jenis intervensi klinis 1 Flashcards
(42 cards)
orang yang setara, seseorang dengan kesamaan demografis atau sosial
sebaya
struktur kelompok kecil sukarela yang bertujuan saling membantu dalam
pencapaian tujuan tertentu yang dibentuk oleh individu yang datang bersama
untuk saling membantu dalam memenuhi kebutuhan bersama
intervensi dukungan sebaya
pengelompokkan intervensi sebaya
pengembangan keterampilan
pemerolehan pengetahuan
intervensi dapat dilakukan secara
langsung dan tidak langsung
sebaya menerapkan intervensi dan bertindak secara langsung untuk mempengaruhi target perilaku pada subjek
pendekatan langsung
individu terlibat sebagai model dalam menerapkan intervensi, sedangkan subjek memegang peranan sebagai pelengkap
pendekatan tidak langsung
untuk mengurangi ketakutan terhadap prosedur medis, anak melakukan pengamatan terhadap respon anak lain yang sama-sama menjalankan prosedur medis yang sama
pendekatan tidak langsung
Misal seorang anak dengan autisme mendorong anak lain dengan gangguan yang sama untuk terlibat dalam percakapan bertemakan olah raga
pendekatan langsung
modeling
pendekatan tidak langsung
edukasi, pembinaan (mentoring), dan konseling
pendekatan langsung
tiga kunci intervensi sebaya
1) dukungan emosional
2) dukungan appraisal (motivasi, afirmasi)
3) dukungan informasiona
2 sifat intervensi sebaya
undireksional
mutual/resiprokal
: memiliki pengalaman yang sama
Mutual atau resiprokal
intervensi sebaya profesional
Unidireksional
kebutuhan alami manusia yang bergantung pada konformitas dan individualitas
Nilai belonging dalam intervensi sebay
tentang menilai suatu situasi dan menjadi siapa yang Anda butuhkan agar dapat diterima
fitting in
5 A’s dalam Intervensi Sebay
Attention
Acceptance
Appreciation
Affection
Allowing
individu berperan sebagai pengintervensi. Individu tersebut diharapkan fokus pada perilaku positif yang diinginkan, sehingga dapat memunculkan pola interaksi yang positif antara individu tersebut dan sebayanya
Model “subjek sebagai terapis”
semua anggota kelompok memiliki kesempatan untuk menjadi terapis dan klien, dan dapat berganti peran
Model “subjek berperan sebagai klien dan terapis”
individu menerima intervensi yang diterapkan oleh individu lain untuk memunculkan perilaku yang diinginkan dan disukai oleh kelompok (misal: keterampilan sosial yang baik, kepatuhan terhadap pengobatan)
Model “subjek sebagai klien”
sebagian kecil individu dilatih untuk
memberikan layanan sebagai konselor untuk membantu individu lain
dalam upaya pengatasan masalahnya.
pendekatan kader
kelompok dilatih (misal: problem solving, resolusi konflik) dan memiliki kesempatan untuk menjadi konselor. Keuntungan pendekatan ini adalah semua individu belajar strategi baru dan dapat menerapkannnya di kehidupan sehari-har
“Pendekatan kelompok (student body approach)”
Satu individu yang berkompeten atau lebih diminta menampilkan perilaku yang
diinginkan
peer modeling
Individu menginisiasi (memulai) atau mempertahankan interaksi sosial, seperti
melakukan percakapan, dengan individu yang menjadi sasaran intervensi
peer initiation