No Not Flashcards Preview

Neurologi > No Not > Flashcards

Flashcards in No Not Deck (47):
1

6 otot pergerakan mata serta aksi primer Dan sekunder

M. Obliquus superior : depresi / intorsi
M. Obliquus inferior : Elevasi / extorsi
M. Rectus superior : Elevasi / intorsi
M. Rectus inferior : Depresi / extorsi
M. Rectus medial : adduksi
M. Rectus lateral : abduksi

2

Inervasi otot ekstraokular

M. Obliquus superior : N. Trochlear
M. Rectus lateral : N. Abducent
M. Obliquus inferior, M. Rectus superior, M. Rectus inferior, M. Rectus media : N. Oculom

3

Sindrom Horner terjadi karena

Berkurangnya Aktivitas saraf simpatis ipsilateral

4

First order - Syndrome Horner (central)

Perjalanan saraf nya

Lesi pada posterior hipothalamus Dan turun melalui batang otak ke sinaps pertama Di C8-T2 (cellospinal center of Budge)

5

Second order Sindrom Horner (pre ganglionic) meliputi

Keluar dari medulla spinalis, berjalan dekat apex paru dibawah arteri subclavia, Dan Naik ke leher bersinaps di ganglion cervical superior dekat bifurcatio arteri karotis setinggi angulus mandibula

6

Orde III sindrom Horner ( post ganglionic neuron)

Perjalanan saraf nya

Berjalan bersama arteri karotis.
Serabut vasomotor Dan keringat cabang ganglion cervical superior dekat setinggi bifurcatio carotis Dan berjalan ke wajah bersama ECA
Serabut okulosimpatis berlanjut bersama ICA, Melalui sinus cavernous ke Mata berjalan bersama N.Opthalmicus

7

Cara menentukan letak lesi pada pasien Sindrom Horner

- Coccain 4/10% : untuk mengetahui adanya denervasi simpatis. Mata dengan denervasi simpatis tidak terpengaruh, Mata yg normal Akan dilatasi.
- Hydroxyamphetamine : untuk membedakan orde 1/2 dari orde 3. Jika Mata yg lesi sindrom horner tidak dilatasi setelah ditetes, berarti merupakan order 3

8

Complete N. Oculomotor palsy dengan pupil sparing mungkin terjadi pada

Diabetic Oculomotor nerve palsy.

Hal ini karena perubahan mikrovaskuler krn diabetes/ faktor resiko lain.

Serabut pupilomotor berjalan pada aspek perifer, Sedangkan serabut somatik yang menginervasi otot berjalan pada aspek sentral.
(Berbeda pada lesi kompresi, biasanya yg terkena reflek pupil nya dulu)

9

Nucleus Edinger Westphal mempersarafi....

Inervasi parasimpatis ke spincter iris dan M. ciliaris, kedua M. Levator palpebrae superior.

Sehingga lesi Di tempat ini menyebabkan ptosis bilateral

10

Syndrome Argyll robertson pupil sering berkaitan dengan...

Klinis...

Neurosiphilis

Klinis : reflek pupil tidak ada, reflek akomodasi Masih baik.

11

Marcus Gunn pupil
Dideteksi dengan..
Klinis..
Terdapat pada..

- (RAPD/ Relative Afferent Pupillary Defect)
Reflek cahaya langsung terganggu, reflek cahaya tidak langsung baik
- Terdapat pada lesi N Optikus hingga chiasma, kadang macular disease juga memberikan gambaran RAPD.
- Dideteksi dengan "swinging light test"
Mata sehat disinari selama 3 detik, kedua pupil konstriksi, kemudian pindah dengan cepat ke Mata RAPD, kedua pupil konstriksi tp tidak komplit, cahaya dipindahkan lagi ke Mata sehat, konstriksi normal.

12

Nuclei untuk baroreceptor reflect

Caudal nucleus solitarius

13

Nuclei untuk sensasi rasa

Rostral nucleus solitarius

14

Serabut afferent Dan efferent reflek kornea

Afferent : N trigeminal
Efferent : N. Facial

15

Foramen jugular pada skull dilewati oleh

N IX
N X
N XI

16

Foramen magnum dilewati oleh

- medulla oblongata
- arteri vertebralis
- meninges

17

Canalis hipoglossus dilewati Oleh

- N XII

18

Fissura orbitalis superior dilewati oleh

N III (oculomotor)
N IV (trochlear)
N opthalmica (V1)
N VI (abducent)

19

Foramen rotundum dilewati oleh

N. Maxillaris (V2)

20

Foramen ovale dilewati oleh

N. Mandibular (V3)

21

Foramen spinosum dilewati oleh

Arteri meningea media

22

Saraf parasimpatis N Vagus berlokasi di

- Dorsal motor nucleus N Vagus (mensarafi GI tract, jantung, paru, trachea)
- Sisi medial nucleus ambiguus (supply cardiac plexus)

23

Reflek muntah dimediasi Oleh nucleus ....
Jaras afferen... Dan efferent...

Gag reflex dimediasi Oleh nucleus ambiguus
Afferent : N IX
Efferent : N X

24

N. Accessory (N XI) menginervasi...
Mekanisme aksi N XI...

- sternocleidomastoid (ipsilateral head tilt)
- trapezius (kontralateral head rotasi)

25

Saraf kranial paling panjang dari tempat keluar nya di dorsal midbrain...
Menginervasi...
Bila paresis menyebabkan...

Saraf kranial paling panjang : N IV (trochlear)
Menginervasi M. Obliquus superior.

Pada trochlear palsy menyebabkan vertical diplopia Dan/ torsional diplopia (tilting the object) terutama saat melihat ke bawah
Diplopia perbaikan dengan head tilting kontralateral lesi

26

Paresis N III total
Klinis ...
Penyebab yang mungkin..

- Klinis " down and out gaze" dengan reflek cahaya terganggu
- penyebab yang mungkin.
Pcomm aneurysm , PCA Aneurysm, SCA Aneurysm, Basilar tip Aneurysm,herniasi uncal

Aneurisma PICA paling kecil kemungkinan menyebabkan lesi N III

27

Intra Nuclear Opthalmoplegy (INO)
Klinis...
Penyebab...

Klinis :
- diplopia saat melihat Sisi lateral, tidak terganggu saat melihat ke depan
- adduksi terganggu ipsilateral
- nistagmus abduksi kontralateral

Penyebab :
Lesi MLF ipsilateral

28

" Wall Eyed Bilateral INO" (WEBINO)
- Klinis : ...
- disebabkan oleh..

Klinis :
- diplopia pada seluruh arah pandangan
- eksotropia kedua Mata saat pandangan primer
- tidak Ada adduksi horizontal volunter

Penyebab :
Lesi pada MLF kanan Dan MLF kiri

29

" One and A Half Syndrome"
Klinis :
Lesi pada :

Klinis
- tidak Ada gerakan horizontal Mata ipsilateral
- abduksi kontralateral berkaitan dengan nistagmus

Lesi pada :
Nucleus abducent /PPRF ipsilateral dan MLF ipsilateral

30

Saraf kranial yang paling mungkin terkena pada pasien dengan Klinis papilledema, nyeri kepala dan hydrocephalus?

N VI

Karena saraf yg perjalanan nya panjang Di kepala, melewati area petrosus, sering berkaitan dengan peningkatan TIK

31

Tonic (Adie's) pupil
Klinis: ..
Lesi : ...

Klinis
- pupil midriasis unilateral
- reflek cahaya langsung tidak langsung terganggu
- akomodasi reflek terganggu

Lesi :
- jalur postganglionic parasimpatis (ganglion ciliaris / N ciliaris

32

Neuritis optic

Klinis..
Pemeriksaan fisik..
Tatalaksana

Klinis
- nyeri Mata, pandangan buram (terutama central), persepsi warna terganggu (terutama merah)
- pemeriksaan :
RAPD positive
Funduskopi : hiperemis, edema papil (namun bisa juga normal)
- Tatalaksana :
Injeksi MP high dose 1x1000 selama 3-5 Hari dilanjutkan MP oral (berdasarkan ONTT Optic Neuritis Treatment Trial)

33

Giant cell arteritis (temporal arteritis

Klinis
Pemeriksaan funduskopi didapatkan

: merupakan inflamasi pembuluh darah (vaskulitis) sering mengenai usia > 50 tahun .

Klinis : nyeri kepala, nyeri wajah, nyeri sendi, pandangan buram/dobel

Funduskopi : papil pucat

34

Anterior Ischemic Optic Neuropathy (AION)
Klinis..
Pemeriksaan funduskopi...

Klinis :
- ggx nerve optic paling sering pada usia > 50 th
- tidak nyeri, unilateral
- faktor resiko cardiovascular, diabetes

Funduskopi : edema papil, hiperemis dengan splinter hemorrhage

35

Posterior Ischemic Optic Neuropathy
Klinis :
Funduskopi :

Lebih jarang dibandingkan AION
Klinis : painless visual loss, bisa unilateral/bilateral,
Terjadi karena berkurangnya aliran darah ke nervus Optikus atau berkurang nya oksigenasi

Macam :
1. A- PION (Giant cell arteritis)
2. Perioperative PION (blood loss)
3. Intraoperative PION (peningkatan tekanan Vena orbita, face swelling)

Funduskopi normal, Gambaran papil atropi muncul setelah onset 8 minggu

36

Hemianopia homonim dekstra
Lesi pada

- lesi pada retrochiasma :
Tractus Optikus kiri
Lateral geniculate nucleus kiri
Radiatio optic kiri

37

Hemianopia bitemporal, lesi pada

Chiasma optic

38

Quadranopsia kanan atas, letak lesi pada

Calcarina korteks Kiri bawah

39

Cavernous sinus syndrome
Klinis

- lesi N III, IV, V1, V2, VI
(Diplopia, Baal wajah pipi dan dahi)
- proptosis
- gangguan visus

40

Bell's Palsy
Klinis
Tatalaksana

Lesi N VII perifer
Klinis
- faciall drop dengan keterlibatan otot dahi
- gangguan menutup mata
- gangguan pengecap

Tatalaksana
Prednisone 1 mg/kg BB selama 1 minggu tappering off

41

Nervus kranial yang tidak bersinaps di thalamus sebelum ke korteks

N. Olfactory
Dari bulbus olfactory ke korteks olfactory lalu ke sistem limbic

42

Synkinesis " crocodile tear"
Penyebab...

Synkinesis merupakan kesalahan regenerasi saraf pasca trauma. Bisa terjadi pada wajah, kelenjar,
Penyebab : Bell's Palsy, Parkinson

Crocodile tear : terjadi Karena kesalahan regenerasi akson N. Facial yang asalnya mensuplai kelenjar saliva dan submandibular, menginervasi kelenjar lakrimal melalui nervus petrosus mayor : menyebabkan keluar air Mata saat mengunyah.

43

Benign Paroxysmal positional vertigo (BPPV) paling sering disebabkan oleh

Diagnosis :
Tatalaksana

Calcium debris pada semisircular canal (terutama posterior)

Diagnosis dengan Dix Hallpike manuver
Tatalaksana : epley manuver (paling efektif utk BPPV posterior)

44

Macam BPPV

- BPPV posterior (paling sering)
- BPPV anterior
- BPPV horizontal
- BPPV torsional (melibatkan canal anterior Dan posterior) , jarang

45

Karakteristik central nistagmus

- non fatigue
- tidak Ada latency (onset nistagmus segera setelah provokasi
- tidak disupresi fiksasi visual
- lebih Dari 1 menit
- bidirectional
- bisa terjadi ke Segala arah
- Klinis umumnya tidak terlalu berat
- gangguan jalan, jatuh, unsteady lebih sering
- terdapat defisit Neurologis lain
- biasanya tidak terdapat tinnitus / gangguan pendengaran

46

Alexander's law pada nistagmus perifer

Komponen lambat ke Sisi sakit, komponen cepat ke Sisi sehat

47

Organ vestibular sensory terdiri atas

-organ otolitik
Sacculus
Utriculus
Meluas ke membran labyrinth
Setiap organ terdapat macula yg merupakan rambut sel yg terdapat otoconia
Mendeteksi gerakan linear Dan vertical

- canal semisircular
Terdiri (2 canal horizontal, 2 canal vertical anterior, 2 canal vertical posterior)
Setiap canal dilatasi membentuk ampulla
Mengandung endolymph
Sensitive pada gerakan angular