal. 39-40. 2. Fletcher RH, 1996, Dinical Epidemiology - The Essential, hal. 166-167.

66

66. Seorang wanita berusia 25 tahun datang ke dokter puskesmas dengan keluhan mengalami demam selama 4 hari. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium darah, maka diagnosia yang ditegakkan adalah demam berdarah dengue (DBD). Dokter lalu memeriksa seluruh keluarganya yang menderita demam. Tindakan dokter ini termasuk dalam ... a. pencegahan primer b. disability limitation c. pencegahan tersier d. deteksi dini e. prompt treatment

66. Jawaban: D Tindakan dokter memeriksa anggota keluarga pasien pengidap demam berdarah dengue (DBD) yang menderita dernam adalah untuk mengetahui penyakit DBD sedini mungkin. Tindakan pencegahan sekunder meliputi: a.early case detection finding b. general check-up rutin c. selective survey d. keteraturan pengobatan untuk penyakit kronik e.terapi adekuat untuk kasus awal. Pencegahan sekunder berperan dalam mendeteksi penyakit, pada saat awal penyakit tersebut masih asimtomatik dan pada saat terapi awal, agar dapat mencegah progresivitas penyakit. Skrining untuk mengidentifikasi penyakit atau adanya faktor risiko suatu penyakit juga termasuk dalam pencegahan sekunder. Referensi 1. Slamet Riyadi AL, 1984, Sistem Kesehatan Nasional: Tinjauan dari Perkembangan IKM, Bina Indra Karya, Surabaya, hal. 40-41. 2. Fletcher RH, 1996, Dinical Epidemiology – The Essential, hal. 167.

67

67. Derajat kesehatan seseorang bersifat dinamis, selalu berubah disebabkan beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang atau populasi. Salah satu faktor derajat kesehatan adalah ... a. angka kecukupan gizi b. angka dependency ratio c. angka persiapan sekolah d. angka kesempatan kerja e. angka kesakitan

67. Jawaban: E Dalam buku Sistem Kesehatan Nasional (SKN) memang disampaikan gambaran terhadap derajat kesehatan masyarakat, yang meliputi: -usia untuk mencapai harapan hidup -angka kematian kasar -angka kematian bayi dan balita -angka kesakitan -status gizi -status higiene dan sanitasi.Oleh karena itu, salah satu faktor yang menentukan derajat kesehatan adalah angka kesakitan (morbiditas).Referensi . Slamet Riyadi AL, 1984, Sistem Kesehatan Nasional: Tinjauan dari Perkembangan IKM, Bina Indra Karya, Surabaya, hal. 124.

68

68. Mati adalah keadaan hilangnya semua tanda kehidupan secara permanen dan dinyatakan dengan angka kematian kasar (crude death rate, CDR). Apakah kelemahan angka kematian kasar tersebut? a. Prosedur terlalu rumit b. Prosedur terlalu panjang c. Cukup peka terhadap perubahan ekonomi d. Bermanfaat memperkirakan kebutuhan fasilitas e. Tidak memperhitungkan faktor penyebab kematian

68. Jawaban: E Crude Death Rate (CDR) atau Angka Kematian Kasar adalah bagian dari komponen mortalitas yang dapat menggambarkan status kesehatan masyarakat, dan dapat digunakan sebagai indikator keberhasilan pelayanan dan program kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, CDR ini `sering digunakan dalam studi kesehatan masyarakat. Penghitungan CDR adalah:Jumlah kematian yang dilaporkanselama 1 tahun

69

69. Dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan, pemerintah membuat suatu sistem yang disebut sistem pelayanan kesehatan. Dalam sistem kesehatan nasional 2004, sistem pelayanan kesehatan adalah ... a. sistem yang mengatur jumlah rumah sakit b. sistem yang mengatur tenaga puskesmas c. sistem yang mengatur struktur pelayanan kesehatan d. sistem yang mengatur kebutuhan alas kesehatan e. sistem yang mengatur tugas tenaga kesehatan

69. Jawaban: C Dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN) 2004, tidak dituliskan mengenai sistem pelayanan kesehatan, tetapi disebutkan sebagai upaya kesehatan. SKN terdiri dari 6 subsistem, yaitu upaya kesehatan, pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, obat dan perbekalan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan manajemen kesehatan.Upaya kesehatan adalah tatanan yang menghimpun berbagai upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perorangan (UKP) secara terpadu dan Baling mendukung guna menjamin tercapainya derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya. Upaya kesehatan meliputi 2 unsur utama, yaitu upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perorangan (UKP). Masing-masing upaya ini dibedakan menjadi 3 strata, yaitu dasar, lanjutan, dan unggulan.Jika yang dimaksud pelayanan kesehatan (dalam coal) adalah upaya kesehatan, maka yang dimaksud sistem pelayanan kesehatan adalah sistem yang mengatur struktur (tatanan) pelayanan kesehatan.Referensi 1.Departemen Kesehatan RI, Sistem Kesehatan Nasional Tahun 2004, Jakarta. 2. http//:www.dinkes.bantulkab.go.id/dl–dok.php?node=54

70

70. Seorang wanita berusia 30 tahun dirujuk ke instalasi rawat darurat karena mengalami demam dan nafsu makannya menurun selama 3 hari. Hasil pemeriksaan fisik-pada penderita tersebut menunjukkan adanya ikterus' dan hepatomegali. Uji laboratorium menunjukkan peningkatan enzim aminotransferase. Menurut pernyataan penderita, 2 tahun yang lalu ia telah mendapatkan vaksinasi hepatitia B, namun belum mendapatkan vaksinasi hepatitia A. Hasil pemeriksaan serologic sebagai berikut: IgM HAV negatif, IgG HAV positif, HBsAg negatif, HBsAb positif, HBcAb negatif, HCV Ab positif. Kesimpulan yang paling akurat adalah bahwa- penderita ini ... a. saat ini menderita hepatitia A, belum pernah terinfeksi HBV, dan menderita hepatitia C pada masa lalu b. saat ini menderita hepatitia A, pernah terinfeksi oleh HBV dan HCV pada masa lalu c. pernah terinfeksi oleh HAV dan HCV pada masa lalu dan saat ini sedang menderita hepatitia B d. pernah terinfeksi oleh HAV pada masa lalu, belum pernah terinfeksi HBV, dan saat ini sedang menderita hepatitia C e. pernah terinfeksi HAV dan HCV pada masa lalu, belum pernah terinfeksi HBV, dan saat ini menderita hepatitia C

70. Jawaban: D HAV -IgM anti-HAV dapat dideteksi selama face akut dan 3-6 bulan setelahnya. -Anti-HAV yang positif tanpa IgM anti-HAV mengindikasikan infeksi lampau. -Pada pasien ini, diketahui IgM HAV negatif, sedangkan IgG HAV positif, hal ini menunjukkan bahwa pasien pernah terinfeksi HAV pada masa lalu. –HBVDiagnosia serologic telah tersedia dengan mendeteksi keberadaan dari IgM antibodi terhadap antigen core hepatitia (IgM anti-HBc dan HBsAg). -Keduanya ada saat gejala muncul. -HbsAg mendahului IgM anti-HBc. -HbsAg merupakan penanda yang pertama kah diperiksa secara rutin. -HbsAg dapat menghilang, biasanya dalam beberapa minggu sampai bulan setelah kemunculannya, sebelum hilangnya IgM anti-HBc.HbeAg dan HBV DNA -HBV DNA di serum merupakan penanda yang pertama kali muncul,-akan tetapi bukan merupakan penanda rutin yang diperiksa. -HbeAg biasanya terdeteksi setelah kemunculan HbsAg. -Kedua penanda tersebut menghilang dalam beberapa minggu atau bulan pada infeksi yang sembuh sendiri. Selanjutnya, akan muncul anti-HBs dan anti-Hbe yang menetap. -Tidak diperlukan untuk diagnosia rutin.IgG anti-HBc -Menggantikan IgM anti-HBc pada infeksi yang sembuh. -Membedakan infeksi lampau atau infeksi yang berlanjut. -Tidak muncul pada pemberian vaksin HBV.Antibodi terhadap HbsAg (anti-HBs) -Merupakan antibodi terakhir yang muncul. -Merupakan antibodi penetral. -Secara umum mengindikasikan kesembuhan dan kekebalan terhadap reinfeksi. -Dimunculkan dengan vaksinasi HBV.Pada pasien ini, diketahui bahwa 2 tahun yang lalu ia telah mendapatkan vaksinasi hepatitia B, dan saat ini dari pemeriksaan didapatkan hasil HBsAg negatif, HBsAb positif, dan HBcAb negatif. Hal ini menunjukkan bahwa pasien belum pernah terinfeksi HBV. HBsAb positif dimunculkan dengan vaksinasi HBV.HCVSecara umum, anti-HCV akan tetap terdeteksi untuk periode yang panjang, baik pada pasien yang mengalami kesembuhan spontan maupun yang berlanjut menjadi kronik.Pada pasien ini, adanya HCV Ab positif menunjukkan kemungkinan pasien telah sembuh spontan dari infeksi HCV di mass lampau, atau menunjukkan kronisitas infeksi HCV.Dengan melihat tanda dan gejala yang dijumpai pada pasien, dan juga hasil pemeriksaan serologic, saat ini pasien menderita hepatitia C dengan riwayat pernah menderita hepatitia A dan pernah divaksinasi HBV (belum pernah terinfeksi hepatitia B).Referensi. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I, edisi IV, hal. 432.

71

71. Seorang wanita berusia 42 tahun datang dengan keluhan nyeri pada daerah ulu hari yang dirasakan terutama pada malam hari, dan nyeri berkurang setelah makan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan epigastrium. Apakah diagnosia yang paling mungkin pada pasien ini? a. Ulkus lambung b. Ulkus duodenum c. Esofagitis d. Gastritis e. Gastropati hipertensi porta

71. Jawaban: B Keluhan .nyeri pada ulu hati, sebagian besar disebabkan oleh berbagai keadaan yang timbul di dalam lambung atau duodenum. Diagnosia banding dari gejala nyeri pada ulu hati atau nyeri epigastrium ini antara lain penyakit esofagus seperti refluks esofagus, gastritia akut, gastritia kronik, ulkus peptikum, perforasi ulkus peptikum, dumping syndrome, kanker lambung, irritable bowel syndrome, dan divertikulitis. Pasien tukak peptik .(ulkus lambung)memberikan ciri-ciri keluhan'seperti nyeri ulu hati, rasa tidak nyaman dan disertai muntah Rasa sakit ukak peptik timbul setelah makan ,i berbeda dengan tukak duodenum yang merasatidak enak setelah makan.thRasa sakit tukak lambung berada di sebelah kiri, sedangkan rasa sakit tukak kanan garia tengah perut. Rasa sakit bermula pada satu titik (pointing sign) yang akhirnya difus dan bisa menjalar ke punggung. Ini kemungkinan disebabkan penyakit sertambah berat atau mengalami komplikasi berupa penetrasi tukak ke organ pankreas.Pada tukak duodenum (ulkus duodenum), rasa sakit timbul saat pasien merasa lapar. Rasa sakit bisa membangunkan pasien saat tengah malam, dan rasa sakit ini hilang setelah makan dan minum antasida (hunger pain food relief = HPFR).ReferensiBedside Diagnosis, edisi 13, hal. 72.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, edisi IV, hal. 342.

72

72. Seorang pria berusia 39 tahun datang dengan keluhan diare selama 2 bulan. Hasil perneriksaan, kolonoskopi menunjukkan tampilan cobblestone. Apakah diagnosia yang paling tepat untuk pasien ini? a. Kolitia b. Penyakit Crohn c. Amoebiasia intestinal d. Kanker kolon e. Kolitia TB

72. Jawaban: B Inflammatory bowel disease (IBD) adalah penyakit inflamasi yang melibatkan saluran cerna, dengan penyebab pastinya hingga saat ini belum diketahui secara jelas. Secara garia besar, IBD terdiri dari 3 jenis, yaitu kolitia ulseratif, penyakit Crohn (Crohn's disease), dan bila sulit membedakan kedua hal tersebut, maka dimasukkan dalam kategori indeterminate colitis.Gambaran lesi endoskopik IBD dijelaskan berikut. Keterangan: 0 = tidak ada-++++ sangat diagnostik (karakteristik)ReferensiBuku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, edisi IV, hat. 338.

73

73. Seorang wanita gemuk berusia 46 tahun datang dengan keluhan nyeri hebat pada perut sebelah kanan atas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda Murphy (+). Apakah, -diagnosis' yang paling pasien ini . mungkin untuk a. Kolesistitia akut b. Pankreatitia akut c. Gastroduodenitis d. Perforasi ulkus lambung e. Pielonefritia Ant

73. Jawaban: A Keluhan yang agak khas untuk serangan kolesistitia akut adalah kolik perut di sebelah kanan atas atau epigastrium, dan nyeri tekan serta kenaikan suhu badan. Kadang-kadang, rasa sakit menjalar ke pundak dan dapat berlangsung sampai 60 menit tanpa reda. Berat ringannya keluhan sangat bergantung dari adanya kelainan inflamasi yang ringan sampai dengan gangren atau perforasi kandung empedu. Pada pemeriksaan fisik teraba massa kandung empedu, nyeri tekan disertai tanda-tanda peritonitia lokal (tanda Murphy).Referensi. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, edisi IV, hat. 479.

74

74. Seorang pria berusia 49 tahun mengeluh muntah darah dan fesesnya berwarna hitam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan spider nevi, ascites, eritema palmaris. Penyebab paling mungkin dari hematemesia melena pada pasien ini adalah ... a. Mallory-Weiss tear b. duodenitia erosif c. C. ruptur varises esofagus d. kanker lambung e. gastropati OAINS

74. Jawaban: C Gejala muntah darah (hematemesis) dan feses berwarna hitam (melena), serta tanda berupa spider nevi, ascites, dan eritema palmaris, merupakan manifestasi klinia dari sirosis. Pada sirosis, terjadi pembentukan jaringan fibrotik yang berlangsung terns-menerus,. Penyebab paling mungkin dari gejala hematemesia dan melena pada pasien sirosia adalah adanya,,hipertensi. porta. Kondisi ini mengakibatkan vefta-vena pada esofagus mengalami distensi, dan alchirnya ruenyebabkan pecah/rupturnya varises esofagus.Varises esofagus Sering ditemukan sebagai penyebab hematemesia di banyak daerah/negara tropis, minimal sekitar 25% dari semua kasus hematemesis, penyakit hati yang mendasarinya dapat merupakan akibat lanjut dari infeksi kronik hepatitia virus, atau fibrosia hati akibat skistosomiasis.Referensi. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, edisi 17V, hat. 393.

75

Informasi berikut ini untuk soal, No. 75-79. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun mengeluh urinnya berwarna gelap dan wajahnya sembap. Penderita mengeluh nyeri saat menelan, demam, serta tenggorokkannya terasa sakit 2 minggu yang lalu, tetapi sekarang semua gejala tersebut sudah hilang. Dari hasil pemeriksaan fisik sekarang, tekanan darahnya meningkat menjadi 150190 mmHg, dan terdapat edema di wajah dan kaki. Dari hasil pemeriksaan kimia darah, terjadi peningkatan kreatinin dan ureum darah, serta penurunan albumin plasma. Pada pemeriksaan urin didapatkan proteinuria dan gross hematuria. Soal. 75. Perdasarkan anamnesia dan pemeriksaan fisik Serta pemeriksaan laboratorium tersebut, anak ini patut diduga menderita... a. Lomerulonefritis b. nekrosia tubular akut c. uretritia akut d. sistitia akut e. apendisitis

75. Jawaban: A Dari hasil anamnesia didapatkan:pasien mengeluh urin berwarna gelap (hematuria) -wajah sembap -nyeri telan dan tenggorokan sakit 2 minggu yang lalu (mungkin faringitia akut)Pada pemeriksaan fisik didapatkan hipertensi (tekanan darah 150/90), sedangkan pada pemeriksaan laboratorium didapatkan ureum dan kreatinin serum meningkat, albumin plasma menurun, proteinuria, serta gross hematuria. Dari data di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami gangguan pada fungsi ginjal, terkait dengan ditemukannya proteinuria dan ureum–kreatinin yang meningkat. Oleh karena itu, pilihan uretritis, sistitis, dan apendisitia dapat disingkirkan. Pasien pernah mengalami sakit tenggorokan2 minggu yang lalu (faringitis), Serta mengalami hematuria dan hipertensi, sehingga terdapat kemungkinan pasien mengalami glomerulonefritia pascainfeksi streptokokus.Glomerulonefritia berkaitan dengan kejadian: -hematuria (gross hematuria pada 65% kasus), -edema (pada 75% kasus), dan -hipertensi (pada 50% kasus).Insufisiensi ginjal juga dapat terjadi. Manifestasi klinia dapat terjadi pada 5-21 (rata-rata 10 hari) pascainfeksi streptokokus nefrogenik (faringitia atau impetigo). Edema dan urin yang berwarna gelap seperti teh atau cola adalah manifestasi klinia yang paling sering. Laju filtrasi glomerulus (LFG) menurun dan reabsorpsi Na di tubulus meningkat, sehingga volume plasma meningkat (hal ini berkaitan dengan terjadinya hipertensi pada pasien glomerulonefritis). Hipertensi dapat memicu komplikasi berupa gagal jantung dan ensefalopati. Diagnosia glomerulonefritia didasarkan pada penemuan hematuria bersamaan dengan proteinuria, edema, dan hipertensi. Gejala nyeri kepala dapat muncul, sedangkan demam jarang terjadi.Adapun nekrosia tubular akut adalah proses patologis yang secara klinia bermanifestasi sebagai gagal ginjal akut. Walaupun tenninologi yang digunakan adalah kematian sel (nekrosis), namun pada kenyataannya nekrosia bukan merupakan temuan yang konsisten. Secara umum, nekrosia tubular akut dapat terjadi karena salah satu dari dua mekanisme ini yaitu iskemia atau toksin.Referensi 1. Kliegman RM et al, 2007, Nelson Essentials of Pediatrics, 5th ed., Elsevier. 2. William W. Hay et al, 2006, Current Pediatrics Diagnosia and Treatments, 181h ed., McGraw-Hill. 3.Cohen HA, 2007, Fundamental of Renal Pathology, Springer, New York, hal. 153-157.

76

76 Patogenesia dasar dari penyakit yang diderita anak ini dalah ... a. Autoimun b. Aterosklerosis c. Neuropati d. gangguan metabolisme e. keganasan

76. Jawaban : A Glomerulonefritia tipe proliferatif terjadi melalui mekanisme inflamasi yang diperantarai-imun, dan glomerulonefritia akut pascastreptokokus adalah jenia yang paling sering terjadi. Reaksi imunologis terhadap bakteri diperantarai oleh aktivasi terhadap komplemen, dan juga terjadi deposisi antibodi dalam glomerulus. Imunitas selular juga berperan dalam patogenesia glomerulonefritia yang diperantarai-antibodi, dengan cars memodulasi produksi antibodi dan melalui sitotoksisitas sel.Referensi . Kliegman RM et al, 2007, Nelson Essentials of Pediatrics, edisi 511 ed, Elsevier. - Mocan H et al, 2000, Subsets in Acute Post-Streptococcal Glomerulonefritis, Turk J Med.Sci 30:289­295.

77

77. Wajah sembap atau edema pada anak ini dapat dihubungkan dengan ... a. Hipertensi b. hipoalbun-tin c. gross hematuria d. keluhan nyeri telan e. peningkatan ureum darah

77. Jawaban: B Pada ceders glomerulus berat, dapat terjadi proteinuria masif, edema anasarka, dan ascites. Proteinuria menyebabkan kadar albumin serum rendah (hipoalbuminemia). Mekanisme terjadinya edema akibat hipoalbumin adalah melalui mekanisme underfilling.Hipolabumin menyebabkan tekanan onkotik plasma rendah, kemudian akan diikuti peningkatan transudasi cairan dari intravaskular ke ruang interstisial, sesuai dengan hukum Starling. Akibatnya, volume darah yang beredar akan berkurang (underfilling), yang selanjutnya mengakibatkan perangsangan sekunder sistem renin—angiotensin—aldosteron yang meretensi natrium dan air pada tubulus distal. Hipotesia ini menempatkan albumin dan volume plasma memiliki peran yang penting pada proses terjadinya edema.Referensi .1 William W. Hay et al, 2006, Current Pediatrics Diagnosia and Treatments, 1811 ed., McGraw-Hill. 2. Sudoyo AW, 2006, Ilmu Penyakit Dalam, edisi IV, jilid I, PAPDI, hal. 516.

78

78. Selain sembap di atas, edema dapat disebabkan oleh... a. peningkatan permeabilitas pembuluh kapiler pembuluh darah b. penurunan tahanan arteriol c. hambatan aliran limfe d. peningkatan tekanan hidrostatik di kapiler –darah e. semua yang disebut di atas benar

78. Jawaban: E Proses terjadinya edema dapat diformulasikan melalui rumus: Fm = Kf (AP – An)Fm = Kecepatan perpindahan cairan yang membentuk edema Kf = Permeabilitas kapilerAP = Perbedaan tekanan hidrostatik intravaskular terhadap ekstravaskular AjT = Perbedaan tekanan osmotikPilihan a. Peningkatan permeabilitas kapiler, Kf meningkat, sehingga Fm juga akan meningkat-edema. B. Penurunan tahanan arteriol, hal ini menyebabkan aliran darah meningkat, sehingga tekanan hidrostatik intravaskular meningkat (AP)-edema. C. Hambatan aliran limfe, limfe adalah cairan yang berada di ruang ekstravaskular, sehingga penumpukannya pasti akan menyebabkan edema. D. Peningkatan tekanan hidrostatik kapiler (AP), Fm akan meningkat, sehingga timbul edema.Referensi. Sudoyo AW, 2006, Ilmu Penyakit Dalam, edisi IV, jilid I, PAPDI, hal. 515.

79

79. Proteinuria pada anak ini disebabkan gangguan pada fungsi ... a. Filtrasi b. Reabsorpsi c. Sekresi d. Metabolisme e. bukan salah satu di atas

79. Jawaban: A Patologi utama yang terjadi pada glomerulonefritia adalah terjadinya kerusakan glomerulus, sedangkan protein dan albumin secara normal difiltrasi oleh glomerulus. Peningkatan permeabilitas glomerulus terhadap protein adalah patogenesia utamanya. Sebagian besar terjadi karena hilangnya membran sialoprotein glomerulusyang menyebabkan hilangnya muatan negatif pada glomerulus (protein bermuatan negatif).Mekanisme lain yang menyebabkan terjadinya proteinuria adalah gangguan terkait tubulus, yaitu berupa gangguan reabsorpsi oleh tubulus proksimal yang terjadi pada sindrom Fanconi, paparan terhadap obat­obatan atau logam berat.ReferensiKliegman RM et al, 2007, Nelson Essentials of Pediatrics, edisi 511 ed., Elsevier.

80

80. Seorang wanita berusia 44 tahun menderita thnyeri kepala yang diobati sendiri dengan aspirin. Ia juga mengonsumsi klorpropamid untuk diabetes melitus yang disandangnya. Apakah efek samping dari interaksi kedua obat tersebut? A. Hiperglikemia b. Hipoglikemia c. Emboli d. Perdarahan e. Ulkus peptikum

80. Jawaban: B Sulfonilurea, terutama generasi pertama (klorpropamid), seringkali menyebabkan efek camping hipoglikemia. Hal ini terjadi terutama bila cars pemberian kurang tepat. Pemberian sulfonilurea bersamaan dengan obat anti-inflamasi nonsteroid (GAINS, misalnya aspirin), akan meningkatkan efek hipoglikemia dari sulfonilurea.ReferensiInformatorium Obat Nasional Indonesia, hal. 267, 468.

81

81. Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun. Glukosa darahnya 180 mg/dL, reduksi urin (+2). Badannya semakin kurus padahal makan dan minumnya banyak. Kenapa ia sering buang air kecil? a. Karena banyak minum b. Makan c. Aktivitas d. Kadar gula darah urin meningkat e. ISK (infeksi saluran kemih)

81. Jawaban: D Glukosa normalnya tidak ditemukan pada pemeriksaan urin, karena glukosa direabsorpsi oleh ginjal. Dalam filtrat penderita diabetes melitus (DM), kadar glukosanya tinggi sehingga melebihi kemampuan ginjal untuk mereabsorpsi glukosa tersebut. Tidak semua glukosa dalam filtrat ginjal tereabsorpsi, sehingga dalam urin terdapat kandungan glukosa yang cukup banyak. Glukosa ini akan terdeteksi pada pemeriksaan urin.Sifat glukosa adalah menarik air. Kadar glukosa dalam urin yang cukup tinggi akan menarik molekul air, sehingga penderita mengeluh Sering kencing.Referensi. Patofisiologi, hal. 1263.

82

82. Seorang pria berusia 46 tahun dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak sadarkan diri. Ia mempunyai riwayat diabetes melitus 15 tahun yang lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkqn tekanan darahnya 100/65 mmHg, napas cepat dan dalam, suhu badan 37°C, kulit keying flan ada bagian yang terinfeksi. Diagnosia kondisi ini adalah ... a. stroke hemoragik b. ketoasidosia diabetik c. diabetes melitus d. koma hepatikum e. hipoglikemia

82. Jawaban: B Kombinasi dari kekurangan insulin (baik absolut maupun relatif) dan kelebihan glukagon akan merangsang terjadinya ketoasidosia diabetik (KAD). Gejalanya adalah mual dan muntah, haus, poliuria, nyeri abdomen, sesak napas. Tanda-tandanya adalah takikardia, takipnea, pernapasan Kpssmaul (cepat dan dalam), mukosa keying, turgor kulit berkurang, dehidrasi, h1potensil nyeri tekan abdomen, dan penurunan kesadaran.

83

83. Seorang wanita berusia 25 tahun yang mengidap diabetes melitus tips I terkontrol berubah menjadi ketoasidosia diabetik karena 2 hari menderita ISK. Hal ini paling mungkin terjadi akibat menurunnya efek insulin pada hati, lemak, dan otot. Hal ini terjadi karena efek antagonia hormon ... a. Androstenedion b. Leptin c. ACTH d. Tiroksin e. glukagon

83. Jawaban: E Ketoasidosia diabetik (KAD) disebabkan kekurangan insulin, baik absolut maupun relatif. Selain itu jugs terjadi kelebihan ekskresi counter regulatory hormonel'yaitu glukagon, katekolamin, kortisol, dan hormon pertumbuhan (growth hormone). Hal ini menyebabkan peningkatan glukoneogenesis, glikogenolisis, dan pembentukan badan keton.

84

84. Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun mengeluh sering kencing. Gula darahnya 280 mg/dL, reduksi urin (+2). Badannya semakin kurus padahal makan dan minumnya banyak. Mengapa glukosa dapat terdeteksi dalam urinnya? a. Karena tidak tereabsorpsi b. Karena terlalu banyak disekresi oleh ginjal c. Karena ginjalnya bocor d. Karena sering kencing e. Karena terjadi peradangan di ginjal

84. Jawaban: A Lihat penjelasan No. 81 di atas.

85

85. Seorang remaja pria berusia 16 tahun mengeluh muncul benjolan di leher kanan dan kirinya tanpa nyeri sejak satu tahun yang lalu. la mengeluh mengalami demam periodik, yang, d.isertai penurunan berat badan, dan sering berkeringat. Hasil fine needle aspiration biopsy (FNAB) pada kelenjar leher sulit ditentukan (meragukan). Setelah,dilakukan eksisi, maka didapatkan. Sternberg jada kelenjar-kelenjar getah bening tersebut. Diagnosia penyakit ini adalah a. limfadenitia nonspesifik b. limfadenitia tuberkulosa c. limfadenokarsinoma d. penyakit Hodgkin e. limfoma non-Hodgkin

85. Jawaban: D Sel-sel Reed-Sternberg merupakan gambaran khas yang ditemukan pada limfoma Hodgkin. Penyakit Hodgkin merupakan keganasan limforetikular, yaitu limfoma maligns yang terbagi menjadi limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Kedua penyakit ini dapat dibedakan secara histopatologis, yaitu ditemukannya sel-sel Reed-Sternberg pada limfoma Hodgkin. Analisia PCR menunjukkan bahwa sel-sel Red-Sternberg berasal dari Bel folikel B yang mengalami gangguan struktur pada imunoglobulin.Gambaran klinia limfoma Hodgkin: -Pembesaran kelenjar getah bening yang tidak disertai rasa nyeri. -Gejala sistemik, yaitu demam (tipe Pel-Ebstein), berkeringat malam, berat badan menurun, lemah badan dan pruritus, terutama tipe nodular sklerosis. -Nyeri abdomen akibat splenomegali dan pembesaran kelenjar yang masif -Nyeri tulang akibat destruksi lokal dan infiltrasi sumsum tulang. -Pada pemeriksaan fisik ditemukan: -Limfadenopati dengan konsistensi rubbery dan tidak nyeri. –Hepatoslenomegali –Demam –Neuropati -Tanda-tanda obstruksi, seperti edema ekstremitas, sindrom vena kava, kompresi medula spinalis, disfungsi hollow viscera.Referensi. - Arkh Patol, 2005, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, hal. 735.

86

86. Seorang wanita berusia 58 tahun datang ke poliklinik hematologi onkologi medik dengan keluhan utama nyeri pinggang progresif sejak 5 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan anemia dan nyeri tekan pada daerah vertebra lumbal III—IV. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan serum kreatinin 5,6 mg/dL, BUN 127 mg/dL. Foto rontgen menunjukkan adanya fraktur kompresi pada vertebra lumbal III Serta lesi osteolitik pada tulang panggul dan-femur, sehingga diagnosisnya adalah suspekmultipel mieloma.,Tes skrining yang perlu dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosia pasien ini adalah ... a. apusan darah tepi b. elektroforesia protein c. BMA (bone marrow aspiration) d. dan b benar e. Semua yang disebut di atas benar

86. Jawaban: E Mieloma multipel (MM) adalah keganasan hematologik dari sel B, yang secara umum menghasilkan protein imunoglobulin monoklonal. MM ditandai oleh lesi litik tulang, penimbunan sel plasma dalam sumsum tulang, dan adanya protein monoklonal dalam serum. Manifestasi klinia dari MM heterogen disebabkan adanya massa tumor, produksi imunoglobulin monoklonal, penurunan sekresi imunoglobulin oleh sel plasma normal yang mengakibatkan terjadinya hipogamaglobulinemia, gangguan hematopoiesia dan penyakit osteolitik pada tulang, Serta hiperkalsemia dan disfungsi ginjal.Pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosia antara lain: -Hemogram: terdapat sel plasma dalam berbagai tingkat maturitas, adanya formasi Reuleaux. -Rontgen tulang: lesi osteolitik pada tulang atap tengkorak, vertebra, dan tulang panggul. -Elektroforesia protein serum: imunoglobulin monoklonal. -Pengukuran ekskresi protein urin: pada Z/3 kasus, urin mengandung protein Bence-Jones. -Aspirasi dan biopsi sumsum tulang: terjadi peningkatan sel plasma (>10%, biasanya sampai >30%, Sering dengan sel mieloma berbentuk abnormal).Referensi -Williams Hematologi, 2000, hal. 139. -Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, hal. 40.

87

87. Pada kriteria diagnosia penyakit pada. kasus No. 86 di atas, ada yang disebut kriteria mayor dan kriteria minor. Yang termasuk kriteria mayor adalah ... a. sel plasma sumsum tulang 10-20% b. lesi osteolitik tulang-tulang c. peningkatan serum kreatinin >2 mg/dL d. kalsium serum >12 mg/dL e. pada elektroforesia urin didapatkan light chain protein ? 1 gram/24 jam

87. Jawaban: E Kriteria mayor: a. Plasmasitoma pada biopsi jaringan. B. Sel plasma sumsum tulang >30%. C.Pada elektroforesia serum didapatkan IgG >3,5g/dL atau IgA >2 g/dL atau elektroforesia protein urin >1 g/24 jam.Kriteria minor: 1. Sel plasma sumsum tulang 10-30%. 2. Protein M pada serum dan urin (kadar lebih kecil dari c). 3. Lesi litik pada tulang. 4.Normal residual: IgG

88

88. Seorang pria berusia 45 tahun datang ke poliklinik hematologi onkologi atas rujukan poliklinik jantung dan pembuluh darah, dengan diagnosia suspek polisitemia vera. Sesuai kriteria diagnostik menurut Polycythemia Vera Study Group, yang termasuk dalam kriteria mayor adalah ... a. skor NAP (neutrophil alkaline phosphatase) meningkat b. saturasi O2 arteri ? 92% c. trombositosia > 400.000/mm3 d. leukositosia > 12.000/mm3 e. unsaturated B12 binding capacity ? 200 pg/ mL

88. Jawaban: B Dari pilihan jawaban, yang termasuk kriteria mayor polisitemia vera ialah saturasi oksigen arteri >92%. Kriteria mayor (kategori A), antara lain: 1. Meningkatnya sel darah merah, diukur dengan Cr51. Pada pria>36 mL/kg, pada wanita >32 mL/kg. 2. saturasi oksigen arteri >92%. Eritrositosia yang terjadi sekunder terhadap penyakit atau keadaan lainnya juga disertai dengan massa sel darah merah yang meningkat. Salah sate pembeda yang digunakan adalah diperiksanya saturasi oksigen arterial, di mana pada polisitemia vera (PV) tidak didapatkan penurunan. Kesulitan ditemui apabila pasien tersebut berada dalam keadaan: -alkalosia respiratorik, di mana kurva disosiasi PO 2 akan bergeser ke kiri, dan -hemoglobinopati, di mana afinitas oksigen meningkat sehingga kurva PO2 juga akan bergeser ke kiri.3. Splenomegali.Kriteria minor (katagori B), antara lain: 1 . Trombositosis: trombosit >400.000/mm3. 2. Leukositosis: leukosit >12.0001mm' (tidak ada infeksi). 3. Skor neutrofil alkalin fofatase (neutrophil alkaline phosphatase, NAP) meningkat >100 (tanpa adanya pangs atau infeksi). 4. Kadar vitamin B 12 >900 pg/mL dan/atau UB12BC dalam serum lebih dari 2200 pg/mL.Diagnosia PV dapat ditegakkan jika memenuhi kriteria: a.dari kategori: Al + A2 + A3, ataudari kategori: Al + A2 + 2 kategori BReferensi. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, hal. 703.

89

89. Pilihan terapi yang dapat diberikan untuk pasien pada kasus No. 88 di atas adalah ... a. flebatomi 250 cc/ minggu b. kemoterapi dengan hidroksiurea c. Splenektomi d. pemberian interferon alfa e. semua yang disebut di atas benar

89. Jawaban: A Sebenarnya pilihan. jawaban A, B, dan D adalah terapi yang dapat diberikan pada polisitemia vera; akan tetapi, referensi mengatakan bahwa flebotomi merupakan terapi yang paling adekuat.Terapi untuk polisitemia vera (PV), antara lain: a. Flebotomi: merupakan pengobatan yang adekuat bagi pasien PV selama bertahun-tahun, dan merupakan pengobatan yang dianjurkan. Indikasi flebotomi ialah: -PV fisiologis dilakukan hanya jika Hct >55%, -PV sekunder non-fisiologis, tergantung beratnya gejala yang ditimbulkan. A. Fosfor radioaktif (P-32): merupakan pengobatan yang efektif, mudah dan merah untuk pasien yang tidak kooperatif atau pasien dengan kondisi sosioekonomi yang tidak memungkinkan untuk berobat secara teratur. B. Kemolerapi sitostatika: lebih dianjurkan dengan hidroksiurea. Golongan alkilasi sudah ditinggalkan karena menimbulkan efek leukemogenik dan mielosupresi yang series. C. Kemoterapi biologi (sitokin). Dengan interferon alfa, terutama untuk keadaan dengan trombositopenia yang tidak terkontrol. Sering dikombinasikan dengan siklofosfamid. D. Splenektomi. Tindakan splenektomi sangat berbahaya jika dilakukan pada semua Ease PV. Tindakan ini harus dihindari, karena dalam perjalanan penyakitnya, jika terjadi fibrosia sumsum tulang, maka organ inilah yang bisa menjadi penggantinya.Referensi . Buku Ajar Emu Penyakit Dalam, hat. 704-705.

90

90. Seorang laki-laki berusia 18 tahun mengalami demam yang hilang-timbul 2 hari sekali, menggigil, dan splenomegali. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan sel darah merah membesar, terdapat granul Schuffner, dan ditemukan parasit yang berbentuk iregular / amoeboid. Kemungkinan, pasien ini mengalami infeksi ... a. Plasmodium falciparum b. Plasmodium vivax c. Plasmodium ovale d. Plasmodium malariae e. Plasmodium rhodain

90. Jawaban: B Serangan pertama infeksi Plasmodium vivax dimulai dengan sindrom prodormal, yaitu nyeri kepala, sakit punggung, mual, dan malaise umum. Demam terjadi secara tidak teratur pada 2-4 hari pertama karena adanya beberapa kelompok parasit yang masing-masing mempunyai waktu sporulasi tersendiri, kemudian menjadi intermiten dan teratur dengan perioditas 48 jam, dengan perbedaan yang nyata pada pagi dan sore hari. Suhu meninggi kemudian turun menjadi normal. Serangan dernam terjadi pada Siang atau sore hari, dan mulai jelas dengan stadium menggigil, pangs, dan berkeringat yang klasik. Suhu badan.dapat mencapai 40°C atau lebih. Limpa pada Serangan pertama mulai membesar (splenomegali), dengan konsistensi lembek dan mulai teraba pada minggu kedua. Pada malaria menahurl,--limpa menjadi keras, sangat besar, dan kenyal. Pada apusan darah dengan Romanowsky, tampakdijumpai pada infeksi Plasmodiumyang berwglja kemerah-merahan. Parasit seringkali terlihat memiliki bentuk'iregular/amoeboid, gedangkan pada P. ovate, parasit dapat terlihat seperti roket, dan eritrosit dapat terlihat berbentuk oval.ReferensiFK UI, Parasitologi Kedokteran, edisi 3, hat. 87.

91

91. Seorang wanita muds berusia 26 tahun, sudah menikah, mempunyai riwayat sering mengalami keguguran. Sekarang ia mempunyai satu anak berusia 1 tahun yang sering mengalami kejangkejang. Pada pemeriksaan CT scan kepala anak ini didapatkan kalsifikasi serebal. Penyakit infeksi apa yang paling- mungkin diden'ta oleh wanita ini? a. Tuberkulosis b. Ricketsiosis c. Leptospirosis d. Toksoplasmosis e. Malaria

91. Jawaban: D Infeksi toksoplasmosia pada orang dewasa, biasanya tidak diketahui karena jarang menimbulkan gejala. Akan tetapi, bila seorang ibu yang sedang hamil mendapatkan infeksi primer, maka ia dapat melahirkan anak dengan toksoplasmosia kongenital. Gambaran klinia toksoplasmosia kongenital dapat bermacam­macam. Beratnya infeksi bergantung pada usia janin saat terjadi infeksi, makin muds usia janin saat terjadi infeksi, maka makin berat kerusakan yang ditimbulkannya pada organ tubuh. Sebaliknya, semakin tug usia kehamilan saat terjadi infeksi primer pada ibunya, maka makin kecil persentase janin yang terinfeksi. Ada kasus yang saat lahir terlihat normal dan gejala klinisnya barn muncul setelah beberapa minggu sampai beberapa tahun. Ada gambaran eritroblastosis, hidrops fetalis, dan trigs klasik. yangterdiri dari hidrosefalus, retinokoroiditis, dan perkapuran (kalsifikasi) intrakranial Sabin yang disertaiqjqtyade Sabn ikelainan psikomotorik. Gejala pada susunan saraf pusat sering meninggalkan gejala sisa, misalnya retardasi mental dan motorik. Kadang-kadang hanya ditemukan sikatrik pada retina, namun dapat kambuh pada mass kanak-kanak, remaja, atau. dewasa. Retinokoroiditia karena toksoplasmosia pada remaja dan dewasa, biasanya akibat infeksi kongenital, jarang sekali sebagai infeksi akuisita. Pada bayi yang lahir prematur, gejala klinisnya lebih berat daripada bayi yang lahir cukup bulan. Kondisinya dapat disertai hepatosplenomegali, ikterus, limfadenopati, kelainan susunan saraf pusat, dan lesi mata.Infeksi Toxoplasma gondii pada usia kehamilan muds dapat menyebabkan abortus atau lahir coati. Hal-hat seperti yang telah dijelaskan ini tidak didapatkan pada tuberkulosis, ricketsiosis, leptospirosis, maupun malaria.Referensi. FK UI, Parasitologi Kedokteran, edisi 3, hat. 157-158.

92

92. Obat apa yang paling bermanfaat untuk mengobati infeksi usus yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica? A. Ampisilin b. Amoksisilin c. Azitromisin d. Sefotaksim e. Metronidazol

92. Jawaban: E Obat amoebisid yang penting adalah:a. Metronidazol (nitroimidazol)Metronidazol merupakan obat pilihan, karena efektif terhadap bentuk histolitika dan bentuk kista. Efek sampingnya ringan, antara lain mual, muntah, dan pusing. Dosia untuk orang dewasa adalah 2 gram sehari selama 3 hari berurut-turut.b. Emetin hidrokloridaObat ini berkhasiat terhadap bentuk histolitika. Pemberian emetin ini hanya efektif bila diberikan secara parenteral, karena pada pemberian secara oral, absorpsinya tidak sempurna. Toksisitasnya relatif tinggi, terutama terhadap otot jantung. Dosia untuk orang dewasa adalah 65 mg sehari, sedangkan dosia untuk anak berusia di bawah 8 tahun adalah 10 mg sehari. Pemberian emetin tidak dianjurkan pada wanita hamil dan pada penderita dengan gangguan jantung dan ginjal.c. KlorokuinObat ini merupakan amoebisid jaringan, berkhasiat terhadap bentuk histolitika. Efek samping dan efek toksiknya bersifat ringan, antara lain mual, muntah, diare, dan nyeri kepala. Dosia untuk orang dewasa adalah 1 gram sehari selama 2 hari, kemudian 500 mg sehari selama 3 minggu. Obat ini juga efektif untuk amoebiasia hati.d. AntibiotikTetrasiklin dan eritromisin bekerja secara tidak langsung sebagai amoebisid dengan mempengaruhi flora usus. Paromomisin bekerja langsung pada amoeba. Dosia yang dianjurkan adalah 25 mg/kgBB/hari selama 5 hari yang diberikan dalam dosia terbagi.Referensi . FK UI, Parasitologi Kedokteran, edisi 3, hal. 115.

93

93. Seorang pasien pria berusia 30 tahun mengeluh nyeri kepala, mual dan muntah, tidak nafsu makan, nyeri otot dan sendi, dan buang air kecil menurun. Satu minggu yang lalu ia mengalami kebanjiran. Pada pemeriksaan fisik menunjukkan mata agak merah, sedikit ikterik, dan hepatosplenomegali. Pada pemeriksaan mikroskopik ditemukan kuman spiral dengan ujung Baling terkait. Diagnosisnya adalah ... a. Salmonelosis c. Shigelosis d. Itreponemiasis d. Xleptospirosia e. boreliosia

93. Jawaban: D Leptospirosia disebabkan oleh genus Leptospira, suatu mikroorganisme spirochaeta. Ciri khas organisme ini yaitu berbelit, tipis, fleksibel, panjangnya 5-15 um, dengan spiral yang sangat halus, dan lebarnya 0,1-0,2 um. Salah satu ujung organisme ini sering membengkok membentuk suatu kait. Terdapat suatu gerak rotasi aktif, tetapi tidak terdapat flagela. Manusia dapat terinfeksi melalui kontak dengan air, tanah, atau Lumpur yang telah terkontaminasi oleh urin binatang yang terinfeksi leptospira. Infeksi tersebut terjadi jika terdapat luka atau erosi pada kulit ataupun selaput lendir. Air tergenang atau air mengalir lambat yang terkontaminasi urin binatang infeksius juga berperan dalam penularan penyakit ini, bahkan air deras pun dapat berperan. Gambaran klinia yang sering ditemui pada infeksi leptospira ini antara lain demam, menggigil, nyeri kepala, meningismus, anoreksia, mialgia, conjungtival suffusion, mual, muntah,nyeri abdomen, ikter-us, hepatomegali, ruam kulit, dan fotofobia; sedangkan gejala klinia yang jarang ialah pneumonitis, hemaptoe, delirium, perdarahan, diare, edema, splenomegali, artralgia, gagal ginjal, periferal neuritis, pankreatitis, parotitis, epididimitis, hematemesis, ascites, dan miokarditis. Gejala dan bentuk kuman penyebab ini tidak terdapat pada salmonelosis, shigelosis, treponemiasis, maupun boreliasis.Referensi. PAPDI FK UI, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, edisi IV, hal. 1845.

94

94. Bakteri yang paling Sering terdapat pada karditia adalah ... a. Streptococcus viridans dan Staphylococcus aureus b. coli dan Streptococcus pneumoniae c. Salmonella dan Klebsiella pneumoniae d. Klebsiella pneumoniae dan Streptococcus viridans e. Streptococcus pneumoniae dan Staphylococcus aureus

94. Jawaban: A Mikroorganisme yang paling banyak menyebabkan penyakit karditia adalah Streptococcus viridans untuk endokarditia subakut dan Staphylococcus aureus untuk endokarditia infektif akut. Etiologi lainnya adalah Streptococcus faecalis, Serta Streptococcus dan Staphylococcus lainnya.ReferensiKapita Selekta Kedokteran, jilid 1, hal. 449.

95

95. Seorang pria berusia 23 tahun mendadak kedua tungkai dan kakinya lemah simetris, kesemutan di telapak kaki, dan beberapa jam kemudian kedua tangan dan lengannya ikut lemah. Sensoria tangan normal, buang air kecil dan buang air besar normal. Sembilan hari scbelumnya ia pernah sakit diare selama dua hari. Diagnosia kasus ini adalah ... a. Mielitis b. defisiensi vitamin c. miastenia gravis d. paralisia periodik e. GBS (Guillain-Barre syndrome)

95. Jawaban: E Pada pasien ini, Guillain-Barre syndrome (GBS) yang terjadi kemungkinan didahului oleh suatu infeksi pada saluran pencernaan (diare).

96

96. Hubungan antara diare dengan kelumpuhan pada kasus No. 95 di atas adalah ... a. virus menyerang saraf perifer b. penyakit autoimun c. gangguan elektrolit di otot d. defisiensi vitamin e. dehidrasi di otot-otot

96. Jawaban: B Beberapa bukti menunjukkan bahwa sindrom Guillain-Barr6 (GBS) adalah sebagai akibat dari respons imun terhadap non-self antigen yang juga bereaksi terhadap self-antigen, dalam hal ini adalah komponen penyusun sel saraf manusia. Hal ini terjadi karena struktur keduanya yang mirip (molecular mimicry). Antibodi antigangliosida, paling banyak terhadap GM1, Sering ditemukan pada penderita GBS (dalam 20-50% kasus), khususnya yang sebelumnya pernah menderita infeksi Campylobacter jejuni (salah satu bakteri penyebab diare). C. jejuni ternyata memiliki antigen yang secara struktural dapat bereaksi silang dengan protein GM1, salah satu protein penyusun sel saraf manusia.Referensi . Harrison's Principles of Internal Medicine, 16th ed., hal. 2508.

97

97. Nn. Yana, berusia 20 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan lemah pada kedua tungkai yang terjadi secara tiba-tiba 2 hari yang lalu. Sebelumnya, 1 minggu yang lalu, ia menderita diare selama 4 hari, dan sekarang sudah sembuh. Pada pemeriksaan neurologi GCS E4M6V5 menunjukkan status neurologis: dan susunan saraf otonom dalam batas normal. Pada kasus ini, penyebab yang paling mungkin adalah ... a. Infeksi b. tumor medula spinalis c. imunologi (autoimun) d. sklerosia saraf perifer e. infark medula spinalis

97. Jawaban: A Paralisia flaksid akut lower motor neuron (LMN) ditandai dengan keluhan kelemahan kedua tungkai secara tiba-tiba yang terjadi 2 hari yang lalu, dan penurunan refleks fisiologis, yang terjadi ±10 hari setelah infeksi virus pada saluran cerna atau saluran papas (pada pasien ini, 1 minggu sebelumnya ia menderita diare selama 4 hari dan sekarang sudah sembuh), dimulai dari otot-otot ekstremitas bawah (kekuatan otot ekstremitas bawah adalah 2, sedangkan otot ekstremitas atas masih 5), dan kelumpuhan relatif simetria (kanan–kiri sama-sama 2). Ini merupakan ciri khas sindrom Guillain-Barr6. Sindrom ini disebabkan oleh autoimun.Referensi . Diagnosia Klinia Awal, hal. 40.

98

98. Seorang wanita berusia 55 tahun mengeluh kumat-kumatan merasa nyeri pada wajahnya di sekitar pipi kanan, dan terasa seperti disayat pisau. Serangan terjadi pada saat mengunyah, saat berbicara, saat menguap, dan saat sikat gigi. Hasil pemeriksaan neurologis lainnya dalam batas normal. Riwayat sakit gigi (+) dan gigi sudah dicabut. Pada kasus ini, diagnosisnya adalah ... a. bell's palsy b. Migrain c. arteritia temporalis d. -neuralgia trigeminal e. Headache

98. Jawaban: D Pada pasien ini, serangan nyeri bersifat unilateral (di sekitar pipi kanan), sifat nyerinya seperti disayat pilau, dan serangan terjadi pada saat mengunyah, saat berbicara, saat menguap, dan saat menggosok gigi. Gejala-gejala ini sesuai dengan trigeminal neuralgia klasik. figerninal neuralgia adalah suatu serangan nyeri wajah dengan gejala khas berupa nyeri unilateral yang terjadi tiba-tiba, berlangsung singkat, dan jelas terbatas pada satu atau lebih distribusi cabang nervus trigeminus. Nyeri umumnya dicetuskan oleh stimulus ringan seperti membasuh, bercukur, merokok, berbicara, atau menggosok gigi, dan umumnya timbul spontan. Pada pasien ini, pemeriksaan neurologic lain dalam batas normal.Kriteria diagnostik untuk trigeminal neuralgia adalah: a. Serangan nyeri paroksismal, berlangsung beberapa detik sampai dua menit, melibatkan satu atau lebih cabang nervus trigeminus dan memenuhi kriteria B dan C. B. Nyeri paling sedikit memenuhi satu karakteristik sebagai berikut: -kuat, tajam, superficial, atau rasa menikam, -dipresipitasi dari trigger area atau oleh faktor pencetus. A. Jenia serangan bersifat stereotipe pada masing-masing individu. B. Tidak ada deficit neurologic. C. Tidak berkaitan dengan gangguan lain.Referensi' . Konsensus Nasional II, Diagnostik dan Penatalaksanaan Nyeri Kepala, hal. 56-57.

99

99. Terapi pada kasus No. 98 di atas adalah ... a. Karbamazepin b. Diklofenak c. Tramadol d. Paracetamol e. piroksikam

99. Jawaban: A Di antara penatalaksanaan trigeminal neuralgia adalah pemberian obat-obat sebagai berikut:Karbamazepin 400-1200 mg/hari Oxkarbazepin 600-2400 mg/hari Gabapentin 1200-3600 mg/hari Fenitoin 200-400 mg/hari Pembahasan 61 Lamotrigin 150-400 mg/hari Baklofen 30-80 mg/hari.Karbamazepin merupakan pilihan pertama dalam tata laksana farmakologis dari nyeri neuropatik trigeminal. Referensi 1. Konsensus Nasional 11, Diagnostik dan Penatalaksanaan Nyeri Kepala, hal. 56-57. 2.Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf, hal. 77.

100

100. Wanita G 3 P 2 A. dengan riwayat seksio sesaria; hamil aterm; 20 jam inpartu, bayi belum lahir setelah 3 jam dipimpin. Pada vaginal touches teraba tangan, letak belakang kepala. Cephalopelvic dysproportion relatif. Tindakan apa yang perlu dilakukan? a. Seksio sesaria b. Partus percobaan c. Vakum d. Forsep e. Kristeler

100. Jawaban: A Dalam kasus ini, bayi mengalami presentasi ganda. Presentasi ganda adalah keadaan di mana di dalam rongga panggul dijumpai tangan, lengan, atau kaki di samping kepala janin, atau dijumpai tangan di samping bokong. Presentasi ganda jarang ditemukan, yang paling Sering ditemukan di antaranya ialah adanya tangan atau lengan di samping kepala. Presentasi ganda terjadi karena pinta atas panggul tidak tertutup sempuma oleh kepala atau bokong, misalnya pada seorang multipara dengan perut gantung, pada kesempitan panggul, dan janin kecil. Diagnosia berdasarkan pemeriksaan dalam, akan teraba tangan, lengan, atau kaki di samping kepala atau bokong. Kemungkinan juga akan teraba tali pusat menumbung (prolaps funikuli: tali pusat berada di samping atau melewati presentasi janin di dalam jalan lahir setelah ketuban pecah).Pada presentasi ganda, pada umumnya tidak ada indikasi untuk mengambil tindakan, karena pada panggul dengan ukuran normal, persalinan dapat terjadi spontan pervaginam. Akan tetapi, apabila lengan seluruhnya menumbung di samping kepala sehingga menghalangi turunnya kepala, dapat dilakukan reposisi lengan (tangan penolong masuk ke dalam vagina dan mendorong lengan janin ke atas melewati kepalanya, kemudian kepala didorong ke dalam rongga panggul dengan tekanan dari luar).Apabila pada presentasi ganda ditemukan prolaps funikuli, maka penanganan tergantung kondisi janin dan pembukaan serviks. Bila janin dalam keadaan bank dan pembukaan belum lengkap, sebaiknya dilakukan seksio sesaria, sedangkan bila pembukaan lengkap, panggul normal pada multipara, maka dapat dilakukan persalinan pervaginam.Pada pasien ini, walaupun multipara, namun dengan presentasi ganda dan adanya CPD (cephalopelvic disproportion), maka dipilih seksio sesaria. persalinan juga telah berlangsung lama, dan adanya riwayat seksio sesaria menjadi pertimbangan dilakukannya seksio sesaria kembali.Referensi . Ilmu kebidanan, edisi 3, hal. 627-628.

101

101. Seorang wanita berusia 20 tahun,primigravida usia kehamilan 37 minggu, tekanan darah 180/110 mmHg, mengalami edema anasarka. Penyebab angka kematian ibu (IBU) yang tinggi selain karena penyakit di atas adalah...
a. diabetes melitus
b. pendarahan postpartum
c. tumor payudara
d. tumor serviks
e. blue baby syndrome

jawaban: B
sebab-sebab penting kematian maternal yaitu:
• sepsis puerperalis
• pendarahan a-entepartum (plasenta previa dan solusio plasenta), pendarahan postpartum (refensio plasenta, atonia uteri, trauma kelahiran). Abortus dan kehamilan ektopik.
• Pre-eklamsia, eklamsia, dan kelainan hipertensi dalam kehamilan
• Tromboemboli dan karena sebab-sebab di luar kehamilan, seperti penyakit

Refrensi
Ilm kebidanan, edisi 3, hal, 8-9.

102

102. Seorang anak perempuan berusia 7 tahun mengalami pendarahan pervaginam dengan tanda seksual sekunder (+) riwayat trauma genital disangkal. Kem. memungkinan, anak ini terkena penyakit....
a. Menarke
b. Pubertas dini
c. Pubertas tanda
d. Klinekartum
e. Pseudopubertas

Jawaban: B
Pubertas umumnya terjadi pada usia 12-15 tahun. Pada usia 12 tahun, kelenjar adrenal mulai aktif menghasilkan hormon, dan terjadi peningkatan pengeluaran androgen yang menyebabkan pembentukan rambut pubis atau pubarke, yang 6-12 bulan kemudian disusul dengan pembentukan rambut ketiak. Selain itu, mulai terjadi pigmentasi puiting dan proferasi mukosa vagina. Pendarahan pertama dari utereus pada seorang wanita disebut menarke, biasanya terjadi antara usia 11-13 tahun. Namun pada dasawarsa terakhir ini, usia menarke bergeser ke usia yang lebih muda.
Pada pubertas dini (perekoks), hormon gonadotropin di produksi sebelum anak berusia 8 tahun. Hormon ini merangsang ovarium sehingga muncul ciri seks sekunder, menarke, dan kemampuan reproduksi yang terjadi sebelum waktunya. Sebanyak 90% kasus tidak ditemukan adanya kelainan organik (jenis idiopatik atau konstitutional). Dalam hal ini, hipofisis, oleh penyebab yang belum diketahui, memproduksi hormon gonadotropin sebelum waktunya.
Pseudopubertas dini => gejala-gejala pubertas dapat timbul tanpa adanya pengaruh hormon gonadotropin dan tidak terjadi pada ovulasi. Penyebabnya misalnya, tumor-tumor ovarium yang memprokdusi estirogen seperti sel granulosa dan sel teka.
Pubertas tarda => jika pubertas terlambat (usia 14-16 tahun). Biasanya tidak ada kelainan yang mencolok, pubertas terlambat saja dan kemudian perkembanganya secara biasa. Biasanya disebabkan oleh faktor herditer, gangguan klesehatan dan kekurangan gizi.
Klimakterium => masa peralihan antara masa repropduksi dan masa senium (pasca menopeus). Terjadi pada wanita berusia pada 40-65 tahun, ditandai dengan berbagai macam keluhan edokrinologis dab vegetatif seperti hot flushes (gejolak panas), keringat banyak,rasa kedinginan, nyeri kepala, desingan dalam telinga, tekanan darah goyang, berdebar-debar, susah bernapas jari-jari satropi dan gangguan usus.. keluhan ini terutama disebabkan oleh menurunnya fungsi ovarium. Selain itu, juga terjadi gangguan psikologis seperti mudah tersinggung, depresi, kelelahan, semangat berkurang, dan susah tidur

Refrensi
Ilmu kandungan, edisi 2 halaman.92,96,236

103

103 Seorang wanita hamil mengalami pendarahan pada gusi, penyebabnya adalah....
a. Kekurangan vitamin B1
b. Xerostomia
c. Hormonal
d. Kekurangan vitamin C
e. Trauma

Jawaban: C
Dalam kehamilan seringkali gusi menjadi bengkak serta mudah berdarah, terutama saat menggosok gigi atau akibat sentuhan ringan lainnya. Hal ini terjadi karena pengaruh hormon estrogen yang meningkat. Terjadi pembengkakan gusi dan karena banyaj mengandung pembuluh darah, maka gusi mudah berdarah. Hal ini disebut dengan epulis gravidarum, dan setelah bayi lahir, epulis akan hilang dengan sendirinya.

Refrensi
Ilmu kebidanan, edisi 3 hal. 495

104

104 Seorang ibu hamil dengan tinggi fundus uteri = 41 cm, tiba-tiba mengalami pendarahan. Tekanan darahnya 180/110 mmHg, uterus tegang, bagian janin sulkit diraba, dan gula darah sewaktu = 230 tindakan yang sebainya dilakukan adalah...
a. Konservatif
b. Pemberian mgso4
c. Prevagina
d. Seksio sesaria
e. Induksi oksitosin

Jawaban : D
Efek diuabetes pada kehamilan :
• Kecendrungan terjadi pre-eklamsi-eklamsia meningkat sekitar 4 kali lipat.
• Beberapa infeksi sering terjadi dan memungkian keadaan lebih parah pada wanita yang menderita diabetes.
• Janin dapat berupa ukuran besar dan mempersulit persalinan dengan terjadinya cidera pada jalannya lahir.
• Sering terjadinya hidramnion
• Pendarahan postpartum lebih sering dijumpai
Pada wanita hamil yang menderita diabetes saksiosesaria sering dilakukan untuk menghindari persalingan yang traumatik bagi bayi yang besar, pada kehamilan aterm atau mendekati aterm. Pada kasus ini, ukuran bayi besar, dimana taksiran berat janinnya berdarsarakan rumus jansen dapat dihitung sebagian berikut :

(41-11) x 155 = 4650 g
Ibu sudah menunujukan tanda-tanda persalinan, yanng ditandai dengan bagian janin yang sulit traba dan uterus nya tegang, sehingga dilakukan seksio sesaria.
Refrensi
Obstetri williams, edis 18th ed/. Hal. 980,986

105

105 Lama perlambatan impuls di nodus AV dapat diamati dnhgan mengukur .....
a. Interval P-R
b. Segmen P-R
c. Segmen QRS
d. Segmen S-T
e. Interval Q-T

Jawaban : A

106

106 Pengaruh tidak langsung angiotesin ll pada tekanan darah adalah melalui.
a. Meningkatnya retensi air dan natrium
b. Meningkatnya asupan air
c. Meningkatnya rangsangan simpatis
d. Meningkatnya miokontraktilistas jantung
e. Semua yang di sebutkan di atas benar

Jawaban : A
Angiotensin ll berperan sebagai vasokonstrikator,angiotensin ll aktiv terutama di arteriol everen dan meningkatkan reabsorpsi Na+ tubulus proksimal.

Refrensi
1. Kasper et al.2004
2. Harrison’s Principles of internal medicien, 16th ed., McGram-Hill.

107

107 Hasil EKG seorang penderita bradikardia menunjukan tidak adanya gelombang P pada beberapa hantaran. Kondisi ini di sebabkan oleh adanya hambatan (blokade) pada...
a. Nodus SA
b. Berkas His
c. Serat Purkinje
d. Left bundele branch
e. Otot ventrikel

Jawaban: A
Gelombang P adalah gambaran depolarisasi atrium yang sebelumnya di inisiasi oleh adanya aktifitas di nodus SA.

Refrensi
1. Kasper et al.2004
2. Harrison’s Principles of internal medicien, 16th ed., McGram-Hill.

108

108 Seorang paseien berusia 75 tahun mengalami bengkak pada kedua tungkainya sejak 3 hari yang lalu. Melalui heteroanamesia didapatkan pasien seiring berbaring ditempat tidur dan makan hanya sedikit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tes uundulasi (+), otot tungkai atrofi, hati teraba 3 jari dibawah arkus kosta, dan tekanan vena jugularis (JVP) meningkat. Pada pemeriksaan laboratorium diketahui kadar albumin 3,5 mg/dl. Terapi yang sesuai untuk pasien ini adalah .....

a. Angiotensin recaptor blocker
b. beta-blocker
c. diuretik thiaid
d. loop diuretic
e. calcium channel blocker

jawaban : D

keluhan pada pasien ini adalah bengkak,maka terapi untuk endamen tungkai adalah loop diuretic
Refrensi
1. Kasper et al.2004
2. Harrison’s Principles of internal medicien, 16th ed., McGram-Hill

109

109 Bila ternyata pasien pada kasus no. 108 di atas mengalami prahipertensi, maka tekanan diastoiknya adalah
a. 80-89 mmHg
b. 90-104 mmHg
c. 105-139 mmHg
d. 140-159 mmHg
e. 160-189 mmHg

Jawabannya : A

110

110 Seorang laki-laki berusia 14 tahun dibawah ke poli saraf dengan keluhan utama kejang-kejang saat tidur dengan menenggak ke atas, mata melinting ke atas dan kejang-kejang kelojotan pada ke empat anggota gerak. Saat kejang, ia tidak sadar dan mengompol, mulut berbusa, dan terjadi selama 1-2 menit. Keluhan yang sama pertama kali muncul 2 mingu yang lalu. Riwayat epilepsi dalam keluarga (+). Apakah bentuk epilepsi yang paling tepat untuk pasien ini.
a. Epilepsi umum idioptik
b. Epilepsi umum simtomatik
c. Epilepsi umum kriptogenetik
d. Epilpesi parsial idioptik
e. Epilepsi parsial simtomatik

Jawabannya : A
Epilepsi dibedakan menjadi:
• Epilepsi parsial : tanpa penurunan kesadaran
• Epilepsi umum : dengan penurunan kesadaran
a. Epilepsi primer : tidak diketahui penyebab bangkitan epilepsinya, dinamai juga epilepsi genium/idiopatik/esensial/genetik.
b. Epilepsi sekunder : bangkitan epilepsi yang diketahui penyebabnya seperti anomali kongenital, kerusakan sistem saraf pusat SSP, sisa cacat bekas meningitis dan ensefalitis. Atrofif korteks serebri.anoksia uremia, eklamsia, hipoglikemia, dan lain-lain. Dioesbut juga epilepsi simtomatik.

Pada pasien ini, tidak diketahui penyebab bangkitan epilepsi dan ketika serangan, terjadi penurunan kesadaran pasien. Oleh karena itu, bentuk epilepsi pasien ini adalah epilepsi umum idiopatik.

Refrensi
Dasar-dasar ilmu penyakit saraf, hal 182

111

111 Anak dengean berat badan 25 kg membutuhkan parasetamol 10 mg/kgBB/ sekali sediaan yang ada adakah tablet parasetamol 500 mg. Parasetamol ini dibutuhkan untuk 4 hari. Berapa tablet yang berikan ?
a. X
b. VII
c. VI
d. IV
e. XX

Jawabannya : C
Kebutuhan parasetamol anak = 10 mg x 25 = 250 mg/kali biasanya diberikan 3 kali. Kebutuhan parasetamol perhari = 3 x 250 mg = 750 mg/hari (1,5 tablet/hari). Direncanakan diberikan 4 hari, jadi parasetamolyang diperlukan adalah 6 tablet

112

112 Seorang wanita berusia 37 tahun mengeluh sulit tidur, selalu merasa was-was, khawatir, dan gelisah. Ia selalu merasa cemas jangan-jangan akan terjadi sesuatu yang tidak baik terhadap dirinya dan keluarganya hal ini terjadi sejak anaknya mengalami kecelakaan lalu lintas dua hari yang lalu. Manakah diagnogsis yang paling mungkin ?
a. Reaksi stres akut
b. Gangguan cemas menyeluruh
c. Insomnia inorganatik
d. Gangguan penyesuaian
e. Gangguan ansietas fobik

jawabannya : B

113

113 Anda dipanggil kerumah seseorang pasien yang menurut keterangan yang diperoleh, ia sering pingsan dan sekarang seluruh badannya kaku. Saat tiba, ditemukan seorang wanita berusia 30 tahun yang sedang berbaring dan terus-menerus menarik napas panjang. Badannya penuh keringat, jari-jari tangannya kaku, dan ia sukar menelan. Ia dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Tekanan darahnya 120/80 mmHg, palpitasi dan pupil normal, suhu badan tidak meninggi, dan dinding perut tidak kaku, gangguan apa yang mungkin diderita oleh pasien ini ?
a. Reaksi konversi
b. Serangan epilepsi
c. Sindrom hiperventilasi
d. Tetanus
e. Substupor katatonik

Jawaban : A
Gangguan disosiatif (konversal) merupakan suatu kelompok gangguang dengan gejala utama kehilangan sebagian atau seluruh integrasi normal, berada di bawah kendali kesadaran antara ingatan masa lalu, kesadaran identitas, dan penginderaan segera, serta kontrol terhadap gerakan tubuh

Klinis
Amnesia disosiatif memiliki ciri utama hilangnya daya ingat.

Fugue disosiatif memikiki ciri amnesia, melakukan perjalanan tertentu melampaui hal-hal umum yang dilakukan sehari-hari, dan kemampuan mengurus diri sendiri (kemampuan yang dasar) tetap ada, termasuk melakukan interaksi sosial dengan orang yang belum dikenal.

114

114 Seorang pria berusia 28 tahun tampak gelisah dan membuat gaduh. Ia memecahkan barang serta tidak bisa tidur. Bicaranya kacau dan pada pemeriksaan fisik menunjukan tidak ada kelainan. Pertolongan pertama yang diberikan adalah .....
a. Diazepam 5 mg IM
b. Diazepam 5 mg IV
c. K, chin klorpromazin 50 mg IM
d. Klorpromazin 50 mg IV
e. Haloperidol 2 mg IV

Jawaban : C
Obat yang diberikan yaitu antipsikotik,neuroleptik, tranquilizer mayor. Dengan mempertimbangkan gejala psikosis yang dominan dan efek samping obat, contohnya klorpromanzian dan tiarzadin yang efek samping sedatifnya kuat terutama digunakan untuk sindrom psikosis dengan gejala dominan gaduh,gelisah, hiperaktif, sulit tidur kekacauan pikiran, perasaan, dan perilaku ; sedangkan seindrom psikosis dengan gejala dominan apatis, menarik diri, perasaan tumpul, kehilangan minat dan inisiatif, hopoaktif, waham dan halusinasi.

Refrensi
Kapita selekta keokteran, jilid 1, edisi 3 hal. 328

115

115 Seorang wanita berusia 40 tahun mengalami sesak napas dan merasa tercekik setelah disuntik antibiotik IV. Tindakan pertama yang harus dilakukan adalah ....
a. Head tilt, chin lift
b. Pasang infus
c. Pompa jantung luar
d. Defibrilasi
e. Pernapasan dari mulut-ke-mulut

Jawabanya : A
Langkah penanganan kegawatdaruratan adalah ABC. Jalan napas,pernapasan, sirkulasi, dan tulang belakang (kalau perlu) dinilai dan distabilkan. Cara untuk menstabilkan jalan napas antara lain dengan head tilt chin lift ataupun jaw thrust jaw thrust, sehingga jalan napas tetap paten, kemudia, pada kasus ini, dapat diberikan adrenalin.

Refrensi
Brester & sternbach, manual kedokteran darurat, edisi 6, hal 5,27.

116

116 Pada kasus no. 115 di atas,terapi apan yang akan anda berikan pada pasien?
a. Atropin
b. adrenalin
c. lidokain
d. kortikosteroid
e. salbutamol

jawaban : B
pada syok anafilaksis,cairan inctravena yang diberikan adalah dekstrosna 5% dalam NaCL sebanyak 2-3 L/m2 permukaan tubuh.

Refrensi
Panduan pelayanan medik, PAPADAI, 2006.

117

117 Pada kasus No.115 di atas,terapi apa yang akan anda berikan pada pasien?
a. Atropin
b. Adrenalin
c. Lidokain
d. Kortikosteroid
e. Salbutamol

Jawaban : B
Untuk syok anafilaktik,terapinya adalah adrenalin 1:1000 sejumlah 0,3-0,5 ml yang di berikan secara subkutan atau intramuskular pada lengan atas atau paha.

Referensi
Panduan pelayanan medik,PAPADAI,2006

118

118 Seorang anak berusia 3 tahun yang belum bisa bicara jika di panggil tidak menoleh.kemungkinan besar pasien ini mengalami tuli...
a. Sensorineural non-genetik
b. Tuli koduktif
c. Sensorineural genetik
d. Bawaan
e. Kongenital

Jawaban : A

Gangguan pendengaran pada bayi dan anak, sebagian besar merupakan kelainan non-genetik akibat dari kejadian saat prenatal, natal, dan postnatal. Biasanya merupakan kelainan kongenital, seperti pada syndrome-syndrome tertentu.
Kelainan non-genetik prenatal misalnya infeksi TORCH, serta penggunaan obat-obat otot toksik dan teratogenik. Masa prenatal misalnya pada prematuritas, bayi berat lahir rendah (BBLR), tindakan pada sat persalinan (penggunaan vakum,forsep), hiperbilirubenemia, asfiksia dan anoksia otak. Jenis ketulian yang terjadi akibat faktor prenatal dan prinatal ini adalah tuli saraf dengan derajat ketulian yang umumnya berat atau sangat berat. Ketulian ini terjadi pada kedua telinga (bilateral), sehingga menyebabkan tuli total(deaf). Ketulian akan mempengaruhi perkembangan kemampuan berbicara dan berbabhasa(dimulai sejak usia 18 biulan)

Refrensi
Fk UI, Buku Ajar ilmu kesehatan THT,hal.28-29

119

119 Seorang anak mengeluh nafasnya berbunyi. Ia mengorok dan napasnya berbau. Pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis adalah ....
a. Rhinoskopi anterior
b. Rhinoskopi posterior
c. Laringoskopi direk
d. Laringoskon indirek
e. Endoskopi

Jawabanya : D

Keluhan napas berbunyi dan ngorok menunjukan adanya sumbatan pada laring. Napas berbau mungkin ditimbulkan oleh proses inflamasi pada laring (pada laringitis akut,banyak terjadi pada anak-anak, umumnya merupakan kelanjutan dari rhinoparengitis). Dengan demikian, pemneriksaan yang perlu dilakukanuntuk melihat laring yang dapat dilakujkan oleh dokter umum adalah laringuskopi indirek.

Refrensi
FK UI, Buku Ajar ilmu kesehatan THT, hal 195-196

120

120. Pak Joni, seorang pria berusia 80 tahun, digiring polisi karena akan membunuh pamannya. Pak Joni datang ke kantor polisi dan melaporkan bahwa istrinya selingkuh dengan pamannya. Ia datang dengan membawa barang bukti berupa gambar cicak berwarna hijau. Oleh karena itu ia berniat untuk membunuh pamannya.
Diagnosisnya adalah ...
a. Halusinasi penglihatan
b. Ilusi
c. Waham cemburu
d. Obsesi
e. Pikiran paranoid

Jawaban : C
Pasien tersebut memiliki keyakinan yang tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan kenyataan, dan keyakinan itu dipertahankannya. Hal tersebut adalah ciri-ciri waham. Oleh karena itu, jawaban yang paling tepat adalah waham curiga/cemburu

121

121. Pak Joni, seorang pria berusia 80 tahun, digiring polisi karena akan membunuh pamannya. Pak Joni datang ke kantor polisi dan melaporkan bahwa istrinya selingkuh dengan pamannya. Ia datang dengan membawa barang bukti berupa gambar cicak berwarna hijau. Oleh karena itu ia berniat untuk membunuh pamannya. dalam menghadapi pasien tersebut sebaiknya dokter bersikap ...
a. Simpatik
b. Antipatik
c. Empatik
d. Kompromistik
e. Netral

Jawaban : C
Dalam menghadapi pasien, sebaiknya dokter bersikap empatik. Simpatik adalah berbagai (sharing) mengenai perasaan, ide, dan pengalam orang lain. Dibandingkan dengan empati, maka simpati bersifat tidak objektif.
Referensi : W.F. Maramis, Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, Airlangga University Press, 2004. Hal 265.

122

122. Pak Joni, seorang pria berusia 80 tahun, digiring polisi karena akan membunuh pamannya. Pak Joni datang ke kantor polisi dan melaporkan bahwa istrinya selingkuh dengan pamannya. Ia datang dengan membawa barang bukti berupa gambar cicak berwarna hijau. Oleh karena itu ia berniat untuk membunuh pamannya. pengobatan yang paling tepat untuk pria tersebut adalah ...
a. Antiansietas
b. Antidepresi
c. Antiansietas + Antidepresi
d. Sedatif hipnotik
e. Antipsikotik

Jawaban E
Karena pasien tersebut mengalami gejala psikotik, yaitu waham, sebaiknya pasien diterapi dengan obat antipsikotk, misalnya klorpromazin, haloperidol, fluvenazin, risperidon.
Referensi : Kapita Selekta Kedokteran, Jilid 1, edisi 3, hal.205

123

123. Seorang Ibu membawa bayinya yang baru berusia 2 hari ke poli mata dengan keluhan kedua mata bayinya selalu terpejam dan bila dibuka akan keluar cairan kekuningan yang terjadi sejak lahir. Dari pemeriksaan didapatkan sekret purulen pada kedua mata, injeksi pada konjungtiva dan perikornea, sedangkan kornea dalam keadaan jernih. Dari pemeriksaan diplokokus Gram-negatif. Diagnosis pada bayi ini adalah ...
a. Konjungtivitis gonorea
b. Keratokonjungtivitis
c. Endoftalmitis
d. Uveitis anterior
e. Proptal selulitis

Jawaban A
Gejala muncul hari 1-3 setelah kelahiran, sekret purulen, kemosis, injeksi konjungtiva dan perikornea. Berdasarkan gejala, diagnosis mengarah pada konjungtivitis gonorea (konjungtivitis gonokokus), dan dipastikan dengan ditemukannya diplokokus Gram-negatif (Neisseria Gonorrhoea) pada apusan sekret mata.
Referensi
FK UGM, Bagian Ilmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal.39.

124

124. Seseorang pria datang dengan keluhan mata kanannya tergores daun padi 1 minggu yang lalu dan sekarang terasa nyeri, merah, dan penglihatannya menjadi kabur. Pemeriksaan fisik menunjukkan mata kanan visus 3/60, spasme konjungtiva, dan perikornea injeksi positif. Dengan uji fluoresensi. Di kornea ditemukan defek berdiameter 3mm. Berwarna keputihan, dan menggaung sampai setengah kedalaman stroma. Pada tes laboratorium didapatkan kuman pseudomonas. Kondisi pasien mengalami perbaikan setelah mendapatkan terapi tetes mata dibekasin. Diagnosis yang tepat untuk pria ini adalah ...
a. Keratitis
b. Ulkus kornea
c. Keratokonjungtivitis
d. Blefaritis
e. Konjungtivitis

Jawaban B
Defek Kornea, menggaung, hingga setengah kedalaman stroma, dan fluoresensi positif, mengarah pada ulkus kornea yang disebabkan oleh pseudomonas.
Referensi
FK UGM, Bagian sifat spesiIlmu Penyakit Mata, Ilmu Kesehatan Mata, 2007, hal.46

125

125. Dalam pelayanan kesehatan dikenal bentuk pelayanan kesehatan strata pertama, strata kedua, dan strata ketiga. Contoh pelayanan kesehatan strata pertama adalah ...
a. Pelayanan kesehatan di rumah sakit umum daerah
b. Pelayanan kesehatan masyarakat yang diselenggarakan oleh Dinkes TK II
c. Poliklinik kesehatan di rumah sakit umum
d. Pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh rumah sakit khusus
e. Pelayanan kesehatan yang bersifat spesifik

Jawaban C
Dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN) 2004, tidak dituliskan mengenai sistem pelayanan kesehatan, tetapi disebutkan sebagai upaya kesehatan. Dalam sistem kesehatan nasional tahun 2004, dikenal Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perorangan (UKP). UKM dan UKP masing-masing mempunyai 3 strata.
UKP :
1. UKP strata 1 (tingkat dasar) : yaitu yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dasar yang ditujukan kepada perorangan, meliputi berbagai bentuk pelayanan kesehatan profesional (praktek dokter, praktek bidan, klinik 24 jam, rumah bersalin, poliknik dan balai pengobatan) dan puskemas (fungsi pelayanan kesehatan perseorangan).
2. UKP strata II (tingkat lanjutan) : yaitu yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan spesifik yang ditujukan kepada perorangan, meliputi praktek dokter spesialis, klinik spesialis, BP4, BKMM, rumah sakit kelas C dan kelas B nonpendidikan milik pemerintah, dan rumah sakit swasta.
3. UKP strata III (tingkat unggulan) : yaitu yang mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan subspesialistik yang diujukan kepada perorangan, meliputi praktek dokter spesialis konsultan, klinik dokter spesialis konsultan, rumah sakit kelas B pendidikan, Rumah sakit kelas A milik pemerintah, serta rymah sakit khusus dan rumah sakit swasta.
UKM :
1. UKM strata I : puskesmas mempunyai 6 jenis pelayanan kesehatan tingkat dasar.
2. UKM strata II : Dinas Kesehatan Kabupaten (fungsi manjerial dan fungsi teknis kesehatan).
3. UKM strata III : Dinas Kesehatan Provinsi dan Departemen Kesehatan (fungsi manajerial dan fungsi teknis kesehatan).
Di dalam SKN tidak disebutkan mengenai rumah sakit umum, tetapi jika dianalis, rumah sakit umum setara dengan klinik 24 jam, dan biasanya hanya memberikan pelayanan kesehatan dasar. Akan tetapi kalau rumah sakit umum tersebut sudah mempunyai pelayanan kesehatan spesialistik, maka tidak bisa disebut pelayanan kesehatan starata I.
Referensi
1. Departemen Kesehatan RI, Sistem Kesehatan Nasional Tahun 2004, Jakarta.
2. http//:www.dinkes..bantulkab.go.id/dl_dok.php?node=54

126

126. Pada pelayanan kesehatan (yankes), di kenal ada beberapa ukuran/parameter yang membedakan pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat. Jika ditinjau dari segi tujuan utamannya, jawaban yang benar adalah ...
a. pelayanan kesehatan perorangan tujuan utamanya perorangan, dan pelayanan utamannya perorangan, dan pelayanan kesehatan masyarakat tujuan utamanya masyarakat
b. pelayanan kesehatan perorangan tujuan utamanya pengobatan, dan pelayanan kesehatan mayarakat tujuan utamanya pencegahan
c. Pelayanan kesehatan perorangan tujuan utamanya biaya tinggi, dan pelayanan kesehatan masyarakat tujuan utamanya biaya murah
d. Pelayanan kesehatan perorangan tujuan utamanya imbal jasa, dan pelayanan kesehatan masyarakat tujuan utamanya gaji
e. Pelayanan kesehatan perorangan tujuan utamanya sederhana, dan pelayanan kesehatan masyarakat tujuan utamanya kompleks

Jawaban : A
Definisi UKM dan UKP
UKM (Upaya Kesehatan Masyarakat) adalah setiap kegiatan yang dilakukan pemerintah dan/atau masyarakat serta swasta untuk memelihara dan meningkatkan kesehtan, serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan di masyarakat.
UKP (Upaya Kesehatan Perorangan) adalah setiap kegiatan yang dilakukan pemerintah dan/atau masyarakat serta swasta untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyumbuhkan penyakit, serta memelihara kesehatan perorangan.
Jadi dalam hal ini, baik UKM mauoun UKP sama-sama mempunyai fungsi pencegahan. Perbedaannya adalah UKM menanggulangi timbulnya masalah kesehatan di masyarakat, sedangkan UKP menyembuhkan penyakit serta memelihara kesehataan perorangan. Penanggulangan dan pengobatan levelnya sama, sehingga perbedaannya adalah UKM untuk masyarakat dan UKP untuk perorangan.
Referensi
1. Departemen Kesehatan RI, Sistem kesehatan nasional tahun 2004, jakarta
2. http//:www.dinkes.bantulkab.go.id/dl_dok,php?node=54

127

127. Jaminan kesehatan daalam bentuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan dangan sistem jaminan pemeliharaan kesehehatan masyarakat miskin (JKPM) menjanjikan banyak manfaat bagi masyarakat. Salah satu manfaatnya adalah ...
a. terpenuhinya semua pelayanan kesehatan
b. biaya kesehtan paling murah
c. biaya kesehatan menjadi tidak ada/gratis
d. Terbebas dari kesulitan biaya pelayanan
e. Biaya pelayanan jadi seimbang dangan keadaan ekonomi masyarakat

Jawaban : D
Undang-undang dasar 1945 pasal 28 dan undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan, menetapkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Oleh karen itu, setiap individu, keluarga, dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya. Derajat kesehatan masyarakat miskin yang masih rendah tersebut diakibatkan karena sulitnya akses terhadap pelayanan kesehatan. Kesulitan akses pelayanan ini di pengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tidak adanya kemampuan secara ekonomi karena biaya kesehatan memang mahal. Untuk menjamin akses penduduk miskin terhadap pelayanan kesehatan sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang dasar 1945, maka sejak tahun 2005 telah di upayakan untuk mengatasi hambatan dan kendala tersebut melalui pelaksanaan kebijakan Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin (JPKM). Upaya-upaya pelayanan kesehtan penduduk miskin memerlukan penyelesaian menyeluruh dan perlu disusun strategi serta tindakan pelaksanaan pelayanan kesehatan yang peduli terhadap penduduk miskin. Pelayanan kesehatan peduli penduduk miskin meliputi upaya-upaya sebagai berikut:
a. Membebaskan biaya kesehatan dan mengutamakan masalah-masalah kesehatan yang banyak diderita masyarakat miskin, seperti tuberkulosis (TB), malaria, kurang gizi, penyakit menular seksual (PMS), dan pelbagaipenyakit infeksi lain dan kesehatan lingkungan.
b. Mengutamakan penanggulangan penyakit penduduk tidak mampu.
c. Meningkatkan penyediaan serta efektivitas pelbagai pelayanan kesehatan masyarakat yang bersifat nonpersonal, seperti penyuluhan kesehatan, regulasi pelayanan kesehatan, termasuk penyedian obat, keamanan dan fortifikasi makanan, pengawasan kesehatan lingkungan, serta kesehatan dan keselamatan kerja.
d. Meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan penduduk tidak mampu.
e. Reakolasi pelbagai sumber daya yang tersedia dengan memprioritaskan pada daerah miskin.
f. Meningkatkan partisifasi dan konsultasi dengan masyarakat miskin. Masalah kesehatan masyarakat bukan masalah pemerintahan saja, melainkan masalah masyarakat itu sendiri, karena itu perlu dilakukan peningkatan pemberdayaan masyarakat miskin

Referinsi
http://www.jpkm-online.net/index.php?option=com_content&task=view&id=53&itemid=89

128

128. salah satu puskesmas adalah mengembangkan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya. Salah satu tujuan pembangunan kesehatan oleh puskesmas adalah ...
a. mengadakan pengobatan murah
b. mengadakan sarana kesehatan
c. menurunkan angka kematian
d. meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat
e. meningkatkan cakupan program puskesmas

Jawaban: D

tiga fungsi utama puskesmas yaitu:
1. Sebagi pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan,
2. Pusat pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan,
3. Pusat pelayanan kesehatan dasar (promosi kesehatan, kesehatan ibu, anak, dan KB, perbaikan gizi, kesehatan lingkungan, pemberantasan penyakit menular, pengobatan dasar).
Pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerja tidak hanya semata pembangunan fisik saja, tetapi juga mentalitas masyarakatnya untuk hidup sehat.
Referensi
1. departemen kesehatan RI, Sistem Kesehatan Nasional Tahun 2004, Jakarta
2. http//:www.dinkes.bantulkab.go.id/dl_dok.php?node=54

129

129. dalam data vital statistic yang di buat oleh dokter puskesmas, terdapat data sex ratio at birth 105%. Apakah artinya?
a. penduduk wanita lebih banyak daripada pria
b. Penduduk bayi perempuan 5% lebih banyak daripada bayi laki-laki
c. Penduduk bayi laki -laki lebih banyak 5% daripada bayi perempuan
d. Penduduk pria lebih banyak daripada wanita
e. Penduduk bayi perempuan lebih banyak 5%daripada bayi laki-laki

Jawaban : C
sex ratio at birth adalah jumlah bayi laki-laki yang lahir, dibagi dengan jumlah bayi permpuan, di kali 1000. Sex ratio merupakan indikator demografik yang penting. Sex ratio at birth 105% berarti 1050 jumlah bayi laki-laki lahir per 1000 jumlah bayi perempuan yang lahir. Jumlah kelahiran bayi laki-laki lebih banyak 50 di bandingkan jumlah kelahiran bayi perempuan =50/1000 × 100% =5%

Referensi
1. national vital statistics report, vol. 53, no. 20, ternds of analysis of six ratio and birth in the united steta, june 2005.
2. http//www.cdc.gov/nchs/data/nsvr/nsvr53/nswr53_20.pdf

130

130. seorang pria berusia 67 tahun datang dengan keluhan perutnya semakin membesar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan massa pada perut kanan atas, dan berdungkul. USG abdomen menunjukkan adanya nodul pada lobus kanan hati. Pemeriksaan yang menunjang diagnosis pada pasien ini adaalah ...
a. CA 19-9
b. ?-fetoprotein
c. PSA
d. CA-153
e. Seramoeba

Jawaban : B
Adanya keluhan perut semakin membesar, dan temuan pada pemeriksaan fisik berupa didapatkannya massa pada perut kanan atas dan berdungkul, serta hasil USG abdomen berupa nodul pada lobus kanan hati, mengarahkan diagnosis kepada karnisoma hati. Pemeriksaan penyaring pada karsinoma hati antara lain dengan menggunakan penanda tumor.
Alfa-fetoprotein (AFP) adalah protein serum normal yang disintesis oleh sel hati fetal, sel yolk sac, dan sedikit sekali oleh saluran gastrointestinal fetal. Rentang normal AFP serum adalah 0-20 ng/mL. Kadar AFP meningkat pada 60-70% dari pasien karsinoma hepatoseluler (hepatocellular carcinoma, HCC), dan kadar lebih dari 400 ng/mL adalah diagnostik atau sangat sugestif untuk HCC.
Penanda tumor lain untuk HCC adalah des-gamma carboxy prothrombin (DPC) atau PIVKA-2, yang kadarnya meningkat pada hingga 91% pasien HCC, namun juga dapat meningkat pada defisiensi vitamin K, hepatitis kronik aktif, atau metastasis karsinoma. Adapun beberapa lagi penanda HCC, seperti AFP-L3 (suatu sufraksi AFP), alfa-L-fukosidase serum, dll, tetapi tidak ada yang memiliki agregat sentivitas dan spesifisitas melebihi AFP, AFP-L3, dan PIVKA-2`
Referensi
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, edisi IV, hal, 459.

131

131. Seorang pria berusia 36 tahun datang dengan keluhan nyeri perut kanan atas, di sertai demem 10 hari. Pada pemeriksaan fisik di dapatkan hepatomegali dan nyeri tekan. USG abdomen menunjukkan gambaran dabses hati dengan diameter 9 cm. Pemeriksaan penunjang yang perlu di lakukan terhadap pasienini adalah ...
a. elektroforesis protein
b. HbsAg
c. Anti-HCV
d. Alkali fostafase
e. Seramoeba

Jawaban: E
Pemeriksaan penunjang pada abses hati meliputi pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan adiologis. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan leukositas yang tinggi dengan pergeseran ke kiri, anemia, peningkatan laju endap darah, peningkatan enzim transaminase dan serum bilirubin, berkurangnya kadar albumin serum, dan waktu protrombin yang memanjang. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kegagalan fungsi hati yang disebabkanabses hati piogenik (AHP). Tes serologi di gunakan untuk menyingkirkan diagnosis banding. Kultur darah yang memperlihatkan bakteria penyebab menjadi standar emas untuk menegakkan diagnosis secara mikrobiologi. Pada pemeriksaan penunjang yaang lain, seperti pada pemeriksaan foto toraks dan foto polos abdomen, ditemukan diafragma kanan meninggi, efusi pleurel, atelektasis basiler, empiema, atau abses paru. Pada foto toraks PA, sudut kardiofrenikusi tertutup; dan pada posisi lateral, sudut kostofrenikus anterior tertutup. Di bawah diagfarma, terlihat bayangan udara atau air fluid level. Abses lobus kiri akan mendesak kurvatura minor. Secara angiografik, abses merupakan daerah avaskuler. Pemeriksaan penunjang yang lain yaitu CT scan atau MRI abdominal, ultrasonografi abdominal, dan biopsi hati, kesemuanya saling menunjang sehingga memiliki nilai diagnostik yang semakin tinggi.
Referensi
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, edisi IV, hal.462

132

132. seorang wanita berusia 18 tahun datang dengan keluhan nyeri pada seluruh lapangan perut, disertai muntah, sulit flatus, dan kembung. Ia mengalami demam sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik di temukan: kesadaran kompos mentis, tekanan darah 80/60 mmHg, denyut nadi 140 kali/menit, kecil, suhu aksilern 36,2°C, suhu rektal 39°C, meteorismus, nyeri seluruh lapangan perut, bising usus jarang. Kemungkinan wanita ini mengalami ...
a. Perforasi tiroid
b. Apendisitis
c. Karsinoma kolon
d. Gastritis akut
e. Ileus paralitik

Jawaban : A
Nyeri pada seluruh lapangan perut yang di sertai dengan muntah, sulit flatus, meteorismus, dan menurunnya peristaltik usus, merupakan tanda dari adanya peritonitis. Pada pasien ini terdapat riwayat adanya demam sejak 2 mingguyang lalu. Berdasarkan data yang dimiliki oleh pasien, maka diagnosis yang paling mungkin mengakibatkan tersebut adalah perforasi tiroid.
Informasi berikut ini untuk soal no.133-136. Seorang wisatawan dari jerman, berusia 40 Tahun, sehabis minum es cendol, maka pada malam harinya ia menderita diare 10 kali yang berwarna kuning, encer, tanpa lendir dan darah, disertai mulas. Selain itu, ia juga mengalami demam. Pada pemeriksaan fisik di temukan: kesadaran compos mentis, tekanan darah 110/80mmHg, denyut nadi 84 kali/menit, suhu aksiler 37,5°C.

133

133. penyebab yang pertama kali dipikirkan adalah ...
a. Salmonella
b. E. Coli
c. Virus norwalk
d. Shigella
e. Amoeba

Jawaban: B
Pada pasien ini, hal yang harus di cermati adalah pasien merupakan wisatawan yang sedang bepergian/melancong ke negara berkembang/daerah tropis, dan terdapat riwayat mengkonsumsi makanan yang tidak biasa di konsumsi (es cendol). Data lain yang juga perlu di cermati adalah sifat diare yang akut (muncul malam hari setelah mengkonsumsi es cendol), serta tidak dijumpai lendir maupun darah pada feses pasien. Kondisi yang demekian menunjukkan bahwa diare yang dialami pasien adalah diare akut yang di sebabkan oleh bakteri non-invasif (enterotoksigenetik). Bakteri yang tidak merusak mukosa ini misalnya vibrio cholerae eltor, enterotoxigenic E. Coli (ETEC), dan C. Perfringens. ETEC merupakan penyebab tersering diare pada turis.
Referensi
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, edisi IV, hal 410-413

134

134. saran yang di berikan kepada wisatawan tersebut adalah ...
a. Vaksinasi sebelum berangkat
b. Vaksinasi setelah tiba di tempat tujuan
c. Vaksinasi dengan jenis vaksin yang sesuai dengan penyakit yang bersifat endemik
d. Menghindari mengonsumsi minuman yang tidak di kemas
e. Menelan antibiotik setiba di daerah tersebut hingga waktu pulang

Jawaban : D
Saran yang dapat di berikan kepada wisatawan asing yang melancong ke negara berkembang/daerah tropis adalah menghindari makanan atau keadaan makan yang tidak biasa, seperti makanan laut dan shell fish, terutama yang mentah, restoran dan rumah makan cepat saji (fast food), banket, dan piknik. Selain itu, perlu juga menghindari konsumsi minuman yang tidak dikemas. Untuk turis tertentu yaang bepergian ke daerah berisiko tinggi, kuinolon (misalnya siprofloksasin 500 mg/hari) dapat dipakai sebagai profilaktik yang memberikan perlindungan sekitar 90%. Obat profilaktik lainnya termasuk trimetropim-sulfametoksazol dan bismut subsalisat.
Referensi
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, edisi IV, hal. 410-414

135

135. Suhu badan yang subfebril akibat...
a. infeksi bakteri
b. infeksi parasit
c. mual
d. mulas
e. dehidrasi

Jawaban : E
Pada pasien dengan diare akut infektif datang dengan keluhan khas yaitu mual, muntah, nyeri abdomen, demam, dan feses yang sering. Pasien yang memakan toksin atau pasien yang mengalami infeksi toksigenik secara khas mengalami mual dan muntah sebagai gejala prominen, bersama dengan diare air, tetapi jarang mengalami demam.
Pada diare, adanya demam subfebril seringkali diakibatkan oleh kondisi dehidrasi. Dehidrasi dapat timbul jika diare berat dan asupan oral terbatas, karena mual dan mungtah, terutama pada anak kecil dan orang berusia lanjut. Dehidrasi bermanifestasi sebagai rasa haus yang meningkat, berkurangnya jumlah buang air kecil dengan urin berwarna gelap, tidak mampu berkeringat, dan terjadi perubahan ortostatik. Dehidrasi menurut keadaan klinisnya dapat dibagi atas 3 tingkatan :
1. Dehidrasi ringan (kehilangan cairan 2-5% berat badan) : gambar klinisnya turgor kurang, suara serak (vox cholerica), pasien belum jatuh dalam kondisi presyok.
2. Dehidrasi sedang ( kehilangan cairan 5-8% berat badan) : turgor buruk, suara serak, pasien jatuh dalam kondisi presyok atau syok, denyut nadi cepat, nafas cepat dan dalam.
3. Dehidrasi berat ( kehilangan cairan 8-10%) : tanda dehidrasi sedang yang ditambah dengan kesadaran menurun ( apatis sampai koma), otot-otot kaku, dan terjadi sianosis.
Referensi
Buku ajar ilmu penyakit dalam, jilid I, edisi IV, hal. 412-413.

136

136. Bila pada pemeriksaan fisik ditemukan tanda Murphy (+), hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan peningkatan transaminase serum dan bilirubin total, dan pemeriksaan serologis menunjukan HbsAg serta anti-HbsAb negatif, maka kelainan yang sangat mungkin dialami oleh penderita ini adalah....
a. kolesistitis akut
b. kolelitiasis
c. kelesistitis kronik
d. apendisitis
e. pankreatitis akut

Jawaban : A
Keluhan yang agak khas untuk serangan kolesistitis akut adalah kolik perut disebelah kanan atas atau epigastrium, nyeri tekan, serta kenaikan suhu badan. Kadang-kadang, rasa sakit menjalar ke pundak dan dapat berlangsung sampai 60 menit tanpa reda. Berat ringannya keluhan sangat bergantung dari adanya kelainan inflamasi yang ringan sampai dengan gangren atau perforasi kandung empedu. Pada pemeriksaan fisik teraba masa kandung empedu dan nyeri tekan disertai tanda-tanda peritonitis lokal (tanda Murphy). Pemeriksaan laboratorium menunjukan adanya leukositosis serta kemungkinan peningkatan serum transaminase dan alkali fosfatase. Apabila keluhan nyeri bertambah hebat yang disertai dengan suhu badan tinggi mengigil serta leukositosis berat, maka kemungkinan terjadi empiema dan perforasi kandung empedu perlu di pertimbangkan.
Referensi
Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, edisi IV, hal. 479.

137

137. Seorang pria berusia 75 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan utama mengalami perdarahan dari dubur. Keluhan ini disertai perubahan kebiasaan buang air besar (konstipasi, diare intermiten, tenesmus, dan nyeri perut). Pemeriksaan radiologis apakah yang diperlukan?
a. foto abdomen datar
b. foto toraks tegak
c. barium enema
d. dubur barium
e. foto dekubitus lateral kiri

Jawaban : C
Adanya keluhan perdarahan dari dubur yang disertai dengan perubahan kebiasaan buang air besar berupa konstipasi, diare intermiten, tenesmus, dan nyeri perut, serta pasien yang sudah berusia lanjut, mengarkan diagnosis kepada karsinoma kolorektal. Pendekatan diagnosis karsinoma kolorektal dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi. Pemeriksaan radiologi dilakukan dengan pemeriksaan enema barium kontras ganda
Referensi
Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, edisi IV, hal. 342-343.

138

138. Seorang pria berusia 46 tahun datang ke UGD karena mengalami muntah dan buang air besar berdarah 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Keluhan diawali dengan nyeri mendadak pada ulu hati, muntah juga mengandung sisa makana tetapi lebih banyak seperti ter. Nyeri ulu hati berulang sejak 1 tahun yang lalu, biasanya nyeri terasa beberapa jam setelah makan. Akral dingin, nyeri tekan dan defans muskular negatif. Perut tidak kembung dan bising usus meningkat. Tidak ditemukan tanda gagal hati. Tekanan darah 90/60 mmHg, denyut nadi 110 kali/menit, lemah dan tidak teratur.Apakah diagnosis yang tepat untuk pasien ini?
a. syok perdarahan kerena pecahnya varises esofagus
b. syok perdarahan karena pecahnya ulkus peptikum
c. syok perdarahan kerena varises fundus lambung akut
d. syok perdarahan karena kanker lambung
e. syok perdarahan karena malformasi vaskular

Jawaban : B
Adanya riwayat nyeri ulu hati berulang sejak 1 tahun yang lalu, yang biasanya terjadi beberapa jam setelah makan, mengarahkan diagnosis kepada ulkus peptikum. Salah satu komplikasi dari ulkus peptikum adalah perforasi. Selain itu, komplikasi lainnya berupa perdarahan dan stenosis pilorik/gastric autlet obstruction. Bila ulkus peptikum mengalami perforasi, maka akan muncul gejala rasa sakit secara tiba-tiba, sakit berat, dan sakit difus pada perut. Komplikasi lain berupa perdarahan dapat mengakibatkan pasien jatuh dalam keadaan syok hemoragik.
Referensi
Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, adisi IV, hal. 343.

139

139. Manakah penanganan awal yang harus dilakukan terhadap pasien ini?
a. resusitasi cairan, pengawasan ketat terhadap tanda vital, oabat maag
b. resusitasi cairan dan transfusi, o2, NGT, obat maag
c. resusitasi cairan dan transfusi, o2, NGT, anti biotik berspektrum luas, laparotomi
d. resusitasi cairan, pengawasan ketat terhadap tanda vital, transfusi, o2, NGT, endoskopi
e. resusitasi cairan, o2, NGT, bilas lambung, antibiotik, berspektrum luas

Jawaban : C
Terapi perforasi ulkus peptikum meliputi dekompresi, pemasangan selang nasogastrik (nasogastric tube, NGT), dan aspirasi isi lambung terus-menerus, pasien di puasakan, diberi nutrisi, parenteral total dan diberi antibiotik yang diikuti tindakan operasi. Pada kondisi syok hemoragik dilakukan pemberian transfusi darah. Pemberian trasfusi pada ulkus peptikum dengan komplikasi perdarahan dilakukan dengan memperhatikan tanda-tanda hemodinamik pasien yang menunjukkan tekanan darah sistolik 100/menit, Ht 30.
Referensi
Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, adisi IV, hal. 343

140

140. Seorang pria berusia 46 tahun datang ke UGD karena mengalami muntah dan buang air besar berdarah 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Keluhan diawali dengan nyeri mendadak pada ulu hati, muntah juga mengandung sisa makana tetapi lebih banyak seperti ter. Nyeri ulu hati berulang sejak 1 tahun yang lalu, biasanya nyeri terasa beberapa jam setelah makan. Akral dingin, nyeri tekan dan defans muskular negatif. Perut tidak kembung dan bising usus meningkat. Tidak ditemukan tanda gagal hati. Tekanan darah 90/60 mmHg, denyut nadi 110 kali/menit, lemah dan tidak teratur. Apakah cairan yang paling tepat untuk pasien ini?
a. PRC ( packed red blood cell )
b. transufusi darah lengkap
c. RL ( ringer laktat )
d. HES (hydroxyethyl starch )
e. salin normal

Jawaban : B
Pada kondisi perforasi ulkus peptikum dengan syok hemoragik perlu dilakukan pemberian transfusi darah. Pemberian transfusi pada ulkus peptikum dengan komplikasi perdarahan dilakukan dengan memperhatikan tanda-tanda hemodinamik pasien: tekanan darah sistolik 100/menit, Ht 30.
Referensi
Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, adisi IV, hal. 343

141

141. Seorang pria berusia 46 tahun datang ke UGD karena mengalami muntah dan buang air besar berdarah 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Keluhan diawali dengan nyeri mendadak pada ulu hati, muntah juga mengandung sisa makana tetapi lebih banyak seperti ter. Nyeri ulu hati berulang sejak 1 tahun yang lalu, biasanya nyeri terasa beberapa jam setelah makan. Akral dingin, nyeri tekan dan defans muskular negatif. Perut tidak kembung dan bising usus meningkat. Tidak ditemukan tanda gagal hati. Tekanan darah 90/60 mmHg, denyut nadi 110 kali/menit, lemah dan tidak teratur. setelah pasien diresusitasi, tampak perbaikan hemodinamik. Pada endoskopi saluran cerna terlihat sumber perdarahan, namun terpai gagal unntuk menghentikan perdarahan, dan 750 mL darah dibutuhkan untuk menjaga tekanan darah cukup selama 8 jam. Manakah penanganan selanjutnya yang paling tepat?
a. Adrenalin intravena
b. Laparotomi eksplorasi
c. lebih banyak transfusi darah
d. omeprazol intravena
e. pitresin drip

Jawaban : B
Terapi perforasi ulkus peptikum meliputi dekompresi, pemasangan selang nasogastrik ( nasogastric tube, NGT), dan aspirasi isi lambung terus menerus, pasien dipuasakan, diberi nutrisi parenteral total dan diberi antibiotika yang diikuti tindakan operasi. Laparotomi eksplorasi ditujukan untuk mengatasi sumber perdarahan.
Referensi
Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, adisi IV, hal. 343

142

142. Seorang pria berusia 55 tahun datang ke UGD dengan keluhan utama nyeri seluruh perut sejak 2 hari yang lalu nyeri dimulai di ulu hati, kemudian nyeri bertambah dan menyebar keseluruh perut. Pasien tampak berkeringat dan letargi. Nyeri tekan (-), nyeri lepas tekan (+), perut kembung, dan bunyi usus menurun. Batas paru – hati menghilang. Tekanan darah 100/60 mmHg, denyut nadi 110 kali/menit, suhu badan 38o C. Pasien mempunyai riwayat ulu hati selama 1 tahun. Pasien selalu mengonsumsi obat aspirin untuk keluhan nyeri kepalanya. Penyebab paling sering penyakit ini adalah...
a. Paritonitis primer
b. Paritonitis sekunder
c. Paritonitis tersier
d. Paritonitis faseal
e. foreign body peritonitis

Jawaban : B
Adanya riwayat ulu hati berulang sejak 1 tahun yang lalu dan riwayat mengonsumsi obat aspirin (OAINS) mengarahkan diagnosis gastropati OAINS. Sebagian besar efek samping OAINS pada saluran cerna bersifat ringan dan reversibel. Hanya sebagian kecil yang menjadi berat yaitu tukak peptik, perdarah saluran cerna, dan perforasi. Perforasi pada lambung dapat mengakibatkan peritonitis. Peritonitis ini ditandai dengan keluhan utama nyeri saluran perut, perut kembung, bising usus menurun, serta batas paru-hati menghilang. Paritonitis yang diakibatkan oleh perforasi dari organ-organ dalam abdomen termasuk dalam peritonitis sekunder.
Referensi
Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, adisi IV, hal. 338

143

143. Pada penderita glomerulonefritis pascastreptokokus, didapatkan hasil pemeriksaan kreatinin dan volume urin sebagai berikut :
- konsentrasi kreatinin plasma : 0,01 mg/Ml
- Konsentrasi kreatinin urin : 0,80 mg/Ml
- volume urin : 720 Ml
- lama penampungan urin adalah 12 jam (720 menit)
Maka, laju filtrasi glomerulus (LFG) = ............ mL plasma/menit
a. 125
b. 100
c. 80
d. 72
e. 31

Jawaban : D
Pendekatan untuk menentukan nilai laju filtrasi glomerulus (LFG) dapat dilakukan dengan menghitung bersihan kreatinin. Namun, bersihan kreatinin ini tidak dapat mengestimasi langsung nilai LFG karena cenderung terjadi overestimasi sebesar 10-20%. Hal ini terjadi karena kreatinin selain mengalami filtrasi oleh glomelurus juga mengalami sekreasi oleh tubulus proksimal.
Dari data yang ada, dapat dihitung nilai bersihan kreatinin (clearence creatinine, CCr) yaitu:
CCr = (konsentrasi kreatinin urin x laju aliran urin (mL/menit))/(konsentrasi kreatinin plasma )
=(0,8 x 720/720 (mL/menit))/0,01 = 80 mL plasma/menit
LFG:
= 80 – (80 x 10%) = 72 mL/menit
Atau 80 –(80 x 20%) = 64 mL/menit
Pilihan yang ada pada jawaban adalah 72 mL plasma/menit (overestimasi sebesar 10%).
Referensi
Rao N et al, 2007, Urological Test in Clinical Practice, Springer, hal. 28.

144

144. Bila pada kasus No. 143 diatas ternyata tekanan hidrostatik glomelurus 56 mmHg, tekanan hidrostatik kapsula bowman 35 mmHg, tekanan osmotik koloid kapiler glomelurus 25 mmHg, dan tekanan osmotik koloid kapsula bowman 10 mmHg, maka koefisien filtrasi glomelurus = ...... mL/menit/mmHg
a. 125
b. 12
c. 16
d. 80
e. 160

Jawaban : B
LPG ditentukan oleh (1) jumlah kekuatan hidrostatik dan osmotik koloid yang melintasi membran glomelurus, yang menghasilkan tekanan filtrasi akhit: dan (2) Kf (koefisien filtrasi glomerulus). Secara matematis dapat dirumuskan:
LFG =Kf x tekanan filtrasi akhir
Atau
Kf = LPG/(tekanan filtrasi akhir)
Tekanan filtrasi glomerulus terdiri atas:
Kekuatan yang menyokong filtrasi, yaitu tekanan hidrostatikglomelurus (Pg) dan tekanan osmotik koloid kapsula Browman (?b).
Kekuatan yang melawan filtrasi, yaitu tekanan hidrostastik kapsula Browman (Pb) dan tekanan osmotik koloid glomerulus (?g).
Jadi, tekanan filtrasi akhir = (Pg + ?b) – (Pb + ?g) = (56 + 10) – (35 + 25) = 6 mmHg
Pada kasus ini, koefisien filtrasi glomerulus (Kf) = LFG/(tekanan filtrasi akhir) =72/6 = 12 mL/menit/mmHg
Referensi
Guyton AC, 1996, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, edisi 9, EGC, Jakarta, hal. 405-406`

145

145. Penimgkatan tekanan darah penderita pada kasus No. 143 diatas disebabkan oleh ...
a. retensi natrium
b. peningkatan sekresi renin oleh ginjal
c. peningkatan aldosteron
d. peningkatan tahanan perifer pembuluh darah
e. semua yang disebut di atas benar

Jawaban : A
Hipertensi pada penyakit ginjal dapat terjadi pada penyakit ginjal akut maupun kronik, penyakit glomerular maupun vaskular. Hipertensi pada penyakit ginjal dapat dikelompokkan menjadi :
• Penyakit glomerulus akut: glomerulonefritis pascastreptokokus, nefropati, membranosa.
• Penyakit vaskular: vaskulitis, skleroderma
• Gagal ginjal kronik: chronickidney disease (CKD) stadium III-V
• Glomerulus kronik: tekanan darah normal tinggi.
Pada kasus diatas (glomerulonefritis akut pascastreptokokus), hipertensi terjadi karena retensi natrium yang menyebabkan hipervolumia. Retensi natrium terjadi karena adanya peningkatan re-absorpsi natrium di tubulus koligentes. Peningkatan ini dimungkinkan karena resistensi relatif terhadap hormon natriuretik peptida dan pengkitan aktivitas pompa Na-K-ATPASE di duktus koligentes.
Sebagai perbandingan, pada penyakit vaskular, hipertensi terjadi karena iskemik yang merangsang sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAA), sedangkan pada gagal ginjal kronik (CKD stadium II-V), hipertensi terjadi karena beberapa hal yaitu:
• Retensi natrium
• Peningkatan sistem RAA akibat iskemik relatif karena kerusakan regional
• Aktivitas saraf simpatis meningkat akibat kerusakan ginjal
• Hiperparatiroid sekunder
• Pemberian eritropoietin
Referensi
Sudoyo AW, 2006, Ilmu Penyakit Dalam/edisi IV, jilid I, PAPDI, hal. 615

146

146. seorang pria berusia 60 tahun dengan berat badan 50 kg, datang ke UGD dengan keluhan lemah, sesak napas, disertai bengkak pada kedua tungkak bawah sejak 4 bulan sebelumnya. Keempat ekstremitas sering terasa kram. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva anemis, tekanan darah 210/110 mmHg, frekuensi pernafasan 40 kali/menit dengan tipe pernafasan kussmaul, dan denyuT nadi 100 kali/menit. Pada kedua lapangan paru bawah terdengar ronki. Batas jantung kiri tergeser ke lateral dan kaudal. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 8gr/dL, ureum 150 mg/dL, dan kreatinin 12,3 mg/dL. Hasil UGS menunjukkan contracted kidney. Terapi yang paling tepat untuk pasien ini adalah...
a. antibiotik, antihipertensi, dan transfusi darah
b. antihipertensi dan transfusi darah
c. hemodialisis elektif
d. oksigenasi, koreksi status asam-basa, anti-hipertensi dan transfusi darah
e. hemodialisis cito dan bila memungkinkan transplantasi ginjal

Jawaban: E
Pada kasus ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Keluhan utama lemah dan sesak nafas
Pasien mengalami krisis hipertensi
Pasien mengalami asidosis (nafas kussmaul)
Terjadi overload volume yang ditandai dengan terjadinya edema tungkai dan edema paru (ronki basah basal)
LFG =((140-60)x 50)/72 x 12,3 = 4,51 mL/menit/1,73 m2 (gagal ginjal terminal).
Terapi pilihan pada gagal ginjal terminal adalah terapi pengganti ginjal (dialisis atau transplantasi) serta pasien ada dalam kondisi gawat, maka yang menjadi pilihan utama adalah hemodialisis CITO dan jika memungkinkan transplantasi ginjal.
Referensi
Sudoyo AW, 2006, Ilmu Penyakit Dalam edisi IV, jilid I, PAPDI, hal. 591

147

147. sebagai seorang dokter, anda mendapat rujukan pasien dari tahanan. Pasien tersebut adalah poncopet yang tertangkap dan dipukuli oleh orang banyak. Malam harinya, di dalam tahan, ia terkejut melihat urinnya berarna merah gelap. Apakah yang enyebabkan warna urin menjadi merah gelap ?
a. pendarahan dari uretra
b. perdarahan dari vesika urinaria
c. ginjalnya rusak terpukul
d. adanya mioglobin dalam urin
e. adanya darah yang terbuang bersama urin

Jawaban: D
Dalam mengevalusi pasien yang memiliki urin berwarna merah (tampak gelap), hal pertama yang perlu dilakukan adalah anamnesis secara lengkap untuk menyingkirkan kemungkinan terjadinya false hematuria yang dapat terjadi karena hemoglobinuria, mioglibinuria, konsentrasi asam urat yang meningkat, sehabis mengonsumsi makanan yang mengandung pigmen tumbuhan berwarna merah, atau setelah mengonsumsi beberapa macam obat seperti fenotiazin, porfirin, rivampisin, fenileftalein. Selain itu, yang juga harus disingkirkan adalah terjadinya perdarahan meatal (meatal bleeding) yang dapat terjadi karena trauma uretra (bukan urin berwarna merah).
Perdarahan yang berasal dari ginjal, ureter, dan vesika urinaria baru dapat disingkirkan jika dilakukan pemeriksaan dipstik dan mikroskopik urin. Dimana hasilnya berupa:
• Urin merah dengan dipstik (+) darah, mikroskopik (-) darah. Hal ini menunjukkan terjadinya hemoglobinuria/mioglobinuria`
• Urin merah dengan dipstik (+) darah, mikrospik (+) darah dengan sel darah merah amorf (-). Hal ini menunjukkan terjadinya perdarahan saluran kemih.
• Urin merah dengan dipstik (+) darah, mikroskopik (+) darah dengan sel darah merah amorf (+). Hal ini menunjukkan terjadinya perdarahan glomerular
Pada konteks kasus ini, terdapat riwayat pasien yang sebelumnya mengalami trauma otot berat (dipukuli) yang merupakan faktor risiko untuk terjadinya abdomiolisis yang ditandai dengan terjadinya mioglobinuria. Rabdomialisis adalah sindrom klinis serius yang terjadi akibat cedera otot skelet berat yang menyebabkan pelepasan mioglobin otot dan isi sel otot lainnya, meliputi CK-MM dan aldolase kedalam sitem sirkulasi darah. Adapun penyabab-penyebab rabdomiolisis yang paling sering adalah trauma otot berat, luka bakar, infeksi, serta kejang.
Referensi
1. Purnomo B, 2003, Dasar-dasar Urologi, edisi 2, Fakultas Kedokterau Universitas Brawijaya, hal. 190.
2. Kliegman RM et al, 2007, Nelson Essentials of Pediatrics, 5th ed., Elsevier.
3. Wong SK, Yeung SD, 2001, Rhabdomyolysis After Marathon Run, Hongkong Jurnal of Emergency Medicine, 8: 38-38.
4. Line RL et al, 1995, Acute Exertional Rhabdomyolysis, American Family Physician

148

148. Seorang pria berusia 38 tahun, jari-jari kaki kirinya menghitam dalam 1 minggu, yang terasa nyeri pada saat tidur. Nyeri terutama di picu oleh kondisi dingin. Pria ini adalah seorang perokok berat sejak berusia 16 tahun. Ia tidak memilikia riwayat penyakit diabetes melitus. Apa kemungkinan diagnosisnya?
a. oklusi arterial akut
b. tromboangiitis obliterans (penyakit Guwerger)
c. aterosklerosis
d. diabetik arteriopati
e. diabetik aterosklerosis

Jawaban : B
Beberapa data yang perlu diperhatiakan antara lain pasien mengalami perubahan jari-jari kaki menghitam dan nyeri saat istirahat (flesting pain)dalam 1 minggu (tidak timbul mendadak), pasien tidak memiliki riwayat diabetes melitus, serta pasien adalah perokok berat.
Beberapa hal yang sesuai dengan kriteria diagnosis trombowangiitis obliterans (penyakit Guwerger) menurut Criteria of Olin (2000) yaitu:
• Usia

149

149. Seorang pria berusia 42 tahun, setelah mengikuti lomba lari, satu hari kemudian urinnya berwarna gelap ( seperti teh). Tes dipstik urin menunjukkan glukosa (-), eritrosit (+), sel darah putih (-). Pada pemeriksaan urin mikroskopik tidak di dapatkan darah. Kemungkinana yang terjadi adalah ....
a. hematuria
b. hipovolemik
c. rabdomiolisis
d. kurang minum
e. dehidrasi

Jawaban : C
Pada kasus ini, pasien mengalami urin berwarna gelap setelah melakukan lomba lari. Pada pemeriksaan dipstik didapatkan darah (+). Namun, karena pada pemeriksaan dipstik pada hemoglobinuria / mioglobinuria juga dapat memberikan hasil (+) darah, maka diagnisis bandingnya adalah post-exercise hematuria dan false hematuria (hemoglobinuria/mioglobinuria).
Post-exercise hematuria dapat terjadi pada orang yang habis melakukan jenis olahraga tertentu seperti marathon dan snowmobiling. Hal ini terjadi karena iritasi urin berkepanjangan selama masa aktivitas olahraga. Untuk membedakannya false hematuria maka perlu dilakukan pemeriksaan mikroskopik urin. Pada kasus ini pemeriksaan menunjukkan tidak didapatkannya darah pada pemeriksaan mikroskopik, maka diagnisisnya adalah false hematuria yang kemungkinan besar berupa mioglobinuria (rabdomialisis) karena adanya riwayat stres otot skelet berkepanjangan yang terjadi selama lomba lari.
Pada pelari marathon, dapat terjadi rabdomiolisis karena terjadi disfungsi intrinsik sel otot yang di sebabkan adanya overstres sehingga memiju terlepasnya mioglobin dan isi sel otot lainnya (CK-MM,aldolase) kedalam sirkulasi darah yang kemudian diekskresi melalui urin.
Dibawah ini adalah beberapa faktor risiko terkait aktivitas yang dapat memiju terjadinya rabdomialisis.

150

150. Seorang wanita berusia 20 tahun datang ke poliklinik hematologi onkologi medikdengan keluhan kulit tangan dan kakinya mudah menjadi kebiruan tanpa sebab yang jelas. Tidak ada riwayat demam. Pada pemeriksaan fisik petekie dan ekimosis yang banyak pada kedua tungkai bawah. Pemeriksaan laboraturium menunjukan trombosit 70.000/mm3. Diagnosis yang paling mungkin untuk kasus ini adalah........
a. Leukemia limfoblastik akut
b. Leukemia mieloblastik akut
c. ITP( idiophatic thrombocytopenic purpura)
d.DHF (dengue hemorrhagic fever )
e. von willebrand disease

Jawaban : C
ITP ( idiophatic thrombocytopenic purpura) adalah suatu gangguan autoimun yang ditandai dengan trombositopenia yang menetap ( angka trombosit, AT 90% sembuh dalam 3-6 bulan.
• Tipe kronik (?6 bulan,biasanya pada orang dewasa)
Awitan pendarahan tidak menentu serta memiliki perjalanan kliniks yang fluktuatif.remisi spontan jarang terjadi.
Menifestasi pendarahan ITP berupa ekmosis,petekie,dan purpura dengan frekuensi pendarahan berkolerasi dengan jumlah trombosit.Secara umum,hubungan antara jumlah trombsit dengan menifentasi pendarahan antara lain :
• Bila AT ? 50.000 / mm3 ? biasanya asimtomatik
• AT 30.000-50.000/mm3 ? terdapat luka memar atau hematom
• AT 10.000-30.000/mm3 ? terdapat pendarahan spontan,menoragia dan perdarahan pada sistem saraf pusat.

Referensi
Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam, hal.669-671

151

151. Seorang pria berusia 35 tahun,didiagnosis menderita hemoroid eksterna stadium III. Seminggu ini ia mengeluh mengalami perdarahan dari duburnya, merasa lemah badan,dan sering pusing. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin 6 g/dL, MCV 71 fl, MCH 23 pg,LED 50 mm/jam , PCV 18%, jumlah leukosit 12.000 sel/mm3 , dan jumlah trombosit 350.000 sel/mm3.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium tersebut, terdapat kemungkinan pasien ini menderita ...
a. Anemia aplastik
b. Anemia megaloblastik
c. Anemia defisiensi besi
d. Anemia displastik
e. Anemia hemolitik

Jawaban : C
Kehilangan darah pada penderita hemoroid menyebabkan anemia defisiensi besi. Ditinjau darri etiologinya, anemia defisiensi besi disebabkan oleh :
• Kehilangan besi sebagai akibat perdarahan kronik: tukak peptik, kanker lambung, kanker kolon, hemoroid, infeksi cacing tambang, menoragia, hematuria, hemoptoe.
• Faktor nutrisi : kurangnya zat besi dalam makanan.
• Kebutuhan besi yang meningkat : prematuritas, kehamilan, anak dalam masa pertumbuhan.
• Gangguan absorpsi besi : gastreknomi, tropical sprue.


152

152. Seorang pria berusia 35 tahun,didiagnosis menderita hemoroid eksterna stadium III. Seminggu ini ia mengeluh mengalami perdarahan dari duburnya, merasa lemah badan,dan sering pusing. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan hemoglobin 6 g/dL, MCV 71 fl, MCH 23 pg,LED 50 mm/jam , PCV 18%, jumlah leukosit 12.000 sel/mm3 , dan jumlah trombosit 350.000 sel/mm3. pemeriksaan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis anemianya adalah ...
a. Elektroforesis protein
b. Serum iron ( SI ) , total iron binding capacity ( TIBC)
c. Fungsi sumsum tulang
d. Tes fragilitas osmotik
e. Tes acid ham

Jawaban : B
Kehilangan darah pada penderita hemoroid menyebabkan anemia defisiensi besi. Untuk menegakkan diagnosis anemia defisiensi besi ( ADB ), maka perlu dilakukan pemeriksaan penunjang berupa :
• Kadar Hb dan indeks eritrosit
Didaptkan anemia mikrositik hipokromotik dengan penurunan Hb ringan sampai berat. MCV dan MCH menurun. Apusan darah tepi menunjukkan anemia mikrositik hipokromik, anisositosis dan poikilositosis.
• Konsentrasi besi serum dan total iron binding concentration ( TIBC )
Terjadi penurunan Fe serum dan peningkatan TIBC. Untuk kriteria diagnosis ADB, besi serum 350µg/dL, dan saturasi transferin

153

153. Seorang wanita berusia 30 tahundengan berat badan 60 kg, mempunyai keluhan sesak dan muntah. Tekanan darah 160/100 mmHg, frekuensi napas 28 kali/menit. Terdapat edema pada kedua kaki, dan rales pada kedua basal paru. Pemeriksaan darah menunjukkan kadar hemoglobin 7,3 g/dL, MCV dan MCHC normal, ureum 421 mg/dL, dan kreatinin 32 mg/dL. Pada pemeriksaan ultrasonografi didapatkan ukuran kedua ginjal mengecil, denitas korteks meningkat, dan batas medula korteks menjadi kabur. Terapi anemia yang tepat utuk pasien ini adalah .....
a. Pemberian sulfas ferrous
b. Transfusi sel darah merah
c. Pemberian asam folat
d. Pemberian eritropoietin
e. Pemberian kortikosteroid

Jawaban : D
Ini merupakan kasus anemia pada gagal ginjal. Dalam hemopoiesis, peran ginjal ialah memproduksi eritropoietin (EPO) yang akan merangsang sumsum tulang untuk menghasilkan eritrosit. Pada gagal ginjal, anemia terjadi karena berkurangnya EPO, sehingga terapi yang tepat ialah pemberian EPO. EPO ini bermanfaat pada kasus anemia akibat kanker, gagal ginjal, mieloma multipel, artritis reumotoid, dan HIV.
Referensi
Buku Ajar ilmu penyakit dalam, hal.652.

154

154. Seorang wanita yang menjalani diet secara berlebihan merasa lemas. Hasil pemeriksaan menunjukkan Hb 10 g/dL. Pemeriksaan darah tepi menunnjukkan anemia normokromik makrositik. Wanita ini mengalami defisiensi ....
a. Fe
b. Vitamin B12
c. Vitamin B1
d. Vitamin K
e. Vitamin A

Jawaban : B

Anemia megaloblastik disebabkan karena defisiensi vitamin B12 atau asam folat. Vitamin B12 disintesis secara ekslusif oleh mikroorganisme. Dengan demikian, vitamin B12 tidak terdapat dalam tanaman. Vitamin B12 tersimpan dalam hati binatang dalam bentuk metilkobalamin, adenosilkobalamin, dan hidroksikobalamin. Oleh karena itu,defisiensi vitamin B12 sering terjadi pada vegetarian atau orang yang melakukan diet ketat.

Referensi
Biokimia Harper,2003, hal. 606.

155

155. Seorang anak laki- laki berusia 6 tahun sejak 1 tahun terakhir terlihat pucat. Ia mengalami gangguan pertumbuhan , dan sering menjalani transfusi. Pada anak ini ditemukan splenomegali, anemia hipokromik mikrositik, sel target (+). Diagnosis yang mungkin adalah .....

a. Talasemia hemolitik
b. Anemia defisiensi besi
c. Sickle cell anemia
d. Anemia aplastik
e. Anemia hemolitik

Jawaban : A

Tanda fisik dan hasil pemeriksaan laboratorium yang ditemukan pada pasien ini ialah tanda dari talasemia.
Talasemia merupakan kelainan pada sintesis Hb yang diturunkan/diwariskan, yaitu pada produksi rantai globin. Kelainan ini terjadi sebagai akibat dari gangguan produksi rantai globin tersebut, sehingga deposisi Hb ke dalam sel darah merah menjadi lebih sedikit, menyebabkan apa yang disebut sebagai hipokromasi, dan ukuran eritrosit yang lebih kecil ( mikrositik ).
Pada talasemia beta mayor, dapat dijumpai 4 stigmata :
? Anemia berat, dengan kadar Hb 3-7 g/dL
? Hepatosplenomegali masif
? Kemunduran tumbuh kembang
? Deformitas tulang ( tulang wajah yang menonjol, maloklusi gigi ).
Pada pemeriksaan darah tepi ditemukan :
? MCV dan MCH rendah, pada talasemia mayor terdapat anisositosis ekstrem.
? Hitung darah putih biasanya meningkat pada talasemia mayor, hal ini disebabkan kesalahan dalam penghitungan, dimana eritrosit berinti dianggap sebagai leukosit.
? Hitung trombosit biasanya normal, kecuali jika pembesaran lien sangat mencolok.
? Morfologi darah tepi menunjukkan mikrositik hipokromik, sel target, berinti, basophilic stippling, dan leukosit imatur.

Referensi
http://emedicine.com

156

156. seorang wanita berusia 32 tahun mempunyai keluhan utama bintik- bintik merah pada kedua tingkainya sejak 2 bulan yang lalu. Anamnesis menunjukkan tidak ada riwayat perdarahan berulang pada keluarga. Pada pemeriksaan fisik didapatkan petekie pada kedua tungkai, dan hepatosplenomegali (-). Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombosit menurun dengan beberapa megatrombosit. Diagnosis yang paling mungkin adalah .....
a. Koagulopati intravaskular diseminata (DIC)
b. Idiophatic thrombocytopenic purpura (ITP)
c. Sindrom Evan
d. Purpura Henoch-schonlein
e. Sindrom hemolitik-uremik

Jawaban : B

Megatrombosit merupakan trombosit dengan ukuran diameter >5µg, berbentuk bulat dengan tepi yang tidak jelas, serta terdapat granul basofilik. Megatrombosit menunjukkan adanya peningkatan megakariositopoiesis. Khas terdapat pada konsumsi platelet yang meningkat ( Idiophatic thrombocytopenic purpura, ITP) dan dengan produksi otonom ( trombositemia esensial ). Secara kongenital juga terdapat pada anomali May-Hegglin dan sindrom Bernard-soulier.

Referensi
Blood studies, hal. 60.

157

157. Seorang wanita berusia 65 tahun melakukan general check-up hematologi rutin mencangkup gula darah puasa, dan pemeriksaan urin. Keterangan yang perlu diberitahukan keoada pasien adalah...
a. puasa makan dan minum (air putih) 12 jam
b. puasa makan 12 jam dan boleh (air putih)
c. puasa makan 8 jam dan boleh minum (air putih)
d. puasa makan 12 jam dan minum banyak
e. puasa makan dan minum8 jam

jawaban : C
Pemeriksaan hematologi rutin mencangkup pemeriksaan gula darah puasa. Untuk pemeriksaan tersebut, pasien harus makan selama 8 jam, tetapi di perbolehkan minum air putih

158

158. Seorang anak perempuan berusia 13 tahun di bawa ibu nya ke poliklini dengan keluhan demam terus menerus sejak 3 hari yang lalu. Keringat dingin (+), terdapat nyeri kepala, nyeri otot terutama tungkai, mual dan muntah, keluar dari hidung, dan bintik bintik merah. Pemeriksaan selanjutnya yang di perlukan adalah..
a. tes RL (rumpel lede)
b. tes widal
c. pemeriksaan darah rutin
d. pemeriksaan akus tenggorok
e. tes mantoux

jawaban : C
Dari gejala klinis dan anamnesis, diagnosis mengarah ke demam berdarah dengue (DBD) dimana gejalanya antara lain demam atau riwayat demam akut antara dua sampai tujuh hari, biasanya bifasik, terdapat manifestasi pendarahan (uji bendung positif; petekie, ekimosis atau purpura; pendarah mukosa tersering epistaksis atau perdarahan gusi; (hematemesis atau melena), trombositopenia, serta terdapat minimal atau tanda tanda kebocoran plasma (peningkatan hematokrit >20%, penurunan hematokrit >20% setelah terapi cairan, efusi pleura,ascites, atau hipoproteinemia). Pada penanganan atau protokol DBD pada seseorang yang tersangka menderita DBD atau diduga DBD, maka perlu dilakukan pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, dan trombosit ( pemeriksaan darah rutin ), dengan ketentuan sebagai berikut:
• Bila Hb, Ht, dan dan trombosit antara 100.000-150.000, maka pasien dapat di pulangkan dengan anjuran kontrol atau brobat jalan ke poliklinik dalam waktu 24 jam berikutnya dilakukan pemeriksaan Hb, Hct dan trombosit setiap 24 jam atau bola keadaan penderita memburuk segera kembali ke UGD.
• Hbn dan Hct normal, tetapi trombosit

159

159. Malaria dengan demam yang berselang 3 hari di sebabkan oleh species plasmodium..
a. malariae
b. vivax
c. ovale
d. felciparum
e. semua yang di sebut di atas salah

jawaban : A
Pada infeksimalaria, demam secara periodik berhubungan langsung dengan waktu pecahnya sejumblah skizon matang dan keluarnya merozoit yang masuk kedalam aliran darah (spolurasi). Pada malaria vivax (tersiana),skizon setiap kelompok menjadi matang setiap 48 jam, sehingga prioditas demamnya bersifat tersian. Pada malaria kuartana yang di sebabkan oleh plasmodium malarie, demam terjadi dengan interfal 72 jam.masa tunas intrinsik berakhir dengan timbulnya serangan pertama (first attack).

160

160. Seorang pria berusia 40 tahun mengalami penurunan kesadaran dengan korea, hemiparesis, dan tekanan intrakranial meningkat. Pada CT scan di jumpai bentuk bulat seperti kristal berisi scolices pada jaringan otak. Diagnosis keadaan ini adalah..
a. penyakit hidatid
b. angiostrongiliasis
c. trichinelosis spiralis
d. taenia solium

jawaban : D
Cacing pita babi,taenia solium,dapat menyebapkan dua infeksi yang berbeda bergantung apakah manusia terinfeksi oleh cacing dewasa atau terinfeksi oleh bentuk larva dalam jaringan (sistiserkosis). Infeksi usus oleh T. Solium bisa asimtomatik. Keluhan ras tidak enak pada ulu hati, mual dan perasaan perih pada lambung, penurunan berat badan, dan diare jarang terjad. Pada sistiserkosis manifestasi klinis yang terlihat sangat berbeda karena sistiserkosis dapat di temukan di segala tempat di tubuh ( ataksia, sering di otot skelet dan jaringanotak). Manifestasi neurologiklain itu, merupakan gambaran yang sering terjadi. Selain itu, miningitis, hidrosefalus komunikan, serta ninkomunikan dapat terlihat, tanda peningkatan intrakranial yang mencangkup nyeri kepala, mual, muntah, perubahan penglihatan, pening ataksia, dan konfosi sering di jumpai. Untuk kelainan yang mengenai jaringan lunak, pemeriksaan dengan foto polos dapat memperlihatkan gambar puffed-rice yang multipel dengan kalfikasi. Untuk sistisekosis serebri, pemeriksaan CT scen yang menunjukan lesi parenkim dengan jumblah dan ukuran berfariasi, bisa solid ataukistik, dan tampak semakin jelas dengan pemakain kontras.
Referensi
Horrison,prinsip prinsip ilmu penyakit dalam, edisi 13 hal 1056-1057.

161

161. Seorang pria berusia 38 tahun, bekerja sebagai petani, sering merasa lelah, dan napsu makan menurun,berat badan menurun, flatus meningkat, nyeri abdomen, diare berdarah (+), dan lendir (+). Pada pemeriksaan tinja langsung terdapat bentuk yang tidak teratur dengan tonjolan runcing dan di dalamnya terdapat inti yang bergerak cepat , diagnosis untuk keadaan ini adalah ...
a. balantidium
b. dientamoeba fragilis
c. E coli
d. E. Histolytica
e. giardia lamblia

jawaban : D
Entamoeba histolytica mempunyai 3 stadium yang bentuk histolitika, bentuk minuta,dan kista. Bentuk hitolitika merupakan bentuk patogen dan mempunyai ukuran yang lebih besar dari bentuk minuta, berukuran 0-40 mikron, serta mempunyai inti enthamoeba yang terdapat di endoplasma besar dan lebar seperti bening hemogen terdapat di tepi sel. Pseudopodium yang di bentuk oleh ektoplasma besar dan lebar sepertikhas, yaitu sindrom disentri yang mempunyai gejala terdiri atas diaredengan fases yang berlendri dan berdarah serta tenesmus dan rasa tidak enak di perut setra mulas. Pada pemeriksaan tinja segar dapat di temukan bentuk histolitika, walupun terkadang sulit, tetapi penting untuk di tegakkan diagnosis.
Referensi
Fk UI, parasitologi kedokteran,edisi 3, hal, 116

162

162. Seorang anak perempuan berusia 10 tahun, yang mempunyai pola hidup yang kurang higienis dan ia merasakan gatal-gatal pada sela-sela jari tangan dan sekitar tungkai, sertai di jumpai eritema, papula, pustula, dan vesikula. Diagnosis keadaan ini adalah...
a. verisela
b. dermatitis atropi
c.skabies
d. heper zoster
e. hepes simpleks

jawaban : C
Skabies merupakan penyakit yang di sebapkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap sarcoptes scabiei. Faktor yang menunjang perkembangan penyakit ini antara lain kondisi sosioekonomi yang rendah, higiene yang buruk, hubungan seksual yang bersifat promniskuistas, serta perkembangan dermografik dan ekologik. Gejala klinis skabies antara lain pruritus noktuna (gatal pada malam hari karena aktifitas tungau yang yang lebih tinggi dari pada malam hari) biasanya menyerang secara berkelompok adanya terowongan (kanikulus) pada tempat predileksi yang berwarna putih atu keabu abuan pada ujung terowongan ditemukan papula vesilkel. Jika timbul infeksi skunder, ruam kulit menjadi polimorf. Tempat predileksi biasanya merupakan tempat stratum korneum yanan depan,yang tipis, yaitu sela sela jari tangan, pergelangan tangan bagian volar, siku bagian luar, lipat ketiak bagian depan, areola memmae, umbilikus, bokong, genitalia eksterna, dan perut bagian bawah. Pada dermatitis atopi varisela, faktor utama bukan karena higiene yang rendah, dan dapat predileksinya juga berbeda
Referensi
FK UI, ilmu penyakit kulit dan kelamin, edisi 3, hal. 121.

163

163. Seorang pria 24 tahun mengeluh tukak pada leher kanannya. Setahun kemudian tukak pecah, tidak begitu nyeri dan meluas. Dari hasil pemeriksaan patologi didapatkan massa molikel yang di aplikasikan sel epitel kuboid. Diagnosis keadaan ini adalah ...
a. lupus eritematosus sistemik
b. TBC kutis
c. skrofuloderma
d. morbus hensen tuberkulosa
e. morbun hansen lepra

jawaban : C
Skofuroderma merupakan akibat penjalaran perkontinutatum dari organ dibawah kulit yang telah terserang penyakit tuberkolosis. Yang sering berasal dari kelenjar getah bening, tetapi juga berasal dari sendi dan tulang. Oleh karna itu tempat predileksinya pada tempat dengan kelenjar getah bening superfisal. Yang terserang pada leher, ketiak, dan jarang paha lipat paha. Sklofuroderma biasanya dimulai sebagai limfadenitis tuberkulosi berupa pembesaran kelenjar getah bening tanpa tanda tanda radang akut, kelnjar kelenjar tersebut kemudian mengalami perlunakan sehingga konsistensinya bermacam macam dan timbul akses yang akan memecah membentuk fistel. Lalu, muarafistel meluas dan terjadi ulkus dengan sifat khas berbentuk tidak teratur,memanjang, sekitar berwarna merah kebiruan, dinding tergaung, dan jaringan granulasinya tertutup oleh olepusseropuluren. Jika mengering menjadi kurstaa berwarna kuning. Sedangkan pada lupus eritematosus sistematik, morbus hansen tuberkulosa, dan morbus hansen lepra, ketiganya mempunyain prelideksi yang berbeda.
Referensi
FK UI, ilmu penyakit kulit dan kelamin, edisi 3, hal 68.
164. Seorang wanita berusian 27 tahun dengan riwayat kontak seksual lebih kurang 3 hari yang lalu. Iya mengelu keluar nanah dari orivisium uretra ekterna yang berwarna kemerahan, bengkak, dan terasa nyeri, wanita ini juga mengalami demam. Diangnosis keadaan ini adalah..
a. sifilis
b. linfogranulomam fenerum
c. gonorea
d. ulkus mole
e. herpes zoster

164

164. Seorang wanita berusian 27 tahun dengan riwayat kontak seksual lebih kurang 3 hari yang lalu. Iya mengelu keluar nanah dari orivisium uretra ekterna yang berwarna kemerahan, bengkak, dan terasa nyeri, wanita ini juga mengalami demam. Diangnosis keadaan ini adalah..
a. sifilis
b. linfogranulomam fenerum
c. gonorea
d. ulkus mole
e. herpes zoster

jawaban : C
Dari gejala dan anamnesis, diagnosis mengarah gonorea, dimana gambaran klinis dan perjalanan penyakit pada wanita berbeda pada pria. Pada mulanya hanya servik uteri yang terkena infeksi. Sekret tubuh yang mukopurulen dan banyak mengandung gonokokus mengalir keluar dan menyerang uretra, duktus, parauretra, kelenjar batholin, rektum, dan dapat naik pada kandung telur. Pada uretritis gonorea, gejala utamanya adalah disurya, kadang kadang pliuria. Pada pemeriksaan tanpak OUE(Orificium urethra externa) merah, edematosa, dan ada sekret mukoururen. Sedangkan pada sejenis, linfogranuloma, fenerum, dan ukusmole, tidak didapatkan, adanya sekret mukourulen.
Referensi
FK UI, penyakit kulit dan kelamin, edisi 3, hal 348.

165

165. Seorang wanita berusian 25 tahun dengan riwayat kontak seksual lebih kurang 3 minggu yang lalu. Ia mengeluh timbul tukak yang hilang sendiri tanpa berobat, tetapi tiba tiba dua minggu kemudian muncul bintik bintik merah yang menyebar di seluruh tubuhnya, diagnosis keadaan ini adalah...
a. Sifilis
b. Gonorea
c. Ulkus mole
d. Limfogranuloma venerum
e. Varisela zoster

Jawaban : A
Dari gejala dan anamnesis, diagnosis mengarah ke sifilis stadium 1, di mana gejalanya ialah timbulnya papula lentikular yang permukaannya menjadi erosi setelah riwayat kontak seksual yang umumnya kemudian menjadi ulkus. Ulkus tersebut berbentuk bulat, soliter, dasarnya berupa jaringan granulasi berwarna merah. Afek primer tersebut sembuh sendiri selama 3 sampai 10 minggu. Kemudian berlanjut menjadi sifilis stadium 2 dini, di mana kelainan kulitnya generalisata simetrik dengan kelaianan kulit yang menyerupai berbagai kulit sehingga disebut sebagai Great Imitator. Lesi kulit dapat berupa rosela (eritema makular, berbintik-bintik merah atau bercak-bercak). Rosela ini merupakan kelainan kulit yang pertama kali terlihat pada sifilis stadium 2. Selain roseola, bisa juga bnetuk papula, pustula (jarang), serta bentuk lainnya. Gejala klinis ini tidak dapat dijumpai pada gonorea, LV, dan ulkus mole.
Refrensi
FK UI, Ilmu penyakit kulit dan kelamin, edisi 3, hal. 373-374.

166

166. Seorang pasien mengalami varisela dengan vesikula yang belum pecah dan suhu badannya 38,4o C. Pengobatan yang sesuai untuk kondisi ini adalah....
a. salep
b. krim
c. bedak
d. lotio
e. puyer

Jawaban : C

Pada varisela, pengobatannya bersifat sintomatik dengan analgesik dan antipiretik, dan unutk menghilangkan rasa gatal diberikan sedatif.
Terapi lokal dengan pemberian bedak yang ditambah dengan zat antigatal untuk mencegah pecahnya vesikel secara dini, serta menghilangkan rasa gatal. Jika tumbuh infeksi sekunder maka dapat diberikan antibiotik berupa salep dan oral. Dapat pula diberikan obat antivirus.
Referensi
FK UI, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi 3, hal. 113

167

167. Jika terdapat lesi eritema di inguinal kanan dan kiri, nodul satelit (+), tidak erosi, maka sediaan yang tepat adalah...
a. salep
b. krim
c. bedak
d. lotio
e. puyer

Jawaban : B
Pada kondidosis kutis intertriginosa, terdapat lesi di daerah lipatan kulit ketiak, lipat paha, intergluteal, lipat payudara, antara jari tangan dan kaki, glans penis, dan umbilikus. Lesi berupa bercak yang berbatas tegas, bersisik, basah, dan eritematosa. Lesi tersebut dikelilingi oleh satelit berupa vesikel-vesikel dan pustula kecil atau bula, yang bila pecah, meninggalkan daerah yang erosif, dengan pinggir yang kasar dan berkembang seperti lesi primer.
Pengobatan
Menghindari atau menghilangkan faktor predisposisi.
Topikal :
Larutan ungu gentian 1?2 -1 % untuk selput lendir, 1-2% dioleskan pada kulit sehari 2 kali selama 3 hari
Grup azol :
Mikonazol 25 berupa krim atau bedak
Klotrimazol 1% berupa bedak, larutan, dan krim
Tiokonazol , bufonazol , isokonazol
Antimikotik lain yang berspektrum luas
Dibandingkan bedak, kemampuan krim lebih baik untuk terserap ke kulit`
Referensi
FK UI, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi 3, hal. 115.

168

168. seorang wanita berusia 35 tahun mengeluh nyeri kepala separuh kanan yang berdenyut disertai mual, muntah, mata kabur (skotoma), dan fotofobia. Sebelum nyeri kepala, ia merasa separuh wajahnya kesemutan dan tebal yang disertai pandangan berkunang-kunang. Nyeri berlangsung + 2 jam . Pemeriksaan neurologis menunjukan tidak ada kelainan. Diagnosis pasien ini adalah....
a. trigeminal neuralgia
b. migrain klasik
c. arteritis temporalis
d. tension headache
e. epilepsi fokal

Jawaban : B
Nyeri kepala berdenyut , bersifat unilateral, disertai mual dan muntah, merupakan deskripsi dari migrain (migraine). Tipe migrain yang populer adalah migrain tanpa aura (common migraine) dan migrain dengan aura yaitu migrain klasik (classic migraine). Pada migrain klasik, gejala nyeri kepala didahului oleh aura, yaitu gejala neurologis yang sifatnya sesaat. Aura yang paling umum adalah gejala visual, yang pada pasien ini berupa mata kabur (skotoma) dan pandangan berkunang-kunang. Hamppir semua pasien mengeluh fotofobia.
Pada tension headache, nyeri kepala bersifat seperti tertekan atau terikat, bukan berdenyut, seperti orang yang memaksa memakai topi yang kekecilan. Nyeri ini sering terjadi pada pasien dengan gangguan kecemasan atau depresi. Trigeminal neuralgia memiliki gejala khas berupa nyeri unilateral tiba-tiba seperti tersengat listrik, berlangsung singkat, dan jelas terbatas pada satu atau lebih distribusi cabang nervus trigeminus. Sedangkan arteritis temporalis terjadi karena inflamasi pada artera karotis eksterna, khususnya artera temporalis terjadi inflamasi pada artera karotis eksterna, khususnya artera temporalis dan artera vertebralis. Inflamasi pada dinding artera yang sensitif tersebut menimbulkan gejala nyeri. Sindrom ini sering disertai dengan malaise, mialgia, penurunan berat badan, artralgia, dan demam.
Referensi
1. Clinical Neurology, 6th ed.,hal. 69-92
2. Konsensus nasional II, Diagnostik dan Penatalaksanaan Nyeri Kepala, hal. 13-14, 29, 46, 56.

169

169. Seorang wanita berusia 27 tahun mengeluh sejak 2 bulan yang lalu mengalami nyeri kepala seperti diikat, jalan serasa melayang, sering berdebar, dan keringat dingin. Nyeri kepala hampir terjadi setiap hari, kumat-kumatan, disertai mual tanpa muntah, dan sulit tidur. Pada pemeriksaan tidak ditemukan defisit neurologis fokal.
Diagnosis kerja pasien ini adalah........
a. cluster headache
b. tension headache
c. trigeminal neuralgia
d. migrain klasik
e. arteritis temporalis

Jawaban : B
Gejala-gejala khas pada pasien yang menunjukan diagnosis tension headache adalah :
a. Nyeri kepala seperti diikat (pada migrain klasik, nyeri kepala bersifat berdenyut; sedangkan pada trigeminal neuralgia, nyeri bersifat seperti tersengat listrik).
b. Nyeri kepala hampir terjadi setiap hari (pada migrain, nyeri kepala bersifat episodik dengan interval serangan yang bervariasi; pada cluster headache, serangan berlangsung selama periode waktu tertentu [mislanya beberapa hari] dan diantara periode serangan berlangsung selama periode bebas gejala; sedangkan pada trigeminal neuralgia, nyeri bersifat tiba-tiba dan dicetuskan oleh factor pencetus tertentu seperti merokok, bicara, atau menggosok gigi).
c. Disertai dengan adanya sindrom ansietas (kecemasan) seperti sering berdebar, keringat dingin, dan sulit tidur.

Referensi
1. Clinical Neurology, 6th ed.,hal. 69-92
2. Konsensus nasional II, Diagnostik dan Penatalaksanaan Nyeri Kepala, hal. 13-14, 29, 46, 56.
3. Simposium Tension Headache , hal. 22-27

170

170. Seorang wanita berusia 27 tahun mengeluh sejak 2 bulan yang lalu mengalami nyeri kepala seperti diikat, jalan serasa melayang, sering berdebar, dan keringat dingin. Nyeri kepala hampir terjadi setiap hari, kumat-kumatan, disertai mual tanpa muntah, dan sulit tidur. Pada pemeriksaan tidak ditemukan defisit neurologis fokal. bagaimana patofisiologi nyeri kepala pada kasus diatas ?
a. teori Dopamin
b. teori GABA
c. kontraksi otot
d. peradangan
e. traksi meningen

Jawaban : C
Pada soal sebelumnya telah dibahas bahwa diagnosis pasien ini adalah tension headache. Tension headache (TH) ialah nyeri yang disebabkan oleh kontraksi otot-otot kepala secara berlebihan. Kontraksi tersebut dilatarbelakangi oleh gangguan psikologis, berhubungan dengan stres emosiaonal, atau karena ketegangan jiwa dalam kehidupan sehari-hari. Nyeri otot tadi dapat dicocokkan dengan palpasi otot-otot keppala dan leher, dimana terdapat bagian yang disebut trigger point. Palpasi tadi tidak hanya menimbulkan nyeri lokal, tetapi juga dapat menyebabkan terjadinya nyeri alih (referred pain.
Teori lain tentang patofisiologi TH adalah stres. Dikatakan bahwa stres dapat menyebabkan perubahan biokimiawi di otak dan menurunkan kadar serotonin. Perubahan biokimiawi dan penurunan kadar serotonin tersebbbut dapat memyebabkan depresi. Depresi menyebabkan penurunan kadar endomorfin sehingga menyebabkan seseorang menjadi lebih peka terhadap impuls nyeri. Oleh karena itu, bila ada sedikit saja penyebab timbulnya impuls nyeri di otot-otot kepalaa dan leher, sudah dapat menimbulkan TH

171

171. Seorang pria berusia 73 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan sulit menggerakkan anggota tubuhnya baik sebelah kanan maupun kiri. Tangan kirinya terlihat bergetar-getar seperti orang menghitung-hitung uang. Wajahnya terllihat kaku, seperti wajah topeng. Jalannya terlihat kaku, langkahnya kecil-kecil. Kesadaran tidak menurun.
Obat yang cocok untuk pasien ini adalah...
a. Karbamazepin
b. Difenilhidantoin
c. Luminal
d. Ergotamin
e. Levodopa

Jawaban : E
Gejala dan tanda-tanda pada pasien ini adalah khas untuk Parkistons, beberapa gejala yang khas antara lain (biasa disingkat dengan TRAP):
a. Tremor, ciri khas dari tremor tersebut adalah terlihat jelas pada saat istirahat dan meningkat pada saat timbul stres emosional. Umumnya tremor dimulai pada lengan dan tungkai, berupa gerakan ritmis fleksi-ekstensi dari jari, tangan, atau kaki. Pada pasien ini,, gerakan tremor tersebut digambarkan dengan tangan kiri yang terlihat bergetar-getar seperti orang menghitung-hitung uang.
b. Rigiditas, merupakan resistensi terhadap gerakan. Otot-otot terus-menerus berkontraksi secara bersamaan sehingga penderita merasa kaku dan lemah.
c. Akinesia/hipokinesia, merupakan perlambatan pada gerakan volunter atau gerakan spontan seperti mengayunkan tangan ketika berjalan.
d. Postural instability, yaitu cara berjalan dan postur yang abnormal (abnormal gait and posture). Pada pasien ini terlihat dari cara berjalannya yang kaku dan langkahnya yang kecil-kecil.
Ciri khas lainnya adalah berkurangnya kemampuan untuk menunjukkan ekspresi wajah. Wajah pasien ralatif immobile sehingga tampak seperti topeng (masklike facies).
Obat yang diberikan pada Parkinsonism antara lain Jevodopa (sinemet), yang di dalam tubuh akan diubah menjadi dopamin. Hal ini sesuai dengan patogenesis Parkinsonismm, yaitu karena mendegerasi neuron-neuron yang menghasilkan dopamin sehingga mengganggu keseimbangan dopaminergic inhibition dan cholinergic excitation.
Referensi
Clinical Neurology, 6th ed., hal. 241-248.

172

172. Seorang wanita berusia 55 tahun rajin bekerja mencuci dan memasak. Ia mengeluh jari-jari tangan kanan 1-3 (ibu jari,telunjuk, dan jari tengah) kesemutan, terutama pada malam hari, namun bila tangan digerak-gerakkan akan membaik. Bila dipertengahan pergelangan tangan kanan diketuk, timbul nyeri menjalar ke jari 1-3.
Diagnosis pasien ini adalah...
a. Todd’s paralysis
b. Erb’s palsy
c. Klumpke palsy
d. Carpal tunnel syndrome
e. Saturday night palsy

Jawaban : D
Pada pasien ini dilakukan tes terowongan karpal. Tes ini positif apabila timbul nyeri atau parestesia di daerah inervasi nervus medianus ketika dilakukan penekanan pada pergelangan tagan. Nyeri tersebut timbul apabila terdapat penyempitan pada terowongan karpal (carpal tunnel), misalnya pada carpal tunnel syndrome.
Dibagian volar pergelangan tangan, nervus medianus melintasi “terowongan” di ligamentum karpi volare, yang dikenal dengan “carpal tunel”. Didaerah ini, nervus, medianus mudah dan sering “terjepit”. Oleh karena itu, muncul sensasi menjalar yang lebih bersifat paratesia seperti terbakar atau seperti dirambati semut daripada nyeri tajam di daerah pergelangan tagan bagian volar sampai ke ujung-ujung jari ke-1 sampai 3
Erb’s palsy merupakan paralisis pada nervus C5 dan C6 (ikut mneyusun pleksus brakialis) yang biassa terjadi pada saat persalinan sebagai akibat dari menarik kepala secara berlebihan selama melahirkan bagian bahu. Erb’a palsy juga dapat merupakan akibat dari trauma yang menyebabkan tarikan berlebihan dari kepala terhadap leher (misalnya akibat jatuh dengan kepala terketuk di leher). Apabila yang terkena dalah nervus C8 dan T1, maka disebut dengan Klumpke palsy.
Saturday night palsy merupakan kelumpuhan pada nervus radialis, biasanya karena tertekan olehtulang humerus yang lama menindih sandaran kursi. Karena kelumpuhan tersebut paling sering dijumpai pada orang-orang Barat yang pada malam minggu berpacaran kemudian tertidur dengan pacarnya dalam pelukannya atau tertidur dikursi dengan memeuk sandaran kursi karena mabuk, maka juluknnya adalah “Saturday night paralysis”
Todd’s paralysis “ merupakan paralisis yang timbul setelah serangan konvulsi fokal. Paralisis ini bersifat sementara.
Referensi
Tata Pemeriksaan Klinis dalam Neurologi, hal. 73, 131, 142, 496, dan 626.

173

173. Seorang pria berusia 42 tahun, kemarin siang jam 11.00 saat bekerja, tiba-tiba ia merasa nyeri kepala kiri, muntah-muntah, kemudian lumpuh anggota badan separuh kanan, dan berbicar pelo. Kesadaran cepat menurun menjadi spor. Tekanan daah 220/120 mmHg, motorik hemiplegi kanan tipe upper motor neuron (UMN). Terdapat parese n. VII kanan tipe sentral. Onset penyakit mendadak.
Diagnosis pasien ini adalah...
a. Stroke trombosis
b. Stroke emboli
c. Stroke perdarahan intraserebral
d. Stroke perdarahan subarakhoid
e. Perdarahan epidural

Jawaban : C
Pasien mengalami hipertensi, hemiplegi, dan penurunan kesadaran dengan onset mendadak, maka kita perlu berfikir adanya stroke. Pada pasien ini erjadi suatu sindrom defisit neurologis yang sifatnya akut (onset mendadak) dan mencerinkan gangguan fungsional sistem saraf puat baik fokal maupun global (stroke). Prinsipnya, lesi yang mendasari hemiplegi sebagian besar adalah lesi vaskular, yang terjadi baik karena sumbatan atau perdarahan arteri serebral.
Gejala klinis stroke pada pasien ini adalah:
1. Hemidefisit motorik (lumpuh separuh kanan / hemiplegi)
2. Paralisis n.VII(n.fasialis) tipe sentral dan n.XII (n.hipoglosus). paralisis n.XII ditandai dengan bicara pelo karena n. XII menginervasi otot-otot penggerak lidah.
3. Penurunan kesadaran
Stroke dibedakan menjadi stroke iskemik/stroke infark (karena trombus atau embolus) dan stroke perdarahan (mencangkup perdarahan intraserebral dan perdarahan subarakhnoid).
Untuk membedakan secara klinis antara stroke perdarahan intraserebral dan stroke iskemik akut, kita dapat menggunakan Algoritma Stroke Gadjah Mada (ASGM). Pada ASGM, ada 3 komponen yang dinilai yaitu penurunan kesdaran, nyeri kepala, dan refleks Babinski. Kita menduga terjadi stroke iskemik apabila didapatkan:
1. Penurunan kesadaran (-); nyeri kepala (-); dan refleks Babinski (-)
2. Penurunan kesadaran (-); nyeri kepala (-); dan refleks Babinski (+)
Selain 2 poin tersebut, kita menduga terjadi suatu stroke perdarahan intra serebral. Pada pasien ini, didapatkan nyeri kepala dan penurunan kesadaran (+), sedangkan tidak ada data untuk refleks Babinski (baik positif atau negatif sama saja). Oleh karena itu, pasien ini didiagnosis dengan stroke perdarahan intraserebral (intracerebral haemorrhage, ICH).
Perbedaan klinis antara stroke perdarahan intraserebral dengan perdarahan subarakhnoid (subarachnoid haemorrhage, SAH) antara lain, pada SAH biasanya tidak disertai hipertensi, sering ditemukan kaku kuduk, dan tidak ditemukan hemidefisit motorik.
Referensi
1. Kapita Selekta Neurologi, hal. 96.
2. Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf, hal. 20-21.
3. Tata Pemeriksaan Klinis Dalam Neurologi, hal. 108

174

174. seorang wanita berusia 65 tahun mengeluh lemah pada alat gerak kanan, dan tidak bisa bicara, terjadi tiba-tiba setelah bangun tidur, muntah, penurunan kesadaran (-). Ia sudah menderita diabetes melitus selama 3 tahun, namun kontrol secara tidak teratur. Diagnosis pasien ini adalah...
a. Stroke infark tromboembolik
b. Stroke perdarahan
c. Meningitis
d. Parkinston
e. Demensia Alzheimer

Jawaban: A
Gejala klinis stroke pada pasien ini antara lain kelemahan anggota gerak (hemidefisit motorik), tidak bisa bicara (parese n. XII), dan onset mendadak. Faktor risiko stroke pada pasien ini adlah penyakit diabetes, apalagi pasien ternyata tidak melakukan kontrol secara teratur.
Berdasarakan algoritma srok Gadjah Mada ( ASGM), nyeri kepala (-), penurunan kesadaran (-), dan refleks Babinski tidak ada data. Sehingga pasien ini didiagnosis dengan stroke infrak tromboembolik (baik hasil refleks Babinski positif atau negatif, diagnosisnya sama).
Satu hal yang perlu diingat, adalah pada stroke iskemik, baik karena trombosis maupum embolus, hemiplegi yang terjadi umumnya tidak diiringi dengan hilangnya kesadaran.
Referensi
1. Panduan Belajar Ilmu Penyakit Saraf, hal.21
2. Tata Pemeriksaan Klinis Dalam Neurologi, hal. 105

175

175. Seorang wanita berusia 45 tahun datang dengan keluhan utama sesak napas. Hasil pemeriksaan SGOT dan SGPT normal, fototoraks menunjukkan cairan di basal paru, USG abdomen menunjukkan tumor pada ovarium dekstra, dan ascites (+). Diagnosisnya adalah ......
a. sindrom Kartagener
b. sindrom Eisenmenger
c. sindrom Meigs
d. sindrom nefrotik
e. edemaparu

Jawaban : C
Dalam 40% dari kasus-kasus fibroma ovarii, ditemukan acites dan hidrotoraks, dikenal dengan nama sindrom Meigs. Cairan dari toraks berasal dari cairan dalam rongga perut. Adanya cairan di hidrotoraks menyebabkan pasien merasa sesak. Sindrom Meigs perlu dibedakan dari ascites dengan atau tanpa hidrotaks yang ditemukan pada tumor ganas. Dalam hal ini, ditemukan sel-sel ganas dalam sedimen cairan.
Referensi
Ilmu Kandungan, edisi II, Hal. 349

176

176. Seorang wanita berusia 22 tahun mengalami nyeri perut hebat (syok). Hasil pemeriksaan menunjukkan tekana darah 80/60 mmHg, nadi teraba lemah, palpasi : abdomen tegal, amenora 2 bulan. Doagnosisnya adalah ....
a. peritonitis apendiks
b. peritonitis umum
c. rupturtuba
d. salfingitis akut
e. abortus iminens

Jawaban : C
Dari tanda dan gejala pasien, maka kemungkinan pasien ini mengalami kehamilan ektopik terganggu. Kehamilan ektopik terjadi bile telur yang dubuahi berimplantasi dan tumbuh diluar endometrium kavum uteri, sebagian besar berlokasi di tuba. Etiologinya sebagian besar tidak diketahui. Gambaran klinis kehamilan tuba yang belum terganggu tidak khas dan penderita maupun dokternya biasanya tidak mengetahui adanya kelinan dalm kehamilan sampai terjadinya abortus tuba atau rubtur tuba. Sebagian besar kehamilan tuba terganggu pada usia kehamilan antara 6-10 minggu. Gejala dan tanda kehamilan ektopik terganggu yang penting antara lain:
• Nyeri keluhan utama. Nyeri mula-mula terdapat pada satu sisi, tetapi setelah masuk ke rongga perut nyeri menjalar ke bagian tengah atau seluruh perut bawah. Pada rubtur tuba nyeri perut bagian bawah terjadi secara tiba-tiba dan insensitasnnya disertai dengan perdarahan yang menyebabkan penderita masuk ke dalam syok (tekanan darah turun, denyut nadi kecil dan cepat, ujung ekstremitas basa, pucat dan dingin). Seluruh perut agak besar, nyeri tekan dan tanda-tanda cairan intraperitroneal mudah di temukan. Pada pemeriksaan vaginal, forniks posteriolmenonjol dan nyeri raba, pergerakkan serviks menyebabakan rasa nyeri. Kadang-kadang uterus teraba sedikit membesar dengan disebelahnya suatu adnesa tumor, tetapi biasanya sulit karena dinding abdomen tegang.
• Perdarahan pervaginam menunjukkan kematian janin dan berasal dari kavum uteri karena pelepasan desu dua. Perdarahan berarti gangguan pembentukan HCG. Jika plasenta mati, desidua dapat dikeluarkan seluruhnya.
• Amenorea lamanya amenorea tergantung pada kehidupan janin. Sebagian penderita tidak mengalami amenorea karena kematian janin terjadi sebelum haid berikutnya.
Diagnosis banding:
• Infeksi pelvis, misalnya selfingitis akut gejala biasanya timbul saat haid dan jarang setelah mengalami amenorea. Nyeri perut umumnya bilateral. Leukositosis lebih tinggi daripada kehamilan ektopik dan tes kehamilan negatif.
• Abortus iminens atau insipien perdarahan lebih banyak dan lebih merah sesudah amenorea, nyeri kira-kira berlokasi di daerah median dan bersifat mulas, gerakan servisk uteri tidak menimbulkan nyeri.
• Apendisitis dan torsikista ovarium tidak ditemukan gejala kehamilan muda, amenorea, maupun perdarahan pervaginam.
• Ruptur korpus luteum terjadi biasanya pada pertengahan siklus haid, perdarahan pervaginam tidak ada, tes kehamilan negatif.
Penanganan kehamilan ektopik terganggu (KET): laparotomi.
Referensi
Ilmu Kebidanan , edisi 3, hal. 323-329.

177

177. Seorang wanita berusia 25 tahun G1P0A0, dengan usia kehamilan 32 minggu, dan janin dalam keadaan sehat. Ia datang ke UGD rumah sakit dengan keluhan sesak napas dan disertai mengi sejak 1 jam yang lalu. Ia merasakan keluhan ini setiap bulan sejak kehamilannya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan mengi (wheezing) dan ekspirasi memanjang. Ia kemudian berkonsultasi ke dokter obgin dan diperkirakan akan terjadi persalinan dini. Obat apa yang diberikan untuk mencegah efek buruk dari persalinan dini ini?
a. deksametason
b. prednison
c. metilprednisolon
d. hidrokortison
e. atropin

Jawaban : A
Pasien ini mengalami kehamilan preterm, yaitu usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Pengguna kortikosteroid untuk mempercepat maturasi paru harus dipertimbangkan pada gestasi 24-34 minggu. Walaupun ada pendapat yang mengatakan dengan pemberian kortokosteroid dapat meningkatkan risiko infeksi, namun data lain mengatakan kortikosteroid menurunkan morbiditas dan mortalitas neonatal seperti menurunkan respiratory distress syndrome (RDS), necrotizing enterocolitis, dan perdarahan intraventrikular. Yang bisa digunakan adalah betametason 12 mg IM 2 kalidalam 24 jam, atau deksametason 6 mg setiap 12 jam diberikan 4 kali.
Referensi
1. www.emedicine.com
2. PPROM

178

178. Seorang wanita berusia 27 tahun yang sudah menikah selama 1 tahun, telat haid 3 bulan. Ia mengeluarkan darah sedikit-sedikit sejak 2 hari yang lalu dengan disertai kram perut. Ia juga mangalami mual dan muntah yang hebat. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 160/90 mmHg, denyut nadi 120 kali/menit, tinggi fundus uteri 1 jari di bawah pusat, ballottement negatif, denyut jantung janin negatif, Plano test (tes kehamilan) positif, albumin urin (+2).
Diagnosis yang mungkin untuk pasien ini adalah ...
a. abortus iminens
b. hiperemesis gravidarum
c. inpartu
d. pre-eklampsia berat
e. mola hidatidosa

Jawaban : E
Mola hidatidosa ialah kehamilan abnormal dengan ciri-ciri stroma vilus korialis langka vaskularisasi dan edematus. Mola hidatidosa dogolongkan menjadi 2, yaitu bentuk mola yang komplet (klasik) di mana tidak ditemukan janin dan amnion, serta mola inkomplet (parsial) di mana masih terdapat janin atau sedikitnya kantong amnion.
Patologi:
Mola biasanya menempati kavum uteri, tetapikadang-kadang ditemukan dalam tuba fallopi dan bahkan ovarium. Vilus-vilus yang membesar dan edematus hidup dan tumbuh terus memberikan gambaran sebagai segugus buah anggur. Jaringan trofoblast pada vilus kadang-kadang berproliferasi ringan, kadang-kadang keras, dan mengeluarkan hormon HCG dalam jumlah lebih besar daripada kehamilan biasa.
Diagnosis:
• Perdarahan pada kehamilan sekitar 12 minggu biasanya tidak banyak dan warnanya sering lebih mendekati cokelat daripada merah, kadang-kadang disertai dengan pengeluaran beberapa gelembung vilus yang memastikan diagnosis mola hidatidosa.
• Uterus membesar lebih cepat dari kehamilan biasa dan tidak terdapat tanda-tanda adanya janin di dalamnya seperti ballotement (-), gerak janin (-), DJJ pada USG (-).
• Mual dan muntah
• Kadar HCG jauh lebih tinggi daripada kehamilan biasa
• Gambaran USG yang khas
• Pre-eklamsia atau eklamsia yang terjadi sebelum kehamilan 24 minggu
Referensi
1. Ilmu Kebidanan, edisi 3, hal. 262-263.
2. Obstetri Williams, edisi 18th ed., hal. 636.

179

179. Seorang remaja berusia 18 tahun datang ke klinik dengan keluhan belum mendapatkan haid. Dari pemeriksaan diperoleh tinggi badan 155 cm dan berat badan 50 kg. Payudara dan rambut pubis tumbuh normal.
Diagnosis awal pasien ini adalah .....
a. amenorea primer
b. amenorea sekunder
c. amenoria tersier
d. gravida
e. kelainan korosom

Jawaban : A
Amenorea adalah keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut. Amenorea ini dibedakan menjadi 2 yaitu :
• Amenorea primer jika seorang wanita berusia 18 tahun atau lebih tidak pernah mendapat haid. Umumnya mempunyai sebab-sebab yang lebih berat dan lebih sulit untuk diketahui seperti kelainan kongenital dan kelainan-kelainan genetik.
• Amenorea primer penderita pernah mendapat haid, tetapi kemudian tidak dapat lagi, bisa disebabkan gangguan gizi, gangguan metabolisme, tumor, penyakit infeksi, dan lain-lain.
Kriptomenorea menunjukkan kepada keadaan di mana tidak tampak adanya haid karena darah tidak keluar berhubung ada yang menghalangi, misalnya ginatresia himenalis, penutupan kanalis servikalis, dan lain-lain. Ada pula amenorea fisiologis, yaitu yang terdapat dalam masa sebelum pubertas, masa kehamilan, masa laktasi, dan pascamenopause.
Referensi
Ilmu Kandungan, edisi 2, hal. 205-206.

180

180. Seorang wanita berusia 25 tahun, belum menikah, mengalami terlambat haid selama 10 minggu. Plano test posotif. Ia mengalami perdarahan pervaginam selama 2 minggu. Satu minggu sebelumnya ia pergi ke dukun bayi dan diberi ramuan untuk diminum dan ramuan yang dimasukkan ke vagina. Beberapa hari ini perdarahan semakin banyak dan berbau tidak enak disertai demam. Setelah dilakukan pemeriksaan didapatkan tekanan darah 90/70 mmHg, denyut nadi 112 kali/menit. Suhu aksila 37,50C, dan suhu rektal 390C. Vaginal touche:flek (+), bau (+). Portio terbuka dan teraba jaringan. Diagnosisi untuk pasien ini adalah ....
a. abortus iminens
b. b.abortus insipien
c. abortus inkomplet
d. abortus spontan
e. abortus septik

Jawaban : E
Abortus adalah pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan, yaitu sebelum janin mencapai berat 500 gram atau kurang dari 20 minggu. Abortus yang berlangsung tanpa tindakan disebut aburtus spontan; jika abortus terjadi akibat tindakan disebut abortus buatan (provokatus), yang dibagi menjadi abortus kriminalis dan terapeutik/medisinalis. Etilogi abortus:
• Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi karena kalinan kromosom, lingkungan rahim kurang sempurna, atau pengaruh dari luar (radiasai, virus, obat-obatan)
• Kelainan pada plasenta, misalnya endarteritis
• Penyakit ibu, misalnya pneumonia, tifus abdominalis, malaria, dan lain-lain
• Kelainan traktus genitalis, misalnya retroversio uteri, kelainan bawaan uterus, atau serviks inkompeten.
Secara klinis, abortus dibedakan sebagai berikut :
• Abortus iminens perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, di mana hasil konsepsi masih dalam uterus dan tanpa adanya dilatasi serviks. Diagnosis: perdarahan minimal (spotting), mulas sedikit atau tidak sama sekali, uterus membesar sesuai usia kehamilan, serviks belum membuka dan tes kahmilan (+). Penanganan: bed rest, pertimbangan pemberian progesteron (walaupun masih kontroversial), dan USG untuk menentukan apakah janin masih hidup.
• Abortus insipien peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan selama 20 minggu dengan adanya dilatasi serviks yang meningkat, tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus. Diagnosis: perdarahan banyak, nyeri perut dan mulas lebih sering dan kuat, serviks terbuka. Penanganan: kuretase.
• Abortus inkomplet pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan

181

181. Seorang wanita berusia 35 tahun, P2G2, mengalami perdarahan selama 2 minggu, dan setiap hari ia harus ganti 5-6 pembalut dan dismenorea (+). Pada pemeriksaan fisik, pasien tampak anemis, tekanan darah 120/70 mmHg, denyut nadi 92 kali/menit. Teraba massa di abdomen yang berbatas tegas, setinggi 1 jari di bawah pusat, mobile padat. Nyeri (-). Vaginal touche: flek (+), portio tertutup licin. Korpus uteri ante fleksi sebesar 18-20 minggu. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 7,6 g/dL. Plano test (-). Kemungkinan diagnosis untuk pasien ini adalah ...
a. kanker serviks
b. kanker endometrium
c. polips serviks
d. mioma uteri
e. geburt mioma

Jawaban : D
Pembahasan :
Mioma merupakan neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat yang menopangnya, sehingga dikenal juga istilah fibromioma, leiomioma, ataupun fibroid. Menurut letaknya, mioma dapat dibagi sebagai berikut :
• Mioma submukosum ? berada dibawah endometrium dan menonjol ke dalam rongga uterus. Mioma submukosum dapat tumbuh bertangkai menjadi polip, kemudian dilahirkan melalui saluran serviks (mioma geburr)
• Mioma intramural ? mioma terdapat di dinding uterus diantara serabut endometrium
• Mioma subserosum ? apabila tumbuh keluar dinding uterus sehingga menonjol pada permukaan uterus, diliputi oleh serosa.
Gejala dan tanda :
Gejala yang dikeluhkan sangat tergantung pada tempat sarang mioma ini berada (serviks, intramural, submukosum, atau subserosum), besarnya tumor, perubahan dan komplikasi yang terjadi. Gejala tersebut antara lain :
1. Perdarahan abnormal : hipermenorea (perdarahan haid lebuh banyak dari normal), minoragia (perdarahan haid lebih lama dari normal, >8 hari) dan dapat juga metroragia (perdarahan antara 2 siklus haid atau perdarahan di luar siklus haid). Penyebabnya :
• Pengaruh ovarium sehingga terjadilah hiperplasiaendometrium sampai adenokarsioma endometrium
• Permukaan endometrium yang lebih luas dari biasa
• Atrofi endometrium diatas mioma submukosum
• Miometrium tidak dapat berkontraksi optimal karena adanya sarang mioma diantara serabut miometrium, sehingga tidak dapat menjepit pembuluh darah yang melaluinya dengan baik. Perdarahan yang berlebih ini dapat menyebabkan anemia.
2. Rasa nyeri : bukan gejala yang khas, dapat timbul karena gangguan sirkulasi darah pada sarang mioma, disertai nekrosis setempat dan peradangan. Pada mioma submukosum, pertumbuhannya menyempitkan kanalis servikalis sehingga menyebabkan dismenorea.
3. Gejala dan tanda penekanan : tergantung besar dan tempat mioma uteri. Penekanan pada:
• Kandung kemih ? menyebabkan poliuria
• Pada uretra ? menyebabkan retensi urin
• Pada ureter ? menyebabkan hidroureter dan hidronefrosis
• Pada rektum ? menyebabkan obstipasi dan tenesmia
• Pada pembuluh darah dan limfe di panggul ? menyebabkan edema tungkai dan nyeri panggul.
Diagnosis :
Pada pemeriksaan bimanual akan teraba tumor pada uterus, umumnya terletak dibawah garis tengah atau agak ke samping, seringkali berbenjol-benjol. Mioma subserosum mempunyai tangkai yang berhubungan dengan uterus. Mioma intranural menyebabkan kavum uteri menjadi luas, ditegakkan dengan uterus sonde. Mioma submukosum dapat teraba dengan jari yang masuk kedalam kanalis servikalis dan terasanya benjolan pada permukaan kavum uteri.
Referensi
Ilmu kandungan, edisi 2, hal 338-345

182

182. Seorang pria berusia 45 tahun mengalami sesak napas setelah menaiki tangga. Keluhan ini dirasakan sejak 1 bulan yang lalu. Sesak berkurang dengan beristirahat. Pada pemeriksaan ditemukan tekanan vena jugularis (JVG) meningkat, bising jantung (+). Diagnosis yang tepat untuk pasien ini adalah....
a. Kompensasi jantung
b. Dekompensasi ventrikel kiri
c. Dekompensasi ventrikel kanan
d. AtriaL fibrilasi
e. Ventrikel fibrilasi

Jawaban B
Tanda-tanda dekompensasi kordis:
Gagal jantung kiri: dispnea d’effort, batuk, fatig, ortopnea, paroksismal nokturnal dispnea, pembesaran jantung ke arah kiri bawah, ronki, irama galop, dan kongesti vena-vena pulmonal.
Gagal jantung kanan: peningkatan tekanan vena (JVP meningkat), hepatomegali, edema.
Referensi
1. Papadakis et al, 2007.
2. Curren Medical Diagnosis and Treatment, McGraw-Hill.

183

183. Seorang pria berusia 60 tahun, menderita payah jantung kongestif yang disebabkan karena kardiomiopati, datang ke dokter dengan keluhan pembengkakan pada seluruh tubuhnya.
Apakah salah satu patogenesis yang menyebabkan terjadinya edema tersebut?
a. Tekanan hidrostatik arteriol meningkat
b. Tekanan onkotik intravaskular menurun
c. Filtrasi glomerulus menurun
d. Permeabilitas dinding pembuluh darah meningkat
e. Gangguan aliran limfe

Jawaban C
Congestive heart failure (CHF) edema terjadi karena peningkatan tekanan kapiler akibat peningkatan tekanan vena yang disebabkan obstruksi pada drainase vena. Pada CHF yang parah, edema terjadi karena penurunan filtrasi glomerulus.
Referensi
1. Kasper et al, 2014.
2. Harrison’s principles of \internal Medicine, 16th ed., McGraw-Hill.

184

184. Seorang pria berusia 43 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan utama lemah sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. Penderita sering sesak sejak 1 tahun yang lalu, terutama bila ia tidur memakai 2 bantal dan sering terbangun pada malam hari karena sesak. Kakinya bengkak sejak 1 bulan sebelum masuk rumah sakit. Ia mempunyai riwayat hipertensi sejak 2 tahun yang lalu. Dari pemeriksaan fisik diagnostik didapatkan tekanan darah 180/130 mmHg, peningkatan tekanan vena jugularis, dan pembesaran jantung. Apakah kemungkinan diagnosis pasien ini?
a. Penyakit ginjal kronik
a. Penyakit paru obstruktif menahun
b. Penyakit jantung kongestif
c. Krisis hipertensi
d. Syok kardiogenik

Jawaban C
Gagal jantung kongestif (congestive heaart failure, CHF) merupakan kelanjutan dari gagal jantung kanan yang berlanjut pada gagal jantung kiri, sehingga gejala yang muncul adalah dari kedia bentuk gagal jantung tersebut.
Referensi
1. Kasper et al, 2004.
2. Harrison’s Principles of Internal Medicine, 16th ed., McGraw-Hill.

185

185. Seorang pria mengalami trauma dada, sesak napas, dan ngorok. Perkusi dada kiri hipersonor. Saat bernapas, dada kiri tertinggal. Denyut nadi tidak teraba, dan akral dingin. Apa yang dilakukan di UGD?
a. Beri O2 sungkup, napas spontan, dan dekompresi jarum
b. Beri O2 sungkup, napas bantu, dan dekompresi jarum
c. Intubasi, O2 sungkup, napas spontan, dan dekompresi jarum
d. Intubasi, O2 sungkup, napas bantu, dan dekompresi jarum
e. Langsung dekompresi jarum

Jawaban E
Diagnosis kasus ini adalah tension pneumothorax, tindakan pertama adalah dekompresi jarum.
Referensi
ATLS

186

186. Seorang pria berusia 28 tahun, datang dengan keluhan sejak 1 bulan yang lalu timbul bercak-bercak merah di perut, terasa gatal terutama saat berkeringat. Pada pemeriksaan dermatologis didapatkan makula eritematosa, bentuk polisiklis, central healing dengan skuama halus. Hasil pemeriksaan fisik umum tampak normal. Faktor predisposisi untuk penyakit ini adalah...
a. Hipertiroid
b. Parotitis epidemika
c. Angina pektoris
d. Tifus abdominalis
e. Hipertensi

Jawaban A
Gejala bercak-bercak merah di perut, gatal terutama saat berkeringat, dan central healing adalahh gejala yang khas untuk penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur.
Pada pasien hiperteroid, pasien mengalami hiperhidrosis sehingga kulit akan menjadi lebih lembab dan akan menjadi media yang baik untuk pertumbuhan jamur.

187

187. Seorang remaja perempuan berusia 17 tahunmenderita jerawat dipipinya. Pada pemeriksaan dermatologi didapatkan komedo, papula, dan pustula. Obat antibiotik sistematik yang merupakan pilihan untuk penyakit ini adalah ...
a. amoksilin
b. sefadroksil
c. gentamisin
d. siprofloksasin
e. eritromisin

Jawaban : E
Pembahasan :
Pasien ini menderita akne dengan infeksi sekunder. Bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi sekunder antara lain Streptococcus pyogenes ataupun Staphylococcus aureus (flora normal kulit). Antibiotik yang dapat digunakan antara lain eritromisin 250 mg bid, minosiklin 100 mg/hari, atau doksisiklin 100 mg bid
Referensi :
John C. Hall (editor), Gordon C, Manual of Skin Diseases, Sauer, 2000, Lippincot Williams & Wilkins Publishers

188

188. Seorang pria berusia 24 tahun mengeluh gatal-gatal diseluruh tubuh, dan merah-merah sudah berlangsung 1 minggu. Pada pemeriksaan dermatologi didapatkan urtikaria di daerah perut, tangan, dan kaki. Yang berperan dalam patogenesis penyakit ini adalah...
a. Histamin
b. Bradikinin
c. Prostaglandin
d. Leukotrien
e. Semua yang disebut di atas benar

Jawaban E
Referensi
Diadaptasi dari Hunter et al, 2002, Clinical Dermatology, Blackwell Synergy.

189

189. Seprang pria berusia 32 tahun mengeluh sering pusing. Pada pemeriksaan fisik ditemukan anemia, tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 60 kali/menit . Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 9,4 g/dL, pada apusan darah tepi ditemukan sel target (+), dan gambaran anemia hemolitik. Istri penderita ternyata juga mempunyai gambaran klinis dan gambaran laboratorium yang sama. Penyakit ini termasuk yang dipengaruhi oleh pewarisan gen autosomal dominan. Berapa persen kemungkinan anak dari pasangan suami istri tersebut tidak menderita penyakit yang sama (beresifat normal) ?
a. 0%
b. 25%
c. 50%
d. 75%
e. 100%

Jawaban : B
Pembahasan :
Ayah dan ibu mempunyai gambaran klinis dan laboratorium yang sama, menandakan menderita penyakit yang sama. Misalnya ayah dan ibu mempunyai kromosom Aa, maka dengan menggunakan hukum Mendel didapatkan :
Aa x Aa : AA,Aa,Aa,aa
AA : biasanya letal (25%)
Aa : menunjukkan gejala klinis (50%)
Aa : normal (25%)
Jadi, kemungkinan anak lahir normal adalah 25%

190

190. Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun menderita tuna mental. Pada pemeriksaan fisik ditemukan fenotife seorang anak laki-laki dengan tanda-tanda wanita yaitu bersaudara tinggi, terdapat pertumbuhan payudara, testis kecil, dan alat genitalia luar tampak normal. Pada pemeriksaan analisis semen, tidak ditemukan adanya spermatozoa. Pada pemeriksaan kariotipe, ditemukan tambahan seks kromosom X sehingga nomenklatur kromosom 47,XXY, dan formula kromosomnya adalah 2n+1 (trisomi kromosom seks). Diagnosis dimanakah tepat untuk kasus ini?
a. Sindrom Turner
b. Sindrom Klinefelter
c. Sindrom Patau
d. Sindrom Edward
e. Sindrom Down

Jawaban B
Sindrom Klinefelter merupakan salah satu sindrom terbanyak yang ditemukan pada pria. Biasanya genptipenya adalah 47, XXY. Tanda-tandanya adalah :
• Tidak mengalami perkeembangan seksual sekunder, seperti penis atau testis yang tidak berkembang
• Perubahan suara (suara tinggi)
• Bulu-bulu di tubuh tidak tumbuh
• Biasanya tidak bisa membuahi
• Terdapat pertumbuhan payudara
Sindrom Turner, dengan kariotipe (22AA+X0). Jumlah kromosomnya 45 dan kehilangan 1 kromosom kelamin. Penderita sindrom Turner berjenis kelamin wanita, namun ovumnya tidak berkembang (disgenesis ovarikular).
Sindrom Klinefelter, kariotipe (22 AA+XXY), mengalami trisomik pada kromosom gonosom. Penderita Sindrom Klinefelter berjenis kelamin laki-laki, namun testisnya tidak berkembang (disgenesis testikular) sehingga tidak bisa menghasilkan sperma (aspermia) dan mandul (ginekomastis) serta payudaranya tumbuh.
Sindrom Jacobs, kariotipe (22AA+XYY), trisomik pada kromosom gonosom. Penderita sindrom ini umumnya berwajah kriminal, suka menusuk-nusuk mata dengan benda tajam, seperti pensil, dan lain-lain dan juga sering berbuat kriminal. Penelitian di luar negeri mengatakan bahwa sebagian besar orang-orang yang masuk penjara adalah orang-orang yang menderita sindrom Jacobs.
Sindrom Patau, kariotipe (45A+XX/XY), trismotik pada kromosom autosom. Kromosom autosomnya mengalami kelainan pada kromosom nomor 13, 14, atau 15.
Sindrom Edward, kariotipe (45+XX/XY), trismotik pada autosom. Autosom mengalami kelainan pada kromosom nomor 16, 17, atau 18. Penderita sindrom ini mempunyai tengkorak lonjong, bahu lebar pendek, telinga agak ke bawah dan tidak wajar.

191

191. Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun mengalami perkembangan yang terlambat. Anak ini merupakan anak terakhir dari sembilan bersaudara. Pada pemeriksaan fisik ditemukan lipatan pada kelopak mata, wajah bulat, rambut jarang, jarak kedua mata berjauhan, mulut selalu terbuka, hidung agak lebar, perkembangan genitalia kurang sempurna, IQ penderita imbisil, dan pada kariotipe ditemukan tambahan autosom pada kromosom nomor 21, sehingga formula kromosomnya menjadi 47XY+21. Diagnosis manakah yang paling tepat untuk kasus ini ?
a. Sindrom Klinefelter
b. Sindrom Patau
c. Sindrom Down
d. Sindrom Turner
e. Sindrom Tripel X

Jawaban : C
Pembahasan :
Sindrom Down merupakan kelainan kromosom, yaitu terbentuknya kromosom 21 (trisomi 21). Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan. Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental pada anak ini pertama kali dikenali pada tahun 1866 oleh Dr. John Longdon Down.
Tanda-tanda sindrom Down :
• Bentuk kepala yang relatif lebih kecil dari normal (mikrosefali)
• Adanya bentuk wajah yang khas (facies mongoloid)
• Adanya garis melintang pada telapak tangan (simian crease)
• Sela hidung yang datar, mulut kecil, dan lidah menonjol keluar (makroglosia)
• Mata sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epichantal fold)

192

192. Seorang bapak berusia 55 tahun ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di kebun, dan disampingnya ditemukan alat penyemprot hama tanaman. Dari anamnesis di rumah sakit, diketahui bahwa selama 1 minggu ini ia memang mengeluh sakit perut dan sering buang air besar. Tidak ada riwayat penyakit sebelumnya, ia tidak merokok dan tidak minum alkohon, tetapi akhir-akhir ini ia antusias mengisi kegiatannya dengan berkebun. Dari pemeriksaan didapatkan keadaan tidak sadar, tidak ada tanda trauma, kedua pupil mengecil dan banyak, kulit hangat dan berkeringat, tekanan darah 140/90 mmHg, denyut nadi 72 kali/menit regular, suara jantung normal, dan di abdomen terdengar suara usus yang hiperaktif. Manakah obat yang paling tepat untuk mengatasi keadaan ini~
a. Dimercaprol
b. Penisilamin
c. Atropin
d. Asetil sistein
e. Natrium bikarbomat

Jawaban : C
Kemungkinan, pasien ini mengalami keracunan insektisida golongan organofosfat.
Tanda-tanda klinis keracunan organofosfat meliputi:
• Kontriksi pupil
• Penglihatan kabur
• Stimulasi kabur
• Stimulasi otot-otot insentinal berupa kejang perut, muntah dan diare
• Perangsang kelenjar sekretoris berupa rinorea, salivasi, banyak keringat dan bronkore
• Gejala gangguan pernapasan
• Penekanan aktivitas carciac sinus pace maker
• Gangguan konduksi atrioventakular
• Tremor, kejang, fasikulasi sampai paralisis flasid.
Pasien ini menunjukkan gejala klinis keracunan organofosfat, sehingga obat yang tepat untuk menanganinya adalah sulfas atropin

193

193. Seorang pria berusia 30 tahun dating ke UGD rumah sakit dengan keluhan demam yang disertai tungkai kanan nyeri dan bengkak. Dari anamnesis diketahui bahwa 1 bulan yang lalu ia terjatuh dari sepeda motor, dan tidak terdapat luka pada tungkai, namun ia mengalami sulit berjalan. Ia telah berobat di puskesmas stempat dan memutuskan untuk di rawat di sangkal putung. Setelah dipijat dan dibebat, ia merasa kakinya mati rasa. Dari temuan klinis tersebut, diagnosis kerja yang mungkin adalah…
a. patah tulang tungkai kanan tertutup
b. osteomielitis
c. sindrom kompartemen
d. cedera saraf tepi yang menyertai patah tulang tungkai kanan
e. kuntosio muskulorum tungkai kanan

jawaban : C
Sindrom komprtemen dapat ditemuksn pada tempat dimana otot dibatasi oleh rongga fascia yang tertutup. Daerah yang sering terkena adalah tungkai bawah, lengan bawah, kaki, tangan, rregio glutea, dan paha. Sindrom kompartemen terjadi bila tekanan di ruang osteofacial menimbulkan iskemia dan berikutnya nekrosis. Iskemia dapat terjadi karena peningkatan isi kompartemen akibat edema yang timbul karena revaskularisasi sekunder dari ekstremitas yang iskemia atau karena penyusutan isi kompatemen yang disebabkan tekanan dari luar, misalnya balutan yang menekan. Tahap akhir dari kerusakan neuromuscular disebut volkamann’s ischemics contracture.
Gejala dan tanda:
1. Pain: nyeri bertambah dan khususnya meningkat dengan gerkan pasif yang meregakan otot bersangkutan.
2. Paresthesia: menurunnya sensasi sampai mati rasa atau kebas di daerah yang terkena.
3. Pallor: daerah yang terkena nampak pucat.
4. Paralysis: kelumpuhan atau paralisis otot area yang terkena.
5. Pulseless: hilangnya pulsasi ( karena tekana kompartemen melebihi tekanan sistolik).
Pada kasus ini, salah satu factor risiko penyebab terjadinya sindrom kompartemen adalah luka yang dipijat dan dibebat karena balutan yang menekan kuat/ketat.
Referensi
Advanced Trauma Life Support Student Manual Course, ACS 2004.

194

194. Seorang wanita berusia 35 tahun, tungkai kanannya bengkak sejak 2 tahun lalu. Awalnya timbul pitting edema, belakangan menjadi pitting non-edema yang tidak nyeri. Diagnosis yang palimg mungkin adalah…
a. trombosis vena dalam
b. lipedema
c. limfedema
d. edema statis
e. edema

Jawaban : C
Tanda diagnosis limfedema:
• Edema yang tidak nyeri pada ekstremitas atas atau bawah
• Melibatkan permkaan dorsal dari tangan dan jari tangan atau kaki dan jari kaki
• Merupakan kelainan didapat (acquired), bias unilateral atau bilateral
• Awalnya berupa pitting edema dan berubah menjadi non-pitting edema seiring berjalan nya waktu
• Ulserasi, varises, dan pigmentasi tidak ditemukan, mungkin ada suatu episode limfangitis dan selulitis.

195

195. Seorang remaja perempuan berusia 18 tahun mengalami nyeri di ujung kaki kirinya sejak 5 hari yang lalu. Jari tersebut tampak pucat dan dingin dibandingkan kaki kanan. Pulsasi hanya jelas teraba di inguinal, tetapi lemah. Sejak 1 bulan yang lalu, ia mengalami nyeri kepala terus-menerus. Tekanan darah di lengan kiri-kanan sama, tetapi tekanan darah di tungkai kiri lebih lemah dari yang lain. Diagnosis yang paling mungkin adalah…
a. arterioskleresis
b. arteroskelosis obliterans
c. tromboflebitis
d. ttromboangitis obliterans
e. arteritis takayasu

jawaban: E
Idiopathic arteritis of takayasu (pulseless disease) adalah suatu poliarteris yang jarang terjadi dan tidak diketahui sebabnya dengan predileksi khusus pada cabang dari arkus aorta. Keadaan ini mengakibatkan suatu stenosis segmental, okulasi, dan aneurisma. Sering ditemukan pada wanita asia bawah 40 tahun. Tahap awal penyakit dapat berupa demam, myalgia, artalgia, dan nyeri pada arteri yang terkena, dan dapat pula terjadi leukositosis dan kenaikan LED. Gejala yang lain terkait insfusiensi arteri yaitu sinkop, dizziness, amaurosis fugax, stroke, angina, hipertensi pulmonal, dan klaudikasi. Hipertensi yang berhubungan dengan adanya stenosis proksimal arteri renalis atau koarktasio aorta muncul pada lebih dari seperempat pasien. Vaskular bruit, hilangnya nadi perifer, atau penemuan pengukuran tekanan darah yang asimetris antara kiri dan kanan sering ditemukan pada pemeriksaan fisik.
Referensi
Current Medical Diagnosis & Treatment, 2005

196

196. Apakah tanda dan gejala terpenting dari sindrom komprtemen?
a. pallor
b. coolness
c. swelling
d. numbness
e. pain

jawaban : E
Terdapat tanda gejala yang dapat disingkat menjadi 5P. Gejala dan tanda ini yaitu:
1. Pain: nyeri bertambah dan khususnya meningkat dengan gerkan pasif yang meregakan otot bersangkutan.
2. Paresthesia: menurunnya sensasi sampai mati rasa atau kebas di daerah yang terkena.
3. Pallor: daerah yang terkena nampak pucat.
4. Paralysis: kelumpuhan atau paralisis otot area yang terkena.
5. Pulseless: hilangnya pulsasi ( karena tekana kompartemen melebihi tekanan sistolik).

Gejala nyeri adalah gejala awal dan penemuan sensitive yang palig awal dari suatu proses sindrom kompartemen.

197

197. Seorang gadis cantik datang ke tempat praktek Anda. Ia mengharapkan tinggi badannya bertambah karena ia bercita-cita menjadi pramugari. Dokter menyarankan rontgen daerah lutut. Apa yang terutama dilihat dari hasil rontgen pada kasus ini?
a. Periosteum
b. Epifisis
c. Metafisis
d. Lempeng Epifisis
e. perikondrium

jawaban : D
Epiphyseal plate (tulang rawan lempeng epifisis) merupakan daerah pertumbuhan yang memberikan kemungkinan metafisis dan diafisis untuk tumbuh memanjang. Dengan dilakukannya foto rontgen, maka akan diketahui apakah masih terdapat lempeng epifisis yang masih memungkinkan pertumbuhan panjang tulang

198

198. Tanda-tanda krepitasi yang timbul pada pemeriksaan sendi diakibatkan oleh…
a. penebalan sinovium karena sinovitis yang lama
b. permukaan rawan sendi yang irregular
c. kelemahan tendon-tendon pada sendi
d. kelemahan otot-otot di sekitar sendi
e. adanya Kristal asam urat dalam rongga sendi

jawaban : B
krepitus merupakan bunyi berderak yang dapat diraba sepanjang gerakan struktur yang terserang. Krepitus halus ditemukan pada radang sarung tendon, bursa, atau sinovium. Krepitus jenis ini didengarkan dengan stetoskop dan tidak dihantarkan ke tulang sekitarnya. Krepitus kasar dapat didengar dari jauh tanpa bantuan stetoskop dan dapat diraba sepanjang tulang, keadaan ini disebabkan karena kerusakan rawan sendi atau tulang.
Referensi
Buku ajar ilmu penyakit dalam, PAPDI, hal. 1151.

199

199. seorang wanita berusia 30 tahun, sejak 6 bulan terakhir mengeluh nyeri dan bengkak sendi pada sendi metakarpofalangeal dan interfalang proksimal kedua tangan, pergelangan tangan, kedua lutut, dan pergelangan kaki. Tampak tanda tanda radang pada sendi tersebut. Kaku sendi dirasakan saat bangun pagi sampai siang hari. LED 84 mm pada jam pertama dan kadar asam urat serum 6,2 mg/dL. Diagnosis yang paling mungkin adalah …
a. artritis reumatoid
b. artritis gout
c. osteoartritis
d. lupus eritematosus sistemik
e. artritis septik

jawaban : A
Kriteria dignostik artritis rheumatoid menurut ARA:
• Kaku sendi pada pagi hari, sekurang-kurangnya 1 jam
• Artritis pada 3 persendian atau lebih
• Artritis pada persendian tangan
• Artritis simetris
• Nodul rheumatoid
• Factor rheumatoid serum positif
• Perubahan gambaran radiologis menunjukkan adanya erosi dan dekalsifikasi tulang
• Pasien dikatakan menderita artritis rheumatoid jika memenuhi sekurang-jurangnya kriteria 1-4 yang diderita selama sekurang-kurangnya 6 minggu.
Referensi
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, PAPDI

200

200. Artritis rheumatoid menyebabkan erosi sendi sehingga terjadi deformitas yang permanen. Obat yang di berikan untuk mencegah kerusakan sendi tersebut adalah…
a. natrium diklofenak
b. meloksikam
c. allopurinol
d. kortikosteroid
e. methotrexate

jawaban : E
Obat-obatan jenis DMARD (disease modifying anti-rheumatic drug) digunakan untuk menekan inflamasi dan erosi lebih lanjut. Misalnya klorokuin, sulfazalazin, D-penisilamin, methotrexate (MTX), siklosporin A, garam emas. Obat-obatan seperti OAINS seperti natrium diklofenak,meloksikam, dan lain-lain digunakan untuk mengontrol nyeri.
Referensi
Buku Ajar Ilmu Penykit Dalam, PAPDI